Entertainment

Thor: Ragnarok, Kala Konflik Keluarga Sampai Membuat Heboh Planet Tetangga

Thor ternyata bukan anak tertua Odin, sang penguasa Asgard. Adalah Hela, sang Dewi Kematian yang tetiba muncul dan mengungkapkan fakta lain bahwa ia adalah kakak pertama Thor dan Loki. Kemunculan Hela hanya beberapa saat setelah Odin meninggal. Bukannya datang baik-baik dan merangkul dua adiknya, Hela justru jadi ancaman besar bagi dua putra Odin sekaligus kedamaian Asgard. Semua pihak seakan diajak berpikir, apakah Asgard akan benar-benar hancur?

Pertanyaan besar yang mungkin menggantung tentu soal nasib Thor? Apa lagi lewat trailer sebelumnya, terungkap jika Mjolnir, palu kebanggaan milik Thor justru hancur di tangan Hela. Hancurnya Mjolnir tak cuma bencana bagi Thor, melainkan menguatkan fakta lain: Hela lebih kuat dibanding Thor. Akankah Thor mampu mengalahkan Hela?

Nah, satu-satunya jalan untuk menuntaskan rasa penasaranmu tentu dengan menonton film terbaru mereka bertajuk Thor: Ragnarok. Film yang merupakan sekuel kisah dari dua film sebelumnya yaitu Thor (2011) dan Thor: The Dark World (2013).

Cerita Kiamat Tak Selalu Soal Kehancuran, MCU Justru Suguhkan Cerita Baru  dengan Unsur Komedi yang Segar dan Menawan

Thor: Ragnarok adalah kejutan manis dari Marvel Cinematic Universe (MCU) di tahun ini. Kamu yang sudah menonton dan mengikuti dua film Thor sebelumnya, pasti setuju kalau film ketiganya ini patut dinobatkan sebagai film terbaik dari sekuel Thor, sang Dewa Petir (yang masih diperankan oleh Chris Hemsworth). Dikatakan kejutan manis lantaran judul Ragnarok yang berarti kiamat, dan pasti lekat dengan nuansa kehancuran justru kental dengan unsur komedi yang ringan dan segar. Sebuah plot-twist yang cukup diluar ekspetasi. Dipastikan, kamu akan terhibur selama menonton film ini.

Thor Kian Penuh Aksi,  Salah Satunya dengan Petualangan Lintas Galaksi

Dilain sisi, poster film Thor:Ragnarok sengaja dibuat cukup colourful. Sayangnya, poster tersebut sempat jadi bahan olok-olokan lantaran dinilai terlalu ramai untuk film superhero sekelas Thor. Tapi sang sutradara, Taika Waititi punya jawaban pasti. Ya, Thor: Ragnarok memang ingin menyuguhkan petualangan lintas galaksi yang penuh warna.

Kamu tak hanya melihat Asgard yang sedang diambang kehancuran, sisi lain galaksi dimana ada planet bernama Sakaar pun ikut disuguhkan. Planet itu dikuasai oleh Grandmaster (Jeff Goldblum), sosok pemimpin nyentrik, aneh, tapi punya peran penting terjadinya pertarungan antara Thor dan Hulk (Mark Ruffalo). Beberapa saat sebelum terjebak di Sakaar, Thor bahkan sempat mencari Odin hingga ke Bumi dan ternyata justru bertemu dengan Doctor Strange (Benedict Cumberbatch).

 Kala Aksi Dewa Petir Mampu Mengundang Gelak Tawa

Waititi sukses menggulirkan cerita yang terinspirasi dari mitologi Nordik dengan porsi yang pas dan memberikan kesenangan hingga akhir film. Kemunculan tokoh Avengers lain seperti Doctor Strange, Hulk, hingga dialog-dialog penuh tawa antara Thor dan Hulk tentang Tony Stark kian membuat film ini seakan tak memberi celah penonton untuk merasa bosan sedikitpun.

Belum lagi pertengkaran dan aksi saling ‘jahil’ antara Thor dan Loki yang jadi penguat cerita. Mungkin akan terasa membosankan kalau Loki (Tom Hiddleston) justru memiliki karakter protagonis yang mengikuti setiap kata dari sang kakak.

Thor: Ragnarok bisa dibilang sebagai film MCU yang paling berani dan dan bisa memuaskan penonton dari semua umur. Bisa jadi sebentar lagi kepopuleran Thor mampu menyaingi superhero Marvel lainnya seperti Captain America dan Iron Man. Disamping itu, Hemsworth juga semakin menguasai karakternya sebagai Thor, ia terlihat luwes dan menjadi dirinya sendiri. Figur tampan, jenaka, menawan, dan menyenangkan bukan lagi melekat pada diri Hemsworth saja, tapi juga pada sosok Thor. Sekaliber Dewa Petir pun ternyata bisa menggulirkan dialog konyol dan mengundang tawa.

Villain Itu Tak Melulu Keji, Hela Punya Cara Lain Menunjukkan Ambisinya demi Mendapat Taji

Flashback sebentar tak masalah kan? Pada masa lalu, Hela memang keji. Ia pernah membantai ribuan penduduk Asgard termasuk jajaran tentara wanita berjuluk Valkyrie. Kekejiannya masih bertahan hingga kemunculannya kembali di Asgard.

Sementara itu, Thor justru bertemu satu-satunya kaum Valkyrie yang tersisa (diperankan oleh Tessa Thompson). Kekejian Hela (Cate Blanchett) harus dihentikan demi keamanan rakyat Asgard. Hal ini yang membuat Thor membentuk The Revengers (Pasukan Balas Dendam) bersama Hulk, Valkyrie, dan Loki.

Namun hal lain yang patut disorot bukan lagi soal The Revengers, melainkan tentang Hela, satu-satunya penjahat wanita di MCU. Kemunculan Hela memberi warna baru kalau villain bisa semenawan itu. Lihat saja bagaimana akting Cate Blanchett, Waititi tak salah pilih menempatkan aktris yang satu ini di jajaran villain MCU.

Satu hal yang perlu digaris bawahi: Hela yang ambisius dan digadang-gadang lebih kuat dari Thor nyatanya memang berbahaya. Ia tak pandang bulu, sekalipun berhadapan dengan Thor dan Loki yang notabene adalah adik-adiknya. Konflik keturunan Odin memasuki babak baru dimana kehebohannya tak hanya dirasakan di Asgard, melainkan juga di planet tetangga.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Sebetulnya Kapan Saat yang Tepat Beli Mobil Baru?

Berhubung membeli mobil tak semudah membayar makanan di angkringan, pastinya banyak hal yang jadi pertimbangan. Apalagi membeli mobil membutuhkan komitmen yang tidak sebentar. Tak mungkin juga, bulan ini beli lalu bulan berikutnya sudah harus dijual lagi. Nah jadi sebetulnya, kapan waktu yang tepat untuk membeli mobil baru?

Ketika Kebutuhan Tak Bisa Lagi Diakomodir Si Kuda Besi

Mungkin selama ini Kita begitu menikmati menunggang si kuda besi alias motor. Sedari muda, moda transportasi roda dua ini jadi pilihan dalam situasi apa pun. Namun toh nyatanya hidup mengalami perubahan. Ada beberapa kegiatan yang ada saat ini sudah tak mungkin lagi dilakukan dengan mengendarai motor.

Misalnya, dulu mungkin tak begitu masalah naik motor ketika masih membujang tanpa ada yang menemani. Ketika sudah berpasangan apalagi berstatus keluarga muda dengan anak yang masih kecil-kecil tentu jadi berbeda kasus. Tak mungkin lagi membonceng si kecil di motor dan membawanya dalam perjalanan jauh.
Ini salah satu momen yang pas untuk mulai berpikir mengambil mobil untuk kendaraan cadangan. Bukan berarti meninggalkan tunggangan setia, tapi memang ada kebutuhan yang mau tak mau harus menggunakan roda empat.

Ketika Mobil Sudah Punya, Tapi Usianya Sudah Lanjut

 

Tak salah memang terhanyut dalam romansa dan memori dengan mobil yang selama ini telah menemani. Tapi kita juga harus realistis, bahwa mobil juga punya usia sebaik apapun kita merawatnya. Mungkin bukan berarti kita menjual yang lama tapi tidak lagi menggunakannya untuk kendaraan sehari-hari adalah langkah yang bijak.

Kondisi paling ideal mobil itu berada pada usia tiga tahun pertama. Lima tahun berikutnya masih bisa dijadikan andalan namun sudah akan mulai ditemui beberapa masalah. Sementara durasi pemakaian mobil untuk harian, yakni sekitar 8 hingga 10 tahun atau jika sudah menempuh jarak lebih dari 200 ribu kilometer.

Sama halnya dengan manusia yang telah lanjut usia, mobil juga sama. Walau suku cadang tersedia, ketika batas pemakaian tersebut sudah dilewati, maka kondisi mesin dan sasis sudah masuk pada level tak layak pakai.

Tak hanya kekhawatiran untuk mogok dan tiba-tiba rusak dijalan saja, menunggangi mobil-mobil yang sudah tak lagi diproduksi juga jadi sebuah resiko yang tinggi. Ketika kita masih berusaha merawat dan mencintainya, bisa jadi perusahaan yang ada disana sudah tak lagi memproduksi spare part yang mobil tersebut miliki. Sementara mobil sudah melulu minta ‘jajan’ karena suku cadang yang rusak. Walhasil selain biaya perawatan tinggi, bisa jadi mobil hanya teronggok tak bisa digunakan karena menunggu suku cadang tersedia.

Ketika Fitur dan Fungsi yang Ditawarkan Mobil Baru Begitu Menggoda Dan Sesuai Kebutuhan Saat Ini

Dulu mungkin kita merasa sah-sah saja dengan fasilitas yang ada di kendaraan roda empat yang kita miliki. Namun teknologi tak hanya diam di tempat. Kalau masih terus berkutat di mobil lama, kita tak akan paham sudah ada inovasi yang akan memudahkan kita dalam berkendara.

Coba tengok misalnya Renault KWID. Di bagian interiornya yang paling mencolok adalah hadirnya head unit layar sentuh berukuran 7 inci yang mengatur sistem hiburan di dalam kabin mobil yang juga telah terintegrasi dengan navigasi satelit menggunakan tampilan 2D/3D.

Sementara untuk fitur sisi keamanan Renault KWID dibekali dengan keyless entry dengan remote dan central lock. Nah untuk kenyamanan Renault KWID juga memiliki fitur heater atau penghangat kabin jika udara di luar terlalu dingin.

Fitur macam ini belum dimiliki mobil terdahulumu bukan?

Ketika Model Baru Yang Ditawarkan Unik Dan Modern

Secara teknis mungkin kendaraan lama belum bermasalah. Tapi bisa jadi kitanya yang sudah dilanda jenuh dengan kendaraan yang itu-itu saja. Jangan anggap remeh karena efek bosan ini bisa melanda kemana-mana. Bayangkan mood yang tak bagus karena waktu di jalan tak dapat sensasi asiknya mengendarai mobil.

Kala itu terjadi maka saatnya untuk melirik kendaraan yang baru. Supaya tak dilanda bosan, cobalah sesuatu yang benar-benar unik. Contoh, misalnya kamu ingin punya mobil yang ramah jalanan perkotaan tapi masih gagah dari sisi penampilan.

Paduan macam itu tentu tak akan bikin kita lekas bosan. Seperti Renault KWID yang jika menilik dari dimensinya mobil yang mengusung mesin 1.000 cc tiga silinder ini memang masuk di kategori City Car.

Namun KWID punya desain unik yang membuatnya bertipe crossover dengan tampilan SUV. Ciri paling kentalnya adalah ground clearance alias jarak bodi terendah ke tanah yang mencapai 180 mm. Didukung pula dengan fender yang cukup besar khas mobil crossover. Sementara bagian grille depan Renault KWID juga tampil tegas dan kokoh. Lampu depan terdapat “C” shape signature sebagai ciri khas Renault terbaru.

Dengan desain apik tersebut, tak heran jika di tahun pertama kehadirannya di Indonesia, Renault KWID langsung meraih penghargaan bergengsi di ajang OTOMOTIF Award 2017. Dalam kategori The Best Small City Hatchback.

Ketika Garansi Dan Asuransi Mobil Baru Memudahkan Untuk Beraktivitas

Sama halnya dengan usia yang telah tua, batas garansi pada perawatan mobil jadi pertimbangan pelik lain. Mobil baru seperti contohnya Renault KWID tadi dilengkapi dengan garansi minimal 3 tahun untuk mesin atau telah menempuh jarak 100 ribu Km. Dengan kata lain, memiliki mobil baru akan memangkas biaya perawatan mobil yang mungkin akan kita keluarkan jika terus bertahan dengan mobil yang sudah uzur.

Tak percaya? Coba tengok layanan purna jual “Renault Peace of Mind”. Ada Silver Package for Renault Kwid & Renault Koleos, tambahan 2 tahun jaminan garansi kendaraan Anda sehingga menjadi total 5 tahun jaminan garansi atau 100.000 km (mana yang tercapai lebih dahulu).

Kemudian ada Gold Package for Renault Kwid, Renault Duster 4×2, Renault Duster 4×4 & Renault Koleos, jaminan bebas biaya sparepart dan jasa service berkala dimulai dari service 1.000 km dan kelipatan 10.000 km sampai dengan 60.000 km dengan masa jaminan garansi kendaraan 3 tahun atau 100.000 km (mana yang tercapai lebih dahulu).

Terakhir ada Platinum Package for Renault Kwid & Renault Koleos, jaminan bebas biaya sparepart dan jasa service berkala dimulai dari service 1.000 km dan kelipatan 10.000 km sampai dengan 100.000 km dengan tambahan 2 tahun jaminan garansi kendaraanmu sehingga menjadi total 5 tahun jaminan garansi atau 100.000 km (mana yang tercapai lebih dahulu).

Tapi memboyong mobil baru bergaransi saja tidak cukup. Karena untuk apa dilengkapi garansi kalau bengkel ternyata sulit ditemui. Kalau kita melirik Renault misalnya, hati tentu akan lebih tentram. Karena pabrikan asal Perancis tersebut sudah bekerja sama dengan group Nissan.

Jadi layanan bengkel dan purna jualnya selain dari renault juga bisa dikerjakan di bengkel Nissan. Hal ini dimungkinkan karena berbekal kekuatan aliansi Renault – Nissan dimana untuk distribusi, pemasaran dan layanan purna jual merek Renault pun ditangani oleh Indomobil Group yang juga menangani Nissan.

Di samping garansi, masalah perlindungan asuransi kehilangan dan kerusakan juga harus jadi pertimbangan. Mobil dengan usia muda akan lebih mudah disetujui oleh pihak asuransi. Sementara mobil yang sudah tua akan sulit mendapatkan perusahaan asuransi yang mau melindungi. Kalaupun disetujui, biasanya akan membutuhkan uang premi yang tidak sedikit.

Jadi ingat, terikat romansa dengan kendaraan lama boleh saja, tapi terus menutup mata dengan kehadiran yang baru tentunya bukan langkah yang bijak.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

Yomamen.com adalah majalah online khusus pria Indonesia. Lahir dari keinginan untuk menyediakan tulisan khas laki-laki Indonesia. Membahas sekaligus mengkritisi urusan maskulinitas dan gaya hidup pria modern.

Facebook

Copyright © 2017 Yomamen.com

To Top