Teknologi

Tertarik Beli iPhone 5? Baca Ini Dulu!

Menurut situs Cnet.com, iPhone 5 adalah generasi iPhone yang sudah didamkan penggila Apple sejak tahun 2010. Kenapa demikian? Pertama, smartphone berlogo apel ini tampil dengan desain delapan belas persen lebih tipis dan dua puluh persen lebih ringan dari iPhone generasi terdahulu.

Bukan Cuma desain tampilan luar, tapi layarnya pun hadir lebih luas. Otak iPhone 5 dipersenjatai dengan chip A6, yang jauh lebih cepat sekaligus lebih irit baterai. Meski belum setajam kompetitornya macam LG dan Sony, tapi kamera 8 MP yang dibenamkan di gadget ini memiliki ketajaman luar biasa. Apalagi hasil fotonya didukung dengan retina display.

Layaknya produk apple yang lain desain merupakan salah satu keunggulannya. Kesan elegan dan mahal dari bentuk kotak dengan sudut membulat sangat menggoda. Nampaknya iPhone 5 ini akan jadi gadget yang dapat mendongkrak karakter pemakainya. Namun sebelum merogoh kocek untuk membelinya, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

Pertama teknologi 4G LTE yang jadi andalan iPhone 5 saat ini masih terkesan mubazir jika digunakan di Indonesia. Maklum saja, akhir tahun ini BRTI baru akan melakukan tender jaringan 4G LTE. Jadi kendati iPhone 5 anda sudah bisa mencapai 20 Mbps, tapi jaringan disini belum mendukungnya.

Kedua, iPhone 5 menggunakan nanosim. Yup, nanosim adalah teknologi simcard terkecil yang ada saat ini. Masalahnya di Indonesia yang umum masihlah simcard dalam ukuran biasa, dan sedikit yang mengeluarkan micro simcard. Sementara untuk nanosim belum satu pun provider telekomunikasi indonesia menggunakan ini.

Apalagi kalau di versi iPhone 4s yang menggunakan micro simcard pengguna di Indonesia bisa memotong simcard biasa hingga seukuran micro simcard. Langkah ini tidak dapat dilakukan untuk nanosim karena ketebalannya yang berbeda. Artinya kalaupun anda memiliki iPhone 5 sekarang, gadget itu hanya akan menjadi asesoris yang bisa diletakan diatas meja saja.

Nantinya jika provider sudah siap menerima teknologi ini, segera siapkan kocek harga Rp10 juta untuk mendapatkan iPhone 5 ini!

iphone 5

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Otomotif

6 Kiat Berkendara dengan Motorsport

Yang namanya berkendara dengan motorsport memang agak tricky. Selain harus menyiapkan fisik dan stamina yang prima—lantaran bobot body motor semacam ini pastinya di atas motor skuter matic, menunggangi kuda besi yang satu ini tak seperti naik motor lainnya. Pasalnya, ada tips khusus yang perlu diketahui agar tubuh tetap nyaman selama berkendara dan motor pun tetap dalam kondisi baik setibanya di tujuan seusai berkendara.

1.Biasakan Melakukan Cek Secara Menyeluruh Sebelum Berkendara

Sebelum memulai perjalanan, biasakan mengecek motor apakah motor dalam kondisi prima, mulai dari ban, rem, kopling, hingga sektor lampu. Jika semua aman, baru cari riding position alias posisi duduk yang menurutmu paling nyaman sehingga saat berkendara pun bisa santai namun tetap hati-hati.

2.Pastikan Sudah Tahu Posisi Badan yang Benar Saat Hendak Berkendara

Jangan karena mengejar gagah-gagahan lantas Bung memposisikan badan jauh dari stang sampai tangan lurus dan kaku. Karena ini bukan motor skuter matic, maka badanmu justru harus sedikit menunduk dengan posisi lenganmu sedikit menekuk.

Kenapa harus begitu? Karena lengan yang menekuk ini akan membantumu meredam rebound alias tendangan balik peredam kejut pada stang saat motor menghantam lubang. Kalau posisi sudah mantap, barulah mulai berkendara.

3.Jangan Asal Naik, Posisi Kaki pun Harus Stabil

Untuk posisi kaki, penempatannya harus pas karena ruangnya tak sebanyak di motor skutik yang menggunakan deck lebar. Motorsport hanya punya sedikit footstep tempat meletakan kaki. Lalu paha harus menempel ke tangki motor dengan posisi menjepit. Kendati begitu bukan berarti diam dengan tegang dan kaku. Kakimu harus tetap dalam kondisi relaks.

Posisi ini akan mempermudah untuk melakukan antisipasi bila Bung akan melakukan manuver ekstrem seperti hendak menghindari tabrakan. Dengan paha yang menempel ke tangki, Bung bisa mempertahankan posisi duduk agar tidak tergeser ke kanan kiri dan dapat mengeliminir risiko terpental dari motor.

4.Carilah Posisi yang Senyaman Mungkin untuk Tangan saat Menggenggam Stang

Untuk posisi tangan, perhatikan posisi tangan ketika menekan tuas kopling dan rem depan. Usahakan ketika mengoperasikan tuas rem depan atau kopling yaitu dengan cara menekan ujung tuas supaya ringan. Menekan tuas kopling bisa menggunakan dua jari yang sekiranya dianggap paling nyaman bagi pengendara.

5.Kenali Bentuk Motor Yang Bung Kendarai

Banyak orang meremehkan hal ini dan langsung saja betot gas ketika menunggangi kuda besinya. Padahal bentuk motor yang berbeda akan membuat pengendalian yang berbeda pula. Ambil contoh misalnya GSX-R150 dan GSX-S150. Dua motor Suzuki ini punya DNA yang sama, namun bentuknya berbeda sehingga handlingnya pun akan berbeda.

GSX-R150 dengan fairing tentunya punya body depan yang lebih lebar jika dibanding saudaranya tipe S yang bertipe naked bike. Tentunya butuh ruang lebih lebar jika merambah kemacetan.

Hal lainnya misalnya spion GSX-R150 yang ditanam di body depan sementara GSX-S150 berada di tangki. Ini akan membuat perbedaan karena GSX-S150 spionnya akan bisa ikut menyelip jika stang dimainkan ketika beraksi diantara kendaraan lain, sementara tipe R butuh perhitungan sebelumnya karena spionnya tang tak bergerak.

6.Kenali Juga Karakter Motormu Agar Tepat Mengambil Kesimpulan Di Jalan

Bung harus mengenali karakter motormu dengan tepat. Mulai dari karakter mesin hingga karakter berkendaranya. Coba kita ambil contoh GSX-S150. Untuk urusan dapur pacu GSX-S150 ini disematkan mesin berkapasitas 150 cc DOHC yang sama dengan saudaranya tipe R. Berbekal mesin overbore, DOHC (Double Over Head Camshaft) dengan kapasitas 150cc dan berkompresi 11,5 : 1 yang sudah dilengkapi teknologi fuel injection yang canggih untuk pembakaran maksimal, GSX-S150 menghasilkan tenaga sebesar 14,1 kw/10.500 rpm dan torsi sebesar 14 nm/9.000 rpm yang tersalurkan dengan kuat melalui transmisi 6 percepatan.

Karakternya jinak diputaran bawah sehingga membuatmu tak repot kalau mengendalikannya di RPM rendah.Tapi jangan lantas anggap remeh tenaganya. Kenali dulu, karena ketika diputaran menengah dan atas kalau tak siap, Bung akan dibuat terkejut dengan ledakan tenaganya.

Untuk dimensi, tampilan dari motor garapan Suzuki ini mempertontonkan rangka Single Cradle yang bisa terlihat jelas. Ukurannya sendiri memiliki panjang 1.975 mm, lebar 674 mm, dan tinggi keseluruhan mencapai 1.070 mm. Sedangkan untuk ukuran wheelbase sendiri mencapai 1.300 mm.

Dengan ukuran macam ini, GSX-S150 ini bisa dibilang cukup besar untuk kelas 150cc. Tapi tak perlu khawatir, tinggi jok yang 785mm sangat pas untuk ukuran rata-rata orang Indonesia tanpa harus berjinjit.

Ukuran kekar ini berlanjut hingga kaki-kaki. Di depan menggunakan suspensi teleskopik besar dengan di belakang mengusung tipe monoshock guna menambah kestabilan berkendara. Velg alloy berukuran 2,15 inchi di depan dan 3,5 inchi di belakang dibalut ban depan 90. Tentunya cukup lebar untuk membuatmu tetap stabil di jalan lurus, namun cukup lincah untuk melakukan manuver.

Nah dengan kiat-kiat macam itu tentunya Bung akan lebih aman dan nyaman mengendari motorsport milikmu.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Otomotif

Vespa LXV 150ie 3Valves Untuk Yang Doyan Tampil Klasik

Vespa LXV 150ie 3Valves

Buat sebagian orang, tampilan vespa yang muncul belakangan ini kurang berkesan klasik. “kurang vespa” begitu kata penggemar berat scooter besutan Piaggio ini. Karena itu pada 18 Juni 2013 yang lalu PT Piaggio Indonesia meluncurkan Vespa LXV 150ie 3Valves.

Motor bertipe scooter ini seolah ingin mengembalikan kesan vespa ditahun 1960-an. Coba kita perhatikan dari depan. Lampu utamanya membulat dengan stang yang dibiarkan telanjang tanpa penutup. Di atas lampu bertengger windshield kecil yang manis melindungi pengendara dari sapuan angin. Spionnya yang membulat makin menambah kesan retro.

Melihat ke bagian tengah, mata kita akan langsung tergoda dengan jok yang dibuat terpisah. Model jok ini yang jarang ditemui pada vespa era modern sebelumnya. Dengan mudah kita mengembalikan memori ketika kakek atau ayah kita membonceng kita di atas Vespa yang jok pengemudi dan penumpangnya tidak menjadi satu seperti ini.

Tak berhenti sampai disitu, dibagian belakang motor ini disematkan rak yang berkesan old skul. Logam pembuatnya dilapisi krom mengkilap dengan desain dibuat tinggi hingga kira-kira sepinggang orang dewasa ketika duduk di jok belakang.

Pratiwi Halim, Marketing Director PT Piaggio Indonesia menyebutkan perpaduan desain vintage dasbor, lampu, jok hingga ke rak belakang akan menjadikan Vespa LXV 150ie 3Valves model yang ikonik.

“Kami telah melakukan upaya luar biasa untuk mengeluarkan desain yang indah dan unik ke pasar, desain yang akan dikagumi para pecinta Vespa” pungkas Pratiwi Halim.

Vespa LXV 150ie 3Valves

Meski didesain klasik vintage bukan berarti scooter ini tertinggal dalam hal teknologi. Simak saja mesinnya yang dipersenjatai dengan 3 katup. ECU yang digunakan pun generasi terbaru dengan paduan free wheel electric stater. Dengan paduan ini tidak heran jika Piaggio berani memberi jaminan bahwa produk ini juga irit bahan bakar. Dengan penggunaan normal jarak tempuhnya bisa mencapai 55 KM untuk setiap liter bensinnya.

Seperti juga pendahulunya, Vespa LXV 150ie 3Valves ditujukan untuk segmen skutik kelas premium. Untuk kawasan jakarta varian ini dilepas dengan harga Rp30,6 juta (OTR). Jadi siap untuk tampil lebih vintage?

Harga & Spesifikasi Vespa LXV 150ie 3Valves

Harga: Rp30,6 juta (OTR Jakarta)

Pilihan Warna: Espresso, Portofino Green

Tipe Mesin: Satu slinder, 4 langkah catalytic Hi-PER4

Kapasitas Mesin: 150 cc

Bore X Stroke: 62.8 mm x 48.6 mm

Tenaga maksimal: 8.9 kW at 8,000 rpm (11.7 cv)

Torsi: 11.8 Nm at 6,250 rpm

Kecepatan Maksimum: 100 Km/jam

Kapasitas Tangki Bahan Bakar: 2.3 liter

Konsumsi Bahan bakar: 50Km/liter

Distribusi: Single Cam SOHC (3 valves)

Transmisi: CVT transformer with torque slave

Kopling: Otomatis plat kering

Suspensi Depan: Helical spring Singe Arm

Suspensi Belakang: Hidrolic Monoshock

Rem Depan: Cakram 200 mm Hidrolik

Rem Belakang: Tromol 110 mm mekanis

Ban depan: Tubeless 110/70-11

Ban Belakang: Tubeless 120/70-10

Panjang: 70.9

Lebar: 29.1

Jarak roda: 50.4

Tinggi: 30.9

Berat Kosong: 243

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

Yomamen.com adalah majalah online khusus pria Indonesia. Lahir dari keinginan untuk menyediakan tulisan khas laki-laki Indonesia. Membahas sekaligus mengkritisi urusan maskulinitas dan gaya hidup pria modern.

Facebook

Copyright © 2017 Yomamen.com

To Top