Kisah

Tersingkir Dengan Dramatis, Tak Membuat Suporter Jepang Melupakan Aksi Mulianya

Sempat mampu unggul dengan defisit dua gol, tentu banyak ekspetasi bahwa Jepang bakalan mampu lebih banyak bicara di ajang empat tahunan ini. Apalagi dua gol tersebut terjadi di babak kedua. Sebelum pada akhirnya Belgia berhasil membalikkan kedudukan.

Sedari awal pentas ini berlangsung, Jepang tidak hanya mencuri perhatian lewat permainannya yang meyakinkan. Namun ada hal lain yang terjadi di sudut-sudut tribun yang membuat Jepang mendapatkan pujian. Di mana para suporter selalu rajin membersihkan sampah seusai pertandingan.

Bahkan dalam partai yang harus memulangkannya secara dramatis karena gol terjadi di menit akhir, tak membuat para fans sedih dan melupakan hal awal yang mereka lakukan. Suporternya tetap melakukan hal yang sama, sehingga banyak media di dunia maya yang memuji aksi para suporternya yang tetap berjiwa tegar.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Karena Penelitian Menyebut Kecerdasan Itu Sexy

Sebagian orang masih mengasosiasikan “pintar dan cerdas” itu dengan tampilan kaku macam kutu buku. Padahal sesungguhnya saat ini banyak tokoh-tokoh yang lekat dengan kecerdasan macam Elon Musk atau Mark Zuckerberg yang justru dianggap menarik dan sexy.

Beberapa penelitian juga bahkan menunjukan hal ini. Salah satunya adalah penelitian yang digagas psikolog Gilles Gignac, Joey Darbyshire, dan Michelle Ooi dari University of Western Australia. Mereka menemukan bahwa orang-orang dengan IQ tinggi memiliki skor tinggi dalam hal keseksian ketika dinilai oleh orang lain.


“Kecerdasan” Menjadi Faktor Kedua Daya Tarik Setelah “Kebaikan”

Penelitian tentang kecerdasan dan daya tarik di atas melibatkan sedikitnya 10 ribu peserta dari 33 negara di dunia. Salah satu temuan menariknya adalah para peserta penelitian menempatkan “smart” di nomor dua sebagai daya tarik.

Posisi ini hanya dikalahkan oleh faktor “kebaikan dan pengertian” yang menempati urutan nomor satu. Jadi sesungguhnya dengan menjadi baik dan terus melatih kecerdasan sudah bisa membuat orang lain tertarik kepada kita.

Salah Satu Indikator Kecerdasan Adalah Selera Humor

Dalam penelitian itu juga ditanyakan mengenai indikator apa yang digunakan untuk menilai seseorang cerdas atau tidak. Sebagian menyebut bahwa salah satu indikator yang digunakan untuk menilai kecerdasan seseorang adalah selera humornya.

Karena mereka yang cerdas selalu berpikiran terbuka dan orang yang berpikiran terbuka ini cenderung punya selera humor yang baik. Mereka yang smart juga dikatakan tidak akan mudah tersinggung dan aspiratif terhadap ide-ide baru.

Tak Cuma Pada Individu, “Smart Dan Sexy” Juga Kini Diterapkan Pada Hal Lain

Perpaduan menarik ini tak cuma ditemui dalam urusan penggambaran individu seseorang. Karena kini banyak sektor juga menerapkan konsep ini. Coba tengok misalnya gadget yang selalu menemani kita.

Dahulu mungkin handphone hanya digunakan sebagai alat komunikasi suara dan teks. Kini perkembangannya sudah jauh lebih dari itu. Mulai dari mengakses internet, sosial media, pesan makanan, penunjuk arah hingga fungsi lainnya yang dulu hanya impian.

Tapi toh kamu juga tak mau hanya menggunakan gadget yang cerdas saja bukan? Begitu banyak pilihan ponsel cerdas, tentunya kamu juga memilih yang di desain menarik lagi sexy. Karena hal tersebut juga menunjukan jati diri.

Bahkan Meluas Hingga Urusan Tata Kota Juga Tersentuh Unsur Kecerdasan

Familiar dengan istilah Smart City? Yup inilah konsep yang diinisiasi oleh Suhono S. Supangkat dari ITB. Kota tak lagi hanya menjual soal “keindahan dan kecantikan” namun juga harus bersifat smart.

Menurutnya, Smart City adalah kota yang bisa mengelola Sumber Daya Alam (SDA), Sumber Daya Manusia (SDM) dan sumber daya lainnya sehingga warganya bisa hidup nyaman aman dan berkelanjutan.

Seperti adanya transparansi dan partisipasi publik, transportasi publik, transaksi non tunai, manajemen limbah, energi, keamanan, data dan informasi. Hal ini dapat didukung melalui teknologi informasi dan komunikasi. Terbayang menyenangkannya hidup di kota yang di tata macam ini bukan?

Tak Mau Ketinggalan, Urusan Kendaraan Juga Harus Mengadaptasi Ini

Soal “smart dan sexy” ini juga merambat ke urusan kendaraan. Mengingat hal ini melekat dengan kita dan digunakan juga untuk berativitas sehari-hari. Wajar rasanya jika konsep ini juga diterapkan pada kendaaraan kita.

Ambil contoh Yamaha Lexi yang mengusung konsep “Smart is The New Sexy” yang bermakna bahwa sexy tidak hanya tentang penampilan melainkan tentang karakter, sikap dan pola pikir yang Smart. Yamaha Lexi mempunyai 3 pilar konsep Utama

Untuk Smart & Sexy Design, Motor ini mengkombinasikan unsur Luxury dan Elegan dengan bobot yang paling ringan di kelas MAXI YAMAHA. Tampilannya yang berkelas ditunjang desain lampu Grand LED Headlight ditambah eye line biru yang menawan memperkuat kesan mewah dan elegan. Apalagi untuk tipe Lexi-S, desain joknya  memadukan dua tekstur kombinasi yang disatukan dengan motif jahitan elegan membuat tampilan motor menjadi lebih berkelas.

Tak cuma tampilan karena yamaha Lexi ini punya Smart Features. Untuk Varian Yamaha Lexi-S dibekali fitur Smart Key System yang merupakan sistem kunci tanpa anak kunci alias keyless. Kunci ini juga sudah disematkan fitur Immobilizer dan Answer Back System untuk memudahkan pengendara mencari posisi parkir motor.

Berkendara dalam jarak jauh juga kini tidak perlu khawatir karena Yamaha Lexi memiliki bagasi yang luas dan lega untuk menampung barang bawaan lebih banyak. Apalagi, Yamaha Lexi menjamin pengendara tetap terhubung melalui Smartphone karena dilengkapi Electric Power Socket untuk mengisi daya gadget.

Urusan dapur pacu diserahkan pada Smart Engine. Dari segi performa mesin, Yamaha Lexi menggunakan mesin generasi baru Blue Core 125 cc yang disempurnakan Variable Valve Actuation (VVA). Mesin ini secara cerdas akan membuat aksi berkendara lebih efisien, bertenaga dan handal dengan tenaga dan torsi maksimum di setiap putaran mesin. Apalagi Yamaha Lexi dilengkapi Liquid Cooled 4 Valves (LC4V) yang membuat suhu mesin lebih stabil dan performa lebih maksimal.

Tak berhenti disitu Yamaha Lexi dibekali fitur canggih Stop & Start System (SSS) berfungsi untuk mengurangi konsumsi bahan bakar yang tidak perlu pada saat motor sedang berhenti. Apalagi ditambah Smart Motor Generator (SMG) membuat suara motor lebih halus saat dinyalakan. Kalau masih penasaran soal motor satu ini kamu bisa lihat detailnya di halaman ini!

Jadi bagaimana? Kamu sudah siap mengikuti trend smart is the new sexy ini?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kisah

Tak Hanya Jaga Gawang, Kiper Juga Bisa Cetak Gol ke Gawang

Dalam deretan posisi pemain bola, semuanya memiliki nasib yang sama untuk mengkonversikan sebuah peluang menjadi sebuah gol. Karena menciptakan gol tidak menjadi tugas para striker. Tetapi hanya ada satu posisi yang sekiranya sulit untuk menciptakan sebuah gol lantaran ia memiliki peran krusial dalam menjaga gawang dari kebobolan, yap dia adalah seorang kiper.

Meskipun pemain belakang ditumpuk sampai empat atau lima orang, tidak berarti peran kiper bakal ditutup oleh pemain belakang secara keseluruhan. Karena gawang kerap merindukan bagaimana jalanya bergoyang dan itu mengapa seorang kiper memiliki tanggung jawab yang krusial dalam setiap pertandingan.

Meskipun sulit bukan berarti seorang kiper tak bisa mencetak gol, karena sulit bukan berarti tidak bisa. Sehingga bagi kiper tidak ada yang tidak bisa dilakukannya seperti halnya menceploskan bola gawang. Kalau menepis bola hanyalah sebuah aksi, sedangkan membobol gawang menjadi salah satu atraksi.

Nah, berikut ini beberapa gol penting  yang dicetak oleh kiper atau penjaga gawang.

Gol Dramatis Diberi, Namun Anti Selebrasi

Sumber : Goal.com

20 September 2003 menjadi hari bersejarah bagi penjaga gawang berkebangsaan Estonia bernama Mart Poom. Poom saat itu menjadi penjaga gawang dari Sunderland yang sedang melokoni laga melawan Derby Country. Sebagai tim tamu Sunderland mendapat gempuran sengit di lini pertahanan hingga akhirnya tertinggal 0-1 dari Derby Country.

Tertinggal selisih satu gol, Poom berusaha maju saat Sunderland mendapatkan sepak pojok pada menit ke-91, guna membantu serangan. Tak disangka-sangka keputusanya untuk maju saat sepak pojok dilakukan membuahkan gol penyeimbang. Sebagai kiper yang mencetak gol di menit-menit akhir seharusnya selebrasi heboh dilakukan, tetapi ia anti selebrasi demi menghormati diri sebagaimana pernah berseragam Derby Country.

Tak Hanya Gawang yang Diselamatkan, Namun Juga Muka Tim Saat Derby

Sumber : Goal.com

Kilas balik ke tahun 1997 di mana laga derby di Jerman yang selalu ditunggu setiap tahunnya, yang mempertemukan Schalke 04 dan Borrusia Dortmund, Rivierederby adalah sebutan bagi laga sengit ini. Berbicara di tahun 1997 di mana laga derby yang tersaji meninggalkan kesan mendalam bagi kiper kawakan Jens Lehmann.

Lehmann yang saat itu berseragam Schalke 04, menjadi penyelamat Schalke di menit-menit akhir dengan mencetak gol dan membuat pertandingan berakhir imbang 2-2. Di mana gol tersebut dicetak di menit-menit akhir.

Situasi Tendangan Penjuru Selalu Menjadi Moment Bagi Penjaga Gawang Untuk Membobol Gawang

Sumber : Goal.com

Masih di tahun yang sama, kali ini peran penjaga gawang yang mampu membobol gawang diambil oleh kiper dari FC Augsburg, Marwin Hitz. Setelah tertinggal dari Bayer Leverkusen sampai menit akhir. Kedudukan 2-1 tentu masih ada peluang untuk mematahkan kekalahan bagi FC Augsburg, alhasil moment itu datang di menit ke-93.

Skemanya pun hampir sama seperti Lehmann dan Poom, di mana sepak pojok terjadi yang memaksa Hitz untuk maju kedepan untuk memanfaatkan bola mati. Boom! gol pun terjadi dengan mengubah kedudukan 2-2 di akhir laga, sehingga Augsburg tak jadi kalah di depan pendukungnya.

Nama Toldo! Menggema di Derby d’Italia Pada Tahun 2002

Sumber : Goal.com

Fans Inter Milan tak mungkin lupa pada laga Derby d’Italia tahun 2002. Di mana ia berhasil menyelamatkan muka Inter Milan yang hampir kalah dari Si Nyonya Tua. Bermain di kandang Giusseppe Meazza, Inter tentu tak boleh malu dengan menelan kekalahan dari tim sekelas Juventus.

Alhasil perjuangan Nerazzuri memuncak untuk menyamakan kedudukan. Menit ke-89 pun kiper Inter, Francesco Toldo pun maju membantu serangan, dan tidak disangka kalau ia jadi penyelamat Inter dan menghukum Buffon lewat goalnya. Kedudukan pun sama kuat 1-1.

Pahlawan Layak Diberikan Sevilla Kepada Andreas Palop

Sumber : Goal.com

Final Europa League, menjadi liga Eropa kasta kedua yang tentu sangat berhaga bagi tim sekelas Sevilla. Setelah di leg pertama Sevilla bermain imbang 2-2 kala mejamu Shakhtar Donetsk, tentu Sevilla membutuhkan kemenangan untuk membawa Sevilla melaju ke partai Final Europa League 2006/07.

Sayang seribu sayang, mimpi itu buram karena hingga detik-detik terakhir laga Los Rojiblancos tertinggal 2-1. Namun, Andreas Palop datang sebagai penyelamat dengan menyamut tendangan penjuru Dani Alves hingga memaksa pertandingan berlanjut ke perpanjangan waktu.

Di babak perpanjangan waktu kedudukan pun tak berubah, sehingga harus ditentkan lewat babak adu penalti. Tampil lebih tenang dalam eksekusi, Sevilla pun lolos ke partai Final Europa League musim 2006/07.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kisah

Sepakbola Itu Kejam Bung, Apalagi Jika Kebobolan di Menit Akhir

Sepakbola itu kejam! ketika di menit-menit injury time sebuah gol bersarang. Memangnya tidak ada lagi cara yang lebih normal ya bung? selain membobol di menit-menit akhir, baik lewat sundulan ataupun tendangan. Setidaknya jutaan pasang mata ada yang menangis ada juga yang terharu ketika moment seperti itu terjadi.

Bagi orang lain, hal seperti itu tetaplah sebuah keindahan dari permainan. Namun bagi beberapa orang, mereka tak rela kalau terluka harus disobek dari hati baru ke paru-paru. Karena itu menyiksa! Kalau kalian tak bisa membayangkan, berikut ini ada daftar beberapa kejadian dalam sepakbola yang mesti kalah di menit-menit akhir. Siapkan tisu ya bung, karena kekalahan ini sangat mengundang air mata.

Laga Derby Di Penghujung Partai Penguasa Eropa, Mesti Kalah Lewat Sundulan Ramos Semata

Sumber : Reuters

Di final Liga Champions 2014 tim yang saat itu sedang kebakaran jenggot memburu gelar ke-10 Eropa atau La Decima, memiliki ambisi yang yang gahar. Real Madrid harus meladeni sang penantang Atletico Madrid. Derby Madrileno pun terjadi di laga tersebut. Atletico mampu unggul lewat sundulan Diego Godin di babak pertama. Nampakya gol ini bertahan lama dan Real Madrid tak mampu mencari celah dan lupa bagaimana membobol gawang lawan.

Sampai injury time, gol pun tidak tercipta tetapi di menit akhir 90+3 situasi bola mati, yakni tendangan dari sepak pojok coba dimanfaatkan karena itu bakal menjadi peluang terakhir. Benar saja bung, tandukan Sergio Ramos membuat permainan harus diselesaikan lewat babak extra time. Kemenangan di depan mata yang sirna merusak psikologis Atletico sehingga di babak tambahan Real Madrid berjaya dengan memborong tiga gol tambahan lewat Gareth Bale, Marcelo dan Cristano Ronaldo.

Janggalnya Kepemimpinan Wasi Bernama Tom Henning Ovrebo

Sumber : Goal.com

Kalau bung memiliki teman pendukung Chelsea, jangan pernah membisikan ia nama Tom Henning Ovrebo. Karena kepemimpinan wasit asal Norwegia di laga Chelsea bertemu Barcelona dianggap berat sebelah pada laga Semifinal Liga Champions 2009. Parahnya lagi enam potensi kejadian yang seharusnya penalti tidak disahkan olehnya!

Setelah bermain imbang di leg pertama. Chelsea berusaha memanfaatkan momentum main di kandang dengan unggul cepat lewat gol Michael Essien. Setelah selangkah lagi menuju final. Di menit 90 Andres Iniesta membuat fans Chelsea terluka setelah golnya mengantarkan Barcelona ke final. Skor akhir 1-1 membuat Leo Messi Cs lolos karena unggul gol tandang.

Kemenangan Manchester City Selama 44 Tahun di Kancah Liga Lokal

Sumber : Reuters

Manchester City selama 44 tahun bertengger di Liga Inggris, akhirnya kembali merasakan juara. Karena terakhir kali mereka juara masih berada di format lama pada tahun 1968. Di mana para pembaca di sini belum ada yang lahir kan? haha.

The Citizen yang sedang merebutkan titel Premier League hampir gagal karena telah tertinggal 1-2 dari gol Djibril Cisse dan Jamie Mackie yang diperkecil Pablo Zabaleta. Hampir saja Queen Park Rangers mengubur mimpi The Citizen dalam-dalam. Tetapi di menit 90+4 Man City pun menang 3-2 dan sukses meraih titel Premier League.

Dewi Fortuna Bersama Tim Papan Bawah Bernama Wigan Athletic

Sumber : Goal.com

Keajaiban tercipta di turnamen tertua dunia, FA Cup. Di tahun 2013 Wigan Atheletic dengan Manchester City, skuat kedua tim yang sangat timpang antara pemain City dan Wigan. Kalau The Citizen pemain bertabur bintang dengan sedangkan Wigan pemain berhamburan. Tapi bola itu bundar apapun bisa terjadi. Kegigihan Wigan mampu mengakandaskan lewat gol Ben Watson di menit 90+1. Wigan Pun meraih titel FA Cup untuk kali pertama.

Dua Gol Pada Menit Injury Time, Pernah Sangat Menyakitkan Bagi Bayern Munchen

Sumber : Reuters

Pertandingan ini sangatlah di ingat bagi kedau tim, yang satu sisi kesenangan dan satu sisi lagi kesakitan. Final Champions League 1999, Mancheser United tertinggal lewat gol Mario Basler dari striker Bayern Munchen. Melihat kondisi ini pelatih cerdas Sir Alex Ferguson, memasukkan Teddy Sheringham dan Ole Gunna Solsksjaer. Keduanya pun jadi super sub dengan mencetak gol pada menit 90+1 dan 90+3. Alhasil Setan Merah pun keluar sebagai juara.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sport

Erick Thohir Terpilih Menjadi Direktur Tim Asal Liga Inggris

Nama Erick Thohir di dunia olahraga lintas negara memang sangat kondang. Melalui konsorsium Mahaka Grup ia pernah memiliki klub Liga Sepakbola Amerika Serikat atau MLS, DC United. Bahkan ia pernah menjadi pemegang saham mayoritas dari Presiden Inter Milan, sebelum diakuisisi pada Oktober 2013.

Namun saat ini masih masih memiliki saham minoritas di Inter Milan dan salah satu klub Indonesia, Persib Bandung. Seperti tak pernah puas, Erick pun terpilih menjadi Direktur Oxford United, dan akan menjadi salah satu dewan direksi bersama Chairman Sumrith Thanakarnjanasuth, serta dua Direktur Horst Geicke dan Zaki Nuseibah.

“Hadirnya Erick menjadi tambahan yang sangat menarik dalam jajaran petinggi klub. Ia sama-sama mencintai sepak bola seperti saya. Saya pikir apa yang menarik dari dirinya adalah kesempatan untuk berkontribusi, demi mengembangkan sepak bola pada masa mendatang, untuk klub dari kota terkenal seperti Oxford,” kata Sumrith Thanakarnjanasuth dilansir dari laman resmi.

Sumrith menyatakan mengenal Thohir sebagai pebisnis kenamaan yang getol terjun di dunia hiburan, media olahraga dan platform digital. Pengumuman ini sekaligus menjadi jawaban atas klaim media Italia Calciomercato, yang melaporkan bahwa Erick Thohir bakal membeli mayoritas saham Oxford United.

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

Yomamen.com adalah majalah online khusus pria Indonesia. Lahir dari keinginan untuk menyediakan tulisan khas laki-laki Indonesia. Membahas sekaligus mengkritisi urusan maskulinitas dan gaya hidup pria modern.

Facebook

Copyright © 2017 Yomamen.com

To Top