Health & Personality

Terdapat Sesuatu Yang Kuat Kala Dirimu Dihujat!

Namanya juga hidup bung, ada saja hal yang membuat bung salah atau rendah di mata orang lain sehingga hinaan dan makian terlontar dengan tajam. Memang sakit rasanya. Apalagi di hina di depan banyak orang, seperti sebuah keset yang (mau tidak mau) harus rela diinjak-injak.

Tapi, tak perlu bung naik pitam hingga timbul untuk menyerangnya dengan kekerasan. Anggap saja ini ujian pertumbuhan diri dalam ruang lingkup sosial. Apabila bung berhasil melewati makian dan hinaan tersebut berarti bung telah lulus dari ujian sosial. Toh, orang yang merendahkan orang lain sebenarnya adalah menutupi kerendahannya sendiri di mata orang lain.

Pelajari Lah Kenapa Orang Lain Bisa Menghinamu, Jangan Sampai Terserang Emosi Lebih Dulu

Sumber : Nymag.com

Bisa saja bung langsung merasa terluka ketika ungkapan tersebut tidak mengenakkan dan menyayat hati. Namun bung bisa menalaahnya lagi apa yang membuat orang lain dapat mengatakan hal tersebut . Mungkin ada kekurangan yang bung kurang sadari ketika bersikap selama ini.

Jangan pula terlalu cepat menyimpulkan kenapa orang lain bersikap negatif kepada bung. Lagi-lagi yang bung mesti lakukan adalah mempelajari situasi. Kesampingkan dulu emosi yang bergejolak dalam diri, bersikap dewasa dan tenang dalam menyikapi sesuatu adalah kunci untuk melawan rasa negatif yang menyerang diri sendiri.

Rasa Kepedulian yang Disampaikan Oleh Seseorang Namun Bung Tidak Paham Karena Terjebak Diksi yang Menyimpang

Sumber : Moneycrashers.com

Bentuk kepedulian yang diungkapkan seseorang bisa melalui apa saja bentuknya. Karena sebagai seorang laki-laki mungkin cara penyampaiannya kurang halus lantaran ingin memberikan hentakkan dalam diri seseorang. Hingga makna peduli yang tersirat tidak dapat diakses dalam diri.

Bung harus berterima kasih dengan seseorang yang menyampaikan bentuk kepedulian. Meskipun ungkapan yang dipakai kadang tidak mengenakkan namun intinya dia peduli kepada bung. Bung tidak perlu marah, abaikan saja intonasi tinggi atau pemilihan kata yang tak seharusnya. Terimalah semua bentuk syarat kepedulian agar menjadi pribadi yang baik lagi.

Telaah Dampak yang Diberikan Seseorang, Bisa Saja Perkataanya Hanya Ingin Merendahkan

Sumber : Huffpost.com

Ketika seseorang mengatakan sesuatu dalam bentuk peduli akan sikap bung yang salah di mata sosial. Bung harus menerimanya dengan lapang dada. Akan tetapi perhatikan kata-kata yang dipakai oleh lawan bicara, kalau intinya hanya ingin mencemooh dan merendahkan bung. Lebih baik abaikan saja!

Biasanya pemilihan kata-kata oleh lawan bicara yang dirangkum sebagai satu kalimat yang tidak mengenakkan tapi tipis makna kepedulian. Kalau masih ada rasa peduli yang menurut bung ternyata penting untuk dicermati lebih baik terima. Siapa tau ada kebenaran di dalam kalimatnya guna untuk introspeksi diri, agar lebih baim lagi.

Kalau Memang Itu Cara Membuat Bung Lebih Baik, Kenapa Tidak Didengarkan?

Tahan segala amarah dan emosi jiwa yang membara ketika cuitan lawan bicara terkenal seperti kumpulan sampah busuk. Hal yang terpenting, bung mengetahui apa maksud dari lawan bicara. Mungkin dia sedang berusaha untuk membentuk bung agar menjadi lebih baik. Anggap saja yang dia lakukan bukan untuk menghakimi.

Tidak Tertahankan Rasa Emosi Dalam Diri Karena, Karena Mendengar Ocehan yang Tidak Dapat Disaring

Memang, kesabaran seseorang ada batas tergantung di mana orang tersebut membatasinya. Bisa saja ia tidak sanggup lagi mendengar ocehan lawan bicara sampai tak ada lagi kata-kata yang dapat didengar di telinganya. Wajar bung, karena luapan emosi bisa membuat seseorang gelap mata.  Demi ketenangan bung bisa saja menjauh darinya untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terjadi antara bung dengan lawan bicara sembari melakukan introspeksi diri.

Hujatan yang dilakukan seseorang terkadang tidak memikirkan perasaan. Tapi biasanya hujatan dan cemoohan berangkat dari adanya kekurangan dalam diri yang diserang. Ambil baiknya buang buruknya, ketika baiknya dapat diakses guna introspeksi diri kita tidak akan lagi menemui hujatan seperti tadi.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Tahu

Jadi, Nikah Kapan?

Lebaran masih lima bulan lagi, tapi bisa jadi ada sesuatu yang sudah bung wanti-wanti. Apalagi kalau bukan pertanyaan dari para sanak family, “Kapan nikah?”. Buat bung yang sudah punya pasangan, pertanyaan seperti ini mungkin tak terlalu jadi beban. Tapi akan berbeda rasanya jika hingga kini, bung masih belum bertemu dengan si nona yang dicinta.

Lika-liku asmara kerap jadi sesuatu yang sulit diterka. Si nona yang sudah kita kejar mati-matian, bisa jadi tak mau membalas perasaan. Anehnya, dia yang tak kita suka, justru datang untuk memberi perhatian. Kalau sudah begini, mungkin bung bingung sendiri. Tapi tak ada salahnya untuk mencoba belajar menumbuhkan rasa. Bukannya cinta bisa tumbuh kalau sering bersama?

Hal lain yang bisa bung coba, adalah bagaimana melihat celah untuk merebut hatinya. Entah itu mantan pacar yang masih dicinta atau nona lain yang sedang jadi incaran dari sekian lama. Jelilah membaca peluang, baca situasi mana yang bisa bung manfaatkan. Dan biasanya, untuk bisa masuk dan memenangkan hatinya adalah ketika si nona sedang gundah. Cobalah jadi pedengar yang baik untuknya, korek informasi yang membuatnya terlihat kesah. Kalau sedang beruntung, bukan tak mungkin jika nona akhirnya menjatuhkan hati pada kita.

Lampu hijau dari nona mungkin sudah ada dalam genggaman, untuk bung yang berniat serius tentu harus mulai atur strategi untuk meminta izin pada orangtuanya. Jangan terlalu pede untuk tiba-tiba datang melamar, semuanya butuh persiapan. Sesekali, buatlah janji untuk menghabiskan akhir pekan di rumah si nona. Disana bung bisa sekaligus menyampaikan niat pada Ayah dan Ibunya. Tapi sebelumnya bung perlu tahu bagaimana, caranya bertutur kata yang sopan untuk mendapat restu dari calon mertua. Disini, kami  pernah membuat tipsnya.

Selanjutnya, cobalah bung bicarakan dengan nona. Kapan kira-kira waktu yang tepat untuk mengsakralkan hubungan yang sudah dibina. Karena kadang-kadang, meski kita sudah ngebet untuk nikah, bisa jadi si nona belum merasa siap. Bung tentu tak mau kan, jika dia mau menikah karena terpaksa. Karena percaya atau tidak, si  nona selalu punya pandangan yang berbeda dengan kita dalam hal memandang hubungan.

Jika niat di hati memang sudah bulat, ada banyak persiapan yang harus bung buat. Ingat bung, pernikahan bukanlah perkara semalam. Ada begitu banyak persiapan yang butuh bung cicil dari sekarang. Mulai dari persiapan mental, administrasi, hingga materi. Bung mungkin harus belajar menahan emosi, memperbanyak rasa sabar setiap kali ada pendapatan yang bertentangan. Konon, sebelum menikah memang ada banyak pertengkaran-pertengkaran yang menghujani hubungan.

Disamping itu, bung juga mungkin akan disibukkan dengan berbagai macam persiapan. Pergi ke kantor kelurahan, hingga harus mengantri di catatan sipil. Bahkan, bung yang tinggal di DKI, harus membuat sertifikat kelayakan menikah, untuk bisa menikahi si nona. Beberapa teman menganggap ini jadi babak paling sulit. Menggelar pesta dengan sederhana dianggap tak berhasil jadi lelaki yang baik untuk si nona, tapi memilih pesta yang besar dan mewah pun kadan dianggap riya dan buang-buang uang saja.

Nah, kalau sudah begini. Bung perlu berkonsultasi dengan si nona lagi. Karena ini adalah pernikaham berdua, bagaimana pun pemilihan konsep pesta itu adalah hak bung dan nona. Walau di dalam masyarakat kita, keputusan calon penggantin kerap kali tak bisa sejalan dengan adat dan budaya.

Selepas menikah ada sekelimut perasaan yang bung rasakan. Maklum, katanya pernikahan itu adalah sangkar madu. Terlihat manis dari luar, tapi belum tentu begitu di dalam. Bahkan beberapa kawan berujar, jika menikah membuat hidupnnya kian tak asyik. Karena tak lagi bisa sebebas saat membujang dulu. Tapi, benarkah begitu?

Menurut kami, pernyataan seperti ini hanya akan keluar dari laki-laki yang menyesali pilihannya. Sedari awal harusnya bung sudah paham, jika kehidupan lelaki yang sudah beristri pastilah berbeda dengan dia yang masih sendiri. Itulah kenapa penting untuk mencari teman hidup yang bisa saling memahami. Bukan malah mengikat bung untuk tak bisa kemana-mana.

Ada waktu untuk duduk santai berdua dengan nona selepas menikah, berbagi pekerjaan rumah, dan melakoni beberapa hal baru yang dulu tak pernah kita tahu. Dengan catatan, tak juga melupakan waktu kumpul dengan beberapa teman, untuk sekedar ngobrol ngalur-ngidul. Tapi ingat bung, keluarga tetap jadi yang nomor satu.

Satu hingga lima tahun pertama, konon jadi masa-masa indah berdua yang akan kian mendekatkan kita dengan si nona. Belajar saling memahami lebih dalam dan menumbuhkan rasa cinta yang semakin besar. Tapi, rumah tangga tentu tak berjalan semulus yang kita kira bung. Pada beberapa titik, mungkin ada masanya bung berselisih paham dengan pasangan. Tak menemukan jalan tengah untuk membuat kesepakatan. Hingga hal lain yang mungkin bertentangan.

Apalagi, jika usia pernikahan sudah memasuki usia 10 tahun. Ada beberapa hal yang mungkin akan hilang dan berganti. Tapi, itu bukan alasan untuk saling menyalahkan bung. Karena, begitulah memang hubungan suami-istri berjalan. Bung tak selalu benar, dan si nona pun tak selalu salah.

Keputusan bung untuk menikahinya, tentu sudah melalui banyak pertimbangan. Maka jika setela sekian lama bung merasa ada yang berubah dari hubungan dengan si nona. Bisa jadi ada yang salah dari pemikiran yang bung punya. Sebab jika sebelum menikah saja bung sudah merasa menemukan sosok yang tepat untuk buat bung bahagia. Harusnya bahagia itu, bisa bertambah selepas menikah.

Bijaklah dalam membaca semua perkara yang ada, tanggalkan emosi dan ego yang bung punya. Karena untuk tetap bertahan dalam pernikahan, kita memang butuh usaha yang besar. Sama-sama belajar, sama-sama menguatkan, dan sama-sama terus menumbuhkan rasa sayang.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Baik

Menginspirasi Rekan Kerja, Bisa Bung Mulai Dari Membangun Lingkungan Kerja yang Nyaman

Dalam bekerja, pasti bung pernah mengalami satu kesempatan di mana bung yang berkontribusi lebih banyak dalam tim. Sedangkan rekan kerja hanya bekerja ‘seadanya’. Tidak selalu berjalan mulus dalam kinerja antara bung dan rekan kerja bisa jadi membuat bung tak semangat, begitu pula dengan mereka.

Nah, semua ini tentu juga menjadi tantangan dalam pekerjaan. Bagaimana bung harus bisa menginspirasi, sehingga mereka, memiliki semangat yang sama sampai visi misi yang sama. Tentu saja ada cara-cara tepat yang dapat bung lakukan.

Salah satunya adalah membangun lingkungan kerja yang nyaman. Dikutip dari Cermati.com ada beberapa cara agar rekan kerja dapat terinspirasi sehingga kerjaan yang sulit pun dapat diatasi.

Membina Hubungan yang Sehat dengan Rekan Kerja

Membina hubungan yang sehat dengan rekan kerja tidak hanya dengan rekan kerja yang satu tim dengan bung saja. Tetapi berlaku ke semua strata, seperti ke atasan sampai ke bawahan. Membina hubungan yang sehat dapat dilakukan dengan cara membiasakan tegur sapa, mengajak ngobrol sampai makan siang bareng.

Dengan cara seperti itu tidak langsung bung telah mengajak mereka untuk menikmati hubungan kerja yang baik dan nyaman. Hal ini memiliki dampak posifit bagi kinerja bung dan tim saat itu juga.

Mengetahui Apa yang Diinginkan Tim, Agar Profesionalitas Terbangun Secara Alami

Berperan dalam membangun lingkungan kerja bisa dipelopori oleh siapa saja. Termasuk bung sendiri, tak bermaksud untuk melangkahi perusahaan. Tetapi karena ini berkaitan dengan tim kerja bung, otomatis bung harus melakukan demi menciptakan lingkungan kerja yang nyaman.

Seperti bersikap dan menentukan budaya kerja seperti apa, dengan meminta rekan kerja untuk menyampaikan aspirasi. Perlahan-lahan rekan kerja bung akan mendapatkan efek positif dari yang bung lakukan, syukur-syukur kalau budaya kerja yang dijalankan dari hasil kemauan tim. Dapat berimbas dengan kinerja yang positif bagi perusahaan.

Bersikap Seperti Pemimpin yang Profesional

Profesionalias menjadi hal utama dalam dunia kerja, dilanjuti dengan kejujuran dan ketekunan. Apabila bung berada di posisi atasan, tentu bung harus menjadi contoh yang baik bagi bawahan. Tidak hanya ramah dan berbaur dengan mudah, tapi contohkan lewat kemampuan dalam mengatasi pekerjaan.

Apabila itu berhasil, rekan kerja lainya pasti sudah menaruh kepercayaan secara 100% kepada bung. Jangan lupa untuk memberikan arahan yang tepat, terutama bagi para rekan kerja yang kelihatannya bingung untuk menentukan keputusan kerja.

Kombinasikan Tanggung Jawab dengan Kemampuan Kerja yang Mumpuni

Salah satu modal penting dalam bekerja ya apalagi selain kemampuan dalam menyelesaikan pekerjaan. Kerahkan semua kemampuan kerja guna menjadi contoh kepada rekan kerja lain bagaimana cara untuk berdedikasi. Karena ini menjadi nilai lebih tidak hanya di mata perusahaan tapi juga rekan kerja. Selain itu jalankan tanggung jawab dengan baik tanpa ada yang terlewatkan.

Memotivasi Rekan Kerja Dengan Cara yang Disukai

Kami tidak menyarankan bung untuk selalu berkoar-koar seperti motivator ulung dengan kata-kata penyambung hidup. Motivasi rekan kerja memiliki banyak cara, terutama cara yang tepat. Selain menunjukkan lewat tindakan, bung juga bisa memotivasi lewat lisan.

Tapi lihat kondisi pribadi rekan kerja anda bung, karena tidak semua orang dapat menerima motivasi. Pastikan bung memberikan motivasi dengan cara yang tepat, dan rekan kerja dapat menerima di porsi yang tepat.

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Tahu

Mundurnya Edy Rahmayadi dari PSSI Meninggalkan Segelintir Kontroversi yang Pernah Terjadi

Seruan #EdyOut sempat berkumandang tajam di tribun stadion saat timnas Indonesia berlaga. Sosok Edy Rahmayadi, dinilai gagal sebagai Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) oleh pecinta sepakbola tanah air. Seruan yang sama juga menghiasi linimasa Twitter akibat geram akan keputusan yang ia buat sekaligus polemik rangkap jabatan.

Apalagi rentetan kasus mafia bola (yang tak pernah usai) sampai performa buruk timnas di kancah Asia Tenggara, menjadi sorotan tajam yang ditujukan publik kepadanya. Mungkin seraya berkata, “Apa kinerja anda di PSSI?”, sampai pada hari Minggu 20 Januari 2019 ia secara tiba-tiba menyatakan mundur! setelah memangku jabatan sejak tiga tahun lalu. Pernyataan tersebut disampaikan dalam Kongres Tahunan PSSI yang digelar di Nusa Dua, Bali.

Seruan #EdyOut kembali trending di sosial media berlogo burung tersebut. Edy Rahmayadi mengatakan dalam pidato pengunduran diri kalau ia merasa gagal sebagai Ketum PSSI. Ketidakmampuan dalam menajalankan organisasi yang dipimpin kurang lebih selama dua tahun. Meskipun begitu, ia memberikan mandat kepada seluruh elemen PSSI agar tetap akur dan mampu membesarkan PSSI setelah ditinggalkannya.

Kemunduran Edy Rahmayadi mungkin merupakan angin segar bagi sepakbola. Tetapi kita tidak pernah tahu bung apa yang terjadi di PSSI selanjutnya. Banyak warganet yang meyakini, selama ‘orang lama’ masih berkuasa di sana bung. PSSI tidak akan pernah berevolusi. Dibalik kemunduran Edy, ada beberapa hal kontroversi yang ia pernah lakukan selama menjabat. Dari pernyataan sampai tindakan.

Berkarir di Negara Tetangga Adalah Bentuk Tidak Nasionalis Pesepakbola

Salah satu hal yang menggelitik umat sepakbola di Indonesia adalah saat Edy Rahmayadi melontarkan pernyataan yang menganggap, pemain Timnas Indonesia Evan Dimas Darmono dan Ilham Udin Armaiyn tidak memiliki jiwa nasionalis. Pernyataan dilotarkan Edy setelah kedua pemain tersebut memutuskan berkarir ke Liga Malaysia bersama tim Selangor FA. Mengikuti jejak pendahulu yang sukses, Bambang Pamungkas dan Elie Aiboy.

Padahal Liga Malaysia secara kualitas di Asia lebih tinggi dari pada Liga 1, maka hal ini tentu bukan bentuk tidak nasionalis bukan? melainkan aktualisasi diri dari sang pemain. Namun dari kacamata Edy, ia tidak melihat adanya aktualisasi diri melainkan jiwa tidak nasionalis. Ia pun mengecam kedua pemain dengan alasan peran keduanya dibutuhkan Timnas U-23 untuk Asian Games 2018 saat itu.

‘Apa Urusan Anda Menanyakan Itu?’

Kata-kata di atas tentu sudah familiar bagi anda pecinta sepakbola bung. Saat seorang wartawan senior dalam acara televisi swasta memberikan pernyataan kepadanya terkait pengaruh kinerja sesaat ia merangkap jabatan sebagai Gubernur Sumatera Utara dan Dewan Pembina PSMS.

Edy merespon dengan kata-kata tersebut dan menolak menjawab pertanyaan dalam wawancara yang disiarkan secara langsung di televisi. Tak sampai disitu, Aiman juga dinyatakan oleh Edy kalau tidak berhak bertanya kepadanya dengan mengatakan, “Bukan Hak Anda juga bertanya kepada saya“.

Membantah Tudingan Kalau Ia Menampar Supporter yang Menyalakan Flare

Sebagai Dewan Pembina PSMS, Edy Rahmayadi menyempatkan datang pada satu pertandingan saat PSMS Medan menjamu Persela Lamongan di Stadion Teladan Medan September tahun lalu. Semula Edy menyaksikan dari kursi VVIP, sampai akhirnya ia turun ke tribun dengan menghampiri salah seorang supporter yang menyalakan flare.

Secara hukum, FIFA sendiri melarang penggunaan flare di dalam stadion. Edy mengambil langkah tepat dengan menegur seorang supporter. Terdapat video beredar tentang aksinya saat menegor dan memegang pipi salah satu supporter tersebut. Tetapi ada tudingan muncul kalau ia menampar. Secara tegas tudingan itu dibantah dan menjelaskan kalau ia hanya memegang pipi dan memarahi supporter karena menggunakan flare.

Pelatih Sekaliber Luis Milla Tidak Diperpanjang Menangani Indonesia

Seorang wartawan senior, Anton Sanjoyo dalam sebuah acara di Youtube, menyatakan kalau ia melihat ada peningkatan determinasi permainan saat Timnas U-23 bermain di Asean Games 2018. Determinasi ini berbeda, dan tidak pernah dilihat oleh sang wartawan senior tersebut dalam permainan timnas beberapa tahun belakangan. Secara tidak langsung berarti Luis Milla membawa perubahan bagi sepakbola Indonesia dong bung? dengan kata lain harus dipertahankan.

Saat Tim Garuda Muda gugur di babak 16 besar dalam Asean Games 2018. Kegagalan tersebut membuat Edy Rahmayadi menyinggung soal kontrak Luis Milla sebagai pelatih. Ia memberikan sinyal bahwa ada kemungkinan bagi pelatih Spanyol untuk menangani timnas U-23, tidak hanya mentok di Asian Games saja.

Namun kenyataanya Luis Milla tidak diperpanjang kontrak bung. Kabar miring pun beredar bahwa PSSI menunggak gaji Luis Milla. Sampai lewat Instagram pribadi Luis Milla, ia pun sempat menyinggung soal manajemen yang buruk dalam mengurus kontrak kerjanya setelah ia menyampaikan salam perpisahannya.

Wartawan yang Baik Akan Menghasilkan Timnas yang Baik

Pernyataan Edy Rahmayadi kembali kontroversial, saat ia memberikan komentar terhadap penampilan Timnas Piala AFF 2018. Pernyataan yang diberikan rasanya tidak masuk akal bung. Bahkan tidak ada korelasi atau apple to apple. Lantaran saat memberikan pernyataan, Edy mengatakan kalau timnas mau baik, ya wartawan harus baik. Seolah-olah ada intervensi wartawan dalam performa timnas di lapangan. Dengan mengatakan,”Wartawannya yang harus baik. Kalau wartawannya baik, nanti timnasnya baik”, katanya.

Setelah menyatakan mundur dari Ketum PSSI, Edy Rahmayadi menjelaskan kalau sementara tugasnya akan dilanjutkan oleh Wakil Ketum PSSI sampai periode jabatan selesai. Tak lain, tak bukan beliau adalah muka lama di PSSI yakni Joko Driyono.

Gimana bung masih rindu bapak Edy sebagai ketua PSSI?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

Yomamen.com adalah majalah online khusus pria Indonesia. Lahir dari keinginan untuk menyediakan tulisan khas laki-laki Indonesia. Membahas sekaligus mengkritisi urusan maskulinitas dan gaya hidup pria modern.

Facebook

Copyright © 2017 Yomamen.com

To Top