Lebih Tahu

Terdapat Penjelasan Secara Ilmiah Kenapa Laki-laki Susah Move On

Hubungan asmara memang tak selalu berujung manis dan terus bersama-sama. Pahit, apabila perpisahan ternyata jadi ujung dari perjalanan cinta. Dari dua gender yang saling berbagi kasih yakni laki-laki dan perempuan, ternyata pihak laki-laki yang dianggap paling kuat adalah sosok yang paling susah move on. Padahal dalam setiap kesempatan, laki-laki adalah sosok tegar yang mampu menangani tekanan.

Dalam hubungan antara laki-laki dan perempuan, sosok laki-laki lebih mengutamakan logika dari pada hati. Setiap perselisihan atau masalah yang melibatkan antara dirinya dan pasangan, logika selalu dikedepankan untuk mengkaji setiap masalah. Lantas bagaimana bisa laki-laki menjadi pihak yang susah move on dibanding perempuan yang dominan memakai perasaan?

Nyatanya Si Nona Lebih Cepat Lekas Sembuh Soal Putus Cinta

Menurut penelitian yang dilakukan Craig Eric Morris, seorang antropolog dari Binghamton University, perempuan lebih cenderung melakukan refleksi setelah puts cinta serta lekas move on. Bahkan ketika mereka curhat ada kalimat yang menegaskan kalau para perempuan sudah tidak lagi merasakan sakit hati, dengan berbicara “kejadiannya sudah lama sih” atau “Aku sih belajar dan ini hikmahnya”. Dengan kata lain menandakan kalau mereka sudah move on atas kejadian pahit tersebut.

Selain itu para perempuan jarang sekali mengatakan “Dia lelaki terbaik dalam hidupku dan aku belum bisa berdamai dengan kenyataan bahwa kami putus,”, Intinya mereka sangat enteng melupakan masa lalu meski prosesnya perlahan.

Sedangkan Laki-laki Terlihat Lebih Menyesali

Menyesal akan kegagalan, lebih terliat dari setiap responden laki-laki menurut Morris. Hal ini dinilai dari cara mereka menuturkan semua proses asmara yang telah dilewati. Jarang sekali ada yang mengatakan “Ah itu sih udah lewat, sekarang aku jadi cowok yang lebih baik,“. Terlebih lagi mereka sering berangan-agan kalau mengatakan mantan adalah kekasih terbaik yang  pernah dimiliki.

Apakah Lazim Menyesali Hubungan yang Gagal?

Ketika Morris ditanya apakah lazim menyesali percintaan yang kandas? jawabannya iya dan lebih lazim dan intens dibanding jenis penyesalan lain. Para psikolog manusia dari kebangsaan manapun mengamini hal ini. Tak jarang, kegagalan dalam berhubungan tersebut mempengaruhi ke aspek-aspek kehidupan lain seperti karir dan sosial.

Dalam salah satu penelitiannya, 90 persen responden yang diteliti mengaku mengalami trauma emosional seperti marah, depresi, dan cemas. Sampai mengalami trauma fisik seperti pusing, insomnia dan penurunan berat badan. Mayoritas ini dialami oleh laki-laki.

Penyesalan, Selalu Berimbas dengan Menengok ke Belakang

Atas alasan apa laki-laki dikategorikan sebagai pihak susah move on memang diliputi banyak faktor. Salah satunya adalah saat diterpa ujian hidup. Penyesalan akan timbul dan mulai menapak tilas ke belakang seperti menyesal ketika remaja malah banyak melakukan hal nakal. Namun penyesalan akan hilang seiring waktu berjalan dan berkat tumbuhnya kedewasaan seseorang, di mana mereka mencari hikmah dan memetik pelajaran.

Saat manusia dihadapkan dengan pertanyaan mencari pasangan baru atau sedang berusaha bahagia dengan pasangan tatkala hidup sedang berat, kita mulai tergoda menengok ke masa lalu dengan mengingat sosok mantan. Sosok mantan akan diobjekkan sebagai ‘Seseorang yang seharusnya hidup bersama kita(saat ini)’. Sekaligus dianggap parthner yang ideal untuk masalah yang dihadapi saat ini.

Di Sisi Lain Penyesalan Adalah Cara Pandang Sehat Tentang Cinta

Pasti saat mengalami hal-hal yang kurang menyenangkan, mulai timbul ungkapan seperti “coba saja dulu enggak melakukan ini – itu” dengan mengaitkan efek-efek yang terjadi sekarang. Dalam kajian psikologi hal itu disebut sebagai “counter-factional thinking.

Guru besar psikologi dari Ohio University yang mendalami counter-factional thinking menilai ada perbedaan antara fantasi kangen mantan dengan rasa marah. Sesungguhnya dalam penyesalan ada kaitan dengan hubungan asmara di mana setiap orang memiliki nostalgia yang indah. Pola mikir macam itu bisa jadi bagian dari cara pandang sehat tentang cinta.

Orang biasanya berpura-pura menyesel setelah hubungan percintaan mereka kandas. Mereka biasanya berangan-angan dan sengat sentimental. Yang mereka miliki adalah kerinduan mendalam dan nostalgia. Kenangan macam ini kadang bisa menguntungkan kok,” pungkas Markman.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Tahu

‘Food Calls’ Atau Makan Gratis Jadi Alasan Si Nona Menerima Ajakan Kencan

Begitulah fakta, terkadang menyimpan kenyataan yang tidak terduga, salah satunya adalah menerima ajakan kencan karena ingin makan gratis. Kencan seharusnya jadi salah satu modal mengenal satu sama lain justru dimanfaatkan demi kepentingan yang lain.

Society for Personality and Social Psychology membeberkan hasil studi terbaru, yakni sekitar 1/4 sampai 1/3 perempuan heteroseksual bersedia berkencan dengan seorang laki-laki demi makan gratis.

Fenomena ini disebut ‘Foodie Calls’, biasanya perempuan yang melakukan hal ini terpicu kondisi keterbatasan dalam hal pemasukan, bahan makanan favorit sedang kosong di pasaran sampai menu restoran yang mahal bagi kantongnya.

Dua studi dilakukan para peneliti dari Azusa Pacific University dan UC Merced, Amerika Serikat membongkar hasil tersebut. 820 perempuan yang terlibat di studi pertama dan 327 perempuan terlibat di studi kedua. Hasilnya sekitar 23 persen partisipan mengaku pernah bersedia kencan demi makan gratis pada studi pertama dan 33 persen pada studi kedua.

Kesediaan perempuan yang menerima ajakan kencan karena makan gratis cenderung memiliki kepribadian yang lebih gelap. Hasil ini diungkapkan oleh Brian Collisoon, Jennifer Howell dan Trista Harig dari Azusa Pacific University dan UC Merced. Lebih lanjut lagi, Collisson menjelaskan kalau mereka yang suka ‘makan gratis’ sangat mungkin terlibat praktik kencan semalam, memalsukan orgasme atau mengirin pesan foto dewasa.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Baik

Ada Beberapa Tips, Jika Bung Terpaksa Bekerja di Kantor yang Toxic!

Di dunia kerja zaman sekarang, berada di lingkungan toxic atau burnout dapat mempengaruhi kesehatan pekerja. Kelelahan, depresi atau sakit jadi kendala yang sering ditemui. Situs luar macam The Ladders menyatakan toxic dalam dunia kerja adalah kondisi kantor tidak ideal, seperti bullying, kurangnya kepercayaan, tidak menghargai dan bermacam jenis hal negatif lain. Secara efek tidak hanya merugikan pekerja tapi kondisi internal kantor.

Sebenarnya solusi dari lingkungan di tempat kerja toxic adalah pindah kerja. Namun tak semua orang bisa begitu mudah untuk pindah kerja bung. Faktor yang membuat orang bertahan biasanya belum mendapat tempat kerja baru dan ingin mendapatkan pengalaman minimal setahun.

Nah bagi bung yang sudah terjebak , terdapat cara meredakan efek negatif di tempat kerja dengan cara memulai dari sebelum kerja, saat kerja dan sepulangnya. Berikut ini tips yang dilakukan dirangkum dari The Ladders.

Tidak Mengecek Email Sebelum Kerja

Sebelum memulai pekerjaan, semisal sedang di rumah dan bersiap untuk berangkat jangan mengecek email kerja. Karena akan menghabiskan waktu lebih lama dengan mindset negatif.  Jaga kemungkinan untuk tetap positif, karena dalam lingkungan kerja yang toxic segala hal kaitan dengan kerja bisa memberikan mindset negatif.

Ingat Sebuah Hal Positif yang Sudah Bung Lakukan di Pagi Hari

Hal positif banyak macam, mengingat hal ini dapat memberikan sentuhan bagus untuk memulai hari dengan positif. Semisal memulai hari dengan olahraga, dapat jadi acuan kalau diri sudah melakukan aktvitas positif. Bisa juga dengan mengingat kemari dapat pulang tepat waktu meskipun ranah pekerjaan yang banyak. Membawa pikiran ke hal seperti itu dapat membawa ke ranah yang positif.

Bersyukur Dengan Apa yang Telah Didapat

Dengan cara membuat daftar bersyukur lewat apa saja keuntungan yang telah bung dapatkan di tempat kerja.  Terutama keuntungan-keuntungan yang sifatnya positif. Mood bung dapat berubah serta mencegah otak terbawa ke arus pikiran yang negatif.

Hindari Rekan Kerja yang Berpotensi Menciptakan Konflik

Ketahui medan kerja itu penting apabila berada di lingkungan yang toxic. Dengan cara melihat rekan kerja yang berpotensi membawa arus pertikaian. Menyingkirlah dari mereka, konflik tersebut bisa menyebabkan stres karena waktu harus terbuang dengan pertengkaran yang tak jelas serta membawa aroma negatif di tempat kerja.

Mencari Support System

Menciptakan support system menjadi salah satu cara untuk mensiasti tempat kerja yang terlalu toxic. Pasti dari sekian rekan kerja yang menyebalkan, ada yang masih dapat diajak bekerja sama. Setidaknya untuk membuat lingkungan kerja jadi produktif untuk memancing semangat satu sama lain, terutama saat sedang down.

Untuk Jaga-Jaga, Selalu Dokumentasikan Segala Perlakuan yang Tak Menyenangkan

Mendapatkan perlakuan yang tak menyenangkan bisa saja terjadi di lingkungan kerja yang toxic. Bahkan sampai yang merugikan sekalipun, untuk itu guna menjaga-jaga coba mendokumentasikan apa yang terjadi. Perekaman dilakukan dalam interaksi positif dan negatif, yang bisa bung laporkan saat mendapatkan kelakuan toxic dari pihak yang berwenang.

Cobalah Ganti Cara Berpikir Bung

Cara berpikir harus diganti untuk menghadapi sesuatu yang sifatnya negatif terutama terkait interaksi. Coba memandang secara positif dapat mengurangi stress. Kurangi kadar emosi yang diberikan terutama dalam interaksi. Tarik nafas dalam merespon sesuatu dapat membantu pikiran untuk tetap fokus demi raih hasil positif.

Meningkatkan Kualitas Diri

Pelajarilah sebuah skill baru. Selain menambah ilmu, menambah skill juga menyiapkan diri untuk peluang kerja di masa yang akan depan. Selain itu, memiliki kemampuan baru sangat berguna apabila tiba-tiba bung didepak dari kantor oleh hasil picik yang dilakukan rekan kerja toxic. Jadi lebih percaya diri untuk pindah nanti.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Baik

Traveloka Tak Lagi Sekedar Layanan Jalan-jalan Tapi Berikan Pengalaman!

Aktivitas traveling tidak pernah memasuki masa surut di setiap tahunnya. Tawaran ini selalu menarik bagi siapa saja. Liburan seolah jadi kebutuhan biologis yang wajib dipenuhi setidaknya setahun sekali. Tapi apakah dengan berlibur semua orang dapat merasakan senang? jawabannya relatif, yang jelas sekarang generasi millenial lebih senang menghabiskan pengeluaran untuk sebuah pengalaman.

Hal ini sudah dijelaskan dalam sebuah studi Haris Group bahwa lebih dari 70% kaum milenial suka mencari pengalaman seperti pergi nonton konser artis, mendaki gunung, ikut tur menjelajahi bangkok atau naik wahana di taman hiburan, dibanding membeli rumah atau mobil.

Berangkat dari hal ini Traveloka mulai tumbuh untuk memberikan layanan ekstra kepada para pengguna. Dengan meresmikan Traveloka Xperience demi berikan layanan ekstra. Terdapat 12 layanan yang disediakan untuk pengguna untuk mencari ide saat liburan maupun di sela-sela waktu senggang. Kira-kira apa sajakah layanan tersebut?

Atraksi

Salah satu dari ke-12 kategori yang ditawarkan Traveloka Xperience adalah atraksi. Kategori ini merangkum berbagai atraksi yang ada di dalam maupun luar negeri. Dengan menyediakan tiket masuk ke berbagai wahana rekreasi.

Tanpa perlu disebutkan satu per satu nama tempat yang jelas ini sangat membantu saat bung berencana untuk bepergian. Keuntungannya lagi, Traveloka Xperience menyediakan Easy Access supaya pengunjung terbebas dari antrian dan tidak perlu mencetak tiket. Praktis kan?

Tur

Sumber : Travel. Kompas.com

Bung mungkin tak sempat mengurus agenda perjalanan saat traveling. Atau bung termasuk ke dalam kategori yang malas melakukan hal tersebut. Dengan Traveloka Xperience di kategori tur, dapat berikan layanan tur perjalanan di dalam dan luar negeri. Bung bisa memilih jenis tur berdasarkan destinasi wisata, kota atau durasi perjalanan. Jadi yang perlu bung siapkan hanyalan barang bawaan!

Hiburan

Kurang uptodate akan bermacam tempat hiburan membuat hidup terasa membosankan. Padahal banyak hal menarik setidaknya di kota kita sendiri. Nah, kategori Hiburan sangat pas untuk bung kulik untuk melihat jenis aktivitas apa yang bisa dilakukan. Bahkan di kota-kota besar lainnya di Indonesia. Secara jelas Traveloka Xperience memang berikan pengalaman berharga terutama dalam soal bersenang-senang.

Bioskop

Menonton film yang lagi hits pasti dihadapkan dengan masalah tidak dapat kursi. Apalagi yang meminta nonton film tersebut adalah pasangan. Kalau tak dapat, bisa kacau, kan? dari pada bung gambling dengan pergi ke salah satu bioskop lebih baik coba menggunakan Traveloka Xperience di kategori Bioskop. Tiket menonton lebih mudah didapat dan pemilihan nomor kursi hingga pembayaran dilakukan dengan metode yang aman dan beragam. Jadi ga ada lagi cerita kena marah pasangan.

Olahraga

Menjalani hidup sehat saat sedang traveling bisa dilakukan lewat Traveloka Xperience. Lewat kategori olahraga, bung bisa mencari tempat mana saja yang menyediakan jenis olahraga, dari yang melatih otot, konsentrasi hingga menguji adrenalin. Tidak hanya fitness, panjat dinding, bela diri sampai trampolin disediakan sebagai pilihan yang menarik bagi para pengguna traveloka.

Kelima kategori ini hanya mewakili gambaran dari betapa serunya menikmati pengalaman dengan Traveloka Xperience selain itu ada kategori event hiburan, spa & kecantikan, transportasi lokal, pelengkap travel, makanan & minuman serta kursus & workshop. Ingat layanan ini tidak hanya di Indonesia tapi diberbagai negara asia tenggara lainnya dan Australia.

Gimana bung, siap untuk menggali pengalaman bersama Traveloka?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

Yomamen.com adalah majalah online khusus pria Indonesia. Lahir dari keinginan untuk menyediakan tulisan khas laki-laki Indonesia. Membahas sekaligus mengkritisi urusan maskulinitas dan gaya hidup pria modern.

Facebook

Copyright © 2017 Yomamen.com

To Top