Health & Personality

Tak Usah Minder Bung, Kecilnya Penghasilan Merupakan Proses Sebelum Hidup Mapan

Mungkin Bung lelah dengan rutinitas pekerjaan yang semakin pelik, dan kenyataan isi dompet yang juga paceklik, karena gaji yang Bung terima terasa kecil. Apa lagi membayangkan menjadi kepala keluarga yang berperan sebagai tumpuan sumber nafkah. Itu semua jangan terlalu diratapi Bung, karena gaji kecil itu adalah sebuah proses sebelum Bung mendapatkan yang lebih.

Kalau Bung overthinking soal gaji, itu juga tak akan membuat Bung mendapatkan gaji besar. Terlebih lagi setiap manusia memiliki sifat yang tak pernah puas dengan apa yang didapat. Jadi jalani saja pekerjaan Bung sekarang, dengan terus meningkatkan kinerja semaksimal mungkin. Karena hal itu dapat memotivasi Bung untuk menjadi orang yang produktif. Sembari tengok kanan dan kiri mencari celah, siapa tahu ada sumber pendapatan lebih yang dapat mengisi kantong agar tak bolong.

Mendapatkan Gaji Besar Bukan Hanya Diangan-angan, Tetapi Diwujudkan Sembari Mensyukuri Karena Bukan Pengangguran

Kalau Bung selalu berandai-andai mempunyai gaji besar, dapat membeli barang-barang impian, lebih baik pikiran itu Bung buang jauh-jauh. Karena cara memotivasi diri bukan dengan terus berandai-andai dan bermimpi Bung. Tetapi lakukan apa yang orang lain belum lakukan. Sebab kalau Bung hanya berandai-andai sambil tidur-tiduran dan berharap kesempatan itu datang, jelas tidak mungkin.

Lebih baik Bung terus memotivasi diri dan bersyukur karena sekarang mempunyai penghasilan sendiri. Tidak menjadi seorang pengangguran. Orang terdekat Bung pasti bangga dengan jerih payah dan kerja keras Bung hingga bisa menghidupi diri sendiri dan orang lain. Terlebih lagi orangtua merasakan dampaknya, yang terbantu dengan adanya Bung, sehingga mereka tak perlu lagi mendonorkan uangnya untuk Bung yang telah beranjak dewasa. Syukuri saja apa yang telah didapat, karena berandai-andai hanyalah memupuk keresahan.

Hasrat Memiliki Uang Lebih Boleh-boleh saja, Tapi Apa Iya Dapat Membuat Bung Bahagia?

Kalau Bung memiliki hasrat untuk mempunyai uang lebih, memang boleh-boleh saja. Bahkan Bung harus memiliki hasrat seperti itu untuk memacu diri sendiri agar tetap maju. Tapi apa iya hal itu dapat membuat Bung menjadi happy? Bahkan jargon “Money cant buy happiness” sering kali dibaca dan masuk ke dalam telinga. Gaji kecil yang Bung miliki sekarang, jangan menjadi bahan ratapan nasib tetapi dijadikan sebuah acuan untuk mendapat yang lebih.

Untuk urusan happy atau enggaknya, memang tak bisa diukur dari uang kan Bung? Bayangkan saja kalau Bung mendapat gaji besar, dengan tanggung jawab yang juga semakin besar. Waktu bersantai tidak tersedia, bahkan ketika kawan ataupun si nona mengajak kencan, Bung hanya terdiam sambil berucap, “Lain waktu saja, sekarang lagi kerja,”. Coba manfaatkan waktu yang ada ketika Bung masih memiliki penghasilan yang tak terlampau besar. Ketika masih ada banyak waktu untuk bersua dengan kawan. Menikmati hangatnya kopi sambil menyelipkan tembakau di antara tangan, dan obrolan ringan sarat gelak tawa.

Tempat Bekerja yang Sekarang Gajinya Pas-Pasan Akan Menjadi Saksi Ketika Bung Mapan

Tempat di mana Bung mengadu nasib untuk kehidupan, akan menjadi saksi ketika Bung sudah mapan. Ketika dulu berpikir susahnya menjadi kepala rumah tangga dengan gaji pas-pasan sekarang Bung bisa tersenyum menikmati kesuksesan.

Bung hanya perlu menikmati proses ini. Rintangan tajam saat berkarir dapat dilalui dengan mawas diri. Anggap saja tempat Bung bekerja sekarang, menjadi tempat belajar untuk menjadi pribadi yang lebih baik di ranah pekerjaan. Urusan gaji kecil yang didapat, jadikan bahan pelajaran juga Bung. Untuk mengatur keuangan agar tidak membengkak ketika pembukuan, untuk itu Bung harus bisa menahan hasrat untuk berbelanja dan belajar hidup hemat.

Banyak yang Tidak Beruntung Seperti Bung, Jadi Jangan Mengeluh Karena Penghasilan

Kalau Bung masih terobsesi mengejar gaji, coba untuk dengan melihat ke bawah. Banyak orang yang tidak beruntung seperti Bung, yang harus bekerja di bawah sengatan matahari demi mencari sesuap nasi. Penghasilan Bung pasti lebih tinggi dari orang-orang tersebut. Padahal dari segi beban pekerjaan, orang-orang yang tak beruntung itu harus lebih banyak menghabiskan waktu dan tenaga. Meskipun begitu, alih-alih sibuk berandai untuk mendapatkan gaji yang besar, mereka justru tak pernah lupa bersyukur.

Jadikanlah mereka contoh untuk membuat Bung lebih bersyukur. Karena kalau hanya berkutat pada nafsu dapat membuat Bung gelisah dan tak puas. Alhasil tidak akan membangkitkan Bung untuk bekerja lebih baik dari biasanya.

Gaji Kecil Adalah Proses Meniti Karir yang Harus Bung Lewati

Bung, tidak ada proses yang mengkhianati hasil. Proses yang Bung jalani sekarang pasti akan berbuah manis. Perjuangan Bung tentu akan memberikan hasil yang sepadan. Anggap saja gaji kecil ini proses untuk menjajaki karir lebih baik lagi. Tetaplah mengembangkan karir, jangan pernah minder karena memiliki gaji yang lebih kecil.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Paketan Motor Sport yang Dicintai Dari Suzuki Memadukan Kecepatan Dan Melesatnya Penjualan

Pangsa penjualan otomotif khususnya di roda dua sebenarnya kurang tercapai dari segi target dalam skala nasional di tahun 2017. AISI selaku Asosiasi Industri Sepedamotor pun membenarkan hal tersebut. Penjualan di tahun lalu diharapkan mampu menyentuh angka 5,9 juta unit secara nasional tidak terealisasikan lantaran hanya menyentuh di angka 5.886.103 unit. Jumlah tersebut merupakan penurunan 0,76 persen. Di tahun 2016 penjualan roda dua berhasil mencapai 5.931.285.

Lantas bagaimana para perusahaan motor asal Indonesia menyikapinya bung? dari sekian perusahaan motor yang hadir di Indonesia, ternyata Suzuki merupakan pemain yang berhasil dengan mencatatkan penjualan tertinggi sebesar 27 persen. Dan menurut Yohan Yahya, Sales & Marketing 2W Department Head PT. SIS, tahun lalu merupakan momen kebangkitan dari Suzuki.

“Tahun 2017, merupakan tahun kebangkitan bagi kami. Hal ini tidak terlepas dari kepercayaan konsumen setia Suzuki atas produk baru Suzuki. Di tahun 2018, kami akan menjawab ekspektasi konsumen dengan menghadirkan beberapa pilihan produk baru, program penjualan, pelayanan aftersales, serta event-event menarik lainnya,” ujar Yohan Yahya, Sales & Marketing 2W Department Head PT. SIS.

Usut punya usut keberhasilan Suzuki untuk bangkit terletak pada kecanggihan dan kehandalan pada mekaniknya. Khususnya dalam mengeluarkan produk Suzuki GSX-R150 dan Suzuki GSX-S150. Khususnya GSX-R150 yang memberikan kontribusi tertinggi terhadap penjualan Suzuki sebanyak 40% bung dengan jumlah 28.982 unit.

Sebagai pemain lama yang pernah mengecap kesuksesan di era 90-an, tentu saja perusahaan asal Jepang ini ingin kembali berada di era tersebut. Apalagi Suzuki merupakan pemain yang diperhitungkan di kelas motor sport. Contohnya saja seperti RGR yang menjadi “jagoan” di pasar motor berbaju dengan mengedepankan teknologi diantara kompetitor.

Berkat cerita dan sejarah yang pernah tertuang di tahun 90-an. Suzuki coba membangkitkan lagi ke era keemasannya. Untuk meramu dan menggarap kelas motor sport Suzuki pun melakukan percobaan secara serius dan matang. Mengingat motor RGR diminati lantaran teknologinya maju, dua motor sport GSX-R150 dan GSX-S150 pun dibekali fitur tercanggih dan terkini.

Mata mungkin bakal tertuju ke penampilannya yang sporty, tapi kalau lebih jeli lagi mata bung bakal disambut LCD Speedometer full digital. Di kelas Suzuki GSX-R150 fitur tanpa kunci atau Key-less Ignition System menjadi teknologi menarik. Lantaran bung sebagai pengendara tak perlu lagi memutar anak kunci di rumahnya. Dengan menekan tombol starter makan mesin akan hidup dengan mengantungi sensor. Fitur ini menjadi terdepan di kelasnya.

Dari dapur pacunya saja sudah dibekali mesin overbore, DOHC (Double Over Head Camshaft) dengan kapasitas 150cc dan berkompresi 11,5 : 1 yang sudah dilengkapi teknologi fuel injection yang canggih untuk pembakaran maksimal. Sehingga duo GSX bisa meluapkan tenaga sebesar 14,1 kw/10.500 rpm dan torsi sebesar 14 nm/9.000 rpm yang tersalurkan dengan kuat melalui transmisi 6 percepatan.

Salah satu yang digadang dapat diminati dari GSX pemilihan mesin berjenis over stroke atau Square. Dapur pacu GSX-R150 mengadopsi tipe ukuran over bore alias diameter pistonnya 62,0 mm) lebih lebar bahkan berselisih jauh dibanding langkahnya (48,8 mm). Over stroke hampir sama dengan mesin bore yang lebih kalem pada putaran bawah. Dengan menjadikan GSX-R150 ramah di tengah kemacetan tanpa kerepotan mengatasi tenaga dan torsi berlebihan pada putaran bawah.

Berbicara soal kecepatan yang selalu jadi pemantik bung untuk memacu adrenalin, motor ini bisa melesat hingga 13.000 RPM dengan tenaga maksimal berada di 18,9 dk dengan torsi 14 NM. Sebagai catatan sifat asli over bore mulai terlihat pada putaran menengah dan atas dimulai di angka 7000 RPM.

Kecepatan yang tak main-main, begitupula dengan tampilan. Perkembangan warna dan tren yang dicintai warga tanah air membuat Suzuki GSX-R150 memberikan beberapa varian warna seperti Metalic Triton Blue, Titan Black, Solid Black/Gloss, Brilliant White dan Stronger Red. Sedangkan GSX-S15 hadir dalam 4 pilihan warna yaitu Metalic Triton Blue, Metalic Ice Silver, Solid Black/Gloss dan Stronger Red/Titan Black.

GSX-R150 dan GSX-S150 timbul menjadi primadona dan idola baru di kalangan otomotif. Tentu saja pihak Suzuki ingin tren ini tersebut belanjut di tahun ini. Hal ini pun disampakan Yohan yang mengharapkan penjualan dapat tumbuh melewati 100.000 unit.

“Meskipun pasar tidak bergerak naik, kami mengharapkan tetap mendapat bagian yang lebih. Yang kami kejar kenaikan tahun ini dari tahun lalu itu kurang lebih, mungkin 40 persen atau syukur bisa 50 persen,” pungkas Yohan.

Kecanggihan, kecepatan dan tampilan diramu secara menarik. Persuahaan yang telah berdiri sejak tahun 1909 ini nampaknya memiliki blue print yang mana dikeluarkan sebagai senjata ampuh guna menghempas kompetitornya. GSX Series menjadi bukti kalau Suzuki masih bertaji, jadi tak salah kalau GSX Series menjadi paketan motor sport yang dicintai.

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Personality

Selisih Dengan Rekan Kerja, Buat Bung Tak Enak Hati Tapi Selalu Bisa Diatasi

Dalam bekerja pasti ada saja moment di mana bung berselisih dengan rekan kerja, hal ini memang tak dapat dihindarkan lantaran bekerja itu artiknya kita harus berinteraksi. Biasanya selisih dengan rekan kerja terjadi, karena adanya salah paham antara satu sama lain.

Adanya selisih pun tidak dapat bung diamkan begitu saja, karena dapat mengganggu performa kita saat bekerja. Mau tidak mau permasalahan ini pun harus diselesaikan. Kalau bung diamkan saja, yang ada konflik timbul makin berkepanjangan. Selain itu, selisih rekan kerja memang normal terjadi meskipun bung pindah tempat kerja sekalipun.

Lantas bisakah perselihan tersebut diselesaikan? sudah pasti bisa bung!

Ketenangan Harus Dijaga Meskipun Perselisihan Melanda

Ingin berkata kasar rasanya, apalagi posisinya bung benar dan rekan bung yang salah. Namun, kalau bung menuruti emosi dengan berkata kasar yang ada permasalahan kian memanas hingga bisa terbawa sampai keluar ranah pekerjaan. Guna menghindari hal seperti itu bung harus mengedepankan sikap tenang.

Ketenangan yang bung hadirkan harus dijunjung tinggi agar permasalahan tidak berdampak lebih besar, juga jadi salah satu cara untuk  menghargai diri sendiri. Jadilah pribadi yang baik dan bisa menahan emosi. Dengan sikap tersebut, masalah pun dijamin tidak bakal berkepanjangan apalagi mengakar sampai baku hantam.

Jangan Membicarakan Keburukannya dengan Rekan Lainnya

Terkadang unek-unek yang dirasakan ingin sekali dibagi kepada orang lain, guna sebagai bahan sharing untuk melihat kondisi di mata orang lain, antara siapa yang salah atau yang benar. Tetapi sharing yang dilakukan pasti malah berbuah kepada ghibah dengan menyebarkan keburukan-keburukan rekan kerja bung yang sedang berselisih.

Meskipun bung berusaha seobjektif mungkin, tetap saja rasa sakit hati membuang bung membuka keburukan tersebut sedikit demi sedikit, belum lagi orang lain yang menyimak menceritakannya ke rekan lain dengan dimbumbui hal dramatis. Sehingga permasalahn pun semakin keruh bukan?

Coba Berkompromi Dengannya Agar Tahu, Dimana Letak Salahnya

Kompromi dapat bung lakukan saat masalah antara bung dengan rekan kerja sudah mereda. Temui dirinya, dan cobalah berdiskusi dengan pikiran terbuka guna mendengar apa alasannya yang membuatnya bisa berselisih dengan Anda bung. Mungkin perbedaan pendapat bakal terjadi namun bukan berarti titik temu tidak bertemu antara bung dengannya, pasti bakal ada solusi atau hal pahitnya bung bisa saling mengerti satu sama lain.

Selanjutnya, Bung Bisa Juga Meminta Saran Kepada Bagian HRD

Sebelum bung menemui HRD pastikan terlebih dahulu permasalahan yang bung hadapi sudah mencapai titik klimkas, dalam artian sudah gawat sehingga mengganggu perfoma bung dan juga berkembangnya perusahaan. Siapa tau, HRD memiliki langkah bijak untuk mengatasi konflik yang terjadi dalam skalan horizontal. Jika yang bung bicarakan masalah pribadi, nampaknya tidak perlu harus memanggil HRD.

Jika Selesainya Masalah Menjadi Hal Fana, Lupakanlah

Life must go on, ketika upaya berdamai dan rekonsiliasi antara bung dengannya tidak terjadi. Lebih baik bung lupakan seolah-olah tidak ada yang terjadi. Bung fokuskan diri kepada karir bung saja, karena itu jauh lebih baik. Dari pada bung terus meributkan dan kerap membahas, yang ada masalah kian memanas dan berjalan seperti itu saja. Lagi pula buat apa bung capek-capek memikirkan orang yang tidak mau berdamai? seperti tidak ada hal lain yang lebih baik saja bukan?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Health & Personality

Kejenuhan Dalam Pekerjaan Adalah Fase yang Dapat Dihindarkan Asal Bung Tahu Caranya

Pekerjaan terkadang bisa menjadi suatu rutinitas yang menjenuhkan, sehingga Bung merasa ingin resign atau sudah tak ada hasrat untuk bekerja lagi. Semua itu wajar saja kok Bung, karena rutinitas yang terus dilakukan secara monoton dapat membuat diri dilanda kebosanan berkali-lipat. Apalagi Bung sendiri tak punya waktu untuk refreshing karena hari libur menjadi waktu tidur. Otomatis keseharian Bung akan terkesan sama dan tidak ada pembeda yang signifikan. Dan hal itu yang membuat pangkal kejenuhan tumbuh dan bisa berbuah stres.

Jangan stres atau pun merasa terbebani dengan semua itu. Kejenuhan dapat diatasi dengan beberapa kegiatan atau pun perubahan sikap dalam memaknai pekerjaan. Dengan Bung mencoba menyiasati kejenuhan tersebut, bisa membuat Bung mensyukuri pekerjaan sekarang dan kejenuhan yang sudah melanda dalam diri mulai mengikis, hingga Bung dapat bekerja dengan hasrat yang seperti dulu lagi.

Ingatlah Proses Awal Bekerja yang Bung Kejar untuk Mendapatkan Pekerjaan itu

Masih ingatkah Bung dengan masa-masa mengganggur yang telah lalu? Keuangan tidak ada sehingga masih bergantung orantua, padahal Bung sudah memiliki gelar sarjana. Jelas menjadi beban tersendiri, apalagi Bung adalah seseorang laki-laki yang bakal menjadi kepala keluarga. Tentu saja, karir dalam pekerjaan menjadi patokan untuk melihat seberapa berkualitasnya Bung sebagai laki-laki. Karena secara umum yang dijadikan patokan secara sosial di kalangan kita adalah bagaimana seseorang menjadi sukses, bukan? Lebih baik pikirkan hal ini kembali. Sontak kejenuhan akan terusir di dalam diri.

Bayangkan Kasih Orang di Sekitar yang Selalu Memberi Support, Bahkan Tak Lelah Memotivasi Guna Membuat Hidup Bung Memiliki Arti

Bukan pasangan, tapi orangtua yang selalu ada, bahkan memahami kondisi Bung ketika stres dan jenuh saat lelah bekerja atau saat mengganggur dulu. Tak pernah mereka menuntut lebih setiap hal yang diberikannnya dahulu, mereka hanya ingin sang anak bahagia tanpa merasakan sakitnya kehidupan, yang mungkin saja dulu orangtua sempat berjuang untuk melawannya.

Bekerja bukan hanya untuk dirimu sendiri Bung tetapi juga untuk orang lain. Seberapa banyak kata yang Bung keluarkan ketika ditanya teman apa yang kamu ingin lakukan saat besar nanti, sontak Bung menjawab, “Membahagiakan orangtua sebelum ajal menjemput nanti.” Masih ingatkan, Bung?

Semangatkan Pagi Bung dengan Olahraga Biar Pikiran dan Raga Sehat

Sumber : Twitter.com

Cobalah Bung berusaha meningkatkan pagi agar lebih bersahaja dengan berolahraga. Siapa tahu dengan melakukan olahraga, Bung jadi lebih bersemangat mengarungi hari. Terlebih lagi banyak manfaat yang Bung peroleh dari berolahraga yang dapat berkoneksi ke pekerjaan.

Bahkan, apabila Bung berhenti berolahraga ternyata kerugian yang didapat sangat signifikan tidak hanya ke kondisi badan. Yakni, apabila Bung 10 hari berhenti berolahraga kinerja otak akan berkurang dan mengakibatkan mudah lupa. Sedangkan jangka panjangnya, daya tahan tubuh Bung bisa berkurang drastis hingga mudah terserang penyakit.

Membuat Agenda Liburan Guna Menyiasati Kejenuhan Dalam Pekerjaan

Berapa banyak jatah cuti Bung yang tak digunakan? Seharusnya Bung menggunakan jatah tersebut untuk liburan. Rangkailah liburan Bung bersama teman dan kerabat. Atau mungkin keluarga dan pasangan, lantaran menggunakan cuti untuk liburan itu sangat membantu mengatasi kejenuhan. Syukur-syukur kalau di tempat Bung bekerja ada agenda outing tahunan yang dapat meremajakan pikiran karyawan, apabila tidak, ya Bung harus menjalankan agenda liburan secara mandiri.

Sekali-sekali Cobalah Tengok Ke Bawah, Masih Banyak Orang yang Tidak Seberuntung Bung Saat Ini

Penting bagi Bung untuk menengok ke bawah. Dalam artian masih banyak orang yang tidak beruntung seperti Bung. Tak usah jauh-jauh, mungkin ada juga kerabat Bung yang masih sulit mencari pekerjaan karena ketatnya persaingan. Bahkan dia pun mendambakan berangkat pagi untuk bekerja dari pada berangkat pagi untuk mencari kerja.

Dari situ mungkin Bung dapat melihat bahwa kejenuhan dalam bekerja adalah fase, selebihnya Bung yang menentukan sikap, namun alangkah baiknya Bung tetap menjalankan bekerja seperti apa adanya. Lakukanlah semuanya sebaik mungkin, jangan sampai satu kondisi membuat Bung runtuh bercampur peluh. Sebab langkah terbaik ketika jenuh adalah tetap bersyukur.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Health & Personality

Pikir Lagi Dalam Bersikap Jangan Sampai Salah Tanggap

Dalam bersikap bung harus ada perhitungan. Jangan sampai salah melakukan tindakan sehingga melukai hati seseorang. Apalagi kalau bung bukan individu yang pandai membaca situasi. Salah melakukan tindakan bisa menjadi bumerang buat mu sendiri.  Maka dari itu butuh berfikir lagi sebelum bertindak secara acak, karena bisa saja membuat bung dimusuhi teman sendiri.

Situasi dan suasana mungkin diselumuti nuansa yang baik-baik saja. Tetapi siapa yang kira kalau salah ucap dan tindakan bisa merubah semuanya. Kedewasaan dalam bersikap pun dituntut, bukan hanya usia saja yang matang tetapi akhlak dan perbuatan harus mencontoh suri tauladan. Kalau bung masih kerap melakukan tindakan secara ugal-ugalan, cobalah fikir lagi, adakah salah satu teman yang terluka di hati atau pernahkah sikapmu menjadi bumerang bagi dirimu sendiri?

Mengecap Teman Sebagai Seseorang yang Salah Karena Mendengar Informasi yang Belum Tentu Benar dan Salahnya

Ruang lingkup sosial memang pelik. Satu circle pertemanan pun bisa saling membicarakan dari belakang. Tidak hanya terjadi kepada perempuan, tetapi laki-laki pun begitu. Saat ada sesuatu ada yang menjanggal pikiran bung jangan mudah tersulut.

Coba klafirikasi dulu tentang keburukan yang dianggap orang lain tentang dirinya, bisa saja itu salah. Karena saat pertemanan sudah beranjak dewasa, mempertanyakan hal yang janggal terkait dirinya secara langsung sah-sah saja.

Mengutarakan Kata Kasar Tidak Dibenarkan Sedari Sekolah Dasar

Namanya kehidupan pasti ada saja salah dan benar yang tercipta, apalagi ketika orang di dekat bung atau yang bung suruh melakukan kesalahan. Rasanya ingin marah dan memaki lantaran dikasih perintah yang mudah saja masih bisa salah. Tahan emosi, lantaran marah dengan mengucapkan kata kasar tidak akan membuat orang tersebut bakal benar ke depannya.

Terbawa Arus Dengan Menganggap Orang Lain Adalah Pribadi yang Buruk

Keburukan seseorang, entah dari sikap dan tingkah laku terkadang membuat kita jengkel. Biasanya, keburukan orang tidak hanya terlihat secara mata telanjang. Tetapi lewat komunikasi teman sekitar bung yang selalu membicara buruk tentangnya.

2 dari 4 individu yang mendengar itu pasti langsung terbawa arus dengan sentimen kepada orang tersebut. Kalau bisa bung jangan langsung percaya, tetapi buktikan dulu apakah memang dia seperti itu atau tidak? kalau benar, tinggalkan saja dari bung muak dengan tingkah lakunya.

Keluar Dari Pekerjaan Jangan Karena Tidak Nyaman

Memang ketidaknyamanan dalam bekerja sangat mengganggu performa. Sehingga hasrat untuk mencari nafkah malah menjadi hal yang terpaksa dibarengi dengan gerutu di setiap aktivitasnya. Saat-saat seperti ini, pasti muncul di kepala untuk re-sign.

Kalau boleh memberikan saran, lebih baik tahan dulu. Guna membangun karirmu jangan sampai keluar dari pekerjaan dengan alasan tidak nyaman. Tentu dalam penilaian akan buruk. Jangan sampai bung keluar dari perusahaan karena di bawah standar, tetapi ketika bung keluar saat sudah sesuai standar.

Hidup Bukanlah Kompetisi yang Harus Saling Sikut Sana Sini

Hidup bukanlah sebuah kompetisi yang harus digeluti, istilah ‘musasi’ atau musti saling sikut kerap berkumandang dalam dunia perkantoran, dari yang cari muka sampai penjilat pasti ada. Milikilah sifat bersyukur, sehingga rasa iri dan dengki tidak ada di dalam hati.  Perkara rezeki sudah ada yang mengatur, lakukanlah pekerjaan sebaik mungkin tanpa perlu intrik untuk mendongkrak karir hingga mencapai jabatan yang lain.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

Yomamen.com adalah majalah online khusus pria Indonesia. Lahir dari keinginan untuk menyediakan tulisan khas laki-laki Indonesia. Membahas sekaligus mengkritisi urusan maskulinitas dan gaya hidup pria modern.

Facebook

Copyright © 2017 Yomamen.com

To Top