Sport

Tak Perlu Juara, Cukup Cetak Gol Saja Aku Akan Perlihatkan Buah Dada

Ini bukan clickbait, melainkan sebuah janji dari salah seorang selebgram asal Peru bernama Nissu Cauti. Hal ini pun dilansir langsung dari The Sun, Nissu Cauti tak muluk-muluk untuk meminta Peru sebagai juara dunia, lantaran hal itu rasanya sulit bagi tim nasional yang berada pada peringkat 11 dunia ini. Alhasil, Cauti pun hanya meminta untuk timnya dapat mencetak gol di ajang empat tahunan tersebut.

Dari dua pertandingan yang dilakoni Peru, belum sebiji gol pun yang disarangkan oleh lini depan. Adapun dipertandingan terakhir nanti Peru bakal bertemu Australia yang baru saja mengalami skor imbang satu sama saat menghadapi Denmark. Peru memang sudah dapat dipastikan tidak melangkah lebih jauh ke babak selanjutnya. Tetapi asa untuk mencetak gol masih ada.

Merupakan Seorang Model dan Pacar dari Timnas Peru

Kecantikan yang dimiliki Nissu Cauti membuat dirinya menekuni jalur jalan lenggak-lenggok di catwalk atau yang dikenal sebagai model. Ia pun memang orang asli Peru dan merupakan salah seorang fans sejati dari timnas Peru. Saking fanatiknya ia dengan Peru, Cauti sampai dijuluki sebagai pacar timnas Peru.

Berikrar Akan Membuka Atasannya Apabila Peru Membobol Gawang Lawan

Dari dua pertandingan yang dijalani Peru, tidak ada satu pertandingan pun yang dimenangkan. Sekaligus tidak ada gol pula yang dicetak oleh para pemainnya. Cauti pun sudah berjanji Bung, bakal buka baju apabila negara kesayangannya ini mencetak gol. Tapi hingga kini, Peru belum dapat menyukseskan janji dari sang model.

Pernah Melakukannya Tiga Tahun Lalu

Hal yang dijanjikan oleh model yang satu ini bukanlah sebuah isapan jempol belaka. Melainkan kenyataan yang akan dijalankan. Aksinya pertama kali dilakukan Cauti saat Peru berjuang untuk memperebutkan tempat ketiga pada ajang Copa Amerika di Cili.

Saat Peru Lolos Piala Dunia, Ia Pun Tampil Tanpa Busana

Nissu pernah tampil tanpa busana saat Peru memastikan diri tampil di Piala Dunia. Hal itut terjadi setelah Peru berhasil mengandaskan perlawanan dari Venezuela. Meskipun di Piala Dunia, Peru belum bisa berbicara banyak dan menunjukan kualitasnya.

Menanggalkan Pakaian Asalkan Luis Suarez Cetak Gol ke Gawang Tim Kesayangan

Model yang satu ini juga suka dengan tantangan, ia pernah berjanji apabila Uruguay mengalahkan Peru. Ia akan menanggalkan pakaian dan mengenakan perlengkapan Uruguay. Hal ini terjadi tepat dua tahun lalu saat laga dilaksanakan di Montevideo. Benar saja, Edinson Cavani mencetak gol tunggal untuk kemenangan Uruguay. Cauti pun berlaku sportif dengan menepati janjinya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sport

Ronaldo Terganjal Kartu Merah, Pelatih Lawan Justru Mempertanyakannya

Juventus memang mendulang kemenangan 2-0 atas Valencia, tetapi kemanangan itu harus mengorbankan Cristiano Ronaldo untuk tiga laga berikutnya karena diganjar kartu merah setelah dianggap mengasari pemain Valencia. Insiden tersebut terjadi di menit ke-30 saat Ronaldo dan bek Valencia, Jeison Murillo yang terlibat duel.

Kemudian wasti Felix Brych pun mengeluarkan sepucuk kartu merah kepada Ronaldo yang disambut protes para pemain Juve. Ronaldo yang tidak merasa melakukan kesalahan apa pun akhirnya tak kuasa menahan air mata saat berjalan mneninggalkan lapangan. Meskipun kalau dilihat dari tayangan ulang Ronaldo seperti menjambak rambut Murillo saat meminta pemain Kolombia itu untuk segera berdiri.

Usai pertandingan, Marcelino selaku pelatih Valencia mengutarakan simpatinya kepada Ronaldo. Marcelino mengaku bingung dengan keputusan wasit tersebut karena menurutnya Ronaldo tidak melakukan kesalahan apa pun.

“Dia sangat sedih, bahkan menangis, karena dia bilang dia tidak melakukan kesalahan apapun,” ujar Marcelino seperti dilansir ESPN.

“Saya tidak melihat adanya tindakan yang pantas membuatnya dikartumerah,” sambungnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sport

PSG Harus Bertekuk Lutut terhadap Liverpool

Laga perdana fase grup Liga Champions nampaknya belum menguntungkan bagi PSG dengan menerima kekalahan tipis 3-2 atas Liverpool saat bermain di Anfield semalam. Hasil ini justru baik bagi Liverpool dengan memperpanjang trend kemenangan, karena Liverpool sudah meraih enam kemenangan beruntun saat ini.

Hasil ini pun membuat Liverpool menjadi pemimpin grup C dengan nilai 3 sedangkan PSG berada di dasar grup dengan poin 0. Bermain di Anfield nampaknya menjadi salah satu kekuatan tersendiri bagi Liverpool. Lantaran PSG bukanlah tim sembarangan, karena dihuni oleh beberapa pemain berkelas seperti Neymar JR dan Kyian Mbappe.

Daniel Sturridge dan James Milner membuka keunggulan bagi Liverpool di babak pertama sebelum disusul sepakan voli kaki kiri Thomas Meunier yang masuk mulus ke dalam gawang Liverpool. Di babak kedua pertandingan nampaknya akan berakhir kuat 2-2 karena Kylian Mbappe membuat kedudukan sama kuat di menit ke-83. Namun Roberto Firmino tampil sebagai pahlawan lewat sepakannya dengan kaki kanan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sport

Messi dan Ronaldo Dianggap ‘Dewa’, tetapi Rekor Ini Tak Bisa Dipecahkan Mereka

Tak ada yang memungkiri kalau mereka adalah terbaik dalam sepak bola di era sekarang, dualisme ballon d’Or memang menjenuhkan apalagi ketika yang keluar sebagai juara adalah dua nama saja, Messi dan Ronaldo. Tetapi mau bagaimana, dominasi mereka memang bukan settingan. Kedua talenta ini saling memperlihatkan performa di musim-musimnya yang gemilang. Meskipun kita semua sudah bosan.

Rekor tiap rekor dipecahkan. Rentetan rekornya mungkin sulit untuk ditandingi oleh beberapa pemain yang berada di eranya. Messi dan Ronaldo tetap saja masih disebut sebagai manusia, meskipun berlabel ‘dewa’. Karena ada beberapa rekor di kompetisi Eropa yang belum bisa mereka pecahkan. Mungkin kalau mereka berhasil memecahkan, era sepak bola Ronaldo dan Messi adalah bukti kalau kedua talenta ini sangat ganas dan itu kenyataan.

Ferenc Puskas dan Alfredo Stefano Tetap Rajanya Jebol Gawang di Final Eropa

Ferenc Puskas dan Alfredo Stefano adalah dua nama pahlawan bagi Real Madrid di era 1950-an. Dua nama ini adalah juru gedor menakutkan sekaligus meyakinkan apabila bertengger di lini depan. Memang, kalau dalam urusan jumlah gol yang dicetak di Liga Champions mereka kalah jauh dari Ronaldo yang sudah mencetak 123 gol, sedangkan Messi 103 gol.

Namun koleksi gol mereka belum apa-apa, karena  di final Liga Champions kedua pemain ini belum bisa berbicara banyak seperti para legenda. Ronaldo mencetak empat gol di final sedangkan Messi baru dua gol. Dibanding Stefano dan Ferenc Puskas yang sudah mengoleksi tujuh gol di final. Apakah mereka masih memiliki waktu sebelum gantung sepatu?

Haus Gol Tiap Musim, seperti Ryan Giggs yang Selalu Mengais

Di Liga Champions beberapa rekornya memang masih terjaga, sebab belum bisa dilampaui di generasi sekarang. Salah satunya yang dibuat mantan punggawa “Setan Merah”, Ryan Giggs, yang mampu mencetak gol dalam 16 musim beruntun. Di belakang Giggs, ada nama Raul Gonzalez dengan catatan 14 musim. Ronaldo sudah melakukan ini, namun baru berjalan 12 musim, setidaknya Ronaldo harus mencetak gol selama 3 musim. Kalau Messi membutuhkan 3 musim saja andai dirinya berhasil mencetak gol di di musim 2018/019

Gol Memang Banyak, tapi Rasionya Masih Kalah dengan Sang Legenda

Label pemain legenda memang tak sembarangan, seperti Gerd Muller yang mencetak rekor setelah mencatatkan 0,97 gol per laga di Piala Eropa/Liga Champions dan 0,87 gol per laga kompetisi antarklub UEFA. Kedua rekor tersebut masih belum dipecahkan dan sepertinya akan tetap abadi.

Ronaldo rata-rata memiliki 0,77 gol per laga dari 157 penampilannya di Liga Champions. Pada semua kompetisi antarklub UEFA, rata-ratanya adalah 0,76. Bagiamana dengan Messi? Kalau Messi sedikit lebih baik lewat torehannya yang berhasil mencetak 100 gol dalam 125 pertandingan di Liga Champions dengan rata-rata 0,8. Sementara di semua kompetisi antarklub UEFA, ia mencetak 103 gol dalam 129 pertandingan dengan rata-rata 0,82 gol per laga

Tak Lagi Legenda, tapi dari Kolombia

Satu musim Liga Champions ternyata tak mudah utuk memborong gol sebanyak-banyaknya. Seperti Radamel Falcao yang sudah mencetak 18 gol di musim 2010/11 untuk FC Porto. Nama Messi dan Ronado masih tetap memiliki asa meskipun sulit di usia senja. Meski di usia yang tak lagi muda, rasanya sukar memecahkan rekor terbaik apalagi era terbaik mereka rasanya sudah habis. Messi mencetak 14 gol di Liga Champions 2011/12, sedangkan Ronaldo menceploskan 17 gol pada musim 2013/14/.

Penampilan Terbanyak Ternyata dari Bawah Mistar Gawang

Iker Casillas yang kini memperkuat FC Porto salah seorang pemain yang memiliki jumlah penampilan terbanyak dalam kompetisi-kompetisi antarklub UEFA  dengan 178 penampilan. Kalau untuk hal ini nampkanya hanya butuh waktu beberapa saat saja, karena tak mungkin kalau rekor ini tidak dapat dipecahkan. Meskipun Ronaldo mencatatkan 161 penampilan, sementara Messi mengikuti dengan 129 penampilan.

Rekor yang ada di kompetisi Eropa sebenarnya tak jadi patokan kalau permain tersebut sangatlah baik atau bertalenta. Tetapi menandakan kalau mereka tampil secara wah di lapangan. Rekor hanyalah bonus, tujuan pesepakbola adalah bermain dengan bagus.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

Yomamen.com adalah majalah online khusus pria Indonesia. Lahir dari keinginan untuk menyediakan tulisan khas laki-laki Indonesia. Membahas sekaligus mengkritisi urusan maskulinitas dan gaya hidup pria modern.

Facebook

Copyright © 2017 Yomamen.com

To Top