Lebih Keren

Tak Menyesuaikan Badan, Jadi Alasan Kenapa Bung Cenderung Tak Menarik Ketika Berpakaian

Jangan bertanya kenapa bung tak dilirik si nona? jikalau berpakaian saja masih asal. Berpakaian itu bukan hanya mengikuti selera, yang terutama adalah menyesuaikan karakter dan postur tubur. Beberapa kesalahan yang dilakukan kaum adam dalam berpakaian adalah soal ukuran. Hal ini disampaikan langsung oleh Ion Akhmad selaku Men’s Wear Consultant yang dilansir dari Suara.com.

Banyak yang ukuran tubuhnya M tapi pakainya baju ukuran S. Jadinya buncitnya kelihatan atau justru seperti kesempitan sehingga looknya kurang bagus,” ujar Ion.

Laki-laki juga harus uptodate tentang gaya berpakaian. Setidaknya, bung insiatif untuk mencari referensi yang disesuaikan dengan karakter. Menurut Ion sendiri, banyak laki-laki jaman sekarang yang mengadopsi gaya berpakaian yang ketinggalan zaman.

Berpakaian kan pasti cari referensi. Semakin banyak cari referensi maka semakin kita tahu karakter kita seperti apa. Jadi meski laki-laki harus agak sedikit tahu tentang tren sekarang. Try to fit the situation,” imbuhnya.

Seperti menggunakan celana yang panjang sampai menutup sepatu. Padahal sepatu adalah item fashion pendukung celana yang mesti diperlihatkan.

Digulung nggak masalah tapi jangan asal gulung. Sepatu itu compliment terhadap celana. Jadi jangan sampai sepatu ketutup karena pakai celana kepanjangan. Sama dengan kaos kaki. Kalau pakai kaos kaki jangan ditutupin,” imbuhnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Keren

Agar Tak Terlihat Urakan, Bung Harus Kenakan Jas Sesuai Aturan!

Di setiap acara berlabel formal atau resmi, jas pastilah jadi opsi yang sering bung pilih. Yap, setelan yang memunculkan sisi wibawa sekaligus bersahaja saat dikenakan. Belum lagi kadar kegantengan yang kian bertambah, setelah bung tampil dengan look yang tak biasa.

Tapi sialnya, masih banyak laki-laki yang bingung dan tak mengerti aturan mengenakan jas yang benar. Nah, demi meminimalisir kesalahan yang membuat bung dapat penilaian buruk. Alangkah baiknya bung simak dan pelajari beberapa aturan dalam menggunakan jas.

Jika Mudah Berkeringat, Sebisa Mungkin Kenakan Pakaian Dalam

Dalam berpakaian seseorang harus mengerti seperti apa kondisi dirinya sendiri. Apabila ia termasuk orang yang mudah berkeringat, saat memakai jas sebaiknya menggunakan pakaian dalam. Menggunakan pakaian dalam sangat baik untuk menyerap keringat. Sekaligus membuat jas lebih awet untuk tidak sering-sering dicuci. Belum lagi, melihat seseorang mengenakan jas dalam kondisi berkeringat sangatlah tidak sedap dipandang.

Aneh, Apabila Memakai Celana Terlalu Panjang

Berbicara jas, memang berbicara mengenai atasan. Tapi itu semua tak berjalan seimbang apabila bawahan tidak dipadukan. Untuk pemilihan celana, jangan terlalu panjang karena mengurangi estetika dan terlihat aneh bung! Untuk itu, sebaiknya celana jatuh di bagian atas sepatu agar penampilanmu lebih ciamik.

Kenakan Jas yang Pas, Jangan Kepanjangan Apalagi Kependekan!

Sebenarnya tidak hanya jas, tapi saat bung mengenakan pakaian apapun memang diusahakan memakai yang pas. Teruntuk jas, ukuran panjang yang pas adalah menutupi resleting celana dan bokong. Tidak disarankan untuk memakai jas yang terlalu panjang atau terlalu pendek. Ini jadi alasan kenapa seseorang suka membuat jas untuk menyesuaikan ukuran tubuh. Dan bahu harus cocok dengan setelah jas, ini harus dipastikan kalau bung membeli jas.

Kenakan Kaos Kaki Panjang Agar Bagian Kaki Tak Kelihatan Ketika Duduk

Memastikan bung mengenakan kaos kaki panjang adalah hal penting.  Agar bagian kaki tidak terlihat saat bung duduk. Gunakan kaos kaki dengan panjang yang pas, yakni sekitar betis ke bawah. Meskipun beberapa public figure mulai tidak menggunakan kaos kaki saat mengenakan jas, bung bisa mengikutinya. Namun apabila tidak percaya diri, lebih baik cari aman saja dengan menggunakan kaos kaki panjang ya

Agar Lebih Formal, Gunakan Sepatu Resmi Juga

Tampilan formal harus disesuaikan dari ujung kepala sampai ujung kaki. Beberapa public figure memang ada yang menggunakan snekers demi terlihat nyentrik. Tetapi kalau bung menghadiri acara formal sebaiknya pakai sepatu resmi dengan warna yang menyesuaikan setelan jas atau berwarna.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Baik

Menempuh Ribuan Kilometer Demi Mempelajari Tradisi Potong Rambut Tanah Air

Berkecimpung dalam dunia bisnis Man’s Grooming ternyata membawa hasrat penasaran bagi kakak beradik Fatsi Anzani dan Oky Andries. Untuk mengetahui tentang peradaban pangkas rambut yang ada di Indonesia. Kurang lebih dua bulan perjalanan ia lakoni dari Sabang sampai Merauke lewat jalur darat dan udara demi menyelami dalam dunia cukur rambut di bumi pertiwi.

Bukti-bukti sejarah tradisi potong rambut berhasil dikumpulkan. Bak kepingan puzzle yang terpisah, semuanya terangkai satu per satu. 8.000 kilometer menjadi jarak yang ditempuh kurang lebih, alhasil bung kedua pelaku industri barber ini bertemu langsung dengan para juru cukur tertua yang masih tersisa di pelosok Indonesia.

Salah satunya adalah Koh Edi dari Barbershop Shin Hua yang berdiri selama 1 abad lebih 7 tahun di Surabaya. Koh Edi menjadi generasi kedua dari Barbershop Shin Hua, tempat ini dulunya sangat laris didatangi para tamu ujarnya.

“Sekitar tahun 60-an, saya masih ingat di mana toko ayah saya (Barbershop Shin Hua) itu per hari bisa kedatangan 100 tamu untuk dicukur rambutnya,” ujar Koh Edi yang hadir dalam acara peluncuran buku ‘Peradaban Rambut Nusantara’ karya Fatsi Anzani dan Oky Andries di Perpusatakaan Nasional, Jakarta pada 18 Februari 2019.

Perjalanan kakak beradik dalam mempelajari sejarah dunia cukur di Indonesia dirangkum dalam sebuah buku bung yang bertajuk ‘Peradaban Rambut Nusantara’. Buku setebal 259 halaman tersebut tidak hanya berbicara soal sejarah penataan rambut di Indonesia yang sudah ada turun temurun sejak abad ke-7 masehi.

Tetapi kedua kaka beradik yang memiliki brand Chief Company ini juga berbagai ilmu tentang branding. Telebih 5 tahun terakhir mereka mendapat ganjaran sebuah penghargaan seperti Jakarta Best Barbershop 2015 dan Best Hair Pomade 2016 dari Majalah Men’s Health USA. Tidak hanya buku, sebuah film dokumenter bertajuk ‘On A Mission Discovering The Origin’ juga digarap oleh mereka.

Awalnya mau bikin film dokumenter saja karena anak milenials sekarang sangat suka visual, kan? tetapi banyak penyampaian yang kurang kalau hanya sebuah film dokumenter saja. Alhasil kami pun membuat sebuah buku,” ujar  Fatsi Anzani.

Lewat sebuah perjalanan tersebut, mereka pun mencatat bahwa ada empat etnis yang menjadi pelopor seni cukur rambut secara turun temurun di Indonesia. Fatsi juga mengklaim kalau buku ini menjadi pertama dan satu-satunya yang mencatat sejarah cukur rambut di Indonesia.

Perjalanan kami mencatat ada 4 etnis yang menjadi pelopor seni cukur rambut secara turun temurun di Indonesia. Mereka adalah suku Minang, Garut, Madura dan Tionghoa. Di buku ini kami mengungkap kunci keberhasilan mereka yang bertahan lintas generasi, berdampingan dengan barber muda yang mencoba bertahan di tengah kuatnya persaingan antar barber modern saat ini“, paparnya selaku sebagai Director Chief Company.

Lewat buku ini pula, kakak beradik ini yakin bahwa yang membuat bisnis pangkas rambut dapat terus bertahan sekian lama adalah karena menjaga nilai-nilai budaya.

Buku ini merupakan langkah kecil Chief Company dalam memetakan perjalanan masa depan industri barbershop yang kami geluti saat ini. Kami berharap buku ini bisa menggambarkan kepada seluruh pelaku industri barber bukan hanya dari sisi bisnis tetapi nilai budaya dan tradisi pangkas rambut di Indonesia”, pungkas Oky.

Apakah bung pensaran tentang rekam jejak dunia tata rambut yang ada di Indonesia?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Baik

Apakah Bung Berani, Menyatakan Diri ‘Ganteng’ di Hadapan Kawan Lelaki?

Kalau tidak, kenapa? apa takut mendapat justifikasi ‘sok ganteng’? atau tidak merasa ganteng?

Ini wajar sih bung. Karena bicara masalah ganteng memang agak tabu bagi laki-laki. Tak seperti nona yang malah wajar untuk memuji cantik satu sama lain. Perbedaan ini tentu menjadi perhatian yang menarik bagi produk  Men’s grooming terkemuka seperti Axe, lewat sebuah survey yang mereka lakukan bersama laki-laki di lima kota besar di Indonesia ternyata baru 3 dari 10 laki-laki Indonesia yang berani menyatakan bahwa diri mereka ganteng lho bung!

Di sisi lain, obrolan ini menunjukkan bahwa pada dasarnya kaum adam butuh untuk dinilai ‘ganteng’. Hal ini diamini pula oleh Raditya Beer selaku Senior Brand Manager Axe, yang mengatakan kalau ada suatu tekanan kenapa seseorang tidak percaya diri untuk mengatakan dirinya ganteng. Terutama pada barometer kegantengan laki-laki yang dinilai harus memiliki fisik sempurna seperti perut sixpack, rahang kotak sampai berambut klimis.

Lewat sebuah diskusi kami dengan seorang pengamat gaya hidup laki-laki, salah satu penyebab masalah ini adalah banyaknya streotip lama tentang standar ganteng seorang laki-laki, yang ternyata masih dihubungkan dengan tampilan fisik serta pembawaan yang super macho. Akhirnya stereotip semacam ini menuntut kaum adam berubah menjadi orang lain demi diterima oleh lingkungan,” ujarnya.

Dengan menyesuaikan standar ganteng yang ditetapkan lingkungan atau sosial. Membuat seseorang mengejar untuk mencapai kepada titik tersebut, seperti rajin berolahraga, melakukan perawatan sampai totok aura! padahal menurut Radit, pencapaian itu semua akan berakhir sia-sia kalau tidak ada rasa kepercayaan diri yang di bawa dalam diri seorang laki-laki.

Saya rasa 3 dari 10 laki-laki yang nggak merasa ganteng dan menarik padahal punya penampilan menarik, karena nggak percaya diri. Padahal ganteng itu dari dalam diri. Ya mungkin fisik kita biasa-biasa aja nggak seganteng Jefri Nichol atau Ganindra Bimo (Brand Ambassador Axe). Cuma intinya apa yang kita rasain di dalam. Kalau kita ngerasa yakin, kita percaya diri, kita ganteng, pada dasarnya itu semua akan menunjukkan secara alami,” jelas Radit.

Kepercayaan diri seseorang yang terpancar dalam diri, mungkin bisa dibilang seperti inner beauty dari perempuan. Mungkin dalam laki-laki kita bisa bilang sebagai inner handsome ya bung? lantaran ini berkaitan dengan apa yang ada di dalam diri. Seseorang yang memiliki tampilan sempurna, tapi masih minder dengan dirinya mungkin kadar kegantengannya tidak akan muncul seperti mereka yang percaya diri. Mungkin tipe laki-laki semacam itu.

Namun Raditya sendiri percaya kalau di Indonesia terdapat dua tipe laki-laki. Pertama, laki-laki yang merasa dirinya ganteng atau laki-laki yang tidak merasa ganteng sama sekali. Hal ini pula yang memancing Axe meluncurkan gerakan baru #GantengCaraGue diselingi peluncuran produk terbaru seperti body spray, body wash, facial wash dan harirstyling yang digelar di Livespace, SCBD, Jakarta Selatan pada hari Jumat, 8 Februari 2019 lalu.

Patut disayangkan lebih banyak laki-laki yang nggak ngerasa dirinya ganteng. Itu yang sebenarnya mindsetnya ingin kita rubah, makanya #GantengCaraGue ini lebih ngomongin kepada laki-laki yang belum ngerasa ganteng. Untuk sama-sama stereotipe-nya kita pecahin, biar semua laki-laki indonesia sadar dan ngerasa jadi lebih ganteng,” jelas Radit soal gerakannya.

#GantengCaraGue menjadi sebuah komitmen panjang yang bakal dijalankan Axe. Isinya akan berisi edukasi grooming khusus laki-laki. Lantaran Radit sadar kalau laki-laki Indonesia tidak memiliki referensi yang banyak. Edukasinya yang dicontohkan pun akan bekerjasama dengan Barber dengan membuat konten yang beruhubungan dengan rambut. Intinya campaign #GantengCaraGue akan membuat laki-laki lebih percaya diri dengan penampilan mereka.

Setelah melebarkan produk Axe ke beberapa body spray, body wash, facial wash dan harirstyling. Radit mengatakan kalau produk grooming yang paling banyak dicari adalah hairstyling dan facial wash.

“Karena modal laki-laki ganteng itu dari leher ke atas (dibaca : muka). Seiring dengan peningkatan barber di Indonesia yang semakin menjamur, laki-laki mulai berkesperimen dengan gaya rambut dan mulai sadar juga untuk merawat wajah. Karena kita tahu memang kalau muka nggak dijaga kan, rasa percaya dirinya jadi berkurang,” pungkasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

Yomamen.com adalah majalah online khusus pria Indonesia. Lahir dari keinginan untuk menyediakan tulisan khas laki-laki Indonesia. Membahas sekaligus mengkritisi urusan maskulinitas dan gaya hidup pria modern.

Facebook

Copyright © 2017 Yomamen.com

To Top