Kisah

Tak Lagi Bertaji Di Lapangan Sepak Bola, Mantan Pemain Liverpool Menggeluti Video Dewasa

Sepak bola memang tak pernah menjamin semua pemainnya bakal hidup sejahtera. Sepak bola juga tidak pernah memberikan “asuransi” bagi pemainnya selepas pensiun nanti. Tak pelak mungkin ini pula yang membuat Jermaine Pennant, mantan pemain Liverpool, bintangi video dewasa bersama dengan istrinya yang seksi, Alice Goodwin. Pasangan ini mengunggah video ke dua situs dewasa yakni Babestasions.com dan Adultwork.

Dalam video tersebut memang tidak terlihat wajah Pennant karena direkam lewat webcam jadi hanya menampilkan satu sisi video yang hanya memperlihatkan sang istri, Goodwin. Namun, publik mengetahui kalau dia ada di dalam video tersebut karena tato di tangannya, pecinta sepak bola dan pendukung Liverpool pasti bisa menebaknya.

Pennant Masuk Ke Dalam Video Esek-esek Lantaran Karir Terpuruk Sehingga Publik Mencapnya Buruk

Sumber : Youtube.com

Banyak orang yang percaya kalau orang yang berada dalam video tersebut adalah Jermaine Pennant. Tak pelak surat kabar di Inggris pun menuliskan berita tersebut di halaman depannnya dengan alasan tato yang bertuliskan LOVE yang berada di tangannya menjadi bukti kuat kalau itu dirinya.

Namun pemain yang pernah membela Liverpool dari tahun 2006 sampai 2009 membantah mentah-mentah semua tuduhan yang mengarah ke padanya. “Menyebutku bintang porno di halaman depan surat kabar mereka benar-benar lelucon. Masalahnya adalah sejumlah orang akan benar-benar percaya diriku terlibat di industri porno,” katanya kepada Mirror.

Adegan Dibayar Per Menit Menjadi Jawaban Kalau Pennant Adalah Bintang Porno Yang Rumit

Sumber : Youtube.com

Sebagai mantan bintang sepak bola Inggris dan digadang-gadang menjadi masa depan tim nasional, tentu sangat mengagetkan kala Pennant ternyata menjadi pemeran adegan seks. Dan bukan skandal seperti yang dilakukan Dele Alli, melainkan ia tak sungkan mempraktikan adegan seks dengan istrinya secara online.

Dilansir dari Mirror, ternyata adegan yang dilakukan Pennant bersama Goodwin mendapat bayaran layaknya bintang porno lainnya. Mereka dibayar 6 pounsterling per menit atau sekitar 118 ribu rupiah. Tak heran, jika ada seorang fans Liverpool yang kesal ketika mengetahui hal tersebut. “Dia berusaha menutupi wajahnya. Namun, jika Anda mengikuti sepak bola, tato di jarinya tidak terbantahkan lagi,” ungkapnya seperti dikutip dari Mirror.

Apa Yang Dilakukan Pennant Menjadi Aib Bagi Publik Bangau Merah

Sumber : DailyMail.con

Mencuatnya kabar pemain Liverpool yang bermain adegan seks dengan istrinya yang diunggah ke dua situs porno memancing kekecewaan dan kemarahan fans Liverpool. Mereka menganggap pemain yang pernah menjadi bagian Liverpool ini telah menjadi aib dan menciderai nilai-nilai sepak bola, khususnya bagi Liverpool.

Terlebih lagi Pennant pernah berjuang bersama Steven Gerrard dan kawan-kawan di final Liga Champions 2007, walaupun kalah dari AC Milan. “Orang ini bermain di Liga Inggris, bahkan final Liga Champions. Namun dia bukan seorang pria yang Anda harapkan bisa dilihat dalam acara seks berbayar per menit,” ujar fans yang tak disebutkan namanya.

Bahkan Berurusan Dengan Polisi Menjadi Aktivitas Rutin Di Setiap Sesi

Sumber : Goal.com

Pennant bukan sekali ini bermasalah karena sikap dan perbuatannya. Namun ia juga pernah berulah dengan memukul seorang wanita bernama Jenna Timmis di sebuah klub malam. Menurut saksi mata yang melihat kejadian tersebut, Pennant dicerca oleh Jenna sebagai laki-laki yang tidak bertanggung jawab.

Setelah kejadian tersebut Pennant yang dalam kondisi mabuk menabrakkan BMW dalam perjalanan pulang ke kediamannya. Pennant memang memiliki masalah dengan alkohol, seperti pada tahun 2007 ia ambruk dalam perjalanan dari Malaga ke London setelah 24 jam party non-stop.

Semua Jawaban Ada Di Buku Barunya Yang Berjudul MENTAL

Sumber : TheStraitstimes.com

Pennant akan merilis sebuah buku berjudul MENTAL, di dalam buku tersebut ia akan menjabarkan perjalanan hidupnya. “Hidupku tidaklah sempurna dan bukuku yang akan segera rilis, MENTAL, akan bisa mengetahuinya sendiri tapi aku bukanlah dan takkan pernah jadi bintang porno. Ini patut ditertawakan. Aku pria yang sudah menikah dan tinggal bersama istri dan putri tiriku. Kerisauan utamaku dengan Alice adalah bagaimana pengaruh ini semua kepada keluarga dan teman-teman kami,” katanya.

Karir Jermaine Pennant memang meredup, dan lebih terkenal sebagai pemain pinjaman semenjak bermain di Arsenal. Terakhir kali Pennant bermain sepak bola pada tahun 2017 lalu untuk Billericay Town, yang tampil di kompetisi non-league Inggris.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kisah

Bayangkan apabila Tim Luar Biasa Ini Tidak Berpencar Punggawanya, Pasti Kini Sudah Besar

Sebuah dongeng perihal upaya merangkai tim berlabel debutan, atau kuda hitam namun menjelma menjadi kekuatan baru mungkin dapat Bung temui lewat sebuah film Damned United, yang menceritakan tentang kisah nyata dari Brian Clough kala membuat Nottingham Forest menjadi jawara di Eropa era 80-an. Setelah dua tahun back to back champions di Liga Champuons, kisah tentang Nottigham Forest tenggelam. Tak ada lagi tim yang dulu berlabel raja Eropa di era sekarang. Keperkasaan pun hanya tinggal kenangan.

Nottingham Forest hanyalah satu dari sekian contoh, kalau setiap tim punya potensi untuk jadi luar biasa, tak hanya yang dinobatkan sebagai tim besar macam Real Madrid, Juventus, Manchester United, sampai Barcelona. AS Monaco pun sempat  menunjukan taji di musim 2016/17 saat mampu tembus semi-final dan mampu bersaing dengan PSG, sebuah tim yang kaya raya.

Namun setahun berselang para pemain andalan pindah. Bernardo Silva, Benjamin Mendy, Tiemoue Bakayoko, dan Kylian Mbappe hijrah ke Manchester City, Chelsea, dan PSG. Tiga klub terboros di Eropa. Andai pemain andalan ini tetap mempertahankan loyalitasnya di Monaco, mungkin Monaco bisa menjadi tim hebat yang menjadi kekuatan baru di Eropa. Sampai-sampai muncul akun @ASMonaco_Indo di Twitter seking kepincutnya. Namun tak hanya Monaco saja, banyak tim lain yang nasibnya tak jauh berbeda.

AS Monaco Musim 2003/04

Kepergian beberapa bintang Monaco, ternyata  pernah dilakukan era 2000-an. Kala itu AS Monaco diisi pemain berkualitas seperti Patrice Evra, Fernando Morientes, Jerome Rothen, dan Ludovic Giuly. Secara mengejutkan di musim Liga Champions musim 2003/04 mereka berhasil menembus babak final Liga Champions, namun sayang harus ditundukkan oleh FC Porto dengan skor meyakinkan 3-0 (kala itu FC Porto diasuh oleh Jose Mourinho).

Keempat pemain pun pergi setelah kekalahan tersebut, hanya Evra saja yang bertahan. Jerome Rothen berlabuh ke PSG, Morientes pindah ke Liverpool, Ludovic Giuly dijual ke Barcelona. Sejak saat itu AS Monaco benar-benar kehilangan taji sebagai tim besar. Meskipun tidak bubar.

Ajax Musim 2003/04

Jika menyebut tim Belanda yang sukses di Eropa, otomatis tertuju kepada Ajax Amsterdam. Di era 90-an Ajax merupakan klub yang layak diperhitungkan karena filosofi permainanya mampu meluluhlantahkan lawan. Jelas saja, kejayaan dapat diraih dengan sempurna. Tetapi masalah besar sekaligus anomali terjadi di generasi berikutnya.

Dihuni oleh Zlatan Ibrahimovic, Wesley Sneijder, Rafael van der Vaart, Jari Litmanen, Nigel de Jong, Thomas Vermaelen, Maxwell, dan Hatem Trabelsi tapi tak mampu berbicara banyak khususnya di Eropa. Semuanya dimulai dengn kepergian Ibrahimovic ke Juventus di tahun 2004, membuat ambisi mereka untuk meraih kesuksesan satu dekade lalu telah sirna. Di tahun-tahun berikutnya, Sneijder bergabung di Real Madrid di tahun 2007 dan hanya menyisahkan Vermaelen.

Parma Musim 1998/99

Mungkin bagi Bung yang tumbuh seiring Serie A Italia sebagai tontonan sepakbolanya, pasti mengenal Parma sebagai tim yang memiliki segudang talenta. Wajar saja keberhasilannya membuatnya berhasil meraih gelar Piala UEFA di tahun 1999. Bayangkan saja Parma melahirkan pemain terbaik seperti Gianluigi Buffon, Fabio Cannavaro, Lilian Thuram. Juan Sebastian Veron, dan Hernan Crespo, komunal para pesepakbola hebat di Eropa saat itu.

Keberhasilannya terlihat dari pencapiannya di luar klub. Thuram berhasil  memenangi Piala Dunia bersama Perancis. Selang beberapa tahun kemudian Cannavaro dan Buffon melakukannya bersama Italia. Crespo menjadi striker termahal dan Veron menjadi gelandang tengah yang dikagumi. Setelah itu Parma tak pernah lagi mendulang kesuksesan sepeninggalan mereka.

Borrusia Dortmund 2012/13

Asuhan Jurgen Klopp kepada Dortmund di musim itu sangat populer meskipun harus mengakhiri Liga Champions tahun 2013 di posisi runner up. Jadi tak ada cara fans untuk mengenang tahun itu seperti saat Dortmund juara kompetisi di tahun 1997.

Jahatnya setelah Bayern Munich berhasil unggul di laga All Germany Final tersebut, Die Rotern justru mencomot beberapa pemain andalan Dormun seperti Robert Lewandowski dan Mario Gotze. Setelah itu, Dortmund tak lagi berjaya meskipun Nuri Sahin, Marco Reus, dan Ilkay Gundogan telah memenuhi tim ini secara potensial.

West Ham Musim 2000/01

West Ham tak bisa dilewatkan dari daftar ini, karena tim inilah yang melahirkan algojo-algojo Inggris di masa depan. Sebuta saja Rio Ferdinand, Frank Lampard, Michael Carrik, Joe Cole, dan Jermain Defoe sudah menampilkan puncak permainanya kala di West Ham. Tetapi torehan kesuksesannya diraih di tim liga Inggris lainya.

Ferdinand dan Carrick memenangi Liga Champions 2008 bersama Manchester United; Lampard di tahun 2012 bersama Chelsea, dan di klub yang sama Joe Cole sukses menjadi finalis. Sementara Defoe membuktikan dirinya sebagai striker tajam di Premier League dan juga tim nasional Inggris.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sport

Mereka yang Menyatakan Ketidaksukaan terhadap Pep Guardiola secara Terang-terangan

Keputusan pelatih dalam menentukan taktik dan strategi terkadang jitu bagi kepentingan tim, tetapi belum tentu berdampak baik untuk karier pemain. Banyak pemain yang harus rela duduk manis di bangku cadangan, karena tak masuk dalam strategi sang pelatih. Pep Guardiola merupakan salah satu pelatih tersukses, yang mulai melatih di tahun 2008 sampai sekarang, 23 trophy sudah dikoleksi oleh pelatih asal Spanyol.

Di jajaran pelatih, nama Pep Guardiola sudah diakui kehebatannya. Namun, ada beberapa pemain yang secara terang-terangan membenci dirinya karena beberapa faktor yang membuatnya kehilangan tempat di tim utama. Bahkan secara terang-terangan beberapa pemain ini membencinya. Kira-kira siapa saja mereka, Bung?

Kaya Akan Taktik tapi Tak Handal dalam Berkomunikasi

Bek asal Brasil, Dante merupakan pemain andalan di Bayern Munchen semenjak didatangkan pada bursa transfer musim panas 2012 dari Borrusia Moenchengladbach. Jupp Heynckes, yang saat itu menjadi pelatih kepala menjadikan Dante pemain andalan sebelum ia digantikan oleh Guardiola.

Selama dua musim Guardiola melatih di tahun 2013 sampai 2015 Dante masih mendapatkan banyak laga bersama Bayern. Tetapi bek satu ini mengatakan kalau Guardiola merupakan pelatih yang kaya taktik tapi tak handal dalam berkomunikasi.

Tak Dimaksimalkan Membuat Hleb Bertengkar

Di Arsenal, Alexander Hleb merupakan salah satu gelandang andalan. Tetapi saat pindah ke Barcelona di tahun 2008, kekuatan Hleb tidak dimaksimalkan. Hal itu karena Hleb tak suka dengan pendekatan strategi yang dilakukan Guardiola, yang sangat mendewakan tiki-taka. Saran yang diberikan kepada Hleb untuk memainkan gaya permainan tiki-taka tidak disenanginya. Lantaran ritme permainan Hleb di Arsenal sangat gemar mendribel bola dalam waktu lama. Sehingga pertengkaran antara Hleb dan Guardiola tidak dapat dihindari.

Dua Kali Dilatih Guardiola, Dua Kali Terdepak dari Skuat Utama

Ironis bagi pemain tengah bertalenta seperti Yaya Toure, kala memperkuat Barcelona di tahun 2008-2010 ia meninggalkan Catalunya karena tak betah ditangani oleh pelatih seperti Guardiola. Membuatnya pindah ke Manchester City, ironisnya, ketika ia berniat menghindari Guardiola, di tahun 2016 Guardiola malah memperkuat Manchester City. Tak banyak berubah setelah Guardiola pindah ke Manchester City, peran Yaya Toure tetap tergerus dan ia pun memutuskan untuk meninggalkan Manchester City sebelum kontraknya habis.

Hanya Bersikap Manis di Depan Kamera

Sikap buruk Guardiola pun diungkapkan langsung oleh mantan striker Barcelona era musim 2008-2009. Samuel Eto’o, ia memutuskan pindah ke Inter Milan karena tak tahan dengan sikap Guardiola. Inter dan Barcelona pun bertemu sebanyak empat kali di Liga Champions 2009-2010, Eto’o pun mengatakan Guardiola menyalaminya tiap kali ada kamera yang menghampiri, namun enggan menyalami kalau tak ada kamera.

Tak Tahan Dimainkan Bukan sebagai Posisi Aslinya

Penyerang berpaspor Swedia ini, mengaku kalau semuanya berjalan baik-baik saja pada enam bulan awal. Setelah itu hubungannya dengan Guardiola tidak begitu nyaman. Posisi penyerang yang menjadi posisi aslinya dipindahkan sebagai sayap kiri yang membuat Ibrahimovich kesal. Guardiola melakukan hal itu demi mengakomodir Lionel Messi, hingga Ibrahimovich hanya bertahan satu musim saja di Barcelona.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sport Update

Sosok Menawan dari Pesepakbola Perempuan Asal Indonesia yang Mencuri Perhatian

Timnas wanita Indonesia akan berlaga di Asian Games 2018. Dibalik persiapan yang telah dilakukan demi memberi raihan positif, ada sosok yang mencuri perhatian bernama Dhanielle Daphne yang berposisi sebagai gelandang serang. Tak hanya dikaruniai dengan skill yang mumpuni, tetapi paras cantik dan imut menjadi daya tarik tersendiri bagi pesepakbola yang baru menginjak usia 17 tahun itu.

Selama lima bulan terakhir, DD sapaan akrab dari Dhanielle Daphne, sibuk menekuni porsi latihan yang berat agar timnas Indonesia bisa tampil maksimal. Pelatihannya dipusatkan di daerah Sawangan, Depok, dan sekitaran Jawa Barat. Rekam jejak DD sebagai pesepakbola dimulai saat ia memperkuat tim nasional U-12.

Kemampuannya juga diasah dengan melakoni turnamen di luar negeri saat usianya belum mencapai 15 tahun. DD sendiri terpilih memperkuat timnas wanita Indonesia sejak Maret 2018 saat dipilih oleh PSSI ketika tampil di Pertiwi Cup tahun lalu. Kini ia pun tak sabar untuk mengerahkan segala kemampuannya guna mengharumkan nama bangsa Indonesia di tingkat Asia.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

Yomamen.com adalah majalah online khusus pria Indonesia. Lahir dari keinginan untuk menyediakan tulisan khas laki-laki Indonesia. Membahas sekaligus mengkritisi urusan maskulinitas dan gaya hidup pria modern.

Facebook

Copyright © 2017 Yomamen.com

To Top