Kisah

Tak Hanya Sekarang, Dulu banyak Tim Dunia Yang Menjajal Indonesia

Tidak hanya beberapa tahun belakangan saja klub-klub Eropa melakukan invasi ke Indonesia untuk uji tanding dengan Tim Nasional kita bung. Tapi, sejak era 70-an sudah ada beberapa klub besar yang lebih dulu menjajal kekuatan sepakbola nusantara, yang memang di kala itu Indonesia merupakan salah satu macan Asia.

Apalagi era striker gahar seperti Ramang yang kehebatannya diulas oleh FIFA di tahun 2012 lewat artikel yang berjudul Indonesian who inspired ’50s meridian di dalam halamannya.

Balik lagi ke soal invasi klub Eropa, tidak hanya kekuatan Tim Nasional saja yang dijajal kehebatannya namun beberapa klub besar Indonesia turut merasakan kehebatan sepakbola ala Eropa. Sebut saja NIAC Mitra surabaya yang pernah melakukan tanding melawan Arsenal.

Pelak sudah 30 tahun berlalu hal ini terlewati, namun sepakbola Indonesia belum bisa berbicara banyak di dunia.

Arsenal

Sumber : Talksport.com

Pada tahun 1983 Arsenal melakukan tur ke Benua Asia dengan melakukan lawatan ke beberapa daerah di Indonesia seperti Medan, Jakarta dan Surabaya. Setelah meraih dua kemenangan melawan klub lokal Medan, VSP, dengan skor 3-0 dan kemudian menang 5-0 atas VSPSSI di Jakarta, lawatan selanjutnya adalah ke Surabaya.

Secara mengejutkan klub yang bernama NIAC Mitra Surabaya tersebut berhasil menang melawan tim asal London utara dengan skor 2-0 dicetak Joko Malis dan Fandi Ahmad, yang merupakan legenda pemain Singapura.

Sebenarnya NIAC Mitra dapat unggul 3-0 seandainya tandukan Joko Malis tidak membentur mistar gawang. Arsenal yang dulu memang belum setenar sekarang tetapi sejumlah nama terkenal kala itu seperti Pat Jennings dan David O’Leary sanggup menarik ketertarikan warga lokal dan membuat stadion Gelora 10 Novemeber, Surabaya,  dipenuhi oleh 30 ribu pasang mata.

PSV Eindhoven

Sumber : Talksport.com

4 tahun berselang dari lawatan Arsenal ke Indonesia, menyusul salah satu raksasa Belanda dan juga Eropa kala itu yakni PSV Eindhoven yang tidak sungkan berkunjung ke tanah pasundan mencoba jajalnya sang Juara Perserikatan tahun 1986, Persib Bandung.

PSV datang dengan kekuatakan penuh yang dipenuhi banyak pemain nasional Belanda seperti Rene Van Der Gijp, Ronald Koeman, Jurrie Koolhof, Michel Velker, Gerald Vanenbung. Tak lupa pemain termahal dunia kala itu Ruud Gullit pun ikut menebar pesona.

Dihelat di Stadion Siliwangi, Bandung, sebanyak 25.000 penonton diperkirakan memenuhi stadion untuk melihat aksi-aksi pemain kelas dunia tersebut. Persib yang kala itu diperkuat Ade Mulyono dan Dede Iskandar tak kuasa membendung pertahanan dari serangan PSV hingga 4 gol bersarang di jala Persib tanpa balas. Belum lagi absennya sang pemain bintang Roby Darwis membuat pertahanan kian kocar-kacir

Ajax Amsterdam

Sumber : Talksport.com

Sedikit jauh kebelakang di tahun 1975, Indonesia kala itu melakukan pertandingan segitiga antara Ajax Amsterdam, Manchester United dan Indonesia Tamtama yang dilakukan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan. Kala itu Indonesia Tamtama berhasil dicukur habis 4-1 oleh Ajax sang jawara Liga Champions Eropa yang juara 3 kali berturut-turut dari tahun 1971 sampai 1973.

Namun lawatan Ajax ternyata berlanjut setelah pertandingan segitiga tersebut, dengan lakukan jajal tanding dengan beberapa wilayah PSSI. Salah satunya PSSI Wilayah I yang mayoritas berisi pemain PSMS medan seperti Parlian Siagian, Pasaribu, Tumsila, Yuswardi, Pariman, Taufik Lubis dan Suparjo, berhasil menuntaskan perlawanan tim terbaik di kala itu dengan skor 4-2.

Manchester United

Sumber : Talksport.com

Di tahun yang sama Manchester United hadir dalam pertandingan segitiga tersebut otomatis menjadi salah satu daftar artikel di mana klub Eropa yang datang ke Indonesia. Setan Merah ditahan imbang 0-0 melawan Indonesia Tamtama yang diwakili oleh Anjas Asmara, Sutan Harhara, dan Rony Paslah. Ternyata kedatangan setan merah dalam turnamen segitiga ke Indonesia ini, Menjadi ajang  pemanasan bagi Tim Nasional untuk Pra Olimpiade tahun 1976 di Korea Utara,  Justru mengecewakan PSSI.

Lantaran MU datang tidak dengan tim inti seperti yang dijanjikan manajemen kepada PSSI. MU hanya membawa 14 orang, 12 pemain, satu pelatih dan manajer. Ketika laga berlangsung MU seperti tidak memiliki hasrat untuk bermain, terlihat kubu Setan Merah bermain ala kadarnya asalkan tidak kebobolan. Sekaligus manajer yang terjun sebagai pemain pengganti yakni Tommy Docherty seperti kata Sumohadi mantan Ketum PSSI dilansir dari goal.com

Bayern Munchen

Sumber : Talksport.com

Loncat jauh di tahun 2008 memang jauh dari era 70-an, namun Bayern Munchen menjadi klub besar yang hadir setelah beberapa klub Eropa lainnya melakukan invasi ke Indonesia. Ada masa paceklik di mana terror bom menjadi hal yang menakutkan hingga urung membuat beberapa klub Eropa datang ke Indonesia di era-90an.

Kemudian barulah Bayern Munchen yang kembali meriahkan gelaran uji tanding Indonesia dengan klub berkelas di tahun 2008. Meskipun pada saat itu Indonesia kalah 5-1. Kedantang Bayern Munchen menjadi ajang promosi Bundesliga di Asia karena sebelumnya Borrusia Dortmund juga hadir di Indonesia.

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Tahu

Mundurnya Edy Rahmayadi dari PSSI Meninggalkan Segelintir Kontroversi yang Pernah Terjadi

Seruan #EdyOut sempat berkumandang tajam di tribun stadion saat timnas Indonesia berlaga. Sosok Edy Rahmayadi, dinilai gagal sebagai Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) oleh pecinta sepakbola tanah air. Seruan yang sama juga menghiasi linimasa Twitter akibat geram akan keputusan yang ia buat sekaligus polemik rangkap jabatan.

Apalagi rentetan kasus mafia bola (yang tak pernah usai) sampai performa buruk timnas di kancah Asia Tenggara, menjadi sorotan tajam yang ditujukan publik kepadanya. Mungkin seraya berkata, “Apa kinerja anda di PSSI?”, sampai pada hari Minggu 20 Januari 2019 ia secara tiba-tiba menyatakan mundur! setelah memangku jabatan sejak tiga tahun lalu. Pernyataan tersebut disampaikan dalam Kongres Tahunan PSSI yang digelar di Nusa Dua, Bali.

Seruan #EdyOut kembali trending di sosial media berlogo burung tersebut. Edy Rahmayadi mengatakan dalam pidato pengunduran diri kalau ia merasa gagal sebagai Ketum PSSI. Ketidakmampuan dalam menajalankan organisasi yang dipimpin kurang lebih selama dua tahun. Meskipun begitu, ia memberikan mandat kepada seluruh elemen PSSI agar tetap akur dan mampu membesarkan PSSI setelah ditinggalkannya.

Kemunduran Edy Rahmayadi mungkin merupakan angin segar bagi sepakbola. Tetapi kita tidak pernah tahu bung apa yang terjadi di PSSI selanjutnya. Banyak warganet yang meyakini, selama ‘orang lama’ masih berkuasa di sana bung. PSSI tidak akan pernah berevolusi. Dibalik kemunduran Edy, ada beberapa hal kontroversi yang ia pernah lakukan selama menjabat. Dari pernyataan sampai tindakan.

Berkarir di Negara Tetangga Adalah Bentuk Tidak Nasionalis Pesepakbola

Salah satu hal yang menggelitik umat sepakbola di Indonesia adalah saat Edy Rahmayadi melontarkan pernyataan yang menganggap, pemain Timnas Indonesia Evan Dimas Darmono dan Ilham Udin Armaiyn tidak memiliki jiwa nasionalis. Pernyataan dilotarkan Edy setelah kedua pemain tersebut memutuskan berkarir ke Liga Malaysia bersama tim Selangor FA. Mengikuti jejak pendahulu yang sukses, Bambang Pamungkas dan Elie Aiboy.

Padahal Liga Malaysia secara kualitas di Asia lebih tinggi dari pada Liga 1, maka hal ini tentu bukan bentuk tidak nasionalis bukan? melainkan aktualisasi diri dari sang pemain. Namun dari kacamata Edy, ia tidak melihat adanya aktualisasi diri melainkan jiwa tidak nasionalis. Ia pun mengecam kedua pemain dengan alasan peran keduanya dibutuhkan Timnas U-23 untuk Asian Games 2018 saat itu.

‘Apa Urusan Anda Menanyakan Itu?’

Kata-kata di atas tentu sudah familiar bagi anda pecinta sepakbola bung. Saat seorang wartawan senior dalam acara televisi swasta memberikan pernyataan kepadanya terkait pengaruh kinerja sesaat ia merangkap jabatan sebagai Gubernur Sumatera Utara dan Dewan Pembina PSMS.

Edy merespon dengan kata-kata tersebut dan menolak menjawab pertanyaan dalam wawancara yang disiarkan secara langsung di televisi. Tak sampai disitu, Aiman juga dinyatakan oleh Edy kalau tidak berhak bertanya kepadanya dengan mengatakan, “Bukan Hak Anda juga bertanya kepada saya“.

Membantah Tudingan Kalau Ia Menampar Supporter yang Menyalakan Flare

Sebagai Dewan Pembina PSMS, Edy Rahmayadi menyempatkan datang pada satu pertandingan saat PSMS Medan menjamu Persela Lamongan di Stadion Teladan Medan September tahun lalu. Semula Edy menyaksikan dari kursi VVIP, sampai akhirnya ia turun ke tribun dengan menghampiri salah seorang supporter yang menyalakan flare.

Secara hukum, FIFA sendiri melarang penggunaan flare di dalam stadion. Edy mengambil langkah tepat dengan menegur seorang supporter. Terdapat video beredar tentang aksinya saat menegor dan memegang pipi salah satu supporter tersebut. Tetapi ada tudingan muncul kalau ia menampar. Secara tegas tudingan itu dibantah dan menjelaskan kalau ia hanya memegang pipi dan memarahi supporter karena menggunakan flare.

Pelatih Sekaliber Luis Milla Tidak Diperpanjang Menangani Indonesia

Seorang wartawan senior, Anton Sanjoyo dalam sebuah acara di Youtube, menyatakan kalau ia melihat ada peningkatan determinasi permainan saat Timnas U-23 bermain di Asean Games 2018. Determinasi ini berbeda, dan tidak pernah dilihat oleh sang wartawan senior tersebut dalam permainan timnas beberapa tahun belakangan. Secara tidak langsung berarti Luis Milla membawa perubahan bagi sepakbola Indonesia dong bung? dengan kata lain harus dipertahankan.

Saat Tim Garuda Muda gugur di babak 16 besar dalam Asean Games 2018. Kegagalan tersebut membuat Edy Rahmayadi menyinggung soal kontrak Luis Milla sebagai pelatih. Ia memberikan sinyal bahwa ada kemungkinan bagi pelatih Spanyol untuk menangani timnas U-23, tidak hanya mentok di Asian Games saja.

Namun kenyataanya Luis Milla tidak diperpanjang kontrak bung. Kabar miring pun beredar bahwa PSSI menunggak gaji Luis Milla. Sampai lewat Instagram pribadi Luis Milla, ia pun sempat menyinggung soal manajemen yang buruk dalam mengurus kontrak kerjanya setelah ia menyampaikan salam perpisahannya.

Wartawan yang Baik Akan Menghasilkan Timnas yang Baik

Pernyataan Edy Rahmayadi kembali kontroversial, saat ia memberikan komentar terhadap penampilan Timnas Piala AFF 2018. Pernyataan yang diberikan rasanya tidak masuk akal bung. Bahkan tidak ada korelasi atau apple to apple. Lantaran saat memberikan pernyataan, Edy mengatakan kalau timnas mau baik, ya wartawan harus baik. Seolah-olah ada intervensi wartawan dalam performa timnas di lapangan. Dengan mengatakan,”Wartawannya yang harus baik. Kalau wartawannya baik, nanti timnasnya baik”, katanya.

Setelah menyatakan mundur dari Ketum PSSI, Edy Rahmayadi menjelaskan kalau sementara tugasnya akan dilanjutkan oleh Wakil Ketum PSSI sampai periode jabatan selesai. Tak lain, tak bukan beliau adalah muka lama di PSSI yakni Joko Driyono.

Gimana bung masih rindu bapak Edy sebagai ketua PSSI?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Paling Tepat Nikmati Malam Minggu di Tahun yang Baru ke Tempat Ini, Bung!

Apa yang bung bayangkan, setiap akhir pekan dan diajak kencan ke pusat perbelanjaan oleh pasangan? Yap, benar. Membosankan! Menghabiskan waktu berjam-jam demi antri di sebuah resto kesayangan, atau menemani si nona berkeliling keluar masuk toko untuk berbelanja.

Bukan, ini bukan tentang tak mau menyenangkan pasangan. Tapi lebih kepada rasa bosan, jika harus kencan di Mall tiap akhir pekan. Nah, berhubung ini masih bulan pertama di tahun yang baru. Tak ada salahnya, bung membuat perubahan.Ya, perubahan untuk urusan kencan setiap akhir pekan.

Sudah saatnya, bung bawa si nona keluar dari zona nyaman. Menjajaki tempat baru yang belum pernah dikunjungi. Sembari merubah suasana, pilihan ini juga bisa menyenangkan hati si nona dan membuat perubahan dalam hubungan berdua.

Sekedar Nostalgia, Cobalah Pergi ke Tempat Pertama Kali Kencan dengan si Nona

Bung harus tahu, demi kelangsungan hubungan, merawat kenangan itu perlu dilakukan. Nah, agar tak melulu hanyut dalam kerumunan orang berbelanja setiap kali kencan. Cobalah bung ajak si nona mengunjungi tempat pertama kali bertemu dengan dirinya.

Disana, bung bisa membuatnya tersenyum tipis nan malu-malu. Ceritakan bagaimana perasaan bung kala itu. Melihatnya datang untuk pertama kali bertemu. Tak hanya membuatnya senang, ini akan jadi salah satu pembuktian jika bung selalu mengingat setiap momen bersama si nona.

Menjajaki Puncak Bukit untuk Menikmati Sunrise atau Sunset Berdua

Ingin menghilang dari jebakan tumpukan pekerjaan, bung bisa mengajak si nona untuk melipir sebentar ke luar kota. Mencari beberapa spot perbukitan yang asyik untuk dijadikan tempat kencan berdua. Pilihlah waktu yang tepat, berburu sunrise atau menikmati sunset. Jangan sampai, sudah jauh-juah tapi yang dituju malah tak ketemu.

Walau tak terlihat jadi sebuah kencan yang mewah, tapi bung harus percaya. Jika duduk berdua sembari mengobrol dari atas bukit selalu memberi sensasi yang berbeda. Cuaca yang sejuk, ditambah pemandangan yang bagus. Jadi momen istimewa yang akan menambah daftar kenangan kencan tak biasa, yang pernah kalian jalani berdua.

Kencan di Pantai Ditemani Semilir Angin dan Musik Kesukaan, Tak Boleh Dilewatkan

Matahari, deburan ombak, angin dan pasir, selalu jadi kombinasi menarik untuk bung merangkai cerita indah bersama dengan si nona. Ajak si nona duduk berdua di bibir pantai, menikati hembusan angin sembari bercerita.

Untuk kesan yang lebih istimewa, tak hanya kencan saja. Bung juga bisa jadikan ini sebagai piknik istimewa untuk berdua. Membawa tenda dan peralatan kemping. Memasak makanan ala kadarnya, dan menikmatinya di alam terbuka. Walau makanan yang disantap hanyalah menu biasa, baginya kencan ini jadi sesuatu yang istimewa. Karena berbeda dari biasanya.

Ingin Buat Kejutan? Ajak si Nona ke Tempat Kesukaannya Secara Dadakan

Beberapa waktu belakangan, si nona mungkin beberapa kali memberi bung kode untuk mengunjungi salah satu tempat yang sudah lama ia inginkan. Tapi karena kesibukan dan waktu yang belum mempertemukan, beberapa kali bung mengabaikan keinginannya. Naah, kali ini. Mari membayar kepekaan yang kurang, dengan tiba-tiba mengajaknya pergi ke tempat yang ia inginkan.

Tak bisa banyak berkata-kata, dirinya pastilah terharu dan merasa istimewa. Karena meski kelihatannya bung tak peduli dengan yang ia inginkan, diam-diam bung malah memberinya kejutan. Tindakan-tindakan kecil seperti inilah yang akan buat nona kian terkesan.

Biar Makin Manis, Ikuti Wishlist yang Si Nona Telah Buatkan

Nah, untuk urusan kencan biasanya si nona sering punya keinginan. Jika bung memang bingung untuk membuat pilihan. Cobalah minta nona yang menentukan.Tanyakan, kemana ia ingin pergi kencan selain pusat perbelanjaan yang selama ini didatangi berdua.

Dari sini, bung dan nona bisa bergerak untuk memulai perjalanan. Mau kemana akan pergi kencan. Selain memudahkan bung, memberi kebebasan untuk si nona memilih tempat kencan, juga bisa membuatnya bahagia.

Dan Jangan Lupa, Siapkan Kendaraan Roda Dua untuk Menyempurnakan Perjalanan Berdua

Tak ada yang lebih nikmat dari pergi berdua dengan roda dua dengan dia yang dicinta. Beberapa kisah dan tingkah lucu sepanjang perjalanan, jadi bumbu yang kian memaniskan cerita. Untuk itulah bung tak boleh salah pilih roda dua. Pastikan jika kendaraan yang akan menghantarkan kita kencan, mampu memberi kenyamanan.

Dan nampaknya, Suzuki GSX150 Bandit jadi kuda besi yang pas untuk bung kendarai bersama dengan nona. Dari bentuk joknya saja, motor ini dilengkapi bentuk jok yang panjang nan lebar. Sehingga mampu memberikan tingkat kenyamanan untuk bung yang membonceng dan si nona yang dibonceng.

Nah, demi memantapkan perjalanan, motor ini juga dipersenjatai dengan mesin yang sama, seperti yang diterapkan pada GSX-R150 dan GSX-S150. Dengan kata lain, motor bertipe overstroke ini punya performa di atas rata-rata untuk menemani perjalanan bung dan si nona. Kombinasi dapur pacu yang diterapkan dalam motor ini, dijamin tak akan membuat bung kewalahan dalam bepergian.

Jadi #temansatutujuan untuk pergi kencan, bung bisa memilih varisi Suzuki GSX150 Bandit yang sesuai keinginan. Mulai dari Metallic Matte Titanium Silver, Brilliant White / Aura Yellow, Stronger Red / Titanium Black dan Titanium Black, untuk bung yang menyukai tampilan polos.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Jalani Bromance Yang Tak Lekang Waktu

Menjalani sebuah pertemanan antar kaum adam, memang selalu dibebani tanda tanya. Mulai dianggap melenceng, sampai dicurigai tak doyan perempuan. Padahal menurut Penelitian dalam jurnal Men and Masculinities di tahun 2014, setidaknya satu orang laki-laki memiliki seorang sahabat laki-laki yang selalu dijadikan tempat bercerita atau berbagi mengenai segala aspek kehidupannya. Dan 28 dari 30 laki-laki mengakui mereka lebih suka bercerita tentang masalah pribadi dengan sahabatnya, bukan pasangannya.

Untuk itu bung tak boleh kalah hanya karena cibiran, tentang pertemanan yang kita jalankan. Abaikan yang semua orang bilang dan tetap jalani Bromance sesuai keinginan. Lagipula, hubungan seperti ini adalah sesuatu yang lumrah. Tak ada yang harus bung jadikan beban. Agar lebih memantapkannya, cobalah lakoni hal-hal yang tak biasa dengan kawan yang bung punya.

Nonton Bola Bareng Tak Boleh Dilewatkan

Kecintaan pada sepak bola, memang selalu menyatukan banyak pria. Walau sering berselisih paham, tentang tim mana yang patut dibanggakan. Hal lain yang lebih penting adalah kebersamaan. Yap, Nobar jadi salah satu alasan untuk bisa bertemu, menyambung silahturahmi dan bercerita hal-hal baru.

Di momen ini bung bisa merangkai cerita, berbagai kisah apa saja yang sudah dialami setelah sekian lama mungkin tak jumpa. Mulai dari membahas berita-berita sepak bola, politik, sampai pembahasan tak penting lainnya. Jadi ajang yang menyatukan, nonton bola bareng selalu jadi sesuatu yang berkesan.

Walau Hanya Sekali Seumur Hidup, Cobalah Mendaki Gunung Bersama

Kami paham bung, tak semua kawan memang suka berpetualang ke alam bebas. Tapi untuk yang satu ini, boleh bung coba bersama. Lagipula, negara kita punya gunung dengan ketinggian yang cukup beragam. Mulai dari yang landai sampai yang terjal. Bung dan beberapa teman tinggal pilih saja, akan mencoba naik gunung dengan ketinggian yang seberapa.

Selain belajar untuk bertahan hidup dengan persedian makanan yang seadanya. Mendaki gunung bisa bung jadikan sebagai ajang berkaca. Melihat keindahan alam luas, dan menilai kawan yang bung punya. 

Pergi ke Daerah Ekstrem untuk Menantang Adrenalin

Bukan laki-laki namanya, kalau tak suka tantangan. Begitu beberapa orang menggambarkan kaum adam. Maka atas nama kebersamaan dan kejantanan, tak ada salahnya jika kali ini, bung pergi mengajak teman berkunjung ke tempat-tempat menantang. Jajaki wisata yang memiliki lokasi seram, berkunjung ke wilayah yang belum banyak dikenal. Sampai melakukan hal-hal lain yang diluar kebiasaan.

Lepaskan segala ketakutan, kalahkan semua kebimbangan dan buatlah sesuatu yang layak dikenang bersama-sama. Torehkan cerita tentang keberanian, yang beberapa tahun ke depan akan jadi sesuatu yang layak dikenang oleh bung dan kawan.

Touring Bersama dengan Roda Dua yang Garang di Jalan

Dari semua kegiatan yang bisa dilakukan bersama dengan teman, yang satu ini boleh dibilang jadi yang selalu berkesan. Sesekali, bung perlu untuk melakukan perjalanan bergerombol dengan kuda besi kesayangan. Menjajaki aspal hitam dengan berbagai macam tantangan. Tapi sebelum itu dilakukan, bung perlu kendaraan yang nyaman di sepanjang perjalanan.

Untuk itu, kami sarankan, cobalah nengok kuda besi Suzuki GSX150 Bandit yang pas untuk touring. Dari bentuk joknya saja, bung sudah bisa melihat jika roda dua yang satu ini memang dirancang secara khusus untuk perjalanan panjang macam touring yang bung ingin lakukan.

Tapi bung tak hanya akan dipuaskan dengan bentuk jok lebar dan panjangnya saja, karena sepeda motor ini dilengkapi dengan mesin yang cukup mumpuni. Yap, GSX150 Bandit dipersenjatai dengan mesin serupa yang diterapkan pada GSX-R150 dan GSX-S150. Dengan kata lain, motor bertipe overstroke ini punya performa di atas rata-rata dengan tipikal ganas di putaran atas.

Dengan bekal mesin overbore, DOHC (Double Over Head Camshaft) berkapasitas 150cc dan berkompresi 11,5 : 1 yang sudah dilengkapi teknologi fuel injection yang canggih untuk pembakaran maksimal. GSX150 Bandit dipercaya mampu menghasilkan tenaga sebesar 14,1 kw/10.500 rpm dan torsi sebesar 14 nm/9.000 rpm yang tersalurkan dengan kuat melalui transmisi 6 percepatan.

Bahkan nih bung, kemampuan ini diklaim sebagai salah satu yang terbesar di kelasnya. Dengan kombinasi dapur pacu macam ini dijamin, nyaman untuk digunakan sebagai kendaraan harian. Disamping itu, selain menerapkan desain yang menarik, Suzuki GSX150 Bandit ini juga memiliki lampu depan yang sudah bertipe LED. Jadi selain garang di jalanan, bung juga akan jadi pusat perhatian sepanjang perjalanan karen bentuk dan desainnya yang elegan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

Yomamen.com adalah majalah online khusus pria Indonesia. Lahir dari keinginan untuk menyediakan tulisan khas laki-laki Indonesia. Membahas sekaligus mengkritisi urusan maskulinitas dan gaya hidup pria modern.

Facebook

Copyright © 2017 Yomamen.com

To Top