Otomotif

Suzuki GSX-S150 Buat Yang Selalu Berjiwa Muda

Ketika penyuka MotoGP tanah air dimanjakan oleh kecanggihan GSX-R150, bukan berarti Suzuki menganaktirikan penyuka motor naked bike. Hal ini dibuktikan dengan ditelurkannya Suzuki GSX-S150 yang merupakan saudara kandung dari tipe R.

Menurut Seiji Itayama, Managing Director 2W PT. SIS, pada saat peluncuran GSX-R dan GSX-S Februari lalu, “Suzuki GSX-R150 dan GSX-S150 siap menyambut publik Indonesia untuk memenuhi hasrat berkendara dengan motor berperforma tinggi dan berpenampilan stylish untuk memenuhi gaya hidup sehari-hari”.

Untuk urusan dapur pacu GSX-S150 ini disematkan mesin berkapasitas 150 cc DOHC yang sama dengan saudaranya tipe R. Berbekal mesin overbore, DOHC (Double Over Head Camshaft) dengan kapasitas 150cc dan berkompresi 11,5 : 1 yang sudah dilengkapi teknologi fuel injection yang canggih untuk pembakaran maksimal, GSX-S150 menghasilkan tenaga sebesar 14,1 kw/10.500 rpm dan torsi sebesar 14 nm/9.000 rpm yang tersalurkan dengan kuat melalui transmisi 6 percepatan.

Manajemen mesin GSX-S 150 ini dilengkapi dengan 6 sensor untuk efisiensi kerja untuk membuat konsumsi bahan bakar lebih ekonomis. Sistem pengapiannya disebut closed loop, dengan adanya oksigen sensor pada pembuangan yang bisa dibilang jarang diterapkan pada motor sekelasnya. Ini juga termasuk penerapan throttle body diameter 32mm dan injektor 10 lubang produk Mitsubishi agar pengabutan campuran bahan bakar lebih atomized. Sebagai bocoroan, teknologi ini serupa yang ada pada GSX-R 1000 loh.

Serunya performa tinggi ini diimbangi dengan radiator yang gambot. Dengan ukuran pendingin air yang besar ini, diharapkan suhu mesin akan tetap optimal meski dipacu dengan tenaga maksimal. Dan pastinya akan tetap nyaman jika dipakai dalam durasi perjalanan jauh atau untuk dipakai harian.

Ya, tipe GSX-S150 ini memang bergaya street fighter yang juga mengadopsi tampilan touring yang cocok untuk perjalanan jauh. Karena itu posisi berkendaranya tak terlalu menunduk macam di tipe R. Handle barnya dibuat lebar dengan posisi yang berada tinggi di atas tangki dan tempat duduk. Tentunya gaya berkendara ini dimaksudkan agar pengemudi tak lekas lelah dalam perjalanan jauh.

Konsisten dengan konsep ini, tangki dibuat aerodinamis dengan bentuk melengkung. Kapasitasnya yang mencapai 11 liter, dipastikan cukup untuk mencapai jarak tempuh jauh. Meski aerodinamis  justru penampilan GSX-S150 ini terlihat cukup gagah.

Untuk dimensi, tampilan dari motor garapan Suzuki ini mempertontonkan rangka Single Cradle yang bisa terlihat jelas. Ukurannya sendiri memiliki panjang 1.975 mm, lebar 674 mm, dan tinggi keseluruhan mencapai 1.070 mm. Sedangkan untuk ukuran wheelbase sendiri mencapai 1.300 mm.

Dengan ukuran macam ini, GSX-S150 ini bisa dibilang cukup bongsor untuk kelas 150cc. Tapi tak perlu khawatir, tinggi jok yang 785mm sangat pas untuk ukuran rata-rata orang Indonesia tanpa harus berjinjit.

Ukuran kekar ini berlanjut hingga kaki-kaki. Di depan menggunakan suspensi teleskopik besar dengan di belakang mengusung tipe monoshock guna menambah kestabilan berkendara. Velg alloy berukuran 2,15 inchi di depan dan 3,5 inchi di belakang dibalut ban depan 90.

Tak mau kalah dengan saudaranya, GSX-S150 juga mengusung aura modern. Karena kita akan disambut oleh LCD speedometer full digital. Display dibagi menjadi 3 bagian. Di bagian kanan dan kiri sendiri menampilkan indikator lampu sein, lampu netral, lampu jarak jauh, rpm, dan indikator bahan bakar. Sementara itu, pada bagian tengahnya memberikan informasi mengenai kecepatan, tachometer, posisi gigi, indikator bahan bakar, dan waktu.

Lampu depannya sudah mengadopsi teknologi LED dengan batok lampu yang dilengkapi dengan visor kecil. Di bagian tangki disematkan fairing mini Shroud yang berfungsi untuk membelah angin dan membuat tampilan lebih gahar. Apalagi di bawah mesin terdapat undercowl yang berfungsi juga sebagai pelindung mesin. Sementara untuk lampu belakang digunakan model yang sama persis dengan tipe R.

Jadi sobat Yomamen pilih GSX-R150 atau GSX-S150?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Tahu

Naked Sport 250 cc Jadi Jagoan Baru Suzuki di India

Suzuki Motorcycle India ingin memanaskan pasar dikelas 250 cc. Dengan mengeluarkan motor sport telanjang yang dinamakan Gixxer 250! secara tampilan dan desain tidak jauh berbeda dengan Gixxer 155, namun motor anyar ini memiliki tarikan mesin yang tak main-main, yakni mengeluarkan tenaga mencapai 26,1 dk dan torsi 22,6 Nm.

Kesan elegan dihadirkan pada motor naked sport yang satu ini, dengan memberikan sentuhan gold pada area blok mesin. Kemudian aksen warna silver muncul pada area bawah mesin yang sudah ditempatkan undercowl.  Kesan elegan dan mewah pada Gixxer 250 tidak membuatnya terlihat jantan. Untuk itu bagian headlamp didesain lonjong dan agak pipih hingga mirip dengan Ducati Monster, moge asal Italia.  Lampu utama dan belakang sudah menggunakan LED sementara keempat lampu sein masih menggunakan bohlam.

Jok Gixxer 250 sudah mengadaptasi model split dikombinasikan dengan behel bergaya tanduk untuk pegangan pembonceng. Jok split ini makin membuat Gixxer terlihat sporty. Segi fitur motor anyar ini dibekali panel instrumen digital. Fitur keamanan juga menunjang, karena dilengkapi dengan rem ABS (Anti-lock Braking System) dual channel. Ada dua pilihan warna ditawarkan, yakni Metallic Matte Platinum Silver dengan Metallic Matte Black, dan Metallic Matte Black.

Di India, Gixxer 250 dijual dengan harga Rs 159.800 atau setara Rp 32,6 juta. Motor ini akan menjadi penantang bagi KTM 250 Duke dan Yamaha FZ25.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Keren

Kuda Besi Andrea Dovizioso Jadi Alasan Ia Unggul di Lintasan

Menjadi yang utama dalam MotoGP Austria merupakan hasil kerja keras Andrea Dovizioso. Pertarungan sengit antara Dovizioso dan Marc Marquez terjadi sampai lap terakhir. Duel ketat ini membuktikan kalau kedua pebalap punya determinasi tinggi. Sayang, di tikungan terakhir Marquez kehilangan konsentrasi, membuat Dovizioso jadi yang pertama.

Sebagai pebalap selain skill, roda dua juga mempengaruhi performa di lintasan.  Seperti motor yang jadi andalan Dovizioso saat bertarung, Ducati Desmosedici GP19. Menopang mesin 1.000 cc berkonfigurasi V4 90 derajat evo demodromic DOHC, empat katup per silinder, berpendingin cairan. Mesin bisa memuntahkan tenaga lebih dari 250 daya kuda.

Mesin motor ini sendiri digabung dengan transmisi Ducati Seamless Transmission. Lewat gabungan mesin itu, motor andalan Dovi ini bisa berlari hingga lebih dari 350 km/jam. Jadi sangat wajar apabila nama Andrea Dovizioso sangat liar di lintasan balap, terutama pada lintasan lurus.

Agar makin stabil saat dibawa lari, Ducati Desmosedici GP19 ini memakai supensi depan upsiden down Ohlins 48 mm dan suspensi belakang Ohlines yang disesuaikan preload serta dibekali new factory evolution damping system. Ducati Desmosedici GP19 memiliki bobot 157 kg, sesuai dengan regulasi MotoGP. Perangkat elektronik di motor ini didukung oleh Magneti Marelli

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Tahu

Rossi Angkat Bicara Soal Kuda Besi Yamaha di Moto GP

Nama besar Valentino Rossi di dunia balap bisa membuat gentar para pebalap lain. Beberapa tahun belakangan pebalap asal Italia ini tidak menemukan performa terbaik, Rossi seperti kehilangan sisi magis ketika di lintasan. Apakah ini soal Rossi apa kuda besi yang dinaiki?

Pada balapan kemarin di Sirkuit Brno, Rossi berhasil mencapai garis akhir dengan berada di posisi ke-6. Catatan ini cukup baik dibanding pebalap Yamaha lain seperti Maverick Vinales, Fabio Quartararo dan juga Franco Morbidelli. Di akhir balapan ia mengutarakan keluhan terkait motornya, Yamaha YZR-M1. Sepertinya ini jadi salah satu alasan kenapa Rossi kerap tak berbicara banyak di dunia MotoGP.

“Jika anda terlalu pelan saat di trek lurus, sulit untuk menyusul para pebalap di depan apalagi ketika mengerem. Itu semakin membuat sulit membalapnya, saya menyadari ini ketika berusaha membalap Pol Espargaro,”  ungkap Rossi dikutip GPone.

Kecepatan dan akslerasi yang bermasalah, jadi dua hal yang menggambarkan Yamaha YZR-M1 saat ini di mata Rossi. Selain itu Motor dengan 1000 cc ini tak bisa konsisten di setiap balapan. Ini tidak hanya masalah Rossi, melainkan masalah juga bagi Vinales, Quartararo dan Morbidelli.

Motor kami sangat sensitif ketika kondisi berganti-ganti. Jika kami menemukan setelan yang pas, kami bisa cepat. Tapi jika ada sesuatu yang berubah seperti suhu atau itu hujan, kami bakal menderita,” ujarnya.

Saat menjalani sesi pemanasan di Brno performa motor sangat buruk, tapi karena beberapa faktor saya bisa kompetitif di balapan. Saya memulai balapan dari baris ketiga dimana hal itu tak terlalu buruk dan memungkinkan untuk mengejar para pebalap di depan meskipun mereka melaju lebih kencang,” kata pebalap berjuluk ‘The Doctor’ itu.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top