Dating & Relationship

Suka Duka Mencintai Perempuan Petualang

Siapa yang tak tersihir oleh kemandirian seorang perempuan yang suka berpetualang? Tentu tak ada yang menyangkal jika sorot mata dan raut wajah yang mereka punya, memang memancarkan aura semangat yang membara.

Lalu tiba-tiba kita akan membayangkan perempuan seperti Nadine Chandrawinata, Medina Kamil atau Riyani Djangkaru. Tentu mereka adalah jejeran perempuan yang jadi incaran. Lalu bagaimana jika dia yang kini jadi pasanganmu, juga hampir sama dengan tiga nama yang barus saja kita baca. 

Disatu sisi kita tentu merasa bangga, karena berhasil menaklukkan hatinya. Dan jika berlanjut ke jenjang selanjutnya, hari-hari bersamanya tentu terasa berbeda. Tapi sesuatu yang menyenangkan selalu datang dengan hal-hal yang kadang tak kita harapkan. Dan beberapa hal ini mungkin akan sangat khatam kita rasakan, jika memutuskan untuk mencintai dia yang sebagian nyawanya terletak pada perjalanan.

 

Meski Jarang Terlihat Sedih, Faktanya Membuatnya Senang Juga Bukanlah Sesuatu Yang Mudah Untuk Dilakukan

Ini jadi pertanyaan pertama yang kerap kita pikirkan dalam hati. Rasanya sulit sekali untuk menemukan titik yang mampu membuatnya sedih. Karena hari-hari miliknya selalu diisi dengan rasa bahagia dan tawa.

Tapi jangan dulu merasa senang, atau berpikir segala hal mampu membuat tertawa. Tentu saja itu salah! Karena meski sesuatu yang kita berikan kerap kali mampu membuatnya tersenyum dan tersipu, tak ada yang tahu apa yang sedang dijelaskan oleh senyumnya itu. Bisa jadi sesuatu yang kita tunjukkan padanya bukanlah sesuatu yang sebenarnya ia mau. Kalau sudah begini, sebagai seorang laki-laki yang kita rasakan tentulah serba salah. 

 

Tak Seperti Perempuan Biasa, Bunga Dan Makan Malam Romantis Bukanlah Hal Yang Penting Baginya

Jika kamu pikir kejutan manis yang kau siapkan akan membuat perempuan lain merekahkan senyum. Boleh jadi ini tak akan berlaku untuknya. Satu dua kali demi menghargai niat baik yang kita tawarkan mungkin dia akan menagangguk menerima ajakan. Tapi tak lagi seperti itu untuk ajakan berikutnya. Makan malam romantis, yang kerap diakhiri dengan satu buket bunga lengkap dengan kata-kata manis pada selembar kertas akan jadi tak menarik baginya. Ia tak suka sesuatu yang bersifat monoton 

Bait-bait kalimat itu tak akan berarti jika dibandingkan dengan kicauan burung di hutan yang selalu ia rindukan. Dan ini adalah sisi nyata dari dirinya, yang seharusnya lebih kita pahami lagi.

 

Kemandirian Serta Semangat Yang Menggebu Jadi Hal Yang Selalu Membuatnya Terlihat Mampu

Cobalah untuk mengingat kilas balik tentang dirinya. Bagaimana awal kita mengenalnya hingga berubah menjadi jauh lebih dekat dengan hubungan yang sekarang telah ada. Tak hanya pada kesempatan tertentu saja, tapi hampir semua hal akan ia tunjukkan lewat semangat yang menggila.

Kita tentu tahu bahwa dirinya memang menggilai petualangan. Dan kecintaannya itu sering terlihat sebagai  bentuk lain, dari saingan yang kadang ingin kita kalahkan. Selain keberaniannya dalam menghadapai berbagai resiko yang mungkin ada. Sosoknya juga terlihat seperti seseorang yang tak mengenal lelah. Sehingga semua hal terlihat tunduk di tangannya.

 

Dirinya Tak Selalu Membutuhkan Kita Secara Fisik, Karena Ia Bisa Melakukan Berbagai Hal Seorang Diri

Untuk point ini bisa jadi sesuatu yang kita syukuri sebagai pria. Pemandangan akan seorang perempuan yang selalu mengharuskan pasanganya untuk mengantar-jemput. Tentu sudah biasa. Uniknya ia hadir sebagai sosok perempuan yang berbeda. Tak akan ada aturan antar jemput yang harus dijalankan, apalagi siklus memberi kabar yang kadang lebih mirip jadwal makan.

Hidup yang ia punya berjalan sesuai dengan kehendaknya, tanpa bergantung pada kita. Dirinya bisa melakukan berbagai hal. Ia sadar bahwa kendali atas hidup yang ia punya berada pada tangannya. 

 

Siapkan Pula Hati, Karena Kemungkinan Kita Akan Lebih Sering Ditinggal Pergi

Tak hanya merasa bangga karena telah berhasil memilikinya, kadang kala kita memang harus menyiapkan hati untuk kemungkinan yang terjadi. Dunia petualangan dan menjelajah berbagai tempat jadi sesuatu yang lebih mendominasi baginya.

Jadi tak perlu heran jika tiba-tiba ia akan bilang bahwa besok akan pergi keluar kota, besoknya mampir lagi di kota yang berbeda hingga berlanjut pada petualangan lain yang kadang tak kita tahu itu di mana. Menjadi pasangannya berarti kita telah menandatangani sebuah ‘kontrak’ agar tak pernah protes lagi meski kerap ditinggal pergi.

 

Tapi Kegemarannya Menyambangi Tempat-Tempat Baru, Menjadikan Ia Pribadi Yang Kaya Akan Wawasan

Siapa yang bisa menolak, jika hobi yang ia punya menjadikannya perempuan yang punya wawasan segudang. Berbagai macam kejadian yang temui, mulai dari budaya yang baru, bahasa hingga pada tata cara orang hidup di berbagai daerah. Menjadi aset yang akan menyokongnya tumbuh sebagai pribadi yang memiliki wawasan luas.

Maka jangan heran jika keinginannyaa untuk bepergian tak selalu di dorong rasa bosan untuk tinggal. Hal lain yang kerap jadi alasan adalah, rasa ingin tahunya akan banyak hal. Selalu ia bayar lunas lewat perjalanan. Dan yang tak kalah penting, ia selalu punya cara untuk bahagia.

 

Hari Bersamanya Tentu Saja Penuh Warna, Karena Ia Punya Segudang Cerita

Bosan dengan cerita keinginan untuk memiliki berbagai macam tas bermerek dan sepatu keluaran terbaru. Bisa jadi mereka yang sedang ada dihadapan jadi bentuk nyata dari pasangan yang mungkin kita inginkan. Bersamanya, hal-hal sepele yang kadang tak penting bisa berubah jadi sebuah topik obrolan yang sungguh sangat berharga. 

Tak hanya sebagai pencerita saja, dirinya juga tentu tak segan untuk menjadi pendengar yang baik untuk kita. Keinginannya untuk mengetaui banyak hal-hal baru, menjadi alasan yang membuatnya selalu tertarik untuk mendengarkan. Dan bersamanya, kita sering lupa sudah berapa banyak waktu yang sudah berlalu. Dengan begitu cepatnya. 

 

Namun Jika Ingin Tetap Bersama, Jangan Pernah Untuk Mengekang Gerak Langkahnya

Menyambangi banyak tempat dan menemukan berbagai macam hal baru, membuatnya menghargai perbedaan dan memiliki pikiran yang jauh lebih terbuka. Kita bebas membahas apa saja, dengan leluasa bersamanya.

Jika sebelumnya kita jadi pihak yang menjatuhkan pilihan untuk mencintainya. Dengannya kita mungkin jadi pihak yang dipilih dimana ia hadir sebagai sosok yang memilih. Akan banyak kejutan yang muncul dari tingkahnya yang memang jadi pemegang kendali atas hidupnya. Sesuatu yang kadang membuat kita berada pada situasi pelik, kala kita mencoba untuk memberinya sedikit masukan untuk tak selalu bepergian.

Alih-alih didengar sebagai saran,ucapan ini sering diartikan sebagai sebuah larangan. Padahal mereka adalah pihak yang tak ingin hidupnya di kekang.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Komunitas

Suzuki Menggandeng Komunitas Agar Acara Berkualitas

Acara memang tak akan meriah bila tidak diisi dengan kelompok yang sumringah. Salah satunya komunitas motor yang hadir di acara Suzuki Bike Meet Jambore Nasional 2018 yang diadakan di international Circuit Sentul. Sebanyak 63 klub turut berkontribusi dan bekerjasama dengan Suzuki Indomobil Sales (SIS).

Dengan tema “Born To Ride, Live To Rock’, SIS mengajak seluruh bikers Suzuki untuk tetap kompak sekaligus bersemangat. Terbukti komunitas yang hadir menstimulus acara menjadi berkualitas dengan keriuhan sekaligus aksi mereka dengan ekspresi bersama tunggangannya.

Tidak hanya klub motor atau komunitas Suzuki saja yang turut serta dalam acara ini sebanrnya tapi secara pengunjung umum. Diperkirakan ada 3.000 bikers yang datang dan memadati sentul tidak hanya untuk berkasi dan berkspresi. Tetapi acara ini juga menjadi ajang silaturahmi.

Dari berbagai kota tetap menyempatkan untuk datang pada acara jambore ini. Berbagai model motor keluaran satria melebur menjadi satu menjadi satuan yang murni tanpa dicampur.

Seperti Pak Tugimin, yang datang bersama komunitas GSX Tanggerang Kota. Ia mengaku jalan pagi-pagi buta untuk menghadiri acara Jambore lantaran menjadi ajang pertemuan yang jarang dilakukan komunitas yang tidak terjangkau jaraknya.

Yohan Yahya, selaku Sales & Marketing 2W Department mengatakan bahwa semangat para bikers tentu menjadi pelecut bagi PT Suzuki Indomobil Sale seperti yang dikatakan Yohan Yahya, selaku Sales & Marketing 2W Department.

“Awal tahun ini kita tunjukan kekompakan dan kekuatan bersama lewat kolaborasi Suzuki dengan puluhan komnunitas motor Suzuki. Seluruh konten yang diadakan di Suzuki Bike Meet 2018 merupakan ide dan kreatifitas yang bersumber dari mereka,” ujar Yohan

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sport

Marquez Berbagi Tips Menghadapi Ganasnya Lintasan Balap MotoGP

Jawara pebalap musim lalu, Marc Marquez, berbagi tips menghadapi ganasnya lintasan balap di kelas MotoGp Bung. Sebagai kelas balap yang paling tinggi, tentu memacu kendaraan secara cepat bukanlah menjadi kunci satu-satunya untuk memenangkan setiap balapan.

Tak hanya perkara motor yang harus disesuaikan dengan karakter pebalap Bung, memiliki badan yang sehat dan bugar juga menjadi salah satu kunci bagi Marquez. Selain ditopang dengan kondisi badan yang fit karena akan mengarungi satu musim panjang dari berbagai lintasan di seluruh dunia, MotoGP pun tentu membutuhkan stamina prima dalam setiap balapannya. Karenanya, menurut Marquez, untuk mendapatkan kebugaran dan kekuatan tubuh ideal dibutuhkan latihan keras yang tepat. Lantaran kalau berlatih terlalu keras pun justru tidak mendapatkan kebugaran, hanya akan memforsir stamina yang berimbas buruk di lintasan. Hal-hal berikut ini pun dilakukan Marquez untuk persiapan menghadapi balapan MotoGP 2018 yang akan digelar beberapa bulan lagi.

Ternyata Latihan Motocross Juga Penting Untuk Membangun Reaksi Cepat Dari Pebalap

Sumber : Dirtrider.com

Menurut Marquez untuk dapat selamat dari kecelakaan yang kerap terjadi di lintasan, pebalap harus meminimalisirnya dengan selalu siap. Dalam artian, paham akan posisi jatuh dapat meminimalisir cidera yang bisa berakibat fatal. Seperti bereaksi cepat dan bertenaga, melindungi posisi tangan yang merupakan bagian vital juga penting dilakukan. Menurutnya hal itu bukan hanya dicapai dengan meningkatkan kebugaran di gym, namun berlatih motocross juga penting. “Berlatih juga penting, bukan hanya di gym, tapi juga berlatih motocross. Motocross sangat membantu saya bereaksi dengan cepat,” kata Marquez.

Meningkatkan Konsenstrasi Di Setiap Balapan Juga Perlu Agar Tak Jatuh Gelagapan Bung

Sumber: Redbull.com

Konsentrasi harus dijaga selama balapan yang biasanya berlangsung antara 1 sampai 2 jam. Tidak hanya memperhatikan kompetitor seperti pebalap lainnya yang ingin menyelinap masuk di setiap kesempatan. Pebalap harus bisa melihat tikungan yang beresiko tinggi mengakibatkan crash di setiap trek. Jadi, jika pebalap akan menikung ia pun harus berhati-hati agar tidak mengalami kecelakaan. “Jelas, Anda tidak bisa terus berkonsentrasi 100 persen sepanjang balapan dan dengan tensi tinggi. Pada akhirnya, hal seperti itu justru membuat Anda tak nyaman di motor. Namun, ada momen ketika Anda bisa melihat ketika menikung dengan panas dan saat itu perlu menambah konsentrasi, yang akan membantu Anda terhindar dari crash,” ungkap Marquez dikutip Redbull.

Variasikan Latihan Untuk Lebih Fokus Dan Bersenang-senang

Keseimbangan menjadi hal yang tak boleh dilupakan seorang pebalap. Marquez pun mengatakan bahwa ia berlatih guna meningkatkan keseimbangan seperti bersepeda, berlari, dan gym. Ketiga latihan dikombinasikan untuk membuat pebalap berada di level yang bagus. “Latihan kami berbasis bersenang-senang” imbuh Baby Alien (julukan Marc Marquez). Namun setiap porsi latihan yang telah ditetapkan setiap pekan harus dirubah agar tidak terjebak dengan rutinitas. “Jika terus menghadapi rutinitas, badan akan lelah dan itu terjadi otomatis. Anda harus mengubah latihan dan hal-hal lain, karena itu akan membantu Anda lebih fokus dan lebih bersenang-senang,” ungkap Marquez.

Terdapat Alasan Mengapa Bobot Mesin Juga Diperhitungkan

Sumber : SQmotor.com

Ini juga menjadi alasan kenapa bobot mesin yang digunakan Marquez bukan bobot yang berat. Sebenarnya timnya sendirilah yang menginginkan hal itu. Karena berat badan pebalap harus disesuaikan dengan kebutuhan motor, sehingga tidak perlu bobot yang berlebih untuk menjaga kestabilan di setiap balapan.

“Anda tidak perlu kekuatan lebih dari yang dibutuhkan, karena jika Anda mendapatkan otot (mesin), Anda kehilangan aerodinamika. Anda bertambah gemuk – Anda harus mencari kompromi,” ujar Marquez.

Ternyata Ada Satu Anggota Badan Pebalap Yang Harus Benar-benar Dijaga Bung

Sumber : Asphaltadnrubber.com

Ada bagian tubuh pebalap yang begitu diperhatikan dan tak banyak diketahui orang awam. Lengan bagian bawah. Lantaran bagian lengan bawah tidak diperuntukkan untuk mengangat hal-hal berat karena bisa terkena Sindrom Carpal Tunnel. Sindrom tersebut adalah suatu kondisi yang menyebabkan mati rasa, geli, kelemahan, dan nyeri tangan yang diakibatkan oleh tekanan pada saraf median yang ditemukan di pergelangan tangan.

“Tapi saya ingin mengatakan sesuatu kepada Anda: ini terkait dengan konstitusi fisik Anda, karena saudara laki-laki saya melakukan pelatihan yang sama persis seperti saya dan dia harus menjalani operasi tapi saya tidak pernah memiliki masalah,” curhat Marquez.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Dating & Relationship

Kalimat Yang Memikat Hati Si Nona, Tidak Gombal Tapi Sedikit Nakal

Tidak hanya terlihat dari perlakukan dan perhatian saja namun laki-laki juga terkadang dapat memikat hati lawan jenis lewat kalimatnya. Bukan sebagai bentuk gombal atau rayuan. Tetapi kalimat yang disuguhkan merupakan bentuk kejujuran apa yang dirasakan oleh laki-laki kepada perempuan. Lucunya, banyak perempuan yang tahu kalau laki-laki itu rata-rata gombal, tapi masih saja termakan dengan gombalannya kan?

Tapi kalimat ini sekali lagi bukanlah suatu gombalan Bung. Ditengarai dapat memikat hati si nona dengan membuat mereka terkapar lemas di setiap akasara. Meskipun tidak terlalu puitis bahkan terkesan nakal, tapi kenakalannya juga masih sah saja dalam ruang lingkup berhubungan tanpa ada unsur mendiskreditkan. Yang jelas, kalau Bung praktekkan bisa jadi si nona akan tersipu malu. Nggak percaya?

“Kamu Selalu Seksi Setiap Hari…”

Tiap hari si nona tampil menawan dengan gaun yang memperlihatkan beberapa lekuk tubuhnya, bahkan tanpa gaunnya saja nona selalu membuat Bung terheran-heran karena selalu mempesona. Hingga Bung tidak sabar untuk menyangjungnya. Kalimat, “Kamu seksi setiap hari…” menjadi ucapan yang ditunggu-tunggu oleh nona? Ya bisa saja, sebab ia tentu ingin orang terdekatnya menyadari kemolekan tubuhnya.

Meskipun seksi agak menyerempet dengan hal-hal yang sedikit nakal. Itu tidak membuat si nona merasa malu karena dijadikan objek tertentu, tanpa perlu disebutkan Bung tahu lah kalimat ini mengarah ke mana. Tapi si nona merasa percaya diri karena ia tidak tampil perlu tampil berlebihan untuk mendapatkan pujian akan keindahan tubuhnya.

“Aku Ingin Memelukmu Dari Belakang,”

Beberapa adegan film Hollywood yang bergenre romantis, pasti ada saja bagian film yang memperlihatkan perempuan dipeluk dari belakang oleh laki-laki. Bahkan tak hanya memeluk saja, tapi kecupan di pipi juga ditambahkan sebagai satu paket istimewa yang kerap dilakukan laki-laki. Biasanya adegan film ini selalu muncul di setiap scene pagi hari.

Bisa salah atau benar, mungkin saja si nona ingin dipeluk dari belakang seperti adegan film Hollywood yang menjadi konsumsi visualnya. Karena di film Hollywood adegan tersebut dibungkus hal yang romantis, bisa jadi membuat si nona berfikiran tentang bagaimana sensasi dan kesannya ketika dipeluk dari belakang. Tak pelak, adegan ini juga menjadi intro di beberapa film sebelum berakhir di ranjang.

“Aku Ingin Mencium Kening Dan Bibirmu…”

Mencium memang agak sensitif karena banyak tafsir yang menyebutkan apa bedanya ciuman yang dilakukan di bibir dan di kening. Ada yang bilang ciuman yang dilakukan di kening lebih kepada rasa sayang dan rasa tak ingin kehilangan atau cinta yang tulus, sedangkan di bibir hanya memperlancar arah nafsu laki-laki belaka.

Kedua hal itu tidak dapat dipastikan. Namun, si nona bisa saja senang ketika Bung mengatakan ingin memberikan ciuman meskipun terkesan liar, apa lagi yang dilakukan di bibir. Bahkan menurut 1health.id, produksi hormon oksitosin atau hormon bahagia dapat dipicu melalui sebuah ciuman. Jadi tidak hanya membuat si nona malu karena Bung membujuk untuk melakukan sentuhan bibir, tapi juga bisa membangkitkan rasa bahagianya.

“Nyaman Ketika Berpelukan Denganmu Sambil Tiduran,”

Banyak hal romantis yang dapat dilakukan setiap pasangan salah satunya adalah cuddling, berpelukan mesra di ranjang ini memang menimbulkan rasa nyaman. Bahkan kerap dilakukan sehabis melakukan hubungan intim Bung. Si nona memang paling senang ketika dipeluk. Karena dekapan mesra yang diberikan memberikan kesan melindungi dan menghangatkan.

Ketika Bung mengatakan “Nyaman ketika berpelukan denganmu sambil tiduran,”, kemungkinan besar si nona merasakan hal yang sama seperti yang Bung rasakan. Karena dekapan mesra memang kegiatan romantis yang paling syahdu.

“Aku Kangen Kamu.”

Kalimat “Aku kangen kamu.”, memang simpel dan standar namun memiliki makna yang mendalam untuk yang mendengar. Rasanya, orang yang dirindukan adalah pribadi yang selalu diharapkan ada dan dirindukan setiap waktu. Apa lagi ketika si nona mendengar kalimat ini, langsung dari bibir anda Bung. Otomatis ia akan merasa menjadi orang  yang teristimewa.

Mengutarakan rasa kangen kepada nona terkadang selalu disalahartikan oleh beberapa orang, bahwa kangen sebenarnya rasa ingin berhubungan intim yang dihaluskan. Walaupun tidak semuanya seperti itu, tetap saja ada kesan nakal jadinya ketika seseorang ingin mengutarakan rasa rindu.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Inspiring Men

Menipisnya Batas Hoax Dan Seni Di Tangan Agan Harahap

No Pict Hoax! Bung masih memegang teguh istilah ini? Yakin kalau sudah dilengkapi dengan foto dan gambar bisa dipastikan sebuah informasi tersebut valid dan pasti bukan berita bohong? Coba bung simak foto di bawah ini!

Foto itu memang sempat bikin heboh jagat maya. Malah beberapa media massa besar sempat kecele berat dan berpikir peristiwa tersebut asli terjadi. Yup, foto itu tak benar-benar ada. Foto itu hasil kreativitas digital imaging seorang Agan Harahap.

Yup, Agan Harahap adalah seniman visual kontemporer yang bergerak di bidang manipulasi foto. Ia bukan hanya sekedar tukang edit foto yang kini mulai marak bertebaran di internet. Karyanya sudah dipamerkan di beberapa lokasi bahkan hingga ke manca negara macam Singapura, Cina, Portugal hingga Jerman.

Apa yang membedakan karya Agan dengan yang lainnya? Layaknya seniman adiluhung jaman dahulu, ia merespon kejadian di sekitarnya dan menuangkannya dalam karya. Jadi karya-karya Agan tak sebatas mengedit foto dan memanipulasinya, tapi Agan berbicara mengenai kondisi situasi sosial sekitarnya. Ia berusaha menangkap realita sekaligus memadukannya dengan harapan orang-orang sekitarnya.

“Posisi seniman kontemporer itu jelas. Intinya memang merespon tentang apa yang terjadi di era itu. Contohnya ketika agama mendominasi semuanya, maka gambar pada era Caravaggio atau Michelangelo tiba-tiba isinya ketuhanan semua. Lalu kenapa tiba-tiba gambarnya Van Gogh adalah impresi? Ya karena eranya memang sedang begitu. Saya juga seperti itu. Saya mendapatkan semua isu dari timeline, dan saya kembalikan lagi ke timeline” Tutur Agan ketika kami menemuinya di sebuah kamar hotel di bilangan Jakarta.

Maka jangan heran kalau image yang diolah Agan selalu mengundang decak kagum sekaligus cercaan sebagian orang lainnya. Karena meski image yang diolah hasil manipulasi, namun ide dan ceritanya terasa dekat dengan situasi yang sedang terjadi. Apalagi hasil editan Agan memang sangat halus dan membuat mata sulit membedakannya dengan yang asli.

Uniknya Agan mempelajari keahliannya secara otodidak. Bahkan bisa dibilang awal perkenalannya dengan olah foto dan digital imaging termasuk “kurang ajar”. Semua diawali ketika ia kuliah di jurusan Desain Komunikasi Visual. Ketika itu salah satu mata kuliahnya memberikan tugas fotografi.

Masalahnya, pria batak satu ini membenci fotografi dan lebih doyan menggambar. Ia bahkan tidak bisa memotret dan tak punya kamera. Nah, agar bisa lulus mata kuliah tersebut, hasil karya temannya yang tak terpakai dipinjamnya dan dia klaim sebagai karyanya. Dari situlah ia belajar mengedit brightness, contrast, hingga akhirnya belajar cara menyeleksi, memotong, lalu memindahkan ini-itu.

Aksi ‘nakalnya’ ini berlanjut ketika ia memasuki dunia kerja. Salah seorang kawannya menawarinya untuk menggantikan posisinya itu sebagai fotografer di Majalah Trax. Padahal hingga saat itu pun, Agan belum juga menguasai fotografi. Bukannya menolak, ia malah mengiyakan tawaran ini. Kembali main akal-akalan, ia meminjam portofolio temannya yang fotografer sungguhan. Dan gawatnya ia malah lolos seleksi dan dipanggil ke majalah tersebut untuk di interview.

“Temen-temen gua tahu kalau gua nggak bisa motret. Cuma gua waktu itu diminta buat gantiin temen gua di Trax, namanya Bayu Adhitya. Akhirnya gua pinjem portofolio temen-temen gua dan gua persentasiin di depan user MRA (perusahaan yang membawahi Trax) sekaligus fotografernya, Harry Subastian. Tiba-tiba gua malah dipanggil, ya mati lah gua haha jadi fotografer tapi gua nggak bisa motret haha,” Celoteh Agan.

Namun pada akhirnya Agan mulai kesulitan main kucing-kucingan soal skill fotografinya ini. Meski dari diterima kerja hingga setahun berlalu foto hasil manipulasi editannya berhasil lolos dan ditayangkan di majalah tersebut, tapi Agan mulai bermasalah menjawab pertanyaan orang-orang sekitarnya.

“Ketika gua selesai motret, mas Harry atau yang gua potret langsung minta lihat hasilnya di kamera. Gua selalu ngeles dengan alasan ‘rahasia perusahaan’. Padahal gua melakukan itu karena nggak PD (Percaya Diri) sama hasilnya. Soalnya gua ngaco banget motretnya. Hari pertama gua bertugas saja, gua tidak tahu cara menyalakan lampunya. Pokoknya gua motret pakai mode auto saja. Makanya gua selalu membawa komputer ke mana-mana untuk edit foto sampai naik cetak, selalu begitu,” ungkap Agan sambil tertawa.

Dari sinilah akhirnya Agan mulai belajar soal fotografi. Seperti setting lampu studio, mensinkronisasikan dengan kamera dan teknik lainnya. Karyanya pun makin ciamik dengan keahlian memotretnya tersebut.

Dengan makin sulitnya membedakan karyanya dengan foto asli, Agan juga sadar penuh bahwa karyanya harus bisa dibedakan dengan akun-akun penyebar Hoax yang gemar mengedit gambar. Untuk itu ia selalu melengkapi foto hasil editnya dengan narasi yang menggelitik sekaligus memberikan petunjuk bahwa foto tersebut hasil digital imaging. Narasi ini juga memperkuat realita dan harapan yang ada di masyarakat.

“Kalau gua nggak bedain apa bedanya gua dengan akun hoax. Seperti ketika gua mengedit foto Habib Riziq dengan Raja Salman. Karena gua ngelihat beberapa media yang mengatakan kalau Raja Salman ke indonesia mau ketemu Habib karena dia adalah keturunan Nabi Muhammad, tapi kan nggak mungkin dong. Karena tujuan kunjungannya sebenarnya ingin ketemu Jokowi. Akhirnya dengan ada berita seperti itu, berarti kan ada harapan. Ya harapan mereka gua wujudkan, (tapi) dengan klue Lion Air (Raja Salman naik Lion Air). Ya harusnya orang berpikir, nggak mungkin sekelas Raja naik Lion Air. Tapi sudah diberi clue seperti itu pun banyak yang ‘kemakan’ sama foto gua,” imbuhnya.

Pada intinya Agan hanya berusaha menggambarkan situasi yang terjadi di sekitarnya. Menangkap harapan sekaligus realita yang ada di tengah-tengah masyarakat. Dan bicara soal harapan bisa jadi itu postif maupun negatif. Ada saja misalnya harapan untuk lawannya ‘terpeleset’.

“Ketika ada foto Habib dan Ahok bersalaman, banyak yang bilang, “Hoax nih! Fitnah nih!” Padahal gua bukan mendobrak norma, cuma menggali norma yang telah terlupakan. Seperti persahabatan islam sama kristen yang sudah terjalin sejak dulu. Ketika ada foto Ahok dipeluk Megan Fox dan dicium Miley Cyrus, wah Ahokers marah-marah, ‘Bohong nih!’ sementara kubu satunya bilang, ‘Nih buktinya’. Nah di wilayah macam itu lah saya selalu. Kadang-kadang saya memberi harapan supaya benar-benar terjadi, tapi kadang memancing supaya jadi perang. Gua selalu mencampurkan air dan api di karya-karya gua ” tuturnya santai.

Mengingat ‘panasnya’ area seni yang dijalaninya, Agan selalu memikirkan masak-masak karya yang akan ditelurkannya. Ia berusaha memahami batasan-batasan dan bahasa-bahasanya, apakah terlalu vulgar atau tidak. Dengan berusaha memikirkan batasan ini, karya Agan malah seringkali di apresiasi oleh ‘korbannya’.

Salah satu karya yang membawa imajinasi adalah ketika Agan mengunggah foto editannya bersama James Hatefield, vokalis Metallica yang sedang party di apartemen lewat blog pribadinya. Berselang sekian tahun, Agan justru berkesempatan bertemu dengan Metallica secara langsung. Dengan berani Agan menujukan hasil edit fotonya kepada personil Metallica.

“Gua kasih liat foto editan gua pas Robert Trujillo foto bareng Jusuf Kalla dan dia jawab I dont remember, where you taken this?” katanya sambil tertawa.

Demikianlah bung seharusnya meresapi karya seni yang ditelurkan Agan Harahap. Melihatnya sebagai gambaran situasi dan harapan yang terjadi di tengah masyarakat, tanpa melihatnya sebagai senjata untuk menyerang lawan. Ketika kita memperlakukannya demikian, bisa jadi kita malah akan tersenyum ketika menyadari bahwa kita telah dimanipulasi oleh Agan Harahap.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

Yomamen.com adalah majalah online khusus pria Indonesia. Lahir dari keinginan untuk menyediakan tulisan khas laki-laki Indonesia. Membahas sekaligus mengkritisi urusan maskulinitas dan gaya hidup pria modern.

Facebook

Copyright © 2017 Yomamen.com

To Top