Narasi

Suara dari Jauh: Disini Tak Riuh, Tapi Kerap Membuat Rindu

Ketika Bung sedang mengagungkan kehidupan dan pekerjaan tenang di dalam ruangan, di tempat lain ada kawan yang justru sedang berjuang dengan suasana berbeda. Hidup jauh dari hingar bingar kota, hingga terlambat mendapat berita.

Bung mungkin sudah bisa menerka, siapa kawan yang sedang kami ingin bicarakan. Orang-orang ini adalah mereka yang kerap menahan rindu tatkala berada jauh dari rumah. Mulai dari bekerja di dalam hutan atau di tengah laut selama berbulan-bulan.

Hal-hal yang mungkin jarang Bung perhatikan, jadi sesuatu yang justru mereka rindukan. Kali ini coba simak bagaimana para kawan ini menuturkan keluh kesah yang mungkin tidak pernah Bung rasakan.

Dewo Setiawan, 25 Tahun – Bekerja di Tambang Migas

Konon pekerjaan ini bisa jadi tiket emas untuk meluluhkan hati calon mertua. Tapi bagi Bung Dewo hal tersebut tak selamanya berlaku. Ia merasa bahwa sektor migas tak sekuat dulu, sebab dunia perminyakan telah turun secara global. Tapi terlepas dari hal tersebut ada hal lain yang kerap membuatnya gusar, yakni rindu.

Berada di dalam tambang hingga berbulan-bulan, rindu jadi seseuatu yang sulit ia lawan. Dan salah satu hal yang sering membuat ia merindukan suasana ramai di luar adalah bertemu dengan sahabatnya meski hanya sekedar bertukar sapa saja.

“Ya, kadang rindu suasana keramaian. Apa lagi momen bercanda dan ngobrol tiap kali coffee time bareng teman,” akunya jujur.

Namun ketika ditanya, apakah ada keinginan untuk berpindah pada bidang pekerjaan lain. Bung yang satu ini menjawab akan tetap bekerja pada migas. “Lagi pula semua pekerjaan sama saja, tergantung niat dan hati kita.” katanya dengan mantap.

W. Pardede, 25 Tahun – Bekerja di Tugboat

Tak jauh berbeda dengan Bung Dewo, laki-laki berdarah Batak yang satu ini juga mengutarakan hal yang sama. Kerinduan-kerinduan pada dunia luar, dan masa muda yang tak seperti orang lain rasakan.

Diusianya yang sudah menginjak 25 tahun, ini adalah tahun kedua Bung Pardede menghabiskan separuh waktunya di tengah laut bersama dengan rekan-rekannya. Laki-laki yang bekerja pada kapal Tugboat ini mengungkapkan bahwa pada beberapa kesempatan yang ia tak sadar, dirinya sering merasa ingin pulang ke rumah karena rindu.

“Yang saya rindukan, ya bisa berkumpul bersama orangtua, keluarga dan teman-teman. Termasuk juga pacar,” katanya dengan agak ragu-ragu.

Namun selain rindu yang katanya kerap membuat ia mendadak melow, hal lain yang ia syukuri dari pekerjaannya kini, ia bisa menjajaki banyak tempat di dalam dan luar negeri.

“Yang membuat saya tertarik bekerja di laut disamping bekerja, saya bisa berkunjung ke berbagai tempat.”

Sedikit berbeda dengan Bung Dewo, Laki-laki dari Pematang Siantar ini berkata jika nanti ada kesempatan lain, ia ingin mencoba bidang pekerjaan lain. Dengan catatan itu adalah sesuatu yang dicintainya, dan bisa membawanya bepergian juga.

Raymond Limdes, 26 Tahun – Bekerja di Tambang Batubara

“Di sini semua ada, tapi sinyal dan internet susah, itu pula yang membuat saya sering rindu akan rumah.”

Jadi kalimat pertama yang beliau sampaikan di percakapan kami lewat WhatsApp beberapa minggu lalu. Mendengar perkataannya yang mengatakan semua ada, kami penasaran untuk mengorek informasinya lebih dalam.

Dan benar saja memang, menurut pengakuannya tempat kerja yang telah 2 tahun terakhir ia anggap sebagai rumah, fasilitasnya cukup nyaman. Sehingga mau pulang jam berapa pun ia tidak pernah khawatir tak bisa makan, sebab ada orang yang memang ditugaskan untuk memastikan segala kebutuhan terpenuhi selama berada di dalam tambang.

Tapi ya itu, jauh dari keramaian dan rumah tempat kita dibesarkan akan tetapi jadi kerinduan. “Saya hanya rindu keluarga, terlebih ibu dan masakannya. Jika di rumah saya bisa mendengar suara beliau setiap hari. Disini hanya bisa sekali dalam seminggu, itu pun saya harus keluar ke arah perkampungan. Jaraknya kurang lebih 2 jam kalau naik mobil.”

Laki-laki yang mengaku masih tak punya pacar ini bercerita jika kerinduannya tak seberat kerinduan laki-laki lain yang sudah menjadi ayah. “Saya kan cuma rindu bapak dan ibu saja, beda dengan teman saya yang lain. Sudah rindu orangtua, rindu istri, rindu anak pula. Tantangannya lebih berat.”

Bahkan menurutnya, seorang temannya yang sudah menjadi ayah pernah terlihat menangis secara tiba-tiba, ketika mendapat berita bahwa istrinya hamil. Ketika ia mencoba bertanya, alasan mengapai sang teman menangis, laki-laki itu menjawab, “Saya sedih saja, tak bisa menemani sang istri selama proses kehamilan nanti.”

Seakan tak bisa menjawab apa-apa, laki-laki yang Desember nanti genap berusia 26 tahun ini hanya dapat mengusap bahu sang teman sambil mengucapkan beberapa kalimat semangat.

 

 

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Karena Penelitian Menyebut Kecerdasan Itu Sexy

Sebagian orang masih mengasosiasikan “pintar dan cerdas” itu dengan tampilan kaku macam kutu buku. Padahal sesungguhnya saat ini banyak tokoh-tokoh yang lekat dengan kecerdasan macam Elon Musk atau Mark Zuckerberg yang justru dianggap menarik dan sexy.

Beberapa penelitian juga bahkan menunjukan hal ini. Salah satunya adalah penelitian yang digagas psikolog Gilles Gignac, Joey Darbyshire, dan Michelle Ooi dari University of Western Australia. Mereka menemukan bahwa orang-orang dengan IQ tinggi memiliki skor tinggi dalam hal keseksian ketika dinilai oleh orang lain.


“Kecerdasan” Menjadi Faktor Kedua Daya Tarik Setelah “Kebaikan”

Penelitian tentang kecerdasan dan daya tarik di atas melibatkan sedikitnya 10 ribu peserta dari 33 negara di dunia. Salah satu temuan menariknya adalah para peserta penelitian menempatkan “smart” di nomor dua sebagai daya tarik.

Posisi ini hanya dikalahkan oleh faktor “kebaikan dan pengertian” yang menempati urutan nomor satu. Jadi sesungguhnya dengan menjadi baik dan terus melatih kecerdasan sudah bisa membuat orang lain tertarik kepada kita.

Salah Satu Indikator Kecerdasan Adalah Selera Humor

Dalam penelitian itu juga ditanyakan mengenai indikator apa yang digunakan untuk menilai seseorang cerdas atau tidak. Sebagian menyebut bahwa salah satu indikator yang digunakan untuk menilai kecerdasan seseorang adalah selera humornya.

Karena mereka yang cerdas selalu berpikiran terbuka dan orang yang berpikiran terbuka ini cenderung punya selera humor yang baik. Mereka yang smart juga dikatakan tidak akan mudah tersinggung dan aspiratif terhadap ide-ide baru.

Tak Cuma Pada Individu, “Smart Dan Sexy” Juga Kini Diterapkan Pada Hal Lain

Perpaduan menarik ini tak cuma ditemui dalam urusan penggambaran individu seseorang. Karena kini banyak sektor juga menerapkan konsep ini. Coba tengok misalnya gadget yang selalu menemani kita.

Dahulu mungkin handphone hanya digunakan sebagai alat komunikasi suara dan teks. Kini perkembangannya sudah jauh lebih dari itu. Mulai dari mengakses internet, sosial media, pesan makanan, penunjuk arah hingga fungsi lainnya yang dulu hanya impian.

Tapi toh kamu juga tak mau hanya menggunakan gadget yang cerdas saja bukan? Begitu banyak pilihan ponsel cerdas, tentunya kamu juga memilih yang di desain menarik lagi sexy. Karena hal tersebut juga menunjukan jati diri.

Bahkan Meluas Hingga Urusan Tata Kota Juga Tersentuh Unsur Kecerdasan

Familiar dengan istilah Smart City? Yup inilah konsep yang diinisiasi oleh Suhono S. Supangkat dari ITB. Kota tak lagi hanya menjual soal “keindahan dan kecantikan” namun juga harus bersifat smart.

Menurutnya, Smart City adalah kota yang bisa mengelola Sumber Daya Alam (SDA), Sumber Daya Manusia (SDM) dan sumber daya lainnya sehingga warganya bisa hidup nyaman aman dan berkelanjutan.

Seperti adanya transparansi dan partisipasi publik, transportasi publik, transaksi non tunai, manajemen limbah, energi, keamanan, data dan informasi. Hal ini dapat didukung melalui teknologi informasi dan komunikasi. Terbayang menyenangkannya hidup di kota yang di tata macam ini bukan?

Tak Mau Ketinggalan, Urusan Kendaraan Juga Harus Mengadaptasi Ini

Soal “smart dan sexy” ini juga merambat ke urusan kendaraan. Mengingat hal ini melekat dengan kita dan digunakan juga untuk berativitas sehari-hari. Wajar rasanya jika konsep ini juga diterapkan pada kendaaraan kita.

Ambil contoh Yamaha Lexi yang mengusung konsep “Smart is The New Sexy” yang bermakna bahwa sexy tidak hanya tentang penampilan melainkan tentang karakter, sikap dan pola pikir yang Smart. Yamaha Lexi mempunyai 3 pilar konsep Utama

Untuk Smart & Sexy Design, Motor ini mengkombinasikan unsur Luxury dan Elegan dengan bobot yang paling ringan di kelas MAXI YAMAHA. Tampilannya yang berkelas ditunjang desain lampu Grand LED Headlight ditambah eye line biru yang menawan memperkuat kesan mewah dan elegan. Apalagi untuk tipe Lexi-S, desain joknya  memadukan dua tekstur kombinasi yang disatukan dengan motif jahitan elegan membuat tampilan motor menjadi lebih berkelas.

Tak cuma tampilan karena yamaha Lexi ini punya Smart Features. Untuk Varian Yamaha Lexi-S dibekali fitur Smart Key System yang merupakan sistem kunci tanpa anak kunci alias keyless. Kunci ini juga sudah disematkan fitur Immobilizer dan Answer Back System untuk memudahkan pengendara mencari posisi parkir motor.

Berkendara dalam jarak jauh juga kini tidak perlu khawatir karena Yamaha Lexi memiliki bagasi yang luas dan lega untuk menampung barang bawaan lebih banyak. Apalagi, Yamaha Lexi menjamin pengendara tetap terhubung melalui Smartphone karena dilengkapi Electric Power Socket untuk mengisi daya gadget.

Urusan dapur pacu diserahkan pada Smart Engine. Dari segi performa mesin, Yamaha Lexi menggunakan mesin generasi baru Blue Core 125 cc yang disempurnakan Variable Valve Actuation (VVA). Mesin ini secara cerdas akan membuat aksi berkendara lebih efisien, bertenaga dan handal dengan tenaga dan torsi maksimum di setiap putaran mesin. Apalagi Yamaha Lexi dilengkapi Liquid Cooled 4 Valves (LC4V) yang membuat suhu mesin lebih stabil dan performa lebih maksimal.

Tak berhenti disitu Yamaha Lexi dibekali fitur canggih Stop & Start System (SSS) berfungsi untuk mengurangi konsumsi bahan bakar yang tidak perlu pada saat motor sedang berhenti. Apalagi ditambah Smart Motor Generator (SMG) membuat suara motor lebih halus saat dinyalakan. Kalau masih penasaran soal motor satu ini kamu bisa lihat detailnya di halaman ini!

Jadi bagaimana? Kamu sudah siap mengikuti trend smart is the new sexy ini?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Mesin DOHC Membuat Suzuki Satria Semakin Menawan di Kelasnya

Keperkasaan motor Suzuki Satria series tak perlu dipertanyakan lagi. Motor ini sudah punya penggemar setia yang selalu mengikuti perkembangannya bahkan sejak era 2 tak. Pun saat memasuki era 4 tak, Suzuki Satria tetap menawan di hati penggemarnya, yaitu mereka yang tetap ingin memilih motor bebek namun ingin terlihat gahar.

Tahun lalu, Suzuki bahkan memenuhi impian para penggemar Satria dengan meluncurkan Satria F150. Saat itu ada perubahan tampilan yang dilakukan demi meraih segmen pasar yang lebih muda. Satria tetap dianggap bebek garang bukan semata karena tampilannya saja. Faktor kunci lainnya yang membuat motor ini tetap menawan adalah teknologi mesin yang dibenamkan. Pabrikan Suzuki memilih mesin DOHC sebagai mesin pendukung kuda besi yang satu ini.

Berkat Mesih DOHC, Suzuki Satria Semakin Tangguh dalam Urusan Mesin Motor di Kelasnya

Mesin DOHC, atau Double Over Head Camshaft merupakan mesin yang berada satu piston dan mempunyai dua pasang over head. Mesin ini punya empat klep dimana dua kelpnya mengatur keluaran gas buang menuju knalpot dan dua lainnya mengatur masuknya bahan bakar.  Motor yang dibenamkan mesin ini akan memiliki nilai RPM dan top speed lebih tinggi ketimbang yang SOHC.

Para Bung yang Suka Kecepatan di Jalanan Akan Sangat Cocok dengan Mesin yang Satu Ini

Untuk Bung yang menyukai kecepatan saat berkendara, tak usah risau kendati bahan bakar yang diperlukan untuk mesin ini jauh lebih besar. Sebab tenaga yang dihasilkan pun sepadan dengan bahan bakar yang diperlukan, bahkan kalau dibanding SOHC, kuda besi bermesin DOHC seperti Suzuki Satria akan memiki kekuatan yang jauh lebih mumpuni. Hal ini karena penyaluran bahan bakar ke mesin dan penyaluran gas buang ke knalpot lebih besar.

Aliran Udara yang Masuk Lebih Baik, Membuat Motor Menghasilkan Tenaga yang Lebih Apik

Kehadiran empat klep pada mesin DOHC sangat membantu bagi motor yang diciptakan untuk memacu kecepatan. Faktor utamanya karena aliran udara pada motor yang memakai empat klep lebih baik dibanding dengan motor yang hanya memakai dua klep. Dengan teknologi semacam ini, tentu membawa pengaruh yang siginifikan karena udara yang masuk dan keluar dari ruang bakar lebih baik dan secara otomatis performa mesin pun meningkat.

Tak Perlu Hitung Untung Rugi, Sebab Performa Motor Bermesin DOHC Tak Akan Membuat Bung Merugi

Urusan suku cadang dan preparasi mungkin membutuhkan biaya lebih besar. Belum lagi biaya produksi dan perawatan motor dengan mesin ini pun lebih mahal. Namun performa dari motor berteknologi DOHC tidak main-main bung.

Secara performa, tentu sangat jauh lebih maju ketimbang SOHC, mesin DOHC ditengarai memiliki karakter yang agresif dan lebih stabil di putaran mesin atas. Sistem kerja mesin ini menyuplai tenagah penuh seiring dengan supai bahan bakar yang masuk. Jadi wajar saja kalau mesin DOHC menggerakan piston pada fase intake dan exhaust lebih besar dan akurat.

Jadi, Inilah Saatnya Bung Bangga dengan Kuda Besi Milik Bung Sendiri

Setelah membaca ulasan di atas, sudahkah Bung terpikir kira-kira motor apa yang sangat rekomendasi untuk dimiliki bagi petarung ibu kota. Bagaimana dengan Suzuki Satria 150? Cocok untuk Bung yang masih menyimpan jiwa muda penuh semangat. Bayangkan, mesin Suzuki Satria 150 ini tetap setia mengusung tema Hyperunderbone. Dapur pacu tetap bertenaga ekstra lewat pemilihan 1150 cc DOHC 4 valve.

Semburan tenaganya bisa mencapai 13,6 KW pada 10 ribu RPM. Sementara torsinya mencapai 13,8 KW pada 8500 RPM. Sistem bahan bakarnya menganut injeksi dengan pengapian standar euro 3.

Jadi, apa lagi yang harus diragukan lagi bung?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Tampil Fancy Demi Takhlukkan si Nona Pujaan Hati

Pernah tidak, bung bermimpi mendapat pasangan yang cantik jelita bak putri raja? Bermimpi seperti itu sah-sah saja lho. Tinggal seberapa berani dan percaya diri Bung mendekati si dia. Nah, demi mendapatkan perhatian perempuan, bung harus siap-siap berusaha sekeras mungkin. Karena tidak ada yang tahu berapa banyak saingan Bung demi memenangkan hatinya.

Coba bercermin dulu bung, sekiranya mungkin ada dari gaya Bung yang memang perlu diperbaharui sedikit. Fancy bukan soal mewah saja. Percuma juga penampilan mewah tapi Bung tidak mengerti caranya menakhlukkan hatinya. Dari sekian banyak cara yang bisa Bung lakukan, setidaknya utamakan lima hal ini.

Jadilah Sosok yang Percaya Diri

 

Your confidence is your deadly secret weapon.

Kalimat barusan bukanlah rekayasa atau kata-kata pemanis belaka, Tapi fakta lho Bung. Kalau Bung punya rasa percaya diri yang tinggi, hati gebetan yang dingin dan cuek pun bisa luluh karena usaha Bung. Dan akan jadi bahaya kalau Bung tak percaya diri di depan lawan jenis.

Bagaimanapun, sebelum mau merombak gaya demi terlihat oke di depan si Nona, tentulah Bung harus mengantongi rasa percaya diri, kan? Biar bagaimanapun lelaki itu akan sangat jauh terlihat lebih menarik ketika dia sedang berada di tingkat level kepercayaan-diri yang tinggi. Tetap jaga confidence, tetapi jangan sampai over confidence. Karenanya, tunjukkan kepercayaan dirimu dimanapun dan kapanpun. Itulah definisi gaya fancy yang paling sederhana.

Kuasailah Gestur dan Bahasa Tubuh yang Menarik Lawan Jenis

 

Gaya fancy bukan hanya soal beli barang bermerk lalu “dipamerkan” di depan si nona. Tapi justru memunculkan karakter fancy jauh lebih penting. Hal ini akan menaikkan level Bung sebagai lelaki yang berkelas di mata si Nona.

Menurut penelitian, salah satu yang Bung harus kuasai demi mendekati perempuan idaman adalah soal gestur yang berkarakter. Bagaimanapun, bahasa tubuh tidak pernah bohong, karena bahasa yang digunakan dan dibaca oleh manusia adalah bahasa tubuh.

Bahkan nih bung, menurut Albert Mehrabian, Psychology Today, pesan yang disampaikan 7% lewat kata-kata, 38% lewat intonasi, dan 55% lewat facial expression dan body language. Jadi apapun yang Bung katakan tidak akan berpengaruh banyak apabila body language Bung lemah atau tidak meyakinkan.

Pastikan Bung Tahu Jurus-jurus Mencairkan Suasana Saat Sudah Punya Momen Berdua

Bung boleh mengajaknya ke tempat kencan yang mewah dan berkelas, tapi kalau selama kencan nyatanya Bung tak bisa membuatnya merasa tertarik dengan obrolan yang bergulir, bukankah akhirnya justru sia-sia? Karenanya, kuasailah trik menakhlukkan hati si nona dengan pandai mencairkan suasana.

Jangan hanya jadi orang yang pandai bicara alias maunya hanya ingin menguasai pembicaraan, tapi jadilah orang yang pandai berkomunikasi dimana si Nona pun merasa nyaman saat bertukar pikiran dengan Bung. Gaya Bung yang fancy, akan semakin keren lagi kalau Bung pandai dalam hal komunikasi.

Demi Membuat Nona Tertarik, Tak Salah Kok Berusaha Memberikan Penampilan Terbaik

 

Banyak hal yang bisa disampaikan dengan cara Bung berpakaian atau berpenampilan. Dengan selalu tampil keren dan menarik, Bung sudah mendapatkan satu poin plus dimata gebetan. Di lain sisi, jangan anggap remeh kesan pertama. Karena tentu saja orang lain akan menilai kamu pertama kali dari cara kamu berpenampilan.

Kalau di momen kencan pertama Bung mungkin mau beli barang ini itu demi menunjang penampilan, itu tak masalah. Tunjukkan saja  gaya fancy versi Bung. Sebab tentu saja yang Nona lihat pertama kali adalah penampilanmu bukan? Boys have swags, Men have style.

Terakhir, Urusan Kendaraan, Jangan Sampai Salah Pilih ya Bung!

Sebelum dan setelah kencan, pasti Bung disibukan urusan antar jemput si Nona, kan? Karenanya, jangan sampai salah pilih tunggangan. Percayakan saja urusan kendaraan pada Suzuki Nex II. Ada tipe Fancy Dynamic yang setipe dengan gaya Bung lho! Mulai dari Fancy Dynamic Brilliant White, Titan Black, dan Stonger Red.

Varian dari motor Suzuki yang Fancy Dynamic ini, akan jadi salah satu yang menonjolkan kedinamisan dan kreativitas generasi muda zaman sekarang yang makin stylish. Dan sesuai dengan yang bung butuhkan untuk merebut hati di nona pujaan.

 

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Walau Diri Semakin Tua, Bukan Berarti Waktu Main Bung Kan Tiada

Bung pasti sering dengar, kata main-main selalu diidentikan dengan orang-orang yang masih remaja. Seolah-olah, kita yang sudah beranjak dewasa atau tua. Tak lagi pantas untuk pergi jalan-jalan, menekuni hobby masa kecil, atau untuk sekedar ngobrol basa-basi dengan kawan.

Padahal nih bung, dari informasi yang dimuat di TimeofIndia, bertemu dan berkumpul dengan teman di dunia nyata memiliki banyak manfaat untuk kehidupan. Karena itu, pergi menonton atau sekedar bermain dengan teman sebenarnya jadi sebuah penguat emosional dalam jangka panjang pada setiap orang. Tak terkecuali, kita laki-laki  dewasa.

Menjadi tua memang sebuah keharusan, tapi dewasa bukan berarti tak bisa bersenang-senang kan bung?

Usia Bertambah Tak Bisa Dihindari, Tapi Hobby di Masa SMA Tetap Bisa Dinikmati

Seorang kawan yang kini berusia 30 tahun, selalu mengisi akhir pekan dengan main skateboard dengan teman-temanya yang memang kebanyakan berusia dibawah 20 tahun. Satu kali, saat bertemu dengan kawan lain yang katanya sudah dewasa. Ia diolok, “Sudah tua, kok masih main kayak anak SMA”.

Bukannya marah, kawan yang tadi saya ceritakan justru tertawa. Sembari berucap bahwa ia main skateboard karena suka, dan tentu tak mau seperti kawan yang tadi mengoloknnya. Iya, tak bahagia lalu mengurusi hobby kawannya, begitu katanya.

Begini bung, berbagai macam istilah tentang “Jangan kaya anak SMA”, mungkin sering kita dengar. Dilontarkan untuk menanggapi apa yang kita lakukan, hingga jadi senjata yang mungkin meremehkan sebuah kesukaan. Tapi, daripada memikirkan kata orang. Kita tetap bisa menikmati hidup dengan hal-hal yang menjadi kesukaan. Termaksud hobby lama yang memang dicinta. Itu jelas hak bung sendiri, tak perlu risau atas cibiran orang-orang yang tak mampu tetap menjalani hobinya ketika sudah dewasa.

Main Game Tak Berarti Bocah, Toh dari Game Juga Bisa Kaya

Nah, bung pasti sering dengar kan? kalau dewasa katanya jangan main-main saja. Disebut sebagai sesuatu yang tak berguna oleh mereka yang tak suka. Sampai katanya, cuma buang-buang waktu saja. Tak bisa disalahkan memang, jika aktivitas “main game” merenggut waktu yang tadinya bisa kita manfaatkan dengan baik.

Mungkin benar, jika aktivitas kita ini hanya jadi parasit yang menyusahkan. Namun disisi lain, kita pun tak boleh menutup mata. Bahwa ada hal baik yang bisa terjadi dari aktivitas yang hanya sekedar bermain saja.

Yap, bung pasti tahu kan. Diluar sana banyak tukang main game yang justru kaya raya hanya dengan duduk di depan layar komputer dan bermain sepuasnya. Jadi, kedewasaan tak ada hubungannya dengan aktivitas yang dilakukan. Bung tetap bisa memainkan apa yang disukai. Tanpa takut dicap bocah, hanya karena sesuatu yang jadi opini sebagian orang saja.

Lagipula, Setiap Orang Punya Cara Beda untuk Mengartikan Dewasa Bung!

Konon, kedewasaan yang sesungguhnya adalah ketika kita mampu menghargai orang tak sekata. Merayakan perbedaan untuk setuju dengan ketidaksetujuan. Maka jika ada kawan yang masih doyan main, macam bocah sekolahan. Tak perlu diprotes ya bung. Biarkan saja ia bahagia dengan cara dan pilihannya.

Toh, serupa dengan kita ia pun tentu punya hak untuk menentukan apa yang ia suka bung. Tak lagi suka nongkrong di cafe dengan kawan-kawan, tak berarti anda lebih dewasa. Dan kawan yang masih suka main kesana-kesini pun, tak bisa bung dibilang tak dewasa. Semua orang punya ukuran, cara yang berbeda untuk senang, maka tak ada yang berhak untuk menentukan bagaimana ukuran kedewasaan.

Pergi ke Tempat-tempat Baru, Buat Hidup Bung Makin Seru

Demi isi kepala yang tak semakin tegang, sebenarnya bung masih tetap bisa bepergian seperti zaman SMA atau kuliah dulu. Tinggal atur waktu, dan buat janji dengan kawan-kawan. Pun kalau bung ingin pergi sendiri, tentu tak apa. Hanya saja, bung perlu mempersiapkan segala kebutuhan. Dan transportasi untuk ke tempat tujuan jadi sesuatu yang paling penting untuk dipikirkan.

Nah, bicara soal transportasi atau kendaraan. Bung bisa menjadikan Suzuki Adress Playful sebagai kawan bepergian. Bagaimana tidak, roda dua besutan perusahaan otomotif asal Jepang ini, punya solusi untuk menjawab kekhawatiran anda dalam hal memilih kendaraan.

Hadir dengan mesin berteknologi SOHC dengan kapasitas diangka 113 cc. Mantapnya lagi nih bung, penampilanmu bisa kian menarik dengan varian warna yang bisa dipilih sesuai selera. Mulai dari Aura Yellow, Stronger Red, Fresh Green, Macho Bright Blue, Dark Grey, Brilliant White, Luminous Orange, Ice Silver, Majestic Gold hingga Hyper Pink.

Jangan puas dulu, karena selain yang tadi sudah dijelaskan. Suzuki Adress Playfull juga mengadopsi teknologi full injectionnya mampu menekan konsumsi bahan bakar dengan perbandingan kompresi yang mencapai 9.4:1. Maka bepergian yang kata banyak orang hanya buang-buang waktu dan uang, bisa disangkal bung. Karena nyatanya, ada Suzuki Adress Playfull yang bisa menekan pengeluaran selama jalan-jalan.

Waktu Main Tetap Bisa Jalan, Asal Kamu Tahu Aturan

Katanya nih, semakin dewasa kita semakin sedikit pula waktu untuk menyenangkan diri. Momen kumpul dan gila-gilaan bersama teman, mulai jadi sesuatu yang terlupakan. Diganti dengan hal lain yang katanya lebih serius, demi hidup masa depan. Belajar hal-hal lain yang belum diketahui, mengadopsi hidup sehat dan tak lagi makan junk food, atau mulai gabung komunitas-komunitas yang lebih serius macam grup-grup belajar tanam saham.

Tak apa sih bung, kalau memang anda mau jalani hidup dengan hal-hal yang serius. Tapi untuk bung, para tim santai tapi pasti. Jangan pernah merasa rendah diri bung, karena meski sudah sedewasa ini masih suka nongkrong dengan kawan terkasih. Liburan ramai-ramai demi menguatkan hubungan dengan kawan, hingga mencintai semua hobi tanpa batasan umur yang kian bertambah.

Dengan catatan, bung bisa membedakan. Mana hal yang harus diutamakan dengan jam main yang memang bisa dikesampingkan. Ini hanya perkara kemampuan mengatur waktu dan menyelaraskan keinginan bung. Bukan tentang sudah tua dan masih bocah. Wajar atau tidaknya, tetap kita yang tentukan, jangan peduli kata orang.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

Yomamen.com adalah majalah online khusus pria Indonesia. Lahir dari keinginan untuk menyediakan tulisan khas laki-laki Indonesia. Membahas sekaligus mengkritisi urusan maskulinitas dan gaya hidup pria modern.

Facebook

Copyright © 2017 Yomamen.com

To Top