Lebih Tahu

Sosok Legendaris Rudy Badil, Pendiri Warkop DKI Sahabat Soe Hok Gie

Nama Rudy Badil tidak se-populer Dono, Kasino dan Indro di grup Warkop DKI. Namun ia merupakan salah satu pendiri dari grup lawak legendaris dalam sejarah komedi Indonesia. Rudy memang tidak bertahan lama di grup ini karena memiliki demam panggung atau stage fright. Sehingga akhirnya ia mengundurkan diri dan Wakop DKI yang dulu bernama Warkop Prambors harus berjalan tanpa dirinya.

Kini Rudy Badil telah meninggalkan kita semua. Kamis pagi, 11 Juli 2019 ia dikonfirmasi telah meninggal dunia. Jenazahnya disemayamkan di RS Dharmais Jakarta. Tapi bagaimana kisah Rudy Badil dari mendirikan warkop hingga akhirnya mengundurkan diri? bahkan dikenal sebagai sahabat Soe Hoek Gie?! simak di bawah ini.

Bermula dari Melucu Untuk Menghibur Teman-teman

Mulanya terlahir grup lawak legendaris ini dari hal yang sederhana. Saat itu Rudy, Kasino dan Nanu Mulyono yang kebetulan berkuliah di Universitas Indonesia gemar melucu. Demi menghibur teman-temannya. Singkat cerita aksi melucu mereka menarik perhatian dari Temmy Lesanpura yang bekerja di Radio Prambors.

Ketika itu, Temmy meminta Hariman Siregar (mahasiswa senior UI) untuk mengisi acara di Prambors. Tanpa basa-basi Hariman menunjuk Kasino dan Nanu yang kerap melawak di kalangan kampus untuk mengisi acara. Idenya pun didukung oleh Rudy Badil dan disusul Dono dan Indro yang menyusul tergabung di Warkop beberapa tahun kemudian.

Aksi melucu tersebut mulai beralih ke medium radio siaran lewat program bertajuk Obrolan Santai di Warung Kopi. Pendengar senang dengan program tersebut lantaran memancing geliat tawa. Saat itu tayang tiap Jumat malam pukul 20.30 sampai 21.15.

Semakin Melebar Hingga Tawaran Main Layar Lebar

Selang beberapa tahun dari acara radio mingguan. Nama Rudy, Dono, Kasino, Indro dan Nunu yang tergabung dalam kelompok tersebut makin populer. Pendengar sekaligus penikmat, ingin merasakan pengalaman berbeda dengan melihat grup Warkop Prambors melawak secara langsung di panggung! selama masih siaran radio, Rudy Badil selalu berani untuk tampil melawak. Tapi tak berani ikut saat melakukan lawakan panggung karena demam panggung.

Selain Rudy, Dono termasuk yang suka merasa malu dan takut sebelum manggung. Tapi setelah beberapa menit, barulah Dono ikut berpartisipasi sampai menggila sampai akhir durasi lawakan. Berbeda dengan Dono, Rudy malah memakai alasan demam panggung untuk mengundurkan diri. Ia pun beralih profesi, padahal tawaran untuk layar lebar ‘mampir’ ke hadapan mereka.

Rudy Beralih Jadi Wartawan Dengan Masa Bakti 32 Tahun

Rudy memang tak pandai tampil di depan umum. Tapi ia piawai bekerja di balik layar bahkan bisa dibilang sebagai konseptor. Rudy selama masa karirnya telah melakukan banyak hal saat jadi wartawan, dari mulai membawa suku asmat Papua ke Belanda, hingga mengajari naik eskalator di pusat perbelanjaan Jakarta.

Dilansir Selasar, ia dikatakan sudah ‘mengobok-obok’ nusantara dari Jawa, Kalimantan dan Papua. Masa baktinya selama 32 tahun di dunia jurnalis membuat dianggap sebagai sorang ikon seperti halnya Kartunis GM Sudarta. Sejak tahun 2006 ia telah pensiun dari dunia Jurnalis. Tidak hanya itu, ia diketahui memiliki gaya bertutur yang menawan hingga akhirnya beberapa kali menerbitkan sebuah buku.

Kerabat dari Soe Hok Gie

Rudy merupakan mahasiswa jebolan sastra antropologi UI tahun 69. Ia mencintai bidang budaya bahkan dalam kehidupannya sebagai sastrawan. Pendiri Warkop Prambors ini juga sempat disebut namanya beberapa kali oleh Soe Hok Gie dalam buku Catatan Seorang Demonstran yang diterbitkan LP3ES tahun 1983. Dilansir dari Selasar, Rudy Badil disebut sebagai anggota Mapala, Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Indonesia yang diplesetkan jadi “Mahasiswa Paling Lama”.

Saya mengenal nama Rudy Badil jauh-jauh hari karena kebesaran namanya itu, karena reputasinya. Sebelum masuk Harian Kompas sebagai jurnalis –yang dalam salah satu sesi penulisan feature dia adalah pembimbing saya juga– saya mengenal nama Rudy Badil karena beberapa kali disebut oleh Soe Hok Gie dalam buku Catatan Seorang Demonstran, buku yang diterbitkan LP3ES tahun 1983. Buku yang diberi kata pengantar oleh Daniel Dhakidae (yang kemudian menjadi boss Litbang Kompas) ini tidak akan pernah saya lupakan saat saya membacanya di tahun 1985,” Ujar Pepi Nugaraha di Selasar dalam artikel “Siapakah Rudy Badil?”.

Selamat berisitrahat dengan tenang Bung Rudy Badil.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Tahu

Zidane Menjelaskan Kalau Gareth Bale Tidak Dipermalukan

Gareth Bale di Real Madrid memang disambut sebagai bintang. Kini pemain berkebangsaan Wales tersebut seolah dipermalukan karena diusir dari klub tersukses di Eropa tersebut. Setelah ada indikasi Zidane mengusir dengan menyatakan, “Kami berharap dia (Gareth Bale) segera hengkang. Itu akan menjadi yang terbaik bagi semua orang,”. Hal yang mengundang respon negatif oleh agen pemain serta para pecinta sepakbola membuat Zidane menjelaskan duduk perkaranya.

Mulanya Zidane sedang mempersiapkan Real Madrid untuk bermain di turnamen pra musim, International Champions Cup menghadapi Bayern Munchen. Zidane menyebut Bale menolak bermain pada saat itu. Hasil pertandingan pun 3-1 untuk kemenangan Munchen.

Bale tidak diturunkan dan tidak ada dalam daftar susunan pemain bangku cadangan. Sesi konfrensi pers jelang duel melawan Arsenal, Zidane menjelaskan lebih detail.

Pertama-tama, saya tidak pernah bersikap melecehkan siapa pun – tentunya bukan kepada pemain. Saya selalu tekankan hal yang sama. Para pemain adalah yang terpenting di sini. Jika ada pemain di sini, saya akan bersama mereka,” ujarnya.

Yang kedua, saya bilang klub ini tengah berusaha untuk mencarikan jalan keluar bagi Gareth. Ketiga, yang mana menjadi hal terpenting, adalah di hari lain dia [Bale] tidak berkemas untuk pertandingan karena dia tidak ingin ikut. Pihak klub mencoba mencarikan jalan keluar untuknya,” jelas Zidane.

Kepergian Gareth Bale memang santer terdengar akan terealisasi, namun belum jelas ke mana pemain ini akan berlabuh. Bisa jadi ia memutuskan ke mana pergi di hari ini.

Untuk saat ini, Gareth masih pemain Real Madrid, dia akan berlatih normal dengan kami dan kita lihat nanti apa yang akan terjadi pada Selasa ini.”

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Baik

Dua Jagoan Jalanan Anyar dari Benelli Hadir di GIIAS 2019

Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019 selalu jadi tempat bergengsi bagi para perusahaan roda dua dan empat, sekaligus menarik bagi pecinta otomotif. Setelah gebrakan dikeluarkan oleh beberapa merek otomotif dari Jepang. Italia pun tak mau ketinggalan. Lewat PT Benelli Motor Indonesia (BMI), perusahaan asal negeri Pizza memamerkan model barunya yakni Leoncino 250 dan model 502 C.

Sumber : Liputan6.com

Varian Leoncino sudah dijual resmi. Bagi bung yang cukup mengenali Benelli pasti tahu dengan model Leoncino 500, kan? Leoncino 250 adalah versi mungil-nya. Basis mesin 250 cc, output power dapat memuntahkan 20 kW pada 10.500 rpm namun didukung dengan satu silinder DOHC. Maklum bagi para pecinta roda dua sangat menginginkan motor dua silinder, apalagi untuk 250 cc.

Desain motor ditampilkan seperti Scramber dengan sentuhan lebih modern. Aplikasi lampu full LED didukung panel layar digital. Pelek nya pun tak kalah modern, menggunakan jenis palang (cast wheel). Ban depan berukuran 110/70 sedangkan belakang 150/60 dengan ukuran 17 inci. Motor ini dibanderol Rp 49,5 untuk kawasan Jakarta.

Sementara model 502 C belum dijual resmi di GIIAS 2019. Kabar-nya motor ini baru bisa dimiliki di tahun 2020. Motor yang didesain ala motor cruiser ini, mengusung konfigurasi dua silinder segaris, DOHC, mampu mengeluarkan tenaga sebesar 35 KW pada 8.500 rpm dan torsinya 45 N, pada 5.000 rpm.

Motor ini keliahtan garang karena memakai ban super besar. Di bagian depan ada ban ukuran 120/70, dan di belakang ada ban berukuran 160/60. Kedua ban tersebut menemani pelek palang dengan diameter 17 inci.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Tahu

Perceraian di Amerika Diprakarsai Perempuan, Padahal Suami Merasa Baik-baik Saja

Konflik tak harus berisik. Tak perlu ada debat bahkan pertengkaran hebat. Saling diam bahkan menolak komunikasi adalah konflik. Konsultan dan pelatih hubungan, Lesli Doares dilansir dari Yahoo, menyatakan kalau banyak suami tidak tahu apa-apa tentang istri.

Banyak pria yang tidak tahu apa-apa tentang istri mereka yang meminta cerai karena semuanya baik-baik saja untuk mereka,” kata Lesli.

Penganjuran perceraian di Amerika hampir 80% dilakukan oleh sang istri. Kecenderungan ini bisa saja terjadi di negara lain, kan? hal yang membuat sang istri menceraikan adalah merasa tidak ‘didengar’ atau sikap sang suami yang berkurang. Jangan hanya berpikir kalau perceraian terjadi karena selingkuh. Perasaan tak sejalan, kebutuhan tak terpenuhi sampai pekerjaan rumah tangga jadi hal besar yang harus diperhatikan.

Laki-laki seakan melihat hubungan berjalan normal saat tidak adanya konflik. Hingga menafsirkan bahwa segala sesuatu baik-baik saja. Nyatanya tidak begitu lho. Mungkin saja sang istri sudah terlalu lelah mengemukakan masalah tanpa hasil nyata alhasil mereka menyerah begitu saja. Oleh karena itu, pengacara matrimonial Jacqueline Newman, mengatakan pria harus waspada saat sang istri sudah diam.

Anda harus sadar dan menyadari itu adalah hal yang buruk jika pasangan Anda mulai tutup mulut,” kata Newman.

Apakah dia (istri) mulai tidak lagi berbicara denganmu tentang harinya atau apa yang terjadi dalam hidupnya? Jika dia berhenti mengeluh, itu juga bisa menjadi pertanda buruk,” lanjutnya lagi.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top