Otomotif

Situasi Kian Rawan, Amankan Motormu dari Pencurian dengan Cara Ini

Nah, belakangan ini aksi pencurian kendaraan motor (curanmor) memang semakin marak. Tak hanya rawan di jalan raya kena begal tapi motor yang lagi diparkir di dalam rumah pun bisa raib digondol pencuri. Bermacam modus dipakai para pelaku curanmor, mulai dari menggunakan kunci T, menggunakan cairan kimia untuk merusak kunci, hingga memepet kendaraan korban dan meminta paksa.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sepanjang tahun 2015 lalu, telah terjadilebih dari 38.000 kali aksi curanmor di seluruh wilayah Indonesia. Angka ini cenderung menurun jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, tahun 2014, yang bisa mencapai lebih dari 40.000 kasus.

Jawa Barat menjadi provinsi dengan jumlah kejadian curanmor terbanyak di Indonesia, yaitu 5.000 kasus pencurian, lalu di urutan kedua, Sumatera Utara dengan 4.900 kasus, dan urutan ketiga DKI Jakarta dengan 3.200 kasus.

Selanjutnya, Sumatera Barat berada di urutan keempat dengan 3.000 kasus pencurian motor, Sulawesi Selatan di urutan kelima dengan 2.500 kasus, Jawa Tengah di urutan keenam dengan 2.500 kasus, Sumatera Selatan di urutan ketujuh dengan 1.700 kasus, Aceh di urutan kedelapan dengan 1.600 kasus, Papua di urutan kesembilan dengan 1.500 kasus, dan urutan kesepuluh adalah Kalimantan Timur dengan 1.400 kasus pencurian motor.

Aih, ngeri ya kalau lihat deretan angka tersebut. Tapi kita tak bisa terus larut dalam ketakutan bukan? Coba kita lihat bagaimana cara mengamankan tunggangan kesayangan kita.

Gunakan Kunci Pengaman Tambahan

Ada baiknya, sobat Yomamen menggunakan pengaman tambahan untuk mengamankan sepeda motor kesayangan. Bentuknya bisa macam-macam. Inovasi baru juga bermunculan soal kunci tambahan ini. Misalnya kunci tambahan yang disematkan pada tuas rem. Ada juga berupa kunci yang dikaitkan ke velg motor.

Paling sederhana adalah menggunakan gembok biasa alias gembok pagar rumah yang cara penggunaannya bisa diselipkan ke lubang cakram sepeda motor. Tentunya pilihlah kunci gembok yang bagus, kokoh dan berkualitas. Jangan pelit membelanjakan uang untuk pengaman tambahan satu ini.

Masukan Motor ke Dalam Rumah

Seringkali kita memarkirkan motor secara sembarangan. Bahkan bila berada di rumah, motor hanya diparkirkan di pinggir jalan depan rumah dengan alasan kepraktisan agar mudah dan tidak ribet saat akan digunakan.
Padahal kebiasaan semacam ini justru dapat memancing pencuri motor untuk beraksi. Inget pepatah, “kejahatan terjadi bukan hanya karena ada niat pelaku tapi juga karena ada kesempatan”.

Nah untuk itulah sebaiknya kiya selalu memasukkan motor ke dalam rumah apabila selesai digunakan. Mencegah lebih baik dari pada kehilangan motor kesayangan. Bisa dipastikan, pencoleng akan berpikir dua tiga kali untuk mengambil motor yang tersimpan rapi di dalam rumah.

Parkirkan Motor di Tempat Parkir Resmi

Saat berkunjung ke satu tempat, apakah pusat perbelanjaan, pasar, atau perkantoran, sebaiknya memarkirkan sepeda motor di tempat parkir resmi dibandingkan parkir di tempat parkir liar. Sebab bila parkir di tempat parkir resmi yang saat akan masuk kita harus mengambil struk parkir dan harus memperlihatkan STNK saat akan keluar area parkir. Setidaknya hal ini membuat motor lebih aman.

Memang sih agak sedikit ribet dan bayar parkirnya progresif sesuai lamanya waktu parkir, namun ini lebih baik dari pada kita berisiko kehilangan sepeda motor. Apalagi sebagian parkiran resmi ini sudah menyertakan biaya asuransi kehilangan untuk setiap harga tiket yang kita bayarkan. Jadi kita bisa lebih aman meninggalkannya bukan?

Gunakan Motor dengan Magnetic Key Shutter

Pilihlah sepeda motor yang dilengkapi magnetic key shutter. Yakni, pengaman tambahan berupa cover atau penutup rumah kunci kontak. Cover ini hanya bisa dibuka oleh bagian kepala anak kunci yang berbentuk lingkaran dan terbuat dari plastik. Jadi bagian lingkaran anak kunci ini harus dimasukan ke cylinder shutter untuk membuka cover kunci kontak.

Saat ini sudah banyak beredar sepeda motor yang dilengkapi kunci pengaman semacam ini. Teranyar adalah sepeda motor Suzuki yakni, GSX S 150 yang sudah menggunakan kunci tipe ini. Pasalnya beberapa maling sepeda motor sering menggunakan kunci T untuk memaksa membuka kunci.

Dengan model magnetic ini cara tersebut akan terhambat. Apalagi kunci magnetic key shutter milik GSX S 150 ini misalnya sudah menggunakan bahan yaang kuat. Dan otomatis menutup jika kamu mengangkat anak kunci. Jadi tak perlu khawatir kelupaan menutupnya ketika terburu-buru meninggalkan motor.

Gunakan Motor Dengan Keyless Ignition System

Suzuki GSX R 150 malah sudah menerapkan teknologi yang lebih canggih yang diberi nama Keyless Ignition System. Alias tidak lagi menggunakan anak kunci konvensional. Layaknya seperti mengoperasikan sebuah mobil mewah Jadi untuk mengoperasikan motor Suzuki GSX hanya bisa dilakukan dengan menggunakan remote yang sudah disetting ID numbernya. Disarankan nomor identitas itu lebih baik dicatat dan rahasiakan lalu disimpan di tempat aman.

Fitur ini diklaim Suzuki Indomobil Sales (SIS) sebagai yang pertama di kelas sepeda motor sport 150 cc. Sistem keyless membantu pengoperasian motor menjadi lebih mudah. Sistem keyless terdiri dari dua komponen utama, yaitu kunci remote dan anak kunci.

Biasanya pada mobil dengan sistem keyless, anak kunci kontak tersimpan menyatu dengan kunci remote. Namun GSX R 150, anak kunci terpasang pada rumah kunci (main switch) yang letaknya di dekat tangki bahan bakar.

Bentuk anak kunci itu seperti knob, jadi pengoperasian ke posisi on, off, atau mengunci setang tinggal diputar. Anak kunci itu juga bisa dicopot jika biker ingin membuka penutup tangki bahan bakar dan jok boncenger.

Cara menggunakan sistem keyless mendeteksi kunci remote dalam radius 1 meter. Jika terdeteksi maka biker bisa menyalakan mesin. Bila kunci remote berada di luar radius, maka secara otomatis mesin motor akan langsung mengunci.

Ketika anak kunci diputar ke posisi off dan sistem gagal melakukan identifikasi karena remote rusak atau hilang maka lampu indikator LED berwarna biru akan mulai berkedip maksimum 30 detik. Selama itu anak kunci masih bisa diputar ke posisi on.

Bukankah buat maling mudah saja, tinggal potong kabel dari rumah kunci, sambungkan langsung dan menyalakan motor? Nah, Suzuki juga mengklaim sistemnya ini tak bisa di potong dengan menggunakan teknik jumper seperti yang lazim dilakukan para pencuri mobil di film. Mereka telah melakukan uji coba dengan teknik itu dan hasilnya nihil. Semua klistrikan memang terlihat menyala jika jalurnya dipotong, tapi niscaya motor tetap tidak akan mau hidup.

GSX R 150 juga memiliki fitur tambahan keamanan yaitu Answer Back. Fitur yang dioperasikan dari kunci remote ini bisa membuat motor mengeluarkan sinyal lampu dan suara jadi memudahkan pencarian di parkiran. Canggih kan?

1 Comment

1 Comment

  1. Nofantoro

    July 17, 2017 at 8:08 am

    beh… cocok banget nih GSX R 150. Jadi pengen cepet-cepet beli akhir tahun ini. Makasih mas atas tipsnya…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Otomotif

Ketika Beli Suzuki GSX-R150 dan GSX-S150 Kini Berhadiah Jaket Sporty

Sukses menghadirkan Suzuki GSX-R150 dan GSX-S150 ke hadapan publik Indonesia hingga akhirnya menjadi trend setter baru motor sport 150cc pada saat ini, kini PT. Suzuki Indomobil Sales (SIS) kembali memberikan program terbaik yang berlaku mulai bulan Oktober 2017. Setiap konsumen yang melakukan pembelian Suzuki GSX-R150 maupun GSX-S150 akan langsung mendapatkan jaket sporty berdesain keren dan penuh gaya masa kini.

“Tidak terasa Suzuki GSX-R150 dan GSX-S150 sudah memasuki periode semester kedua dari peluncurannya, dan penerimaan kehadirannya dinilai sangat baik bahkan hingga saat ini” ungkap Yohan Yahya – Sales & Marketing 2W Dept. Head PT. SIS

Melihat dari perkembangan dan semakin banyaknya pemilik Suzuki GSX-R150 dan GSX-S150 yang selalu tampil bergaya dengan pakaian dan perlengkapan berkendara yang modis, SIS berinisiatif untuk melengkapi konsumen baru Suzuki GSX dengan jaket sporty secara cuma-cuma yang bisa menambah pesona sang pengendara. Jaket sporty tersebut berdesain race fit dan dilengkapi dengan full protector untuk perlindungan. Pengguna akan tetap nyaman menggunakan jaket tersebut ketika bergerak, dan langsung mengisyaratkan bahwa jaket tersebut berkualitas tinggi. Bahan yang dipergunakan pun telah water proof sehingga aman dari tetesan air.

“Sebagai rasa terima kasih, kami ingin menciptakan komunitas pengguna sepeda motor Suzuki menjadi lebih besar kembali, khususnya untuk model GSX-R150 dan GSX-S150 ini melalui program hadiah jaket sporty secara langsung bagi konsumen yang baru akan melakukan pembelian mulai bulan Oktober 2017. Bagi yang belum memiliki Suzuki GSX, segeralah mengunjungi jaringan dealer Suzuki dan jangan sampai melewatkan kesempatan baik ini.” sebut Yohan Yahya menambahkan.

Fitur-fitur moderen dan canggih tersemat di GSX-R150, seperti keyless ignition system yang telah terbukti mampu meminimalisir tindak kejahatan pencurian sepeda motor. Untuk kenyamanan berkendara dengan performa mesin yang besar pun bisa dinikmati dengan tipe GSX-S150. Keduanya dibekali mesin 150cc berteknologi DOHC (Double Over Head Camshaft) dan fuel injection yang canggih, sehingga pengendara akan terpuaskan setiap saat. Posisi duduk yang rendah dan total bobot yang ringan dirancang sesuai dengan postur tubuh orang Indonesia dan Asia pada umumnya, sehingga tidak akan menjadi masalah untuk dikendarai setiap hari.

Berlaku serentak mulai bulan Oktober 2017, Suzuki memberikan harga yang berbeda dari sebelumnya. Kini GSX-R150 dibanderol dengan harga Rp 28.900.000,- (On The Road DKI Jakarta) dan GSX-S150 sebesar Rp 24.400.000,- (On The Road DKI Jakarta). Harga promo periode ke-2 tersebut masih berada di bawah harga normal yang pernah disiarkan sebelumnya. Suzuki masih menjadi pilihan terbaik dan terjangkau bagi konsumen Indonesia pada saat ini, sehingga semakin banyak konsumen yang bisa menjadi pusat perhatian dan menjadi bagian dari tren saat ini.

1 Comment

1 Comment

  1. Nofantoro

    July 17, 2017 at 8:08 am

    beh… cocok banget nih GSX R 150. Jadi pengen cepet-cepet beli akhir tahun ini. Makasih mas atas tipsnya…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lifestyle & Fashion

Kalau Tak Ingin Dicap Om-om, Jangan Buka Kancing Kemeja Cuma Buat Pamer Bulu Dada

Kecuali Bung memang sudah siap dipanggil ‘Om’ oleh sekumpulan cewek-cewek yang ada di sekitar Bung, ya tidak apa-apa kalau Bung mau bertingkah bak om-om parlente. Tapi sebentar, di mata cewek itu biasanya om adalah sosok pria yang memang seumuran dengan ayah mereka. Memangnya Bung sudah setua itu? Belum kan?

Dipanggil ‘om’ oleh keponakan yang masih balita mungkin sah-sah saja. Tapi coba bayangkan kalau si nona atau mungkin anak millenials di sekitarmu malah merasa penampilan Bung memang seperti om-om. Bung perlu tahu, karakteristik pria yang dikategorikan om-om itu jelas sekali terlihat. Bukan hanya dari penampilan, tapi juga tingkah lakunya. Duh, sepertinya ada yang perlu dirombak nih.

Bung Masih Suka Pakai Kemeja dengan Kancing Terbuka? Sekarang Sudah Bukan Zamannya Pamer Bulu Dada Bung!

Bung, coba rombak dulu bacaan atau referensi soal fesyen. Barangkali memang ada yang perlu dikoreksi dari situ. Walau sehari-hari Bung mungkin bekerja dengan setelan rapi, lebih baik biarkan apa adanya. Jangan sekali-kali melepas dua hingga tiga kancing kemeja sampai bulu dada Bung menyembul. Mungkin di benak Bung, hal itu bisa mendompleng tingkat kekerenan. Duh, tidak sama sekali. Justru yang ada cuma bikin ilfeel cewek-cewek.

Rapi Itu Bukan Berarti Culun, Masa Iya Pakai Polo Shirt dengan Gaya Pakai Kemeja

Apa yang paling terlihat dari style om-om? Gaya fesyennya yang kurang up-to-date dan cenderung kaku. Misalnya, ada cowok pakai Polo Shirt tapi ujung kaosnya dimasukkan ke celana. Bung seperti ini? Wah, bukan apa-apa, tapi style yang satu ini kelewat old-fashioned banget Bung. Pantas saja Bung dikira om-om.  Kalau mau pakai Polo Shirt ya yang normal-normal saja ya Bung. Yang penting, Polo Shirt itu harus rapi dan disetrika. Supaya lipatan-lipatan di permukaan kaos (mungkin efek digiling di mesin cuci) jadi lenyap dan kaos pun terlihat rapi.

Boleh Saja Pakai Cincin, Asal Jangan yang Berukuran Besar Atau Cincin Batu Akik Bung

Lagi pula, memangnya masih zaman ya cincin batu akik? Coba tanya si nona, kira-kira dia risih atau tidak kalau Bung pakai cincin tersebut? Kalau si nona bilang tak masalah, Bung boleh bersyukur. Sayangnya, cewek seperti itu mungkin skalanya 1:1000. Bung ini masih muda, masih bisa bereksplorasi dengan gaya fesyen yang lain. Tak perlu batu akik atau cincin berukuran besar juga. Kalau memang suka dan ingin pakai cincin, yang lazim-lazim saja. Bergayalah sesuai umurmu Bung!

Kalau Ada Kalung Emas Panjang nan Menjuntai di Leher Bung, Sudahlah, Bung Memang Berjiwa Om-om

Jadi, sekali lagi, selain batu akik, Bung juga harus lebih hati-hati dalam mix-and-match aksesoris. Jangan sampai kalung emas berukuran besar yang hits di era ayah Bung (mungkin), justru Bung pakai demi terlihat necis. Alih-alih terlihat demikian, yang ada si nona malah memicingkan mata atau mungkin menahan tawa.

Simpan Saja Gawai di Kantongmu, Tak Perlu Sampai Memasang Tempat HP Kulit Khas Bapak-bapak

Bung boleh cinta dengan ayah Bung, tapi soal gaya, coba agak visioner. Sadarilah Bung dengan ayah Bung lahir di zaman yang berbeda. Cara tampil dan menjaga penampilan pun berbeda. Sudah bukan zamannya lagi membeli tempat gawai berbahan kulit dan memasangnya di gesper bung. Itu namanya Bung sedang membuat diri Bung jauh lebih tua dua dekade. Coba bayangkan kalau sedang berdiri di tempat umum dan ada si nona yang Bung incar. Bisa jadi si nona malah takut dengan Bung karena mengira Bung ini semacam om-om yang hobi menggoda perempuan muda.

1 Comment

1 Comment

  1. Nofantoro

    July 17, 2017 at 8:08 am

    beh… cocok banget nih GSX R 150. Jadi pengen cepet-cepet beli akhir tahun ini. Makasih mas atas tipsnya…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Relationship

Walau Bung Ngaku Pemalu, Sesekali Mengasah Diri Jadi Pusat Perhatian Itu Perlu

Bung, akhir pekan ada rencana pergi ke mana? Masih betah duduk diam di rumah? Memangnya ada apa di rumah Bung sampai tak ada rencana pergi kemana-mana? Sesekali bolehlah Bung pergi mencari suasana baru daripada hanya duduk di dalam rumah.

Memangnya Bung tak bosan, bekerja di hari kerja, lalu berdiam diri di akhir pekan. Begini Bung, alih-alih hanya berdiam diri dan mengamini kalau Bung ini pemalu, mengapa tak coba cari keseruan lain? Jadi pusat perhatian misalnya. Bukan maksudnya untuk mengajak caper, tapi menjadi pusat perhatian itu sesekali perlu. Setidaknya untuk aktualisasi diri sejenak. Siapa tahu ternyata nanti ada cewek yang terpukau dengan pesona Bung. Tak ada salahnya kok Bung!

Mulailah dengan Aktif Ngumpul di Tongkrongan dan Sesekali Traktir Teman-teman Bung Paling Tidak di Angkringan

Kapan terakhir kali Bung mentraktir teman? Kalau dirasa sudah lama sekali, mungkin ini saatnya Bung menyisihkan uang untuk sekadar membuat acara traktiran. Tak perlu mahal-mahal, masih ada angkringan yang biasanya menawarkan menu dengan harga kaki lima.

Sesekali Bung memang perlu melakukannya, selain demi solidaritas, setidaknya teman-teman Bung pasti akan senang berteman dengan Bung. Bukan tentang traktirannya ya, tapi lebih tentang niat Bung kala mentraktir mereka.

Mulailah Membuka Diri dengan Orang Baru, Sok Asik Itu Kadang Perlu Daripada Terus Malu-malu

Kalau bertemu dengan orang baru dan sepertinya potensial untuk dijadikan teman, Bung tak usah malu-malu. Segeralah ajak ngobrol dan cari topik ringan misalnya seputar olahraga atau hobi lainnya yang terasa relevan untuk dijadikan bahan obrolan. Sesekali jadi sosok yang sok asik itu perlu. Alih-alih dicap sok-kenal-sok-dekat, setidaknya ini cara Bung melatih diri jadi pusat perhatian.

Kalau Ada Rencana Kumpul atau Reuni, Tawarkan Bantuan untuk Cari Tempat dan Memesannya

Mengapa acara kumpul hanya sering jadi wacana? Karena tidak semua orang mau ‘berkorban’ untuk sekadar cari tempat. Teman-teman Bung pasti demikian, sibuk bekerja atau sibuk mengurusi keperluan yang lain sudah jadi alasan yang umum dilontarkan.

Daripada jengkel sendiri, mengapa Bung tak coba tawarkan bantuan. Ya, Bung bisa menawarkan diri untuk mencarikan tempat untuk reuni. Mungkin semasa di bangku sekolah atau kuliah, Bung tak begitu dikenal. Tapi kalau sudah mau melibatkan diri dalam acara semacam ini, pasti penilaian teman-teman lama Bung jelas akan berubah. Bung yang semula dikenal pemalu, kini ternyata pandai bergaul.

Berbaik Hatilah dengan Menawarkan Tebengan. Semakin Bung Terbiasa Melakukan Tindakan yang Baik, Maka Orang Lain Pasti Akan Respek dengan Keberadaan Bung

Poin yang dimaksud kali ini bukan untuk mendikte Bung agar menjadi seseorang yang baik demi perhatian orang banyak. Jelas bukan seperti itu, tapi bagaimana tindakan Bung selama ini. Sudahkah Bung menolong orang lain dengan rasa ikhlas dan hati yang tulus?

Jika mungkin dirasa perlu memperbaiki motivasi Bung selama ini, mungkin Bung bisa mencobanya lewat hal kecil semacam: memberikan tebengan, menawarkan bantuan, atau apa pun itu yang membuat orang lain bisa menyadari kalau dia tidak sendiri.

Jadi Pusat Perhatian Itu Bisa Dimulai Saat Bung Sukses Melawak dan Meninggalkan Sejuta Kesan

Bung, jangan lupa, asah kemampuan Bung dalam melawak ketika berkumpul dengan teman-teman. Penting sekali poin ini. Mengapa? Karena orang yang jadi pusat perhatian adalah mereka yang mampu tampil menyenangkan. Haram hukumnya bikin suasana sekitar jadi awkward Bung. Kalau Bung sudah bisa membuat suasana asyik dengan melemparkan beberapa guyonan sederhana, sudah pasti di Bung akan meninggalkan sejuta kesan di kepala mereka.

1 Comment

1 Comment

  1. Nofantoro

    July 17, 2017 at 8:08 am

    beh… cocok banget nih GSX R 150. Jadi pengen cepet-cepet beli akhir tahun ini. Makasih mas atas tipsnya…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Modifikasi

Ketika Kami Mencoba Mengobrak-abrik Cleaveland Heist Chopper

Mungkin masih banyak dari Bung yang mengernyitkan dahi ketika kami menyebut motor bermerk Cleveland Cyclewerk. Kami maklum karena merk motor ini memang belum sementereng motor-motor jepang yang banyak wara-wiri di tanah air.

Tapi sejak awal 2017 lalu motor pabrikan asal Amerika Serikat ini resmi mengaspal di Indonesia. Mengambil jalur yang berbeda dengan pabrikan kebanyakan, Cleveland Cyclewerk menyasar para pengguna motor hobi dan modifikasi.

Karena itu motor yang dimasukan ke sini bisa dibilang “bahan” untuk mereka yang gatal memodifikasi. Salah satunya adalah varian Heist Chopper. Mengingat unit ini diniatkan sebagai motor penggila modifikasi maka wajar jika konsep atau ide dasar penciptaan motor ini adalah ‘membuat segalanya serba simpel.’ Motor ini dibangun menggunakan rangka tradisional dengan style yang juga dirancang tradisional. Rangka belakang bahkan menganut rigid alias tanpa peredam kejut.

Keseksian motor ini juga terletak pada kesederhanaannya. Begitu juga pada struktur mesinnya, cukup dengan dibekali 1 intake dan 1 exhaust overhead cams dan tanpa 4 valve heads. Meski begitu tenaga yang dihasilkan dari mesin 229 cc-nya cukup mumpuni. Dengan model sederhana macam ini perubahan-perubahan motor bisa dilakukan secara ekstrem tanpa harus dipusingkan dengan segala kecanggihan teknologi yang justru akan merepotkan.

Nah melihat peluang tersebut kami pun mencoba berandai-andai untuk mengobrak-abrik tampilan motor seharga 55 juta rupiah ini. Mungkin Bung bisa menjadikannya referensi jika tertarik memboyong Cleaveland Heist Chopper ke rumah.

Tampilan Chopper Drag Dengan Merendahkan Dudukan Mesin

Secara tampilan Heist memang bisa dibilang baik. Namun sayangnya jarak dengan tanah masih terhitung kelewat tinggi. Walhasil motor jadi sedikit gantung. Di tampilan pertama ini, Bung bisa memberanikan diri memotong rangka untuk mendapatkan posisi mesin yang lebih rendah. Knalpot standar diganti menggunakan pipa lurus dengan panjang yang sama.

Sementara backbone dibuat lebih tinggi agar tak perlu mengubah derajat rake roda depan. Stang bisa dibuat lurus ala dragbike. Jok yang semula menggunakaan per bisa dipapas hingga menempel ke rangka dan spakbor belakang dipotong hingga hanya menyisakan sedikit saja. Sebagai peringatan, rangka yang tanpa peredam kejut dan jok yang tanpa per akan membuat aksi berkendara sedikit tak nyaman.

Ape Hanger Bikin Tampilan Lebih Rebel

Perubahan rangka serupa dengan yang pertama. Namun berdanya kali ini stang menggunakan tipe ape hanger. Dipastikan sensasi berkendara akan terasa berbeda. Modifikasi kali ini juga lebih ekstrem karena menghilangkan cakram depan. Mesin disentuh dengan mengganti saringan udara yang model terbuka. Knalpot dipotong pendek hingga rangka tengah dan diberi balutan anti panas.

Secara hitungan setelah potong rangka ruang tengah di bawah jok akan terkesan sangat kosong. Karena itu kami sarankan untuk menambah ketebalannya guna membuat tampilannya lebih berisi. Bisa menggunakan plat besi yang ditekuk atau bisa juga menggunakan fiber glass yang di cat sewarna rangka.

Sissy Bar Tinggi Dan Springer Untuk Mengejar Tampilan Retro

Tampilan kali ini bukan untuk semua orang. Tak banyak mungkin yang memahami tampilan tipe ini. Namun bagi penggemar chopper tahun 70-an pasti bisa melihat daya tarik yang satu ini. Shock breaker depan tak lagi menganut telescopic, tapi sudah berganti model springer yang lebih jadul. Knalpot kembali panjang hingga mencapai rangka belakang.

Pegangan spakbor belakang dihilangkan dan diganti dengan sissybar tinggi. Pengguna chopper retro jarak jauh biasa mengikatkan tas bawaan berisi perlatan berhari-hari di pegangan besi tinggi ini. Sebagai tambahan biasanya chopper retro tahun 60 dan 70-an macam ini di modifikasi menggunakan jockey shift. Alias perpindahan giginya pakai tongkat macam mobil sementara kopling dipindahkan ke kaki kiri. Itu kenapa hanya terlihat satu kabel di stangnya.

Jok King And Queen Untuk Bung Yang Mau Bonceng Si Nona

Lagi-lagi taampilan ini mungkin terasa aneh buat sebagian orang. Tapi hal ini umum untuk retro 70-an terlebih lagi tamilan chopper dan bobber di jepang. Rangka tetap menggunakan sudut aslinya. Hasilnya motor terlihat seperti mendongak karena shock depan springer yang panjang. Setang bukan menganut ape hanger melainkan sudut yang lebih sempit. Sementara knalpot dibuat super panjang dengan tekukan yang ekstrem ke arah atas. Paling istimewa adalah jok yang kali ini menganut queen and king ala jadul. Dipastikan bisa mengangkut si nona ke mana saja.

1 Comment

1 Comment

  1. Nofantoro

    July 17, 2017 at 8:08 am

    beh… cocok banget nih GSX R 150. Jadi pengen cepet-cepet beli akhir tahun ini. Makasih mas atas tipsnya…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

Yomamen.com adalah majalah online khusus pria Indonesia. Lahir dari keinginan untuk menyediakan tulisan khas laki-laki Indonesia. Membahas sekaligus mengkritisi urusan maskulinitas dan gaya hidup pria modern.

Facebook

Copyright © 2017 Yomamen.com

To Top