Dating

Si Nona Mungkin Mau Hidup Susah, Tapi Bukan Berarti Kita Akan Ongkang Kaki Saja

Konsep tentang membangun biduk rumah tangga dengan hidup bersusah payah berdua terdengar menggairahkan  di telinga. Sebagian besar masyarakat kita, memang jadi penganut aliran bahwa laki-laki sebagai kepala keluarga harus bertanggung jawab penuh atas kehidupan berdua. Namun ada opini lain yang nampaknya membuat kita sedikit lega, yakni “perempuan itu harus mau diajak hidup susah, kalau tidak berarti ia tak cinta”.

Si dia yang mau diajak hidup susah tentu jadi sebuah keberuntungan untuk kita. Tapi Bung, ini bukanlah cerminan diri dari seorang laki-laki yang patut dibanggakan. Karena itu berarti kita telah jadi pihak yang gagal mengupayakan kebahagiaan untuk hidup berdua nanti.

Berjuang Bersama Tentu Punya Banyak Makna Berbeda, Dan Terus Hidup Susah Tak Termasuk Didalamnya

Tak ada hidup yang tiba-tiba berada diatas, tentu ada beberapa anak tangga yang akan kita lalui untuk mapan yang katanya jadi tujuan. Memintanya untuk hidup berdua, berarti kita harus mampu memutar otak dua kali dari biasanya. Kehidupan kita dan dia tentu akan mulai berbeda, hingga intensitas bertemu yang tak lagi seperti biasanya. Karena pekerjaan dan segala upaya sedang gencar dikejar habis-habisan.

Baik kita dan si nona harusnya paham akan makna hidup susah bersama yang jadi komitmen berdua. Susah payah untuk membuat pondasi hidup bahagia, bukan susah untuk seterusnya.

Ini Tentu Berbeda, Hidup Susah Karena Mulai Merintis Usaha dan Tak Punya Apa-apa Karena Hanya Berdiam Diri Saja

Perempuan tentu akan melayangkan protes jika tahu hidupnya berubah menjadi tak bahagia. Dan laki-laki sejati tentu tak akan tega melihat seseorang yang dicintainya terlihat menyesal karena telah memilih orang yang salah.

Masalahnya, kadang beberapa dari kita masih sulit untuk memahami arti kata hidup susah bersama. Untuk itu, demi menghindari pemahaman yang salah, sebagai seseorang yang tengah berencana meminta si dia hidup bersama, kita wajib tahu mana hidup susah bersama untuk mulai menjajaki bahagia, dan susah karena kesalahan yang datang dari pilihan kita. 

Orang lain mungkin terlihat jauh lebih bahagia, alih-alih ingin mengusahakan hal yang sama, kita hanya berharap tanpa mau berupaya. Itu hanya ada dalam mimpi Bung!

Keberkahan Hidup Memang Tak Perlu Ditanya, Tapi Bukan Berarti Jadi Patokan Untuk Tidak Berupaya

Sebagian orang di negara kita percaya, jika menikah akan membuka pintu berkah lebih dari biasanya. Meski terdengar sedikit tak masuk akal, tak ada salahnya jika kita coba percaya. Kehadirannya dalam hidup kita tentu merubah beberapa hal. Bahwa benar, selalu ada saja rejeki yang datang entah dari mana untuk hidup berdua. Bahkan bertambah hingga kadang dengan nilai yang jauh dari biasanya.

Tapi kali ini kita harus sedikit rasional untuk memahaminya, Pemilik Semesta yang Maha Baik tentu punya beribu cara untuk memberkati kita. Tapi bukan berarti kita akan terus menerus bergantung pada kebaikan-Nya. Hal lain yang perlu kita ingat, banyak laki-laki yang juga harus ditolong-Nya. Maka kita memang harus belajar berupaya sendiri.

Kesungguhan Cinta Terbukti Dari Keseriusan Kita Untuk Membuatnya Bahagia, Bukan Malah Mengajaknya Menderita

Lupakan dulu materi finansial dan segala macam kemewahan yang sering dikaitkan dengan bahagia. Karena titik terindah dari dua orang yang saling cinta, bisa dilihat dari seberapa besar upaya untuk saling menghadirkan bahagia.

Tak lagi tentang kata-kata manis yang sering membuat hatinya berbunga-bunga. Tapi bagaimana cara kita untuk terus menunjukkan tanggung jawab atas dirinya. Cobalah bangun kepercayaan diri lebih tinggi lagi. Bukan dengan memulai jalan dengan ajakan hidup susah bersama di garis awal dari mimpi.

Tanpa Diminta Sekalipun Jika Memang Cinta Ia Tentu Juga Akan Berupaya, Tapi Bukan Berarti Kita Tak Akan Bertanggung Jawab Untuk Membuatnya Bahagia

Perempuan yang memang telah tercipta untuk kita, tentu akan mampu menerima apa adanya. Tak hanya untuk masa-masa indah bersama, bahkan dalam keadaan susah sekalipun dirinya tentu akan tetap bertahan untuk bersama.

Walau katanya hubungan yang baik akan bisa menerima pasangan apa adanya, sebegai laki-laki kita juga tentu harus bersedia jika suatu kali dituntut olehnya. Jika mau menengok hal lain yang mungkin akan membuat kita kian paham lagi. Cobalah ingat betapa kerasnya upaya dari orangtuanya hanya untuk membuatnya bahagia.

Lalu dengan alasan cinta kita kemudian datang untuk memintanya hidup bersama, dengan syarat mau hidup susah. Memangnya kita ini siapa?

Membangun masa depan tentu jadi perkara rumit dan besar, bahkan butuh waktu lama untuk mampu menguraikannya. Dan kedewasaan seorang laki-laki tentu terletak pada tanggung jawab yang bisa ia lakukan atas hidupnya. Jika sekiranya ini sudah berjalan, mungkin kita telah siap untuk bertanggung jawab atas kehidupan perempuan yang kamu cintai itu.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Sebetulnya Kapan Saat yang Tepat Beli Mobil Baru?

Berhubung membeli mobil tak semudah membayar makanan di angkringan, pastinya banyak hal yang jadi pertimbangan. Apalagi membeli mobil membutuhkan komitmen yang tidak sebentar. Tak mungkin juga, bulan ini beli lalu bulan berikutnya sudah harus dijual lagi. Nah jadi sebetulnya, kapan waktu yang tepat untuk membeli mobil baru?

Ketika Kebutuhan Tak Bisa Lagi Diakomodir Si Kuda Besi

Mungkin selama ini Kita begitu menikmati menunggang si kuda besi alias motor. Sedari muda, moda transportasi roda dua ini jadi pilihan dalam situasi apa pun. Namun toh nyatanya hidup mengalami perubahan. Ada beberapa kegiatan yang ada saat ini sudah tak mungkin lagi dilakukan dengan mengendarai motor.

Misalnya, dulu mungkin tak begitu masalah naik motor ketika masih membujang tanpa ada yang menemani. Ketika sudah berpasangan apalagi berstatus keluarga muda dengan anak yang masih kecil-kecil tentu jadi berbeda kasus. Tak mungkin lagi membonceng si kecil di motor dan membawanya dalam perjalanan jauh.
Ini salah satu momen yang pas untuk mulai berpikir mengambil mobil untuk kendaraan cadangan. Bukan berarti meninggalkan tunggangan setia, tapi memang ada kebutuhan yang mau tak mau harus menggunakan roda empat.

Ketika Mobil Sudah Punya, Tapi Usianya Sudah Lanjut

 

Tak salah memang terhanyut dalam romansa dan memori dengan mobil yang selama ini telah menemani. Tapi kita juga harus realistis, bahwa mobil juga punya usia sebaik apapun kita merawatnya. Mungkin bukan berarti kita menjual yang lama tapi tidak lagi menggunakannya untuk kendaraan sehari-hari adalah langkah yang bijak.

Kondisi paling ideal mobil itu berada pada usia tiga tahun pertama. Lima tahun berikutnya masih bisa dijadikan andalan namun sudah akan mulai ditemui beberapa masalah. Sementara durasi pemakaian mobil untuk harian, yakni sekitar 8 hingga 10 tahun atau jika sudah menempuh jarak lebih dari 200 ribu kilometer.

Sama halnya dengan manusia yang telah lanjut usia, mobil juga sama. Walau suku cadang tersedia, ketika batas pemakaian tersebut sudah dilewati, maka kondisi mesin dan sasis sudah masuk pada level tak layak pakai.

Tak hanya kekhawatiran untuk mogok dan tiba-tiba rusak dijalan saja, menunggangi mobil-mobil yang sudah tak lagi diproduksi juga jadi sebuah resiko yang tinggi. Ketika kita masih berusaha merawat dan mencintainya, bisa jadi perusahaan yang ada disana sudah tak lagi memproduksi spare part yang mobil tersebut miliki. Sementara mobil sudah melulu minta ‘jajan’ karena suku cadang yang rusak. Walhasil selain biaya perawatan tinggi, bisa jadi mobil hanya teronggok tak bisa digunakan karena menunggu suku cadang tersedia.

Ketika Fitur dan Fungsi yang Ditawarkan Mobil Baru Begitu Menggoda Dan Sesuai Kebutuhan Saat Ini

Dulu mungkin kita merasa sah-sah saja dengan fasilitas yang ada di kendaraan roda empat yang kita miliki. Namun teknologi tak hanya diam di tempat. Kalau masih terus berkutat di mobil lama, kita tak akan paham sudah ada inovasi yang akan memudahkan kita dalam berkendara.

Coba tengok misalnya Renault KWID. Di bagian interiornya yang paling mencolok adalah hadirnya head unit layar sentuh berukuran 7 inci yang mengatur sistem hiburan di dalam kabin mobil yang juga telah terintegrasi dengan navigasi satelit menggunakan tampilan 2D/3D.

Sementara untuk fitur sisi keamanan Renault KWID dibekali dengan keyless entry dengan remote dan central lock. Nah untuk kenyamanan Renault KWID juga memiliki fitur heater atau penghangat kabin jika udara di luar terlalu dingin.

Fitur macam ini belum dimiliki mobil terdahulumu bukan?

Ketika Model Baru Yang Ditawarkan Unik Dan Modern

Secara teknis mungkin kendaraan lama belum bermasalah. Tapi bisa jadi kitanya yang sudah dilanda jenuh dengan kendaraan yang itu-itu saja. Jangan anggap remeh karena efek bosan ini bisa melanda kemana-mana. Bayangkan mood yang tak bagus karena waktu di jalan tak dapat sensasi asiknya mengendarai mobil.

Kala itu terjadi maka saatnya untuk melirik kendaraan yang baru. Supaya tak dilanda bosan, cobalah sesuatu yang benar-benar unik. Contoh, misalnya kamu ingin punya mobil yang ramah jalanan perkotaan tapi masih gagah dari sisi penampilan.

Paduan macam itu tentu tak akan bikin kita lekas bosan. Seperti Renault KWID yang jika menilik dari dimensinya mobil yang mengusung mesin 1.000 cc tiga silinder ini memang masuk di kategori City Car.

Namun KWID punya desain unik yang membuatnya bertipe crossover dengan tampilan SUV. Ciri paling kentalnya adalah ground clearance alias jarak bodi terendah ke tanah yang mencapai 180 mm. Didukung pula dengan fender yang cukup besar khas mobil crossover. Sementara bagian grille depan Renault KWID juga tampil tegas dan kokoh. Lampu depan terdapat “C” shape signature sebagai ciri khas Renault terbaru.

Dengan desain apik tersebut, tak heran jika di tahun pertama kehadirannya di Indonesia, Renault KWID langsung meraih penghargaan bergengsi di ajang OTOMOTIF Award 2017. Dalam kategori The Best Small City Hatchback.

Ketika Garansi Dan Asuransi Mobil Baru Memudahkan Untuk Beraktivitas

Sama halnya dengan usia yang telah tua, batas garansi pada perawatan mobil jadi pertimbangan pelik lain. Mobil baru seperti contohnya Renault KWID tadi dilengkapi dengan garansi minimal 3 tahun untuk mesin atau telah menempuh jarak 100 ribu Km. Dengan kata lain, memiliki mobil baru akan memangkas biaya perawatan mobil yang mungkin akan kita keluarkan jika terus bertahan dengan mobil yang sudah uzur.

Tak percaya? Coba tengok layanan purna jual “Renault Peace of Mind”. Ada Silver Package for Renault Kwid & Renault Koleos, tambahan 2 tahun jaminan garansi kendaraan Anda sehingga menjadi total 5 tahun jaminan garansi atau 100.000 km (mana yang tercapai lebih dahulu).

Kemudian ada Gold Package for Renault Kwid, Renault Duster 4×2, Renault Duster 4×4 & Renault Koleos, jaminan bebas biaya sparepart dan jasa service berkala dimulai dari service 1.000 km dan kelipatan 10.000 km sampai dengan 60.000 km dengan masa jaminan garansi kendaraan 3 tahun atau 100.000 km (mana yang tercapai lebih dahulu).

Terakhir ada Platinum Package for Renault Kwid & Renault Koleos, jaminan bebas biaya sparepart dan jasa service berkala dimulai dari service 1.000 km dan kelipatan 10.000 km sampai dengan 100.000 km dengan tambahan 2 tahun jaminan garansi kendaraanmu sehingga menjadi total 5 tahun jaminan garansi atau 100.000 km (mana yang tercapai lebih dahulu).

Tapi memboyong mobil baru bergaransi saja tidak cukup. Karena untuk apa dilengkapi garansi kalau bengkel ternyata sulit ditemui. Kalau kita melirik Renault misalnya, hati tentu akan lebih tentram. Karena pabrikan asal Perancis tersebut sudah bekerja sama dengan group Nissan.

Jadi layanan bengkel dan purna jualnya selain dari renault juga bisa dikerjakan di bengkel Nissan. Hal ini dimungkinkan karena berbekal kekuatan aliansi Renault – Nissan dimana untuk distribusi, pemasaran dan layanan purna jual merek Renault pun ditangani oleh Indomobil Group yang juga menangani Nissan.

Di samping garansi, masalah perlindungan asuransi kehilangan dan kerusakan juga harus jadi pertimbangan. Mobil dengan usia muda akan lebih mudah disetujui oleh pihak asuransi. Sementara mobil yang sudah tua akan sulit mendapatkan perusahaan asuransi yang mau melindungi. Kalaupun disetujui, biasanya akan membutuhkan uang premi yang tidak sedikit.

Jadi ingat, terikat romansa dengan kendaraan lama boleh saja, tapi terus menutup mata dengan kehadiran yang baru tentunya bukan langkah yang bijak.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


money

Menikah Harus Disegerakan. Meskipun Gaji 3 Jutaan? Kok Bisa

Sudah menjadi rahasia umum kalau menikah butuh biaya yang tak sedikit kan Bung? Banyak yang mematok kapan mereka harus menikah dengan memperhitungkan pengeluaran dan waktu untuk mengumpulkan biaya tersebut. Sebelum lebih jauh membicarakan kehidupan setelah pernikahan. Menjelang pernikahan pun masih banyak yang kebingungan dan kelimpungan mencari cara untuk bisa menabung sambil diselimuti kebutuhan dan keinginan. Terlebih lagi jika bekerja sebagai karyawan yang gajinya sebatas lewat di jemari.

Bagi laki-laki, mungkin Bung juga melihat mahar pernikahan menjelma bak momok seram yang menghalangi untuk melangkah. Takut tak dihargai dalam arti tidak disetujui, adalah kenyataan pahit yang harus dihadapi sebelum janur kuning berdiri. Tapi menikah cepat meski gaji 3 juta bukan lagi sebuah mimpi, apabila Bung bisa melakukan beberapa tips ini.

Dalam Pernikahan Harus Sama-sama Berjuang, Bung Ajak Calon Pasangan Untuk Segera Membuat Tabungan

Membuat tabungan pernikahan sebenarnya klasik dan juga klise. Banyak yang membuat dengan gembar-gembor janji tapi sulit untuk menjalani. Karena menabung bukan soal janji tapi cara me-manage diri dan juga komitmen rutin yang mau tidak mau harus dijalani Bung. Jadikanlah menabung ini menjadi sebuah kewajiban tanpa rasa toleransi.

Cara ini memang jitu asal dijalani dari hati. Ajaklah si nona untuk membuat tabungan pernikahan. Supaya Bung tak terasa terbebani seolah-olah berjuang sendiri. Taruhlah tabungan tersebut di rumah dan jangan disentuh sama sekali agar tidak terkuras untuk belanja. Lebih bagusnya lagi kalau Bung memasukannya ke dalam deposito pada jangka waktu tertentu.

Bung Harus Bisa Menyisihkan Sebagian Uang Pemasukan Tanpa Peduli Seberapa Besar Kebutuhan Dan Keinginan

Menyisihkan sebagian gaji satu dari sekian langkah tepat yang dapat dilakukan. Pemasukan cuma 3 jutaan dapat menikah bukan isapan jempol belaka. Dalam waktu 3-4 tahun saja sudah dapat mengumpulkan banyak uang tanpa harus mengorek-ngorek uang kebutuhan. Bung harus mengajak pasangan untuk melakukan cara ini. Supaya Bung dan si nona saling termotivasi !

Dengan menyisihkan 15 sampai 30% dari gaji Bung dan calon pasangan. Dalam waktu dua tahun Bung bisa mendapatkan uang pada kisaran 43 juta. Jadi kalau Bung melakukannya dalam waktu 3 sampai 4 tahun rasanya sangat memungkinkan untuk menikah di gedung. Tak perlu repot-repot melakukan resepsi di rumah yang menyibukkan keluarga. Gimana Bung?

Urusan Perut Di Kantor Bisa Bung Kondisikan Dan Soal Kencan Coba Ajak Si Nona Pindah Haluan

Jangan terlalu banyak pengeluaran untuk hal-hal yang tidak terlalu penting Bung. Kalau bisa disiasati dengan hal lain, lebih baik Bung melakukannya. Karena hal tersebut dapat membantu Bung dalam me-manage keuangan. Sehingga keinginan untuk mengambil tabungan buat menambal kehidupan tak akan terjadi. Seperti membawa bekal makan ketika bekerja atau mengurangi malam minggu di kafe atau mall.

Bukannya ingin mengurangi kesenangan, makanan di kantin kantor memang banyak yang menggoda selera. Apa lagi ketika aromanya yang melewati hidung. Namun, alangkah baiknya Bung membawa bekal makanan dari rumah karena lebih hemat. Ketika malam minggu menjelang, pacaran tak harus di luar. Cobalah sekali-sekali melakukannya di rumah, sekedar mengobrol atau movie marathon pasti tak jauh beda dengan berkencan di luar.

Menikahlah Sesuai Kemampuan Jangan Mudah Termakan Gengsi. Kalau Bung Emosi, Nanti Bisa Keki

Kalau kepalang gengsi, memang susah Bung. Ingin menikah dengan kemauan ini dan itu tak terlaksana kalau budget pernikahan standar saja. Lebih baik Bung realistis dengan menikahi calon pasangan sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan. Alhasil, jalan inilah yang paling benar nantinya.

Gengsi ingin menikah gedung berkelas lengkap dengan home band, dengan katering standar hotel bintang lima. Mungkin ada dibayangan Bung ataupun si nona.  Tapi hal seperti itu harus dikesampingkan. Karena pernikahan adalah hal yang sakral Bung, bukan ajang gengsi.

Carilah Jalan Pintas Yang Pas Apabila Tabungan Terasa Kurang

Kalau Bung merasa dengan sistem nabung seperti itu dapat memenuhi pernikahan tapi tidak dengan bulan madunya, Bung dapat mencari kerjaan sampingan. Uang dari hasil kerja sampingan itu nantinya dapat dipakai untuk menyuplai pernikahan atau buat berangkat bulan madu. Pernikahan dan bulan madu adalah dua hal yang sulit dipisahkan. Terlepas dari budaya atau keharusan, tapi bulan madu memang worth it untuk dijalankan.

Kalau hasil tabungan rasanya masih kurang, ya kerja sampingan adalah jawaban. Dengan bekerja seperti buka warung atau jualan barang dengan sistem online, pasti dapat menambah pemasukan. Alhasil Bung tak perlu mengikut campurkan orang tua untuk berkontribusi dalam pernikahan. Sebab doa restu dan keikhlasan orangtua saja sudah menjadi kado terindah kan Bung?

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Entertainment

Berakhir Pekan dengan Kopi Tradisional

Pergi menikmati jamuan kopi, nampaknya jadi sesuatu yang sulit kita hindari. Apa lagi jika Bung memang salah satu penggila kopi yang terbilang expert. Menjadi bagian dari diri, beberapa teman mengaku lebih memilih tak makan nasi asal minum kopi.

Minuman hitam dengan rasa yang cenderung pahit ini memang bak candu, bahkan sering membuat rindu. Beberapa tahun terakhir kopi memang banyak digilai, tak perlu kami sebutkan satu per satu, Bung yang pecinta kopi tentu lebih paham.

Lupakan dulu kopi-kopi kekinian yang digandrungi para milenial, kali ini kami ingin mengajak Bung menikmati romansa kopi tradisional. Dan salah satu tempat kopi yang patut dilirik, ada di pinggiran barat Jakarta. Terpaku pada pusat kota, barangkali Bung juga belum tahu jika bagian barat Jakarta punya beberapa tempat yang bisa menemani diri menghabiskan akhir pekan. Dan salah satunya adalah Kong Djie Kopi di Citra Garden City 6, Jakarta Barat.

Tapi kenapa harus Kong Djie Kopi Citra 6?

Jauh dari Hiruk Pikuk Kota, Bung Bisa Lebih Menikmati Rasanya

Lupakan dulu deretan kedai dan kafe yang menyediakan kopi dengan berbagai macam rasa di tengah-tengah kota. Kali ini kami memang ingin mengajak Bung menikmati kopi dengan suasana berbeda.

Terletak di deretan ruko di dalam perumahan Citra Garden City 6, hanya butuh 10-15 menit dari Cengkareng. Terletak sedikit nyempil, Bung yang pernah ke Belitung tentu sudah khatam dengan yang namanya Kong Djie.

Disebut-sebut sebagai Starbucknya Belitung, Kong Djie Kopi jadi salah satu tempat yang masih mempertahankan keotentikan cita rasa dan suasana ngopi sejak tahun 1943. Siang itu sehabis hujan mengguyur pada pagi harinya, saya masuk dan langsung disapa dengan suasana menyenangkan.

Meski dengan Harga yang Terbilang Cukup Murah, Bung Tak Perlu Ragu Soal Rasa

Di dalam komplek? Pasti Mahal!

Jadi ekspektasi pertama saya ketika memutuskan untuk membuka pintu tempat ini. Namun setelah mencoba berkenalan dan ngobrol-ngobrol sebentar dengan sang pemilik, saya  merasa bersalah. Sebab ternyata harganya terbilang cukup murah.

Untuk jenis kopi hitam biasa Kong Djie hanya mematok harga 12 ribu rupiah, kopi susu 15 ribu dan beberapa varian lain yang bersahabat denga saku.

Dari beberapa tempat ngopi yang pernah saya datangi, ini jadi kedai kopi pertama yang terasa cukup murah. Lalu bagaimana soal rasa? Tentu akan sulit untuk dijelaskan. Karena Bung sendiri tentu paham, lidah dan penilaian setiap orang tentu tak sama.

Satu hal yang bisa saya tangkap dari rasa kopi di sini adalah cita rasa khasnya yang cukup berbeda, lengkap dengan cara penyajian yang juga bak daerah asalnya. Dibuat dari campuran biji kopi Arabica dan Robusta, jadi perpaduan yang pas untuk rasanya. Ada pahit dengan manis yang menyeimbangkan rasa. Bahkan untuk Bung yang mungkin jadi pemula, kopi-kopi di sini bisa jadi solusinya.

Dan Tak Perlu Jauh-jauh Ke Belitung, Sebab di Seputar Jakarta Sudah Ada Beberapa Cabangnya

“Nggak usah jauh-jauh ke Belitunglah sekarang, tinggal datang kesini saja. Kopi dan beberapa makanannya juga datang langsung dari sana,” ujar Pak Wandi disela-sela obrolan. Sekedar informasi, Pak Wandi adalah pemilik kedai yang saya kunjungi ini. Beliau menuturkan, jika kedainya yang ada di seputaran Jakarta memang telah menjadi waralaba, termasuk yang sedang saya datangi.

“Kalau yang udah pernah ke Belitung, pasti sudah tahu Kong Djie. Jadi nggak perlu dijelasin kalau udah tahu rasa pasti ia berusaha untuk cari.” katanya menambahkan.

Siang itu, saya memang hanya mencoba kopi susu dan Mie Atep Belitung yang konon juga menjadi makanan khas dari sana. Untuk kopi saya sengaja memilih kopi susu. Karena dari beberapa review, menu ini yang mendapat rating tinggi. Dan benar memang, rasa manis dan pahit yang tersaji jadi perpaduan baik untuk dinikmati.

Ciri Khas yang Masih Terbilang Tradisional Jadi Pengalaman Lain yang Bisa Bung Dapatkan

Untuk Bung yang berniat datang kesini, di bagian depan kedai Bung akan disambut dengan jajaran termos almunium putih berbagai ukuran yang juga jadi landmark Kopi Kong Djie.

Dan di tempat asalnya, pada salah satu wawancara, Ishak anak kedua dari marga Ho pendiri kedai Kopi Kong Djie pernah berkata, jika dulu ceret-ceret tersebut tadinya terbuat dari baja, yang juga jadi ciri khas tempat kopi zaman dulu.

Bahkan untuk air panasnya, mereka mengaku masih menggunakan tungku arang namun tetap dibantu dengan tenaga gas, agar aroma dan rasanya tetap keluar. Dan rahasia lain dari cara pembuatan kopi Kong Djie adalah air yang benar-benar mendidih.

Kesan Tradisional Memang Dekat dengan Para Orang tua, Tapi di Kong Djie Siapa Saja Bisa Minum Kopi dengan Suka-suka

Dari nama kedainya, Bung mungkin akan berpikir jika mayoritas peminum kopi yang datang kesini adalah para orang tua yang mungkin sudah lanjut usia. Saya pun tadinya berpikir sama.

Namun ketika masuk kedalam, ternyata pikiran saya salah. Seakan menguatkan pemikiran saya yang salah, Pak Wandi yang dengan suka hati menjawab semua pertanyaan saya berujar, “Di sini nggak cuma orang tua sih, kalau pagi mungkin iya. Itu mereka yang habis olahraga singgah, agak siangan sedikit ada beberapa orang yang bahkan ibu-ibu. Pada nungguin anaknya pulang sekolah, ke malam sekitar diatas jam tujuan mungkin bapak-bapak atau anak muda juga yang seusia 23 sampai 26 tahun lah,”

Sependapat dengan sang empunya kedai, akhirnya saya pun setuju jika Kong Djie jadi salah satu tempat yang tak terbatas untuk siapa saja. Bahkan mereka yang sudah memang tahu rasanya, konon bisa datang 1 hingga 3 kali dalam sehari.

“Bayangin aja nih, kita ada beberapa orang pelanggan yang bisa dalam sehari datang tiga kali. Udah kaya candu gitu. Dan itu bukan cuma laki-laki saja, perempuan juga ada. Jadi jika satu kali aja beliau ngerasa ada yang tak seperti biasa, dia bakalan buru-buru protes. Ada yang kurang nih,” ungkap Pak Wandi.

Terlepas dari saya yang memang sedang ingin tahu seputar kedai kopi miliknya, saya rasa tempat dan pemiliknya memang jadi kombinasi yang pas untuk menikmati akhir pekan yang istimewa. Mereka dekat dengan pelanggan, pun sangat terbuka untuk mendengarkan beberapa komentar.

Bahkan salah satu pelanggan setianya, yang mengaku sudah pernah menikmati kopi di berbagai daerah di Indonesia mengakui jika rasa dari Kong Djie memang beda.

“Bukan berarti kopi di daerah atau kedai lain nggak enak, tapi feedback dari beberapa customer Kong Djie memang punya nilai dan nyawa sendiri. Tapi kami percaya sih, kalau setiap daerah di Indonesia memang punya kopi-kopi yang luar biasa.” ujar beliau menutup obrolan.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Health & Personality

Pergilah Bertualang, Jangan Pulang Sebelum Adrenalin Tertantang

Laki-laki memang memiliki hobi yang berbeda-beda. Tapi terjun ke alam bebas, berkontemplasi sambil menikmati secawan kopi, rasanya sudah menjadi pelarian bagi setiap laki-laki. Traveling kerap menjadi pilihan yang dilakukan untuk merehatkan pikiran Bung. Terlebih lagi, udara di kota yang penuh polusi dan rutinitas setiap pekannya menambah tingkat stres. Sedangkan alam selalu memberikan kesegaran bagi raga dan pikiran.

Meski begitu, keharusan merogoh kocek dalam untuk berpergian bisa menjadi salah satu alasan mengapa laki-laki kadang enggan berpergian. Jangan terlalu perhitungan Bung! Menurut Roger Dow, seorang presiden dan CEO dari asosiasi travel di Amerika Serikat menyebutkan, banyak manfaat yang didapat dari traveling, seperti menghilangkan stres, dan juga dapat menurunkan resiko penyakit jantung dan stroke. Menurutnya itulah mengapa traveling penting dilakukan, seperti yang ditulis oleh Roger dalam buku bertajuk “Travel Effect: A Call To Lead, a Means to Do So”.

Selain manfaatnya yang kaya, traveling acap dilakukan laki-laki untuk memacu adrenalin. Karena adrenalin dapat memacu parameter fisik tubuh. Selain itu, memacu adrenalin dapat memfasilitasi berbagai keadaan darurat untuk segera bertindak atau cepat tanggap.

Ketika Melayang Di Atas Awan, Terasa Semua Beban Lepas Dan Terlupakan

Siapa yang tidak mau melayang di alam bebas, melihat pemandangan luas tanpa ada batas. Kalau Bung ingin memacu adrenalin, cobalah melakukan beberapa model olahraga yang dilakukan dengan cara terjun bebas. Seperti terjun payung atau pun paralayang. Menikmati sensasi pertama kali melayang dengan bermodalkan parasut di badan.

Melakukan kedua hal tersebut dapat memberikan sensasi yang berbeda. Bayangkan saja bila jemari kaki tak lagi berpijak, melayang di ketinggian dan leluasa melihat keindahan alam sejauh cakrawala. Pengalaman baru seperti itu pasti juga bagus untuk fisik dan juga pikiran, terlebih bagi Bung yang terlalu banyak mengurusi pekerjaan.

Menjelajahi Pegunungan Yang Menjadi Tempat Perenungan

Aktivitas berkemah di gunung atau pun hiking, juga sangat asyik untuk dilakukan. Kegiatan ini sangat melelahkan karena bakal menguras fisik untuk menempuh jarak berjam-jam, di mana langkah kaki tak lagi normal karena jalur setiap pendakian kerap menyiksa paha. Tapi rasa lelah tersebut akan terbayarkan dengan pemandangan indah Bung. Apa lagi dikala matahari pagi mengintip kecil, pikiran pun mulai bersiap untuk kontemplasi diri.

Selain menompa fisik dengan berjalan kaki, otomatis kinerja jantung dan paru-paru akan termaksimalkan. Kegiatan berkemah juga mampu merehatkan pikiran Bung. Terlebih lagi jika dilakukan bersama kawan, tentu bisa menambah erat hubungan persahabatan, dimana keluh kesah setiap pekan menjadi bahan banyolan.

Mengukur Keseimbangan Dengan Sebuah Tantangan, Panjat Tebing Tak Mudah Untuk Dimainkan

Ingin melatih keseimbangan sekaligus memaksimalkan kinerja otak? Wall climbing menjadi salah satu opsi ketika Bung memiliki waktu senggang. Olahraga ini memang belum begitu populer, namun bagi Bung yang ingin melatih keseimbangan terutama dalam cengkraman tangan, panjat tebing sangat menarik untuk dilakukan. Tantangannya pun mulai terasa saat tangan mencari tempat untuk mencengkram. Kalau Bung ingin memacu adrenalin, fisik dan kinerja otak secara bersamaan, panjat tebing adalah pilihan tepat.

Rasa Takut Perlu Dilawan Asalkan Ada Pelampiasan

Bagi Bung yang memiliki fobia ketinggian pasti tidak mau untuk mencoba olahraga yang satu ini. Tapi kalau Bung penasaran akan sensasinya, coba pikirkan dua kali atau pun konsultasikan dengan ahlinya. Bungee jumping, olahraga yang pertama kali populer di Inggris, sangat memacu adrenalin. Karena Bung melompat dari ketinggan dengan kaki terikat oleh alat pengaman.

Biasanya bungee jumping dilakukan di jembatan atau di atas gedung. Dengan perhitungan yang matang jika hal ini pasti aman untuk dilakukan. Cobalah Bung melawan rasa takut akan ketinggian dengan mencoba sensasi dari bungee jumping. Karena melawan rasa takut lebih baik dari pada hidup dengan ketakutan.

Atau Tentang Derasnya Sungai Yang Tak Terbendung, Meskipun Sudah Bung Tahan Dengan Dayung

Mengarungi derasnya sungai, dengan ganasnya aliran yang mengarahkan ke arah bebatuan, membuat rafting begitu menantang. Derasnya arus memang mengerikan, tapi olahraga yang bermodalkan perahu karet dan juga dayung ini bisa diselesaikan dengan kerja sama tim yang matang. Karena setiap orang harus membantu menopang perahu karet tersebut agar tidak terjungkal ke dalam sungai.

Kerjasama dan koordinasi setiap orang bakal membantu meringankan beban olahraga yang terkenal ekstrim ini. Terlebih lagi derasnya aliran sungai terkadang tak menentu. Bukannya bermaksud menantang alam, tapi hanya ingin sedikit bersenang-senang. Olahraga yang dilakukan di alam bebas ini, memang terkenal berbahaya karena selain aliran sungai yang deras, besarnya bebatuan yang menghadang membuat rafting terasa menantang.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

Yomamen.com adalah majalah online khusus pria Indonesia. Lahir dari keinginan untuk menyediakan tulisan khas laki-laki Indonesia. Membahas sekaligus mengkritisi urusan maskulinitas dan gaya hidup pria modern.

Facebook

Copyright © 2017 Yomamen.com

To Top