Relationship

Si Nona Ini Bahagia dan Ikhlas Dimadu Saat Sang Suami Menambah Pendamping Baru, Bung

Tak semua perempuan setegar Lela Qaseh Arayyan Arfan, lantaran ia bahagia saat suaminya menikah lagi atau yang kerap dikenal dengan poligami. Kebahagiaan Lela bukan sekedar anggapan saja, melainkan ia coba mencurahkan rasa bahagianya lewat akun media sosial.

“Alhamdulillah semuanya selamat, selamat pengantin baru suamiku. Bertambah lagi tanggung jawab awak. Moga awak boleh membimbing kami ke jalan yang diredhai, dan kami sentiasa bahagia bersamamu hingga Jannah Allah, Aminn. #2julai #Diemaduku #ManisnyeMadu #kamiIsteriDie #AllahSebaikBaikPerancang #DoakanKebahagiaanKami,” tulis Lela Qaseh.

Ketegaran perempuan asal Malaysia ini semakin menjadi-jadi saat ia mengunggah kebahagiannya menghadiri acara pernikahan sang suami dengan pendamping barunya. Kelapangan hatinya makin terlihat, setelah ia memberi caption pada foto tersebut dengan kalimat “Pengantin Baru Suamiku”.

Tak ayal, postingan dari Lela Qaseh mengudang perhatian netizen atau dunia maya. Bahkan hingga berita ini diturunkan, postingan soal lelah telah dibagikan sebanyak 11.000 kali dengan ribuan tanggapan, yang mana berisikan pro dan kontra akan keputusannya. Postingan tersebut diunggah pada tanggal 3 Juli 2018.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Yang Harus Kamu Siapkan Sebelum Pergi Nobar Piala Dunia




Menonton gelaran olah raga besar macam Piala Dunia yang dihelat sejak 14 Juni 2018 lalu memang akan lebih seru dinikmati dalam suasana nonton bareng. Pergi bersama kawan-kawan sambil membahas detail tentang permainan. Aksi saling mendukung dan berbagi kesenangan memang terasa lebih maksimal jika dinikmati bersama-sama.

Yup, Indonesia boleh dikata sedang menyaksikan pergesaran sosial dari sepak bola. Dari sekedar olah raga yang dinikmati secara langsung, bergeser menjadi ajang interaksi sosial. Sepak bola digunakan oleh banyak orang Indonesia untuk mengisi waktu senggangnya dan mencari kesenangan lewat interaksi sosial yang berkisar di soal olah raga bola.

Sepak bola menjadi alat tukar sosial untuk diperbincangkan bagi para pecintanya. Munculah kemudian budaya kontemporer “nonton bareng alias nobar”. Karena ajang ini menjadi media paling tepat untuk pertukaran interaksi sosial tadi. Fenomena ini sendiri mulai marak sejak pertelevisian Indonesia mulai menyajikan tayangan liga-liga sepak bola Eropa. Dan mencapai puncaknya ketika ada gelaran macam Piala Dunia saat ini.

Nah, itulah mengapa setiap ada aksi nonton bareng tak lagi terbatas hanya perkara soal siapa menang kalah di lapangan. Tapi banyak hal yang umumnya dipersiapkan agar interaksi dengan kawan dan kerabat menjadi lebih seru.

Mencari Tempat Nyaman Dan Mendukung Suasana Nonton Bareng

Hal ini penting! Karena jangan sampai kita salah memilih tempat menonton. Ketika sedang ajang Piala Dunia macam ini biasanya nyaris setiap restoran atau tempat nongkrong memasang tayangan Piala Dunia. Namun bukan karena ada tayangan lantas kita bisa merasakan atmosfer nobar.

Pilih lah tempat yang memang secara khusus mengadakan nobar. Jadi mereka sudah siap menampung orang lebih banyak, sekaligus juga menampung adrenalin para penonton. Tak ada pengunjung tempat itu yang akan tergagap-gagap ketika kita dengan lantang meneriakan kata GOL!!

Cari Informasi Terbaru Sebelum Hari Pertandingan

Karena ini soal interaksi sosial tentunya kamu tak mau jadi orang yang minim informasi bukan? Sebelum berangkat nobar akan lebih seru jika kamu mencari informasi seputar tim yang akan bertanding.

Siapa perkiraan starting elevennya, bagaimana prediksinya, bagaimana sejarah pertemuan keduanya. Nantinya bahan-bahan ini akan berguna ketika dalam suasana menuju pertandingan. Interaksimu akan terasa menyenangkan jika bisa saling bertukar informasi bukan?

Gunakan Jersey Untuk Memperkuat Identitas

Ini salah satu keseruan dari interaksi sosial tadi. Kesamaan maupun persaingan akan lebih terasa ketika kita menggunakan salah satu jersey dari tim yang sedang bermain. Karena berbeda dengan menonton langsung di stadion yang area antar pendukung dibedakan, ketika nobar umumnya para pendukung akan bercampur baur.

Dengan menyatakan tegas lewat jersey kita mendukung siapa, maka kita juga akan dilatih dewasa ketika memenangkan pertandingan sekaligus legowo ketika kalah. Sebuah energi yang tidak kita dapatkan kalau hanya menggunakan pakaian “bebas”. Kalau tidak ada jersey timnas negara yang bertanding tak ada salahnya juga menggunakan jersey dari liga negara tersebut. Atau menghias wajah dengan nuansa tim yang bertanding

Bangun Energi Sporty Sejak Berangkat

Seperti dijelaskan sebelumnya, nobar bukan hanya soal siapa kalah menang di lapangan. Ini soal budaya kontemporer tempat mengisi waktu senggang mencari kesenangan. Karena itu akan lebih seru jika kita membangun energi itu sejak berangkat dari rumah.

Misalnya boyong kendaraanmu yang punya aura sporty untuk mendukung energi ini. Salah satu yang mengusung tema ini adalah Yamaha Aerox 155VVA R-Version. Scooter MAXI Yamaha yang satu ini menyematkan dua warna baru, Matte Silver yang terinspirasi dari Yamaha YZF-R1M dan Racing Yellow yang terinspirasi dari warna livery legendaris Yamaha di MotoGP. Coba bayangkan kamu pendukung brasil yang lekat dengan warna kuning datang dengan Aerox Racing Yellow!

Dan layaknyaa pemain bola profesional, motor satu ini tak hanya tampilannya yang sporty, karena Yamaha Aerox 155VVA didukung mesin 155cc generasi terbaru dilengkapi Variable Valve Actuation (VVA) yang diklaim membuat tarikan mesin lebih bertenaga. Semua tipe Aerox 155VVA sudah dilengkapi teknologi Blue Core sehingga performa mesin kian maksimal namun tetap irit bahan bakar.

Aerox pun didukung Smart Motor Generator (SMG) yang membuat suara motor lebih halus saat dinyalakan. Nah, berbeda dengan versi standar, Yamaha Areox R Version ini sudah menganut sistem subtank berwarna emas untuk shock breaker belakangnya.

Ditambah lagi R Version ini dilengkapi cakram depan berbentuk gelombang dengan ukuran 230mm. Kombinasi ini tentunya akan memberikan pengalaman berkendara yang lebih stabil dan maksimal. Masih penasaran sama motor yang satu ini, Yuk tengok detailnya di halaman ini!

Jadi yuk kita nobar, kamu mau ajak siapa?

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Agar Hati Nyaman Tak Terusik Meninggalkan Motor Di Kala Mudik




Ingat Bung, mudik naik motor sangat tidak dianjurkan oleh pemerintah! Masih mau nekat? Sebagian Bung mungkin merasa mampu melakukannya. Apalagi sudah biasa touring jarak jauh.

Tapi mudik itu bukan cuma perkara perjalanan jarak jauh. Ketika itu kondisi jalanan sedang padat-padatnya. Situasi tidak senyaman perjalanan luar kota seperti ketika kita touring bersama kawan-kawan. Risiko tinggi bahkan nyawa taruhannya.

Karena itu baiknya kendaraan roda dua ditinggal dulu selama kita melaksanakan mudik. Namun tentu masalah lain kemudian muncul. Meninggakan motor kesayangan dalam jangka waktu lama bikin hati tak tenang. Perlu siasat agar hati tetap nyaman meninggalkan motor di rumah selama mudik.

Titip Tetangga Kalau Rumahnya Cukup Lega

Langkah ini bisa Bung lakukan apabila punya hubungan yang cukup dekat dengan tetangga. Terutama jika rumah yang hendak dititip cukup luas dan si tetangga tidak melaksanakan mudik lebaran.

Jangan lupa juga untuk menitipkan kuncinya, sekaligus perbolehkan untuk si tetangga menggunakan motor kita. Dengan begini motor akan tetap terpakai selama kita mudik, dan tak khawatir motor tidak dipanaskan. Nantinya sebagai rasa terima kasih jangan lupa bawakan buah tangan dari kampung halaman untuk mereka ya.

Tak Bisa Dititip? Usahakan Masuk Ke dalam Rumah

Skenario ini harus ditempuh seandainya tetangga terdekat juga ikut mudik pulang kampung. Jangan perlakukan motor seperti biasanya ketika kita beraktivitas sehari-hari. Karena selama ini kita hanya memarkirkannya di teras rumah agar mudah keluar masuk.

Mengingat akan ditinggal lama, kali ini motor harus dimasukan ke dalam rumah. Letakan pada posisi yang lebih dalam agar lebih aman. Sedikit merepotkan tak mengapa asal hati tak was-was di kampung halaman.

Pakai Kunci Tambahan Agar Lebih Aman

Metode ini terkesan sederhana namun terbukti masih cukup ampuh. Pasanglah kunci pengaman tambahan di motor. Selain itu berikan juga gembok tambahan untuk pintu dan pagar rumah.

Meski harus mengeluarkan budget lebih besar, namun belilah perangkat gembok dan pengaman yang mumpuni. Beberapa sudah dilengkapi bahan anti potong dan anti cairan perusak gembok.

Tentunya Lebih Nyaman Untuk fitur Motor Yang Canggih

Nah beruntunglah mereka yang punya motor dengan sistem keamanan canggih. Contohnya Yamaha Lexi-S yang sudah dibekali fitur Smart Key System. Ini merupakan sistem kunci tanpa anak kunci alias keyless.

Tentunya fitur macam ini akan membantu kita bebas dari tangan-tangan jahil yang sering menggunakan modus kunci T untuk mengambil motor. Dan kalau pun starter dipaksa diputar, motor tidak akan hidup karena sudah dilengkapi teknologi immobilizer.

Mudik Lebih Nyaman Ketika Tahu Motor Siap Menanti Ketika Kembali

Hati akan lebih nyaman jika tahu bahwa motor akan baik-baik saja ketika kembali. Menyenangkan jika mesin tak rewel ketika akan dinyalakan setelah sekian lama bukan?

Nah tentunya teknologi macam yang disematkan pada Yamaha Lexi akan sangat membantu mesin tetap lancar digunakan setelah sekian lama. Motor ini sudah dilengkapi Smart Motor Generator (SMG) yang memudahkan motor hidup dan membuat suara motor lebih halus saat dinyalakan.

Apalagi Yamaha Lexi menggunakan mesin generasi baru Blue Core 125 cc yang disempurnakan Variable Valve Actuation (VVA) sehingga pengendara akan merasakan sensasi berkendara efisien, bertenaga dan handal dengan tenaga dan torsi maksimum di setiap putaran mesin.

Motor sudah hidup, saatnya menikmati jalanan di waktu liburan tersisa. Berkeliling ke tempat liburan atau mengunjungi kerabat jadi alternatif yang menyenangkan menghabiskan masa berlibur.

Nah, untuk melakukannya tentunya kita butuh motor yang cocok digunakan untuk kegiatan tersebut bukan? Jawabannya ada di Yamaha Lexi yang luas dan nyaman dikendarai jarak jauh. Sebab Yamaha Lexi memiliki big luggage capacity yang mampu menampung barang bawaan lebih banyak. Apalagi, Yamaha Lexi menjamin pengendara tetap terhubung melalui Smartphone karena dilengkapi Electric Power Socket untuk mengisi daya gadget.

Berbeda dengan MAXI YAMAHA lainnya, Yamaha Lexi merupakan satu-satunya motor MAXI yang memiliki ruang pijakan kaki luas sehingga memberikan kemudahan bagi pengendara untuk menaiki sepeda motor. Spacious Flat Foot Board ini juga memberi kenyamanan posisi berkendara dengan dua posisi kaki khas MAXI YAMAHA.

Berbekal joknya yang bertipe long seat, menjanjikan kenyamanan berkendara baik individu maupun saat berboncengan. Pengendara bisa dengan nyaman membawa kekasih, pasangan, atau sahabat untuk bepergian bersama Yamaha Lexi. Kalau masih penasaran soal motor satu ini kamu bisa lihat detailnya di halaman ini!

Selamat mudik Bung!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Relationship

Sesungguhnya Si Nona Itu Diciptakan untuk Dibawa ke Pelaminan, Bukan Penghias Malam Mingguan Bung

Sesungguhnya tidak ada yang salah dengan namanya pacaran. Akan tetapi hal yang tak berujung kepastian di usia dewasa, sangatlah riskan. Waktu menjadi hal yang sangat berharga yang tak dapat disia-siakan. Apabila penyatuan dua insan sebagai hubungan hanya untuk main-main atau sekedar mencari kesenangan adalah hal yang sayang untuk dilakukan. Apalagi di usia Bung dan si nona sekarang.

Pelaminan, menjadi satu-satunya kenapa setiap lawan jenis berhubungan. Pacaran adalah jembatan untuk mengenal satu sama lain atau dengan kata lain mencari kecocokan. Selain itu, si nona pun memiliki beberapa alasan kuat kenapa mereka lebih menghargai orang yang ingin memperjuangkan dia ke pelaminan daripada yang kerap mengajak malam mingguan.

Kalau Bung Benar-benar Cinta, Buktikan pada Si Nona. Ajak Dia Menikah dan Menatap Masa Depan Bersama

Cinta memang dapat diungkapkan lewat kata-kata. Namun, kalau sebatas kata saja yang dapat Bung terjemahkan, tak dapat membuat si nona bahagia. Si nona bukan lagi remaja labil yang bisa tersenyum saat Bung mengatakan cinta. Mengajaknya menikah dan menatap masa depan adalah hal yang jauh membuat si nona bahagia. Lagi pula, kalau Bung memang cinta, kenapa soal pernikahan mesti ditunda? Apa Bung hanya ingin berkutat dengan agenda malam minggu saja dibanding malam pertama?

Tak Ada Perempuan Dewasa yang Tingkat Kebahagiaannya Hanya sampai Berpacaran Saja

Si nona tahu dimana kapasitasnya sekarang, apalagi kini usianya telah melewati angka 20, cara pandangnya telah berubah. Baginya, pacaran bukanlah hal yang ditinggikan, sehingga menjadi sesuatu yang harus dikejar saat tidak ada. Pacaran hanya sebuah masa perkenalan lebih dalam, yang menjadi proses penjajakan. Bukan lagi seperti anak remaja, yang memandang pacaran sebagai salah satu cara untuk mendapatkan kebahagiaan.

Mengikat Si Nona Tidak dengan Cara Posesif, Melainkan dengan Membawanya ke Pelaminan

Sikap posesif yang Bung usung pada diri si nona agar ia tak berpindah ke lain hati, bukanlah cara yang tepat. Rasa ingin melindungi dengan cara mengekang ruang gerak si nona adalah sesuatu hal yang tidak tepat alasannya. Posesif tak membuat si nona tersadar hingga menjaga jarak dengan lawan jenis. Tetapi bawalah si nona menuju pelaminan, lantas ia pun akan sadar kalau dirinya harus menjaga tali kesetiaan dengan Bung. Sebab Bung kini telah jadi suaminya, bukan lagi sebatas pacar.

Memberikan Kepastian di Masa Depan Lebih Indah daripada Memberikan Seikat Bunga Saat Malam Mingguan

Segala hal berbentuk janji, coklat, baju, sampai bunga yang coba Bung bungkus dengan indah kemudian diberikan saat berada di sisinya, mungkin dapat membuat si nona terkesima. Namun sayang, sebab itu hanya bertahan sesaat saja. Karena perintilan hal seperti itu tak lagi berarti saat si nona sudah dewasa. Kepastian tentang tanggal pernikahan menajdi hal yang sangat istimewa di mata si nona. Membuatnya ia sadar, kalau ternyata selama ia diperjuangkan selayaknya seorang ratu yang ingin dipinang raja.

Cintailah Si Nona Sebagaimana Bung Mencinta Ibu di Rumah

Tak ada beda si nona dengan ibu kandungmu Bung, dua-duanya sama-sama kaum hawa. Bagi Bung yang kerap menyakiti hati si nona, deangan sikap dan perilaku lebih baik pikirkan lagi. Bagaimana kalau posisinya ditukar, si nona yang Bung sakiti adalah ibu kandungmu sendiri? Rasa tidak pantas dan naluri receh yang dimiliki seorang laki-laki harusnya dapat membuat Bung malu. Maka dari itu, sudah seharusnya Bung menjaga si nona selayaknya Bung menjaga ibu sendiri.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Relationship

Saat Si Nona Mulai Rajin Berkomentar Ini Itu, Bisa Jadi Dia Telah Siap Berumah Tangga dengan Bung

Tanpa dikasih tahu, Bung pasti sudah mengerti kalau si nona memang kerap kali mengomentari apa saja. Istilah akrabnya adalah bawel. Bawelnya si nona kadang menjengkelkan meskipun ada benarnya juga. Hanya saja, kita sebagai laki-laki merasa risih apabila dikomentari dan ingin merasakan tenang sedikit. Sehingga bawelnya si nona terkadang hanya lewat di kuping begitu saja.

Tetapi ada beberapa bawelnya si nona yang tak bisa diabaikan begitu saja Bung. Karena beberapa jenis bawelnya si nona ini bisa menjadi penanda kalau ia telah siap untuk berumah tangga. Coba Bung telaah ya, apakah si nona pernah berkomentar seperti ini!

Selalu Mengingatkan untuk Menabung Uang dan Jangan Dihamburkan

“Dari pada kamu belanja hal yang tidak penting, lebih baik uangnya kamu tabung,”

Secara kasat mata memang laki-laki terlihat lebih jarang boros daripada si nona. Namun sekalinya Bung berbelanja bisa menghabiskan uang secara cepat dan tak tersisa. Si nona pun akhirnya mengontrol keuangan Bung agar tidak boros dengan kerap berkomentar setiap Bung gajian.

Penampilan Pun Menjadi Korban Perhatian, Tentu Ada Alasannya

“Kamu kalau pake baju yang rapi sedikit, masa urakan gini sih. Biar enak juga diliat orang,”

Niatnya baik, agar apa yang Bung kenakan tidak menjadi bahan omongan orang lain. Si nona ingin Bung tampil lebih rapi sehingga bakal lebih dihargai. Meskipun ungkapan dont judge a book by cover telah lumrah di telinga orang, tetap saja penampilan rapi harus diutamakan.

Sampai Soal Makan Saja Bung Masih Diingatkan, Itu Tandanya Si Nona Khawatir Akan Kesehatan Bung

“Jangan lupa makan, meskipun sedang kerja kesehatan, juga harus diperhatikan. Kalau sakit bukan kamu yang rugi, tapi orang lain juga khawatir.”

Bung pun sudah bosan mendengar si nona selalu mengingatkan makan, ‘kan? Tetapi bagaimanapun juga, si nona sudah kadung sayang. Tentu tak mau orang yang disayangnya sakit. Itu salah satu bentuk perhatian yang selalu dicurahkan si nona meskipun Bung jarang mendengarkan.

Bekerja Giat Memang Baik, Tapi Tak Baik Kalau Sudah Memakan Waktu Istirahat

“Istirahat kalau sudah merasakan lelah, jangan paksakan tubuh untuk terus bekerja,”

Kebutuhan untuk diri Bung mungkin semuanya didapat dari bekerja. Si nona pun kerap cemas, takut Bung terlalu giat bekerja hingga menepikan rasa kantuk dan lelahnya raga. Pahamilah semua bentuk kekhawatiran selalu ada di kepalanya, maka dia pun mengingatkan Bung agar tak terlalu lelah bekerja.

Jangan Lupa Untuk Memberikan Kabar, Karena Si Nona Selalu Menanti

“Tak perlu kamu tanggapi semuah isi chat-ku ke kamu, yang penting jangan lupa untuk memberikan kabar disela-sela kesibukanmu,”

Di masa-masa pacaran saat kuliah mungkin Bung merespon dengan cepat semua isi chat dari si nona. Tak ada satu pembahasan yang terlewatkan. Saat bekerja seperti sekarang justru sulit untuk membalas pesan. Apalagi untuk memegang gawai. Tetapi si nona mengerti, dan tidak marah akan kesibukan Bung ini. Bung pun mendapat kelonggaran, asal tak lupa untuk memberikan kabar saja.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Relationship

Tadinya Berjodoh Kemudian Bercerai, Kira-kira Kenapa ya Bung?

Saat pernikahan sudah terjalin begitu lama, asam garam kehidupan sudah cukup dirasakan selama mengarungi hidup secara berdua, bisa menjadi bukti kalau Bung dan si nona adalah pasangan yang tangguh secara lahir batin. Atau dengan kata lain dapat dikatakan jodoh. Sekian tahun bersama, tiba-tiba ada masalah menerpa, yang membuat Bung dan si nona harus berpisah. Mahligai cinta yang coba dibangun sejak beberapa tahun lalu akhirnya sirna.

Maut tidak memisahkan cinta kalian, tetapi permasalahan yang merenggangkan kalian. Banyak yang berpikiran kalau orang sudah menikah itu bukti kalau mereka berjodoh. Ternyata, itu tidak menjamin. Lantaran banyak rumah tangga yang sudah terjalin namun berpisah begitu saja. Jadi tandanya pasangan tersebut tidak berjodoh, ‘kan?Lantas kalau orang-orang kerap menyebut pasangan yang menikah sudah pasti jodoh, kenapa bisa cerai?

Terburu-buru Menciptakan Keluarga Sampai Lupa Kriteria Pasangan Sesungguhnya

Banyak dari laki-laki yang santai untuk membangun keluarga, karena masih ingin menikmati masa kesendirian. Tetapi ketika sudah mepet barulah kelabakan, akhirnya membangun keluarga pun terburu-buru sehingga memilih pasangan tanpa mencocokan dengan kriteria Bung terlebih dahulu.

Kontrasnya sikap antara Bung dan si nona, karena tak cukup waktu untuk mengenali satu sama lain, membuat sikap aslinya barulah kelihatan. Di awal tahun pernikahan coba dipendam, tetapi lama-kelamaan, Bung pun tidak tahan sehingga berpisah menjadi solusi yang sepadan.

Overthinking Akan Sebuah Masalah dan Kerap Menyalahkan Keadaan

Hidup pasti ada saja cobaan. Ketika Bung sudah memiliki keluarga, persoalan pun pasti akan ada mulai menguji. Mulai dari masalah finansial sampai keluarga, terutama kalau sudah memiliki anak. Tidak pandai dalam menyelesaikan masalah membuat rumah tangga dapat karam begitu saja. Apalagi selalu menyalahkan keadaan dan menganggap hal itu sebagai biang masalah tentu bukan jalan keluarnya.

Karena Bung sekarang menjadi kepala keluarga, Bung adalah otak dari keluarga yang sedang Bung bangun. Kalau Bung sebagai kepalanya saja sudah tak mampu menyelesaikan masalah, tentu akibatnya fatal. Tidak perlu menjadi orang pintar dalam menyelesaikan masalah Bung, tetapi sepintar-pintarnya Bung saja dalam menghadapinya.

Orang Ketiga di Dalam Rumah Tangga Adalah Bahaya Nyata

Bahaya nyata itu adalah orang ketiga, mereka bakal hadir dan menggoda untuk meruntuhkan rumah tangga yang ada. Laki-laki biasanya menjadi objek utama yang terkena dalam kasus semacam ini dibanding perempuan. Mulai dari lingkungan kantor dan teman semasa sekolah dulu.

Prosesnya pun berawal dari menanyakan kabar  dan meningkat intensitasnya lewat chatting atau telepon. Kalau Bung tak kuat iman dan godaan bisa jadi Bung berbelok ke arah yang salah. Tak perlu adanya masalah di internal rumah tangga atau kejenuhan, selama ada hal seperti itu (dibaca : orang ketiga) kondisi yang adem ayem pun bisa membuat laki-laki goyah.

Ketidakpuasan di Ranjang Pun Dapat Mengandaskan Pernikahan

Hubungan intim menjadi salah satu faktor yang diinginkan tiap pasangan ‘kan, Bung? Bahkan secara umum, apabila laki-laki selingkuh pun, yang dicari adalah soal hubungan seksnya bukan perkara cinta. Frekuensi seks dan seberapa berkualitasnya hubungan intim antara Bung dan si nona dapat menjadi penentu keharmonisan rumah tangga Bung.
Bahkan hal ini disampaikan Kristina Dzara dalam artikel yang bertajuk Assessing the Effect of Marital Sexuality on Marital Disruption. “Ketika menikah, para pasangan ini cenderung kurang memiliki pengetahuan tentang seks, dan bagaimana hal itu dapat mempengaruhi pernikahan mereka kelak,” ungkapnya.

Apabila Perceraian Terjadi Jangan Anggap Itu Takdir yang Wajar Terjadi

Manusia yang memilih, Tuhan yang menentukan. Kurang lebih seperti itulah kalau Bung menyalahkan apabila kesialan, keburuntungan, sampai perceraian yang terjadi adalah bagian dari takdir. Tidak ada orang yang ditakdirkan untuk bercerai, Bung. Lantaran manusialah yang bisa dan dapat mengubah takdir itu sendiri. Semua yang terjadi adalah pilihan Bung sendiri, jadi tak ada hubungannya takdir dengan perceraian. Mungkin Bung kurang teliti dalam memilih pasangan karena nafsu di kepala sudah mengalahkan kejernihan hati ketika memilih calon istri.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

Yomamen.com adalah majalah online khusus pria Indonesia. Lahir dari keinginan untuk menyediakan tulisan khas laki-laki Indonesia. Membahas sekaligus mengkritisi urusan maskulinitas dan gaya hidup pria modern.

Facebook

Copyright © 2017 Yomamen.com

To Top