Lebih Tahu

Setidaknya Ronaldo Lampaui Messi Dalam Soal Trofi Internasional

Setuju atau tidak kiprah Ronaldo dalam dunia sepakbola selalu berada di bawah bayang-bayang Lionel Messi. Meskipun keduanya saling salip menyalip dalam soal rekor maupun skill individu, tapi banyak yang meyakini kalau Messi di atas kertas lebih piawai dari pada Ronaldo. Hal ini masih menjadi perdebatan panjang bagi para pecinta kedua orang tersebut.

Tapi kalau soal berkarir untuk mengharumkan nama negara atau bangsa setidaknya Messi tidak bagus seperti rivalnya. Ronaldo memiliki andil besar bagi Portugal untuk juara Piala Eropa 2016 lalu saat mengkandaskan tuan rumah Prancis. Dan Portugal baru saja menjuarai UEFA Nations League setelah mengalahkan Belanda dengan skor tipis 1-0. Menjadikan Ronaldo memiliki dua gelar internasional! sedangkan Messi hampa sama sekali.

Keberhasilan ini jelas tidak dapat diimbangi Messi, sebagaimana ia sukses bersama  Barcelona. La Messiah sendiri hanya mampu menjadikan Argentina sebagai runner up dalam kejuaraan lantaran pernah mengantar Argentina ke final Piala Dunia 2014 dan tiga final Copa America. Namun Messi  masih memiliki kesempatan untuk mencoba menyamai pencapaian Ronaldo, karena ia akan tampil di Copa America 2019 yang bakal digelar di Brasil pada 14 Juni sampai 7 Juli nanti.

Balik ke ajang UEFA Nations League, Ronaldo memang tidak mencetak gol saat melawan Belanda. Tapi ia berhasil mengantarkan Portugal ke final setelah mencetak hat-trick di Semi Final saat menghadapi Swiss.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Tahu

Setan Merah Diultimatum Adiddas Untuk Tak Menjual Paul Pogba

Santer kabar tentang Paul Pogba yang akan dijual Manchester United ternyata membuat produsen apparel asal Jerman, Addidas geram. Bahkan mereka meminta secara terang-terangan klub asal Inggris tersebut untuk tidak menjual pemain berkebangsaan Perancis tersebut.

Pasalnya di tahun 2015, Addidas resmi jadi penyedia apparel untuk United. Dengan secara berani membayar 750 juga pounds untuk kontrak selama 10 tahun. Penjualan merchandise United yang dirancang dan dibuat Addidas laku keras di pasaran. Salah satu alasannya karena Addidas mengandalkan Pogba sebagai brand ambassador mereka di United.

Secara tidak langsung Pogba adalah tambang uang mereka. Jadi Addidas berupaya keras meyakinkan United untuk tidak menjual Pogba dengan segala upaya dan cara. Apalagi sosok jangkung yang baru saja mencicipi manisnya Juara Dunia ini bisa dibilang sebagai ikon united dalam beberapa Musim.

Pogba didatangkan dari Juventus pada tahun 2016 silam, di mana United membayar sebesar 89 juta pounds untuk jasa sang pemain. Namun kabar bahwa Pogba akan berpisah menjadi topik hangat meskipun belum bisa dikonfirmasi kebenarannya. Gelandang ini digosipkan akan hengkang ke Real Madrid setelah merasa tidak nyaman di Old Trafford, terutama terkait posisi yang dimainkan.

Dilansir Mirror, Addidas meminta United untuk mempertahankan sang gelandang setidaknya untuk tidak hengkang di musim ini. Adapun kalau memang Pogba memang pindah ia meminta ‘ganti’ kepada United untuk mendatangkan bintang kenamaan terbaru. Karena Addidas membutuhkan ikon baru untuk meningkatkan penjualan. Kabarnya saat ini United tengah bernegoisasi dengan Addidas untuk calon pengganti Pogba sekiranya ia pindah.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Tahu

Mbappe Harus Hijrah Ke Madrid Agar Jadi Pemain Terbaik Dunia!

Mendengar nama Kylian Mbappe, sontak terlintas di kepala sebagai pemain muda yang sudah mencicipi manisnya Piala Dunia. Kini karir pemain berkebebangsaan Prancis sedang dilanda gundah gulana. Ingin bertahan di klub lama atau mencari pengalaman baru dengan menjajal liga Eropa lainnya. Jika Mbappe ingin dianggap pemain terbaik seperti Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo, menurut kami ia harus pergi ke Real Madrid.

Bukan tanpa alasan kami bilang seperti ini. Banyak hal yang akan didapat oleh pemain berusia 2o tahun ini. Setidaknya banyak pengalaman baru sekaligus pembelajaran yang berguna bagi pemain yang berposisi sebagai striker. Namun sejauh ini transfer kepindahannya belum terwujud karena PSG masih belum bersedia melepasnya. Padahal ada beberapa alasan kenapa Mbappe harus pindah ke Santiago Bernabeu.

Memenangkan Trophy Liga Champions

Real Madrid jadi klub langgangan yang menjuari trophy klub terbaik se-benua biru, total sudah ada 13 trophy bersarang di sana. Zidane, yang jadi pelatih Madrid setelah sempat menyatakan mundur adalah salah satu pelatih tersukses karena membawa Madrid menjuarai trophy Liga Champions tiga kali berturu-turut.

Di musim depan Madrid nampaknya bakal ganas setelah berhasil mendatangkan Eden Hazzard, untuk melengkapi proyeknya ia mengaku masih membutuhkan dua pemain lagi. Apabila Mbappe pindah ke Real madrid tidak menutup kemungkinan bisa merasakan trophy Liga Champions.

Mbappe Tidak Dapat Bersinar di PSG, Sebab Neymar Masih di Sana

Ketika pertama kali datang sebagai pemain PSG, jelas ia bukan bintang utama klub. Karena di sana sudah ada nama beken yakni Neymar! wajar saja kalau Mbappe diperlakukan seperti anak bawang di sana. Padahal ia jadi pemain yang paling produktif di skuat utama. Ditambah lagi saat Neymar dilanda cidera ia tetap diperlakukan sebagai bintang dan Mbappe masih dianggap anak bawang.

Hal itulah yang membuat Mbappe marah karena ia merupakan pemain terbaik dan dapat mendapat perlakuan yang sama. Jadi pindah ke Madrid bisa jadi motivasi atas rasa sakit yang diterima di PSG. Hanya hengkangnya Neymar yang dapat meyakinkan Mbappe untuk bertahan, tapi sejauh ini hanya rumor saja tentang kepindahannya.

Tidak Ada Tantangan di Perancis

Mbappe bisa dibilang khatam untuk bermain di Liga Perancis. Setidaknya ia sudah mengantongi dua piala domestik, tiga penghargaan pemain muda terbaik, penghargaan top-scorer dan pemain terbaik Ligue 1. Apalagi yang belum dicicpinya di liga perancis? wajar kalau kami bilang Mbappe butuh tantangan baru, berada di Perancis terus menerus tidak akan membuatnya berkembang. Setidaknya Spanyol adalah tempat ideal bagi ia untuk melanjutkan karirnya.

Ditangani Pelatih Bertangan Dingin

Jika ia pindah ke Madrid, Mbappe akan dikarunai pengalaman hebat seperti Varane di musim lalu. Karena Madrid ditangani oleh pelatih bertangan dingin. Siapa lagi kalau bukan legenda sepakbola dunia, Zinedine Zidane.

Tidak sampai di situ, masih ada Varane dan Benzema yang dapat menadi mentor Mbappe untuk lebih berkembang. Karena tidak ada insentif yang lebih baik untuk bintang muda yang sedang naik daun seperti Mbappe daripada rekan senegaranya yang menunggunya untuk membantunya meningkat sebagai pemain.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Tahu

Richarlison, Tumbuh di Lingkungan Penjahat Namun Karir Melesat Hebat

Brasil tidak pernah miskin talenta si kulit bundar, setiap tahun pasti tumbuh satu per satu bintang baru salah satunya adalah Richarlison. Pemain kelahiran 10 Mei 1997 ini memang istimewa, karena tidak butuh waktu lama untuk dirinya dikenal dunia. Karirnya terbilang instan, bagaimana tidak, Richarlison hanya membutuhkan dua tahun untuk membuatnya melangkah dari tim Divisi II Brasil tuk menuju Liga Inggris.

Bermain di Premier League merupakan mimpiku sejak kecil. Dan saya masih harus membiasakan diri melihat namaku tercetak di papan skor,” ujarnya

Bahkan saat dirinya bermain untuk Everton, perfoma pun tak surut, justru ia tampil dengan gemilang dengan mencetak gol di setiap pertandingan. Sejauh ini ia layak disebut sebagai bintang brasil, apalagi usianya yang masih terbilang muda yakni 21 tahun. Lantas karir Richarlison yang gemilang seperti sekarang terjadi bukan karena didukung fasilitas yang megah, tapi dibangun dari cerita merana ala rakyat jelata.

Kampung Halaman Kelam, Jadi Pengedar Narkoba Sudah Biasa Didengar

Richarlison seperti kami bilang tidak berasal dari lingkungan yang mapan dengan memiliki support system yang baik. Villa Rubia, kampung halaman yang terletak di Nova Venecia  dikenal sebagai salah satu penghasil minyak di Brasil.

Tempat tersebut menjadi tempat di mana ia tumbuh dewasa. Ironisnya tidak semua rekan sebayanya beruntung seperti ia yang sedang menjajaki karir sebagai pesepakbola. Rekannya ada yang bekerja sebagai kuli tambang dan pengendar narkoba, sebuah potret kelam dalam hal mencari nafkah.

Banyak teman sekampung saya terjerumus narkoba, sebagian besar dari mereka masuk penjara. Saya kadang masih berbicara dengan mereka, tapi saya beruntung karena tidak terjerumus hal serupa,” kata Richarlison kepada FourFourTwo 2018 lalu.

Keluarganya pun juga bukan dari keluarga yang baik-baik, di mana orang tuanya bercerai saat ia memasuki usia tujuh tahun. Richar pun pernah hidup dengan ayahnya lalu menetap dengan ibunya di usianya yang ke-10 tahun.

Sebelum Jadi Pemain Bola, Ia Mati-Matian Menghidupi Kelurga

Saya terpaksa harus menjual permen dan es krim di jalanan dan bekerja di lapangan untuk membantu kedua orang tua. Saya melakukan itu sebab semua orang melakukan apapun agar mereka bisa mewujudkan mimpi menjadi pesepak bola,” kata Richarlison.

Tingga bersama ibunda di Aguia Branca yang tak jauh dengan Nova Venecia, membuat kehidupan Richarlison semakin sulit. Apalagi ia harus membantu menafkahi empat orang adik, maka pekerjaan apapun dilakoni. Di sela-sela kehidupan yang berjalan miris, hanya sepakbola yang dijdikan hiburan.

Berkat Pemandu Bakat Talenta Richarlison Terasah Sedemikian Hebat

Salah satu sosok yang mungkin membuat Richarlison berhutang budi adalah Renato Velasco yang melihat keajaiban dari dirinya saat usia 16 tahun. Pebisnis, Pemandu bakat sekaligus Agen sepakbola ini secara jujur menyaksikan potensi Richarlison dalam beberapa kali latih tanding. Sejak saat itu, ia yang tadinya bergabung dengan akademi lokal, Real Noroeste hijrah ke America Mieneiro.

Saya akan membantumu karena kamu punya potensi,” ungkap Velasco, yang hingga kini menjadi agen.

Belum genap 12 bulan ia berada di akademi, Richarlison langsung dirpomosikan ke skuat senior. Setahun berikutnya, tepat pada tahun 2015 klub tangguh Brasil Fluminense lansgung meminangnya. Dua musim gemilang, mengantarkan ia mulai merambah liga Inggris yang diawali berssama Watford. Sebelum pindah ke Evertor dengan banderol harga sebesar 45 juta euro.

Tak Rela Dibilang Instan Karena Semua Adalah Bagian dari Usaha dan Proses

Hanya membutuhkan 5 tahun bekerja sama dengan Velasco, Richarlison disulap langsung jadi pemain bintang. Dan hanya membutuhkan dua tahun untuk melangkah hebat dari Ateletico Mineiro sampai ke Everton. Tak ayal label pemain instan mengarah kepadanya.

Jika yang dibicarakan karier profesional, barangkali ya (instan). Di akademi saya bahkan hanya main 11 pertandingan sebelum masuk ke skuat inti. Tapi ada proses panjang yang tak bisa saya jelaskan. Saya rasa itu adalah kerja keras, konsistensi, keyakinan, dan kekuatan mental untuk melewati cobaan berat,” tuturnya.

Komitmen Richarlison adalah penolakan, yakni menolak menyerah dan putus asa. Semua orang melihat dari sisi berlawanan, yakni di mana ia berhasil ke merantau ke beberapa klub besar.  Namun, jauh sebelum itu Richarlison adalah orang yang kerap gagal. Bahkan secara jujur ia telah berulangkali menjalani trial dan seluruhnya gagal.

Saya tidak punya jari yang cukup untuk menghitung siapa saja yang menolak saya. Di titik itu saya nyaris menyerah dan berhenti dari sepakbola,”

Paling Dinantikan, Membawa Brasil Menuju Juara

Meskipun bersinar di klub, sebagaimana yang namanya pemain sepakbola pasti menginginkan berada di skuat utama tim nasional. Membawa nama negara harum di kancah internasional adalah hal yang membanggakan bahkan layak disebut pahlawan olahraga. Namun itu semua tak terwujud kalau pemain tak masuk dalam daftar skuad tim utama.

Nah, hal ini juga terjadi kepada Richarlison di mana tayangan di televisi pada tanggal 17 Mei 2019 lalu sedang mengumumkan daftar pemain untuk Copa America 2019. Keluarga besar Richarlison menyimak dengan seksama di ruang tamu, kondisi semakin hening ketika pemain yang disebutkan sudah berada di urutan paling akhir.

Kemudian Tite, Pelatih Brasil menyebut namanya sebagai pemain ke-19 dan nama yang disebut adalah Richarlison de Andrade, sontak keluarga lompat kegirangan dan langsung memberi selamat kepada Richarlison yang mengenakan seragam basket Lakers.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

Yomamen.com adalah majalah online khusus pria Indonesia. Lahir dari keinginan untuk menyediakan tulisan khas laki-laki Indonesia. Membahas sekaligus mengkritisi urusan maskulinitas dan gaya hidup pria modern.

Facebook

Copyright © 2017 Yomamen.com

To Top