Otomotif

Setelah PCX Berevolusi, Siap Geser Pasar NMAX. Bung Pilih Mana?

Selama ini Nmax memang melanggang tanpa lawan di kelas skutik bongsor. Coba simak penjualan pada bulan Agustus 2017 saja sudah sebanyak 31.295 unit. Angka ini mudah didapat karena Nmax cuma sendirian menggarap segmen ini.

Pesaing terdekatnya PCX dari honda. Sayangnya harga yang selangit bikin PCX melempem di pasaran. Ketika itu skuter matic honda ini di banderol dikisaran 40 hingga 50 juta. Jelas terlalu mahal untuk bersaing di kelas ini.

 

Namun Honda nampaknya tak ingin kalah terus-terusan dengan dengan pesaingnya itu. Karena baru-baru ini Honda merilis skuter matic terbarunya yakni PCX 150 dan konon kabarnya pada bulan Februari tahun depan motor ini sudah dilirik. Apa yang beda hingga kali ini Honda optimis menantang Yamaha?

Dulu Impor Dari Negara Tetangga, Sekarang Dirakit Di Indonesia

Sumber : pinmg.com

Menyentuh di angka 50 juta, memang sangat membakar isi dompet. Bukan begitu bung? Melonjaknya harga PCX di kemunculan awal-awal dikarenakan semua rangkaiannya import secara utuh dari Thailand dan Vietnam, atau  dikenal dengan sistem Built Up (CBU).

Nah, sekarang PCX akan dibandrol dengan harga yang lebih murah alias kurang dari 30 juta. Hal ini dimungkinkan karena sudah ada pabrik Indonesia yang merakit skuter bongsor tersebut. Bahkan Presiden Direktur dari AHM, Toshiyuki Inuma, menegaskan PCX 150 ini hadir lebih canggih, dan tentu saja dengan harga yang lebih terjangkau. Selain terjangkaunya harga bagi pasar Indonesia, beberapa fitur juga dibuat menarik dan sangat mendukung untuk perjalanan di Indonesia.

Berhenti Mesin Otomatis Mati, Jalan Mesin Otomatis Hidup, Sorry Nmax Belum Punya Teknologi Ini

Sumber : ridersdomain.com

Buat diperkotaan fitur yang dibenamkan Honda pada PCX ini jelas mengungguli Yamaha. PCX memiliki fitur Idling Stop System (ISS). Sistem ini  membuat PCX  otomatis mati saat kondisi berhenti, seperti di lampu merah dan kemacetan, dengan catatan motor berhenti selama lebih dari3 detik. Maka ECM (Engine Control Module) membuat mesin mati. Bila ingin kembali menyala, hanya tinggal buka gas dan PCX akan kembali hidup. Fitur ini dikatakan dapat mengurangi emisi dan konsumsi bensin sebesar 7%.

Tarik Satu Tuas Dua Rem Terlampaui, NMAX Masih Harus Manual

Sumber : carblogindia.com

Angka kecelakaan di Indonesia memang cukup tinggi. Menurut data PT. Jasa Raharja, sebanyak 105.374 kasus kecelakaan lalu lintas terjadi di tahun 2017 meliputi kendaraan bermotor. Korbannya meliputi usia yang produktif, di mana menyentuh angka 55,6%.

Penyebabnya sesederhana salah menarik tuas rem. Kebiasaan buruk pengguna motor di Indonesia hanya mengandalkan salah satu rem depan atau belakang untuk pengereman.  Fitur PCX berikut ini membantu pengendara dalam meminimalisir insiden yang terjadi di jalan raya akibat kebiasaan tadi. Yup, Combi Brake System adalah sistem pengereman yang memaksimalkan rem depan dan rem belakang sekaligus, dengan hanya menarik satu tuas rem belakang. Tujuannya untuk memberikan distribusi pengereman yang baik saat panic brake.

Karena Keyless Akan Lebih Aman

Sumber : mazpedia.com

Sekuatnya kunci motor masih saja dengan mudah dipaksa menggunakan kunci T oleh maling tak bertanggung jawab. Nah, PCX menawarkan sistem  untuk mengatasi hal ini yang tidak dimiliki oleh NMAX. Smart Key System, fitur ini mengganti kunci konvensional dengan teknologi remote dan kenop. Jadi bung tak perlu lagi pakai anak kunci untuk mengaktifkan mesin.

Dengan masukan remote ke saku celana, tekan kenop yang ada di dashboard PCX. Maka mesin otomatis menyala saat bung menekan tombol starter. Tak hanya itu, fungsi lainnya dari remote ini ada alarm untuk pengingat bila ada maling dan Answer Back System, memudahkan bung untuk mencari kendaraan di area parkir.

Tak Perlu Pusing Ketika Handphone Mati Di Jalan, Selama Ada PCX Semuanya Aman

Sumber : Boonsiewhonda.com

PCX juga memberikan suguhan menarik yang memudahkan anda untuk mencharger handphone. Di dalam glovebox ada power outlet dengan output 12v-1a. Bentukanya seperti lighter yang ada di mobil, jadi bung membutuhkan adaptor untuk memkasimalkan fitur yang disebut power outlet. Oh iya bung, fitur ini dapat digunakan apabila kontak dalam posisi On.

Fitur ini jadi sangat menarik, mengingat sebelumnya banyak sekali NMAX yang digunakan Bung yang bekerja sebagai ojek online. Kalau PCX punya fitur charger handphone macam ini, tentunya akan memudahkan dalam aktivitas mereka yang aktif di gawainya bukan?

Nampaknya NMAX bakal punya pesaing kuat di tahun depan dengan keluarnya PCX. Segala kecanggihan fitur dan harga yang mampu bersaing, membuat Honda akan mengusik penjualan Yamaha dalam klasifikasi skuter matic bongsor.

Tapi jelas Yamaha tak akan tinggal diam. Bisa jadi pertarungan ini akan bikin kita punya pilihan lebih menarik. Karena bukan tak mungkin NMAX terbaru juga akan dipersenjatai fitur-fitur yang canggih. Kalau sudah begini bung sendiri memilih yang mana? NMAX atau PCX?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Otomotif

6 Kiat Berkendara dengan Motorsport

Yang namanya berkendara dengan motorsport memang agak tricky. Selain harus menyiapkan fisik dan stamina yang prima—lantaran bobot body motor semacam ini pastinya di atas motor skuter matic, menunggangi kuda besi yang satu ini tak seperti naik motor lainnya. Pasalnya, ada tips khusus yang perlu diketahui agar tubuh tetap nyaman selama berkendara dan motor pun tetap dalam kondisi baik setibanya di tujuan seusai berkendara.

1.Biasakan Melakukan Cek Secara Menyeluruh Sebelum Berkendara

Sebelum memulai perjalanan, biasakan mengecek motor apakah motor dalam kondisi prima, mulai dari ban, rem, kopling, hingga sektor lampu. Jika semua aman, baru cari riding position alias posisi duduk yang menurutmu paling nyaman sehingga saat berkendara pun bisa santai namun tetap hati-hati.

2.Pastikan Sudah Tahu Posisi Badan yang Benar Saat Hendak Berkendara

Jangan karena mengejar gagah-gagahan lantas Bung memposisikan badan jauh dari stang sampai tangan lurus dan kaku. Karena ini bukan motor skuter matic, maka badanmu justru harus sedikit menunduk dengan posisi lenganmu sedikit menekuk.

Kenapa harus begitu? Karena lengan yang menekuk ini akan membantumu meredam rebound alias tendangan balik peredam kejut pada stang saat motor menghantam lubang. Kalau posisi sudah mantap, barulah mulai berkendara.

3.Jangan Asal Naik, Posisi Kaki pun Harus Stabil

Untuk posisi kaki, penempatannya harus pas karena ruangnya tak sebanyak di motor skutik yang menggunakan deck lebar. Motorsport hanya punya sedikit footstep tempat meletakan kaki. Lalu paha harus menempel ke tangki motor dengan posisi menjepit. Kendati begitu bukan berarti diam dengan tegang dan kaku. Kakimu harus tetap dalam kondisi relaks.

Posisi ini akan mempermudah untuk melakukan antisipasi bila Bung akan melakukan manuver ekstrem seperti hendak menghindari tabrakan. Dengan paha yang menempel ke tangki, Bung bisa mempertahankan posisi duduk agar tidak tergeser ke kanan kiri dan dapat mengeliminir risiko terpental dari motor.

4.Carilah Posisi yang Senyaman Mungkin untuk Tangan saat Menggenggam Stang

Untuk posisi tangan, perhatikan posisi tangan ketika menekan tuas kopling dan rem depan. Usahakan ketika mengoperasikan tuas rem depan atau kopling yaitu dengan cara menekan ujung tuas supaya ringan. Menekan tuas kopling bisa menggunakan dua jari yang sekiranya dianggap paling nyaman bagi pengendara.

5.Kenali Bentuk Motor Yang Bung Kendarai

Banyak orang meremehkan hal ini dan langsung saja betot gas ketika menunggangi kuda besinya. Padahal bentuk motor yang berbeda akan membuat pengendalian yang berbeda pula. Ambil contoh misalnya GSX-R150 dan GSX-S150. Dua motor Suzuki ini punya DNA yang sama, namun bentuknya berbeda sehingga handlingnya pun akan berbeda.

GSX-R150 dengan fairing tentunya punya body depan yang lebih lebar jika dibanding saudaranya tipe S yang bertipe naked bike. Tentunya butuh ruang lebih lebar jika merambah kemacetan.

Hal lainnya misalnya spion GSX-R150 yang ditanam di body depan sementara GSX-S150 berada di tangki. Ini akan membuat perbedaan karena GSX-S150 spionnya akan bisa ikut menyelip jika stang dimainkan ketika beraksi diantara kendaraan lain, sementara tipe R butuh perhitungan sebelumnya karena spionnya tang tak bergerak.

6.Kenali Juga Karakter Motormu Agar Tepat Mengambil Kesimpulan Di Jalan

Bung harus mengenali karakter motormu dengan tepat. Mulai dari karakter mesin hingga karakter berkendaranya. Coba kita ambil contoh GSX-S150. Untuk urusan dapur pacu GSX-S150 ini disematkan mesin berkapasitas 150 cc DOHC yang sama dengan saudaranya tipe R. Berbekal mesin overbore, DOHC (Double Over Head Camshaft) dengan kapasitas 150cc dan berkompresi 11,5 : 1 yang sudah dilengkapi teknologi fuel injection yang canggih untuk pembakaran maksimal, GSX-S150 menghasilkan tenaga sebesar 14,1 kw/10.500 rpm dan torsi sebesar 14 nm/9.000 rpm yang tersalurkan dengan kuat melalui transmisi 6 percepatan.

Karakternya jinak diputaran bawah sehingga membuatmu tak repot kalau mengendalikannya di RPM rendah.Tapi jangan lantas anggap remeh tenaganya. Kenali dulu, karena ketika diputaran menengah dan atas kalau tak siap, Bung akan dibuat terkejut dengan ledakan tenaganya.

Untuk dimensi, tampilan dari motor garapan Suzuki ini mempertontonkan rangka Single Cradle yang bisa terlihat jelas. Ukurannya sendiri memiliki panjang 1.975 mm, lebar 674 mm, dan tinggi keseluruhan mencapai 1.070 mm. Sedangkan untuk ukuran wheelbase sendiri mencapai 1.300 mm.

Dengan ukuran macam ini, GSX-S150 ini bisa dibilang cukup besar untuk kelas 150cc. Tapi tak perlu khawatir, tinggi jok yang 785mm sangat pas untuk ukuran rata-rata orang Indonesia tanpa harus berjinjit.

Ukuran kekar ini berlanjut hingga kaki-kaki. Di depan menggunakan suspensi teleskopik besar dengan di belakang mengusung tipe monoshock guna menambah kestabilan berkendara. Velg alloy berukuran 2,15 inchi di depan dan 3,5 inchi di belakang dibalut ban depan 90. Tentunya cukup lebar untuk membuatmu tetap stabil di jalan lurus, namun cukup lincah untuk melakukan manuver.

Nah dengan kiat-kiat macam itu tentunya Bung akan lebih aman dan nyaman mengendari motorsport milikmu.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Otomotif

Yamaha XMAX Bertemu Honda Forza, Kira-kira Siapa Pemenangnya?

Memang belum ada kepastian tentang kehadiran Honda Forza 300 ke Indonesia, padahal skutik bongsor ini sudah mampir terlebih dahulu di negara tetangga, Thailand. Sebelumnya,  Honda Forza juga telah beredar di kawasan Eropa, tepatnya di negara Italia. Perihal negara tetangga yang sudah memamerkan Honda Forza 300 dalam ajang Bangkok International Motor Show 2018, apakah PT Astra Honda Motor (AHM) Indonesia bakal menghadirkannya juga?

Jawabannya adalah belum bisa dipastikan. Dijelaskan Thomas Wijaya, Direktur Pemasaran PT AHM bahwa pihaknya saat ini belum tertarik mendatangkan Honda Forza 300, dan masih fokus terhadap penjualan PCX 150. Padahal kalau dilihat dari segi pasar saja, Yamaha cukup sukses dengan penjualan XMAX yang memiliki lari hingga 250 cc. Namun, PT AHM nampaknya belum ingin memanaskan persaingan. Sedangkan kalau disandingkan, siapakah yang bakal keluar menjadi pemenang ya Bung?

Macet Tidak Jadi Halangan Bagi Forza Meskipun Berbodi Besar

Jalanan macet sudah menjadi hal akrab yang bakal ditemui di ibu kota seperti Jakarta. Menaiki roda dua, menjadi satu alasan agar dapat menempuh perjalanan lebih cepat karena motor dapat menyelinap. Kalau untuk skutik bongsor, bagaimana ya? Jika membandingkan antara Honda Forza dan Yamaha Xmax, jelas Forza lebih unggul karena motor ini memiliki dimensi yang lebih kecil dibandingkan Xmax. Honda Forza memiliki panjang 2.138 mm, adapun Yamaha Xmax mencapai 2.185 mm. Tinggi jok Honda Forza sendiri lebih kecil yakni 779 mm, sedangkan Yamaha Xmax mempunyai tinggi jok 795 mm.

Perkara Tenaga Ternyata Yamaha Xmax Masih Mengungguli Honda Forza

Tenaga yang dihasilkan oleh Honda ternyata belum mampu membuat Yamaha bertekuk lutut. Lantaran Forza hanya memiliki mesin dengan kapasitas murni 279 cc yang dapat menghasilkan tenaga 24.8 hp pada angka 7.000 rpm dan torsi 20.1 lb-ft pada 5.750 rpm. Sedangkan Xmax memiliki kapasitas cc yang lebih besar yakni 292 cc yang mempu mengeluarkan tenaga 27.6 hp @ 7.250 rpm dan torsi 29,0 Nm @ 5.750 rpm. Tipe kedua mesin yang tersemat dalam skutik bongsor ini sama, yang membedakannya Honda Forza memiliki beberapa mode.

Honda Memiliki Fitur Terbaru Untuk Anti Selip

Demi menjaga keselamatan dalam berkendara, Honda terus memajukan fitur yang dapat menopang pengendara agar tetap aman di jalan. Honda Selectable Torque Control (HSTC) adalah fitur canggih keluaran Honda, semacam traction control guna mencegah roda belakang selip karena kelebihan tenaga. HSTC sendiri tersedia di Honda Forza, sehingga untuk segi keselamatan berkendara fitur Honda Forza lebih unggul dari Yamaha Xmax.

Kalau Soal Tampilan Tergantung pada Pilihan Penunggang, Mau Tampil Garang atau Agresif?

Tampilan motor jadi faktor bagi calon pembeli seperti Bung, karena ada bayangan apabila Bung menaiki motor A atau motor B bakal terlihat seperti apa. Banyak orang memilih motor Harley karena ingin tampil garang sekaligus elegan, sedangkan sebagian lainnya banyak yang memilih motor Ducati dan Aprilia karena ingin tampil sporty. Relatif kalau berbicara soal tampilan, sama halnya ketika ingin memilih Honda Forza atau Yamaha Xmax. Secara desain Yamaha Xmax tampil garang, sedangkan Honda Forza lebih agresif dan juga tajam.

Fitur Honda Forza Lebih Menarik Tak Terusik

Tampilan kedua motor memang sama, mesin yang dipakai pun sama, yakni satu silinder, 4-langkah, pendingin cairan, SOHC, dan 4-katup. Walaupun cc yang tersemat di Yamaha Xmax lebih besar dari Honda Forza, untuk urusan fitur, nampaknya Honda lebih unggul dari Yamaha. Keduanya sama-sama menggunakan lampu LED, soket charger, instrumen di panel meter lengkap, hingga bagasi luas yang dapat menampung dua helm berbeda. Nah, satu kelebihan Honda Forza ada pada windshield-nya yang dapat diatur secara elektrik Bung.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Otomotif

Motor Era 90-an Dengan Harga Jual Capai Ratusan

Memiliki motor tua dapat menjadi kebanggaan dan kepuasan tersendiri bagi sebagian orang, salah satunya adalah mempunyai Honda Astrea Grand. Motor bebek 4 tak yang eksis di era 90-an ini sekarang kembali lagi pada geliat pasar otomotif. Bukan pihak Astra Honda Motor yang mengeluarkan seri ini, melainkan para pecinta motor yang kembali membangkitkannya. Dengan merangsek ke pasar mencari sisaan produksi yang ada, sampai merestorasi menyerupai aslinya.

Bahkan baru-baru ini ada yang sempat menghebohkan jagad dunia maya. Sebab ada yang berhasil menjual motor Astrea Grand tahun 1991 dalam kondisi orisinil dengan harga yang dibanderol di kisaran 80 juta! Ya tentu saja Zubastian Rachman, orang yang berhasil menjual motor tersebut menjadi bahan pembicaraan, karena berhasil menjadi jutawan dengan menjual motor lama melebihi harga motor baru. Bahkan, aksinya tersebut juga memantik pemilik Astrea Grand lainnya yang menjual dengan harga yang lebih murah, yakni 50 juta.

Modelnya yang Minimalis Menambahkan Kesan Retro Di Kota Metropolis

Bung dapat melihat kalau body yang dihadirkan Honda lewat Astrea Grand sangatlah minimalis, mungil, dan seksi. Ditambah lekukan bodi yang retro nan vintage membuat motor klasik ini cukup memiliki identitas apabila di jalan. Sebagian orang pasti tidak bisa melupakan bagaimana bentuk dan body-nya yang menarik tersebut. Meskipun pada eranya, motor dengan model serupa banyak bermunculan seperti Astrea Legenda dan Astrea Prima. Tapi tetap saja Astrea Grand jawaranya.

Mesin Bandel Membuat Astrea Grand Tampil Membandel

Mesin bandel Astra memang dapat terjaga apabila dirawat secara rutin. Lantaran motor 90-an ini memiliki akselerasi yang tetap stabil dan terjaga. Bahkan sisi responsifnya bisa setara dengan motor yang berada di atasnya, seperti Honda Supra X. Kedua motor tersebut memiliki basis mesin yang sama, anehnya kecepatan Astrea Grand bisa mencapai top speed 100km/jam meskipun kapasitas mesinnya hanya mencapai 85 cc saja. Dengan catatan kondisi mesinnya masih waras Bung. Sektor jantung pacunya pun telah dilengkapi mesin C-Series, yaitu tipe 4-stroke, silinder tunggal, SOHC, berpendingin udara, dengan kapasitas 85 cc.

Biarpun Berbadan Kecil Tetapi Tetap Irit

Sama seperti produk Honda lainnya, motor-motor keluarannya pun tetap membaca skema kantong orang Indonesia, yang ingin tetap ngacir tetapi tidak membuat dompet terus mengalir. Astrea Grand sangat irit dalam soal bahan bakar Bung. Ada hasil tes yang mengukur seberapa banyak jarak yang ditempuh dengan 1 liter bensin yang terisi di Astrea Grand. Hasilnya pun bisa mencapai 60 Km bahkan 77 Km apabila dijalankan dengan kecepatan konstan yaitu 55 km/jam. Namun hal itu juga tergantung pada kondisi medan yang ditempuh Bung.

Motor Hasil Restorasi Tampak Ori Sehingga Dihargai Tinggi

Motor jadul memang kian booming beberapa tahun belakangan. Seperti ubahan-ubahan motor jadul menjadi model modifikasi macam japstyle, caferacer, ataupun bobber.  Juga menjadikan beberapa motor lawas dicari guna menjadi bahan dasar untuk ubahan selera mereka. Bahkan penggemar motor jadul tersebut rela mengeluarkan uang puluhan juta hanya untuk membentuk motor tersebut. Kasus ini sama namun tak serupa seperti Astrea Grand yang dibanderol seharga motor Kawasaki Ninja 250 L. Seperti yang dilakukan Zubastian Rachman yang menjual motor tersebut seharga Rp 80 juta, kemudian disusul oleh Edy Wibowo yang menjual di harga Rp 50 juta.

“Iya memang dijual Rp 50 juta. Aku sih sebetulnya iseng-iseng. Karena ada yang jual Rp 80 juta, nggak apa-apa lah saya kasih Rp 50 juta kalau mau,” kata Edy kepada detikOto.

Akankah Harga Menjulang Astrea Grand Bakal Bertahan Lama

Dari harga yang dilansir hampir menyentuh ratusan juta, nampaknya membuat hal tersebut berada di luar kepala. Seakan-akan tidak mungkin menjual motor antik macam Astrea Grand setinggi itu, bahkan sampai ada yang mengiyakan untuk membelinya. Bisa jadi hal ini tidak akan bertahan lama, seperti halnya booming soal kasus tanaman gelombang cinta dan batu cincin. Tergantung seberapa banyak supply and demand di pasaran, kalau masih terus meningkat bisa jadi harganya bakal konstan dan tidak akan naik.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Otomotif

Baby NMAX Resmi Dikeluarkan Yamaha Guna Menyaingi Pasar Honda

Yamaha nampaknya sedang berniat menggeser pasar Honda di pasaran. Memang tak bisa dipungkiri motor keluaran Honda selalu berada di jajaran atas penjulan di Indonesia. Yamaha sebagai kompetitor tak tinggal diam, setelah mengeluarkan NMAX untuk menjadi pesaing PC, sekarang Yamaha mengeluarkan Lexi untuk menyaingi Vario 125.

Memang keunggulan Vario dikelas matic seperti tidak ada pesaingnya, namun dengan keluarnya Yamaha Lexi nampaknya akan membuat situasi berubah. Yamaha Lexi  atau yang kerap disebut Baby NMAX karena body-nya yang sama namun lebih ramping (sedikit) ini, bakal dibandrol dengan harga 20 jutaan. Lebih lanjut Yamaha Lexi disebutkan sebagai prodak trendi yang menawarkan kepraktisan sekaligus fitur canggih guna menarik pelanggan.

Sederet Fitur Canggih Membuat Pengendara Nyaman Bersama Lexi

Sumber : Antara.com

Bersama Yamaha Lexi, pengendara pasti akan nyaman ketika berkendara. Lantaran beberapa fitur canggihnya memanjakan pengendaranya selama perjalanan. Seperti electric power socket yang membuat pengendara dapat men-charger gawai pintarnya agar tetap terhubung tanpa kehabisan baterai.

Selain itu adanya Smart Key System menjadikan motor ini terkesan mewah dan elegan, ditambah adanya Immobilizer dan Answer Back System yang memudahkan Bung untuk mencari kendaraan di parkiran. Namun untuk fitur ini hanya tersedia di tipe Yamaha Lexi S.

Body-nya Pun Terasa Lebih Ramping Dari Induknya, NMAX

Sumber : Antaranews.com

Guna melengkapi beberapa seri sebelumnya seperti NMAX, XMAX, TMAX dan AEROX 155, Lexi pun diperkenalkan di tahun 2018. Kalau melihat secara mata telanjang dari segi body memang mirip NMAX, namun lebih ramping dan keliatan seksi. Selain itu bobot dari Lexi pun lebih ringan dari pada pendahulunya. Sehingga nyaman untuk digunakan beraktivitas harian terutama bagi Bung yang kerjanya mobile.

Baby NMAX Siap Terjun Ke Aspal Dengan Torsi Merata Di Setiap Putaran Mesin

Sumber : Merdeka.com

Siap meluncur di pasaran tentu Yamaha tidak melepaskan dagangannya begitu saja tanpa kualitas yang mumpuni. Setelah dimanjakan lewat fitur-fitur canggih yang tersedia, untuk urusan mesin juga sama baiknya. Karena motor Yamaha Lexi mengusung mesin Blue Core 125cc LC4v, yang juga dimiliki pesaingnya Vario 125.

Lewat mesin Blue Core 125cc LC4V, dilengkapi dengan teknologi Variable Valve Actuation (VVA) yang membuat torsi merata disetiap putaran mesin sehingga tenaga yang dipacu pun akan maksimal. Itu pun masih dilengkapi dengan Smart Motor Generator (SMG) yang membuat suara motor lebih halus saat dinyalakan.

Memacu Kecepatan Dengan Matang, Tapi Bensin Tetap Irit Untuk Perjalanan Panjang

Sumber : Tribunnews.com

Memadukan mesin berteknologi canggih, VVA, yang mampu membuat kinerja torsi secara maksimal tentu akan berimbas kepada kecepatan dari tunggangan. Jika Bung bergumam dalam hati, “Wah, bensin pasti boros nih!”, santai Bung, karena Lexi memiliki fitur terbaru yang dapat membuat konsumsi bahan bakar jadi lebih irit.

Sebab, Lexi telah dibekali fitur Stop & Start System yang membuat mesin mati saat berhenti lebih dari 5 detik, seperti saat sedang macet di jalan atau bertemu lampu merah. Tak perlu stater untuk menyalakan kembali. Saat tuas gas diputar, motor sudah dapat kembali beraksi. Fitur ini mengurangi risiko bahan bakar terbuang percuma saat motor sedang berhenti.

Berkendara dengan Lexi jelas lebih irit karena memiliki fitur STOP & START SYSTEM yang membuat mesin STOP/Mati saat berhenti lebih dari 5 detik dan START/Menyala kembali saat tuas gas diputar. Fitur ini mengurangi risiko bahan bakar terbuang percuma saat motor sedang berhenti.

Warna Menarik Tersemat Pada Produk Anyar Yamaha Lexi

Sumber : Tribunnews.com

Desain Lexi yang mewah dan elegan diselaraskan dengan tampilan warna yang atraktif guna menguatkan kesan elegan. Warna matte menjadi pilihan dasar warna di Baby NMAX, seperti Matte Red, Matte Grey dan White. Sedangkan Yamaha Lexi-S memiliki varian Matte Blue, Matte Grey dan Bronze.

Selain itu dengan lampu depan Grand LED membuat Lexi menjadi terlihat berkelas sebagai motor matic, ditambah Digital Speedometer yang modern dan informatif akan memudahkan pengendaranya. Keberadaan lampu Hazzard pun akan meningkatkan keamanan apabila pengendara mengalami mogok atau ban bocor yang berguna sebagai tanda.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

Yomamen.com adalah majalah online khusus pria Indonesia. Lahir dari keinginan untuk menyediakan tulisan khas laki-laki Indonesia. Membahas sekaligus mengkritisi urusan maskulinitas dan gaya hidup pria modern.

Facebook

Copyright © 2017 Yomamen.com

To Top