Health & Personality

Sesuatu Ini Sejatinya Tak Penting Dalam Pernikahan, Namun Tetap Diperjuangkan Meski Kocek Bolong Sedalam Jurang

Pada pernikahan di zaman sekarang memang ada beberapa hal yang ditambahkan, meskipun tak berfaedah namun tetap diusahakan. Padahal jika dihitung dari segi biaya, cukup menyita pengeluaran. Bagi Bung yang mengalami hal ini, lebih baik berpikir lagi. Pernikahan itu ikatan dua sejoli bukan urusan membuat konten menarik atau tidak dalam suatu ajang. Jadi apabila Bung terlalu memusingkan berbagai hal diluar urusan kesakralan nampaknya sangat aneh Bung.

Seperti booth foto di pernikahan sebenarnya tak terlalu dianjurkan. Akan tetapi banyak yang rela mengeluarkan biaya lebih untuk perihal seperti ini. Sebenarnya memang tidak salah sih, namun apabila Bung merasa keberatan sebenarnya tidak dilakukan pun juga tidak akan mengurangi kesakralan pernikahan. Lantas hal apa saja yang sering dilakukan padahal tidak begitu krusial dalam pernikahan?

Foto Pre-Wedding Sebenarnya Adalah Budaya yang Tidak Perlu Diperanakkan

Untuk foto pre-wedding biasanya seseorang sudah mengincar beberapa spot matang. Saking matangnya, sampai rela terbang ke luar kota mencari tempat wisata atau hanya mengandalkan daerah sekitarnya bukan? Tentu saja itu sudah memakan biaya Bung. Belum lagi Bung mesti menyewa fotografer dengan segala macam tetek bengeknya. Sehingga budget pun keluar secara sukarela. Coba lah Bung hitung-hitung lagi berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk foto pre-wedding? Padahal ketika resepsi berlangsung pun, Bung juga menyewa fotografer. Mubazir kan jatuhnya?

Menunjuk Kawan Terdekat Untuk Menjadi Pendamping Pernikahan yang Erat

Penunjukan kawan dekat sebagai pendamping mempelai kerap dilakukan di era sekarang. Tidak hanya perempuan saja yang memiliki bridesmaid, tetapi laki-laki pun juga. Kawan-kawan yang dahulu senasib seperjuangan sehingga menjadi teman dekat, bahkan bisa dibilang saudaraan, Bung daulat menjadi groomsmen. Selain itu, Bung pun mesti mengeluarkan uang lebih untuk membelikan mereka seragam. Ya memang ketika berseragam, memang terlihat lebih elegan, tetapi pikirkan juga soal pengeluaran. Apakah cukup untuk sampai ke jenjang pernikahan atau mesti menghutang.

Menggunakan Vendor Pernikahan Papan Atas Supaya Ajang Pernikahan Terlihat Berkelas

Ketika pernikahan telah direncanakan Bung pun memikirkan segala perihal yang bakal dijalankan. Apa lagi si nona juga turut pusing untuk memikirkan persoalan gedung dan makanan. Karena kepusingan tersebut, Bung pun mendaulat vendor untuk mengerjakan.

Ingin terlihat berkelas di ajang sekali seumur hidup ini, Bung pun mendaulat vendor papan atas untuk mengerjakan semuanya, yang portofolionya pun terpampang telah dipercaya meng-handle beberapa pernikahan selebritis. Termakan oleh iklan dan ego, akhirnya tanpa pikir panjang Bung mengiyakan. Efeknya setelah selesai ajang pernikahan, Bung mendapatkan beban tanggungan berat lantaran biaya yang membengkak.

Pelepasan Masa Lajang Dengan Pesta Bujang

Pesta bujang kerap dilakukan para laki-laki kala bakal melepas masa lajang. Seolah-olah menjadi malam terakhir, pesta lajang pun dilakukan secara besar-besaran. Dengan menyewa kamar hotel, ditambah minuman dari kualitas berkelas, berserakan di sudut-sudut kamar. Hingga pesta pun usai dan tidak sadar kalau sudah menghabiskan uang berjuta-juta hanya untuk memanjakan masa muda yang katanya sudah usai usianya.

Memilih Gedung yang Mahal Agar Pernikahan Terkesan Megah Dan Berkelas

Tempat terkadang menjadi pertimbangan besar untuk menyelenggarakan pernikahan. Biasanya, untuk orang yang memiliki standar kelas yang tinggi otomatis, gedung menjadi salah satu opsi. Memang banyak untungnya, akan tetapi  untuk segi biaya terkadang tidak terlalu istimewa. Harganya pun beragam untuk durasi 2 sampai 3 jam.

Padahal gedung tak selau menjadi patokan, apabila budget pas-pasan sesungguhnya rumah menjadi pelaminan idaman. Namun , karena gengsi tinggi yang tak bisa dipungkiri, apa lagi diobati, membuat Bung menjadi gelap mata untuk bisa melaksanakan itu semua. Kalau sudah terlanjur, barulah pengeluaran bejibun untuk sewa gedung begitu berasa. Demi mengiklhaskan semuanya, Bung pun lantas berkata “Tak apa, sekali seumur hidup ini!”, ya kan?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Karena Penelitian Menyebut Kecerdasan Itu Sexy

Sebagian orang masih mengasosiasikan “pintar dan cerdas” itu dengan tampilan kaku macam kutu buku. Padahal sesungguhnya saat ini banyak tokoh-tokoh yang lekat dengan kecerdasan macam Elon Musk atau Mark Zuckerberg yang justru dianggap menarik dan sexy.

Beberapa penelitian juga bahkan menunjukan hal ini. Salah satunya adalah penelitian yang digagas psikolog Gilles Gignac, Joey Darbyshire, dan Michelle Ooi dari University of Western Australia. Mereka menemukan bahwa orang-orang dengan IQ tinggi memiliki skor tinggi dalam hal keseksian ketika dinilai oleh orang lain.


“Kecerdasan” Menjadi Faktor Kedua Daya Tarik Setelah “Kebaikan”

Penelitian tentang kecerdasan dan daya tarik di atas melibatkan sedikitnya 10 ribu peserta dari 33 negara di dunia. Salah satu temuan menariknya adalah para peserta penelitian menempatkan “smart” di nomor dua sebagai daya tarik.

Posisi ini hanya dikalahkan oleh faktor “kebaikan dan pengertian” yang menempati urutan nomor satu. Jadi sesungguhnya dengan menjadi baik dan terus melatih kecerdasan sudah bisa membuat orang lain tertarik kepada kita.

Salah Satu Indikator Kecerdasan Adalah Selera Humor

Dalam penelitian itu juga ditanyakan mengenai indikator apa yang digunakan untuk menilai seseorang cerdas atau tidak. Sebagian menyebut bahwa salah satu indikator yang digunakan untuk menilai kecerdasan seseorang adalah selera humornya.

Karena mereka yang cerdas selalu berpikiran terbuka dan orang yang berpikiran terbuka ini cenderung punya selera humor yang baik. Mereka yang smart juga dikatakan tidak akan mudah tersinggung dan aspiratif terhadap ide-ide baru.

Tak Cuma Pada Individu, “Smart Dan Sexy” Juga Kini Diterapkan Pada Hal Lain

Perpaduan menarik ini tak cuma ditemui dalam urusan penggambaran individu seseorang. Karena kini banyak sektor juga menerapkan konsep ini. Coba tengok misalnya gadget yang selalu menemani kita.

Dahulu mungkin handphone hanya digunakan sebagai alat komunikasi suara dan teks. Kini perkembangannya sudah jauh lebih dari itu. Mulai dari mengakses internet, sosial media, pesan makanan, penunjuk arah hingga fungsi lainnya yang dulu hanya impian.

Tapi toh kamu juga tak mau hanya menggunakan gadget yang cerdas saja bukan? Begitu banyak pilihan ponsel cerdas, tentunya kamu juga memilih yang di desain menarik lagi sexy. Karena hal tersebut juga menunjukan jati diri.

Bahkan Meluas Hingga Urusan Tata Kota Juga Tersentuh Unsur Kecerdasan

Familiar dengan istilah Smart City? Yup inilah konsep yang diinisiasi oleh Suhono S. Supangkat dari ITB. Kota tak lagi hanya menjual soal “keindahan dan kecantikan” namun juga harus bersifat smart.

Menurutnya, Smart City adalah kota yang bisa mengelola Sumber Daya Alam (SDA), Sumber Daya Manusia (SDM) dan sumber daya lainnya sehingga warganya bisa hidup nyaman aman dan berkelanjutan.

Seperti adanya transparansi dan partisipasi publik, transportasi publik, transaksi non tunai, manajemen limbah, energi, keamanan, data dan informasi. Hal ini dapat didukung melalui teknologi informasi dan komunikasi. Terbayang menyenangkannya hidup di kota yang di tata macam ini bukan?

Tak Mau Ketinggalan, Urusan Kendaraan Juga Harus Mengadaptasi Ini

Soal “smart dan sexy” ini juga merambat ke urusan kendaraan. Mengingat hal ini melekat dengan kita dan digunakan juga untuk berativitas sehari-hari. Wajar rasanya jika konsep ini juga diterapkan pada kendaaraan kita.

Ambil contoh Yamaha Lexi yang mengusung konsep “Smart is The New Sexy” yang bermakna bahwa sexy tidak hanya tentang penampilan melainkan tentang karakter, sikap dan pola pikir yang Smart. Yamaha Lexi mempunyai 3 pilar konsep Utama

Untuk Smart & Sexy Design, Motor ini mengkombinasikan unsur Luxury dan Elegan dengan bobot yang paling ringan di kelas MAXI YAMAHA. Tampilannya yang berkelas ditunjang desain lampu Grand LED Headlight ditambah eye line biru yang menawan memperkuat kesan mewah dan elegan. Apalagi untuk tipe Lexi-S, desain joknya  memadukan dua tekstur kombinasi yang disatukan dengan motif jahitan elegan membuat tampilan motor menjadi lebih berkelas.

Tak cuma tampilan karena yamaha Lexi ini punya Smart Features. Untuk Varian Yamaha Lexi-S dibekali fitur Smart Key System yang merupakan sistem kunci tanpa anak kunci alias keyless. Kunci ini juga sudah disematkan fitur Immobilizer dan Answer Back System untuk memudahkan pengendara mencari posisi parkir motor.

Berkendara dalam jarak jauh juga kini tidak perlu khawatir karena Yamaha Lexi memiliki bagasi yang luas dan lega untuk menampung barang bawaan lebih banyak. Apalagi, Yamaha Lexi menjamin pengendara tetap terhubung melalui Smartphone karena dilengkapi Electric Power Socket untuk mengisi daya gadget.

Urusan dapur pacu diserahkan pada Smart Engine. Dari segi performa mesin, Yamaha Lexi menggunakan mesin generasi baru Blue Core 125 cc yang disempurnakan Variable Valve Actuation (VVA). Mesin ini secara cerdas akan membuat aksi berkendara lebih efisien, bertenaga dan handal dengan tenaga dan torsi maksimum di setiap putaran mesin. Apalagi Yamaha Lexi dilengkapi Liquid Cooled 4 Valves (LC4V) yang membuat suhu mesin lebih stabil dan performa lebih maksimal.

Tak berhenti disitu Yamaha Lexi dibekali fitur canggih Stop & Start System (SSS) berfungsi untuk mengurangi konsumsi bahan bakar yang tidak perlu pada saat motor sedang berhenti. Apalagi ditambah Smart Motor Generator (SMG) membuat suara motor lebih halus saat dinyalakan. Kalau masih penasaran soal motor satu ini kamu bisa lihat detailnya di halaman ini!

Jadi bagaimana? Kamu sudah siap mengikuti trend smart is the new sexy ini?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Relationship

Terdapat Pelajaran Berharga dari Pahitnya Mereka yang Melakukan Perceraian

Putusnya ikatan pernikahan antara suami dan istri memang tak mengenakkan. Perkara seperti ini bisa menimpa siapa saja. Memang, tujuan pernikahan itu adalah sekali seumur hidup. Tetapi kondisi dan situasi ‘kan tidak ada yang tahu, sehingga mengarahnya suatu hubungan ke arah perpisahan bisa saja terjadi yang ditengarai oleh banyak faktor dibelakangnya. Salah satunya adalah KDRT, yang menjadi salah satu alasan selain adanya orang ketiga.

Perlakuan emosional yang diterima dari pasangan membuat seseorang tak kuasa untuk mempertahankan hubungan lebih jauh, Bung. Tak menutup mata, pelaku KDRT sendiri didominasi oleh kaum adam. Namun dibalik itu semua, kita pun tak mengharapkan hubungan yang terangkum dalam ikatan sumpah sehidup semati untuk terputus. Lagi pula perceraian adalah salah satu hal yang tak ingin didengar oleh setiap pasangan.Tetapi ada beberapa hal yang kita bisa pelajari dari perceraian yang dialami oleh mereka, pasangan yang kurang beruntung hingga harus menyudahi ikatannya.

Timbulnya Gejala Hubungan yang Mengarah ke Arah Toxic

Toxic relationship adalah proses kala hubungan tak lagi menyenangkan bagi diri sendiri dan orang lain. Jangan sampai kala pernikahan sudah selesai digelar, Bung dan si nona baru menemui ternyata salah satu dari kalian sudah mengarah ke arah toxic relationship.

Hal-hal yang berkaitan dengan hal itu seperti merasa tidak aman akan hubungan, timbulnya kecemburuan, munculnya sifat egois, kemudian rasa ketidakjujuran, sampai memberikan komentar negatif maupun merendahkan. Apabila seorang pasangan sudah mengalami konflik batin yang mengarah kepada amarah, depresi, dan kecemasan itu sudah dapat dipastikan kalau hubungan mengarah ke arah toxic relationship.

Jangan Menyembunyikan Masalah Keuangan

Uang adalah kunci. Tidak salah kok Bung kalau kami berkata seperti itu, lantaran masalah keuangan sangat krusial bagi setiap pasangan. Jangan sembunyikan dan terbukalah, kalau dari awal Bung sudah terbuka perihal masalah keuangan terhadap si nona itu merupakan langkah yang positif. Bung bisa berbagi kepada si nona tentang kesepakatan mengenai keuangan rumah tangga. Seperti siapa yang bertanggung jawab terhadap apa.

Berkaitan dengan Pernikahan, Masalah Harus Diselesaikan secara Berduaan

Karena ini berkaitan dengan masalah Bung dan si nona, sebisa mungkin masalah harus diselesaikan berdua. Boleh saja untuk meminta pendapat kepada orang lain tentang masalah yang kalian alami, tapi sebisa mungkin orang tersebut dari keluarga Bung atau keluarganya. Hal ini hanya bersumber kepada saran, jangan sampai ranah sensitif bahkan sampai aib harus Bung beberkan.

Hindari Curhat Terang-terangan di Media Sosial, meskipun Hanya Bersifat ‘Kode’ Semata

Ingatlah Bung ataupun si nona, media sosial bukanlah buku harian di mana Bung bisa curahkan segala emosi dan perasaanmu. Lantaran, tak pantas untuk membagikan permasalahan keluarga di sosial media. Meskipun muncul ungkapan simpati atau respon simpatik dari kalangan teman, tetap saja hal tersebut tak layak dilakukan.

Jangan Mengacuhkan Keluarganya, Karena Bung Ada Masalah Dengannya

Masalah Bung dengan dia, jangan sampai merembet ke keluarganya. Dalam kasus pernikahan, apabila melibatkan perseteruan kedua belah pihak pasangan, jangan sampai membuat pihak keluarga terseret ke dalamnya. Bagaimana pun, kala Bung sudah menikah, keluarganya adalah keluarga Bung juga, ‘kan?

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Relationship

Konon Bung yang Berasal dari Zodiak Ini, Diyakini Si Nona Bakal Menjadi Suami Terbaik Untuknya. Selamat, Bung!

Masalah menikah, si nona memang mencari yang pas untuk membangun rumah tangga. Tampan dan kaya adalah bonus Bung bagi si nona, lantaran kalau tampan tapi selalu menyakiti apa yang ingin disyukuri, ‘kan? Apalagi setiap orang meskipun satu gender sekalipun, memiliki kriteria yang berbeda-beda dan tidak sama. Lantas apa yang membuat Bung dipilih dan dijadikan pilihan?

Bagi Bung yang kerap berlaga bak seorang bad boy, mungkin bakal dipilih si nona untuk fase berpacaran. Meski begitu, aura dari seorang bad boy tak akan mampu menggugah si nona untuk mengajak Bung ke jenjang yang lebih serius. Karena untuk membangun rumah tangga, si nona akan mencari nice guy.

Tetapi penerawangan si nona tidak hanya sebatas bad boy dan nice guy saja Bung, lantaran si nona dapat menerawang lewat zodiak. Meskipun tidak dijadikan patokan dan pertimbangan pasti, tapi percayalah kalau sedikit demi sedikit si nona pun akan meraba lewat zodiakmu, Bung. Dilansir dari shopback.id, berikut beberapa zodiak laki-laki yang katanya terbaik untuk dinikahi.

Mahluk yang Setia dan Pekerja Keras Adalah Virgo

Konon, si nona yang tak kuat untuk diselingkuhi bakal melipir mencari laki-laki berzodiak Virgo, yang katanya memiliki tingkat setia yang sangat tinggi. Apalagi bagi si nona yang pernah mendapatkan perlakuan yang tak menyenangkan seperti diduakan, otomatis memilih jalan untuk menyendiri sampai entah kapan. Dan ujung-ujungnya bakal memilih Virgo.

Selain itu, sifat pekerja keras yang tumbuh di dalam diri seorang Virgo sangat cocok untuk dijadikan kepala keluarga yang tak kenal lelah mencari nafkah bagi keluarga. Dan dia juga bekerja keras untuk menumbuhkan nuansa romantis dengana si nona yang jadi pujaan hatinya.

Cancer Memiliki Tanggung Jawab dan Prioritas Tinggi Terhadap Keluarga

Si nona pasti tak mau memiliki keluarga yang diabaikan begitu saja, apalagi memasuki usia-usia pernikahan yang sudah berjalan 5 tahun. Hingga kaum hawa pun memilih laki-laki yang berzodiak Cancer, yang katanya memiliki prioritas tinggi terhadap keluarga. Dengan begitu, si nona tak akan khawatir kalau keluarganya bakal terbengkalai.

Sudah memiliki sifat cinta keluarga diatas segala-galanya, laki-laki berzodiak Cancer juga memiliki tanggung jawab tinggi. Otomatis tanggung jawab ini dapat diaplikasikan dalam ranah keluarga juga, ‘kan? Jadi tak ada namanya laki-laki Cancer terdistraksi akan hal-hal yang dapat memecah belah fokusnya dalam mengurus keluarga.

Bisa Menjadi Tempat Bersandar dan Berkeluh Kesah

Setiap masalah dapat diredam sedikit hanya dengan berkeluh kesah dengan seseorang. Bagi si nona, keberadaan orang yang dipercaya untuk berkeluh kesah adalah hal yang paling penting dalam hidupnya. Laki-laki berasi bintang Libra katanya dapat menjadi pendengar yang baik. Bahkan, ia pun dapat berevolusi menjadi teman diskusi yang asyik.

Si nona pun jadi membayangkan kalau hidupnya bakal dipenuhi dengan obrolan dinamis yang bakal terjadi dengan diskusi-diskusi kecil sepanjang waktu. Laki-laki Libra juga dikenal akan kesediaannya membuat perempuan di sampingnya jadi prioritas utama dalam hatinya.

Bung Berzodiak Leo Dapat Membawa Kebahagiaan Sekaligus Tawa di Waktu Bersamaan

Apakah Bung berzodiak Leo? Kalau iya, si nona yang memiliki presepsi sementara kalau pernikahan bakal berjalan membosankan, akan menjadikan Bung target untuk dijadikan pasangan sampai masa tua. Karena laki-laki berzodiak Leo terkenal dapat menjadi badut (dibaca: penghibur) dan kepala keluarga di saat bersamaan. Menghadirkan kebahagiaan sekaligus tawa adalah hal yang diinginkan oleh si nona. Mendapat jaminan kalau membangun keluarga dengan laki-laki berzodiak Leo tak bakal bosan, membuat si nona menjatuhkan pilihan terhadap Leo nice guy.

Serius dan Dewasa Menjadi Karakter Laki-laki Capricorn

Keseriusan dan sifatnya yang dewasa untuk berkomitmen dalama ruang lingkup berpasangan, membuat si nona kagum. Bung yang berzodiak Capricorn mungkin tak dapat menghibur seperti laki-laki berzodiak Leo, tetapi untuk urusan kedewasaan dalam berpikir, Bung satu langkah lebih maju.

Bahkan kalau laki-laki Capricorn sudah menemukan soulmate, ia akan menjalani hubungan dengan hati dan bersikap sangat lembut. Tak ada suara bising ketika Bung dan si nona ribut untuk urusan tak penting, karena laki-laki berzodiak Capricorn memiliki tanggung jawab tinggi, hal sepele sudah pasti tak menjadi masalah lagi.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Relationship

Sesungguhnya Si Nona Itu Diciptakan untuk Dibawa ke Pelaminan, Bukan Penghias Malam Mingguan Bung

Sesungguhnya tidak ada yang salah dengan namanya pacaran. Akan tetapi hal yang tak berujung kepastian di usia dewasa, sangatlah riskan. Waktu menjadi hal yang sangat berharga yang tak dapat disia-siakan. Apabila penyatuan dua insan sebagai hubungan hanya untuk main-main atau sekedar mencari kesenangan adalah hal yang sayang untuk dilakukan. Apalagi di usia Bung dan si nona sekarang.

Pelaminan, menjadi satu-satunya kenapa setiap lawan jenis berhubungan. Pacaran adalah jembatan untuk mengenal satu sama lain atau dengan kata lain mencari kecocokan. Selain itu, si nona pun memiliki beberapa alasan kuat kenapa mereka lebih menghargai orang yang ingin memperjuangkan dia ke pelaminan daripada yang kerap mengajak malam mingguan.

Kalau Bung Benar-benar Cinta, Buktikan pada Si Nona. Ajak Dia Menikah dan Menatap Masa Depan Bersama

Cinta memang dapat diungkapkan lewat kata-kata. Namun, kalau sebatas kata saja yang dapat Bung terjemahkan, tak dapat membuat si nona bahagia. Si nona bukan lagi remaja labil yang bisa tersenyum saat Bung mengatakan cinta. Mengajaknya menikah dan menatap masa depan adalah hal yang jauh membuat si nona bahagia. Lagi pula, kalau Bung memang cinta, kenapa soal pernikahan mesti ditunda? Apa Bung hanya ingin berkutat dengan agenda malam minggu saja dibanding malam pertama?

Tak Ada Perempuan Dewasa yang Tingkat Kebahagiaannya Hanya sampai Berpacaran Saja

Si nona tahu dimana kapasitasnya sekarang, apalagi kini usianya telah melewati angka 20, cara pandangnya telah berubah. Baginya, pacaran bukanlah hal yang ditinggikan, sehingga menjadi sesuatu yang harus dikejar saat tidak ada. Pacaran hanya sebuah masa perkenalan lebih dalam, yang menjadi proses penjajakan. Bukan lagi seperti anak remaja, yang memandang pacaran sebagai salah satu cara untuk mendapatkan kebahagiaan.

Mengikat Si Nona Tidak dengan Cara Posesif, Melainkan dengan Membawanya ke Pelaminan

Sikap posesif yang Bung usung pada diri si nona agar ia tak berpindah ke lain hati, bukanlah cara yang tepat. Rasa ingin melindungi dengan cara mengekang ruang gerak si nona adalah sesuatu hal yang tidak tepat alasannya. Posesif tak membuat si nona tersadar hingga menjaga jarak dengan lawan jenis. Tetapi bawalah si nona menuju pelaminan, lantas ia pun akan sadar kalau dirinya harus menjaga tali kesetiaan dengan Bung. Sebab Bung kini telah jadi suaminya, bukan lagi sebatas pacar.

Memberikan Kepastian di Masa Depan Lebih Indah daripada Memberikan Seikat Bunga Saat Malam Mingguan

Segala hal berbentuk janji, coklat, baju, sampai bunga yang coba Bung bungkus dengan indah kemudian diberikan saat berada di sisinya, mungkin dapat membuat si nona terkesima. Namun sayang, sebab itu hanya bertahan sesaat saja. Karena perintilan hal seperti itu tak lagi berarti saat si nona sudah dewasa. Kepastian tentang tanggal pernikahan menajdi hal yang sangat istimewa di mata si nona. Membuatnya ia sadar, kalau ternyata selama ia diperjuangkan selayaknya seorang ratu yang ingin dipinang raja.

Cintailah Si Nona Sebagaimana Bung Mencinta Ibu di Rumah

Tak ada beda si nona dengan ibu kandungmu Bung, dua-duanya sama-sama kaum hawa. Bagi Bung yang kerap menyakiti hati si nona, deangan sikap dan perilaku lebih baik pikirkan lagi. Bagaimana kalau posisinya ditukar, si nona yang Bung sakiti adalah ibu kandungmu sendiri? Rasa tidak pantas dan naluri receh yang dimiliki seorang laki-laki harusnya dapat membuat Bung malu. Maka dari itu, sudah seharusnya Bung menjaga si nona selayaknya Bung menjaga ibu sendiri.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

Yomamen.com adalah majalah online khusus pria Indonesia. Lahir dari keinginan untuk menyediakan tulisan khas laki-laki Indonesia. Membahas sekaligus mengkritisi urusan maskulinitas dan gaya hidup pria modern.

Facebook

Copyright © 2017 Yomamen.com

To Top