Sport

Sering Terpinggirkan, Deretan Pemain Inggris Ini Ternyata Punya Nilai Pasar Tertinggi Bung!

Pesepakbola Inggris memang kerap terpinggirkan di ranah Eropa, banyak yang memberikan justifikasi kalau pesepakbola Inggris tidak bisa berkembang selain di tanah Inggris. Naasnya, di tanah Inggris pun para pesepakbolanya juga tidak dapat berkembang dan memiliki nilai tinggi kok. Karena kalah dengan pemain-pemain dari tanah Spanyol, Jerman dan Belgia, yang memiliki segundang pemain bertalenta.

Namun tak berarti juga kalau pesepakbola Inggris tidak bisa menaikkan harga di pasaran. Karena dilansir dari Transfermarkt, ada beberapa pemain Inggris yang menunjukan performa terbaiknya hingga bisa mengalami penaikkan nilai pasar karena performa yang ditunjukan meningkat tiap musim. Nah, kira-kira siapa saja ya bung?

Pemain Belakang Ini Sempat Menjadi Pemain Termahal di Dunia

Nilai pemain belakang yang dimiliki Manchester City ini sempat menjadi yang termahal di dunia, bukan hanya di Inggris. Tapi harus digeser dengan Virgil Van Dijk yang didatangkan oleh Liverpool dengan harga 85 juta euro. Pemain belakang ini bernama Kyle Walker yang memang mencatatkan performa terbaik dengan 9 clean sheet kala dirinya diminaikan.

Sepertinya tidak begitu pantas apabila pemain yang bernomor punggung dua ini hanya mampu mencapai 40 juta euro. Tetapi pasar Walker bisa melonjak naik apabila mampu membantu The Citizens untuk mendapatkan gelar juara musim 2017/18 ini.

Penyerang Belia yang Harganya Mencapai 50 Juta!

Penyerang belia yang kami maksud adalah Marcus Rashford yang merupakan penyerang muda. Kawan yang satu ini, mampu menembus skuat utama Manchester United pada musim 2015/16. Harga dari Rashford terbilang fantastis mengingat usianya yang baru beranjak 20 tahun dengan nilai pasar seharga 50 juta euro.

Bukan tidak mungkin kalau nilai harga pasarnya bisa menanjak di masa depan apabila ia dapat mempertahankan konsistensi performanya. Pasalnya, semenjak dilatih Mourinho, Rashford seperti tak bisa mengeluarkan tajinya.

Gelandang Tottenham yang Selalu Viral di Sosial Media

Siapa lagi kalau bukan Dele Alli? gelandang Tottenham ini pasalnya begitu viral di sosial media dengan skandal dan challange-nya. Berbicara performa, Dela Alli memang sedang mengalami penurunan performa di musim 2017/18. Kendati demikian, Dele sepertinya sedang beranjak bangkit untuk menaikan performa buruknya demi membuktikan bahwa dirinya memang pantas berada di harga 80 juta euro.

Konsistensi Raheem Sterling Membawanya Merambah Dengan Nilai Tertinggi

Raheem Sterling di Liga Inggris sudah cukup beredar namanya semenjak berada di Liverpool. Kemudian ia merambah sebagai pemain yang cukup diperhitungkan dengan mencatatkan 14 gol dari 20 laga yang dilakoni di Manchester City. Kepindahannya pun diiringi dengan wejangan sebesar 80 juta euro. Di musim lalu saja ia berhasil mencatatkan 14 gol dari 20 laga yang dilakoni, nampaknya nama Raheem Sterling tetap berada di kawasan tertinggi.

Striker Nomor Satu dengan Harga yang Paling Maju

Tottenham Hotspur bersyukur memiliki striker nomor satu dengan harga yang paling maju yakni Harry Kane. Performanya konsisten di setiap musim menjadi alasan karena Kane pantas memiliki nilai pasar seharga 120 juta euro.

Bahkan di penghujung tahun 2017 saja pemain yang memiliki nomor kramat 10 ini berhasil mengalahkan Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo dalam hal mencetak gol di satu tahun kalender dengan mencatatkan 56 gol. Tentu hadirnya Harry Kane menjadi bukti bahwa pemain Inggris belum mati, dan masih memiliki daya saing yang tinggi.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Tahu

Alat Fogging Dipakai Saat Penyerahan Juara Demi Efek Asap Layaknya Turnamen Sepakbola Dunia

Menaiki podium jadi mimpi setiap tim dalam sebuah turnamen. Podium layaknya tempat terindah yang diperjuangkan, apalagi kalau jadi nomor satu. Proses penyerahan tropi jadi momen bangga dan haru. Dalam setiap turnamen besar sepakbola di dunia, biasanya ada efek asap saat penyerahan tropi diiringi confetti. Justru hal unik terjadi di Indonesia lewat unggahan video akun Twitter @adesaktiawan.

Video yang diunggah tersebut memperlihatkan momen unik ketika sebuah turnamen dan proses penyerahan tropi, memberikan efek asap menggunakan alat fogging pembasi nyamuk. Lantas hal ini menjadi bahan pembicaraan. Dalam video tersebut penyerahan tropi diberikan penyelenggara.

Ketika tim dokumentasi mengabadikan momen kemenangan, pantia berikan aba-aba kepada seseorang yang memegang alat fogging untuk memberikan efek asap yang keluar dari belakang panggung. Kejadian unik ini dinyatakan terjadi di daerah Tarakan, Kalimantan Utara.

“Perayaan juara Liga Anti DBD,” tulis @adesaktiawan dalam akunnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Tahu

Ditengah Isu Mafia Bola, Garuda Muda Justru Memberikan Kabar Bahagia Dengan Jadi Juara

Garuda muda kita kembali berjaya! aktor dibalik itu semua lagi-lagi adalah Indra Sjafri bung yang pada 2013 lalu membawa Timnas Indonesia U-19 yang saat itu digawangi Evan Dimas cs menjuarai Piala AFF U-19 2013. Kini ia kembali membawa Indonesia berada di podium tertinggi setelah Indonesia berhasil menekuk Thailand 2-1 di ajang Piala AFF U-22 2019 di Kamboja.

Dalam laga sengit tersebut Indonesia sempat tertinggal terlebih dahulu lewat gol tandukan pemain Thailand. Publik Indonesia yang hadir di Olympic Stadium, Phnom Penh, Kamboja punt terdiam. Tapi hanya berdurasi satu menit saja bung, setelah Sani Rizky menyamakan kedudukan tepat lewat tendangan dari luar kotak penalti. Sebelum akhirnya Osvaldo Haay mengunci kemenangan dengan gol tandukannya yang jadi penentut gelar juara menjadi miliki Indonesia U-22.

Prestasi ini tentu menjadi pemanis dibalik cerita buruk persepakbolaan Indonesia yang sedang hangatnya isu mafia bola dan pengaturan skor. Menpora, Imam Nahrawi menjanjikan sejumlah bonus yang menggiurkan kepada Timnas Indonesia U-22.

Kami siapkan bonus buat pemain. Kalau hitung total bonus mencapai Rp 2,1 miliar. Pemain belum ada yang tahu soal ini,” terang Imam.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sport

Menolak Menjadi Pengikut ‘Setan Merah’ Demi Fokus Menjalani Agama

Mendapat tawaran dari klub macam Manchester United, pasti membuat pemain berpikir dua kali untuk menolak. Lebih besar kemungkinan untuk menerima tawaran dari pada menampik. Baru-baru ini mantan bek Juventus, Mehdi Benatia lebih memilih gabung ke Al-Duhail dari pada mempertajam karirnya di klub raksasa Premier League, Manchester United. Ia mengaku menolak menjadi ‘Setan Merah’ demi fokus menjalankan agama.

Saat menolak tawaran dari Manchester United, banyak kritikan yang hadir dari mulut para ahli olahraga di negara asalnya, Maroko. Benatia sadar kalau dirinya mendapat kepungan kritikan atas keputusannya pindah ke Qatar. Ia memilih Al-Duhail tidak serta merta karena gaji yang tinggi tapi bertujuan untuk hidup dalam nuansa islami yang kental.

“Saya menghadapi kritikan dari kritikus olahraga Maroko setelah pindah ke Doha, tapi saya inign semuanya menghormati pilihan saya. Sebab ini adalah yang terbaik untuk saya beserta keluarga,” tutur Benatia dalam situs resmi Al-Duhail.

“Saya ingin anak-anak tumbuh dalam atmosfer islami, dan saya bisa pindah ke klub Uni Emirat Arab atau Arab Saudi, tapi saya lebih memilih Al Duhail, dan karena ada banyak pemain Maroko yang bermain bersama tim nasional dan juga klub golf,” lanjutnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

Yomamen.com adalah majalah online khusus pria Indonesia. Lahir dari keinginan untuk menyediakan tulisan khas laki-laki Indonesia. Membahas sekaligus mengkritisi urusan maskulinitas dan gaya hidup pria modern.

Facebook

Copyright © 2017 Yomamen.com

To Top