Health

Sering Cekcok, Coba Pastikan Lagi Apakah Bung dan Si Nona Cocok?

Konon pertengakaran dalam hubungan, jadi diameter dari sebuah tingkat kecocokan. Ya, banyak survei yang memang mengangkat soal pertengkaran dalam berhubungan. Contohnya, sebuah survei di India yang mengatakan sebanyak 44%  pasangan kerap bertengkar seminggu sekali untuk menjaga terbukanya komunikasi, terutama setelah menikah.

Sementara itu, dilansir dari Hellosehat.com, ketika pacaran sebanyak 70% pasangan pernah terfikirkan untuk menyudahi hubungannya karena sering bertengkar, tapi mengutarakannya tidak semudah melakukannya karena banyak faktor, seperti faktor kesepian.

Kesepian menjadi sebuah alasan setiap pasangan untuk memutar otak sekaligus hatinya untuk berfikir untuk putus atau tidak. Walaupun hubungan sering kali bersitengang. Namun banyak juga yang tetap menjalani karena pertengkaran dalam hubungan adalah bumbu cinta. Katanya sih begitu bung. Lantas kalau bung yang sering berantem dengan pasangan, lebih pilih mana? jalan terus atau putus?

Bertikai Untuk Mengenali Sifat Asli

Setelah bertengkar, bung bisa mengintip dan mengucap dalam hati “oh ternyata seperti ini sifat aslinya”. Dengan bertengkar, bung bisa melihat sifat asli sikap nona yang belum terlihat atau memang sengaja disimpan. Setelah melihat sifat asli nona, mungkin bung jadi lebih memahaminya atau sebaliknya. Syukur-syukur kalau bung bisa menerima sifat aslinya.

Tidak hanya nona saja yang terlihat sifat aslinya, bung juga bisa kelihatan. Pertengkaran meskipun riskan, tetapi juga memiliki manfaat bagi hubungan karena saling mengungkapkan bagaimana sifat asli diantara kalian. Kalau bung dan nona sudah mengetahui sifat asli masing-masing, pasti punya perspektif dan juga penilaian. Apakah cocok dipertahankan atau berakhir.

Dapat Mengurangi Ketegangan Karena Pertikaian

Bertengkar juga dapat menghapuskan ketegangan antara pasangan. Karena ada saja hal yang menahan pasangan untuk mengungkapkan kerisihan yang dialami. Menahan, karena untuk menghindari pertengkaran yang bisa merusak hubungan. Namun, menahan juga bisa menjadi seperti bom waktu, kalau sudah mencapai titik klimaks bisa meledak emosinya.

Seperti dilansir Vivanews.com sebuah survei di Inggris menyebutkan bahwa setiap pasangan cenderung bertengkar minimal 167 kali dalam setahun. Faktor yang menyulut pertengkaran adalah habit dari pasangan. Seperti kerap mendengkur ketika tidur, hingga membiarkan lampu baca menyala setiap malam. Rasa memang harus disampaikan demi sebuah kenyamanan.

Kerap Bertengkar Dapat Mempelajari Apa yang Membuat Bung Atau Nona Tidak Suka

Pertengkaran memiliki sisi penting untuk mengetahui penyulut pertengkaran. Karena mungkin ada saja arah obrolan atau sikap yang dapat membuat nona tidak suka sehingga ia kerap berteriak ketika bung melakukannya. Ketika ada suatu hal yang dapat menyulut pertengkaran bung dapat membelokkan obrolan atau menghindarinya. Agar pertikaian tidak timbul ke permukaan.

Setelah mengetahui hal yang menyulut tersebut, bisa jadi keharmonisan kian meningkat. Cekcok yang kerap terjadi karena nona tidak jujur tentang hal yang tidak disukai, ketidaktahuan bung pun, membuat bung terus bersikap seperti itu. Setelah saling tahu, jadi bisa saling menjaga perasaan.

Bertengkar Bukan Adu Mulut Tetapi Soal Adu Argumen

Argumen juga membuat nona belajar ketika ia tidak suka akan suatu hal harus memiliki alasan pendukung. Ketidaksukaan akan sesuatu hal pasti memiliki alasan. Ketika dalam pertengkaran lebih banyak berargumen, membuat solusi dari pertengkaran selalu didapatkan. Hingga cekcok asal tanpa alasan dan saling meneriaki satu sama lain tak akan terjadi di hubungan yang dewasa.

Jadi, Kalau Sering Cekcok Bisa Berakhir Cocok Atau Sebaliknya?

Cekcok dalam hubungan bisa menjadi dua arus, antara hubungan jalan terus atau putus. Cekcok yang terjadi dalam hubungan kalau disikapi secara dewasa bisa berakhir kecocokan. Karena saling belajar mengenal satu sama lain tidak hanya dilalui lewat pendekatan saja.

Bahkan pada saat pendekatan juga sering kali menampilkan sisi bohongan agar merenggut hati pasangan. Pertikaian yang mengedepankan argumen, diselsaikan lewat mencari solusi bukan hanya memandangi problem. Jadi, yang namanya bertengkar sekali lagi bukan prahara yang dimunculkan untuk membuat bung dan nona berpisah.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Yang Harus Kamu Siapkan Sebelum Pergi Nobar Piala Dunia




Menonton gelaran olah raga besar macam Piala Dunia yang dihelat sejak 14 Juni 2018 lalu memang akan lebih seru dinikmati dalam suasana nonton bareng. Pergi bersama kawan-kawan sambil membahas detail tentang permainan. Aksi saling mendukung dan berbagi kesenangan memang terasa lebih maksimal jika dinikmati bersama-sama.

Yup, Indonesia boleh dikata sedang menyaksikan pergesaran sosial dari sepak bola. Dari sekedar olah raga yang dinikmati secara langsung, bergeser menjadi ajang interaksi sosial. Sepak bola digunakan oleh banyak orang Indonesia untuk mengisi waktu senggangnya dan mencari kesenangan lewat interaksi sosial yang berkisar di soal olah raga bola.

Sepak bola menjadi alat tukar sosial untuk diperbincangkan bagi para pecintanya. Munculah kemudian budaya kontemporer “nonton bareng alias nobar”. Karena ajang ini menjadi media paling tepat untuk pertukaran interaksi sosial tadi. Fenomena ini sendiri mulai marak sejak pertelevisian Indonesia mulai menyajikan tayangan liga-liga sepak bola Eropa. Dan mencapai puncaknya ketika ada gelaran macam Piala Dunia saat ini.

Nah, itulah mengapa setiap ada aksi nonton bareng tak lagi terbatas hanya perkara soal siapa menang kalah di lapangan. Tapi banyak hal yang umumnya dipersiapkan agar interaksi dengan kawan dan kerabat menjadi lebih seru.

Mencari Tempat Nyaman Dan Mendukung Suasana Nonton Bareng

Hal ini penting! Karena jangan sampai kita salah memilih tempat menonton. Ketika sedang ajang Piala Dunia macam ini biasanya nyaris setiap restoran atau tempat nongkrong memasang tayangan Piala Dunia. Namun bukan karena ada tayangan lantas kita bisa merasakan atmosfer nobar.

Pilih lah tempat yang memang secara khusus mengadakan nobar. Jadi mereka sudah siap menampung orang lebih banyak, sekaligus juga menampung adrenalin para penonton. Tak ada pengunjung tempat itu yang akan tergagap-gagap ketika kita dengan lantang meneriakan kata GOL!!

Cari Informasi Terbaru Sebelum Hari Pertandingan

Karena ini soal interaksi sosial tentunya kamu tak mau jadi orang yang minim informasi bukan? Sebelum berangkat nobar akan lebih seru jika kamu mencari informasi seputar tim yang akan bertanding.

Siapa perkiraan starting elevennya, bagaimana prediksinya, bagaimana sejarah pertemuan keduanya. Nantinya bahan-bahan ini akan berguna ketika dalam suasana menuju pertandingan. Interaksimu akan terasa menyenangkan jika bisa saling bertukar informasi bukan?

Gunakan Jersey Untuk Memperkuat Identitas

Ini salah satu keseruan dari interaksi sosial tadi. Kesamaan maupun persaingan akan lebih terasa ketika kita menggunakan salah satu jersey dari tim yang sedang bermain. Karena berbeda dengan menonton langsung di stadion yang area antar pendukung dibedakan, ketika nobar umumnya para pendukung akan bercampur baur.

Dengan menyatakan tegas lewat jersey kita mendukung siapa, maka kita juga akan dilatih dewasa ketika memenangkan pertandingan sekaligus legowo ketika kalah. Sebuah energi yang tidak kita dapatkan kalau hanya menggunakan pakaian “bebas”. Kalau tidak ada jersey timnas negara yang bertanding tak ada salahnya juga menggunakan jersey dari liga negara tersebut. Atau menghias wajah dengan nuansa tim yang bertanding

Bangun Energi Sporty Sejak Berangkat

Seperti dijelaskan sebelumnya, nobar bukan hanya soal siapa kalah menang di lapangan. Ini soal budaya kontemporer tempat mengisi waktu senggang mencari kesenangan. Karena itu akan lebih seru jika kita membangun energi itu sejak berangkat dari rumah.

Misalnya boyong kendaraanmu yang punya aura sporty untuk mendukung energi ini. Salah satu yang mengusung tema ini adalah Yamaha Aerox 155VVA R-Version. Scooter MAXI Yamaha yang satu ini menyematkan dua warna baru, Matte Silver yang terinspirasi dari Yamaha YZF-R1M dan Racing Yellow yang terinspirasi dari warna livery legendaris Yamaha di MotoGP. Coba bayangkan kamu pendukung brasil yang lekat dengan warna kuning datang dengan Aerox Racing Yellow!

Dan layaknyaa pemain bola profesional, motor satu ini tak hanya tampilannya yang sporty, karena Yamaha Aerox 155VVA didukung mesin 155cc generasi terbaru dilengkapi Variable Valve Actuation (VVA) yang diklaim membuat tarikan mesin lebih bertenaga. Semua tipe Aerox 155VVA sudah dilengkapi teknologi Blue Core sehingga performa mesin kian maksimal namun tetap irit bahan bakar.

Aerox pun didukung Smart Motor Generator (SMG) yang membuat suara motor lebih halus saat dinyalakan. Nah, berbeda dengan versi standar, Yamaha Areox R Version ini sudah menganut sistem subtank berwarna emas untuk shock breaker belakangnya.

Ditambah lagi R Version ini dilengkapi cakram depan berbentuk gelombang dengan ukuran 230mm. Kombinasi ini tentunya akan memberikan pengalaman berkendara yang lebih stabil dan maksimal. Masih penasaran sama motor yang satu ini, Yuk tengok detailnya di halaman ini!

Jadi yuk kita nobar, kamu mau ajak siapa?

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Agar Hati Nyaman Tak Terusik Meninggalkan Motor Di Kala Mudik




Ingat Bung, mudik naik motor sangat tidak dianjurkan oleh pemerintah! Masih mau nekat? Sebagian Bung mungkin merasa mampu melakukannya. Apalagi sudah biasa touring jarak jauh.

Tapi mudik itu bukan cuma perkara perjalanan jarak jauh. Ketika itu kondisi jalanan sedang padat-padatnya. Situasi tidak senyaman perjalanan luar kota seperti ketika kita touring bersama kawan-kawan. Risiko tinggi bahkan nyawa taruhannya.

Karena itu baiknya kendaraan roda dua ditinggal dulu selama kita melaksanakan mudik. Namun tentu masalah lain kemudian muncul. Meninggakan motor kesayangan dalam jangka waktu lama bikin hati tak tenang. Perlu siasat agar hati tetap nyaman meninggalkan motor di rumah selama mudik.

Titip Tetangga Kalau Rumahnya Cukup Lega

Langkah ini bisa Bung lakukan apabila punya hubungan yang cukup dekat dengan tetangga. Terutama jika rumah yang hendak dititip cukup luas dan si tetangga tidak melaksanakan mudik lebaran.

Jangan lupa juga untuk menitipkan kuncinya, sekaligus perbolehkan untuk si tetangga menggunakan motor kita. Dengan begini motor akan tetap terpakai selama kita mudik, dan tak khawatir motor tidak dipanaskan. Nantinya sebagai rasa terima kasih jangan lupa bawakan buah tangan dari kampung halaman untuk mereka ya.

Tak Bisa Dititip? Usahakan Masuk Ke dalam Rumah

Skenario ini harus ditempuh seandainya tetangga terdekat juga ikut mudik pulang kampung. Jangan perlakukan motor seperti biasanya ketika kita beraktivitas sehari-hari. Karena selama ini kita hanya memarkirkannya di teras rumah agar mudah keluar masuk.

Mengingat akan ditinggal lama, kali ini motor harus dimasukan ke dalam rumah. Letakan pada posisi yang lebih dalam agar lebih aman. Sedikit merepotkan tak mengapa asal hati tak was-was di kampung halaman.

Pakai Kunci Tambahan Agar Lebih Aman

Metode ini terkesan sederhana namun terbukti masih cukup ampuh. Pasanglah kunci pengaman tambahan di motor. Selain itu berikan juga gembok tambahan untuk pintu dan pagar rumah.

Meski harus mengeluarkan budget lebih besar, namun belilah perangkat gembok dan pengaman yang mumpuni. Beberapa sudah dilengkapi bahan anti potong dan anti cairan perusak gembok.

Tentunya Lebih Nyaman Untuk fitur Motor Yang Canggih

Nah beruntunglah mereka yang punya motor dengan sistem keamanan canggih. Contohnya Yamaha Lexi-S yang sudah dibekali fitur Smart Key System. Ini merupakan sistem kunci tanpa anak kunci alias keyless.

Tentunya fitur macam ini akan membantu kita bebas dari tangan-tangan jahil yang sering menggunakan modus kunci T untuk mengambil motor. Dan kalau pun starter dipaksa diputar, motor tidak akan hidup karena sudah dilengkapi teknologi immobilizer.

Mudik Lebih Nyaman Ketika Tahu Motor Siap Menanti Ketika Kembali

Hati akan lebih nyaman jika tahu bahwa motor akan baik-baik saja ketika kembali. Menyenangkan jika mesin tak rewel ketika akan dinyalakan setelah sekian lama bukan?

Nah tentunya teknologi macam yang disematkan pada Yamaha Lexi akan sangat membantu mesin tetap lancar digunakan setelah sekian lama. Motor ini sudah dilengkapi Smart Motor Generator (SMG) yang memudahkan motor hidup dan membuat suara motor lebih halus saat dinyalakan.

Apalagi Yamaha Lexi menggunakan mesin generasi baru Blue Core 125 cc yang disempurnakan Variable Valve Actuation (VVA) sehingga pengendara akan merasakan sensasi berkendara efisien, bertenaga dan handal dengan tenaga dan torsi maksimum di setiap putaran mesin.

Motor sudah hidup, saatnya menikmati jalanan di waktu liburan tersisa. Berkeliling ke tempat liburan atau mengunjungi kerabat jadi alternatif yang menyenangkan menghabiskan masa berlibur.

Nah, untuk melakukannya tentunya kita butuh motor yang cocok digunakan untuk kegiatan tersebut bukan? Jawabannya ada di Yamaha Lexi yang luas dan nyaman dikendarai jarak jauh. Sebab Yamaha Lexi memiliki big luggage capacity yang mampu menampung barang bawaan lebih banyak. Apalagi, Yamaha Lexi menjamin pengendara tetap terhubung melalui Smartphone karena dilengkapi Electric Power Socket untuk mengisi daya gadget.

Berbeda dengan MAXI YAMAHA lainnya, Yamaha Lexi merupakan satu-satunya motor MAXI yang memiliki ruang pijakan kaki luas sehingga memberikan kemudahan bagi pengendara untuk menaiki sepeda motor. Spacious Flat Foot Board ini juga memberi kenyamanan posisi berkendara dengan dua posisi kaki khas MAXI YAMAHA.

Berbekal joknya yang bertipe long seat, menjanjikan kenyamanan berkendara baik individu maupun saat berboncengan. Pengendara bisa dengan nyaman membawa kekasih, pasangan, atau sahabat untuk bepergian bersama Yamaha Lexi. Kalau masih penasaran soal motor satu ini kamu bisa lihat detailnya di halaman ini!

Selamat mudik Bung!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Relationship

Sesungguhnya Si Nona Itu Diciptakan untuk Dibawa ke Pelaminan, Bukan Penghias Malam Mingguan Bung

Sesungguhnya tidak ada yang salah dengan namanya pacaran. Akan tetapi hal yang tak berujung kepastian di usia dewasa, sangatlah riskan. Waktu menjadi hal yang sangat berharga yang tak dapat disia-siakan. Apabila penyatuan dua insan sebagai hubungan hanya untuk main-main atau sekedar mencari kesenangan adalah hal yang sayang untuk dilakukan. Apalagi di usia Bung dan si nona sekarang.

Pelaminan, menjadi satu-satunya kenapa setiap lawan jenis berhubungan. Pacaran adalah jembatan untuk mengenal satu sama lain atau dengan kata lain mencari kecocokan. Selain itu, si nona pun memiliki beberapa alasan kuat kenapa mereka lebih menghargai orang yang ingin memperjuangkan dia ke pelaminan daripada yang kerap mengajak malam mingguan.

Kalau Bung Benar-benar Cinta, Buktikan pada Si Nona. Ajak Dia Menikah dan Menatap Masa Depan Bersama

Cinta memang dapat diungkapkan lewat kata-kata. Namun, kalau sebatas kata saja yang dapat Bung terjemahkan, tak dapat membuat si nona bahagia. Si nona bukan lagi remaja labil yang bisa tersenyum saat Bung mengatakan cinta. Mengajaknya menikah dan menatap masa depan adalah hal yang jauh membuat si nona bahagia. Lagi pula, kalau Bung memang cinta, kenapa soal pernikahan mesti ditunda? Apa Bung hanya ingin berkutat dengan agenda malam minggu saja dibanding malam pertama?

Tak Ada Perempuan Dewasa yang Tingkat Kebahagiaannya Hanya sampai Berpacaran Saja

Si nona tahu dimana kapasitasnya sekarang, apalagi kini usianya telah melewati angka 20, cara pandangnya telah berubah. Baginya, pacaran bukanlah hal yang ditinggikan, sehingga menjadi sesuatu yang harus dikejar saat tidak ada. Pacaran hanya sebuah masa perkenalan lebih dalam, yang menjadi proses penjajakan. Bukan lagi seperti anak remaja, yang memandang pacaran sebagai salah satu cara untuk mendapatkan kebahagiaan.

Mengikat Si Nona Tidak dengan Cara Posesif, Melainkan dengan Membawanya ke Pelaminan

Sikap posesif yang Bung usung pada diri si nona agar ia tak berpindah ke lain hati, bukanlah cara yang tepat. Rasa ingin melindungi dengan cara mengekang ruang gerak si nona adalah sesuatu hal yang tidak tepat alasannya. Posesif tak membuat si nona tersadar hingga menjaga jarak dengan lawan jenis. Tetapi bawalah si nona menuju pelaminan, lantas ia pun akan sadar kalau dirinya harus menjaga tali kesetiaan dengan Bung. Sebab Bung kini telah jadi suaminya, bukan lagi sebatas pacar.

Memberikan Kepastian di Masa Depan Lebih Indah daripada Memberikan Seikat Bunga Saat Malam Mingguan

Segala hal berbentuk janji, coklat, baju, sampai bunga yang coba Bung bungkus dengan indah kemudian diberikan saat berada di sisinya, mungkin dapat membuat si nona terkesima. Namun sayang, sebab itu hanya bertahan sesaat saja. Karena perintilan hal seperti itu tak lagi berarti saat si nona sudah dewasa. Kepastian tentang tanggal pernikahan menajdi hal yang sangat istimewa di mata si nona. Membuatnya ia sadar, kalau ternyata selama ia diperjuangkan selayaknya seorang ratu yang ingin dipinang raja.

Cintailah Si Nona Sebagaimana Bung Mencinta Ibu di Rumah

Tak ada beda si nona dengan ibu kandungmu Bung, dua-duanya sama-sama kaum hawa. Bagi Bung yang kerap menyakiti hati si nona, deangan sikap dan perilaku lebih baik pikirkan lagi. Bagaimana kalau posisinya ditukar, si nona yang Bung sakiti adalah ibu kandungmu sendiri? Rasa tidak pantas dan naluri receh yang dimiliki seorang laki-laki harusnya dapat membuat Bung malu. Maka dari itu, sudah seharusnya Bung menjaga si nona selayaknya Bung menjaga ibu sendiri.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Narasi

Pemenang Lotre Rp 223 Miliar yang Terkerangkeng Kemewahan, Kini Hidup Sederhana Jadi Tukang Sampah

Tak ada yang menyangka kalau mengundi nasib ternyata bisa mengundang bahagia dengan hidup bergelimang harta. Iya bahagia Bung, meskipun hanya awalnya saja, karena akhiran hidupnya seperti tertera di kata terakhir judul artikel ini. Mungkin laki-laki bernama Michael Carroll sendiri tak percaya kalau 16 tahun lalu dirinya berhasil merubah nasibnya tanpa perlu kerja keras, hanya bermodalkan keberuntungan. God bless dewi fortuna!

Pasalnya Carrol memenangkan sebuah lottere sebesar 15,5 dollar AS atau setara Rp 223 miliar! Saking banyaknya uang yang ia raup, Carroll pun bingung, lantaran dalam hidupnya baru kali ini ia ketiban uang sebanyak itu. Mungkin terlalu banyak mengonsumsi gaya hidupnya seperti dalam film-film Hollywood, Caroll pun merangkum hidupnya dalam sebuah pesta dan berfoya-foya.

Peralihan Hidup dari Orang Biasa Menjadi Si Kaya Raya

Masa transisi yang dijalani oleh seseorang memang terasa asing. Sama halnya ketika Bung dari bujang kemudian beranjak berstatus suami. Ada beberapa hal yang harus Bung telaah matang-matang guna mengetahui apa yang harus Bung lakukan, persiapkan, dan tidak boleh dilakukan.

Sama seperti Carroll, masa transisi dari orang biasa menjadi orang kaya sangat sulit dipahami. Carroll dulunya bekerja sebagai pengemas biskuit dan hanya dibayar 204 poundsterling atau Rp 3 juta per minggu. Di usia yang belia, yakni 19 tahun, ia pun belum mempunyai cara untuk mengelola keuangan, apalagi mencapai miliaran rupiah seperti itu. Otomatis hanyalah kesenangan yang ada di benaknya. Sehingga muncul sebuah sumpah serapah dari mulutnya, “Aku akan menyia-nyiakan uang lotre ini!

Berevolusi Menjadi Pecandu Kokain dan Menjelma Jadi Si Taat Pesta

Sumpah serapah yang diucapkan Carroll bukanlah isapan jempol belaka. Ia sungguh-sungguh melakukan itu semua. Apalagi saat ia berubah menjadi pecandu kokain. Membayangkannya, sama seperti Al Pacino dalam film Scarface (1993) yang mana selalu menghisap kokain secara rutin.

Lantaran Dailymail melaporkan di tahun 2003, Carroll bisa mengeluarkan 3.000 dollar AS atau Rp 43 juta setiap hari demi menghirup senyawa memabukkan tersebut. Kokain pun berada di setiap sudut di rumahnya, tinggal Carroll saja yang memilih sudut mana yang ia ingin hisap sekarang. Bahkan, ia teratur menghabiskan Rp 7 miliar untuk mengadakan pesta-pesta yang memanjakan di rumahnya.

Menghamburkan Uang dengan Membeli Barang untuk Disia-siakan

Carroll semakin mengukuhkan dirinya sebagai seseorang yang tajir, bahwa uang yang dimilikinya tak berseri (dibaca : tak ada habisnya). Mungkin ini tabiat buruk apabila anak muda mempunyai uang banyak, tanpa memiliki pendalaman yang mumpuni. Awalnya, ia berlaku cukup normal dengan membeli sebuah rumah di dekat Swaffham, Norfolk.

Kemudian ia menghabiskan jutaan dollar untuk membeli mobil dan helikopter, yang mana membuat dirinya semakin dekat dengan gaya hidup kaum jetset, Bung. Tapi tabiat buruknya muncul saat mobil mewah yang ia miliki ditabrakkan ke arena pacuan kuda buatannya sendiri dengan sengaja. Istri dan anak perempuannya pun menjadi korban dengan diusir dari rumahnya. Sebagian besar harta yang dimiliki habis untuk membeli obat-obatan dan pelacur yang selalu ia nikmati sampai penghujung malam.

Kelalaiannya Membuat Carroll Menjadi Miskin Seketika, Pertanda Kenyataan Telah Datang

Pesta telah berakhir dan kembali ke kenyataan,” kata Carroll kepada Daily Mail pada tahun 2010. Setelah menikmati hidup bak aktor Hollywood, yang menjalankan adegan dalam sebuah film bertajuk narkoba, pesta dan seksual, hidupnya berubah 180 derajat dan kembali terpuruk. Keadaan rumah yang kumuh dan tak dirawat membuatnya menerima kerugian sebesar 600.000 poundsterling atau setara Rp 8 miliar.

Pagar dan jendela yang hancur dan puing-puing di kebun seperti sebuah semiotika bahwa inilah akhir hidup sang milliuner. Padahal kalau ia mau merawat propertinya ia bisa mendapatkan Rp 10 Millliar dari penjualannya. Namun sayang,  rasa acuh terhadap rumahnya tersebut membuat ia mengalami kerugian sebesar Rp 8 Milliar.

Akhir Kisah Sang “Lotto Out”

Apabila Bung sedang berselancar di dunia maya, Bung dapat mengetik nama Michael Carroll dan ia akan muncul dalam kolom wikipedia sebagai The Lottery Winner. Fenomena yang dirasakan Carroll mungkin membuat banyak orang iri dan juga belajar kalau uang dapat menjadi kebahagiaan sekaligus cobaan.

Tetapi ia tetap menjadi legenda dalam dunia perundian nasib, di Inggris pun ia dikenal sebagai Lotto Lout.  Sekarang kisahnya telah usai. Carroll hidup terpuruk dengan penghasilan 67 dollar AS atau setara Rp 900 ribu per minggu sebagai tukang sampah. Laki-laki yang kerap menyewa pekerja seks dan mengonsumsi kokain ini juga mendapat tunjangan pengangguran dan kembali ke gaya hidup sederhana yang ia klaim sangat cocok untuknya.

“Saya sudah tidak punya dua sen untuk digosok bersama dan itulah yang saya suka. Saya merasa lebih mudah untuk hidup dengan 67 dollar AS.” ketus Carrol di laman yang sama.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Menjadi Generasi Langgas

Update dengan gaya masa kini, bagi bung apakah suatu keharusan atau kewajiban? dilihat dari berbagai aspek, sepertinya bergaya masa kini adalah suatu yang tidak diharuskan tetapi perlu diketahui agar tidak ketinggalan zaman, kan? bagi sebagian orang, menjadi generasi sekarang berarti harus akrab dengan sosial media atau dunia digital yang mana kerap dibilang sebagai digital native.

Oleh karena itu hal yang beken di zaman sekarang direpresentasikan dengan hal yang gemar dilakukan oleh generasi millenials alias generasi langgas (yang lahir diantara tahun 1980-an sampai 2000-an). Millenials di era sekarang dijadikan kiblat atau patokan dibanding generasi X. Yang mungkin generasi X sudah tak lagi mendominasi. Lantas apa saja yang dilakukan generasi millenials di zaman sekarang?

Teknologi yang berkembang pesat, menuntut generasi millenials untuk “berlari” dalam mempelajari hal ini. Pun dalam soal sosial, generasi ini dapat dibilang aktif sekaligus kreatif. Mempunyai pola pikir yang unik maupun gaya hidup yang nyentrik. Secara jelas, gaya hidup di era sekarang sangat tidak jauh dengan teknologi. Kira-kira seperti gaya hidup yang millenials atau beken saat ini?

Dimulai Dengan Aktif Menggunakan Sosial Media

Siapa yang mengawali sosial media dari era Friendster? berarti kalian termasuk dalam kategori orang yang sangat mengikuti perkembangan sosial media dari masa ke masa. Disambung dengan Facebook, Twitter, Instagram, Path sampai dengan Youtube.

Generasi millenials setidaknya memiliki akun dari semua platform meskipun tak aktif dalam menggunakan dan mengoptimalkan. Meskipun secara nyata, generasi millenials sangat aktif menggunakan sosial media bahkan di waktu senggang sampai di meja makan, yang namanya pantengin sosial media tidak dapat dilepas sebagai habit atau kebiasaan.

Sulit Meninggalkan Gawai Dari Gapaian Tangan

Nah ini, salah satu penyakit yang sulit ditangani bagi generasi millenials. Sekaligus menjadi salah satu ciri gaya hidup dari generasi tersebut. Bergeser jauh ke Korea Selatan, di mana terlahirnya Oppa Gangnam Style, sebanyak 1.000 pelajar Korea Selatan 25% diantaranya kencanduan ponsel. Nomofobia menjadi phboia yang muncul, yakni ketakutan tidak memiliki akses telepon seluler pun sangat merebak di kawasan Asia.

Phobia ini hadir setelah banyak bermunculan korban kecanduan gawai. Tak menutup mata, ketergantungan seseorang dengan gawai juga berdampak positif. Seperti penyebaran informasi dapat diakses dengan cepat atau situs-situs pengumpulan dana untuk musibah lebih cepat diketahui dan dengan lekas ditangani.

Lebih Suka Membayar Tanpa Uang di Tangan

Tentu kamu paham kan? generasi millenials sangat memanfaatkan teknologi. Bagi mereka, lebih baik ketinggalan dompet dari pada ketinggalan ponsel. Karena dengan ponsel mereka masih dapat bertransaksi dengan munculnya teknologi fintech yang dimunculkan beberapa pengembang. Beralih ke transaksi non-tunai atau cashless sudah menjadi bagian gaya hidup millenials. Karena tidak repot, tidak ribet.

Percaya Review Seorangan Dari Pada Iklan

Sebelum membeli barang, terutama elektronik, ketika sebuah iklan gencar memasarkan sehingga terpatri di otak mereka. Belum tentu barang tersebut akan dibelinya. Satu hal yang dilakukan adalah menunggu orang yang memiliki kredibelitas di bidangnya masing-masing untuk melakukan review sebelum ia membeli.

Kecenderungan ini dinamakan User Generated Contect (UGC) yakni informasi yang didapat perorangan. Apalagi mewabahnya ecommerce membuat budaya belanja semakin menemukan surganya. Generasi millenials merupakan generasi yang doyan dengan belanja tanpa sadar.

Memiliki Kendaraan yang Sangat Mencerminkan Anak Zaman Sekarang

Kendaran tak dapat dilupakan dari benak millenials. Kecenderungan mereka berpergian ke tempat yang instagramable sekaligus hits harus ditempuh dengan kendaraan. Roda dua tetap menjadi pilihan, guna dapat selap-selip dengan lincah sekaligus cepat. Kalau itu merupakan hal yang kamu cari, All New Satria F150 sangat cocok denganmu berarti!

Kiprahnya sebagai kendaraan roda dua sangat cocok untuk generasi muda. Pemilihan warna pun sudah disesuaikan dengan tren masa kini. Sangat jelas kalau dahaga generasi muda yang mementingkan sisi lifestyle dalam kendaraan sudah terpenuhi lewat All New Satria F150.

Dibekali mesin berteknologi fuel injection dan DOHC (Double Over Head Camshaft) yang memberikan akselerasi spontan dan padat saat kapanpun diinginkan pengendaranya. Penggunaan radiator berukuran besar sebagai sistem pendingin suhu mesin, memastikan kondisi terbaik untuk konsistensi performa dan keawetan komponen mesin.

Varian warna yang dihadirkan pun juga banyak guna memberikan pilihan bagi generasi millenials dalam mementingkan pilihan tunggangan. Yaitu standard, yaitu Brilliant White, Stronger Red dan Titan Black. Selain itu, masih ada 2 pilihan warna spesial untuk varian High Grade, yaitu Titan Black/Red Casting Wheel dan Metallic Triton Blue yang identik dengan tampilan Suzuki GSX-RR milik Team Suzuki Ecstar MotoGP 2017.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

Yomamen.com adalah majalah online khusus pria Indonesia. Lahir dari keinginan untuk menyediakan tulisan khas laki-laki Indonesia. Membahas sekaligus mengkritisi urusan maskulinitas dan gaya hidup pria modern.

Facebook

Copyright © 2017 Yomamen.com

To Top