Sport

Sekolah Keolahragaan Ragunan yang Menelurkan Atlet Sepak Bola Tanpa Pernah Bosan

Egy Maulana Vikri beberapa bulan terakhir kerap menjadi pembicaraan, apa lagi setelah bergabung dengan klub papan atas di Liga Utama Polandia. Namun, tahukah Bung kalau Egy adalah hasil besutan sekolah keolahragaan? Ya, Egy adalah hasil besutan dari sekolah khusus olahraga milik pemerintah, SKO Ragunan. Tempat ini menjadi salah satu tempat di mana talenta bernama Egy diasah kemampuanya secara matang dan mumpuni hingga mampu mengaplikasikan skillnya dengan baik.

SKO Ragunan sendiri merupakan sekolah gratis untuk para atlet ataupun olahragawan, dan tidak hanya khusus untuk sepakbola, namun dengan cabang olahraga lainnya. Biasanya penawaran yang dilakukan SKO Ragunan khusus untuk para talenta yang berbakat. Di Indonesia tidak banyak SKO hanya ada beberapa saja yang tersebar di berbagai daerah. Seperti SKO Jawa Timur, SKO Riau, SKO Kalimantan Timur, dan SKO Aceh. Itu pun sebagian hanya memiliki jenjang mata pendidikan tingkat SMA, khusus untuk Ragunan dimulai dari jenjang pendidikan SMP, yang mana didirikan tahun 1977.

Sang Kiper Macan Kemayoran Matang Bersama SKO Ragunan

Tidak hanya Egy Maulana saja yang menjadi bukti kesuksesan SKO Ragunan mengembangkan beberapa pemain matang. Salah satunya adalah Andritany Ardhiyasa, yang merupakan kiper tim dari Persija Jakarta dan tim nasional Indonesia. Kiper yang mengidolai Fabian Barthez ini pun pernah mengenyam pendidikan keolahragaan di Ragunan. Kematangannya di mistar gawang tak perlu ditanyakan, karena sekarang kiper yang baru berumur 26 tahun ini menjadi penjaga gawang andalan tim ibu kota guna menghalau tendangan lawan.

Pemain Bertahan Mutiara Hitam Terlahir Pula Di Sekolah Keolahragaan Ragunan

Jauh di timur sana banyak orang mengidolakan Persipura. Lantaran tim tersebut selalu tampil konsisten lewat beberapa putra daerahnya. Apa lagi semasa menjadi perwakilan Indonesia di ajang AFC CUP (kasta kedua serupa Piala UEFA di Eropa), selalu tampil matang seperti di tahun 2014 yang menjadi semi-finalis sebelum di jegal tim asal Kuwait. Salah satu pemain belakang yang berjasa mengamankan lini belakang Persipura ialah Ruben Sanadi. Memang tak banyak orang tahu dia, namun ia merupakan pemain bertahan yang dikenal disiplin hasil besutan SKO Ragunan.

Bakat Putra Tulehu Pun Mampir Di SKO Ragunan Untuk Mematangkan Kemampuannya

Putra Tulehu yang memiliki nama Ramdani Lestaluhu pasti tidak asing lagi ditelinga Bung. Lantaran pemain yang satu ini kerap mengisi pos tim nasional Indonesia. Lahir dan besar di kota Maluku, tidak membuat talentanya tak tercium sampai ke Jakarta. Hingga hijrah dan menimba ilmu di Ragunan, kemudian membuat pemain ini menjadi andalan Persija Jakarta sejak tahun 2007. Meskipun di tahun 2012 sampai 2013 ia sempat membela Sriwijaya, namun ia kembali pindah ke pangkuan ibu kota sampai sekarang. Dan tentu saja kematangan visi dan misi bermainnya terasah di SKO Ragunan.

Penjaga Gawang yang Pernah Buat Kesulitan Striker Top Belanda, Pernah Juga Mengenyam Pendidikan Sama Dengan Kiper Persija

Kurnia Meiga Hermansyah sering kali menjadi buah bibir berkenaan kepemimpinannya di bawah mistar gawang. Namun, hal yang paling jadi sorotan pada saat tim nasional Belanda mengadakan partai persahabatan melawan Indonesia. Kurnia Meiga saat itu tampil gemilang, bahkan striker sekelas Robin Van Persie pun kesulitan hingga hadirnya meme di internet terkait kepiawaiannya saat menghalang bola. SKO Ragunan menjadi tempat di mana kiper sekelas dia mengasah insting sekaligus reflek yang bagus, tentu saja hal itu terbukti di mana sekarang ia sering kali mengisi tempat di tim nasional Indonesia dan menjadi andalan di Arema.

Mantan Kreator Lini Tengah U-19 yang Menjadi Jawara Asia Tenggara, Mantap Menata Skill Di SKO Ragunan

Tidak hanya nama Evan Dimas, Hansamu Yama dan Ilham Udin saja yang diingat. Namun, kehadiran Muhammad Hargianto yang merupakan jebolan SKO Ragunan juga patut disemat sebagai pemain yang berjasa membawa Indonesia U-19 menjadi jawara di Asia Tenggara pada tahun 2013 lalu. Adapun kehandalannya di lini tengah membuatnya bergabung dengan beberapa tim besar seperti Persebaya dan juga Bhayangkara United. Lantas siapa lagi yang bakal lahir dari Ragunan? Kita patut menunggunya Bung.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Paketan Motor Sport yang Dicintai Dari Suzuki Memadukan Kecepatan Dan Melesatnya Penjualan

Pangsa penjualan otomotif khususnya di roda dua sebenarnya kurang tercapai dari segi target dalam skala nasional di tahun 2017. AISI selaku Asosiasi Industri Sepedamotor pun membenarkan hal tersebut. Penjualan di tahun lalu diharapkan mampu menyentuh angka 5,9 juta unit secara nasional tidak terealisasikan lantaran hanya menyentuh di angka 5.886.103 unit. Jumlah tersebut merupakan penurunan 0,76 persen. Di tahun 2016 penjualan roda dua berhasil mencapai 5.931.285.

Lantas bagaimana para perusahaan motor asal Indonesia menyikapinya bung? dari sekian perusahaan motor yang hadir di Indonesia, ternyata Suzuki merupakan pemain yang berhasil dengan mencatatkan penjualan tertinggi sebesar 27 persen. Dan menurut Yohan Yahya, Sales & Marketing 2W Department Head PT. SIS, tahun lalu merupakan momen kebangkitan dari Suzuki.

“Tahun 2017, merupakan tahun kebangkitan bagi kami. Hal ini tidak terlepas dari kepercayaan konsumen setia Suzuki atas produk baru Suzuki. Di tahun 2018, kami akan menjawab ekspektasi konsumen dengan menghadirkan beberapa pilihan produk baru, program penjualan, pelayanan aftersales, serta event-event menarik lainnya,” ujar Yohan Yahya, Sales & Marketing 2W Department Head PT. SIS.

Usut punya usut keberhasilan Suzuki untuk bangkit terletak pada kecanggihan dan kehandalan pada mekaniknya. Khususnya dalam mengeluarkan produk Suzuki GSX-R150 dan Suzuki GSX-S150. Khususnya GSX-R150 yang memberikan kontribusi tertinggi terhadap penjualan Suzuki sebanyak 40% bung dengan jumlah 28.982 unit.

Sebagai pemain lama yang pernah mengecap kesuksesan di era 90-an, tentu saja perusahaan asal Jepang ini ingin kembali berada di era tersebut. Apalagi Suzuki merupakan pemain yang diperhitungkan di kelas motor sport. Contohnya saja seperti RGR yang menjadi “jagoan” di pasar motor berbaju dengan mengedepankan teknologi diantara kompetitor.

Berkat cerita dan sejarah yang pernah tertuang di tahun 90-an. Suzuki coba membangkitkan lagi ke era keemasannya. Untuk meramu dan menggarap kelas motor sport Suzuki pun melakukan percobaan secara serius dan matang. Mengingat motor RGR diminati lantaran teknologinya maju, dua motor sport GSX-R150 dan GSX-S150 pun dibekali fitur tercanggih dan terkini.

Mata mungkin bakal tertuju ke penampilannya yang sporty, tapi kalau lebih jeli lagi mata bung bakal disambut LCD Speedometer full digital. Di kelas Suzuki GSX-R150 fitur tanpa kunci atau Key-less Ignition System menjadi teknologi menarik. Lantaran bung sebagai pengendara tak perlu lagi memutar anak kunci di rumahnya. Dengan menekan tombol starter makan mesin akan hidup dengan mengantungi sensor. Fitur ini menjadi terdepan di kelasnya.

Dari dapur pacunya saja sudah dibekali mesin overbore, DOHC (Double Over Head Camshaft) dengan kapasitas 150cc dan berkompresi 11,5 : 1 yang sudah dilengkapi teknologi fuel injection yang canggih untuk pembakaran maksimal. Sehingga duo GSX bisa meluapkan tenaga sebesar 14,1 kw/10.500 rpm dan torsi sebesar 14 nm/9.000 rpm yang tersalurkan dengan kuat melalui transmisi 6 percepatan.

Salah satu yang digadang dapat diminati dari GSX pemilihan mesin berjenis over stroke atau Square. Dapur pacu GSX-R150 mengadopsi tipe ukuran over bore alias diameter pistonnya 62,0 mm) lebih lebar bahkan berselisih jauh dibanding langkahnya (48,8 mm). Over stroke hampir sama dengan mesin bore yang lebih kalem pada putaran bawah. Dengan menjadikan GSX-R150 ramah di tengah kemacetan tanpa kerepotan mengatasi tenaga dan torsi berlebihan pada putaran bawah.

Berbicara soal kecepatan yang selalu jadi pemantik bung untuk memacu adrenalin, motor ini bisa melesat hingga 13.000 RPM dengan tenaga maksimal berada di 18,9 dk dengan torsi 14 NM. Sebagai catatan sifat asli over bore mulai terlihat pada putaran menengah dan atas dimulai di angka 7000 RPM.

Kecepatan yang tak main-main, begitupula dengan tampilan. Perkembangan warna dan tren yang dicintai warga tanah air membuat Suzuki GSX-R150 memberikan beberapa varian warna seperti Metalic Triton Blue, Titan Black, Solid Black/Gloss, Brilliant White dan Stronger Red. Sedangkan GSX-S15 hadir dalam 4 pilihan warna yaitu Metalic Triton Blue, Metalic Ice Silver, Solid Black/Gloss dan Stronger Red/Titan Black.

GSX-R150 dan GSX-S150 timbul menjadi primadona dan idola baru di kalangan otomotif. Tentu saja pihak Suzuki ingin tren ini tersebut belanjut di tahun ini. Hal ini pun disampakan Yohan yang mengharapkan penjualan dapat tumbuh melewati 100.000 unit.

“Meskipun pasar tidak bergerak naik, kami mengharapkan tetap mendapat bagian yang lebih. Yang kami kejar kenaikan tahun ini dari tahun lalu itu kurang lebih, mungkin 40 persen atau syukur bisa 50 persen,” pungkas Yohan.

Kecanggihan, kecepatan dan tampilan diramu secara menarik. Persuahaan yang telah berdiri sejak tahun 1909 ini nampaknya memiliki blue print yang mana dikeluarkan sebagai senjata ampuh guna menghempas kompetitornya. GSX Series menjadi bukti kalau Suzuki masih bertaji, jadi tak salah kalau GSX Series menjadi paketan motor sport yang dicintai.

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sport

Donnarumma Tak Mau Pindah Real Madrid, PSG, dan Manchester United, Kecuali ke Liverpool

Kiper muda asal AC Milan, Donnarumma, memang menjadi buah bibir dalam beberapa tahun belakangan, aksi ciamik di bawah mistar kala usianya masih terbilang belia, otomatis membuat banyak klub ingin mencoba jasanya guna dijaga jala gawangnya.  Namun, dari sekian klub yang minat kepada dirinya, nampaknya Liverpool yang bakal jadi pelabuhannya.

Donnarumma memang baru saja meneken kontrak baru di musim panas kemarin. Kontrak tersebut berisikan kalau sang kiper bakal bertahan di San Siro sampai tahun 2021 mendatang.

Lucunya, tak lama setelah teken kontrak, sang kiper diterpa kabar kalau ia bisa saja berpindah dari AC Milan. Lantaran klub seperti PSG, Real Madrid, Juventus, sampai Manchester United tak malu mengungkapkan akan ketertarikan kepadanya.

Akan tetapi di sisi lain, kabar simpang siur indikasi kepindahan dirinya ke Liverpool semakin diperkuat oleh adanya pertemuan sang agen Mino Raiola dengan Jurgen Klopp. AC Milan pun dikabarkan siap melepas Donnarumma ke Anfield sampai sudah menurunkan harga jualnya seperti dilansir dari Calciomercato.

Sang agen juga mendukung kepindahan dari sang kiper. Dengan alasan ada beberapa poin yang kurang sreg atau tak puas yang tertera di kontrak baru.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sport

Fans Belgia Buat Petisi Agar Radja Nainggolan Kembali Dibawa ke Rusia, Untuk Laga Piala Dunia

“Belgia memerlukan Radja untuk berangkat ke Piala Dunia di Rusia! Salah satu pemain terbaik dan paling penting di tim Belgia! Jika Anda juga berpikir bahwa tidak normal bahwa pemain seperti Radja tidak dipilih di skuat Setan Merah Belgia.” begitu kira-kira seruan yang dijadikan keterangan dari sebuah petisi yang baru-baru ini hangat diperbincangkan pada dunia sepak bola Belgia.

Bermula dari keputusan yang dibuat oleh pelatih timnas Belgia, Roberto Martinesz yang jelas mengundang kontra dari banyak orang.  Sang pelatih tak memasukkan nama Radja Nainggolan dalam kesebelasan yang akan dibawanya ke Rusia, dan jelas hal itu jadi sesuatu yang janggal bagi para fans Belgia. Maka tak heran jika baru-baru ini santer terdengar, ada lebih dari 28 ribu orang fans Belgia bergerak bersama untuk membuat sebuah petisi yang bertujuan untuk menginginkan Nainggolan dimasukkan dalam timnas yang akan berlaga di Piala Dunia tahun ini.

Sumber : https://www.bola.net

Tak tahu apa yang ada dalam isi kepala sang Roberto Martinesz, keputusannya untuk tak mencatatut nama Radja dan mengundang para pemain lain jelas menuai banyak kritikan dari fans. Bahkan Radja pun cukup merasa kecewa, dan konon memilih untuk pensiun dari timnas yang selama ini ia bela.

Dibuat oleh seorang suporter bernama bernama Sebastien Brn, dirinya berharap bahwa petisi itu akan ditandatangani oleh 35 ribu suporter, lainya.Dengan kata lain, ia masih butuh sekitara 7 ribu dukungan dari fans lainnya. Dan tak hanya itu saja, petisi lain juga terdengar digaungkan oleh fans lain yang menggunakan nama “We Want Radja” yang berarti Kami Menginginkan Radja. Untuk yang satu ini, dukungan yang ditargetkan, harusnya bisa mencapai 5 ribu orang.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kisah

Inisiator Piala Dunia Menyampaikan Pesan Mulia Sepak Bola Lewat Klub Buatannya

Tidak banyak yang tahu kalau sepak bola di Paris bukan hanya milik Paris Saint Germain semata. Kedatangan pengusaha kaya dari Timur Tengah yang menggelontorkan dana, membuat PSG menjadi tim penuh kejutan dan dijadikan lambang kota Paris dari segi bal-balan. Padahal secara sejarah, Paris bukan hanya sebuah kota yang diwakilkan oleh satu klub saja, melainkan ada beberapa klub yang terlahir di kota mode ini.

Dari sekian nama klub yang terlahir seperti Athletic Club de Boulogne-Billancourt, FCM Aubervilliers, Club Francais, Gallia Club Paris, Paris FC, Maccabi Paris, The White Rovers, hingga US Suisse Paris, tak ada yang menarik dan memiliki cerita panjang layaknya Red Star Paris atau Red Star Football Club. Tidak seperti klub yang disebutkan sebelumnya yang mana beberapa diantaranya ada yang karam, Red Star merupakan tim yang hingga hari ini tetap eksis.

Tidak terlalu berjaya lantaran hanya mengoleksi 5 trophy Coupe De France (piala liga) dan dua kali jadi jawara Ligue 2, membuat Red Star kurang begitu dikenal publik dunia. Namun, kalau Bung mau mengetahui lebih dalam, salah seorang yang mendirikan Red Star adalah mantan orang nomor satu di FIFA yang menjadi pelopor adanya Piala Dunia.

Jules Rimet Menjadi Otak Dibalik Hadirnya Red Star di Paris

Sumber : FootballNostalgia.com

Jules Rimet adalah mantan orang nomor satu FIFA yang mencanangkan adanya kompetisi Piala Dunia. Saat masih muda, Rimet hanya seorang putra pemilik toko kelontong. Awalnya, Julies Rimet semasa dewasanya adalah seorang pengacara sampai pada akhirnya dia mengurusi sepak bola. Padahal secara latar belakang sangat berbeda, lantaran Rimet merupakan orang yang malah kerap bermain anggar serta lari.

Namun, ia memiliki alasan mulia kenapa memilih sepak bola sebagai bidang yang ditekuninya. Sebab Rimet percaya kalau dengan sepak bola, dunia dapat disatukan. Ia pun coba mewujudkannya dan dimulai dengan membentuk Red Star. Salah satunya dengan menolak diskriminasi anggotanya berdasarkan kelas. Lantaran bagi Rimet semua orang berhak memberikan kontribusi terhadap klub.

Keluh Kesah Dialami Dengan Menjajaki Bermacam Kancah Lewat Berbagai Kasta

Sumber : WikimediaCommons.com

Setelah Rimet menjadi orang nomor wahid di federasi sepak bola dunia menjadi masa jayanya Red Star, tepatnya pada tahun 1920-an, dengan memenangkan empat gelar Coupe de France. Sampai kejayaan itu membuat Red Star dapat disandingkan atau disejajarkan dengan klub Perancis seperti Nice, Rennes, sampai Sochaux yang membuat kompetisi tingkat utama.

Red Star nampaknya belum bisa mengimbangi iklim sepak bola tersebut, sehingga tim ini tampil secara kelabakan dan kerap terdegradasi. Bahkan Red Star merupakan klub yang selalu bolak-balik di kasta sepak bola Perancis. Di tahun 2003 tim ini mengalami kendala finansial dengan turun ke kasta ke-6. Tiga tahun berselang, perlahan tapi pasti tim besutan Jules Rimet ini pun bangkit, hingga bercokol di Ligue 2 pada tahun 2015.

Menyelaraskan Klub dengan Budaya dan Nilai Kesenian

Sumber : Footyheadlines.com

David Bellion, mantan penyerang Setan Merah ditunjuk menjadi Direktur Kreatif Red Star, yang mengemban tugas untuk menghubungkan Red Star dengan budaya, seni, sampai gaya hidup. Bahkan menurut David, Red Star bukanlah sebuah mesin tim yang difokuskan kepada kemenangan melainkankan sebagai simbol kebebasan dan kreativitas.

Ide-ide yang dituangkan David pun sangat cemerlang, salah satunya dengan mengadakan Red Star Lab yang bertujuan mengedukasi anak-anak akademi Red Star pada bidang lain Bung, seperti fotografi, jurnalistik, memasak, sampai menari. Bagian paling kerennya lagi adalah ketika klub ini meneken kontrak sponsor dengan media hipster milenials asal Kanada, VICE, pada musim 2017-2018.

Red Star Menjadi Bukti Bahwa Tak Ada yang Namanya Diskriminasi

Sumber : Hans Lucas

Red Star memiliki pendukung yang unik, bahkan mereka terlibat secara total dalam ruang lingkup sosial seperti membantu orang dalam kesulitan. Aktif secara politik yang bertujuan menumbuhkan toleransi terhadap semua orang. Kalau di tribun mereka bernyanyi tanpa henti meskipun papan skor memberikan isyarat kalau timnya sedang dalam kondisi kritis.

Lewat langkah-langkah yang dilakukan internal klub membuat Red Star kebanjiran penonton di akhir pekan. Bukan hanya dari fans saja tetapi berbagai lapisan masyarakat seperti anak-anak, keluarga, imigran, dan perempuan. Sepak bola seperti bukan olahraga biasa bagi mereka tetapi perihal keberagaman dan kebersamaan sosial.

Menggelorakan Mimpi-mimpi Sederhana, Dibalik Potret Kejayaan Klub Lain Berkat Suntikan Dana

Sumber : ProperMag.com

Ketik banyak klub yang hidup dan berjaya dengan suntikan dana sebenarnya mereka mengemban tanggung jawab besar yakni sebuah kejayaan. Ada duit, ada barang, itu istilah sederhananya dan apabila dicocokan kepada kondisi klub-klub baru kaya sekarang, ya memang masuk akal. Sebab tak mungkin juga ada orang menggelontorkan dana besar tanpa memberikan jaminan.

Dibalik riuhnya sugar daddy yang berkeliaran ternyata masih ada klub sederhana macam Red Star Paris, yang menjadi cerita unik dibalik peliknya persaingan sepak bola. Red Star memang masih berkompetisi secara sportif dengan mengincar kasta tertinggi, sebagaimana klub biasa lainnya, tapi yang paling penting adalah amanat Jules Rimet yakni Red Star harus hadir guna menyatukan perbedaan dan menghapus diskriminasi tanpa membeda-bedakan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

Yomamen.com adalah majalah online khusus pria Indonesia. Lahir dari keinginan untuk menyediakan tulisan khas laki-laki Indonesia. Membahas sekaligus mengkritisi urusan maskulinitas dan gaya hidup pria modern.

Facebook

Copyright © 2017 Yomamen.com

To Top