Lebih Tahu

Sejarah Singkat Jam Tangan dan Kenapa Laki-Laki Harus Menggunakannya

Arloji atau jam tangan bisa dikatakan sebagai salah satu perhiasan fungsional. Dikatakan perhiasaan karena dibanderol mahal, meskipun yang murah juga tersedia namun tidak prestise untuk dipakai. Yap, jam tangan adalah lambang kepercayaan diri seseorang. Popularitas dari jam tangan terus naik sejak abad ke-19 hingga sekarang.

Kilas balik ke belakang, dulu  laki-laki masih sosok yang sama hingga kini. Simple dan tidak mau ribet. Untuk persoalan waktu dulu lebih suka menggunakan arloji saku. Berbentuk lingkaran dan terkait rantai yang dapat terikat di celana sehingga tak mudah hilang. Di sisi lain jam tangan dulu lebih lekat kepada perempuan bahkan bisa dibilang sebagai perhiasaan.

Lantas mengapa sekarang jam tangan lebih akrab kepada laki-laki dan kenapa harus digunakan tentu ada alasannya bung. Untuk itu kita perlu paham bagaimana perjalanan jam tangan atau arloji sejauh ini. Sekaligus bagaimana sekarang laki-laki harus mempertimbangkan memakai jam tangan dalam aktivitasnya sehari-hari.

Dalam Perang Waktu itu Penting Untuk Diperhitungkan

Abad ke-20 dunia sedang porak-poranda akibat imperialisme yang dilakukan negara-negara besar. Terlihat lewat Perang Dunia I dan Perang Dunia II. Jam tangan tidak bakal sebegitu akrab kepada laki-laki tanpa peristiwa baku tembak merebut kekuasaan tersebut.

Jam tangan saku meskipun simple, memerlukan tangan untuk merogoh saku saat ingin mengetahui waktu. Hal ini tentu tidak tepat kepada seorang tentara atau militer yang sedang terlibat pertempuran. Karena apapun yang ingin diketahui semuanya digapai dengan tangan. Toh tak lucu kan, kalau ingin melihat jam harus melepas senjata dan merogoh saku? maka tentara berimporvisasi dengan mengikat jam tangan mereka di lengan kulit agar lebih efisien.

Laki-laki di abad ke-20 adalah orang yang terlibat dalam ketetapan waktu yang akurat apalagi yang berposisi dalam militer, bisnis dan pemerintahan. Dibanding perempuan, ketetapan waktu yang dimiliki laki-laki jadi perhatian utama. Jam tangan saku perlahan mulai ‘menghilang’ dari peredaran tergantikan jam tangan. Meskipun kekurangan jam tangan saat itu sebagai barang yang rentan rusak. Terutama pada kelembapan, dingin, panas, dan debu yang mudah menyumbat roda gigi hingga menyebabkan kehilangan akurasi.

Awalnya, Tentaralah yang Dinilai Lebih Membutuhkan Arloji

Beberapa dekade membuktikan laki-laki ternyata lebih membutuhkan jam tangan dibanding perempuan. Terlihat dari kinerja para tentara. Dimana mana arloji saku sudah tidak lagi relevan. Perang Dunia I misalnya, di mana jam tangan memiliki peran penting lho.

Dulu koordinasi dan pelaksanaan perintah sangat bergantung pada isyarat visual (menggunakan semafor) untuk berkomunikasi. Tetapi karena medan perang semakin besar dan para tentara bertempur di parit, maka koordinasi visual tidak lagi berfungsi. Hingga mulailah jam digunakan untuk mengkoordinasikan serangan. Caranya dengan mesinkronisasi jam tangan di sebuah pertemuan sebelum perang, dan memulai serangan pada waktu yang disepakati.

Pada akhir abad ke-19 perusahaan merancang khusus arloji dengan tujuan berfungsi kepada para tentara. Seperti Girard-Perregaux, perusahaan pertama memproduksi jam tangan massal untuk laki-laki khusunya pelaut di Angkatan Laut Kekaisaran Jerman.

Tidak mau kalah, The Waterbury Clock Company juga memulai membuat bahkan perusahaan ini masih dikenal sampai sekarang yang dikenal dengan nama Timex. Pada 1907, Louis Cartier juga merancang jam tangan untuk penerbang Brasil bernama Aberto Santos-Dumont dan dinamai Santos.

Bahkan Hingga Sekarang, Jam Tangan Memiliki Alasan Kenapa Harus Bung Gunakan

Apakah dari bung yang membaca ada yang tidak menggunakan jam tangan dengan alasan smartphone memiliki fitur jam? kalau iya berarti bung orang yang cukup kuno haha. Karena cara kerjanya hampir dengan arloji saku, harus merogoh dahulu sebelum mengetahui waktu. Ini sama saja dengan lompat kembali ke seratus tahun ke belakang. Beda dengan jam tangan yang hanya perlu memandang sekilas bung sudah tahu sekarang pukul berapa. Jam tangan sangat fungsional dan nyaman, jadi itu alasan tepat kenapa laki-laki membutuhkan jam tangan.

Smartwatch Belum Bisa Menggeser Posisi Jam Tangan

Seperti kita bilang bahwa laki-laki itu tak mau ribet. Sedangkan memakai Smartwatch butuh daya alias charger kalau baterainya lowbat. Di satu sisi memang membantu karena notifikasi di smartphone dapat muncul di smartwatch. Tapi kalau baterai lowbat? ujung-ujungnya harus merogoh saku untuk mengambil smartphone kembali kan?

Beda dengan jam tangan yang tak perlu mengisi ulang secara teratur bahkan baterai dapat tahan lama bertahun-tahun. Jam tangan tidak pernah kehilangan daya, bahkan digeletakkan saja dia nyala. Tidak ada yang mengalahkan jam tangan untuk urusan ketepatan waktu nyaman, hands-free dan siap pakai.

Jam Tangan Memiliki Model yang Bagus dan Menarik

Estetika dari jam tangan belum bisa dikalahkan oleh smartwatch, belum lagi dapat menunjang penampilan dari segi desain dan bentuk. Banyak tipe jam tangan yang dapat digunakan untuk menyesuaikan keadaan. Bisnis formal? bung bisa memilih desain simpel dan elegan.

Ketika kencan bisa memakai yang terlihat menawan bagi si nona, bahkan soal ini sudah dibuktikan lewat penelitian. Intinya jam tangan masih banyak memiliki sisi menarik meskipun fitur tak seasik smartwatch. Setidaknya jam tangan memiliki sejarah panjang yang ternyata membuat kita memang harus memakainya. Kalau bung sendiri punya alasan kenapa memakai jam tangan?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Tahu

R U Tough Enough Asia : Ajang Mencari yang Terkuat Dari yang Paling Kuat

Pagelaran mencari orang paling tangguh di Asia hadir kembali lewat program bertajuk ‘R U Tough Enough Southeast Asia’ 2019, yang tahun ini akan menyeleksi finalis-finalis dari tujuh negara, yakni Indonesia, Malaysia, Filipina, Vietnam, Singapura, Thailand dan HongKong. Bakal dicari 4 pemenang dari Indonesia lewat public audition yang digelar di Main Attrium, Lotte Shopping Avenue pada tanggal 21 Juli 2019.

Proses seleksi dilakukan dengan cara memberikan berbagai tantangan fisik dan mental. Beragam jenis tantangan mampu menguras keringat dan konsentrasi. Mulai dari burpees, alternate ViPR, berlari zigzag, melewati traffic cone, hingga berayun di hanging board. Proses ini tidak mudah seperti kelihatan-nya, tanpa latihan yang rutin para peserta akan kewalahan.

Persiapan latihan fisik yang stabil, tidak terlalu memaksa sesuaikan kemampuan dan rutin dilakukan tiap hari. Memang kita sebelum ada event, sudah selalu latihan tapi latihan sewajarnya saja,” ungkap salah seorang peserta asal Malang, Hendro Utomo.

Hendro utomo merupakan peserta yang sudah siap untuk menanti pertarugan di R U Tough Enough. Segala macam program latihan sudah dijalankan. Bahkan untuk mengatasi rintangan yang disajikan panitia, ia melakukan pelatihan khusus dengan menguatkan cengkraman tangan.

Latihan kekuatangan tangan, dengan mencengkram batu atau kendi yang beratnya bisa 10 sampai 20 kg. Dengan menahan cengkraman selama satu menit kurang. Efeknya saat rintangan terakhir (hanging board) saya melewatinya lebih ringan,” imbuhnya.

Perjuangan untuk menjadi perwakilan orang terkuat itu sendiri membutuhkan fase. Terlebih banyak peserta yang bagus-bagus memiliki determinasi tinggi untuk mewakili Indonesia di ‘R U Tough Enough Southeast Asia’ Final Showdown. 

Untuk regional akan dipilih 20 peserta terbaik dan diinterview oleh juri. Kemudian diakhir kompetisi akan dipilih 4 finalis untuk melautkan ke kompetisi kancah internasional dengan grand lrize sebesar USD 15.000 dan mendapat gelat Southeast Asia’s Toughest.

Kami mencari orang-orang tangguh di Asia Tenggara yang nantinya akan kami nobatkan sebagai Southeast Asia’s Toughest dan kami ingin mengajak semua orang yang merasa tangguh untuk berpartisipasi! Ini bukan hanya sebuah kompetisi fisik, tetapi juga mental, dan kami berharap semua peserta tangguh dapat menunjukkan potensi terbaik mereka!,” ujar Betty Tsui, Vice President, Programming of KIX.

KIX, saluran tayangan action entertainment unggulan di Asia, kembali menggelar program ‘R U Tough Enough Southeast Asia’ 2019 untuk mencari orang paling tangguh di Asia. Program ‘R U Tough Enough Southeast Asia’ yang juga didukung oleh MNC Vision, pionir TV berlangganan terkemuka di Indonesia.

Program KIX ‘R U Tough Enough’ pertama kali diluncurkan pada tahun 2014 di Malaysia. Setelah itu, program tersebut diluncurkan di Filipina, Thailand, Singapura dan Indonesia. Di tahun 2018, ‘R U Tough Enough’ menggelar kompetisi regional untuk pertama kalinya di Malaysia dan di tahun 2019 menggelar 4 on-ground events; pertama di Jakarta, Indonesia, kemudian diikuti oleh Bangkok, Thailand pada bulan Agustus, Manila, Filipina pada bulan September dan Final Showdown di Kuala Lumpur, Malaysia pada bulan November ini.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Tahu

Luka, Memar dan Nyeri Pada Penis Disebabkan Masturbasi

Sering berfantasi  hubungan seksual dan mengonsumsi film porno  rutin, membawa hasrat untuk masturbasi. Seyogya-nya tak ada jumlah ideal berapa kali seseorang masturbasi dalam sehari atau seminggu. Orang tersebut yang dapat menentukan kapan dan berapa kali, sesuaikan frekuensi masturbasi dengan gaya hidup. Jangan sampai aktivitas seks ini mengganggu jalinan hubungan dengan pasangan.

Di sisi lain kecanduan masturbasi sangat membahayakan dan menyebabkan masalah pada penis. Dirujuk dari Hindustian Times, pakar sekes Vinod Raina mengatakan rasa nyeri, luka sampai memar merupakan dampak kecanduan masturbasi lazim terjadi.

Itu terjadi jika seseorang melakukan masturbasi terlalu kasar atau terlalu keras. Bisa juga karena benda yang digunakan dapat menyebabkan kerusakan jaringan kelamin,” tuturnya.

Luka dan peradangan pada jaringan penis menimbulkan nyeri dan memar. Lebih para lagi, kecanduan penis bisa menyebabkan bengkak.

“Kondisi ini disebut edema, yang disebabkan adanya cairan di jaringan penis. Pembengkakan pada penis baru hilang 1-2 hari,” jelasnya.

Selain penyakit yang berkaitan dengan penis. Masturbasi ternyaya dapat menimbulkan darah tinggi. Tekanan darah meningkat setelah ejakulasi. Ejakulasi sangat sering berimbas tekanan darah tinggi.

Jika seseorang terbiasa melakukan masturbasi, dia akan selalu merasa lelah. Hal ini terkait dengan ejakulasi dini, impotensi, gangguan hormonal seks, dan gangguan genital, dan penyakit menular seksual,” tutupnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Tahu

Gemini Salah Satu Zodiak yang Gemar Berkesperimen Saat Berhubungan Badan

Melakukan gaya monoton dalam posisi seks sangatlah membosankan. Apalagi dilakukan dalam jangka waktu yang sering, otomatis kebosanan makin memuncak, sekaligus hasrat bercinta menurun. Namun tak semua orang selalu melakukan gaya yang sama, mereka akan mencoba berkesperimen. Lewat film biru atau fantasi yang bekerja di otaknya.

Untuk soal berkesperimen di ranjang demi menambah gairah dan kenikmatan. Ternyata dilakukan oleh beberapa zodiak! Zodik yang disebutkan ini gemar mencoba-meencoba ini dan itu saat bercinta. Bukan berarti mereka hyper-sex, tapi mencoba memberikan sensasi baru di ranjang. Selengkapnya ini dikutip dari Bustle, menurut astrolog Lisa Stardust.

Gemini

Kalau bung memiliki pasangan berzodiak gemini, maka bung memiliki kehidupan seks yang terus membara dan bergelora. Dapat dikatakan, kepribadian-nya di atas ranjang menyenangkan. Saking menyenangkannya, ia mencari bermacam-macam gaya agar membuat sesi hubungan badan tidak membosankan. Bahkan ia mencoba sesuatu yang baru sebanyak 1-2 kali, baginya itu adalah sesuatu yang membahagiakan jiwa.

Gemini itu bisa berbuat baik dan nakal di waktu berdekatan. Hal ini membuat pasangan jadi bisa melakukan banyak hal menantang saat bercinta,” kata astrolog Lisa Stardust.

Zodiak yang satu ini memiliki berbagai aspek kepribadian. Dualitas dari Gemini memungkinkan mereka menjadi baik dan jahat pada saat yang sama. Begitu juga pada saat berhubungan seksual. Gemini akan selalu mencoba sesuatu yang baru sebanyak 1-2 kali. Baginya itu adalah kesempatan menyenangkan untuk melakukan eksplorasi.

Scorpio

Bagi pasangan yang lahir di tanggal 23 Oktober sampai 21 November, kalian harus siap-siap. Bustle menyebut zodiak ini termasuk ‘liar’ di atas ranjang. Seolah-seolah sedang membuka sesi bercinta karena hasrat mencoba bermacam gaya.

Zodiak berlogo kalajengking terhitung memiliki kepribadian berkemauan keras, begitu pula untuk rusuan kamar tidur. Nah, untuk siapkan fisik yang prima kalau tidak bisa keteteran menghadapi kemauan-nya. Ingat, mereka sangat ‘liar’, lincah dan bergairah.

Scorpio itu lincah dan liar, mereka senang bereksperimen. Energi mereka yang luar biasa bakal membuat bumbu-bumbu percintaan menggairahkan,” kata Stardust.

Aquarius

Aquarius termasuk dalam salah satu zodiak yang gemar bereksperimen untuk urusan ranjang. Karena gemar melakukan eksplorasi saat melakukan hubungan seksual. Kalau pasangan kalian berzodiak Aquarius, jangan heran, karena mereka sering melakukan sesuatu tidak biasa. Bahkan jadi pengalaman baru bagi kamu sendiri.

Hal ini terjadi karena Aquarius menikmati eksperimen seksual sebagai bagian dari proses ekplorasi. Mereka selalu mencari cara baru dan kreatif untuk melebur dengan pasangan saat berada di tempat tidur. Bahkan ide untuk berhubungan didapatkan dari fantasi yang dimiliki dalam mimpi.

Aquarius selalu mencari untuk menemukan cara-cara baru dan inovatif untuk melebur dengan pasangan,” kata Stardust.

Pisces

Pisces termasuk dalam zodiak suka bereksperimen dalam gaya di ranjang. Kabarnya, Pisces cenderung melamun hingga mendorong mereka untuk bereksperimen secara seksual. Sampai senang bermain peran sehingga memberi cara baru untuk berfantasi melarikan diri selama kegiatan bercinta.

Pisces adalah zodiak yang paling senang mencoba hal-hal baru. Mereka suka bermain peran,” kata Stardust.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top