Review

Samsung Mengeluarkan Gawai Terbaru Bernama J8. Seperti Apakah Kualitasnya?

Dunia gawai nampaknya tak lepas dari inovasi, guna memantapkan persaingan dengan kompetitor, Samsung kembali mengeluarkan seri J terbarunya bernama Samsung Galaxy J8. Belum lama ini, Samsung mengeluarkan Galaxy S9 untuk kelas premiumnya, namun di kelas menengahnya Samsung mengeluarkan Samsung J8 yang bakal dibekali Exynos 7870 dan didukung dengan RAM 4 GB. Untuk seri J, sebelumnya terdapat Galaxy J7+.

Galaxy J7+ pun sama-sama dibekali dengan RAM 4GB namun untuk chipset-nya sendiri memakai MediaTek Helio P20. Samsung Galaxy J8 rencananya bakal dikeluarkan bulan Maret ini. Selain itu, untuk seri terbarunya ini kemungkinan akan hadir dengan nama berbeda di sejumlah pasar. Karena dilansir dari benchmark, Geekbench beberapa waktu lalu, Seri Galaxy J yang bakal mendarat di Amerika Serikat melalui sejumlah operator dengan nama berbeda guna membedakan dengan beberapa kompetitor.

Memiliki Prosesor Tercepat yang Dapat Menopang Performa Secara Kilat

Samsung Galaxy J8 memang gawai di kalangan kelas menengah. Namun, gawai ini memiliki prosesor yang tak kalah canggih, lantaran bakal diperkuat oleh Exynos 7885 CPU Octa Core (2×2.2 GHz Cortex-A73 & 6 x 1.6 GHz Cortex-A53) yang bakal dilengkapi dengan RAM berkapasitas sebesar 4 GB. Tentu saja perpaduan keduanya yang mumpuni bakal meningkatkan performa dari seri terbaru ini, yang tentunya bakal responsif. Bagi Bung yang gemar bermain game, gawai satu ini juga cocok untuk dipakai gaming.

Media Penyimpanan yang Besar, Tak Perlu Pusing Untuk Memperbanyak Aplikasi

Gawai ditengarai dapat menunjang aktivitas dengan berbagai aplikasi yang tersedia. Namun, ruang penyimpnan yang kecil di suatu gawai terkadang membuat beberapa aplikasi harus diikhlaskan. Tapi tidak dengan Samsung Galaxy J8, yang memiliki ruang penyimpanan besar, 32 GB. Ruang penyimpanannya pun dapat diperluas dengan adanya media slot MicroSD yang bisa mencapai 256 GB. Jadi Bung tak perlu lagi merelakan beberapa aplikasi penunjang aktivitas harian seperti aplikasi penunjuk jalan, Waze misalnya.

Hasil Foto Dapat Terpuaskan Dengan Fitur Di Samsung Galaxy J8

Karena mudah di bawa kemana-kemana, handphone kemudian dimaksimalkan penggunaannya sebagai penangkap gambar. Bahkan, kualitas gambar yang ditangkap pun kadang tak kacangan. Seperti di Samsung Galaxy J8 yang dilengkapi kamera depan 8 MP. Kemudian di kamera belakang didukung dengan kamera 12 MP dengan fitur PDAF dan LED Flash yang dapat memberikan hasil foto yang sangat memuaskan.

Dijalankan Lewat Operasi Terbaru Oreo

Untuk sistem operasi, Samsung Galaxy J8 sudah memakai Android Oreo 8.0 yang memiliki banyak keunggulan Bung. Seperti baterai lebih hemat, pengaturan notifikasi lebih rinci, google play protect, sampai shortcut cepat apabila penggunanya ingin memberikan alamat pada orang lain maka bisa langsung diberikan lewat Google Maps. Otomatis, banyaknya keunggulan fitur di Oreo ini bisa semakin menunjang penggunaan gawai Bung.

Dimensi Layar Luas Dapat Memanjakan Mata Untuk Ber-gadget Ria

Dimensi layar yang diberikan oleh Samsung Galaxy J8 cukup luas hingga dapat memanjakan mata. Karena layar yang dihadirkan 5,5 inci lengkap dengan resolusi HD 720P. Dengan keluasan layar seperti itu, tentu saja Bung dapat menyaksikan video lewat YouTube dengan puas tanpa perlu pindah ke laptop atau pun ke komputer Bung. Jadi bagaimana Bung? Apakah tertarik untuk mencoba gawai kelas menengah dari Samsung ini?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Otomotif

6 Kiat Berkendara dengan Motorsport

Yang namanya berkendara dengan motorsport memang agak tricky. Selain harus menyiapkan fisik dan stamina yang prima—lantaran bobot body motor semacam ini pastinya di atas motor skuter matic, menunggangi kuda besi yang satu ini tak seperti naik motor lainnya. Pasalnya, ada tips khusus yang perlu diketahui agar tubuh tetap nyaman selama berkendara dan motor pun tetap dalam kondisi baik setibanya di tujuan seusai berkendara.

1.Biasakan Melakukan Cek Secara Menyeluruh Sebelum Berkendara

Sebelum memulai perjalanan, biasakan mengecek motor apakah motor dalam kondisi prima, mulai dari ban, rem, kopling, hingga sektor lampu. Jika semua aman, baru cari riding position alias posisi duduk yang menurutmu paling nyaman sehingga saat berkendara pun bisa santai namun tetap hati-hati.

2.Pastikan Sudah Tahu Posisi Badan yang Benar Saat Hendak Berkendara

Jangan karena mengejar gagah-gagahan lantas Bung memposisikan badan jauh dari stang sampai tangan lurus dan kaku. Karena ini bukan motor skuter matic, maka badanmu justru harus sedikit menunduk dengan posisi lenganmu sedikit menekuk.

Kenapa harus begitu? Karena lengan yang menekuk ini akan membantumu meredam rebound alias tendangan balik peredam kejut pada stang saat motor menghantam lubang. Kalau posisi sudah mantap, barulah mulai berkendara.

3.Jangan Asal Naik, Posisi Kaki pun Harus Stabil

Untuk posisi kaki, penempatannya harus pas karena ruangnya tak sebanyak di motor skutik yang menggunakan deck lebar. Motorsport hanya punya sedikit footstep tempat meletakan kaki. Lalu paha harus menempel ke tangki motor dengan posisi menjepit. Kendati begitu bukan berarti diam dengan tegang dan kaku. Kakimu harus tetap dalam kondisi relaks.

Posisi ini akan mempermudah untuk melakukan antisipasi bila Bung akan melakukan manuver ekstrem seperti hendak menghindari tabrakan. Dengan paha yang menempel ke tangki, Bung bisa mempertahankan posisi duduk agar tidak tergeser ke kanan kiri dan dapat mengeliminir risiko terpental dari motor.

4.Carilah Posisi yang Senyaman Mungkin untuk Tangan saat Menggenggam Stang

Untuk posisi tangan, perhatikan posisi tangan ketika menekan tuas kopling dan rem depan. Usahakan ketika mengoperasikan tuas rem depan atau kopling yaitu dengan cara menekan ujung tuas supaya ringan. Menekan tuas kopling bisa menggunakan dua jari yang sekiranya dianggap paling nyaman bagi pengendara.

5.Kenali Bentuk Motor Yang Bung Kendarai

Banyak orang meremehkan hal ini dan langsung saja betot gas ketika menunggangi kuda besinya. Padahal bentuk motor yang berbeda akan membuat pengendalian yang berbeda pula. Ambil contoh misalnya GSX-R150 dan GSX-S150. Dua motor Suzuki ini punya DNA yang sama, namun bentuknya berbeda sehingga handlingnya pun akan berbeda.

GSX-R150 dengan fairing tentunya punya body depan yang lebih lebar jika dibanding saudaranya tipe S yang bertipe naked bike. Tentunya butuh ruang lebih lebar jika merambah kemacetan.

Hal lainnya misalnya spion GSX-R150 yang ditanam di body depan sementara GSX-S150 berada di tangki. Ini akan membuat perbedaan karena GSX-S150 spionnya akan bisa ikut menyelip jika stang dimainkan ketika beraksi diantara kendaraan lain, sementara tipe R butuh perhitungan sebelumnya karena spionnya tang tak bergerak.

6.Kenali Juga Karakter Motormu Agar Tepat Mengambil Kesimpulan Di Jalan

Bung harus mengenali karakter motormu dengan tepat. Mulai dari karakter mesin hingga karakter berkendaranya. Coba kita ambil contoh GSX-S150. Untuk urusan dapur pacu GSX-S150 ini disematkan mesin berkapasitas 150 cc DOHC yang sama dengan saudaranya tipe R. Berbekal mesin overbore, DOHC (Double Over Head Camshaft) dengan kapasitas 150cc dan berkompresi 11,5 : 1 yang sudah dilengkapi teknologi fuel injection yang canggih untuk pembakaran maksimal, GSX-S150 menghasilkan tenaga sebesar 14,1 kw/10.500 rpm dan torsi sebesar 14 nm/9.000 rpm yang tersalurkan dengan kuat melalui transmisi 6 percepatan.

Karakternya jinak diputaran bawah sehingga membuatmu tak repot kalau mengendalikannya di RPM rendah.Tapi jangan lantas anggap remeh tenaganya. Kenali dulu, karena ketika diputaran menengah dan atas kalau tak siap, Bung akan dibuat terkejut dengan ledakan tenaganya.

Untuk dimensi, tampilan dari motor garapan Suzuki ini mempertontonkan rangka Single Cradle yang bisa terlihat jelas. Ukurannya sendiri memiliki panjang 1.975 mm, lebar 674 mm, dan tinggi keseluruhan mencapai 1.070 mm. Sedangkan untuk ukuran wheelbase sendiri mencapai 1.300 mm.

Dengan ukuran macam ini, GSX-S150 ini bisa dibilang cukup besar untuk kelas 150cc. Tapi tak perlu khawatir, tinggi jok yang 785mm sangat pas untuk ukuran rata-rata orang Indonesia tanpa harus berjinjit.

Ukuran kekar ini berlanjut hingga kaki-kaki. Di depan menggunakan suspensi teleskopik besar dengan di belakang mengusung tipe monoshock guna menambah kestabilan berkendara. Velg alloy berukuran 2,15 inchi di depan dan 3,5 inchi di belakang dibalut ban depan 90. Tentunya cukup lebar untuk membuatmu tetap stabil di jalan lurus, namun cukup lincah untuk melakukan manuver.

Nah dengan kiat-kiat macam itu tentunya Bung akan lebih aman dan nyaman mengendari motorsport milikmu.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

Yomamen.com adalah majalah online khusus pria Indonesia. Lahir dari keinginan untuk menyediakan tulisan khas laki-laki Indonesia. Membahas sekaligus mengkritisi urusan maskulinitas dan gaya hidup pria modern.

Facebook

Copyright © 2017 Yomamen.com

To Top