Lifestyle & Fashion

Sadar Nggak Sih Kalau Ronaldo Dan Messi Itu…

Mungkin disadari atau tidak, dominasi mega bintang Real Madrid, Cristiano Ronaldo, dan talenta berbakat La Masia, Lionel Messi sudah 10 tahun. Kontes pesepak bola terbaik benua Eropa selalu direngkuh kedua pemain tersebut. Pada tahun ini saja, nama Ronaldo kembali keluar sebagai pemenang. Kemenangan itu sekaligus menyamai perolehan Messi, yakni sebanyak 5 kali. Kondisi ini, membuat nama-nama pemain lain yang berlaga di kompetisi benua biru seperti kurang beredar. Padahal secara skill tidak terlampau jauh.

Sebut saja Sergio Ramos, yang sekarang bermain di posisi jantung pertahanan Real Madrid. Selain aksi menghadang lawan, pundi-pundi gol selalu diciptakannya, terutama di menit krusial. Tanpa Ramos, mungkin Madrid tak mencapai La Decima di musim 2014. Ada lagi aksi terbang bak superman dari David De Gea, kiper yang sukses memecahkan rekor penyelamatan terbanyak di Liga Inggris saat bertandang ke Emirates, melawan Arsenal. Total 17 save dilakukannya selama 90 menit. Lalu ada nama Andreas Iniesta yang setia menyuplai umpan matang untuk lini depan Barcelona. Dan masih banyak lagi. Lantas mengapa Ronaldo dan Messi saja yang selalu berada di puncak ketenaran pemain Eropa? Padahal sepak bola adalah permainan tim kan Bung?

Katanya Gelaran Pemain Terbaik Eropa, Tapi Yang Menang Kenapa Cuma Dua?

Sumber : thesefootballtimes.co

Tak hanya publik yang geram dan merasa bosan, tapi pemain profesional pun turut merasakan. Phillip Lahm salah satunya. Ia mengkritik penyelenggaraan Ballon d’Or. Menurut dia kompetisi yang pertama kali dihelat pada tahun 1956 ini, telah menjadi pemilihan untuk striker terbaik belaka, seperti yang dilansir Sport Illustrated. Mantan bek Munchen juga menambahkan kalau Ballon d’Or sudah waktunya berubah untuk melihat ke berbagai posisi, karena sepak bola adalah permainan strategi antar tim. Bukan antar pemain.

Jika ditarik garis ke belakang, nama-nama yang merengkuh pemain terbaik benua biru sangat beragam. Tak hanya diisi satu dua pemain secara terus-terusan. Bahkan dari lini belakang sampai depan juga tersajikan.  Dari nama Luis Figo, Michael Owen, Ronaldo Da Lima, Pavel Nedved, Andry Shevchenko sampai Fabio Cannavaro. Mereka yang menghiasi daftar membuat sepak bola memiliki warna.

Kalau Pemain Berbakat Dibilang Next Ronaldo Dan Next Messi, Rasanya Berat Juga Ya!

sumber : thesefootballtimes.co

Sebenarnya bukan keinginan mereka untuk menyematkan namanya pada pemain baru yang potensial dan bertalenta. Namun itu pekerjaan media. Jelas saja kalau parameter pemain selalu disandingkan ke mereka berdua. Karena hegemoni permainanya acap mengundang tanya. Gerakan, skill, sampai teknik mencetak gol selalu menjadi buah bibir penggila bola.

Tolak ukur sebenarnya boleh saja. Tapi kalau disebut sebagai generasi penerus mereka berdua, rasanya utopia. Karena kerja keras mereka sulit untuk digapai pemain biasa sampai yang bertalenta. Tapi tak apa, asalkan pemain berbakat yang disebut penerusnya tak tutup karir akibat tidak kuat seperti dirinya (Messi dan Ronaldo).

Rekor Sepak Bola Dipecahkan Dengan Mudahnya

Sumber : Facebook.com/FIMD

Pernah pada satu musim, ketika menelisik berita olahraga semuanya seragam mengulas rekor yang ditorehkan mereka. Saling kejar-kejaran, dan bergantian mengisi headline. Adidaya Ronaldo dan Messi sangat sulit terlampaui. Walaupun tak semua rekor berhasil dibumbui. Seperti rekor pencetak gol tertua di Liga Champions yang dipegang Paolo Maldini dan Fransesco Totti.

Namun, Ronaldo dan Messi punya rekor yang sulit dilampui. Seperti Ronaldo yang pernah mencetak gol setiap menit. Dari menit 1 sampai 90. Begitu juga Messi yang berhasil mencetak 525 gol bersama Barcelona, berpeluang untuk menyalip rekor Gerd Muller dengan torehan yang sama selama 14 tahun membela Die Bayern. Masih banyak rekor yang mengantri untuk diselesaikan kedua pemain ini.

Dulu Aku Yang Dapat Menggusur Dominasinya, Iya Dulu!

Sumber : Facebook/Kaka

Setelah mengantarkan AC Milan merajai benua Eropa dan Dunia di tahun 2007. Kaka, dengan manisnya diutus menjadi pemain terbaik benua biru di tahun yang sama. Ia  menjadi pemain keempat asal Brazil yang berhasil memenangkan gelar bergengsi tersebut, setelah Ronaldo, Rivaldo, dan Ronaldinho. Istimewanya, 3 kandidat yang mengapit Kaka adalah Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi.

Kaka menjadi pemain terakhir yang berhasil memenangkan gelar tersebut. Sebelum Ronaldo dan Messi saling salip pada satu dekade ini. Sayangnya, cedera lutut yang menggerogoti membuat dia tak bisa tampil maksimal. Performa terbaik yang pernah dipertontonkan kepada publik, menjadi konsumsi masa lalu belaka.

Semoga Ada Yang Memecah Dominasinya. Kalau Nunggu Mereka Gantung Sepatu, Ya Nggak Lucu…

Sumber : fanija.co

Berkarir satu generasi dengan Ronaldo dan Messi tak bisa disesali, walaupun talenta jadi tertutupi karena didominasi Ronaldo dan Messi. Apabila berada di generasi berbeda, mungkin persaingan menjadi jawara pesepak bola Eropa bisa seru. Mengundang Bung untuk menebak, kira-kira siapa dari mereka yang menenteng piala bola emas?

Banyak talenta baru dalam sepak bola, semua terlahir lewat bakat ataupun kerja keras. Neymar Da Silva, Kylian Mbappe, dan N’golo Kante merupakan talenta yang sedang berkembang dengan menjajal ganasnya liga-liga top Eropa. Sedangkan Alen Halilovich, Marcus Rashford dan Martin Odegaard masih mengasah kemampuan untuk siap bersaing dengan pendatang baru lainnya. Ronaldo adalah bukti sebuah kerja keras, sedangkan Messi terbentuk karena dianugerahi bakat. Begitulah celoteh nitizen, tapi apakah iya Bung?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Tahu

Gol Bunuh Diri, Berbuah Kematian Dini

Ungkapan klise ‘manusia tidak ada yang sempurna’ tidak hanya merujuk kepada kehidupan di dunia saja, melainkan itu juga terjadi di lapangan hijau. Andres Escobar mungkin salah satu mendiang yang pas disematkan dengan ungkapan tersebut. Pemain bertahan Kolombia ini adalah sosok yang sempurna di lini belakang. Terbukti saat membawa negara tercinta ke kancah Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat.

Namun gol bunuh diri yang dilakukan dalam turnamen akbar empat tahunan tersebut, adalah buah kesalahan kecil dalam karirnya yang tak sebanding dengan menghilangkan nyawanya. Yap, Escobar mesti meninggal lebih dulu dari takdir yang dituliskan, setelah ditembak oleh seseorang saat hendak pulang dari klub malam bersama temannya. Pemicu terbesar kematiannya, adalah gol bunuh diri saat melawan tuan rumah.

Padahal sepak terjang Escobar membawa Kolombia ke jalur Piala Dunia cukup solid, bung tak percaya? coba simak saja ceritanya

Pemimpin Elegan dan Gentleman Jadi Julukan Escobar Secara Permanen

Solidnya tim Kolombia tak akan berjalan sempurna tanpa kehadiran Escobar. Sosok pemimpin bertalenta yang piawai menghalau serangan. Gaya permainan yang elegan, selalu tenang meskipun digempur serangan dan mengambil takel bersih di lapangan membuat pemain ini mendapat julukan Caballero del Futbol atau Gentleman of Football. Pemain kelahiran 13 Maret 1968 ini memiliki karir cemerlang tak hanya di tim nasional, karena ia sempat berkarier di klub BSC Young Boys di Swiss meskipun untuk periode yang tidak begitu lama.

Datang Sebagai Penantang, yang Digadang Memberikan Perlawanan Garang

Salah satu kandidat negara yang bakal disebut bakal berbicara banyak di Piala Dunia 94 kala itu adalah Kolombia. Bukan sesumbar atau prediksi asal, Kolombia tak terkalahkan di fase kualifikasi Piala Dunia Grup A Amerika Selatan bung. Tim yang dimotori oleh Faustino Asprilla, Carlos Valderrama, Freddy Rincon, menjadi negara yang tak terkalahkan. Total dari enam laga, mereka berhasil membubukan empat kemenangan dan dua kali imbang.

Ditambah lagi, jawara sepakbola Amerika Selatan macam Argentina, dibantai habis dengan skor telak 5-0 di laga terakhir! membuat skuad tim tango harus menjalani partai play-off demi memastikan tampil di Piala Dunia. Ketangguhan Kolombia pun dapat dilihat secara statistik menjelang pagelaran akbar tersebut, dari total 26 pertandingan menuju Piala Dunia, Kolombia hanya sekali bertekuk lutut alias kalah. Kepiawaian tim ini tentu saja berkat Escobar yang saat itu menjabat sebagai kapten tim.

Dari Prediksi Pele Sampai Harapan, Hingga Menenangkan Ketegangan di Kolombia

Ekspetasi, sebuah kata yang menghantui skuad Kolombia di masa itu. Calon kuda hitam terkuat pun diberikan oleh para pengamat sepak bola. Legenda Brasil yang menjuarai Piala Dunia tiga kali, Pele, memberikan prediksi kalau Kolombia bakal menembus babak semifinal.

Rakyat Kolombia pun berharap atas kiprah negaranya, terlebih situasi saat itu tengah memanas setelah tewasnya sang dedengkot narkoba, Pablo Escobar. Pasalnya, pasca meninggal Pablo Escobar memicu perang antar geng untuk memuncaki kekuasaan tertinggi di jalur perdagangan barang haram tersebut. Alhasil Kolombia di Piala Dunia diharapkan memberi secercah kebahagiaan, dengan menjadi pemersatu perang antar geng. Lantas apakah bisa Kolombia menjawab harapan itu semua?

Jawabannya tidak. Sinyal buruk sudah menerpa Los Cafeteros, ketika takluk di tangan Romania di laga perdana oleh Maradona dari Carpathia alias Gheorghe Hagi. Skor ditutup dengan hasil telak 1-3. Dampak kekalahan memicu kerusuhan, penjudi yang berasal dari geng narkoba yang kalah, jadi penyebab utama. Mereka yang kalah judi memberi ancaman pembunuhan yang dilayangkan kepada para pemain termasuk sang manajer, Maturana.

Menjamu Tuan Rumah di Laga Kedua, Gol Bunuh Diri Jadi Awal Mula Dihabisi Nyawanya

Setelah kekalahan telak 1-3 dari Rumania, membuat Kolombia harus tertekan di laga kedua. Menjamu Amerika Serikat, selaku tuan rumah, dukungan publik Paman Sam pun menambah tekanan semakin mendalam. Dan di laga ini lah terjadi momen yang mana sosok Escobar melakukan gol bunuh diri.

Turun sebagai starter, Escobar coba bermain rapih dengan menghalau serangan lawan. Selaku tuan rumah permainan menekan sesekali ditunjukan. Tepat di menit ke-35, umpan silang  dilepaskan oleh John Harkes  ke mulut gawang Kolombia. Bola tersebut coba dipotong oleh Escobar dengan menggunakan kakinya, bola tersebut memang terhalau namun naas malah masuk ke gawang sendiri. Lantaran Escobar merentangkan kakinya dalam posisi menghadap gawang sendiri.

Penjaga gawang Kolombia mati langkah. Alhasil skor pun berubah 0-1 untuk Amerika Serikat. Diakhir laga Kolombia harus takluk 1-2. Kans buat lolos pun semakin suram dengan dua laga dijalani dengan kekalahan. Dan terbukti, meskipun di laga terakhir Kolombia menang lawan Swiss, di pertandingan lain Rumania mengalahkan AS. Prediksi pele pun berhenti, dengan kenyataan Kolmbia tersingkir sebagai juru kunci.

Simpang Siur Cerita, Antara Ditembak Karena Dianggap Biang Kesalahan Atau Pelampiasan Kalah Perjudian

Usai tak bisa berbicara lebih banyak di Piala Dunia 94, Escobar kembali ke tempat kelahirannya, Medellin, Kolombia. Yang mana juga jadi tempat di mana ia menutup mata. Sebenarnya, Escobar sudah diperingatkan untuk tidak pulang, karena kondisi kota yang tidak kondusif. Tapi hasrat memanggilanya untuk pulang.

Mungkin untuk melupakan kesalahan atau meringankan beban yang dihantui, Escobar berkumpul bersama temannya di satu bar daerah Medllin. Setelah itu, mereka pun berpindah ke klub malam lainnya masih di daerah yang sama bernama El Indio. Escobar berpamitan dengan temannya lebih dulu untuk segera pulang, saat di parkiran ia terlibat perseteruan dengan beberapa orang yang menyebutkan kegagalan Kolombia di Piala Dunia adalah kesalahannya.

Setelah bersitegang, tiba-tiba salah seorang mengeluarkan pistol dan menembakkan ke arah Escobar sebanyak enam kali. Tiap tembakan, sang penembak berteriak “Gool!”. Meski sempat dilarikan ke rumah sakit, ia tetap tidak selamat. Dan harus meninggal lebih cepat. Selang beberapa hari dari kasus tersebut muncul sebuah nama, Humberto Castro Munoz yang diduga sebagai penembak.

Setelah dikulik lebih dalam ternyata ia adalah seorang supir dan bodyguard dari gembong narkoba bersaudara Kolombia, Peter David Gallon dan Juan Santiago Gallon.  Munoz pun diringkus dan ditetapkan sebagai tersangka. Meskipun beredar beberapa versi tentang kematian Escobar, namun hingga sekarang alasan terkuat ia dibunuh adalah perjudian. Antara sang majikan yang kalah judi, atau Munoz sendiri.

Di pemakamannya, lebih dari 120 ribu orang datang dan mengantar kepergiannya. Kematiannya mencoreng nama Kolombia di publik internasional, dan beberapa pemain timnas memutuskan pensiun dini untuk menghindari hal serupa.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Tahu

Kisah Jorge Campos yang Lihai Menjadi Kiper, Piawai Menjadi Striker

Di bawah mistar gawang nama kiper berkebangsaan Meksiko ini sangat handal menahan tendangan lawan. Saat berada di depan, ia juga tak kalah sangar menghukum penjaga gawang. Jorge Campos pun masuk dalam ensiklopedi pesepakbola yang berpengaruh di dunia. Meskipun namanya kurang begitu terdengar dibanding kiper veteran lain macam Lev Yashin atau Fabian Barthez.

Bung yang akrab dengan sepakbola era 90-an, di dua edisi Piala Dunia tahun 94 dan 98, nama Jorge Campos berada di bawah mistar gawang tim nasional Meksiko. Sialnya, banyak cerita menarik tentang dirinya yang tidak diketahui publik, apalagi ia merupakan salah satu kiper yang memiliki produktifitas gol cukup banyak hingga sekarang.

Untuk itu, kali ini kami akan mengulasnya.

Campos Membuka Mata Publik Sepak Bola Dengan Melawan Standar Kiper Dunia

Olahraga seperti sepakbola tak hanya berbicara masalah skill, tetapi juga membahas soal postur. Saat itu banyak yang berfikiran kalau postur penjaga gawang yang ideal adalah bertubuh tinggi. Dengan alasan dapat lebih mudah menghalau bola yang akan masuk gawang. Hal ini tidak ditemukan dalam tubuh pemain kelahiran 15 Oktober 1966, lantaran ia hanya memiliki tinggi badan 168 cm, yang mana menjadikan ia sebagai kiper terpendek dalam sejarah sepak bola.

Akan tetapi ketidakideal’an tubuh dari Campos ditutupi dengan gerak refleks, lompat sampai kecepatan. Menjadikan ia tak kalah dengan kiper hebat lainnya. Sampai pada tahun 1994 mata dunia pun terbuka, bahwa siapapun bisa menjadi kiper hebat meskipun tidak didukung dengan postur yang ideal, lantaran Jorge Campos menjadi kiper terbaik dunia di tahun tersebut.

Tampilan Eksentrik Menjadi Pembeda di Lapangan Secara Menarik

Selain karena kemampuan yang dimiliki Campos membuatnya jadi seorang pesepakbola yang apik. Di satu sisi, tampilan Campos adalah hal yang sangat amat melekat kepadanya. Pasalnya, kiper ini sering kali membawa jersey sendiri dengan warna-warna terang dan relatif mencolok di lapangan.

Wajar apabila publik, sangat ingat akan dirinya lantaran jarang pemain yang memakai jersey dengan warna eksentrik di era 90-an kecuali dirinya. Belum lagi ia yang bertubuh pendek memakai jersey berbahan panjang atau gombrong. Makin membuatnya terlihat menarik.

Ketika Dikontrak Sebagai Pelapis Kiper Utama, Campos Minta Diturunkan Jadi Ujung Tombak Saja

Meskipun lebih dikenal sebagai penjaga gawang, namun nama Jorge Campos ternyata mengawali karirnya sebagai striker. Hal ini terjadi kala ia membela Pumas UNAM sebuah klub di Meksiko pada tahun 1989. Secara kontrak, ia memang dipakai jasanya untuk menjadi penjaga gawang. Akan tetapi Pumas sudah memiliki kiper inti bernama Adolfo Rios, membuat Campos menjadi pelapis kala itu.

Namun ia meminta permintaan cukup menarik kepada sang pelatih untuk diturunkan sebagai striker. Alhasil di musim pertamanya, Campos menjalani karir sebagai striker dengan mencetak 14 gol. Cukup produktif sebagai seorang ujung tombak. Meskipun gemilang sebagai ujung tombak, di musim kedua ia mulai mendapat kepercayaan pelatih dengan diturunkan sebagai penjaga gawang. Sekaligus berhasil menjadi jawara liga Meksiko saat itu di musim 1990/91.

Bahkan Campos Sering Dimainkan Sebagai Striker Pengganti Di Salah Satu Klub

Pada tahun 1997, Jorge Campos memperkuat tim Meksiko lainnya, bernama Cruz Azul. Namun di sini, Campos lebih sering dipaksa turun sebagai striker pengganti! Karena tim tersebut sudah mempunyai kiper andalan bernama Oscar Perez. Alhasil selama periode tersebut ia pun jarang dilihat di bawah mistar gawang Cruz Azul, melainkan berada di lini depan. Meskipun begitu kontribusinya membawakan sebuah trophy liga untuk tim tersebut.

Kepiawaian Campos berada di lini depan memang tak bisa diremehkan. Pemain ini menciptakan beberapa gol lewat permainan di ruang terbuka, tidak hanya mengandalkan tendangan bebas atau penalti. Bahkan saat menjadi penjaga gawang pun ia sempat membantu lini depan dengan keluar dari sarang, apabila tim membutuhkan gol. Total 38 gol sudah dicetak oleh Campos, menjadikannya sebagai salah satu kiper yang produktif dalam sejarah sepakbola.

Dan Menjadi Pemain Pertama Meksiko yang Disodorkan Kontrak Oleh Nike

Bakat sertai keahlian Campos dalam menghalau serangan, serta pakaian yang mencolok menjadikan El Brody, julukan campos, membuatnya semakin terkenal. Popularitasnya pun semakin menanjak setelah ia bermain di dua klub Amerika Serikat atau MLS, LA Galaxy dan Chicago Fire. Lewat karir yang dibangun tersebut, popularitas Campos melonjak naik setelah dipilih sebagai penjaga gawang untuk iklan Nike : Good vs Evil pada 1994.

Dalam iklan tersebut, ia pun disejajarkan dengan pemain kelas dunia lainnya seperti Paolo Maldini, Eric Cantona, Luis Figo, Patrick Kluivert, dan Ronaldo.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Keren

Beberapa Makanan yang Direkomenasikan Sebelum Bung Berolahraga

Menyantap makanan sebelum berolahraga, konon dapat meningkatan penyimpanan glikogen sebelm berolahraga yang dapat membantu energi kita secara signifikan. Selain itu manfaat pre-Workout juga bisa memimalisir kerusakan otot. Lantaran bung sudah mengonsumsi makanan, terutama makanan yang mengandung nutrisi tinggi. Dan biasanya, estimasi waktu untuk menyantapnya adalah 3 sebelum bung berolahraga.

Selain itu bung juga mesti paham, bahwasanya tubuh kita memiliki kecepatan pencernaan makanan yang berbeda. Seperti lemak membutuhkan waktu 6 sampai 8 jam, protein 3 sampai 4 jam dan karbohidrat 2 sampai 3 jam tergantung sumber makanannya. Sebagai catatan tambahan makanan kita tidak harus sepenuhnya dicerna agar bisa berlatih penuh energi.

Jadi makanan apa saja yang cocok dikonsumsi saat pre-workout?

Mengonsumsi Ayam, Nasi dan Sayuran Menjadi Pre-Workout Klasik

Sebagai orang Indonesia yang menunjuk nasi sebagai makanan pokok, pasti akan menyantap nasi dengan lauk sebelum berolaraga. Makanan ayam, nasi dan sayuran termasuk dalam kategori makanan pre-workout klasik.

Mengkombinasikan sumber protein tanpa lemak yang diikuti dengan karbohidrat kompleks, makanan ini dapat memberikan asam amino untuk meningkatkan anabolisme oto dan sumber energi yang tidak cepat habis. Pastikan bung memiliki waktu 3 jam sebelum berolahraga untuk mengkonsumsi makanan ini.

Mengoptimalkan Tubuh Lewat Yoghurt dan Buah-Buahan

Menyantap buah-buahan di pagi hari cocok dikonsumsi sebelum berolahraga. Apalagi buah kering, karena mengandung gula sekaligus kalori yang tinggi. Sangat baik untuk mengkonsumsi makanan ini dalam jumlah tertentu sebelum olahraga karena memiliki khasiat gula sederhana.

Selain itu yoghurt juga tidak kalah penting, karena fermentasi susu ini memberikan tubuh protein untuk membantu mengoptimalkan berolahraga. Apabila bung ingin mengonsumsi yoghurt dan buah-buahan, konsumsilah makanan ini 1 sampai 1,5 jam sebelum berolahraga.

Tapi, Pre-Workout Terbaik Adalah Bubur dan Oatmeal!

Sarapan pre-workout terbaik adalah bubur dan oatmeal. Lantaran kandungan karbohidrat kompleks dan sumber serat beta glucan terkandung dalam dua jenis makanan ini. Rasa lapas bisa terpuaskan sepanjang latihan apabila bung mengonsumsi gandum sekitar 2 jam sebeleum berolahraga.

Sambil mendapatkan sumber energi yang jauh lebih awet. Demi mendapat kandungan terbaik, coba tambahkan satu sendok protein bubuk ke dalam bubur kita. Dengan begitu bung akan mendapat sumber protein untuk melindungi asam amino dalam tubuh.

Mengonsumsi Jus Buah Demi Mendapatkan Kalori yang Tinggi, Juga Boleh Bung Coba

Jus buah sangat baik diminum 30 menit sebelum berolahraga. Serangkaian mikronutrien yang bermanfaat untuk kesehatan. Jus juga banyak mengandung gula termasuk fruktosa. Dengan kata lain berarti jus memiliki kalori yang tinggi.

Pilihan makanan yang bagus kalau bung mengonsumsi jus buah sebelum latihan, karena tubuh mendapatkan suplay glukosa yang dapat diproses dengan cepat. Selain itu banyak juga masyarakat yang mengartikan kalau juga adalah pengganti makanan.

Sumber Protein Awet Terdapat Pada Brown Rice, Roti Gandum dan Ubi

Ketiga jenis makanan ini menjadi sumber karbohidrat yang kompleks. Harus dikonsumsi sekitar 2 sampai 3 jam sebelum latihan. Sumber energi kita pun akan awet, apabila menggabungkan makanan-makanan ini dengan sumber protein. Bagi bung yang memilih lari dan bersepeda sebagai aktivitas rutin berolahraga. Harus diperhatikan saat mengonsumi makanan yang mengadung karbohidrat.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

Yomamen.com adalah majalah online khusus pria Indonesia. Lahir dari keinginan untuk menyediakan tulisan khas laki-laki Indonesia. Membahas sekaligus mengkritisi urusan maskulinitas dan gaya hidup pria modern.

Facebook

Copyright © 2017 Yomamen.com

To Top