Sport

Saat Zidane Hengkang, Beberapa Pemain yang Merasa Kehilangan Sepertinya Akan Hilang dari Madrid pada Musim Depan

Kepergian Zidane memang sangat mencengangkan. Dibalik kesuksesan yang diraihnya, ia memilih mundur dan menjalankan semuanya seperti biasa. Real Madrid justru kelimpungan lantaran tak ada pelatih di dalam sejarahnya yang berhasil memberikan 9 trophy dalam kurun waktu 2,5 tahun. Apalagi mendapatkan trophy liga champions sebanyak tiga kali berturut-turut sejak kompetisi terbaik sejagad klub Eropa ini berganti format menjadi seperti sekarang.

Kepergian Zidane memang mengundang banyak tanya dan cerita dari beberapa orang. Karena tidak ada pelatih sekaliber dia yang mampu beradaptasi begitu cepatnya, apalagi tidak ada pengalaman menukangi klub lain hanya Real Madrid saja. Zidane pun nampaknya menjadi salah satu sosok yang dirindukan di ruang ganti bagi para pemainnya. Atau bisa juga para pemain yang mengikuti jejaknya untuk pergi mencari petualangan baru atau pengalaman baru di klub. Kira-kira kalau memang ada, siapa yang bakal hengkang ya bung?

Sang Penjaga Gawang yang Dipercayakan Di Tiga Musim Belakangan

Tim bertabur bintang macam Real Madrid katanya aneh apabila tidak diisi oleh pemain-pemain berlabel kelas dunia. Salah satu yang menjadi perhatian adalah Keylor Navas, karena dalam beberapa musim kebalakang Madrid memang ngotot untuk mendatangkan David De Gea dari Manchester United, sayang itu semua tidak terjadi karena ada beberapa kendala. Padahal kalau melihat performa Keylor Navas juga tidak begitu mengecewakan. Tak Salah kalau Zidane selalu membela dan mempercayai jala Madrid kepada dirinya. Apabila Zidane pergi, kemungkinan sosok yang membela dirinya sudah tidak ada. Mungkin ia bisa hengkang mengitu jejak sang pelatihnya.

Kesulitan Mendapatkan Kesempatan Bermain, Karena Lini Tengah Madrid Sangatlah Ketat Untuk Dijadikan Persaingan

Mateo Kovacic bukanlah pemain kacangan, saat membela Inter Milan dirinya sering membuktikan kelasnya kalau ia merupakan pemain yang berposisi gelandang dengan skill dan tehnik matang. Tetapi saat di Madrid itu semua urung diperlihatkan lantaran jajaran pemain yang berada di pos tersebut bisa dibilang sangat berpengalaman dan jauh lebih dipercayakan. Isco Alcaron, Toni Kroos, Luka Modric adalah tiga nama yang mungkin sulit untuk digeser. Modrid memang sudah tidak lagi muda yakni berusia 32 tahun tapi di setiap performanya ia tidak pernah mengalami penurunan jadi sulit untuk Kovacic mendapatkan kesempatan. Mungkin ia pun bisa mengambil opsi hengkang sebagai pilihan yang tepat. Selama bersama Zidane ia hanya tampil delapan kali di Liga Champions. Kedatangan pelatih baru belum tentu angin segar baginya alangkah baiknya ia pergi dari tim ibukota Spanyol itu saja.

Talenta yang Terus Berkembang dan Skillnya Tak Pernah Diam

Masuk skuat Spanyol untuk Piala Dunia 2018 nanti sangat wajar bagi Marco Asensio. Pemain ini semakin menunjukan kelasnya apalagi di usianya yang masih muda yakni 22 tahun. Zinedine Zidane adalah sosok yang melihat perkembangannya dari tahun ke tahun. Selama dipegang Zidane, Asensio pun selalu dipercayakan untuk turun di lapangan dan menjelma menjadi bintang baru di Real Madrid. Tetapi kepergian Zidane dapat mengancam dirinya. Apalagi ada gosip kalau dirinya diminati salah satu raksasa Liga Inggris yakni Chelsea.

Sempat Berseteru Tetapi Hubunganya Kian Padu

Beberapa kali hubungan antara Zidane dan Isco kian memanas, terutama soal menit bermain yang dimiliki oleh sang gelandang ini. Tetapi itu semua kian berbeda cerita saat pelatih berkepala pelontos itu lebih mempercayakan dirinya dari pada Gareth Bale, apalagi dalam pertandingan besar. Isco bisa saja tidak mendapatkan kesempatan itu dengan pelatih baru di Madrid. Tetapi sejumlah klub di Inggris sudah banyak yang kepincut dengan permainannya. Sebut saja Manchester City, Chelsea dan Liverpool.

Mega Bintang yang Sudah Menginsyaratkan Untuk Hengkang

Cristiano Ronaldo, Real Madrid

Isyaratnya bakal hengkang sudah diberikan saat diwawancari setelah memenangi trophy ke-13 Liga Champions bagi Real Madrid, dan ke-5 bagi dirinya sendiri. Mungkin setelah Zidane hengkang dari Madrid itu semua menjadi keputusan yang tepat diambil oleh sang mega bintang. Zidane pun pelatih yang bisa meredam egonya untuk selalu berada di lapangan. Selain itu Zidane merupakan sosok pelatih yang selalu mendukungnya meskipun di awal musim mengalami kesulitan. Mungkin juga Ronaldo ingin mencari pelabuhan baru untuk menemui petualangan baru.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Yang Harus Kamu Siapkan Sebelum Pergi Nobar Piala Dunia




Menonton gelaran olah raga besar macam Piala Dunia yang dihelat sejak 14 Juni 2018 lalu memang akan lebih seru dinikmati dalam suasana nonton bareng. Pergi bersama kawan-kawan sambil membahas detail tentang permainan. Aksi saling mendukung dan berbagi kesenangan memang terasa lebih maksimal jika dinikmati bersama-sama.

Yup, Indonesia boleh dikata sedang menyaksikan pergesaran sosial dari sepak bola. Dari sekedar olah raga yang dinikmati secara langsung, bergeser menjadi ajang interaksi sosial. Sepak bola digunakan oleh banyak orang Indonesia untuk mengisi waktu senggangnya dan mencari kesenangan lewat interaksi sosial yang berkisar di soal olah raga bola.

Sepak bola menjadi alat tukar sosial untuk diperbincangkan bagi para pecintanya. Munculah kemudian budaya kontemporer “nonton bareng alias nobar”. Karena ajang ini menjadi media paling tepat untuk pertukaran interaksi sosial tadi. Fenomena ini sendiri mulai marak sejak pertelevisian Indonesia mulai menyajikan tayangan liga-liga sepak bola Eropa. Dan mencapai puncaknya ketika ada gelaran macam Piala Dunia saat ini.

Nah, itulah mengapa setiap ada aksi nonton bareng tak lagi terbatas hanya perkara soal siapa menang kalah di lapangan. Tapi banyak hal yang umumnya dipersiapkan agar interaksi dengan kawan dan kerabat menjadi lebih seru.

Mencari Tempat Nyaman Dan Mendukung Suasana Nonton Bareng

Hal ini penting! Karena jangan sampai kita salah memilih tempat menonton. Ketika sedang ajang Piala Dunia macam ini biasanya nyaris setiap restoran atau tempat nongkrong memasang tayangan Piala Dunia. Namun bukan karena ada tayangan lantas kita bisa merasakan atmosfer nobar.

Pilih lah tempat yang memang secara khusus mengadakan nobar. Jadi mereka sudah siap menampung orang lebih banyak, sekaligus juga menampung adrenalin para penonton. Tak ada pengunjung tempat itu yang akan tergagap-gagap ketika kita dengan lantang meneriakan kata GOL!!

Cari Informasi Terbaru Sebelum Hari Pertandingan

Karena ini soal interaksi sosial tentunya kamu tak mau jadi orang yang minim informasi bukan? Sebelum berangkat nobar akan lebih seru jika kamu mencari informasi seputar tim yang akan bertanding.

Siapa perkiraan starting elevennya, bagaimana prediksinya, bagaimana sejarah pertemuan keduanya. Nantinya bahan-bahan ini akan berguna ketika dalam suasana menuju pertandingan. Interaksimu akan terasa menyenangkan jika bisa saling bertukar informasi bukan?

Gunakan Jersey Untuk Memperkuat Identitas

Ini salah satu keseruan dari interaksi sosial tadi. Kesamaan maupun persaingan akan lebih terasa ketika kita menggunakan salah satu jersey dari tim yang sedang bermain. Karena berbeda dengan menonton langsung di stadion yang area antar pendukung dibedakan, ketika nobar umumnya para pendukung akan bercampur baur.

Dengan menyatakan tegas lewat jersey kita mendukung siapa, maka kita juga akan dilatih dewasa ketika memenangkan pertandingan sekaligus legowo ketika kalah. Sebuah energi yang tidak kita dapatkan kalau hanya menggunakan pakaian “bebas”. Kalau tidak ada jersey timnas negara yang bertanding tak ada salahnya juga menggunakan jersey dari liga negara tersebut. Atau menghias wajah dengan nuansa tim yang bertanding

Bangun Energi Sporty Sejak Berangkat

Seperti dijelaskan sebelumnya, nobar bukan hanya soal siapa kalah menang di lapangan. Ini soal budaya kontemporer tempat mengisi waktu senggang mencari kesenangan. Karena itu akan lebih seru jika kita membangun energi itu sejak berangkat dari rumah.

Misalnya boyong kendaraanmu yang punya aura sporty untuk mendukung energi ini. Salah satu yang mengusung tema ini adalah Yamaha Aerox 155VVA R-Version. Scooter MAXI Yamaha yang satu ini menyematkan dua warna baru, Matte Silver yang terinspirasi dari Yamaha YZF-R1M dan Racing Yellow yang terinspirasi dari warna livery legendaris Yamaha di MotoGP. Coba bayangkan kamu pendukung brasil yang lekat dengan warna kuning datang dengan Aerox Racing Yellow!

Dan layaknyaa pemain bola profesional, motor satu ini tak hanya tampilannya yang sporty, karena Yamaha Aerox 155VVA didukung mesin 155cc generasi terbaru dilengkapi Variable Valve Actuation (VVA) yang diklaim membuat tarikan mesin lebih bertenaga. Semua tipe Aerox 155VVA sudah dilengkapi teknologi Blue Core sehingga performa mesin kian maksimal namun tetap irit bahan bakar.

Aerox pun didukung Smart Motor Generator (SMG) yang membuat suara motor lebih halus saat dinyalakan. Nah, berbeda dengan versi standar, Yamaha Areox R Version ini sudah menganut sistem subtank berwarna emas untuk shock breaker belakangnya.

Ditambah lagi R Version ini dilengkapi cakram depan berbentuk gelombang dengan ukuran 230mm. Kombinasi ini tentunya akan memberikan pengalaman berkendara yang lebih stabil dan maksimal. Masih penasaran sama motor yang satu ini, Yuk tengok detailnya di halaman ini!

Jadi yuk kita nobar, kamu mau ajak siapa?

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Agar Hati Nyaman Tak Terusik Meninggalkan Motor Di Kala Mudik




Ingat Bung, mudik naik motor sangat tidak dianjurkan oleh pemerintah! Masih mau nekat? Sebagian Bung mungkin merasa mampu melakukannya. Apalagi sudah biasa touring jarak jauh.

Tapi mudik itu bukan cuma perkara perjalanan jarak jauh. Ketika itu kondisi jalanan sedang padat-padatnya. Situasi tidak senyaman perjalanan luar kota seperti ketika kita touring bersama kawan-kawan. Risiko tinggi bahkan nyawa taruhannya.

Karena itu baiknya kendaraan roda dua ditinggal dulu selama kita melaksanakan mudik. Namun tentu masalah lain kemudian muncul. Meninggakan motor kesayangan dalam jangka waktu lama bikin hati tak tenang. Perlu siasat agar hati tetap nyaman meninggalkan motor di rumah selama mudik.

Titip Tetangga Kalau Rumahnya Cukup Lega

Langkah ini bisa Bung lakukan apabila punya hubungan yang cukup dekat dengan tetangga. Terutama jika rumah yang hendak dititip cukup luas dan si tetangga tidak melaksanakan mudik lebaran.

Jangan lupa juga untuk menitipkan kuncinya, sekaligus perbolehkan untuk si tetangga menggunakan motor kita. Dengan begini motor akan tetap terpakai selama kita mudik, dan tak khawatir motor tidak dipanaskan. Nantinya sebagai rasa terima kasih jangan lupa bawakan buah tangan dari kampung halaman untuk mereka ya.

Tak Bisa Dititip? Usahakan Masuk Ke dalam Rumah

Skenario ini harus ditempuh seandainya tetangga terdekat juga ikut mudik pulang kampung. Jangan perlakukan motor seperti biasanya ketika kita beraktivitas sehari-hari. Karena selama ini kita hanya memarkirkannya di teras rumah agar mudah keluar masuk.

Mengingat akan ditinggal lama, kali ini motor harus dimasukan ke dalam rumah. Letakan pada posisi yang lebih dalam agar lebih aman. Sedikit merepotkan tak mengapa asal hati tak was-was di kampung halaman.

Pakai Kunci Tambahan Agar Lebih Aman

Metode ini terkesan sederhana namun terbukti masih cukup ampuh. Pasanglah kunci pengaman tambahan di motor. Selain itu berikan juga gembok tambahan untuk pintu dan pagar rumah.

Meski harus mengeluarkan budget lebih besar, namun belilah perangkat gembok dan pengaman yang mumpuni. Beberapa sudah dilengkapi bahan anti potong dan anti cairan perusak gembok.

Tentunya Lebih Nyaman Untuk fitur Motor Yang Canggih

Nah beruntunglah mereka yang punya motor dengan sistem keamanan canggih. Contohnya Yamaha Lexi-S yang sudah dibekali fitur Smart Key System. Ini merupakan sistem kunci tanpa anak kunci alias keyless.

Tentunya fitur macam ini akan membantu kita bebas dari tangan-tangan jahil yang sering menggunakan modus kunci T untuk mengambil motor. Dan kalau pun starter dipaksa diputar, motor tidak akan hidup karena sudah dilengkapi teknologi immobilizer.

Mudik Lebih Nyaman Ketika Tahu Motor Siap Menanti Ketika Kembali

Hati akan lebih nyaman jika tahu bahwa motor akan baik-baik saja ketika kembali. Menyenangkan jika mesin tak rewel ketika akan dinyalakan setelah sekian lama bukan?

Nah tentunya teknologi macam yang disematkan pada Yamaha Lexi akan sangat membantu mesin tetap lancar digunakan setelah sekian lama. Motor ini sudah dilengkapi Smart Motor Generator (SMG) yang memudahkan motor hidup dan membuat suara motor lebih halus saat dinyalakan.

Apalagi Yamaha Lexi menggunakan mesin generasi baru Blue Core 125 cc yang disempurnakan Variable Valve Actuation (VVA) sehingga pengendara akan merasakan sensasi berkendara efisien, bertenaga dan handal dengan tenaga dan torsi maksimum di setiap putaran mesin.

Motor sudah hidup, saatnya menikmati jalanan di waktu liburan tersisa. Berkeliling ke tempat liburan atau mengunjungi kerabat jadi alternatif yang menyenangkan menghabiskan masa berlibur.

Nah, untuk melakukannya tentunya kita butuh motor yang cocok digunakan untuk kegiatan tersebut bukan? Jawabannya ada di Yamaha Lexi yang luas dan nyaman dikendarai jarak jauh. Sebab Yamaha Lexi memiliki big luggage capacity yang mampu menampung barang bawaan lebih banyak. Apalagi, Yamaha Lexi menjamin pengendara tetap terhubung melalui Smartphone karena dilengkapi Electric Power Socket untuk mengisi daya gadget.

Berbeda dengan MAXI YAMAHA lainnya, Yamaha Lexi merupakan satu-satunya motor MAXI yang memiliki ruang pijakan kaki luas sehingga memberikan kemudahan bagi pengendara untuk menaiki sepeda motor. Spacious Flat Foot Board ini juga memberi kenyamanan posisi berkendara dengan dua posisi kaki khas MAXI YAMAHA.

Berbekal joknya yang bertipe long seat, menjanjikan kenyamanan berkendara baik individu maupun saat berboncengan. Pengendara bisa dengan nyaman membawa kekasih, pasangan, atau sahabat untuk bepergian bersama Yamaha Lexi. Kalau masih penasaran soal motor satu ini kamu bisa lihat detailnya di halaman ini!

Selamat mudik Bung!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kisah

Mendapat Perlakuan Rasial dan Dijadikan Kambing Hitam, Ozil Memilih Stop Berseragam Jerman

“Dengan berat hati dan penuh pertimbangan setelah banyak kejadian baru-baru ini, saya tak akan lagi bermain bagi Jerman di level internasional selagi saya masih merasa adanya perlakukan rasis dan tak dihormati. Saya dulu terbiasa mengenakan jersey Jerman dengan rasa bangga dan perasaan bersemangat, tapi sekarang tidak lagi,” ungkap Mesut Ozil lewat surat terbuka via Twitter.

Ozil merasa kecewa dengan perlakuan rasis dan tak dihormati yang diterimanya. Padahal, dirinya pun termasuk ke dalam salah satu skuat yang menyumbangkan gelar juara Piala Dunia 2014 saat menumbangkan Argentina. Kini ia kerap disalahkan atas apa yang terjadi pada Timnas yang dulu dibanggakan tersebut. Apalagi setelah Jerman kalah saat berhadapan dengan Korea Selatan lewat skor 0-2, hingga membuat Jerman tak lolos ke fase selanjutnya di Piala Dunia 2018 lalu.

Tak hanya di dalam lapangan, kritikan dan cercaan juga menyerang dirinya diluar lapangan saat kedapatan berfoto bareng Presiden Turki, Recep Erdogan. Sebagai imigran asal Turki, ia pun menyatakan kalau alasannya berfoto adalah karena ia muslim. Kritikan dan cercaan yang diterima tak datang dari fans saja namun juga dari media dan Presiden Federasi Sepakbola Jerman (DFB) yakni Reinhard Grindel. Sampai akhirnya Ozil berkeyakinan bulat, daripada terus disalahkan, dicerca dan menjadi kambing hitam, pensiun adalah jalan terbaik yang diemban bagi karirnya sekarang.

“Keputusan ini sangat sulit dibuat karena saya selalu memberikan segalanya pada rekan-rekan saya, staf pelatih dan orang-orang baik di Jerman. Tapi ketika pejabat-pejabat tinggi di DFB memperlakukan saya seperti yang telah mereka lakukan, menghina darah Turki saya dan secara egois membuat saja menjadi propaganda politik, maka cukup sudah. Ini bukan penyebab mengapa saya main sepakbola dan saya tak akan diam saja dan tak melakukan apapun soal itu. Rasisme harusnya sama sekali tak pernah boleh diterima,” ujar Ozil.

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sport

Egy Maulana Bakal Menjadi Pelapis Gelandang Timnas Polandia di Klub Barunya

Karir Egy Maulana Vikri di Liga Ekstraklasa atau liga tertinggi di Polandia bakal dimulai pada tanggal 21 Juli 2018.  Di mana wonderkid tersebut bakal menjalani debut di Eropa. Pemain muda timnas Indonesia ini diprediksi bakal bermain di sisi kiri dalam formasi 4-2-3-1. Posisi ini pun merupakan posisi favorit Egy walaupun pelatih Indra Sjafri pun kerap memainkan ia berposisi penyerang dan juga gelandang serang di belakang striker.

Egy pun diprediksi hanya akan menjadi pelapis pemain senior yang juga merupakan gelandang timnas Polandia, Slawomir Peszko, yang diberitakan langsung lewat laman suporter Lechia di Facebook. Namun kita doakan saja Bung kalau Egy dapat tampil maksimal hingga ia kerap diturunkan menjadi starter.

Egy pun sendiri sudah tampil memperkuat Lechia dalam beberapa laga pra-musim mereka, baik sebagai pemain pegganti maupun starter. Sedangkan Peszko sudah bermain di Lechia sejak tahun 2015 lalu. Peszko pun termasuk anggota timnas Polandia di ajang Piala Dunia 2018 lalu di Rusia.

 

Super piłkarze + super trener + super gra + super kibice = SUKCES! ✊ Lechia ma potencjał i trzeba to głośno mówić ale…

Posted by Gdańska Lechia on Tuesday, July 17, 2018

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kisah

Memiliki Kualitas Di Atas rata-Rata Tak Membuat Mereka Masuk Skuat Tim Nasional

Melihat pesepakbola berkualitas diselingi skill tinggi berlaga di kancah kompetisi liga, namun tak berkostum tim nasional adalah sebuah anomali yang membingungkan untuk dikaji. Tak perlu ribet untuk mencari, Bung pun pasti bisa banyak menemukan pesepakbola tersebut. Apalagi bagi Bung yang termasuk gila bola. Sontak Bung bakal bicara, “Kok bisa-bisanya dia tidak dipanggil timnas?” 

Sebenarnya, tak ada salahnya apabila ia dipanggil guna merangkum atau meracik strategi baru. Lagi pula, pemain  yang berkualitas, apa lagi yang ditempa di liga-liga bergengsi macam di Eropa, otomatis mempunyai bekal yang baik soal permainan di lapangan.Salah satu anomali dari permainan yang berkualitas adalah Roberto Firmino. Performanya yang baik kala bersama Liverpool, tak membuatnya mendapat kepercayaan untuk dimainkan di lini depan Brasil di Piala Dunia 2018 lalu. Sang pelatih lebih mempercayakan Gabriel Jesus dan Neymar untuk membobol gawang lawan.

Meski begitu, nampaknya bukan hanya Roberto Firmino saja yang mengalami nasib ngenes, sebab masih ada pemain-pemain sepak bola lainnya yang mengalami nasib serupa. Apakah Bung bisa menebaknya?

Sang Penjaga Mistar yang Tak Tergantikan di Bayer Leverkusen

Memang sulit untuk menggantikan Manuel Neuer di Jerman. Kiper kawakan tersebut telah merebut kepercayaan sang pelatih, Joachim Low. Imbasnya pun dirasakan oleh Bernd Leno, kiper yang berkualitas selama Liga Jerman dan tak tergantikan di mistar Bayer Leverkusen. Kepiawaiannya di liga, tak serta-merta membuat Joachim Low percaya padanya. Saat Neuer cedera pun, Leno tetap berada di bangku cadangan. Lantaran pelapis Neuer pun masih ada Ter Stegen dan Kevin Trapp yang lebih dipercaya.

Menggeser Gary Cahill di Chelsea, Tidak Membuat Dirinya Bertaji di Timnas Secara Inti

Gary Cahill merupakan pemain bertahan dengan jam terbang tinggi. Tetapi umur tak bisa dibohongi, mungkin itu alasan kuat munculnya pemain muda bernama Antonio Rudiger yang menjelma sebagai bek tangguh. Di musim perdananya tersebut ia menjalaninya cukup baik di Chlesea dan berhasil menggeser sang senior (dibaca: Gary Cahill) untuk lebih nyaman berada di bangku cadangan.

Aroma harum mengarah kepada Rudiger, apalagi saat Jerman pentas di Piala Dunia 2018. Seakan-akan dirinya bakal menjalani tugas di pagelaran empat tahunan tersebut. Ternyata kenyataan berbanding terbalik, ia tetap tak jadi pilihan Joachim Loew. Karena di mata sang pelatih ia masih kalah dibanding Mats Hummels dan Jerome Boateng.

‘Pembunuh’ Muda dari Tanah Belgia

Nama Michy Batshuayi mungkin tak banyak dikenal orang. Pemain berusia 25 tahun ini mencuri perhatian saat dirinya memperkuat klub Ligue 1 Prancis, Olympique Marseille di tahun 2014 sampai 2016. Torehan golnya cukup membuat Chelsea tergoda, lantaran wonderkid ini mencetak 26 gol dari 62 penampilan. Sayang dua musim bersama Chelsea kurang membuat dirinya bersinar hingga ia dipinjamkan ke Borussia Dortmund.

Performanya pun mulai naik, dengan torehan delapan gol dari 11 pertandingan. Membuat Chelsea semakin percaya diri dengan pemain yang dipinjamkan untuk mendatangkan kembali. Namun Belgia belum membutuhkan bakatnya, Romelu Lukaku masih menjadi andalan bagi sang pelatih, Roberto Martinez, dibanding Batshuayi.

Beda Nasib Antara di Klub dan di Negaranya

Namanya mencuat di permukaan setelah ia bermain di Palermo. Predikatnya sebagai pemain berkualitas pun terbukti setelah ia resmi berseragam Juventus, dan menjadi pemain andalan Massimiliano Allegri musim ini. Siapa lagi kalau bukan Paulo Dybala. Di musim ini Dybala telah mencetak 21 gol serta 3 assist dalam 35 laga yang telah di mainkan.

Sebagai pemain Argentina, tentu saja Lionel Messi menjadi bahan perbandingan dengan dirinya. Kalah? Sudah jelaslah Bung, nampaknya hal itulah yang membuat Dybala sulit bersaing masuk di timnas Argentina. Laga uji coba menghadapi Italia dan Spanyol pun tak membuat Jorge Sampaoli memanggil dirinya. Mungkin harus menunggu  hingga Messi kehilangan sentuhannya, baru Dybala bakal bersinar di Argentina.

Produktif di Serie-A Tak Membuat Dirinya Lantas Dipanggil Membela Panji Argentina

Kualitas Mauro Icardi sebgai penjebol gawang lawan sudah terbukti lewat torehan 27 gol di musim ini. Membuat dirinya menempati posisi kedua top skor Serie A dibawah Ciro Immobile yang mencetak 29 gol. Dengan dirinya yang berada di posisi kedua. tak berarti ia masih jauh dari standar striker handal, ‘kan? Pasti Bung setuju akan hal itu. Namun, Jorge Sampaoli bergeming dan tak memasukan namanya ke skuat Argentina. Apalagi kesempatannya untuk dimainkan pun jarang didapatkan sehingga ia hanya menjadi penonton namun dari bangku cadangan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

Yomamen.com adalah majalah online khusus pria Indonesia. Lahir dari keinginan untuk menyediakan tulisan khas laki-laki Indonesia. Membahas sekaligus mengkritisi urusan maskulinitas dan gaya hidup pria modern.

Facebook

Copyright © 2017 Yomamen.com

To Top