Politik

Roy Suryo: Indonesia Mendulang Emas Karena Jadi Tuan Rumah

Kontingen Indonesia saat ini menduduki peringkat empat dari 40 negara yang berpartisipasi di Asian Games 2018, menorehkan 30 medali emas dan 14 diantaranya disumbangkan oleh olahraga pencak silat. Wakil Ketua Umum Partai Demokrat ini menyarankan agar tidak cepat puas akan hasil yang diperoleh, lantaran Indonesia dapat berjaya karena keuntungan menadi tuan rumah.

Bahkan Roy mengatakan tuan rumah mempunyai hak untuk memasukkan cabang olahraga yang tidak dilombakan di Olimpiade. Misalnya, pencak silat, paralayang, dan jetski. Pada cabor pencak silat, Indonesia berhasil mendulang 14 medali emas dari 16 nomor yang dipertandingkan. Di cabang paralayang Indonesia menyabet dua emas, dan jetski satu emas.

“Karena Indonesia adalah tuan rumah, yang memungkinkan hal ini terjadi sebagaimana negara-negara lainnya kalau mereka sedang menjadi tuan rumah,” ujar Roy melalui siaran pers

“Ini sekaligus juga warning bagi kita agar jangan cepat puas dan berbangga diri, apalagi jadi jumawa atas hasil Asian Games 2018,” imbuh Roy.

Menurut Roy, ia juga menyayangkan apabila event olahraga terbesar di Asia ini dijadikan alat politik oleh beberapa pihak. Untuk membangun citra sebelum bertarung di Pilpres 2019 mendatang. Lewat kacamatanya, ia merasakan ada beberapa pihak yang melakukan itu dengan membandingkan pencapaian Indonesia dengan Asian Games Sebelumnya.

“Karena selain tidak apple to apple secara jumlah atlet dan cabor yang dipertandingkan, juga karena memang posisi tuan rumah selalu menguntungkan,” kata Roy.

“Apalagi malah menjadikannya ajang pencitraan politik untuk kepentingan 2019,” pungkas Roy.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Tahu

Thailand Punya Kamp Penghancur Perut Buncit Khusus Untuk Polisi yang Membuncit

Sedari awal masuk kepolisian, para polisi biasanya terlihat kekar dan memiliki badan ideal. Namun selang beberapa lama bertugas, kondisi perut pun berubah jadi buncit. Thailand, rupanya memiliki masalah serius menyoal kondisi perut para petugas keamanan bung

Dikutip dari Odditycentral.com, Kantor Kepolisian di seluruh Thailand mengirim anggota mereka yang memiliki kelebihan berat badan ke Kamp Penghancur Perut Buncit. Setelah program percontohan selama dua minggu berhasil, kantor polisi Thailand mulai mengirim petugas mereka yang gemuk ke Pusat Pelatihan di kota Pak Chong.

Demi menekan perut buncit, aktivitas fisik yang intens dirancang sedemikian rupa. Olahraga, bersepeda sampai menerapkan diet sehat kaya protein dilakukan untuk mengurangi berat badan sebanyak mungkin. Program penghancuran perut buncit ini ternyata menyita perhatian publik, setelah foto-foto yang ambil tersebut viral. Sonrpetch Chantarak selaku Senior Sgt. Mayor mengakan kalau memiliki badan gemuk sangatlah bermasalah.

Ada banyak masalah jika Anda seorang polisi gemuk. Anda bekerja lambat dan bergerak lambat. Itu tidak bisa diterima jika Anda seorang perwira yang ditugasi menangkap penjahat, karena Anda harus cekatan dan pergi dengan cepat.,” tambahnya.

200 petugas polisi Thailand telah ambil bagian dalam percontohan ini dan berhasil bung. Dari laporan yang dilansir polisi yang beratnya mencapai 200 kilogram berhasil menurunkan berat badan sebanyak 60 kilogram sementara yang sedikit kelebihan berat badan (sekitar 80 kg) turun sebanyak 20 kg.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Tahu

Alat Fogging Dipakai Saat Penyerahan Juara Demi Efek Asap Layaknya Turnamen Sepakbola Dunia

Menaiki podium jadi mimpi setiap tim dalam sebuah turnamen. Podium layaknya tempat terindah yang diperjuangkan, apalagi kalau jadi nomor satu. Proses penyerahan tropi jadi momen bangga dan haru. Dalam setiap turnamen besar sepakbola di dunia, biasanya ada efek asap saat penyerahan tropi diiringi confetti. Justru hal unik terjadi di Indonesia lewat unggahan video akun Twitter @adesaktiawan.

Video yang diunggah tersebut memperlihatkan momen unik ketika sebuah turnamen dan proses penyerahan tropi, memberikan efek asap menggunakan alat fogging pembasi nyamuk. Lantas hal ini menjadi bahan pembicaraan. Dalam video tersebut penyerahan tropi diberikan penyelenggara.

Ketika tim dokumentasi mengabadikan momen kemenangan, pantia berikan aba-aba kepada seseorang yang memegang alat fogging untuk memberikan efek asap yang keluar dari belakang panggung. Kejadian unik ini dinyatakan terjadi di daerah Tarakan, Kalimantan Utara.

“Perayaan juara Liga Anti DBD,” tulis @adesaktiawan dalam akunnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Tahu

Mobil Tak Memiliki Tempat Sampah Masuk Balai Kota? Siap-Siap Diusir Dari Sana

Sejak tanggal 18 Maret pemkot Bandung mulai terapkan atuaran setiap mobil yang masuk ke Balai Kota wajib memiliki tempat sampah. Karena ini bagian dari penegakan Perda No 9 tahun 2018 tentang pengelolaan sampah. Di hari pertama sebanyak 53 mobil ASN dan tamu terpaksa diusir, kemudian di hari kedua atau 19 Maret kemarin  jumlahnya berkurang jadi 14 mobil.

Kalau bung ingat, jauh sebelum ini Pemkot Bandung sudah mewajibkan setiap mobil di Kota Bandung memiliki tempat sampah. Saat itu razia dilakukan pun di beberapa titik kota Bandung. Hanya saja aturan yang mengacu pada Perda No 11 tahun 2005 tentang Ketertiban Kebersihan dan Keindahan dikenakan denda Rp 250 ribu. Sedangkan saat ini menggunakan Perda No 9 tahun 2018 tentang Pengelolaan Sampah yang dendanya mencapai 500 ribu!

Namun selama satu minggu ini. Satpol PP akan melakukan razia dengan sanksi pengusiran. Apabila mobil yang diusir kembali kena razia dan masih tidak memiliki tempat sampah. Barulah dikenakan denda. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Bandung Salman Fauzi mengatakan bagi sebagian orang kewajiban menyediakan tempat sampah di dalam mobil adalah sesuatu yang sederhana. Namun sering kali tidak dibarengi dengan kesadaran dan perubahan perilaku warga dalam menjaga kebersihan.

Dengan demikian selain melalui kampanye dan edukasi yang masif, aksi-aksi yang rutin efektif dan penegakan aturan menjadi hal-hal mendasar yang harus dilakukan. Secara empiris, penegakan aturan menjadi salah satu faktor penting keberhasilan implementasi kebijakan,” kata Salman belum lama ini.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

Yomamen.com adalah majalah online khusus pria Indonesia. Lahir dari keinginan untuk menyediakan tulisan khas laki-laki Indonesia. Membahas sekaligus mengkritisi urusan maskulinitas dan gaya hidup pria modern.

Facebook

Copyright © 2017 Yomamen.com

To Top