Narasi

Berada Di Pihak Manakah Kita, Rokok Elektrik Atau Rokok Tembakau?

Diciptakan di Cina pada tahun 2003 lalu awalnya vape atau yang biasa kita kenal sebagai rokok elektrik dibuat untuk meminimalisir kebiasaan merokok. Ditujukan untuk mereka yang memang terbilang sangat susah untuk berhenti merokok dan mengurangi asap rokok yang disebabkan oleh rokok tembakau.

Namun siapa sangka, alih-alih membuat berhenti, Vape malah memunculkan trend baru. Dengan bentuknya yang terkesan Hi-tech dan harganya yang tak murah dibanding rokok konvensional, Vape dijadikan lifestyle bagi sebagian orang. Cafe-cafe privat untuk menikmati vape pun mulai menjamur di kota-kota besar Indonesia.

Meski dalam banyak rangkaian promosi dan pemasarannya vape dikatakan “lebih aman” dan “lebih sehat” namun nyatanya masihh banyak pro dan kontra soal rokok elektrik ini.

Bahaya Yang Ditimbulkan Oleh Rokok Elektrik Dengan Rokok Tembakau

Tampil dengan lebih terkesan trendi dan praktis menjadi nilai lebih yang dimiliki oleh rokok elektrik jika harus berbanding dengan rokok tembakau yang memang masih terkesan sangat tradisional. Untuk masalah bahaya yang ditimbulkan banyak yang berpendapat bahwa rokok elektrik jauh lebih aman dibandingkan rokok tembakau, namun hingga kini masih belum ada bukti ilmiah yang 100 persen membenarkan hal tersebut.

Untuk itu berbagai riset dan penelitian pun dilakukan untuk menemukan jawaban atas pro dan kontra yang masih belum menemukan jawaban valid atas hal tersebut. Salah satunya adalah FDA yang merupakan Badan pengawas makanan dan Obat dari Amerika serikat pada 2009 lalu mensponsori penelitian tentang bahaya vaporizer atau rokok elektrik.

Dari penelitian tersebut diketahui rokok elektrik mengandung nitrosamine, tobacco specific nitrosamines dan Diethylene glycol yang bisa menjadi racun dan karsinogen pada tubuh. Sedangkan rokok tembakau mengandung nikotin, tar, arsenic, karbon monoksida, ammonia dan berbagai bahan kimia lainnya yang dapat menyebabkan penyakit jantung, paru-paru, impotensi, gangguan kehamilan dan janin. Bahaya penyakit yang ditimbulkannya memang berbeda, namun jika ingin dibandingkan jelas keduanya bukanlah hal yang baik untuk kesehatan, karena keduanya mampu memberikan dampak buruk bagi kesehatan.

Lalu Bagaimana Cara Kerja Dari Rokok Elektrik dan Rokok Tembakau

Rokok tradisional menggunakan tembakau yang dilinting menggunakan kertas. Sementara vape menggunakan cairan yang bisa direfill atau isi ulang. Bekerja dengan tenaga baterai yang mengubah cairan menjadi uap sehingga ketika di hisap uap akan langsung masuk ke paru-paru dan bisa dihembuskan layaknya rokok biasa.

Cairan yang digunakan pun beragam mulai dari nikotin cair, hingga cairan yang memiliki variasi rasa (dan aroma) berbeda-beda. Sedangkan rokok tembakau bekerja dengan cara gas  dan nikotin mengalir ke dalam aliran darah dengan cara yang sama seperti oksigen, dan mereka segera dialirkan ke seluruh tubuh.

Unsur-unsur asap tembakau yang tidak diserap membentuk tar yang akan berkumpul di dalam alur udara, paru-paru dan gigi. Dimana hal ini perlahan akan mempengaruhi denyut jantung dan keberhisan paru-paru dalam tubuh kita.

Disinilah letak perbedaannya. Rokok menghasilkan asap sementara Vape menghasilkan uap. Asap jelas lebih menyesakan pernafasan jika dibandingkan uap yang mirip embun atau uap yang muncul dari hasil memasak air di rumah. Asap juga lebih lama bertahan di udara dibandingkan uap yang mudah lenyap.Karena itu meski uap vape lebih banyak dari asap rokok tembakau, namun jika berada dalam ruangan tertutup sekalipun uap vape lebih cepat hilang dibanding asap rokok.

Namun kendati begitu seperti pernyataan sebelumnya, hingga saat ini belum ada penelitian yang 100 persen menyatakan vape itu lebih aman. Bahkan karena usia teknologi vape yang terhitung baru, hingga kini belum ada penelitian yang menjelaskan efek jangka panjang dari rokok elektrik bukan berarti itu membenarkan bahwa rokok elektrik jauh lebih aman dibandingkan rokok tembakau.

Kenikmatan Sama Yang Mungkin Akan Diperoleh Dari Keduanya

Sejak tahun 2003 tingkat permintaan rokok elektrik trus meningkat terutama bagi mereka pecandu rokok tembakau. Banyak yang memang akhirnya menjatuhkan pilihan pada rokok elektrik karena mereka tetap bisa menikmati merokok sebagaimana menghisap rokok tembakau.

Sebagian besar juga mengaku bahwa menggunakan rokok elektrik membuat jauh lebih sehat dibandingkan menghisap rokok temabakau, seperti lebih mudah bernapas dan batuk-batuk sedikit berkurang. Tidak hanya itu, mereka juga senang karena terbebas dari bau asap dan gigi bernoda.

Namun meski sekilas terlihat lebih aman, World Health Organization (WHO) menganjurkan agar pihak produsen rokok elektrik tidak mengklaim produknya sebagai alat bantu berhenti merokok sampai ada bukti ilmiah kuat yang mendukung hal tersebut.

Hingga Pada Kenyataan Pro dan Kontra Untuk Memilih Mana Yang Lebih Aman Rokok Elektrik Atau Rokok Tembakau

Baru-baru ini para peneliti dari University College London’s Health Behavior Research Center di Inggris mengemukakan bahwa rokok elektrik mampu membantu perokok untuk berhenti merokok. Menurut studi yang dipublikasikan itu, sekitar 60 persen orang yang ingin berhenti merokok diprediksi akan melancarkan upayanya jika mereka beralih menggunakan rokok elektrik ketimbang metode tempelan nikotin atau permen karet nikotin.

Meski begitu, hasil penelitian di atas berbeda dengan studi yang sebelumnya dilakukan oleh Center for Tobacco Control Research and Education University of California. Menurut studi ini, penggunaan rokok elektrik tidak mampu menolong perokok mengatasi kecanduan merokok. Dari beberapa hasil studi ini kita bisa menyimpulkan bahwa pada kenyataanya meski digadang-gadang dengan predikat lebih aman dibandingkan rokok tembakau tidak bisa kita percayai sepenuhnya. Karena hingga kini masih belum ada hasil riset yang bisa menemukan apa pengaruh jangka panjang yang akan diderita oleh seseorang yang memiliki rokok elektrik.

Terlepas dari kenyataan atau pun pandangan untuk memilih rokok elektrik atau rokok tembakau, cara yang paling baik untuk melindungi diri dari bahaya dan dampak buruk dari rokok adalah dengan mulai berhenti untuk merokok. Dengan niat dan tekat yang kuat untuk memulai kita bisa membebaskan diri dan tubuh kita dari ketergantungan zat berhabaya yang sebenarnya meracuni tubuh.

1 Comment

1 Comment

  1. abahadil

    June 14, 2017 at 10:03 am

    menurut saya sebaiknya kita tidak merokok

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Sebetulnya Kapan Saat yang Tepat Beli Mobil Baru?

Berhubung membeli mobil tak semudah membayar makanan di angkringan, pastinya banyak hal yang jadi pertimbangan. Apalagi membeli mobil membutuhkan komitmen yang tidak sebentar. Tak mungkin juga, bulan ini beli lalu bulan berikutnya sudah harus dijual lagi. Nah jadi sebetulnya, kapan waktu yang tepat untuk membeli mobil baru?

Ketika Kebutuhan Tak Bisa Lagi Diakomodir Si Kuda Besi

Mungkin selama ini Kita begitu menikmati menunggang si kuda besi alias motor. Sedari muda, moda transportasi roda dua ini jadi pilihan dalam situasi apa pun. Namun toh nyatanya hidup mengalami perubahan. Ada beberapa kegiatan yang ada saat ini sudah tak mungkin lagi dilakukan dengan mengendarai motor.

Misalnya, dulu mungkin tak begitu masalah naik motor ketika masih membujang tanpa ada yang menemani. Ketika sudah berpasangan apalagi berstatus keluarga muda dengan anak yang masih kecil-kecil tentu jadi berbeda kasus. Tak mungkin lagi membonceng si kecil di motor dan membawanya dalam perjalanan jauh.
Ini salah satu momen yang pas untuk mulai berpikir mengambil mobil untuk kendaraan cadangan. Bukan berarti meninggalkan tunggangan setia, tapi memang ada kebutuhan yang mau tak mau harus menggunakan roda empat.

Ketika Mobil Sudah Punya, Tapi Usianya Sudah Lanjut

 

Tak salah memang terhanyut dalam romansa dan memori dengan mobil yang selama ini telah menemani. Tapi kita juga harus realistis, bahwa mobil juga punya usia sebaik apapun kita merawatnya. Mungkin bukan berarti kita menjual yang lama tapi tidak lagi menggunakannya untuk kendaraan sehari-hari adalah langkah yang bijak.

Kondisi paling ideal mobil itu berada pada usia tiga tahun pertama. Lima tahun berikutnya masih bisa dijadikan andalan namun sudah akan mulai ditemui beberapa masalah. Sementara durasi pemakaian mobil untuk harian, yakni sekitar 8 hingga 10 tahun atau jika sudah menempuh jarak lebih dari 200 ribu kilometer.

Sama halnya dengan manusia yang telah lanjut usia, mobil juga sama. Walau suku cadang tersedia, ketika batas pemakaian tersebut sudah dilewati, maka kondisi mesin dan sasis sudah masuk pada level tak layak pakai.

Tak hanya kekhawatiran untuk mogok dan tiba-tiba rusak dijalan saja, menunggangi mobil-mobil yang sudah tak lagi diproduksi juga jadi sebuah resiko yang tinggi. Ketika kita masih berusaha merawat dan mencintainya, bisa jadi perusahaan yang ada disana sudah tak lagi memproduksi spare part yang mobil tersebut miliki. Sementara mobil sudah melulu minta ‘jajan’ karena suku cadang yang rusak. Walhasil selain biaya perawatan tinggi, bisa jadi mobil hanya teronggok tak bisa digunakan karena menunggu suku cadang tersedia.

Ketika Fitur dan Fungsi yang Ditawarkan Mobil Baru Begitu Menggoda Dan Sesuai Kebutuhan Saat Ini

Dulu mungkin kita merasa sah-sah saja dengan fasilitas yang ada di kendaraan roda empat yang kita miliki. Namun teknologi tak hanya diam di tempat. Kalau masih terus berkutat di mobil lama, kita tak akan paham sudah ada inovasi yang akan memudahkan kita dalam berkendara.

Coba tengok misalnya Renault KWID. Di bagian interiornya yang paling mencolok adalah hadirnya head unit layar sentuh berukuran 7 inci yang mengatur sistem hiburan di dalam kabin mobil yang juga telah terintegrasi dengan navigasi satelit menggunakan tampilan 2D/3D.

Sementara untuk fitur sisi keamanan Renault KWID dibekali dengan keyless entry dengan remote dan central lock. Nah untuk kenyamanan Renault KWID juga memiliki fitur heater atau penghangat kabin jika udara di luar terlalu dingin.

Fitur macam ini belum dimiliki mobil terdahulumu bukan?

Ketika Model Baru Yang Ditawarkan Unik Dan Modern

Secara teknis mungkin kendaraan lama belum bermasalah. Tapi bisa jadi kitanya yang sudah dilanda jenuh dengan kendaraan yang itu-itu saja. Jangan anggap remeh karena efek bosan ini bisa melanda kemana-mana. Bayangkan mood yang tak bagus karena waktu di jalan tak dapat sensasi asiknya mengendarai mobil.

Kala itu terjadi maka saatnya untuk melirik kendaraan yang baru. Supaya tak dilanda bosan, cobalah sesuatu yang benar-benar unik. Contoh, misalnya kamu ingin punya mobil yang ramah jalanan perkotaan tapi masih gagah dari sisi penampilan.

Paduan macam itu tentu tak akan bikin kita lekas bosan. Seperti Renault KWID yang jika menilik dari dimensinya mobil yang mengusung mesin 1.000 cc tiga silinder ini memang masuk di kategori City Car.

Namun KWID punya desain unik yang membuatnya bertipe crossover dengan tampilan SUV. Ciri paling kentalnya adalah ground clearance alias jarak bodi terendah ke tanah yang mencapai 180 mm. Didukung pula dengan fender yang cukup besar khas mobil crossover. Sementara bagian grille depan Renault KWID juga tampil tegas dan kokoh. Lampu depan terdapat “C” shape signature sebagai ciri khas Renault terbaru.

Dengan desain apik tersebut, tak heran jika di tahun pertama kehadirannya di Indonesia, Renault KWID langsung meraih penghargaan bergengsi di ajang OTOMOTIF Award 2017. Dalam kategori The Best Small City Hatchback.

Ketika Garansi Dan Asuransi Mobil Baru Memudahkan Untuk Beraktivitas

Sama halnya dengan usia yang telah tua, batas garansi pada perawatan mobil jadi pertimbangan pelik lain. Mobil baru seperti contohnya Renault KWID tadi dilengkapi dengan garansi minimal 3 tahun untuk mesin atau telah menempuh jarak 100 ribu Km. Dengan kata lain, memiliki mobil baru akan memangkas biaya perawatan mobil yang mungkin akan kita keluarkan jika terus bertahan dengan mobil yang sudah uzur.

Tak percaya? Coba tengok layanan purna jual “Renault Peace of Mind”. Ada Silver Package for Renault Kwid & Renault Koleos, tambahan 2 tahun jaminan garansi kendaraan Anda sehingga menjadi total 5 tahun jaminan garansi atau 100.000 km (mana yang tercapai lebih dahulu).

Kemudian ada Gold Package for Renault Kwid, Renault Duster 4×2, Renault Duster 4×4 & Renault Koleos, jaminan bebas biaya sparepart dan jasa service berkala dimulai dari service 1.000 km dan kelipatan 10.000 km sampai dengan 60.000 km dengan masa jaminan garansi kendaraan 3 tahun atau 100.000 km (mana yang tercapai lebih dahulu).

Terakhir ada Platinum Package for Renault Kwid & Renault Koleos, jaminan bebas biaya sparepart dan jasa service berkala dimulai dari service 1.000 km dan kelipatan 10.000 km sampai dengan 100.000 km dengan tambahan 2 tahun jaminan garansi kendaraanmu sehingga menjadi total 5 tahun jaminan garansi atau 100.000 km (mana yang tercapai lebih dahulu).

Tapi memboyong mobil baru bergaransi saja tidak cukup. Karena untuk apa dilengkapi garansi kalau bengkel ternyata sulit ditemui. Kalau kita melirik Renault misalnya, hati tentu akan lebih tentram. Karena pabrikan asal Perancis tersebut sudah bekerja sama dengan group Nissan.

Jadi layanan bengkel dan purna jualnya selain dari renault juga bisa dikerjakan di bengkel Nissan. Hal ini dimungkinkan karena berbekal kekuatan aliansi Renault – Nissan dimana untuk distribusi, pemasaran dan layanan purna jual merek Renault pun ditangani oleh Indomobil Group yang juga menangani Nissan.

Di samping garansi, masalah perlindungan asuransi kehilangan dan kerusakan juga harus jadi pertimbangan. Mobil dengan usia muda akan lebih mudah disetujui oleh pihak asuransi. Sementara mobil yang sudah tua akan sulit mendapatkan perusahaan asuransi yang mau melindungi. Kalaupun disetujui, biasanya akan membutuhkan uang premi yang tidak sedikit.

Jadi ingat, terikat romansa dengan kendaraan lama boleh saja, tapi terus menutup mata dengan kehadiran yang baru tentunya bukan langkah yang bijak.

1 Comment

1 Comment

  1. abahadil

    June 14, 2017 at 10:03 am

    menurut saya sebaiknya kita tidak merokok

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Health & Personality

Pergilah Bertualang, Jangan Pulang Sebelum Adrenalin Tertantang

Laki-laki memang memiliki hobi yang berbeda-beda. Tapi terjun ke alam bebas, berkontemplasi sambil menikmati secawan kopi, rasanya sudah menjadi pelarian bagi setiap laki-laki. Traveling kerap menjadi pilihan yang dilakukan untuk merehatkan pikiran Bung. Terlebih lagi, udara di kota yang penuh polusi dan rutinitas setiap pekannya menambah tingkat stres. Sedangkan alam selalu memberikan kesegaran bagi raga dan pikiran.

Meski begitu, keharusan merogoh kocek dalam untuk berpergian bisa menjadi salah satu alasan mengapa laki-laki kadang enggan berpergian. Jangan terlalu perhitungan Bung! Menurut Roger Dow, seorang presiden dan CEO dari asosiasi travel di Amerika Serikat menyebutkan, banyak manfaat yang didapat dari traveling, seperti menghilangkan stres, dan juga dapat menurunkan resiko penyakit jantung dan stroke. Menurutnya itulah mengapa traveling penting dilakukan, seperti yang ditulis oleh Roger dalam buku bertajuk “Travel Effect: A Call To Lead, a Means to Do So”.

Selain manfaatnya yang kaya, traveling acap dilakukan laki-laki untuk memacu adrenalin. Karena adrenalin dapat memacu parameter fisik tubuh. Selain itu, memacu adrenalin dapat memfasilitasi berbagai keadaan darurat untuk segera bertindak atau cepat tanggap.

Ketika Melayang Di Atas Awan, Terasa Semua Beban Lepas Dan Terlupakan

Siapa yang tidak mau melayang di alam bebas, melihat pemandangan luas tanpa ada batas. Kalau Bung ingin memacu adrenalin, cobalah melakukan beberapa model olahraga yang dilakukan dengan cara terjun bebas. Seperti terjun payung atau pun paralayang. Menikmati sensasi pertama kali melayang dengan bermodalkan parasut di badan.

Melakukan kedua hal tersebut dapat memberikan sensasi yang berbeda. Bayangkan saja bila jemari kaki tak lagi berpijak, melayang di ketinggian dan leluasa melihat keindahan alam sejauh cakrawala. Pengalaman baru seperti itu pasti juga bagus untuk fisik dan juga pikiran, terlebih bagi Bung yang terlalu banyak mengurusi pekerjaan.

Menjelajahi Pegunungan Yang Menjadi Tempat Perenungan

Aktivitas berkemah di gunung atau pun hiking, juga sangat asyik untuk dilakukan. Kegiatan ini sangat melelahkan karena bakal menguras fisik untuk menempuh jarak berjam-jam, di mana langkah kaki tak lagi normal karena jalur setiap pendakian kerap menyiksa paha. Tapi rasa lelah tersebut akan terbayarkan dengan pemandangan indah Bung. Apa lagi dikala matahari pagi mengintip kecil, pikiran pun mulai bersiap untuk kontemplasi diri.

Selain menompa fisik dengan berjalan kaki, otomatis kinerja jantung dan paru-paru akan termaksimalkan. Kegiatan berkemah juga mampu merehatkan pikiran Bung. Terlebih lagi jika dilakukan bersama kawan, tentu bisa menambah erat hubungan persahabatan, dimana keluh kesah setiap pekan menjadi bahan banyolan.

Mengukur Keseimbangan Dengan Sebuah Tantangan, Panjat Tebing Tak Mudah Untuk Dimainkan

Ingin melatih keseimbangan sekaligus memaksimalkan kinerja otak? Wall climbing menjadi salah satu opsi ketika Bung memiliki waktu senggang. Olahraga ini memang belum begitu populer, namun bagi Bung yang ingin melatih keseimbangan terutama dalam cengkraman tangan, panjat tebing sangat menarik untuk dilakukan. Tantangannya pun mulai terasa saat tangan mencari tempat untuk mencengkram. Kalau Bung ingin memacu adrenalin, fisik dan kinerja otak secara bersamaan, panjat tebing adalah pilihan tepat.

Rasa Takut Perlu Dilawan Asalkan Ada Pelampiasan

Bagi Bung yang memiliki fobia ketinggian pasti tidak mau untuk mencoba olahraga yang satu ini. Tapi kalau Bung penasaran akan sensasinya, coba pikirkan dua kali atau pun konsultasikan dengan ahlinya. Bungee jumping, olahraga yang pertama kali populer di Inggris, sangat memacu adrenalin. Karena Bung melompat dari ketinggan dengan kaki terikat oleh alat pengaman.

Biasanya bungee jumping dilakukan di jembatan atau di atas gedung. Dengan perhitungan yang matang jika hal ini pasti aman untuk dilakukan. Cobalah Bung melawan rasa takut akan ketinggian dengan mencoba sensasi dari bungee jumping. Karena melawan rasa takut lebih baik dari pada hidup dengan ketakutan.

Atau Tentang Derasnya Sungai Yang Tak Terbendung, Meskipun Sudah Bung Tahan Dengan Dayung

Mengarungi derasnya sungai, dengan ganasnya aliran yang mengarahkan ke arah bebatuan, membuat rafting begitu menantang. Derasnya arus memang mengerikan, tapi olahraga yang bermodalkan perahu karet dan juga dayung ini bisa diselesaikan dengan kerja sama tim yang matang. Karena setiap orang harus membantu menopang perahu karet tersebut agar tidak terjungkal ke dalam sungai.

Kerjasama dan koordinasi setiap orang bakal membantu meringankan beban olahraga yang terkenal ekstrim ini. Terlebih lagi derasnya aliran sungai terkadang tak menentu. Bukannya bermaksud menantang alam, tapi hanya ingin sedikit bersenang-senang. Olahraga yang dilakukan di alam bebas ini, memang terkenal berbahaya karena selain aliran sungai yang deras, besarnya bebatuan yang menghadang membuat rafting terasa menantang.

1 Comment

1 Comment

  1. abahadil

    June 14, 2017 at 10:03 am

    menurut saya sebaiknya kita tidak merokok

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Money & Power

Bagi Bung Pekerjaan Ini Kurang Memikat, Tapi Bagi Orangtua Ini Hakikat

Ada beberapa ranah pekerjaan yang langsung saklek di mata orangtua pasangan. Pekerjaan tersebut biasanya dilihat dari bebet dan bobotnya Bung. Orangtua biasanya punya pandangan tersendiri soal pekerjaan yang bonafid di mata mereka. Dalam imajinasinya, mereka juga membayangkan kalau anak perempuannya akan hidup makmur apabila membangun mahligai rumah tangga dengan calon yang diminatinya (dari segi pekerjaan).

Hasil riset yang dirilis Smart Asset di Amerika, menempatkan ahli statistik sebagai pekerjaan yang paling diminati generasi milenial sebesar 45%,  pengembang web sebesar 38%, analisa riset pasar dan spesialis pemasaran 37%. Hidup sebagai generasi yang digital native alias tidak gagap teknologi membuat pekerjaan dibidang tekonologi menjadi sangat digemari. Tetapi apa yang digemari generasi milenial jelas berbeda Bung dengan generasi X dan Baby Boomers. Kira-Kira apa saja ya Bung pekerjaan yang diminati oleh orangtua si nona?

Menolong Orang Lain Ketika Sakit Adalah Pekerjaan Mulia. Tak Hanya Di Mata Mereka Tapi Juga Di Mata Mertua

Dokter adalah pekerjaan yang masih dipandang tinggi oleh orangtua pasangan. Pekerjaan mulia mengobati orang ini, juga tidak main-main dalam hal pendidikannya yang memang terkenal merogoh kocek dalam-dalam. Maka tak heran, jika jarang ada yang memandang rendah pekerjaan dokter.

Terlebih lagi penghasilan sebagai dokter spesialis saja bisa mencapai 50 juta rupiah. Jelas itu bukan angka yang kecil. Orangtua mana yang tak tergiur melihatnya. Bukan mendiskreditkan orangtua sebagai pihak yang matrealistis ya Bung. Namun rasanya wajar apabila orangtua rela menitipkan anaknya kelak kepada Bung yang berprofesi sebagai dokter.

Fisik Yang Kuat Dan Gagah Dapat Menjadi Daya Tarik. Tapi Semangat Juangnya Buat Negara Mungkin Juga Menarik Ya!

Profesi TNI atau tentara adalah garda terdepan Indonesia dalam menghadapi ancaman dari luar. Siapa saja yang ingin memporak-porandakan kedaulatan, pasti tentara tak tinggal diam. Angkatan bersenjata memiliki kesan gagah dan kuat. Porsi latihan fisik yang dilakukan memang sengaja untuk menumbuhkan jiwa nasionalis Bung. Fisik seorang tentara pun pasti kuat dan terjaga.

Di era orde baru, pekerjaan TNI tak dapat dipandang remeh. Para orangtua pasti mengangkat topi atau hormat pada pekerjaan tentara. Orangtua pun bakal turut bangga apabila Bung memiliki profesi sebagai tentara dan berpangkat panglima. Karena menjaga kedaulatan negara saja bisa, apa lagi kedaulatan rumah tangga. Bukan begitu Bung?

Kerja Di Lapangan Panas-Panasan Tapi Di Rumah Mertua Disanjung-Sanjung. Bung Mau Seperti Itu?

Kerja di lapangan mungkin kurang menyenangkan dibanding kerja di gedung dengan dinginnya AC yang kadang  membuat menggigil. Memiliki kesan panas dan berdebu, sudah identik sekali dengan pekerjaan lapangan, salah satunya pertambangan.

Terbakarnya kulit oleh matahari memang membuat kondisi badan terasa gersang.  Namun kalau berbicara gaji, sepertinya dapat membuat perasaan senang Bung. Pekerjaan ini memang beresiko. Tingkat kesulitan pun juga tinggi. Jadi tak ayal, fresh graduate yang bekerja di bidang ini saja sudah diganjar gaji tinggi. Bisa 2x lipat dari UMR saat ini. Ketika Bung datang ke rumah perempuan kemudian memperkenalkan diri sebagai orang yang bekerja di pertambangan, rasanya jalan lapang untuk meminang pun telah terpampang di depan mata.

Profesi Ini Mungkin Kurang Memikat, Tapi Kalau Orangtua Si Nona Tahu Bisa Jadi Seperti Sahabat Dekat

PNS (Pegawai Negeri Sipil) untuk generasi milenial mungkin kurang terlalu memikat, tapi lingkungan kerja dan besarnya pendapatan menjadikan profesi ini jadi incaran. Data jumlah pendaftar CPNS tahun ini saja tembus sampai angka 1 juta orang. Semua saling bersaing untuk masuk di beberapa kementerian dan lembaga. Kalau dari kacamata orangtua, pekerjaan ini tentu jadi idaman.

Karena dapat menjamin kehidupan dengan adanya tunjangan dan uang pensiunan. Di mata masyarakat, PNS memiliki prestis yang tinggi. Toh orangtua pasangan pasti turut senang apabila sang anak dinikahi oleh PNS, selain bisa menjamin kehidupan, juga dapat meningkatkan kehormatan.

Kalau Berbicara Nasib Memang Sulit Ditebak, Terkadang Profesi Bisa Kalah Dengan Nama Besar Perusahaan

Selain prestisnya profesi sebagai PNS, menjadi pegawai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) juga tak kalah mentereng. Terlebih lagi BUMN membawahi semua perusahaan besar di Indonesia seperti Pertamina, PLN, Pelindo dan perusahaan maskapai, Garuda Indonesia. Usut punya usut, profesi pegawai di BUMN bakal makmur sejahtera nasibnya.

Orangtua biasanya tidak hanya terkesan oleh besar kisaran gaji yang didapat Bung. Tapi terkesima juga dengan perusahaan tempat bekerja. Apa pun perusahaannya, kalau Bung bekerja di perusahaan BUMN pasti tak terlalu rumit untuk menggapai si nona.

1 Comment

1 Comment

  1. abahadil

    June 14, 2017 at 10:03 am

    menurut saya sebaiknya kita tidak merokok

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sport

Duduk Tanpa Etika di GBK

Bukan karena prestasi, tapi megahnya Stadion Utama Gelora Bung Karno memang patut membuat bangga. Bersolek dalam rangka menyambut Asian Game 2018, yang akan di gelar di Jakarta dan Palembang, GBK hadir dengan wajah baru bertaraf Internasional.

Diresmikan bertepatan dengan uji coba laga persahabatan antaran timnas Indonesia dengan timnas Islandia, kemarin Minggu, 14 Januari 2017. Gelora Bung Karno kini mampu menampung 80 ribu penonton dengan fasilitas kursi yang sudah jauh lebih baik.

Namun seusai pertandingan berlangsung, ada hal lain yang justru membuat kita masih bingung. Ya, bingung perihal sikap dari kawan suporter lain yang masih saja kampungan. Bagaimana tidak, selama pertandingan berlangsung beberapa orang yang tertangkap kamera mengangkat kaki dengan santainya.

Ulah Tanpa Etika, Janganlah Bung Bawa Kemana-mana, Apa Lagi Untuk Menonton Bola

Sumber : https://www.instagram.com/dailyfootballindonesia/

Duduk serampangan bukanlah sesuatu yang baru, tapi kalau Bung sedang duduk di warung kopi. Tapi masalahnya, GBK adalah stadion bola, bukan warung kopi langganan yang bisa duduk sembarangan.

Beberapa kawan berujar ini mungkin masih wajar, tak perlu dibesar-besarkan. Tapi Bung perlu menjaga aturan. Wajah baru dari GBK ini haruslah diimbangi dengan manusia yang mengisinya, apa tak malu stadionnya sudah mewah tapi kelakuan penontonya masih saja tak berubah?

Kami rasa Bung paham, dari banyaknya foto-foto yang beredar di sosial media dua hari terakhir. Posisi duduk mereka memang cukup memprihatikan. Mulai dari berdiri menginjak badan kursi, hingga duduk di ujung sandaran. Tak heran jika selepas laga minggu kemarin, ada beberapa kursi yang akhirnya rusak.

Tak Bisa Dibendung, Kalau Bung Masih Saja Ngeyel Siap-siap Dibuat Malu

Benar memang, semakin besar stadion tentu semakin besar pula tanggung jawab pengelolanya. Hal itu pulalah yang mungkin sedang jadi tantangan bagi pihak penanggung jawab GBK. Sebab meski sudah ada larangan di sana-sini yang jadi peringatan, para penonton masih saja tak mengindahkannya.

Dan jika masih saja tak jera, saat ini tim pengelola memiliki trik jitu yang akan sedikit membantu untuk mengatasinya. Bung perlu tahu, sekarang GBK sudah dilengkapi fasilitas yang mumpuni, ada sekitar 250 CCTV yang telah terpasang di setiap sisi penjuru stadion. Dengan kamera yang memiliki resolusi hingga 7K, muka Bung akan dipajang di layar utama sebelum dan saat jeda pertandingan berlangsung jika masih saja bersikap tanpa aturan.

Sebab Sikap Bung Jadi Jati Diri Negara, Tak Bosan Dicap Sebagai Suporter Sampah?

Sumber : https://www.instagram.com/dailyfootballindonesia/

Beberapa tahun lalu, pendukung timnas gencar menyuarakan peningkatan fasilitas stadion. Anehnya ketika fasilitasnya sudah berubah menjadi seperti yang diinginkan, ada suporter yang masih saja bersikap tak semestinya.

Kami tak perlu beberkan satu per satu, kiprah buruk yang menjadi sebab akibat dari rusuhnya penonton sepak bola di negara ini. Lalu mau sampai kapan kita tak berubah? Dan tak hanya berlaku pada wajah dari foto-foto yang kini telah tersebar, pertanyaan ini juga ditujukan untuk setiap Bung yang sedang membaca.

Kami rasa duduk tenang menonton laga tidak susah, kalaupun memang ingin berekspresi cukup berdiri. Tak perlu sampai menginjak kursi.

Karena Pemerintah Sudah Berupaya, Saatnya Kita Menjaga

Sumber : https://www.instagram.com/dailyfootballindonesia/

Pemerintah sudah menunjukkan upaya dan perhatiannya, dengan merubah tampilan GBK jauh lebih baik dari sebelumnya. Jika Bung masih belum tahu, biaya dari total keseluruhan pembangunan ini menghabiskan dana 700 miliar rupiah. Nilai yang cukup seimbang dengan fasilitas yang kini bisa Bung rasakan.

Dan tak hanya boleh turut berbangga, harusnya sebagai warna negara yang juga jadi suporter, kita juga wajib untuk menjaga. Dan sejumlah kerusakan yang kini marak beredar dimedia sosial, jadi bukti bahwa tak semua penonton di liga kemarin sudah memahami arti kata menjaga yang sesungguhnya.

Laga Pertama Kemarin Timnas Memang Tak Menang, Tapi Cobalah Jadi Penonton yang Tenang

Sumber : https://www.instagram.com/dailyfootballindonesia/

Mewahnya Stadion Utama Gelora Bung Karno memang bukanlah sebuah jaminan untuk timnas menang. Sebab pada laga pembuka dengan Islandia minggu kemarin, timnas kita kalah telak dengan skor 1-4. Tiga gol yang dicetak Albert Gudmundsson dan satu gol dari Arnor Smarason, berhasil membawa Islandia memenangkan pertandingan.

Tak boleh patah arang, sebagai suporter yang baik teruslah mendukung dan menonton dengan tenang.

1 Comment

1 Comment

  1. abahadil

    June 14, 2017 at 10:03 am

    menurut saya sebaiknya kita tidak merokok

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

Yomamen.com adalah majalah online khusus pria Indonesia. Lahir dari keinginan untuk menyediakan tulisan khas laki-laki Indonesia. Membahas sekaligus mengkritisi urusan maskulinitas dan gaya hidup pria modern.

Facebook

Copyright © 2017 Yomamen.com

To Top