Otomotif

Regulasi Liga Tertinggi Sepak Bola Indonesia Memberikan Sanksi Berat Kepada Klub yang Pergi Begitu Saja

Guna meningkatkan kualitas liga agar kian kompetitif, PT Liga Indonesia Baru (LIB) membuat peraturan baru. Salah satunya adalah pemberian sanksi yang berat terhadap klub yang mengundurkan diri dari Liga 1. Peraturan ini dibuat untuk menjaga daya saing antar tim agar kian terjaga dengan tensi yang masih sama di setiap pekannya, Karena apabila ada satu tim saja yang mundur dari liga, tentu bakal membuat persaingan menjadi kurang asyik untuk diikuti, meskipun ada juga keuntungan yang didapatkan bagi tim.

Liga 1 sebagai kasta tertinggi juga tidak mau tercoreng namanya sebagai liga yang tidak begitu kompetitif. Maklum untuk memperbaiki liga, rasanya regulasi harus dimatangkan tanpa lupa dijalankan dengan baik, jangan cuma gembar gembor peraturan tetapi ketika ada kesalahan yang dilakukan tidak ditindak secara matang. Seperti kasus WO yang dilakukan Persib saat berhadap dengan Persija, November tahun lalu. Seharusnya Komdis PSSI bisa mendegradasi Persib dari kasta tertinggi dengan merujuk pasal 13 Ayat 2. Namun hal itu tak terjadi, Persib hanya didenda 200 juta.

Mengganti Klub Yang Telah Mengundurkan Diri Atau Dikeluarkan

Salah satu regulasi yang dikaji oleh PT. LIB adalah soal klub yang mengundurkan diri atau dikeluarkan dari liga I yang digantikan oleh klub lain. Sebagai badan tertinggi, PSSI yang diwakili komite eksekutif harus memutuskan beberapa hal terkait soal pengunduran sebelum dimulainya Liga 1. Otomatis klub yang menggantikan harus merupakan anggota PSSI, tidak bisa dari luar anggota PSSI Bung. Sesuai dengan pasal 6, klub yang mundur atau dikeluarkan dari Liga 1 sebelum dimulainya kompetisi dapat digantikan oleh klub lain.

Sanksi Makin Berat Dengan Dikenakan Denda yang Nilainya Dapat Berkali Lipat

Sumber : Beritagar.id

Sanksi yang berat juga diberikan oleh PT. LBI kepada klub yang seketika mengundurkan diri saat Liga 1 sedang akan digelar atau pun sudah berjalan. Sanksi yang dikenakan kali ini adalah berupa denda yang nilainya dapat mencapai milliaran. Hal ini tentu dapat membuat klub harus berfikir dua kali untuk melepaskan diri. Isi dari sanksi tersebut adalah klub yang mengundurkan diri lebih dari 30 hari sebelum Liga 1 dimulai dikenakan sanksi sebesar Rp 1 milliar. Sedangkan klub yang mengundurkan diri kurang dari 30 hari, dikenakan denda 2 kali lipatnya, yakni Rp 2 milliar.

Klub Lain Pun Ikut Kena Getahnya, Akibat Klub yang Tak Dapat Bertahan

Kerugian sudah pasti klub yang menjadi tersangka pengunduran diri Bung, akan tetapi apakah klub lainnya bakal merasakannya akibatnya juga? Ternyata iya Bung, lantaran seperti diatur dalam pasal 7, jika klub mengundurkan diri setelah kompetisi dimulai, maka seluruh pertandingan yang telah dijalankan dinyatakan tidak sah. Pahitnya apabila klub lawan yang unggul point, gol tersebut dihilangkan, dalam artian tidak akan dihitung sehingga berimbas kepada klasemen akhir. Ternyata klub yang keluar juga ibarat benalu ya Bung, karena dapat menyusahkan klub lain.

Selain Klub, Beberapa Pihak Juga Ikut Dirugikan, Sehingga Klub Yang Mengundurkan Diri Harus Membayar

Sumber : Goal.com

Klub yang mengundurkan diri ternyata dikenakan biaya yang menyakitkan lagi Bung. Hal ini dinamakan biaya kompensasi. Pembayaran denda dilakukan untuk kerugian yang dialami oleh klub lain, PSSI, LIB, sponsor, televisi , dan beberapa pihak lainnya. Untuk nilai kompensasinya sendiri bakal ditetapkan oleh LIB.

Selain itu klub yang terdegradasi juga belum tentu bermain di liga bawahnya, namun  kompetisi bakal ditentukan oleh Komite Eksekutif PSSI. Tidak sampai di situ Bung, klub tersebut juga didenda sebesar Rp 500 juta apabila mengundurkan diri pada putaran pertama (pekan pertandingan ke-1 hingga ke-17) dan sebesar Rp 1 miliar apabila mengundurkan diri pada putaran kedua (pekan pertandingan ke-18 hingga ke-34).

Menelisik Musim Lalu, Ada Klub Yang Keluar Tanpa Berbisik Terlebih Dahulu

Sumber : Tirto.id

Beberapa tim musim lalu terutama di Liga 2 banyak yang keluar lantaran ketidakkondusifan, kerugian ataupun ketidakjelasan, seperti yang dialami Pro Duta FC dan Persifa Fakfak. Permasalahan yang dialami Pro Duta adalah tim berjuluk “Kuda Keraton” ini mengganggap kalau Liga 2 tidak lagi kondusif sehingga ia lebih memilih untuk mundur. Sedangkan Persifa Fakfak yang dilanda masalah finansial harus meninggalkan Liga 2, meskipun sudah diberikan subsidi guna menambal keuangan. Adapun regulasi yang baru tersebut tidak bisa lagi dilakukan banding karena mengikat dan sudah keputusan final. Kelonggaran regulasi pun bisa terjadi apabila terjadi force majeure seperti bencana alam.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Karena Penelitian Menyebut Kecerdasan Itu Sexy

Sebagian orang masih mengasosiasikan “pintar dan cerdas” itu dengan tampilan kaku macam kutu buku. Padahal sesungguhnya saat ini banyak tokoh-tokoh yang lekat dengan kecerdasan macam Elon Musk atau Mark Zuckerberg yang justru dianggap menarik dan sexy.

Beberapa penelitian juga bahkan menunjukan hal ini. Salah satunya adalah penelitian yang digagas psikolog Gilles Gignac, Joey Darbyshire, dan Michelle Ooi dari University of Western Australia. Mereka menemukan bahwa orang-orang dengan IQ tinggi memiliki skor tinggi dalam hal keseksian ketika dinilai oleh orang lain.


“Kecerdasan” Menjadi Faktor Kedua Daya Tarik Setelah “Kebaikan”

Penelitian tentang kecerdasan dan daya tarik di atas melibatkan sedikitnya 10 ribu peserta dari 33 negara di dunia. Salah satu temuan menariknya adalah para peserta penelitian menempatkan “smart” di nomor dua sebagai daya tarik.

Posisi ini hanya dikalahkan oleh faktor “kebaikan dan pengertian” yang menempati urutan nomor satu. Jadi sesungguhnya dengan menjadi baik dan terus melatih kecerdasan sudah bisa membuat orang lain tertarik kepada kita.

Salah Satu Indikator Kecerdasan Adalah Selera Humor

Dalam penelitian itu juga ditanyakan mengenai indikator apa yang digunakan untuk menilai seseorang cerdas atau tidak. Sebagian menyebut bahwa salah satu indikator yang digunakan untuk menilai kecerdasan seseorang adalah selera humornya.

Karena mereka yang cerdas selalu berpikiran terbuka dan orang yang berpikiran terbuka ini cenderung punya selera humor yang baik. Mereka yang smart juga dikatakan tidak akan mudah tersinggung dan aspiratif terhadap ide-ide baru.

Tak Cuma Pada Individu, “Smart Dan Sexy” Juga Kini Diterapkan Pada Hal Lain

Perpaduan menarik ini tak cuma ditemui dalam urusan penggambaran individu seseorang. Karena kini banyak sektor juga menerapkan konsep ini. Coba tengok misalnya gadget yang selalu menemani kita.

Dahulu mungkin handphone hanya digunakan sebagai alat komunikasi suara dan teks. Kini perkembangannya sudah jauh lebih dari itu. Mulai dari mengakses internet, sosial media, pesan makanan, penunjuk arah hingga fungsi lainnya yang dulu hanya impian.

Tapi toh kamu juga tak mau hanya menggunakan gadget yang cerdas saja bukan? Begitu banyak pilihan ponsel cerdas, tentunya kamu juga memilih yang di desain menarik lagi sexy. Karena hal tersebut juga menunjukan jati diri.

Bahkan Meluas Hingga Urusan Tata Kota Juga Tersentuh Unsur Kecerdasan

Familiar dengan istilah Smart City? Yup inilah konsep yang diinisiasi oleh Suhono S. Supangkat dari ITB. Kota tak lagi hanya menjual soal “keindahan dan kecantikan” namun juga harus bersifat smart.

Menurutnya, Smart City adalah kota yang bisa mengelola Sumber Daya Alam (SDA), Sumber Daya Manusia (SDM) dan sumber daya lainnya sehingga warganya bisa hidup nyaman aman dan berkelanjutan.

Seperti adanya transparansi dan partisipasi publik, transportasi publik, transaksi non tunai, manajemen limbah, energi, keamanan, data dan informasi. Hal ini dapat didukung melalui teknologi informasi dan komunikasi. Terbayang menyenangkannya hidup di kota yang di tata macam ini bukan?

Tak Mau Ketinggalan, Urusan Kendaraan Juga Harus Mengadaptasi Ini

Soal “smart dan sexy” ini juga merambat ke urusan kendaraan. Mengingat hal ini melekat dengan kita dan digunakan juga untuk berativitas sehari-hari. Wajar rasanya jika konsep ini juga diterapkan pada kendaaraan kita.

Ambil contoh Yamaha Lexi yang mengusung konsep “Smart is The New Sexy” yang bermakna bahwa sexy tidak hanya tentang penampilan melainkan tentang karakter, sikap dan pola pikir yang Smart. Yamaha Lexi mempunyai 3 pilar konsep Utama

Untuk Smart & Sexy Design, Motor ini mengkombinasikan unsur Luxury dan Elegan dengan bobot yang paling ringan di kelas MAXI YAMAHA. Tampilannya yang berkelas ditunjang desain lampu Grand LED Headlight ditambah eye line biru yang menawan memperkuat kesan mewah dan elegan. Apalagi untuk tipe Lexi-S, desain joknya  memadukan dua tekstur kombinasi yang disatukan dengan motif jahitan elegan membuat tampilan motor menjadi lebih berkelas.

Tak cuma tampilan karena yamaha Lexi ini punya Smart Features. Untuk Varian Yamaha Lexi-S dibekali fitur Smart Key System yang merupakan sistem kunci tanpa anak kunci alias keyless. Kunci ini juga sudah disematkan fitur Immobilizer dan Answer Back System untuk memudahkan pengendara mencari posisi parkir motor.

Berkendara dalam jarak jauh juga kini tidak perlu khawatir karena Yamaha Lexi memiliki bagasi yang luas dan lega untuk menampung barang bawaan lebih banyak. Apalagi, Yamaha Lexi menjamin pengendara tetap terhubung melalui Smartphone karena dilengkapi Electric Power Socket untuk mengisi daya gadget.

Urusan dapur pacu diserahkan pada Smart Engine. Dari segi performa mesin, Yamaha Lexi menggunakan mesin generasi baru Blue Core 125 cc yang disempurnakan Variable Valve Actuation (VVA). Mesin ini secara cerdas akan membuat aksi berkendara lebih efisien, bertenaga dan handal dengan tenaga dan torsi maksimum di setiap putaran mesin. Apalagi Yamaha Lexi dilengkapi Liquid Cooled 4 Valves (LC4V) yang membuat suhu mesin lebih stabil dan performa lebih maksimal.

Tak berhenti disitu Yamaha Lexi dibekali fitur canggih Stop & Start System (SSS) berfungsi untuk mengurangi konsumsi bahan bakar yang tidak perlu pada saat motor sedang berhenti. Apalagi ditambah Smart Motor Generator (SMG) membuat suara motor lebih halus saat dinyalakan. Kalau masih penasaran soal motor satu ini kamu bisa lihat detailnya di halaman ini!

Jadi bagaimana? Kamu sudah siap mengikuti trend smart is the new sexy ini?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sport

Media Kroasia Mengatakan Simic Menemukan Rumah Sesungguhnya di Indonesia

Index Sport, sebuah media asal Kroasia menyoroti keberhasilan salah satu talenta negerinya yang berkarir di Indonesia. Marko Simic, striker haus gol yang sukses membawa Persija Jakarta juara Liga 1 2018. Dua gol yang dicetak Simic sudah mampu membantu Persija mengalahkan Mitra Kukar, dan membuat Persija menjadi juara.  Persija menutup klasemen akhir berada di puncak dengan 62 poin dari 34 pertandingan.

“Striker Kroasia, Marko Simic menentukan gelar juara Liga bagi Persija Jakarta setelah 17 tahun. Marko Simic mencetak 5 gol dalam 4 laga terakhir dan memastikan gelar juara liga yang terakhir diraih Persija pada 2001,” begitu bunyi Index Sport saat menuliskan tentang Simic.

Tidak hanya menyoroti kiprahnya di Liga Indonesia. Namun, media tersebut menyatakan kalau Simic menemukan rumahnya di Indonesia bersama Persija.

Simic yang berusia 30 tahun memulai kariernya di NK Zagreb dan kemudian membela NK Lokomotiva dan Inter Zapresic. Setelah itu, ia berkarier di Vietnam hingga Malaysia, namun nampaknya ia menemukan rumah sesungguhnya di Indonesia,” tulis Index Sport.
Total sudah 3 trofi yang dihadiahkan Simic di musim pertamanya bersama Persija. Trofi Piala Presiden 2018, trofi turnamen Boost SportsFix Super Cup 2018 di Malaysia dan trofi Liga 1 2018.
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sport

Empat Stadion Berbeda Dijadikan Markas Sementara, Mental Juara Persija Tak Sirna

Butuh di laga terakhir, yakni laga ke-34 untuk menentukan siapa yang menjadi jawara Liga 1 2018. Akhirnya tim kebanggaan ibu kota, Persija Jakarta, berhasil keluar sebagai juara setelah mengalahkan Mitra Kukar 2-1 di SUGBK, Minggu kemarin. Perjuangan Persija menuju tangga juara membutuhkan semangat yang keras. Karena tim ibukota ini tidak memiliki kandang.

Bermula menjadikan SUGBK dan Stadion Patriot Bekasi menjadi kandang, kemudian Persija harus bergeser ke Stadion Sultan Agung, Bantul untuk melakoni setiap laga kandang. Lantaran kedua stadion tersebut digunakan untuk renovasi, persiapan sekaligus penyelenggaraan Asian Games 2018. Bermain di tempat yang notabene bukan kandang secara asli, ternyata dukungan dari Jakmania masih terasa.

Sang pelatih Stefano Cugurra Teco juga menatakan kalau di tempat netral tak membuat para punggawa tim Macan Kemayoran ini kehilangan semangat. Persija masih tetap membuktikan menjadi yang terbaik di Liga 1 2018, meskipun tim ini sering berpindah-pindah homebase seperti musafir.

Total ada 4 stadion yang dijadikan kandang oleh Persija di musim ini. Selain SUGBK, Stadion Patriot dan Stadion Sultan Agung Bantul, Stadion Wibawa Mukti Cikarang juga pernah didaulat menjadi kandang Persija untuk mengarungi berbagai laga.

SUGBK tak bisa dipakai, Patriot pun tak bisa dipakai. Namun, saya katakan itu bukan alasan. Saya tetap minta pemain untuk tetap bekerja keras,” ungkap Teco saat memberikan semangat.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sport

Edy Rahmayadi : Saya Tak Mau Mundur Dari PSSI

Kekecewaan para pecinta sepakbola akhir memaksa mereka meneriakkan Edy out beberapa waktu lalu. Hal ini semakin santer terdengar sentara buruknya penampilan Timnas Indonesia di Piala AFF 2018. Timnas gagal lolos ke babak semifinal dan itu membuat pendukung kecewa. Menanggapi hal tersebut Edy justru menyatakan bertahan sampai 2020. .

Saya tak mikirin itu, yang penting Anda tak menyuruh saya mundur ajalah. Kalau kalian pun nyuruh mundur, saya tak mau mundur. Tolong kalian buat “Edy bertahan sampai 2020”. Sampai pada kongres berikutnya,” kata Edy Rahmayadi dikutip dari CNNIndonesia.

Edy mengaku cinta dengan PSSI, jadi desakkan publik yang menyuruhnya mundur tidak akan mempengaruhinya. Saat menjabat sebagai Ketua Umum PSSI, Edy menyatakan telah membuat rencana jangka panjang agar PSSI berjalan lebih baik. Kemudian kongres juga telah dilakukan.

Saya tak mau mundur dari PSSI. Karena saya cinta dengan PSSI. Kita punya manajemen. Ada waktu kegiatan kongres tahunan, ada kegiatan evaluasi, setiap periode ada jadwalnya. Jadi di mana pun Ketua PSSI berada itu tak masalah. Tapi ini harus berjalan semuanya. Di PSSI ini lengkap ada pengkaji disiplin, kepala staf, sekjen. Semua ini tak bisa memutuskan satu persoalan karena ada statuta yang mengaturnya,” tutur Edy.

Sebelumnya Edy sempat berpikiran untuk mundur dari ketua umum yang mengurus persepakbolaan Indonesia. Tetapi rencana tersebut kemudian tidak direalisasi. Alasan kenapa Edy ingin mundur karena ia tidak ingin menjadi sasaran bully dari berbagai pihak.

Memang ada di benak saya akan mundur, iya, tapi bukan karena saya tak bisa menangani ini, bukan itu persoalannya. Tapi karena kepentingan pribadi saya. Saya kepengin santai, tak ingin di bully-bully,” ucap Edy memberikan penjelasan.

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

Yomamen.com adalah majalah online khusus pria Indonesia. Lahir dari keinginan untuk menyediakan tulisan khas laki-laki Indonesia. Membahas sekaligus mengkritisi urusan maskulinitas dan gaya hidup pria modern.

Facebook

Copyright © 2017 Yomamen.com

To Top