Personality

Rawat Jenggot Agar Si Nona Makin Terpikat dengan Hebat

Jenggot itu seperti dua sisi bagi setiap laki-laki. Bisa menambah kualitas penampilan, bisa juga memperburuk penampilan. Laki-laki yang berpenampilan menarik karena adanya jenggot, biasanya mereka merawat jenggotnya dengan rapih. Liat saja David Beckham, Adam Levine dan Chris Hemsworth. Di mana ketiga sosok ini menjadi idaman perempuan. Selain paras, konon katanya jenggotnya pun memikat.

Meskipun banyak laki-laki jaman sekarang ngotot ingin menumbuhkan jenggot dengan membeli produk penumbuh jenggot. Itu bakal percuma kalau jenggotnya tidak dirawat. Tidak dirawatnya jenggot akan memunculkan kesan berantakan dan semeraut. Bung yang tadinya bisa terlihat mempesona jadi terkesan tak menarik bagi si nona.

Maka, jika bung ingin memiliki jenggot dengan tujuan yang serius, bung harus merawatnya secara rutin. Selain itu ada beberapa hal yang diperhatikan dan dipahami soal jenggot.

Melihat Apakah Bung Memiliki Keturunan Soal Jenggot

Alasan paling umum saat bung memiliki jenggot yang tidak sempurna adalah faktor genetik. Diyakini jenggot yang tumbuhnya berantakan karena adanya faktor tersebut. Untuk itu bung mesti tahu tentang keluarga, apakah secara keturunan memiliki jenggot atau tidak. Dengan melihat beberapa foto lama, apabila bung menemukan salah seorang keturunan memiliki jenggot,nberarti ada peluang untuk mendapatkannya.

Sebelum Memutuskan Memakai Obat, Biarkan Jenggot Tumbuh Secara Alami

Tampilan jenggot pada awalnya pasti tidaklah rapih seperti bung melihat public figure yang jenggotan. Setiap public figure melakukan perawatan termasuk bulu di rambutnya. Jangan risih akan jenggot yang tidak rapih. Sekaligus sabar jangan buru-buru merasa tidak srek dengan penampilan dan akhirnya memotong jenggot.

Biarkan semuanya tumbuh secara alami dan tunggu sampai jenggot memenuhi sisi-sisi pipi. Barulah bung bisa menilai apakah jenggot tersebut dapat memompa penampilan atau sebaliknya.

Lalu Rawat Bulu Jenggot, Agar Tak Bercabang

Memiliki jenggot, tidak hanya dibiarkan lebat begitu saja. Tetapi harus dirawat. Selayaknya rambut, jenggot juga butuh perawatan saat berada di barbershop karena pada ujungya bisa bercabang lho. Mintalah tukang cukur untuk memotong ujung rambut jenggot yang bercabang.

Kondisi tersebut terjadi saat rambut jadi lemah dan kering. Sama persis dengan apa yang kita alami di rambut kepala. Ujung rambut jenggot yang bercabang dapat membuat bung terlihat berantakan dan menciderai penampilan.

Selanjutnya, Lakukan Manajemen Atas Gaya Hidup yang Bung Usung

Gaya hidup ternyata memiliki korelasi dengan tumbuhnya jenggot yang tidak rata. Kebiasaan makan yang tidak sehat dan stres, menjadi dua alasan atas pertumbuhan jenggot.  Guna mengurangi stres, bung bisa melakukan latihan fisik yang berimbas kepada jenggot.

Sedangkan urusan makan bung bisa diet yang tepat dan seimbang. Supaya memberikan tubuh nutrisi yang dibutuhkan menumbuhkan jenggot dengan kondisi penuh.

Tapi Jangan Juga Memaksakan Tumbuh Jenggot, Apabila Tidak Cocok

Kalau bung sudah menjalankan kiat-kiat merawat jenggot dan hasilnya tidak sesuai dengan yang diharapkan. Alias terlihat tidak rapih. Salah satu jawaban yang paling masuk akal adalah bung tidak usah memiliki jenggot. Karena ada seseorang yang tidak cocok memakai jenggot, tentu tidak akan bagus juga apabila dipaksakan.

Demi menjaga penampilan, coba bung perhatikan hal lain dari tubuh yang bisa dijadikan pemicu untuk menarik perhatian.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Tahu

Ternyata Laki-laki yang Sudah Menikah Lebih Sehat Dari Pada yang Melajang

Bagi bung yang sampai sekarang masih melajang jangan terburu digulung emosi membaca judul. Karena ini dikatakan dalam sebuah survey terhadap 127.545 orang dewasa Amerika, yang mengatakan laki-laki menikah lebih sehat dari yang tidak pernah menikah atau pernikahan berakhir perceraian. Memiliki pasangan dinilai dapat hidup lebih lama dan mempertahankan penikahan maka semakin besar keuntungan kelangsungan hidup yang didapat.

Laman health.harvard.edu sejumlah penelitian dilakukan selama 150 tahun terakhir dan menujukkan pernikahan mempengaruhi penyakit tertentu seperi kardiovaskular dan kanker. Penelitian mengevaluasi 3.682 orang dewasa dalam peridode 10 tahun dengn memperhitungkan faktor risiko kardivaskular utama mulai dari usia, lemak tubuh, merokok, tekanan darah, diabetes, kolesterol. Faktor tersebut menunjukkan kalau laki-laki yang telah menikah memiliki tingkat kematian rendah sebesar 46%. Orang menikah juga lebih bahagia dan sedikit stres karena kedua pihak memainkan peran besar menjaga kesehatan tubuh.

Stres dan depresi merusak kesehatan psikologis, yang merembet ke kesehatan fisik,” kata Susan Brown, co-direktur Pusat Nasional untuk Penelitian Keluarga dan Perkawinan di Bowling Green State University di Ohio.

Bagaimana dengan yang menikah tapi tidak bahagia? untuk masalah stres karena perkawinan dikaitkan dengan penebalan ruang pemompa utama jantung. Kalau kanker jadi masalah yang berbeda. Para peneliti dari Universitas Harvard dilansir mensjournal.com menyatakan mereka yang menikah secara signifikan terdeteksi awal kanker prostat, paru-paru, kolorektal, dan bentu kanker lain supaya mendapat perawatan dibanding laki-laki lajang.

Studi tersebut menunjukkan orang menikah kecil kemungkinan untuk mati karena kanker. Meskipun manfaat kesehatan perkawinan akan berkurang jika hubungan tidak sejahtera. Brow mengatakan pernikahan kontroversial dan tidak bahagia berisiko merusak kesehatan kedua pasangan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Tahu

Terdapat Penjelasan Secara Ilmiah Kenapa Laki-laki Susah Move On

Hubungan asmara memang tak selalu berujung manis dan terus bersama-sama. Pahit, apabila perpisahan ternyata jadi ujung dari perjalanan cinta. Dari dua gender yang saling berbagi kasih yakni laki-laki dan perempuan, ternyata pihak laki-laki yang dianggap paling kuat adalah sosok yang paling susah move on. Padahal dalam setiap kesempatan, laki-laki adalah sosok tegar yang mampu menangani tekanan.

Dalam hubungan antara laki-laki dan perempuan, sosok laki-laki lebih mengutamakan logika dari pada hati. Setiap perselisihan atau masalah yang melibatkan antara dirinya dan pasangan, logika selalu dikedepankan untuk mengkaji setiap masalah. Lantas bagaimana bisa laki-laki menjadi pihak yang susah move on dibanding perempuan yang dominan memakai perasaan?

Nyatanya Si Nona Lebih Cepat Lekas Sembuh Soal Putus Cinta

Menurut penelitian yang dilakukan Craig Eric Morris, seorang antropolog dari Binghamton University, perempuan lebih cenderung melakukan refleksi setelah puts cinta serta lekas move on. Bahkan ketika mereka curhat ada kalimat yang menegaskan kalau para perempuan sudah tidak lagi merasakan sakit hati, dengan berbicara “kejadiannya sudah lama sih” atau “Aku sih belajar dan ini hikmahnya”. Dengan kata lain menandakan kalau mereka sudah move on atas kejadian pahit tersebut.

Selain itu para perempuan jarang sekali mengatakan “Dia lelaki terbaik dalam hidupku dan aku belum bisa berdamai dengan kenyataan bahwa kami putus,”, Intinya mereka sangat enteng melupakan masa lalu meski prosesnya perlahan.

Sedangkan Laki-laki Terlihat Lebih Menyesali

Menyesal akan kegagalan, lebih terliat dari setiap responden laki-laki menurut Morris. Hal ini dinilai dari cara mereka menuturkan semua proses asmara yang telah dilewati. Jarang sekali ada yang mengatakan “Ah itu sih udah lewat, sekarang aku jadi cowok yang lebih baik,“. Terlebih lagi mereka sering berangan-agan kalau mengatakan mantan adalah kekasih terbaik yang  pernah dimiliki.

Apakah Lazim Menyesali Hubungan yang Gagal?

Ketika Morris ditanya apakah lazim menyesali percintaan yang kandas? jawabannya iya dan lebih lazim dan intens dibanding jenis penyesalan lain. Para psikolog manusia dari kebangsaan manapun mengamini hal ini. Tak jarang, kegagalan dalam berhubungan tersebut mempengaruhi ke aspek-aspek kehidupan lain seperti karir dan sosial.

Dalam salah satu penelitiannya, 90 persen responden yang diteliti mengaku mengalami trauma emosional seperti marah, depresi, dan cemas. Sampai mengalami trauma fisik seperti pusing, insomnia dan penurunan berat badan. Mayoritas ini dialami oleh laki-laki.

Penyesalan, Selalu Berimbas dengan Menengok ke Belakang

Atas alasan apa laki-laki dikategorikan sebagai pihak susah move on memang diliputi banyak faktor. Salah satunya adalah saat diterpa ujian hidup. Penyesalan akan timbul dan mulai menapak tilas ke belakang seperti menyesal ketika remaja malah banyak melakukan hal nakal. Namun penyesalan akan hilang seiring waktu berjalan dan berkat tumbuhnya kedewasaan seseorang, di mana mereka mencari hikmah dan memetik pelajaran.

Saat manusia dihadapkan dengan pertanyaan mencari pasangan baru atau sedang berusaha bahagia dengan pasangan tatkala hidup sedang berat, kita mulai tergoda menengok ke masa lalu dengan mengingat sosok mantan. Sosok mantan akan diobjekkan sebagai ‘Seseorang yang seharusnya hidup bersama kita(saat ini)’. Sekaligus dianggap parthner yang ideal untuk masalah yang dihadapi saat ini.

Di Sisi Lain Penyesalan Adalah Cara Pandang Sehat Tentang Cinta

Pasti saat mengalami hal-hal yang kurang menyenangkan, mulai timbul ungkapan seperti “coba saja dulu enggak melakukan ini – itu” dengan mengaitkan efek-efek yang terjadi sekarang. Dalam kajian psikologi hal itu disebut sebagai “counter-factional thinking.

Guru besar psikologi dari Ohio University yang mendalami counter-factional thinking menilai ada perbedaan antara fantasi kangen mantan dengan rasa marah. Sesungguhnya dalam penyesalan ada kaitan dengan hubungan asmara di mana setiap orang memiliki nostalgia yang indah. Pola mikir macam itu bisa jadi bagian dari cara pandang sehat tentang cinta.

Orang biasanya berpura-pura menyesel setelah hubungan percintaan mereka kandas. Mereka biasanya berangan-angan dan sengat sentimental. Yang mereka miliki adalah kerinduan mendalam dan nostalgia. Kenangan macam ini kadang bisa menguntungkan kok,” pungkas Markman.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Tahu

Kehilangan Teman Dekat Akan Bung Rasakan Saat Menjadi Ayah

Selain perkara usia yang membuat lingkungan pertemanan makin kecil dan lambat laun menghilang. Masa transisi menjadi seorang ayah juga dapat membuat seseorang kehilangan teman dekat. Khususnya seorang ayah baru. Mereka jadi memiliki tanggung jawab dan tak memiliki waktu lagi untuk berkumpul bersama teman-teman.

Ini bukan sebuah asumsi tak berdasar, namun dibuktikan lewat sebuah survei yang menemukan kalau satu dari lima laki-laki di Inggris benar-benar kehilangan teman dekat mereka satu tahun saat menjadi seorang Ayah. Tentu siklus ini cukup mengkhawatirkan. Para Ayah baru bakal menjalani hidup tanpa teman baik dan akan berjuang lebih keras menghadapi tekanan. Seperti yang dialami Ikenna Lewis-Miler, seorang laki-laki yang berusia 38 tahun.

Ikenna sendiri mengatakan sulit menemukan waktu untuk untuk menghabiskan waktu bersama teman-temannya setelah kelahiran putra pertama yakni Yesaya.

Adalah ide bagus untuk mencari teman yang sama-sama baru saja menjadi ayah. Banyak dari mereka akan berani menghadapi berbagai hal dan tidak akan memberi tahu siapa pun walaupun mereka merasa sulit,” kata Ikenna, dilansir Metro.

Bahkan dalam survei yang dilakukan oleh Ipsos Mori ditemukan kalau seperempat Ayah baru mengatakan kalau mereka merasa terisolasi dan tiga perempatnya mengatakan tingkat stres mereka meningkat di tahun pertama menjadi seorang ayah. Owen Sharp CEO Movember Foundation menyatakan kalau menjadi seorang Ayah adalah pengalaman berharga tapi sulit untuk menjalani transisi.

Menjadi seorang ayah adalah salah satu pengalaman hidup yang paling berharga, tetapi sampai saat ini belum diakui betapa sulitnya transisi itu bagi ayah baru, terutama yang berkaitan dengan kesehatan mental,” ujarnya.

Penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa peran teman dekat sangat penting untuk masa transisi seseorang menjadi Ayah baru. Teman dekat dapat memperhatikan dan bertindak sebagai penyangga terhadap tekanan. Bagi seorang Ayah baru menghabiskan waktu bersama teman juga dapat mengisi ulang atau mengisi ulang baterai baik untuk orang tersebut serta keluarga.

Movember Foundation mensurvei 4.000 laki-laki yang dilakukan menjelang Men’s Health Week pada 10-16 Juni dan Hari Ayah pada 16 Juni. Di Inggris sendiri, satu dari delapan laki-laki memiliki masalah kesehatan mental yang sama dan bunuh diri menjadi penyebab paling umum kematian bagi laki-laki berusia 20-49 tahun di Inggris dan Wales. Secara tidak langsung penting untuk laki-laki untuk berbicara terbuka tentang kesehatan mental mereka.

Hubungan pertemanan laki-laki dapat menjadi dukungan yang tak ternilai. Jadi bung, saat memiliki teman yang menjadi ayah sebaiknya mengetahui bagaimana keadaanya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

Yomamen.com adalah majalah online khusus pria Indonesia. Lahir dari keinginan untuk menyediakan tulisan khas laki-laki Indonesia. Membahas sekaligus mengkritisi urusan maskulinitas dan gaya hidup pria modern.

Facebook

Copyright © 2017 Yomamen.com

To Top