Teknologi

Ranking Naik Cepat dan Gold Padat dengan Menjadi Jungler yang Hebat di Mobile Legend

Saat bermain Mobile Legend, terkadang famring di lane kerap mengalami kesulitan. Gangguan dari hero musuh dan gank, membuat Bung kurang leluasa. Kalau begitu, cobalah dengan memilih hero jungler atas bahasa mudahnya “ngutan” Bung.  Secara teori sih memang mudah, Bung hanya perlu menghabisi creep di hutan untuk meningkatkan level lebih cepat dari hero lain.

Namun semakin tinggi rank Bung, maka bakal semakin sulit untuk memainkan peran ini. Belum lagi kalau hero musuh melakukan sweeping ke daerah Bung saat sedang asik-asiknya membunuh creep hutan, bakalan menjadi beban tambahan. Lantas adakah cara Bung untuk menjadi hero jungler yang benar?

Perhatikan dan Musnahkan Turtle

Ketika Bung memainkan hero jungler, sudah dipastikan creep buff adalah salah satu yang paling dicari. Sebelum Bung menentukan di mana creep buff yang ingin dibunuh, Bung harus perhatikan di mana lokasi dari Turtle. Lantaran hal itu bakalan berguna untuk mempercepat hero Bung bergerak ke arah Turtle dan dapat membunuhnya. Biasanya Turtle bakal muncul mendekati menit ke-2. Apabila pergerakan Bung ketahuan saat sedang melawan Turtle, panggilah bantuan agar posisi Bung tetap aman.

Lakukan Gank Diawal Permainan Agar Musuh Mendapatkan Kejutan

Jika Bung sudah menghabiskan seluruh creep buff yang ada di hutan. Memang sebaiknya Bung mengecek apakah Turtle sudah muncul apa belum. Melihat menit belum menujukan angka dua, alangkah baiknya Bung mengusahakan gank hero musuh di awal. Selain musuh belum terlalu sakit secara damage, back up yang dimiliki juga pasti jauh lantaran rekan lainnya lebih fokus untuk mengejar level. Gank yang dilakukan diawal jelas saja dapat memberikan suatu kejutan.

Musnahkan Hermit Crab yang Berada di Atas atau di Bawah

Ada seekor kepiting tepat berada di atas dekat sungai maupun di bawah Bung? Itu adalah Hermit Crab, dan sangat penting untuk dimusnahkan, lho. Exp dan gold yang berada di Hermit Crab cukup untuk mendongkrak level. Selain itu hero Bung bakal mendapatkan buff gold yang memberikan tambahan gold sehingga rangkaian item bakal lebih cepat dibanding hero lain.

Item Jungle Tak perlu Di-upgrade Bung

Saat memutuskan untuk menjadi hero jungler ada baiknya Bung membeli item khusus yakni Hunter’s Knife yang sangat berguna di awal permainan, item tersebut tak selalu harus di-upgrade agar menjadi lebih baik. Namun juga tergantung hero apa yang Bung pakai. Lancelot, Zilong atau Alucard membutuhkan item utamanya dan Hunter’s Knife hanya jadi item pembantu agar mempercepat faming. Tetapi kalau menggunakan Helcurt, Fanny, atau hero lain, item jungle ini wajib diupgrade karena memanfaatkan Retribution yang ditujukan kepada hero.

Jangan Terlalu Lama di Hutan, Keluarlah Untuk Berperang

Memang secara tugas hero jungler adalah melakukan farming di hutan. Tetapi objek kemenangan dari Mobile Legend bukanlah farming, kan? Farming hanya menjadi salah satu hal yang harus dilakukan hero untuk mendapatkan gold dan exp, tujuannya tetap menghancurkan semua turret sampai ke markas musuh. Untuk itu Bung harus berperang diawali dengan bergerak ke lane kosong untuk push guna mendapatkan turret atau memancing perang.

Ingat, lakukan semua itu saat Bung sudah merasa siap dari segi item dan level sehingga serangan bakal efektif dan maksimal. Tugas seorang hero jungler memang melakukan farming di hutan, namun jangan terlalu lama berada di hutan. Mulailah bergerak ke lane kosong saat tim melakukan team fight untuk mendapatkan item lebih cepat dari hero lainnya sekaligus defense turret milik tim Bung. Apabila merasa item sudah cukup, mulai bergabung dengan tim dan lakukan push secepat mungkin.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lifestyle & Fashion

Dibanding Mobile Legends, AOV Memang Menang Telak sebagai Gim MOBA Smartphone

Perdebatan antara dua gim MOBA smartphone atau yang kerap dipanggil sebagai gim MOBA analog, sudah mulai mereda. Meskipun masih ada saja beberapa orang yang memperdebatkan. Popularitas Mobile Legends, di Indonesia memang sangat besar terlihat dari antusiasnya para pecinta ML mendatangi event tournament sampai mantengin YouTube, guna melihat pemain pro yang melakukan live stream.

Tapi bayang-bayang, ML yang kerap unggul dari AOV mulai memudar, saat diumumkan oleh perwakilan Kemenpora kalau Arena of Valor akan menjadi salah satu gim yang dilombakan pada gelaran Asian Game ke 18th Jakarta-Palembang. Keputusan ini memicu pertanyaan, tentang kenapa tidak Mobile Legends saja yang diperlombakan di festival olahraga terbesar di Asia tersebut? Tapi kalau dibandingkan dari segala sisi secara komprehensif. AOV memang menang jauh dari ML, Bung! Salah satunya adalah soal keseimbangan dalam permainan.

Tak Ada Ketimpangan Permainan dari Gim Bernama Arena of Valor Ini

Sebenarnya dalam menentukan satu permainan apakah cocok diperlombakan atau tidak dapat dilihat dari keseimbangan gim itu sendiri. AOV dianggap sangat memenuhi aspek gim yang akan diperlombakan ini, terutama dalam urusan hero balance. Equipment atau skin yang digunakan tidak berpengaruh terhadap atribut atau stats.

Dibanding Mobile Legends di mana skin bisa berpengaruh kepada hero yang dipakai. Skin dalam AOV sendiri hanya mempercantik atau estetika, tidak merubah tampilan terutama dari segi kekuatan hero yang digunakan. Mungkin ini juga yang jadi pertimbangan hingga AOV layak dipilih untuk masuk di Asian Games.

Populer di 85 Negara, Tak Hanya di Asia Tenggara

Mungkin para die hard fans Mobile Legends, kerap menanyakan bagaimana AOV bisa lebih populer di 85 negara? Sedangkan dari total unduhan di Google Play Store dan AppStore saja kalah jauh ketimbang Mobile Legends. Memanfaatkan kesalahan fatal para die hard fans tersebut, AOV secara fakta memang dimainkan di 85 negara.

Adapun jumlah total unduhan yang sedikit karena AOV memiliki nama yang berbeda. Ini menarik Bung, terdapat 16 nama seperti Lin Quan di Vietnam, Penta Storm di Korea, Realm of Valor di Thailand, dan Strike of Kings di Negeri Tirai Bambu. Jadi apa yang dilihat oleh kalian, eh maaf maksudnya para die hard fans ML, hanyalah total unduhan yang ada di Indonesia saja.

Jenjang Permainan dari Newbie sampai Tingkat Profesional Terstruktur Jelas

Secara struktur, liga dan kompetisi yang dimiliki AOV menjangkau keseluruhan secara lebih baik, layaknya olahraga sepakbola. Karena kompetisinya menjangkau keseluruhan level permainan baik dari newbie, semi-profesional, sampai tingkat profesional.

Contohnya kalau di Indonesia, terdapat Valor Online Cup dan Tournament Battle of Valor dan tim-tim terbaik tersebut disaring menjadi pemenang dalam kompetisi tersebut dapat berjibaku dengan tim profesional di AOV Star League (ASL). Pemenang dari ASL bakal mewakili Indonesia di tingkat dunia pada ajang AOV World Cup, yang tahun ini diadakan di Los Angeles, dan Indonesia diwakili oleh tim Evos AOV. Sebagai catatan, ajang AOV World Cup tahun ini dimenangkan oleh tim asal Korea.

Memiliki Influencer yang Terkenal guna Merambah Popularitas AOV sebagai Gim Moba Bergengsi

Populer AOV sedang didongkrak secara perlahan dengan menggaet beberapa influencer dari kalangan orang-orang terkenal. Seperti artis, selebgram, blogger, sampai YouTuber dianggap memiliki pesan kuat dan mampu membius para followers untuk bermain AOV atau pindah dari ML menuju AOV. Ups… 

Pewdiepie merupakan salah satu influencer yang memainkan AOV. Kemudian ada komposer dibalik film-film terkenal seperti Batman The Dark Knight dan Inception yakni Hans Zimmer. Sedangkan di Indonesia ada YouTuber macam Raditya Dika, Bayu Skak, dan Pokopow.

AOV Tak Terjerat Kasus Hukum seperti Mobile Legends

Selain para influencer yang mengambil peranan penting untuk membangkitkan AOV sebagai gim MOBA bergengsi. Ada pula para pro player Mobile Legends khususnya di Eropa yang beralih ke AOV. Seperti iFlekzz, Blue Panda, dan Zxuan. iFlekzz beralasan kalau Mobile Legends di Eropa tak begitu berkembang dan diminati terlihat dari turnamen yang diselenggarakan sangat jarang.

Sedangkan Blue Panda memiliki pandangan berbeda, Mobile Legends yang terlibat banyak kasus hukum mempengaruhi psikologisnys hingga merasa jenuh dan memutuskan untuk berhenti bermain. Sejauh berita ini diturunkan, AOV pun aman tak pernah ada berita miring. Terutama soal gim plagiat seperti gim MOBA “sebelah’. Baru kali ini ya Bung, Rumput tetangga tak lebih hijau.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Teknologi

Damage Makin Sakit dengan Cara Memilih Item yang Paten dan Sip

Dalam game Mobile Legends, item menjadi penunjang setiap hero yang bakal dipakai. Kekuatan bakal bertambah seiring dengan emblem yang Bung miliki dan tentunya pemilihan item. Pemilihan item yang sesuai untuk hero bakal berdampak besar ketika team fight, sehingga Bung dapat menghancurkan musuh dengan mudah.

Setiap item pasti memiliki unique passive dengan beragam fungsi. Ada item yang menambahkan sejumlah attack baik physical maupun magical, defense dan lain-lain. Nah, ada pula item yang bakal menambahkan damage ekstra, yang mungkin bisa jadi item favorit Bung selanjutnya. Karena item tersebut memberikan ekstra kerusakan sesuai dengan fungsi item, Bung. Bisa jadi fungsinya akan menambahkan damage pada serangan dasar dan bisa juga ke skill.

Cursed Helmet

Mungkin Bung senang memilih hero dengan bentuk badan besar dan juga pertahanan yang kuat. Hero tank adalah salah satu yang cocok Bung mainkan berarti. Nah, untuk menghadapi hero mage yang menggunakan skill saat berperang, item Cursed Helmet ditengarai wajib Bung miliki. Bukan karena magic resistance-nya saja yang besar, tetapi damage ekstra yang diberikan juga besar yakni 15% max HP musuh sebagai magic damage. Tak perlu menyerang dengan cara apa pun, kalau Bung memakai Cursed Helmet. Cukup dekati saja musuhnya, maka HP-nya bakal berkurang terus.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Review

Munculnya PlayStation 5 Dapat Setara Dengan PC Rakitan Belasan Juta

Bagi Bung yang gemar bermain game, hadirnya game di gawai bahkan di komputer mungkin belum bisa mengalahkan kegilaan Bung dalam bermain game di konsol macam PlayStation. Sensasi yang diberikan dari game konsol ini mungkin belum dapat terkalahkan secara experience. Apalagi banyak game yang memang secara khusus dirilis di konsol ini dan tidak ada di perangkat semacam PC ataupun gawai.

PS 4 memang belum terlalu lama sudah keluar dan dinikmati banyak orang. Namun, kehadiran konsol ini pun bakal berevolusi beberapa tahun lagi. Nah, bagi Bung yang masih mencintai PlayStation, mungkin kehadiran PS5 bisa menjadi barang wishlist yang dinanti-nanti. Performa dari generasi ke-5 PlayStation ini pun bakal lebih dewa dan berbahaya. Bahkan seharga dengan PC yang bernilai Rp 15 juta! Penasaran, Bung?

Menjadi Jendela Bagi Game yang Berbasis VR

Memang belum ada ungkapan secara resmi konsol ini bakalan menawarkan apa saja bagi penggunanya. Namun beberapa orang percaya kalau kehadiran PS5 nanti bakal menjadi pintu bagi game-game yang akan dikembangkan dengan VR atau virtual reality. Lantaran VR nampaknya menjadi salah satu hal yang memungkinkan karena kecanggihan dari teknologi ini memang dalam beberapa kesempatan sudah dikembangkan ke dalam gim. Bisa saja PlayStation bakal merilis fitur ini di konsolnya nanti.

Membaca Emosi Kala Pengguna Sedang Bermain

Spesifikasi tercanggih yang bakalan hadir, meskipun baru sekedar gosip-gosip yang berbisik dibalik beberapa sumber adalah PlayStation 5 dapat mendeteksi emosi pemainnya. Fitur ini disebut sebagai Emotion Engine, memang belum jelas bagaimana cara kerja dari fitur ini sebenarnya. Prediksinya bakalan meredam emosi dari para pemain apabila emosi tak terkontrol dengan cara memberikan peringatan. Apalagi banyak kumpulan video di internet tentang pemain yang emosi atau rage ketika kalah dalam permainan dengan membanting konsol atau memecahkan TV.

Demi Grafis Setingkat “Dewa”, PS5 Akan Menggunakan VGA

Kabar yang satu ini nampaknya yang paling sering tersiar di mana-mana, Bung. Karena PS5 bakal memberikan pengguna grafis yang “dewa” sehingga Bung merasakan sensasi realitas dari permainan yang Bung bakal mainkan. Seperti dilansir dari TweakTown kalau PS5 tidak akan memakai APU seperti pendahulunya. VGA yang dipakai pun bakal setara dengan PC rakitan yang kisaran harganya mencapai Rp 15 jutaan yakni AMD Vega atau Nvidia GTX 1070.

Dengan Menyematkan VGA, Tampilan Unreal Engine 4 Photorealism Semakin Nyata

Unreal Engine 4 dapat dibilang adalah engine game terbaik saat ini, Bung. Pembuatan dan penyempurnaanya sudah dikembangkan sejak tahun 1998 oleh Epic Game. Memang kemampuannya belum maksimal karena ada keterbatasan kemampuan dari perangkatnya, seperti di PS4. Nah, kemungkinan besar kalau Bung penasaran seperti apa tampilan Unreal Engine 4 Photorealism, Bung dapat cek YouTube milik Predcaliber. Dan begitulah kira-kira tampilan game di masa depan. Eits, kalau Bung mau menonton, resolusinya minimal HD 720p ya, karena seperti itu kurang lebih grafis dari PS5 nantinya.

Meluncur di Tahun 2020, Apakah PS5 Sudah Siap Untuk Dipasarkan?

Memang segala waktu dan perencanaannya bisa berubah-ubah, apalagi PlayStation masih hangat kala merilis PS4 ke pasaran dan sampai sekarang diminati banyak orang. Bahkan dibalik spesifikasi yang “katanya” bakalan canggih apabila hadir, PS5 nantinya bakalan dibanderol dengan harga Rp 8 juta, yang jelas saja kalau dibanding dengan PC rakitan, jelas lebih menggiurkan.

Namun, banyak juga yang memperkirakan kalau PS5 baru akan keluar di tahun 2021. Nah Bung, andai saja semua spesifikasi dan fitur yang tertera itu nyata dan bukan cuap-cuap belaka, apakah Bung bakal membelinya? Tapi, kira-kira si nona bakal mengizinkannya tidak ya?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

Yomamen.com adalah majalah online khusus pria Indonesia. Lahir dari keinginan untuk menyediakan tulisan khas laki-laki Indonesia. Membahas sekaligus mengkritisi urusan maskulinitas dan gaya hidup pria modern.

Facebook

Copyright © 2017 Yomamen.com

To Top