Lebih Baik

Quarter Life Crisis Tak Akan Bisa Selesai dengan Meratapi, Menurut Psikologi Harus Dihadapi

Bagi bung yang baru saja menginjak usia 25 atau berada di bawah usia 25, fase Quarter Life Crisis lumrah dilalui setiap orang. Bisa dibilang fase ini sebagai puncak kedewasaan seseorang untuk meninjau kembali masa lalu yang telah ia dapatkan.

Kebanyakan yang mengalami Quarter Life Crisis hanya meratapi bagian hidup tanpa memberikan solusi untuk menghadapi. Padahal meratapi dengan memikirkan kembali segala kejadian di masa lalu hanya akan membuat kondisi semakin tertekan, krisis dan depresi.

Untuk itu, sebaiknya ikuti beberapa tips psikologi di bawah ini untuk menghadapi quarter life crisis.

Menentukan Tujuan

Sebenarnya perhitungan dewasa atau tidak seseorang sangat sulit untuk ditakar. Namun mengakar dari kebudayaan yang beredar di Indonesia, seseorang akan dianggap dewasa setelah menyelesaikan masa kewajiban belajar.

Padahal setelah menyelesaikan masa SMA dan Kuliah, justru kebingungan teradapat dalam persimpangan kehidupan tersebut untuk menentukan ke mana kita akan melangkah. Untuk itu, kembangkan kognitif atau cara berpikir kita, agar mampu memiliki pemikiran yang sesuai dan tidak salah melangkah. Setelah itu tinggal mematangkan tujuan.

Tak Perlu Menghadapi dengan Ketakutan atau Kebingungan

Fase kehidupan yang dilalui setiap orang sesungguhnya ada banyak. Salah satunya adalah fase quarter life crisis. Sesungguhnya fase ini tidak perlu dihadapi dengan rasa bingung atau ketakutan yang berlebihan. Perasaan takut berlebih akan membuat kita semakin tenggelam dalam krisis dan terjebak akan di fase ini.

Setelah itu kita akan bingung untuk menentukan bagaiaman hidup ke depan.  Jadi, jangan berkutat akan rasa bingung dan ketakutan, tapi hadapi dengan senyuman. lagi-lagi dalam kondisi ini dibutuhkan untuk merangkai pola fikir terutama dalam perkembangan tahap kognitif.

Mencoba Memahami Tentang Tahapan Hidup

Saat kita dianggap sudah dewasa yang paling sulit adalah menentukan pilihan hidup. Sebagai orang yang baru memilih jalan hidup mana yang akan dicapai pastilah sulit kan bung, bahkan banyak juga yang merasa merugi karena salah ambil jurusan dan pilihan.

Maka dari itu perbanyak membaca dan mengetahui seluk beluk kehidupan yang akan dipilih. Seperti dunia perkuliahan dan pekerjaan, jangan karena merasa “keren” atau “lagi zaman” membuat kalian menekuni bidang yang sebenarnya tidak kalian cintai. Justru dipertengahan jalan akan merasa galau dan berada di tahapan yang sia-sia. Maka tentukan hidup dengan hal yang kalian inginkan dan pelajari dalam-dalam.

Jangan Malu Berdiskusi dengan Orang Tua

Hampir serupa dengan sebelumnya, yang mana ini masih berkutat kepada soal pilihan. Dari yang menentukan karir, apakah mengambil S2 atau apakah menikah biar bisa hidup lebih mandiri. Semua hal ini pasti terlintas sejenak dipikiran, apalagi lingkungan selalu memberikan pelajaran baru seperti ada teman yang sudah menikah, ada yang mengambil S2 ada yang mantap berada di jalur karirnya.

Hal ini membuat kita semakin kaya akan pilihan sekaligus bingung mana yang tepat untuk diikuti. Oleh sebab itu coba diskusi dengan orang tua, meskipun tidak begitu relate dengan era sekarang, akan tetapi orang tua biasanya paham apa yang harus dilakukan oleh anaknya.

Jaga Hubungan dengan Media Sosial

Media sosial adalah sebuah godaan yang menyebalkan terutama saat melihat orang memamerkan barang atau pencapaian yang didapat. Ini jadi sebuah dilema, yang awalnya tak peduli lambat laun jadi membandingkan diri sampai sejauh mana proses yang telah kalian lakukan. Apalagi saat melihat mereka tampak bahagia sedangkan kita masih begini-gini saja.

Perjalanan hidup yang dipilih tidak harus sesuai harapan publik bahkan passion sekalipun. Semua tergantung dari realita dan nikmati proses dan tantangan yang ada. Jadi jangan gampang terombang-ambing lewat media sosial, pendirian harus dijaga sambil melihat-lihat apakah hal yang dipegang ini benar adanya atau masih ada salahnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Keren

Tak Perlu Barang Mewah Untuk Terlihat Gagah

Sudah bawaan lahir sepertinya laki-laki bersifat cuek. Bahkan di tahun 2019 masih banyak laki-laki Indonesia yang cenderung tak peduli dengan gaya berpakaian. Padahal hanya memerlukan item basic untuk membuat laki-laki tampil ganteng dan asik. Sayangnya, kita kerap berpikiran kalau mau tampil ganteng dengan mendapat spotlight harus dengan barang mewah.

Nah untuk itu ada solusi terbaik untuk membuat laki-laki terlihat lebih gagah. Dengan pelbagai barang yang tak perlu mewah. Berikut ini barang-barang standar atau basic yang bisa merubah penampilan bung sepuluh kali lipat jauh lebih asik dari biasanya.

Memakai Jam Tangan

Mengenakan jam tangan mungkin sudah jamak dilakukan laki-laki. Tapi kenapa tidak begitu mencuri perhatian? Untuk itu bung harus memakai jam tangan yang dapat mencuri perhatian secara kesuluruhan. Atau dengan kata lain yang mencolok. Bukan berarti kalian menggunakan jam tangan sporty yang besar dengan lapisan karet lho. Karena itu sudah terlalu umum bung.

Mencolok lebih kepada besar pergelarangan tangan disertai dengan desain yang menyesuaikan tampilan. Terdapat dua jam tangan yang bisa dipilih, dress watch untuk tampilan formal dan aviator watch yang aman dengan setelan kasual. Seperti jam tangan dengan strap kulit atau steel.

Mengenakkan Blazer

Sayang sebenarnya kalau tidak memiliki blazer. Kenapa? karena pakaian luar ini cocok  dikenakan dalam berbagai situasi baik formal mau pun kasual. Blazer dapat menekankan aura profesional seseorang untuk bisa tampil lebih berwibawa dan bersahaja, apalagi saat meeting atau bekerja.

Sampai-sampai pelabelan smart  terselip di dalamnya. Tak pelak pemakaian blazer juga mendongkrak penampilan menjadi lebih tampan. Tak percaya?

Memakai Briefcase

Sebagai bagian bentuk dari kedewasaan saat bekerja, lebih baik tinggalkan backpack lah bung. Backpack tak lebih masa indah saat kita sekolah dan kuliah, masa iya dipertahankan saat bekerja? Gantilah backpack dengan menggunakan briefcase untuk keperluan menyimpan dokumen dan laptop kerja. Makin lebih bekelas lagi kalau mengenakan briefcase yang berbahan kulit, membuat bung sangat tampan nan asik. Alias lebih laki abis!!

Menggunakan Syal

“loh, buat apa mengenakan syal di negara tropis?”, Eitss tahan dulu bung. Mengenakan syal juga memiliki fungsi terutama menjaga leher tetap hangat, menahan hembusan angin sampai menutup debu yang mengganggu.

Apalagi tinggal di Jakarta, yang kualitas udaranya salah satu terburuk di dunia. Jadi tidak salah kan? selain itu, menggunakan syal membuat kalian lebih ‘tampil’ di antara lain, yang notabene hanya memakai kaos dan celana denim.

Menggunakan Kaca Mata Hitam

Mengenakan kaca mata hitam, hmmm ini bisa jadi salah satu penunjang ketampanan kalian. Tentu kali ini pas untuk dipakai di siang hari kan? karena cuaca yang panas membuat silau. Jangan asal pilih kacamata, justru kalian harus memilih yang sesuai dengan bentuk wajah. Selain itu ada lensa kacamata kw yang malah merusak mata, jadi sebaiknya pilih produl yang kredibel dan asli.

Itu dia beberapa barang dasar atau item basic yang dapat menunjang penampilan. Tak perlu mahal kan? atau membeli barang yang ke-hypebeast-hypebeast’an. Karena untuk tampil ganteng dan lihat orang tak perlu merogoh kocek hingga dalam-dalam.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Baik

Ada Beberapa Tips, Jika Bung Terpaksa Bekerja di Kantor yang Toxic!

Di dunia kerja zaman sekarang, berada di lingkungan toxic atau burnout dapat mempengaruhi kesehatan pekerja. Kelelahan, depresi atau sakit jadi kendala yang sering ditemui. Situs luar macam The Ladders menyatakan toxic dalam dunia kerja adalah kondisi kantor tidak ideal, seperti bullying, kurangnya kepercayaan, tidak menghargai dan bermacam jenis hal negatif lain. Secara efek tidak hanya merugikan pekerja tapi kondisi internal kantor.

Sebenarnya solusi dari lingkungan di tempat kerja toxic adalah pindah kerja. Namun tak semua orang bisa begitu mudah untuk pindah kerja bung. Faktor yang membuat orang bertahan biasanya belum mendapat tempat kerja baru dan ingin mendapatkan pengalaman minimal setahun.

Nah bagi bung yang sudah terjebak , terdapat cara meredakan efek negatif di tempat kerja dengan cara memulai dari sebelum kerja, saat kerja dan sepulangnya. Berikut ini tips yang dilakukan dirangkum dari The Ladders.

Tidak Mengecek Email Sebelum Kerja

Sebelum memulai pekerjaan, semisal sedang di rumah dan bersiap untuk berangkat jangan mengecek email kerja. Karena akan menghabiskan waktu lebih lama dengan mindset negatif.  Jaga kemungkinan untuk tetap positif, karena dalam lingkungan kerja yang toxic segala hal kaitan dengan kerja bisa memberikan mindset negatif.

Ingat Sebuah Hal Positif yang Sudah Bung Lakukan di Pagi Hari

Hal positif banyak macam, mengingat hal ini dapat memberikan sentuhan bagus untuk memulai hari dengan positif. Semisal memulai hari dengan olahraga, dapat jadi acuan kalau diri sudah melakukan aktvitas positif. Bisa juga dengan mengingat kemari dapat pulang tepat waktu meskipun ranah pekerjaan yang banyak. Membawa pikiran ke hal seperti itu dapat membawa ke ranah yang positif.

Bersyukur Dengan Apa yang Telah Didapat

Dengan cara membuat daftar bersyukur lewat apa saja keuntungan yang telah bung dapatkan di tempat kerja.  Terutama keuntungan-keuntungan yang sifatnya positif. Mood bung dapat berubah serta mencegah otak terbawa ke arus pikiran yang negatif.

Hindari Rekan Kerja yang Berpotensi Menciptakan Konflik

Ketahui medan kerja itu penting apabila berada di lingkungan yang toxic. Dengan cara melihat rekan kerja yang berpotensi membawa arus pertikaian. Menyingkirlah dari mereka, konflik tersebut bisa menyebabkan stres karena waktu harus terbuang dengan pertengkaran yang tak jelas serta membawa aroma negatif di tempat kerja.

Mencari Support System

Menciptakan support system menjadi salah satu cara untuk mensiasti tempat kerja yang terlalu toxic. Pasti dari sekian rekan kerja yang menyebalkan, ada yang masih dapat diajak bekerja sama. Setidaknya untuk membuat lingkungan kerja jadi produktif untuk memancing semangat satu sama lain, terutama saat sedang down.

Untuk Jaga-Jaga, Selalu Dokumentasikan Segala Perlakuan yang Tak Menyenangkan

Mendapatkan perlakuan yang tak menyenangkan bisa saja terjadi di lingkungan kerja yang toxic. Bahkan sampai yang merugikan sekalipun, untuk itu guna menjaga-jaga coba mendokumentasikan apa yang terjadi. Perekaman dilakukan dalam interaksi positif dan negatif, yang bisa bung laporkan saat mendapatkan kelakuan toxic dari pihak yang berwenang.

Cobalah Ganti Cara Berpikir Bung

Cara berpikir harus diganti untuk menghadapi sesuatu yang sifatnya negatif terutama terkait interaksi. Coba memandang secara positif dapat mengurangi stress. Kurangi kadar emosi yang diberikan terutama dalam interaksi. Tarik nafas dalam merespon sesuatu dapat membantu pikiran untuk tetap fokus demi raih hasil positif.

Meningkatkan Kualitas Diri

Pelajarilah sebuah skill baru. Selain menambah ilmu, menambah skill juga menyiapkan diri untuk peluang kerja di masa yang akan depan. Selain itu, memiliki kemampuan baru sangat berguna apabila tiba-tiba bung didepak dari kantor oleh hasil picik yang dilakukan rekan kerja toxic. Jadi lebih percaya diri untuk pindah nanti.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Baik

Tips Untuk Meningkatkan Orgasme Saat Melakukan ‘Ena-Ena’

Mendengar kata orgasme dapat membuat bulu kuduk merinding. Puncak kenikmatan berhubungan seks ini didapat saat melakukan secara klimaks atau mendapat ‘servis’ yang puas. Ngomong-ngomong soal orgasme bung, hal ini tidak mudah didapat meski dianggap sudah kewajiban kala berhubungan. Banyak pasangan yang memalsukan orgasme karena merasa tidak enak dengan pasangan.

Cosmopolitan pada 2015 melakukan survei kepada 2.300 orang. Hanya 57 persen yang mengalami orgasme saat berhubungan seks dan sekitar 27 persen lagi, menjawab  jujur memalsukan diri untuk soal orgasme. Sesungguhnya hal ini terjadi karena hubungan ‘Ena-ena’ berjalan tanpa ritme. Seperti dikatakan Terapis Seks Ian Kerner dikutip dari Business Insider Singapore.

Secara umum, ketidakmampuan untuk orgasme cenderung disebabkan oleh kurangnya stimulasi klitoris, penghambat seperti kecemasan dan citra diri, atau kurangnya kepercayaan diri,” bilang Kerner.

Demi mendapatkan orgasme ada stretegi dan tips untuk meningkatkannya. Sebaiknya bung simak baik-baik ya.

Lakukan Stimulasi Pada Klitoris

Banyak wanita mengatakan, mereka tidak mendapatkan rangsangan yang cukup melalui pemanasan,” kata Kerner

Tahan nafsu untuk penetrasi karena itu tidak membuat pasangan merasa puas. Kala foreplay harus lebih aktif terutama dalam memberikan rangsangan agar kenikmatan dalam melakukan hubungan lebih terjamin. Salah satunya dengan menstimulasi bagian klitoris.

Survei Comspolitan juga mengungkap kalau 15 persen responden perempuan dapat orgasme saat stimulasi vagina sendiri. Sementara 20 persen butuh rangsangan di bagian klitoris dan vagina. Pendidik kesehatan seksual, Debra Herbenick mengatakan kalau bagian luar klitoris merupakan kelenjar dengan 8.000 ujung saraf. lakukan rangsagan daerah itu memunculkan sensasi yang menyenangkan.

Meminta Si Nona Untuk Bermeditasi Demi Ketenangan Diri

Beberapa wanita merasa sulit untuk menghilangkan stres, kecemasan, atau bagian dari diri mereka yang mengkhawatirkan berbagai hal,” kata Kerner.

Berikan saran kepada pasangan untuk melakukan meditasi. Karena meditasi membuat perasaan si perempuan lebih tenang dan mampu merasakan diri sendiri. Meditasi sangat membantu saat melakukan hubungan badan, membuat perempuan dapat merasakan sensasi yang hadir saat pemanasan dan seks.

Menggambarkan Fantasi Satu Sama Lain Memancing Orgasme

Salah satu saran lainnya dari Kerner adalah meminta pasangan untuk menggambarkan fantasi satu sama lain dan fokus untuk mencapai orgasme. Hal ini dapat membantu mengalihkan pikiran yang kacau. Lantaran kesibukan dalam beraktivitas sehari-hari atau masalah yang sedang dialami.

Memberikan Pujian Untuk Menambah Rasa Percaya Diri

Studi tahun 2016 di Socioaffective Neurosciene and Psychology mebeberkan kalau perempuan dengan rasa percaya diri tinggi mengalami orgasme lebih sering. Berikan pujian kepada pasangan salah satu cara untuk menambah kepercayaan diri, terutama saat melakukan hubungan di ranjang. Demi menghadirkan orgasme saat berhubungan.

Lakukan Komunikasi Saat Berhubungan

Ubah pasangan Anda menjadi sekutu daripada berjuang hingga putus asa untuk menebak apa yang mereka inginkan,” kata Kerner.

Jangan hanya asik sendiri saat berhubungan, justru bung harus mengkomunikasikan terhadap pasangan tentang yang dialami soal seks. Seperti perasaan, atau hal yang tidak sengaja mengenai salah satu bagian tubuh yang tidak disukai. Kalau masalah serius, sebaiknya bicara dengan terapis profesional terutama yang kaitan dengan fisik dan kesehatan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

Yomamen.com adalah majalah online khusus pria Indonesia. Lahir dari keinginan untuk menyediakan tulisan khas laki-laki Indonesia. Membahas sekaligus mengkritisi urusan maskulinitas dan gaya hidup pria modern.

Facebook

Copyright © 2017 Yomamen.com

To Top