Lifestyle & Fashion

Prosesi Nikah Massal Akan Digelar di DKI Jakarta Saat Malam Tahun Baru Tiba

Malam pergantian tahun 2018 akan digelar cukup berbeda di DKI Jakarta dibanding tahun-tahun sebelumnya. Gubernur DKI, Anies Baswedan dikatakan bakal melangsungkan prosesi nikah massal menjelang malam pergantian tahun 2018. Tradisi ini katanya sudah pernah dilakukan pada tahun sebelumnya, saat Sandiaga Uno masih mendampingi Anies sebagai Wakil Gubernur DKI.

Anies menyatakan bahwa tinggal menunggu finalisasi saja dari semua ini. Lantaran giat nikah massa sudah dirundingkan sejak dua sampai tiga minggu lalu sebelum disampaikan kepada khalayak.

Kemarin sudah dirapatkan, rencanaya begitu (ada nikah massal), tapi nanti finalnya nanti saya umumkan dan jumlah pasangan dinikahkan nanti diumumkan,” ujar Mantan Kementrian Pendidikan tersebut.

Giat nikah massa pada rapat Forum Badan Anggaran DPRD DKI Jakarta menjadi perdebatan pada bulan September. Saat itu mereka mencoret anggaran nikah massal sebesar Rp 566 juta yang diajukan kepada Biro Pendidikan Mental dan Spritual DKI Jakarta.

Alasan anggaran tersebut dicoret karena belum masuk dalam Rancangan Kerja Perangkat Daerah (RKPD). Pelaksana Harian Kepala Biro Dikmental Jafar Abdul Malik mengatakan, anggaran dicoret tersebut karena hendak digunakan untuk memberi bingkisan nikah massal untuk 534 pasangan.

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Baik

Merasa Kaya Padahal Sebetulnya Kere, Ini Cirinya Bung!

Faktanya ada orang yang tak menyadari kalau mereka sebenarnya masih miskin. Bung sendiri bagaimana? Walau kaya miskin itu relatif, tapi sesungguhnya ada patokan jelas yang bisa membedakan apakah seseorang itu termasuk miskin atau tidak. Supaya tak terjebak ilusi yang membuat diri merasa kaya, coba simak beberapa cirinta berikut ini.

Bila Kehilangan Pekerjaan, Maka Tabungan Bung Tak Cukup Sebagai Biaya Hidup Setidaknya untuk 3 Bulan ke Depan

Tanda pertama kalau finansial Bung masih bermasalah adalah bila saldo tabungan Bung selama ini tak cukup untuk menopang hidup Bung selama setidaknya tiga bulan ke depan, bila Bung kehilangan pekerjaan sewaktu-waktu.

Sementara mereka yang sudah mengalami kebebasan finansial, sekalipun mendadak tak punya kerja di hari ini juga, ada dana cadangan yang sudah mereka siapkan sehingga tak perlu khawatir memakai uang tabungan. Tak banyak orang yang memikirkan soal hal ini. Ya, memang hanya orang-orang kaya yang sudah menyiapkan ‘dana darurat’ untuk kehidupan mereka.

Bung Masih Kesulitan Membayar Berbagai Macam Tagihan Pokok

Faktanya, masih ada tagihan yang perlu Bung lunasi. Entah tagihan telepon, listrik, air, dan semacamnya. Bahkan ada kalanya Bung menunda pembayarannya karena memang anggaran untuk membayar hal tersebut sedang dipakai untuk membiayai tagihan lainnya. Nah jika Bung belum bisa membayar tagihan-tagihan biaya hidup ini, maka Bung bisa dipastikan masih miskin

Saat Belanja, Bung Masih Terbuai dengan Rayuan Potongan Harga

Bung, masih sering memanfaatkan diskon atau voucher saat berbelanja? Atau masih sering terbuai diskon dan akhirnya beli barang padahal belum tentu Bung butuh barangnya juga. Terperdaya dengan diskon adalah kelemahan yang dimiliki mereka yang belum memiliki kebebasan finansial. Coba ingat lagi, kapan Bung belanja hanya karena melihat barang tersebut murah harganya?

Begini Bung, tak ada yang salah dengan memanfaatkan diskon. Tapi pola pikir ini sebaiknya segera Bung ubah bila memang mau melatih diri jadi orang sukses. Orang sukses bukan menghambur-hamburkan uang saat melihat diskon. Mereka fokus pada cara mereka menaikkan pendapatan dan memanfaatkan uang yang ada demi mendapat uang yang lebih banyak.  

Bung Masih Sering Mengonsumsi Makanan Cepat Saji

Memang tak ada yang salah dengan mengonsumsi makanan cepat saji. Tapi jangan lupakan urusan nutrisi apalagi makanan bernutrisi dibutuhkan tubuh setiap harinya. Nutrisi adalah bahan bakar untuk beraktivitas, Bung. Makanan cepat saji hanya mengandung sedikit nutrisi. Efeknya, kalau tubuh Bung tak sehat, maka produktivitas pun berpengaruh, bahkan Bung jadi tak fokus pada pekerjaan. Daripada biasa jajan makanan cepat saji, lebih baik latihan masak saja Bung.

Saat Orangtua Meminta Dibelikan Sesuatu, Bung Masih Pikir-pikir untuk Memenuhinya

Bukan Bung tak sayang orangtua. Tapi memang keadaan finansial yang tak mendukung ya Bung? Jauh di lubuk hati Bung tentu Bung maunya memenuhi keinginan orangtua. Tapi tak usah bersedih hati bila Bung memang harus menunda keinginan tersebut. Setidaknya, jadikanlah hal tersebut sebagai motivasi agar Bung bisa memenuhi permintaan tersebut suatu hari nanti.

Di Hari-hari Tertentu, Bung Masih Kekurangan Pakaian Dalam dan Kaos Kaki

Prinsip hidup orang kaya adalah membuat diri mereka nyaman. Sudahkah Bung berpikir demikian? Urusan sederhana seperti jumlah pakaian dalam dan kaos kaki saja rasanya masih kurang ya Bung. Kebersihan dua barang ini pun masih dipertanyakan. Sementara mereka yang sudah mapan, percayalah, tak ada yang namanya membuka lemari lalu kehabisan celana dalam dan kaos kaki.

Bung Masih Belum Bisa Lepas dari Kecanduan akan Barang Tertentu

Bung, coba pikirkan lagi, apakah Bung masih memiliki kecanduan terhadap satu hal tertentu yang belum bisa dilepaskan sampai hari ini? Ini salah satu tanda Bung belum bisa masuk golongan orang kaya. Begini, orang kaya adalah orang yang suka kebebasan. Mereka tak mu dikontrol oleh sesuatu bahkan oleh orang lain. Mungkin memang setiap orang punya kesukaan terhadap sesuatu, tapi tak semuanya bisa mengatasi rasa sukanya itu agar tak jadi kecanduan.

Apapun yang sifatnya berlebihan, tak baik kan Bung? Orang yang sukses biasanya sudah memiliki pola pikir bahwa mereka sampai melakukan kesalahan yang tak seberapa tapi efeknya besar untuk hidup mereka.

Kalaupun Punya Mobil, Usianya Sudah Lebih dari 10 Tahun

Untuk urusan mobil, orang kaya mengerti kalau memiliki kendaraan dengan fitur terbaru bukan semata prestis, tapi memang sangat menguntungkan mereka karena bisa memberikan kenyamanan sekaligus menjanjikan performa yang baik. Tapi kali ini, Bung belum bisa menyamai gaya hidup mereka. Alih-alih beli mobil baru, seseorang belum bisa dikatakan kaya bila usia mobilnya sudah lebih dari sepuluh tahun.

Bung Masih Berharap Kelak ada Dana Pensiun dari Pemerintah

Orang sukses punya prinsip untuk tak berharap pada pihak manapun. Sementara orang dengan mental miskin sejatinya selalu berharap datangnya bantuan dari orang lain demi melepaskan diri dari jerat masalah finansial yang menderanya.

Contoh nyatanya, bila Bung masih berharap di masa pensiun kelak ada dana pensiunan atau pemerintah yang mau memberi tunjangan pensiun, berarti Bung masih belum bisa dikategorikan sebagai golongan orang kaya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Baik

Tingkah Polah Orang-Orang yang Pura-Pura Kaya

Ironisnya ya Bung, segelintir orang menolak fakta kalau memang harta mereka belum seberapa. Alih-alih memperbaiki kasta, ada yang memilih masuk golongan pura-pura kaya. Mereka menghidupi imajinasi dengan banyak sesumbar. Kalau Bung jeli, mudah sekali mengenali tipikal orang yang demikian. Salah satunya tentu, dia kelihatan banyak bicara padahal tak punya apa-apa.

Orang yang Ngaku Kaya, Memuja Merek Setinggi Langit Bukan Karena Kualitas

Ya, mereka lebih peduli pada imej yang dimiliki merk tersebut. Katakanlah sebuah sepatu dengan merk terkenal. Mereka yang ingin terlihat kaya akan menjadikan merk tersebut sebagai ‘tameng’. Alih-alih memahami kualitas dan mengutamakan kenyamanan, golongan orang-orang ini justru jumawa karena sudah ‘sanggup membeli’. Tujuannya, tentu berharap dapat afirmasi dari sekelilingnya atas kesanggupannya itu.

Nah, untuk golongan yang benar-benar kaya, ihwal merk adalah urusan kesekian. Yang penting, barang  tersebut berkualitas dan nyaman dipakai. Itulah kenapa beberapa barang dengan merk kelas atas justru kelihatan memiliki tampilan yang membosankan dan itu-itu saja.

Merek pengenalnya biasanya hanya tampil kecil nan tersembunyi. Ini karena para produsen mengerti pasar. Mereka hanya akan memproduksi barang untuk kalangan sendiri yang tak akan dipahami oleh golongan yang hanya mengglorifikasi sebuah merk.

Ngaku Kenal dengan Banyak Orang Besar Demi Terlihat Gahar

Bung pernah kan ketemu dengan orang-orang semacam ini? Mereka entah kenapa suka dan piawai sekali membangun cerita seolah-olah mereka kenal akrab dengan orang besar seperti pejabat atau selebritis. Padahal kita sama-sama tahu ya Bung, hal tersebut hanya omong kosong belaka.

Percayalah, orang yang benar-benar kaya dan punya banyak koneksi hebat tak akan sesumbar mengenai teman-teman dekat mereka. Buat orang kaya betulan, privasi justru nomor satu.

Entah Mengapa, Lawan Bicara Akan Mudah Bosan Berinteraksi dengan Orang yang Pura-pura Kaya

Bung, kasta mungkin bisa dimanipulasi. Tapi kelas dan perilaku tak bisa dibuat-buat. Orang yang pura-pura kaya biasanya tak disertai kemampuan yang cakap untuk membuat lawan bicara mereka percaya 100 persen dan tahan untuk berinteraksi terus dengannya. Ini karena bahasan mereka tak bisa meluas.

Mereka terjebak pada topik membangun imej kaya sehingga yang dibicarakan selalu mengenai uang dan kekayaan. Tak ada yang lebih menyenangkan selain pamer kepada lawan bicara. Padahal, orang kaya raya betulan tak akan banyak sesumbar mengenai uang yang mereka hasilkan.

Dia yang Mau Dicap Sukses, Selalu Ingin Kelihatan Punya Proyek Besar

Orang yang pura-pura sukses selalu membicarakan sesuatu besar nan potensial yang sedang ia kerjakan. Memang, mereka memiliki rencana. Hanya saja, mereka tak punya konsistensi dan disiplin diri yang tinggi. Hal ini membuat potensi nan besar itu akhirnya tak bisa membawa mereka benar-benar naik kasta. Proyek besar yang dikerjakannya sekarang tak dibarengi dengan perencanaan matang untuk jangka waktu lima sampai sepuluh tahunan.

Sementara yang benar-benar sukses biasanya adalah orang yang mau bekerja dari nol. Mereka adalah orang-orang yang punya fokus besar dan disiplin tinggi pada satu hal yang mereka kerjakan sejak lama dan tahu apa yang mereka kerjakan bahkan bisa melihat potensinya di masa mendatang. Yang membedakan orang yang suksesnya hanya pura-pura dengan yang sukses dari lama adalah konsistensi dan komitmen.

Lucunya, Mereka Tak Suka Bila Merasa Tersaingi

Bung, coba perhatikan. Orang yang pura-pura kaya biasanya ekspresinya berubah bila bertemu dengan orang yang jauh lebih kaya pengalaman dan sudah merasakan asam garam. Dalam sebuah percakapan, orang yang pura-pura kaya cenderung ingin terus menerus menguasai percakapan dan berusaha mengembalikan suasana agar topik dan arah pembicaraan kembali berbicara tentang kehebatannya.

Sementara mereka yang benar-benar kaya justru lebih sering bertanya daripada berbicara tetang diri mereka sendiri. Mereka selalu tertarik untuk mendengarkan cerita lawan bicara mereka. Jelas sekali perbedaannya, kan?

Urusaan Pekerjaan, Orang yang Pura-pura Kaya Selalu Mencari Nama yang Fancy untuk Jabatan Mereka

Memang ada beberapa pekerjaan yang sejatinya sudah punya nama pasti, namun dipercantik supaya orang lebih mengapresiasi pekerjaan atau jabatan tersebut. Nah, situasi ini yang dimanfaatkan mereka yang suka panjat sosial sekaligus ingin terlihat hebat di mata rekanannya.

Bukan hanya gelar akademik yang bisa dimanipulasi, jabatan di kantor pun dilihat semenarik mungkin supaya kelihatan ‘wah’. Kantornya memberi sebutan jabatan “sales” misalnya, maka si pura-pura kaya akan bilang jabatannya “Business Development And Relationship Maintenance Manager”

Mereka yang Pura-pura Kaya Belum Tentu Punya Banyak Tabungan

Urusan uang simpanan, ini jadi tantangan besar untuk golongan pura-pura kaya. Alih-alih mengumpulkan uang dan investasi saham, mereka memilih berinvestasi pada penampilan. Ini karena sejatinya mereka belum mengerti cara mengatur uang, yang mereka pahami hanya memakai, memakai, dan memakai, Bung.

Seiring berjalannya waktu, uang pun habis dan mereka perlu uang, maka mau tak mau berhutang. Sementara yang benar-benar kaya, urusan tabungan tak perlu ditanya.

Orang yang Benar-benar Kaya, Punya Kelasnya Tersendiri

Karena memang sudah punya ‘taste’, orang yang sudah kaya dari sananya biasanya mengerti nilai sebuah benda. Tidak hanya untuk jangka waktu sebentar, tapi beberapa waktu ke depan. Prinsip ini yang belum tentu dipahami orang yang pura-pura kaya, mereka terjebak pada tren yang berkembang dan mengikutinya.

Alih-alih menciptakan dan memili ‘taste’nya tersendiri, mereka terlalu takut untuk ketinggalan sesuatu yang sedang hits. Ya, orang dengan tipikal seperti ini bisa jadi mengidap FOMO alias Fear Of Missing Out.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Baik

Putus Nyambung Dengan Pasangan Adalah Tanda Keabadian Dalam Hubungan

Dalam memiliki hubungan ideal memang akan melewati beberapa fase, salah satunya adalah fase putus nyambung. Hal ini tidak lah buruk apalagi kalau bung dan non sudah menjalin hubungan dalam waktu yang lama.

Apabila bung sering dan sedang mengalami ini, jangan berkecil hati. Karena hal semacam ini dapat memperkokoh hubungan bung jadi makin solid dan abadi. Karena banyak yang mengalami hal semcam ini. Tapi di akhir cerita, mereka malah tumbuh membangun keluarga kecil bersama.

Padahal, dua orang yang dulunya saling curiga dan sering lempar pernyataan putus saat bertengkar tak pernah berpikir bisa bersama.

Lantas kenapa bisa ya bung?

Setiap Hubungan Ada Pertengkaran, Tapi Kalian Terus Berjuang Untuk Selalu Berhubungan

Pertengkaran yang membedakan pacaran bung dan nona dengan anak SMA adalah komitmen. Orang dewasa memiliki komitmen yang kuat untuk mencapai suatu hal, salah satunya dengan tidak menyerah dalam hubungan. Berantem, beda pendapat, pertengkaran adalah hal biasa, yang semua orang pun mengalaminya.

Di sisi lain, terdapat satu alasan kenapa bung dan nona tetap bertahan meskipun sering bertengkar adalah ada anggapan kalau hubungan patut dan layak diperjuangkan. Jadi apapun masalahnya, bung selalu berjuang untuk tetap berhubungan.

Setelah Putus Hanya Si Nona yang Kamu Cari, Tidak Ada Orang Lain Lagi

Bung telah mengnanggap si nona sebagai sosok yang spesial. Sekedar untuk melupakannya pun tak gampang, dalam suatu kondisi seperti tak lagi bersama muncul rasa rindu akan dirinya. Seolah bung tidak mudah untuk melupakan atau melepaskannya. Apalagi bung selalu berpikiran bahwa tidak ada orang lain sepertinya.

Alhasil ungkapan putus yang baru saja dilontarkan, menjadi penyesalan. Balikan menjadi opsi masuk akal. Kejadian ini tak berarti kamu plin plan dalam menjalani hubungan. Tetapi memberikan pelajaran antara bung dan si nona dalam menjalani hubungan.

Segudang Introspeksi Terjadi Saat Hubungan Putus Nyambung Kerap Terjadi

Putus terus balikan, putus terus balikan, pola semacam ini mungkin kalau difikirkan sangat menjenuhkan. Tapi ketahuilah bung, proses saling introspeksi diri terjadi dalam masa-masa seperti ini. Saat salah satu dari kalian mengungkapkan ‘putus’ itu adalah tanda kalau kalian sedang dihantui rasa emosi belaka.

Tetapi tak berselang lama dari pisahnya kalian dengan pasangan membuat ada proses introspeksi terjadi dan menghasilkan keputusan untuk balikan lagi.  Dalam fase tersebut bung akan berfikir tidak hanya kelebihan dan kekurangan diri sendiri melainkan si nona juga.

Belajar Mengatasi Segala Macam Persoalan Terkait Hubungan Kalian

Diterpa segala macam bentuk masalah tak membuat bung berasa gerah. Putus nyambung pun bukan suatu masalah, yang ada segala macam bentuk tersebut menjadikan kalian pasangan yang kuat dan tangguh. Lantaran setiap persoalan yang berkaitan dengan hubungan berhasil diatasi tanpa melihat satu sisi saja. Melainkan kedua sisi.

Alhasil ada proses timbang kesalahan terjadi secara adil. Seperti kenapa si nona marah akan kejadian ini, dan bagaimana kalau bung di posisi si nona saat kejadian terjadi. Dengan proses semacam ini menjadikan kalian terus membangun hubungan yang kuat. Karena belajar menyikapi masalah secara dewasa.

Menjamin Masa Depan Dengan Pasangan Adalah Dengan Tidak Menyia-nyiakan Harapan

Ukuran berhubungan seseorang dewasa tidak lagi hanya sekedar senang-senang belaka. Terkecuali memang kalian hidup di lingkungan yang mengadopsi gaya hidup yang santai. Tapi secara umum, omongan tentang “kamu mau menikahi aku kapan?” adalah hal yang tidak tabu, justru malah setiap pasangan bertujuan akan itu. Maka dari itu ketika permasalahan tiba, bung tidak pasrah akan kondisi ini begitu saja.

Tetapi coba mendalami permasalahan dengan berkontemplasi. Apabila sudah mantap untuk terus bersama, tentu bayangan akan masa depan dengan membangun keluarga dengan si nona harus dijaga. Asa tersebut harus dipelihara tak bisa padam begitu saja.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

Yomamen.com adalah majalah online khusus pria Indonesia. Lahir dari keinginan untuk menyediakan tulisan khas laki-laki Indonesia. Membahas sekaligus mengkritisi urusan maskulinitas dan gaya hidup pria modern.

Facebook

Copyright © 2017 Yomamen.com

To Top