Lifestyle & Fashion

Prabowo Berjanji Akan Merekrut Putra Putri Bangsa Ber-IQ Tinggi

Negara yang hebat harus diurus oleh orang yang pintar dan cerdas nampaknya menjadi salah satu keharusan. Terkait hal tersebut, Capres nomor urut dua Prabowo Subiato pun menjanjikan hal tersebut apabila terpilih menjadi Presiden pada Pilpres 2019. Putra putri bangsa Ber-IQ tinggi, dapat tergabung dengan timnya dan mempebaiki perekonomian Indonesia, agar energi terbaru YAng terkandung dalam negeri ini bisa dikembangkan.

Perhitungan saya dalam dua tahun setelah kami memerintah, saya, Sandi Wakil Presiden, Pak Zul, tim inti perekonomian dan kawan-kawan terbaik dari PKS, PAN, dan kami tak batasi hanya dari partai-partai kami saja. Kami akan cari putra dan putri terbaik bangsa Indonesia dari mana saja,” ujar Prabowo

Tidak satu, dua, atau tiga. Kalau perlu nonpartai yang penting orang itu pinter, cerdas, dan mampu, dan jujur,” kata Prabowo dikutip dari Kompas.

Prabowo bercerita tentang pertemuanya dengan para sarjana yang memiliki IQ Tinggi, saat itu ia sedang mendidik satu romBongan berisi  600 sarjana. Menurut Prabowo ia mendapatkan 60 hampir 10 persen sarjana yang memiliki IQ di atas 120. Selain itu, ia pun berujar bahwa untuk masuk akademi militer kini diperlukan sekurang-sekurangan 110 sampai 105 IQ. Berarti kalau skor IQ di atas 120 berarti termasuk rata-rata cerdas.

Kalau ada kelebihan 120, itu syaratnya masuk Harvard, universitas yang terhebat di dunia. Berarti anak-anak kita kecerdasannya di atas 120 rata-rata,” ujar Prabowo.

Menurut Prabowo, sarjana dengan IQ di atas 200 tak melulu datang dari keluarga kaya. Ada yang orangtuanya berprofesi sebagai petani. “Jadi belum tentu orang yang cerdas itu anaknya orang kaya belum tentu saudara-saudara. Karena itu saya yakin apabila kita insya Allah diberi mandat, insya Allah Indonesia bisa cepat bangkit kembali,” kata dia.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Tahu

Pemilu Kita Kian di Depan Mata, Masihkah Apatis Atau Sudah Siap Menyumbang Suara?

Pesta demokrasi terbesar di negeri ini tinggal menghitung mundur. Kira-kira tiga bulan lagi, atau tepatnya pada 19 April 2019, Indonesia kembali melaksanakan Pemilihan Umum (Pemilu). Dilihat dari suasana dan situasi, pemilu kali ini tampak tak jauh berbeda dengan Pemilu lima tahun silam. Kian memanas, terutama Pilpres. Bahkan terbentuk kubu musiman yang membela mati-matian tokoh yang mereka anggap jagoan.

Beda Pilpres yang cukup terasa tentu soal cara kampanye. Dulu suara dan euforia warganet dulunya jelas tak semasif sekarang. Kini publik digiring untuk ikut berpartisipasi lewat jalur daring. Bahkan suara masing-masing kubu kian kuat saat berkumpul di lini masa. Panas dan sengitnya perbincangan pemilu terasa di ranah itu.

Bagaimanapun, kita boleh banyak bersyukur sebab teknologi ikut campur tangan dalam perluasan informasi. Bagi pemilih muda—terutama pemula, tentu butuh informasi yang jelas dan subyektif mungkin mengenai calon pemimpin yang akan mereka pilih. Tapi, benarkah kita-kita ini sudah paham detail lebih lanjut mengenai pemilu kali ini? Sebuah pertanyaan sederhana, sudahkah bung tahu lembaga apa saja yang harus dipilih saat pemilu nanti?

Tahun politik kali ini membawa kita pada momen perdana dilaksanakannya Pilpres dan Pileg secara serentak. Alhasil, ada lima kotak suara yang akan tersedia. Ya, tahun ini kita akan memilih calon anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten sekaligus calon presiden dan wakil presiden. Jadi, jangan terkejut jika nanti Bung harus menyoblos lima surat suara yang berbeda.

Jelas terasa lebih kompleks. Tapi tak usah dibawa pusing ya Bung. Kalau dirasa Bung belum menemukan calon pemimpin yang dirasa punya visi misi yang kuat, coba pertimbangkan juga para Srikandi yang siap terjun di kontestasi pemilu tahun ini. Nama-nama seperti Tsamara Amany hingga Olla Ramlan tak bisa dipandang sebelah mata. Coba cek dulu profil mereka. 

Tak seperti para calon legislatif yang butuh usaha ekstra menarik atensi dan simpati calon pemilih, dua calon presiden punya panggungnya tersendiri, bahkan kehadirannya dalam menyampaikan program kerja dan visi misi bila terpilih, jelas dinantikan oleh sebagian besar rakyat Indonesia. Terbukti, debat perdana dua calon presiden yang dihelat beberapa waktu lalu selalu santer dibicarakan oleh segala lapisan masyarakat. Yang paling ramai dibahas apalagi kalau bukan soal chemistry antara masing-masing capres dan cawapres. Ini dia rangkumannya

Nah Bung, soal membangun chemistry ternyata krusial ya. Debat capres dan cawapres kedua masih menunggu waktu, semoga saja chemistry yang terbangun bisa kian kompak. Kalau Bung sendiri, bagaimana? Dengan si nona, yakin sudah sehati? Atau jangan-jangan Bung dihadapkan dengan situasi dimana Bung dan Nona menjagokan sosok capres yang berbeda? Seperti kata tulisan ini .

Tapi kalau pun iya, lantas kenapa? Berbeda karena beda pilihan bukankah hal biasa dan harus ditoleransi? Jangan justru dijadikan bara api yang kian dipancing agar jadi api yang lebih besar lagi. Cukup sekali saja kita mendengar ada keluarga yang bertengkar hebat, bahkan harus memindahkan makam seseorang hanya karena disinyalir beda pilihan. Ironis sekali, kan Bung?

Sekelumit realita yang tak mengenakan ini yang pada akhirnya membuat banyak orang jadi apatis. Sebagian dari kita berpikir sudah tak ada orang yang benar-benar baik untuk jadi pemimpin atau layak mendapatkan suara dari kita. Apakah Bung salah satu yang berpikir begitu juga? Sebaiknya jangan ya. Sebab bagaimanapun, memilih jadi golput di era sekarang, jelas sudah tak sekeren dulu. Bung boleh cek faktanya di artikel ini. 

Keputusan tetap di tangan Bung, tapi kalau boleh mengutip ungkapan dari capres fiktif kesayangan warganet, Nurhadi, ia mengatakan demikian kepada media beritagar.id,
“Saya selalu bilang pilih pemimpin itu wajib, walau pemimpin itu pendosa. Harus ada pemimpin. Jangan sampai enggak. Sekalipun karakternya tidak baik. Tetap harus memilih. Ada pemimpin saja masih tidak baik, apalagi tidak ada, bakal amburadul negara ini.”

Jadi, bagaimana Bung? Sudah siap memberi suara di pemilu nanti, kan?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Tahu

Gara-Gara Pajak, Ronaldo Akan Mendekam di Penjara Selama Dua Tahun?

Pesepakbola asal Portugal, Cristiano Ronaldo telah mengaku bersalah atas kasus penggelapan pajak yang coba dituduhkan kepada pengadilan Spanyol. Atas kesalahannya Ronaldo harus membayar ganti rugi sebesar €18,8 juta atau setara Rp303 mlliar sekaligus menjalani masa tahanan dua tahun atas perbuatan melanggar hukum tersebut.

Mantan punggawa Real Madrid dituduh jaksa penuntut Spanyol setelah berhasil menggelapkan penghasilan sebesar €14,8 juta (Rp238 miliar) dari hak pencitraannya antara 2011 hingga 2014. Tepat pada Selasa, 22 Januari 2019 ia hadir di Madrid dan menerima segala bentuk hukum atas kesalahannya.

Ronaldo hanya memberi keterangan singkat dengan bilang, “sudah selesai” yang dikutip dari AS usai menyatakan bersalah dan vonis yang dijatuhkan. Karena sistem pengadilan si Spanyol memiliki aturan khusus soal hukum fiskal, Ronaldo tidak harus menjalani hukuman di penjara loh bung, alias penangguhan. Karena pelanggaran yang dilakukan bukan tipe pertama.

Selain Ronaldo, mantan punggawa Real Madrid yang telah pensiun yakni Xabi Alonso juga hadir atas kasus penggelapan pajak penghasilan yang membelitnya di masa lalu. Jaksa penuntut umum mengajukan tuntutan penjara lima tahun kepada mantan pemain Real Madrid tersebut atas pelanggaran penggelapan pajak pada 2010, 2011, dan 2012. Namun Xabi Alonso mengaku tidak bersalah atas tuduhan yang dituduhkan kepadanya.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Tahu

Tiga Orang Bikers dari Malaysia, Pergi Umroh Dengan Motor Bebek Di Bawah 150 cc

Pesawat terbang menjadi moda transportasi utama yang dilalui setiap orang yang ingin melaksanakan ibadah umroh. Tetapi tiga orang laki-laki asal Kelantan, Malaysia menjalaninya dengan cara yang berbeda. Mereka mengendarai motor dari Malaysia hingga menuju Arab Saudi.

Motor yang dipakai pun, bukan khusus perjalanan jauh seperti motor ber cc besar atau dikhususkan untuk touring, melainkan motor bermesin 150 cc. Diami Yusoff, Presiden Chopper Garage Kelantan yang menjadi ketua perjalanan, ditemani dengan dua pengendara dari komunitas Bikers Kelantan, Mohd Zalani Zulkifli dan mekanik Wali 7 bikers, Moahamad Fadhli Ab Rashid.

Dilaporkan dari Siakap Keli, perjalanan dimulai sejak November 2018. Total mereka sudah melalui 8 negara dengan jarak tempuh hampir 14.000 kilometer. Setelah sampai di Riyadh, ketiga biker Malaysia ini melanjutkan perjalanan panjang ke Madinah. Perjalanan pun berhasil mencapai Madinah pada hari Sabtu, 19 Januari 2019. Tiga pengendara tersebut pun melanjutkan perjalanan ke Mekah unutk melaksanakan ibadah umroh.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

Yomamen.com adalah majalah online khusus pria Indonesia. Lahir dari keinginan untuk menyediakan tulisan khas laki-laki Indonesia. Membahas sekaligus mengkritisi urusan maskulinitas dan gaya hidup pria modern.

Facebook

Copyright © 2017 Yomamen.com

To Top