Otomotif

Pilih Mobil Klasik Untuk Investasi, Jangan Mengedepankan Gengsi!

Begitu banyak alasan kenapa seseorang memilih mobil klasik dibanding mobil jaman sekarang, yang menjadi salah satu pertimbangan selain model, mobil klasik memiliki kadar gengsi tersendiri diantara pengemudi lain. Dibanding dengan mobil jaman sekarang yang sangat amat pasaran secara tampilan. Terlebih lagi mobil LCGC  tidak memiliki sisi esklusivitas. Saking banyaknya, jumlah mobil LCGC sampai diibaratkan seperti kacang.

Dibalik esklusivitas sampai model menarik ditawarkan oleh mobil klasik. Ada suatu keuntungan yang ditawarkan yakni menjadikan mobil klasik sebagai investasi. Semakin tua umur sebuah mobil, maka kiasaran harganya bisa semakin tinggi. Namun beberapa laki-laki dan penikmat otomatif tidak mengerti cara memulai investasi dengan mobil klasik. Untuk itu, sebaiknya bung mengikuti beberapa tips untuk berinvestasi mobil klasik.

Dimulai Dengan Mencari Mobil Dengan Merek Terkenal

Semakin tua usia mobil klasik memang semakin tinggi harganya. Untuk alasan satu ini memang tidak bisa disalahkan, namun ada lagi beberapa ketentuannya yakni merek mobil. Sudah pasti merek mobil sangat berpengaruh terhadap harga jual, karena merek mobil jadi representatif popularitas sebuah mobil. Jadi, kalau bung ingin mencari sebaiknya merek Maserati, Bentley, Aston Martin, dan Jaguar.

Melihat Pasar, Cari Mobil yang Tak Diproduksi Secara Massal

Kalau bung masih ingin mengarah ke investasi terutama investasi jangka panjang, sangat disarankan mencari sebuah mobil special edition, yang berarti bukan mobil konsep. contohnya ada beberapa vendor yang secara khusus memodifikasi. Cobtoh nyatanya adalah Ferari 250 GT-Lover Berlinetta yang diproduksi cuma 9 unit. Apabila kamu memiliki salahs satu dari 9 unit ini, kamu akan memiliki salah satu benda sebagai bahan investasi.

Lebih Gampangnya Lagi Cari Mobil dari Orang Terkenal

Nah, paling gampangnya lagi adalah bung membeli dari seorang sosok yang terkenal. Bisa diketahui kalau sosok macam artis, atau aktor terkadang memiliki hobby untuk membeli mobil klasik nan mewah. Hal itu wajar dong, dibalik rasanya hidup menjadi aktor yang memiliki banyak uang tentu saja memiliki barang mewah.

Apabila bung melihat ada salah seorang artis atau aktor yang menjual barang mewahnya, bung bisa menghubingnya, karena memiliki mobil klasik dari orang seperti itu selain menaikkan harga (apabila dia adalah artis besar), bung juga memiliki jaminan kalau ia merawat mobil dengan baik

Tidak Ada Kata Waktu yang Tepat , Karena Semua Adalah Keberuntungan

Bung tentu saja bisa beralasan bahwa teradapat waktu yang tepat dalam memilih, sampai membeli mobil. Akan tetapi kalau persoalan mobil klasik, selagi ada murah sikat saja! jangan menunda-nunda dengan alasan tunggu waktu yang tepat. Apalagi kalau alasan bung untuk membeli mobil klasik bekas untuk dijual lagi, ya sebaiknya sekarang saja bung membelinya tak perlu lagi menunda. Karena keuntungan adaah bagian dari keberuntungan.

Coba Merawatnya Agar Harganya Tetap Terjaga dan Tak Pudar oleh Usia

Bukan berarti mobil klasik dengan usia yang tua harga jualan akan tinggi juga. Karena itu semua tergantung kepada bagaimana cara bung merawat si mobil. Agar nilainya makin bertambah bung bisa melaukan cara tersebut. Mobil klasik yang terawat tentu harganya akan jauh lebih tinggi dari pada yang sekedar usia.

 

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Tahu

Berpelat ‘Married’, Mobil Mercy Lawas Diberhentikan Polisi

Kendaraan roda empat berkeliaran di jalan memang wajib memakai nomor plat. Tapi apa jadinya kalau nomor plat malah bertuliskan kata ‘Married’? hal tersebut terjadi di kota Bandung. Wakatsatlantas Polrestabes Bandung Kompol Bayu Catur Prabowo memergoki mobil tersebut saat parkir liar di Jalan Djunjunan (Pasteur) kota Bandung. Ketika ditanya sang pemilik mobil mengaku sengaja memakai pelat tulisan ‘Married’.

Sedangkan pelat aslinya disimpan oleh sang pemilik di bagian belakang bagasi mobil. Surat-surat dari mobil tersebut pun lengkap sesuai dengan pelat nomor asli. Sedangkan alasannya menggati pelat asli karena mobil antik ini secara khusus dipakai mobil pengantin. Namun, alasan tersebut tidak bisa dijadikan alasan untuk tetap menggunakan pelat tersebut. Karena itu termasuk pelanggaran lalu lintas.

Alasannya dia baru selesai antar ke nikahan. Kita pikir berarti selama perjalanan dari rumah atau dari manapun pakai pelat ini. Dia mengiyakan berarti sudah melanggar aturan. Setiap kendaraan tidak boleh merubah pelat nomor bahkan huruf atau angka dimodifikasi saja nggak boleh,” tuturnya dilansir dari detik.

Bayu menghimbau untuk segera mengganti pelat dengan nomor yang sesuai. Dan meminta kejadian seperti ini, jangan sampai diulang.

Kita imbau saja, mungkin biasa disewa karena mobil antik. Kita imbau jangan sampai diulang. Dia juga langsung mengganti dengan pelat nomor asli saat itu juga,” pungkasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Tahu

Memutarkan Lagu di Lampu Lalu Lintas Oleh Pemkot Depok Bisa Halau Stres Saat Macet

Kemacetan dan kota Depok sudah menyatu di tengah pembangunan berjalan. Jalan Margonda jadi pusat akses kendaraan lalu lalang, yang menghubungkan daerah Jawa Barat dengan Jakarta. Kemacetan di jalan tersebut membuat pikiran dan emosi berkecamuk. Bahkan isitlah ‘Tua di Margonda’ bukan hiperbola. Jalan besar tersebut jadi biang kemacetan.

Mengetahui keluhan macet yang sangat santer. Pemerintah Kota Depok berencana memutarkan lagu di lampu lalu lintas untuk menghibur pengendara yang terjebak macet. Dilansir dari detik, Instruktur RDL, Andry Berlianto menjelaskan dari sisi keselamatan kalau tidak masalah diputarkan musik di lampu lalu lintas. Menurutnya, sebatas setelah musik dengan audio jernih ditambah lagu menenangkan rasanya bisa mentolelir rasa stres. Sedangkan wali kota Depok berpendapat macet bisa dihalau lewat pemutaran lagu.

Iya itu termasuk bagian dari mengatasi kemacetan, biar menghibur,” kata Wali Kota Depok M Idris Abdul Somad dikutip dari laman yang sama.

Untuk masa percobaan, lampu lalu lintas dengan musik  baru diterapkan Simpang Ramada. Pemilihan Simpang tersebut karena peralatannya sudah lengkap. Seperti CCTV dan speaker. Sekaligus sudah terkoneksi ke command center. Mudah bagi petugas melakukan pengawasan.

Kita coba dulu di Ramada. Kalau di situ efektif, nanti kita coba di titik lain,” tambah Idris.

Berbicara soal lagu, yang diputar bukanlah lagu Top 40! tetapi Idris menjelaskan kalau lagu yang lebih dipilih adalah lagu sosialisasi keselamatan berkendara.

Lagunya bukan lagu yang gimana, tetapi lagu sosialisasi masalah tertib lalu lintas. Aransemennya sudah ada,” kata Idris.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Tahu

Hanya di Jepang, Mobil Disewa Bukan Untuk Berkendara

Tempat jasa rental di mobil di Jepang merasa keanehan saat menemuka beberapa mobil disewa bukan untuk kebutuhan tranportasi. Hal ini diketahui setelah melihat jarak tempuh pada mobil bergerak sangat rendah, bahkan ada yang tidak bergerak sama sekali. NTT Domo, Inc, sebuah operator layanan sewa kendaraan terkemuka di Jepang melakukan survei. Mereka menyebutkan satu dari setiap delapan penggunanya menyewa mobil untuk layanan selain transportasi.

Lebih lanjut, Hasil penelitian mengemukakan responden terbesar dalam penyewaan mobil untuk tidur atau beristirahat. Bahkan beberapa responden memiliki alasan lain seperti tempat tenang dan nyaman untuk berbicara di telepon dengan teman, keluarga atau mitra bisnis.

“Biasanya salah satu tempat saya bisa tidur siang saat mengunjungi klien saya adalah cybercafe di depan stasiun. Tetapi menyewa mobil untuk tidur hanya beberapa ratus yen, hampir sama dengan mendatangi cybercafe,” ujar salah satu pria di Tokyo yang menyewa mobil untuk tidur.

Tren yang sedang berkembang di negeri sakura tersebut diperhatikan juga oleh Times24co. Perusahaan sejenis NTT Docomo ini, menyatakan dalam hasil survei, bahwa kendaraan disewa digunakan sebagai ruang kerja. Sedangkan laporan lain menyebut untuk menyimpan tas dan barang-barang karena loker dioperasikan menggunkana koin sudah dipakai semua.

Kira-kira apakah ini juga dirasakan oleh orang Indonesia ya bung?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top