Inspiring Women

Pesona Mellisa Anggiarti, Si Pilot Cantik yang Senyumnya Bisa Buat Bung Merasa Terbang

Disenangin para pengikutnya di laman instagram, bukan karena profesinya yang terlihat mapan dan parasnya yang rupawan. Tapi, pilot cantik ini punya perjalanan panjang untuk posisi yang sedang dijalani. Dan barangkali itulah, yang membuatnya semakin disenangin banyak orang.

Sudah cantik, pintar, dan jadi sosok yang selalu berjuang. Beberapa kisah perjalanannya, mulai dari memilih masuk fakultas filsafat dengan alasan ingin jadi penulis, hingga kemudian memilih untuk sekolah pilot dan berbagai macam kejadian yang pernah ia lalui. Sering kali dibagikannya di blog pribadi miliknya.

Sumber : www.instagram.com/imellisas/

 

 

 

 

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Tahu

Lewat Aroma Kopi, Bung Bisa Mengecek Bau Badan Sendiri

Saat berada di tempat umum, hal yang paling menjengkelkan adalah ketika kita berada dekat dengan orang yang memiliki bau badan mengganggu. Di saat itu juga, kita ingin menghindar atau berharap ia pergi. Namun ada baiknya kita berkaca sebelum menjustifikasi, dengan mengecek diri sendiri. Apakah kita memiliki bau badan yang mengganggu seperti orang tersebut atau tidak.

Masalahnya bukan hal mudah untuk mengetahui aroma tubuh sendiri, kan bung? sebab sistem penciuman kita tidak sensitif pada aroma spesifik seperti tubuh sendiri. Pamela Dalton Ph.D., M.P.H., dari Monell Chemical Senses Center juga mengatakan hal demikian, walau begitu ia membeberkan beberapa cara untuk mengetahui apakah bau badan kita mengganggu atau tidak.

Salah satunya dengan mencium aroma kopi selama beberapa menit, setelah itu bung cium aroma ketiak atau area tubuh lainnya yang sangat berpotensi bau. Hal ini bekerja karena saat mencium aroma kopi indra penciuman sedang dinetralkan, supaya mudah untuk mendeteksi bau badan. Kalau bung ingin lebih pasti lagi, coba membaui area tubuh yang dipenuhi kelenjar apokrin seperti ketiak dan selangkangan, karena area tersebut memproduksi keringat berbau yang bercampur dengan bakteri pada kulit.

Di sisi lain laki-laki juga tak handal dalam mengidentifikasi bau dibanding perempuan. Karena perempuan akrab dengan aktivitas yang beraroma seperti memasak dan berbelanja. Hal ini membuat kaum hawa sangat peka dalam mencium aroma sekitar dibanding laki-laki.

Ketika mencium aroma, mereka (laki-laki) tidak secara aktif mencari tahu siapa yang memancarkan aroma di lingkungan tersebut,” kata Dalton.

Nah, apakah bung sendiri siap mendeteksi aroma tubuh sendiri?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Bukan Sekedar Gaya, Hobi Berkendara Memberikan Banyak Kenyamanan untuk Kita

Berkendara itu bukan sebatas pergi dari rumah ke kantor kemudian pulang lagi ke rumah. Lebih dari itu, berkendara adalah sebuah hobi yang sebenarnya juga harus berasal dari hati. Untuk itu, meski kata orang kita hanya hendak gaya-gayaan. Biarlah mereka dengan pendapatnya bung, tapi setidaknya kita meski paham. Hal baik apa saja yang bisa kita dapatkan dari hobi ini.

Yap, Sebagaimana dilansir dari Elite Daily, mungkin ini yang bisa jadi alasan mengapa berkendara itu memberi dampak positif dan membuat hidup kita lebih produktif.

Kita Bisa Menghabiskan Waktu untuk Menyenangkan Diri Sendiri Seperti Saat Bersama Kawan

Berdasarkan sebuah studi yang dilakukan oleh Profesor Rebecca Ratner dari Universitas Maryland dan Rebecca Hamilton dari Universitas Georgetown, berkendara adalah salah satu cara menyenangkan diri sendiri Bung. Rasanya saat bertemu suasana baru, lelah yang didapat selama perjalanan, bisa hilang serupa saat kita menghabiskan waktu bersama kawan.

Karenanya, kalau Bung memang ada tekad untuk berkendara sendiri, setidaknya dari sekarang tanamkanlah kalau anda hanya perlu santai nantinya saat membawa kendaraan. Jangan lupa hibur diri dengan bernyanyi lepas demi melepaskan energi negatif dan menambah semangat dalam menjalani hari.

Bahkan Bung Juga Bisa Menemukan Ide-ide Terbaik Saat Sedang Berkendara

Sebuah perjalanan panjang seorang diri nyatanya memang jadi waktu terbaik dan paling tepat untuk mengolah kreativitas. Bahkan sebuah penelitian oleh Keith Sawyer, Psikolog dari Universitas Washington di St. Louis menyatakan bahwa memikirkan ide dengan cara kita sendiri justru akan lebih baik. Sawyer menambahkan, berkendara sendiri itu bisa jadi momentum terbaik mengolah ide kreatif sekaligus sarana hiburan untuk diri sendiri Bung.

Berkendara Bisa Jadi Sarana untuk Membersihkan Pikiran

Saat memutuskan untuk berkendara dan berkelana sendirian atau bersama dengan kawan. Bung perlu tahu kalau sebenarnya momen semacam ini bisa dijadikan momen tepat untuk membersihkan pikiran dan batin dari segala hal negatif. Cobalah berkendara ke tempat yang dekat-dekat dulu. Nikmati golden hour sembari ditemani musik dan menghirup udara segar.

Di Lain Sisi, Kita Bahkan Bisa Memperbaiki Hubungan dengan Sesama

Bung perlu tahu, berkendara ternyata bisa memberikan waktu untuk mencari jalan keluar atas setiap masalah yang mungkin sedang kita alami dengan orang terdekat. Bahkan selepas berkendara, kontemplasi yang akan kita rasakan akan melahirkan keinginan untuk memperbaiki hubungan dengan sekitar.

Seperti diungkapkan dalam Psychology Today, kita bisa menghabiskan waktu dengan diri sendiri dan mendapatkan pemahaman akan siapa dan apa yang Bung inginkan dalam hidup. Untuk itu, kalau ada masalah, sebaiknya jangan lari dari masalah, tapi cobalah perbaiki masalah tersebut.

Selain itu, aktivitas tersebut membentuk Anda untuk bisa menentukan apa yang terbaik bagi diri sendiri. Melakukan perjalanan seorang diri juga akan mengajarkan kita untuk menghargai waktu dan hubungan dengan sesama.

Bahkan Berkendara dan Berkelana Seorang Diri Pun Bisa Jadi Obat Pereda Bosan

Sadar tak sadar, kebosanan merupakan penyebab utama menurunnya kreativitas dan kebahagiaan sehingga lambat laun ide-ide segar dalam kepala seakan sukar muncul. Di lain sisi, sebagai pribadi yang punya produktivitas, Bung harus tetap menjaga fokus. Maka jika selama ini ogah berkendara, sekali cobalah.

Nah, demi melatih kreativitas dan fokus pikiran dengan berkendara. Kami punya saran untuk kendaraan yang bisa Bung jadikan pilihan. Coba lirik Suzuki Nex II. Selain memberi kenyamanan, fitur-fiturnya pun patut dibanggakan.  Misalnya, fitur elektrik starter yang dimiliki Suzuki Nex II menjadi fitur terbarukan guna membantu motor gampang dihidupkan. Untuk itu, Bung tak perlu lagi mengalami kesulitan dalam menghidupkan roda dua, apalagi starter yang terdapat di Suzuki Nex II sangat mengandalkan baterai yang tidak perlu dikhawatirkan apabila habis.

Sehingga kamu tidak perlu lagi menyela motor atau mengalami macetnya starter hingga membuat pengguna keringetan demi mengusahakan hidupnya roda dua, yang tentu saja bakal mengurangi daya kekerenan.

Dari segi panjang saja Nex II berukuran 1.890 mm, lebar 675 mm dan tinggi 1.045 mm. Sedangkan generasi pertama, Nex memiliki panjang  1.850 mm, lebar 665 mm, dan tinggi 1.035 mm. Desain yang dirancang dengan cita rasa kekinian diyakini dapat membuat pengguna nyaman guna berpergian ke mana saja.

Apalagi varian yang ditawarkan banyak dan beragam seperti kesan sporty dan energik yang terdapat di Sporty Runner, kemudian ada Fancy Dynamic yang menonjolkan kedinamisan dan kreativitas generasi muda zaman sekarang yang makin stylish. Untuk pengguna yang memiliki karakter berkelas terdapat Elegant Premium. Selain itu ada pula varian Elegant dan Standard yang masing-masing menonjolkan sisi ekonomis tapi berkelas.

Dengan begini, hobi berkendara yang memang Bung gemari  bisa jadi kegiatan positif yang bisa memberikan banyak kenyamanan. Dan Suzuki Nex II punya semua hal yang bisa membuat Bung nyaman.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Baik

Buah Masalah Saat Menikah, Memilih Bertahan Atau Berpisah?

Ketahuilah wahai para suami dan calon suami, kalau akar permasalahan biasanya tidak jauh berbeda dalam pernikahan. Banyak yang bilang masalah itu adalah kerikil dalam rumah tangga, yang coba menguji seberapa kuat cinta bung dengan si nona. Namun setiap ujian yang menerpa, ada dua kemungkinan yang bisa terjadi, antara berpisah atau bertahan hingga maut memisahkan.

Bahkan, tak menutup kemungkinan, jawaban pahit, seperti bercerai adalah yang harus dialami. Mungkin itu adalah hal yang terbaik buat pasangan, kan? tapi di satu sisi, ada tanggung jawab yang mengharuskan pasangan bertahan. Dan ketahui juga, kalau memilih antara bertahan dan bercerai itu sama sulitnya.

Melakukan Hal yang Dirasa Biasa, Padahal Secara Tidak Sadar Sudah Mendua Dalam Skala Berbeda

Mendua dalam skala berbeda? mungkin ini membingungkan. Tapi pernahkah bung mengalami, di mana ada ada notifikasi dari perempuan lain di smartphone, seperti chat, comment dan lain-lain yang secara sengaja bung hapus lantaran takut si nona marah? itu adalah selingkuh tipis atau micro-cheating.

Selingkuh jenis ini memang secara halus tidak bersentuhan fisik, tapi ada ketakutan padahal yang bung lakukan hanya sebatas hubungan teman. Nah hal semacam ini, bisa mengganggu harmonis pernikahan yang sedang berjalan.

Tak Mengawasi Sosial Media Pasangan, Bisa Terselip Untaian Kata Sayang Dengan Orang yang Tak Diduga

Mungkin ada anggapan mengawasi sosial media pasangan itu norak dan semacamnya, atau sama saja melanggar privasi. Namun banyak hal yang tak diduga bisa dilakukan di sosial media. Dari perselingkuhan, sampai perbuatan standar yang ternyata melukai perasaan pasangan. Apabila hal ini diketahui oleh bung atau si nona, otomatis pernikahan akan dibuahi pertengkaran. Ada baiknya meminta izin pasangan untuk saling memantau akun sosial media, agar hubungan terjaga, bukan menaruh curiga.

Kebiasaan Jelek yang Dipertahankan Membuat Pasangan Tak Betah Untuk Bertahan

Malas, selalu bersikap masa bodo, sampai kurang memberi perhatian kepada pasangan, pastilah sikap yang menyebalkan. Biasanya hal ini dijadikan alasan seseorang untuk berselingkuh. Nah, riset situs kencan Victoria Milan di tahun 2015 mengungkapkan, bahwa dalam level global perempuan yang sudah menikah akan berselingkuh! Dan ini terjadi ketika janji suci sudah berjalan tujuh hingga delapan tahun. Deretan alasan tersebut karena laki-laki yang memiliki sikap menyebalkan saat menjadi kepala keluarga.

Permasalahan Finansial yang Tak Bisa Disepelekan, Karena Ini Sama Krusial Seperti Perselingkuhan

Masalah finansial jadi puncak pertiakaian sebenarnya tidak salah. Karena finansial jadi roda penggerak rumah tangga untuk hidup, sampai berkaitan dengan soal yang bahagia. Perbedaaan tentang persepsi mengelola uang, tidak membedakan mana yang penting dan mana yang bisa ditunda sampai soal tranpransi jadi alasan. Ternyata masalah finansial sangat krusial, apalagi untuk urusan suami dan istri.

Dan di Setiap Perceraian, Anak Jadi Pihak Tak Bersalah yang Menanggung Semua Beban

Mau dia berada di usia balita, kecil bahkan dewasa, perceraian adalah beban bagi mereka. Skeptis untuk menjalani hubungan, tak termakan dengan anggapan menikah adalah kebahagiaan, sampai sulit untuk percaya kepada orang lain adalah hasil psikis di terima sang anak karena perceraian. Maka dari itu, baik suami dan istri akan bercerai, coba pikirkan sekali lagi, karena anak kalian yang tidak tahu apa-apa, harus berusaha mengerti akan kondisi yang diperkeruh oleh orang tuanya sendiri.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

Yomamen.com adalah majalah online khusus pria Indonesia. Lahir dari keinginan untuk menyediakan tulisan khas laki-laki Indonesia. Membahas sekaligus mengkritisi urusan maskulinitas dan gaya hidup pria modern.

Facebook

Copyright © 2017 Yomamen.com

To Top