money

Perang Dagang yang Sadis Tak Menyeret Indonesia ke Dalam Krisis Ekonomi

Perang dagang yang terjadi secara global memang membuat negara berkembang kelabakan dan ditakutkan akan berdampak pada krisis ekonomi. Perang dagang sendiri merupakan konflik ekonomi di mana negara memberlakukan pembatasan impor satu lain, untuk merugikan perdagangan satu sama lain seperti yang dilakukan Amerika sekarang.

Bank dunia pun mengakui gejolak yang terjadi pada ekonomi global baik akibat perang dagang maupun krisis ekonomi di sejumlah negara berkembang di tengah normalisasi kebijakan suku bunga bank sentra Amerika serikat. Namun Bank Dunia menyatakan Indonesia saat ini jauh dari krisis ekonomi.

Kondisi yang sekarang terjadi ini hanya akan menekan pertumbuhan Indonesia dan tidak akan sampai menyeretnya ke dalam pusaran krisis ekonomi. Seperti yang dikatakan Rodrigo A Chaves selaku Direktur Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor Lesta.

“Indonesia cukup kuat dan fundamental ekonominya masih terjaga,” ujarnya dilansir dari CNNIndonesia.

Selebihnya, Lead Country Economist Bank Dunia Frederico Gil Sander mengatakan selain fundamental, kecilnya risiko krisis juga terjadi akibat kuatnya komitmen pemerintah dan bank sentral menjaga stabilitas ekonomi. Bank Dunia menilai saat menghadapi imbas gejolak ekonomi gobal belakangan ini koordinasi BI dan pemerintah dalam menjaga fundamental ekonomi cukup baik, tercermin dari langkah yang mereka lakukan.

Untuk BI saat Indonesia mengalami tekanan dari ekonomi global yang memicu arus modal keluar, mereka langsung memperketat kebijakan moneter dengan menjaga perbedaan suku bunga acuannya dengan bank sentral AS. Upaya tersebut cukup ampuh membendung arus modal keluar.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Tahu

Sejarah Singkat Jam Tangan dan Kenapa Laki-Laki Harus Menggunakannya

Arloji atau jam tangan bisa dikatakan sebagai salah satu perhiasan fungsional. Dikatakan perhiasaan karena dibanderol mahal, meskipun yang murah juga tersedia namun tidak prestise untuk dipakai. Yap, jam tangan adalah lambang kepercayaan diri seseorang. Popularitas dari jam tangan terus naik sejak abad ke-19 hingga sekarang.

Kilas balik ke belakang, dulu  laki-laki masih sosok yang sama hingga kini. Simple dan tidak mau ribet. Untuk persoalan waktu dulu lebih suka menggunakan arloji saku. Berbentuk lingkaran dan terkait rantai yang dapat terikat di celana sehingga tak mudah hilang. Di sisi lain jam tangan dulu lebih lekat kepada perempuan bahkan bisa dibilang sebagai perhiasaan.

Lantas mengapa sekarang jam tangan lebih akrab kepada laki-laki dan kenapa harus digunakan tentu ada alasannya bung. Untuk itu kita perlu paham bagaimana perjalanan jam tangan atau arloji sejauh ini. Sekaligus bagaimana sekarang laki-laki harus mempertimbangkan memakai jam tangan dalam aktivitasnya sehari-hari.

Dalam Perang Waktu itu Penting Untuk Diperhitungkan

Abad ke-20 dunia sedang porak-poranda akibat imperialisme yang dilakukan negara-negara besar. Terlihat lewat Perang Dunia I dan Perang Dunia II. Jam tangan tidak bakal sebegitu akrab kepada laki-laki tanpa peristiwa baku tembak merebut kekuasaan tersebut.

Jam tangan saku meskipun simple, memerlukan tangan untuk merogoh saku saat ingin mengetahui waktu. Hal ini tentu tidak tepat kepada seorang tentara atau militer yang sedang terlibat pertempuran. Karena apapun yang ingin diketahui semuanya digapai dengan tangan. Toh tak lucu kan, kalau ingin melihat jam harus melepas senjata dan merogoh saku? maka tentara berimporvisasi dengan mengikat jam tangan mereka di lengan kulit agar lebih efisien.

Laki-laki di abad ke-20 adalah orang yang terlibat dalam ketetapan waktu yang akurat apalagi yang berposisi dalam militer, bisnis dan pemerintahan. Dibanding perempuan, ketetapan waktu yang dimiliki laki-laki jadi perhatian utama. Jam tangan saku perlahan mulai ‘menghilang’ dari peredaran tergantikan jam tangan. Meskipun kekurangan jam tangan saat itu sebagai barang yang rentan rusak. Terutama pada kelembapan, dingin, panas, dan debu yang mudah menyumbat roda gigi hingga menyebabkan kehilangan akurasi.

Awalnya, Tentaralah yang Dinilai Lebih Membutuhkan Arloji

Beberapa dekade membuktikan laki-laki ternyata lebih membutuhkan jam tangan dibanding perempuan. Terlihat dari kinerja para tentara. Dimana mana arloji saku sudah tidak lagi relevan. Perang Dunia I misalnya, di mana jam tangan memiliki peran penting lho.

Dulu koordinasi dan pelaksanaan perintah sangat bergantung pada isyarat visual (menggunakan semafor) untuk berkomunikasi. Tetapi karena medan perang semakin besar dan para tentara bertempur di parit, maka koordinasi visual tidak lagi berfungsi. Hingga mulailah jam digunakan untuk mengkoordinasikan serangan. Caranya dengan mesinkronisasi jam tangan di sebuah pertemuan sebelum perang, dan memulai serangan pada waktu yang disepakati.

Pada akhir abad ke-19 perusahaan merancang khusus arloji dengan tujuan berfungsi kepada para tentara. Seperti Girard-Perregaux, perusahaan pertama memproduksi jam tangan massal untuk laki-laki khusunya pelaut di Angkatan Laut Kekaisaran Jerman.

Tidak mau kalah, The Waterbury Clock Company juga memulai membuat bahkan perusahaan ini masih dikenal sampai sekarang yang dikenal dengan nama Timex. Pada 1907, Louis Cartier juga merancang jam tangan untuk penerbang Brasil bernama Aberto Santos-Dumont dan dinamai Santos.

Bahkan Hingga Sekarang, Jam Tangan Memiliki Alasan Kenapa Harus Bung Gunakan

Apakah dari bung yang membaca ada yang tidak menggunakan jam tangan dengan alasan smartphone memiliki fitur jam? kalau iya berarti bung orang yang cukup kuno haha. Karena cara kerjanya hampir dengan arloji saku, harus merogoh dahulu sebelum mengetahui waktu. Ini sama saja dengan lompat kembali ke seratus tahun ke belakang. Beda dengan jam tangan yang hanya perlu memandang sekilas bung sudah tahu sekarang pukul berapa. Jam tangan sangat fungsional dan nyaman, jadi itu alasan tepat kenapa laki-laki membutuhkan jam tangan.

Smartwatch Belum Bisa Menggeser Posisi Jam Tangan

Seperti kita bilang bahwa laki-laki itu tak mau ribet. Sedangkan memakai Smartwatch butuh daya alias charger kalau baterainya lowbat. Di satu sisi memang membantu karena notifikasi di smartphone dapat muncul di smartwatch. Tapi kalau baterai lowbat? ujung-ujungnya harus merogoh saku untuk mengambil smartphone kembali kan?

Beda dengan jam tangan yang tak perlu mengisi ulang secara teratur bahkan baterai dapat tahan lama bertahun-tahun. Jam tangan tidak pernah kehilangan daya, bahkan digeletakkan saja dia nyala. Tidak ada yang mengalahkan jam tangan untuk urusan ketepatan waktu nyaman, hands-free dan siap pakai.

Jam Tangan Memiliki Model yang Bagus dan Menarik

Estetika dari jam tangan belum bisa dikalahkan oleh smartwatch, belum lagi dapat menunjang penampilan dari segi desain dan bentuk. Banyak tipe jam tangan yang dapat digunakan untuk menyesuaikan keadaan. Bisnis formal? bung bisa memilih desain simpel dan elegan.

Ketika kencan bisa memakai yang terlihat menawan bagi si nona, bahkan soal ini sudah dibuktikan lewat penelitian. Intinya jam tangan masih banyak memiliki sisi menarik meskipun fitur tak seasik smartwatch. Setidaknya jam tangan memiliki sejarah panjang yang ternyata membuat kita memang harus memakainya. Kalau bung sendiri punya alasan kenapa memakai jam tangan?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Keren

Jokowi Dengan Chopper, Ganjar Pranowo Dengan Scrambler

Motor custom dalam beberapa tahun belakangan jadi hobi yang menarik setidaknya bagi para elit politik. Beberapa sosok penting dalam dunia pemerintahan mulai menjajal dan memiliki. Geliat ini muncul setelah Jokowi memiliki roda dua bergaya chopper yang dipesan dari salah satu bengkel, Elder Garage. Sang RI 1 memang memiliki hobi terhadap motor modifikasi bahkan sang anak pun juga sempat mengubah motor Royal Enfield miliknya ke Katros Garage.

Secara tidak langsung ia membuat industri kreatif seperti motor modifikasi mulai dilirik. Salah satunya oleh Gubernur Provinsi Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Kalau Jokowi menunggangi Chopper, Ganjar Pranowo memilih Scrambler. Dilansir dari DetikOto ia baru saja membawa pulang motor garapan Icus Custom Indonesia yang berlokasi di Semarang. Bahkan ia langsung mengunjungi bengkel tersebut.

Motor scrambler yang dimiliki berbasis Yamaha Scorpio 225 cc yang diungkapkan langsung oleh Icus Custom dan dibanderol Rp 22,5 juta. Harga ini terbilang murah dibanding motor kustom Jokowi lainnya yang bergaya Bobber yang dibangun langsung oleh Katros Garage. Yang konon kabarnya bengkel tersebut membuka harga Rp 30 juta.

Kenapa motor Bobber Jokowi lebih mahal lantaran dibangun sesuai permintaan selera. Sedangkan Icus Custom sudah menyediakan hasil karya ubahannya.

Ganjar membeli motor Yamaha Scorpio 22 Scrambler secara langsung dengan mendatangi lapak dengan rombongan sepeda motor. Saat itu ia datang dengan menunggani Kawasaki ER-6N. Ketika pulang, motor custom yang baru diboyong tersebut dikendarai oleh salah seorang ajudan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Baik

Si Nona Gampang Marah? Bersyukurlah, Karena Bung Satu Langkah Terhindar Dari Diabetes

Memiliki pasangan gampang marah atau menyulut emosi, tentu membuat jengkel. Namun menurut penelitian itu bagus untuk kesehatan karena mengurangi risiko diabetes! Peneliti dari Michigan State University dan University of Chicago dilansir dari brightside.com telah meriset hubungan karakter perempuan yang gampang marah dengan risiko diabetes pasangan.

Dengan melibatkan 1.228 pasangan untuk curhat hubungan asmara masing-masing. Dari membahas tingkat kebahagiaan, seberapa sering menghabiskan waktu bersama sampai ‘menyentil’ tingkat kepercayaan dan keterbukaan. Keduanya memiliki pandangan dan efek yang berbeda soal hubungan karakter pasangan terkait kondisi kesehatan.

Laki-laki lebih sehat ketika memiliki pasangan yang gampang marah dan banyak menuntut. Terutama untuk resiko terkena diabetes dan penyakit lain. Meskipun kendengarannya membuat bung mengernyit dahi lantaran paham bagaimana pasangan kalau marah. Faktanya, ini telah dibuktikan lewat penelitian. Mungkin kenapa kesehatan pasangan lebih terjamin karena si nona lebih perhatian dan menuntut, jadi apabila bung merokok atau melakukan tindakan tidak sehat ia akan gencar mengomeli kalian.

Sedangkan kondisi kesehatan perempuan akan baik jika berada di lingkungan positif. Mereka akan lebih sehat dan tidak rentan terkena diabetes. Terutama jika memiliki pasangan pintar dan dewasa. Sebab perempuan cenderung peka dan paham cara berinteraksi menanggapi pasangan. Lewat hal itu saja sudah memberikan efek positif pada metabolisme tubuh.

Jadi, kalau si nona marah-marah dan banyak menuntut bung harus bersyukur, karena berpotensi tidak terkena penyakit salah satunya diabetes.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

Yomamen.com adalah majalah online khusus pria Indonesia. Lahir dari keinginan untuk menyediakan tulisan khas laki-laki Indonesia. Membahas sekaligus mengkritisi urusan maskulinitas dan gaya hidup pria modern.

Facebook

Copyright © 2017 Yomamen.com

To Top