Sosial

Pengemudi Ojek Online Dapat Tiket Guns N’Roses Gratis, Setelah Antar Penumpang

Kamis malam kemarin Axl Rose cs baru saja menggelar konser di Stadion Gelora Bung Karno (GBK). Tentunya banyak para penggemar Guns N’Roses yang datang jauh jauh hanya untuk menyaksikan aksinya. Termasuk salah seorang pengendara ojek online satu ini bung!

Bambang ada seorang ojek online yang datang jauh-jauh dari Banten ini mendapatkan tiket secara cuma-cuma usai mengantar seorang penumpang. Kisah ini diceritakan langsung oleh Titi sebagai pemesan yang kaget melihat pelat nomor motor Bambang berhuruf A.

 

Saya ngefans dari SMP bu. Sampe pengen nangis tau mereka kesini. Ibu bisa tolongin saya ga untuk dapet tiket? Saya mau beli di calo semua udh diatas 1 juta bu,” tulis Titi menirukan ucapan Bambang pada Instagram Stories dilansir dari Brilio.net

Setelah putus asa karena harga tiket semua sudah naik, Titi mengenal seorang teman yang bekerja di perusahaan PR yang mengurus konser tersebut selama di Jakarta. Karena salut dengan perjuangan Bambang, alhasil ia mencarikan tiket tersebut.

Tak disangka dari awal ingin mencarikan tiket guna mensiasati harga yang melonjak tinggi. Teman Titi bernama Meta justru memberikannya secara cuma-cuma. Lantas Bambang pun bisa mewujudkan keinginannya sejak kecil tersebut.

 

Dikirimin foto by WA sama pak @abenk_1915 yang dikasih tiket nonton GnR gratis dari @metajuanita @imagedynamicspr. Makasih banget ya ID! Akhirnya Pak Bambang bisa nonton konser GnR” tulis Titi pada insta storynya dengan menunjukkan foto Bambang sembari memegang tiket tersebut. Kisah Bambang lantas menjadi viral dan membuat warganet terharu.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Tahu

Jadi Nikah Kapan?

Lebaran masih lima bulan lagi, tapi bisa jadi ada sesuatu yang sudah bung wanti-wanti. Apalagi kalau bukan pertanyaan dari para sanak family, “Kapan nikah?”. Buat bung yang sudah punya pasangan, pertanyaan seperti ini mungkin tak terlalu jadi beban. Tapi akan berbeda rasanya jika hingga kini, bung masih belum bertemu dengan si nona yang dicinta.

Lika-liku asmara kerap jadi sesuatu yang sulit diterka. Si nona yang sudah kita kejar mati-matian, bisa jadi tak mau membalas perasaan. Anehnya, dia yang tak kita suka, justru datang untuk memberi perhatian. Kalau sudah begini, mungkin bung bingung sendiri. Tapi tak ada salahnya untuk mencoba belajar menumbuhkan rasa. Bukannya cinta bisa tumbuh kalau sering bersama?

Hal lain yang bisa bung coba, adalah bagaimana melihat celah untuk merebut hatinya. Entah itu mantan pacar yang masih dicinta atau nona lain yang sedang jadi incaran dari sekian lama. Jelilah membaca peluang, baca situasi mana yang bisa bung manfaatkan. Dan biasanya, untuk bisa masuk dan memenangkan hatinya adalah ketika si nona sedang gundah. Cobalah jadi pedengar yang baik untuknya, korek informasi yang membuatnya terlihat kesah. Kalau sedang beruntung, bukan tak mungkin jika nona akhirnya menjatuhkan hati pada kita.

Lampu hijau dari nona mungkin sudah ada dalam genggaman, untuk bung yang berniat serius tentu harus mulai atur strategi untuk meminta izin pada orangtuanya. Jangan terlalu pede untuk tiba-tiba datang melamar, semuanya butuh persiapan. Sesekali, buatlah janji untuk menghabiskan akhir pekan di rumah si nona. Disana bung bisa sekaligus menyampaikan niat pada Ayah dan Ibunya. Tapi sebelumnya bung perlu tahu bagaimana, caranya bertutur kata yang sopan untuk mendapat restu dari calon mertua. Disini, kami  pernah membuat tipsnya.

Selanjutnya, cobalah bung bicarakan dengan nona. Kapan kira-kira waktu yang tepat untuk mengsakralkan hubungan yang sudah dibina. Karena kadang-kadang, meski kita sudah ngebet untuk nikah, bisa jadi si nona belum merasa siap. Bung tentu tak mau kan, jika dia mau menikah karena terpaksa. Karena percaya atau tidak, si  nona selalu punya pandangan yang berbeda dengan kita dalam hal memandang hubungan.

Jika niat di hati memang sudah bulat, ada banyak persiapan yang harus bung buat. Ingat bung, pernikahan bukanlah perkara semalam. Ada begitu banyak persiapan yang butuh bung cicil dari sekarang. Mulai dari persiapan mental, administrasi, hingga materi. Bung mungkin harus belajar menahan emosi, memperbanyak rasa sabar setiap kali ada pendapatan yang bertentangan. Konon, sebelum menikah memang ada banyak pertengkaran-pertengkaran yang menghujani hubungan.

Disamping itu, bung juga mungkin akan disibukkan dengan berbagai macam persiapan. Pergi ke kantor kelurahan, hingga harus mengantri di catatan sipil. Bahkan, bung yang tinggal di DKI, harus membuat sertifikat kelayakan menikah, untuk bisa menikahi si nona. Beberapa teman menganggap ini jadi babak paling sulit. Menggelar pesta dengan sederhana dianggap tak berhasil jadi lelaki yang baik untuk si nona, tapi memilih pesta yang besar dan mewah pun kadan dianggap riya dan buang-buang uang saja.

Nah, kalau sudah begini. Bung perlu berkonsultasi dengan si nona lagi. Karena ini adalah pernikaham berdua, bagaimana pun pemilihan konsep pesta itu adalah hak bung dan nona. Walau di dalam masyarakat kita, keputusan calon penggantin kerap kali tak bisa sejalan dengan adat dan budaya.

Selepas menikah ada sekelimut perasaan yang bung rasakan. Maklum, katanya pernikahan itu adalah sangkar madu. Terlihat manis dari luar, tapi belum tentu begitu di dalam. Bahkan beberapa kawan berujar, jika menikah membuat hidupnnya kian tak asyik. Karena tak lagi bisa sebebas saat membujang dulu. Tapi, benarkah begitu?

Menurut kami, pernyataan seperti ini hanya akan keluar dari laki-laki yang menyesali pilihannya. Sedari awal harusnya bung sudah paham, jika kehidupan lelaki yang sudah beristri pastilah berbeda dengan dia yang masih sendiri. Itulah kenapa penting untuk mencari teman hidup yang bisa saling memahami. Bukan malah mengikat bung untuk tak bisa kemana-mana.

Ada waktu untuk duduk santai berdua dengan nona selepas menikah, berbagi pekerjaan rumah, dan melakoni beberapa hal baru yang dulu tak pernah kita tahu. Dengan catatan, tak juga melupakan waktu kumpul dengan beberapa teman, untuk sekedar ngobrol ngalur-ngidul. Tapi ingat bung, keluarga tetap jadi yang nomor satu.

Satu hingga lima tahun pertama, konon jadi masa-masa indah berdua yang akan kian mendekatkan kita dengan si nona. Belajar saling memahami lebih dalam dan menumbuhkan rasa cinta yang semakin besar. Tapi, rumah tangga tentu tak berjalan semulus yang kita kira bung. Pada beberapa titik, mungkin ada masanya bung berselisih paham dengan pasangan. Tak menemukan jalan tengah untuk membuat kesepakatan. Hingga hal lain yang mungkin bertentangan.

Apalagi, jika usia pernikahan sudah memasuki usia 10 tahun. Ada beberapa hal yang mungkin akan hilang dan berganti. Tapi, itu bukan alasan untuk saling menyalahkan bung. Karena, begitulah memang hubungan suami-istri berjalan. Bung tak selalu benar, dan si nona pun tak selalu salah.

Keputusan bung untuk menikahinya, tentu sudah melalui banyak pertimbangan. Maka jika setela sekian lama bung merasa ada yang berubah dari hubungan dengan si nona. Bisa jadi ada yang salah dari pemikiran yang bung punya. Sebab jika sebelum menikah saja bung sudah merasa menemukan sosok yang tepat untuk buat bung bahagia. Harusnya bahagia itu, bisa bertambah selepas menikah.

Bijaklah dalam membaca semua perkara yang ada, tanggalkan emosi dan ego yang bung punya. Karena untuk tetap bertahan dalam pernikahan, kita memang butuh usaha yang besar. Sama-sama belajar, sama-sama menguatkan, dan sama-sama terus menumbuhkan rasa sayang.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Tahu

Pemilu Kita Kian di Depan Mata, Masihkah Apatis Atau Sudah Siap Menyumbang Suara?

Pesta demokrasi terbesar di negeri ini tinggal menghitung mundur. Kira-kira tiga bulan lagi, atau tepatnya pada 19 April 2019, Indonesia kembali melaksanakan Pemilihan Umum (Pemilu). Dilihat dari suasana dan situasi, pemilu kali ini tampak tak jauh berbeda dengan Pemilu lima tahun silam. Kian memanas, terutama Pilpres. Bahkan terbentuk kubu musiman yang membela mati-matian tokoh yang mereka anggap jagoan.

Beda Pilpres yang cukup terasa tentu soal cara kampanye. Dulu suara dan euforia warganet dulunya jelas tak semasif sekarang. Kini publik digiring untuk ikut berpartisipasi lewat jalur daring. Bahkan suara masing-masing kubu kian kuat saat berkumpul di lini masa. Panas dan sengitnya perbincangan pemilu terasa di ranah itu.

Bagaimanapun, kita boleh banyak bersyukur sebab teknologi ikut campur tangan dalam perluasan informasi. Bagi pemilih muda—terutama pemula, tentu butuh informasi yang jelas dan subyektif mungkin mengenai calon pemimpin yang akan mereka pilih. Tapi, benarkah kita-kita ini sudah paham detail lebih lanjut mengenai pemilu kali ini? Sebuah pertanyaan sederhana, sudahkah bung tahu lembaga apa saja yang harus dipilih saat pemilu nanti?

Tahun politik kali ini membawa kita pada momen perdana dilaksanakannya Pilpres dan Pileg secara serentak. Alhasil, ada lima kotak suara yang akan tersedia. Ya, tahun ini kita akan memilih calon anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten sekaligus calon presiden dan wakil presiden. Jadi, jangan terkejut jika nanti Bung harus menyoblos lima surat suara yang berbeda.

Jelas terasa lebih kompleks. Tapi tak usah dibawa pusing ya Bung. Kalau dirasa Bung belum menemukan calon pemimpin yang dirasa punya visi misi yang kuat, coba pertimbangkan juga para Srikandi yang siap terjun di kontestasi pemilu tahun ini. Nama-nama seperti Tsamara Amany hingga Olla Ramlan tak bisa dipandang sebelah mata. Coba cek dulu profil mereka. 

Tak seperti para calon legislatif yang butuh usaha ekstra menarik atensi dan simpati calon pemilih, dua calon presiden punya panggungnya tersendiri, bahkan kehadirannya dalam menyampaikan program kerja dan visi misi bila terpilih, jelas dinantikan oleh sebagian besar rakyat Indonesia. Terbukti, debat perdana dua calon presiden yang dihelat beberapa waktu lalu selalu santer dibicarakan oleh segala lapisan masyarakat. Yang paling ramai dibahas apalagi kalau bukan soal chemistry antara masing-masing capres dan cawapres. Ini dia rangkumannya

Nah Bung, soal membangun chemistry ternyata krusial ya. Debat capres dan cawapres kedua masih menunggu waktu, semoga saja chemistry yang terbangun bisa kian kompak. Kalau Bung sendiri, bagaimana? Dengan si nona, yakin sudah sehati? Atau jangan-jangan Bung dihadapkan dengan situasi dimana Bung dan Nona menjagokan sosok capres yang berbeda? Seperti kata tulisan ini .

Tapi kalau pun iya, lantas kenapa? Berbeda karena beda pilihan bukankah hal biasa dan harus ditoleransi? Jangan justru dijadikan bara api yang kian dipancing agar jadi api yang lebih besar lagi. Cukup sekali saja kita mendengar ada keluarga yang bertengkar hebat, bahkan harus memindahkan makam seseorang hanya karena disinyalir beda pilihan. Ironis sekali, kan Bung?

Sekelumit realita yang tak mengenakan ini yang pada akhirnya membuat banyak orang jadi apatis. Sebagian dari kita berpikir sudah tak ada orang yang benar-benar baik untuk jadi pemimpin atau layak mendapatkan suara dari kita. Apakah Bung salah satu yang berpikir begitu juga? Sebaiknya jangan ya. Sebab bagaimanapun, memilih jadi golput di era sekarang, jelas sudah tak sekeren dulu. Bung boleh cek faktanya di artikel ini. 

Keputusan tetap di tangan Bung, tapi kalau boleh mengutip ungkapan dari capres fiktif kesayangan warganet, Nurhadi, ia mengatakan demikian kepada media beritagar.id,
“Saya selalu bilang pilih pemimpin itu wajib, walau pemimpin itu pendosa. Harus ada pemimpin. Jangan sampai enggak. Sekalipun karakternya tidak baik. Tetap harus memilih. Ada pemimpin saja masih tidak baik, apalagi tidak ada, bakal amburadul negara ini.”

Jadi, bagaimana Bung? Sudah siap memberi suara di pemilu nanti, kan?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Tahu

Gara-Gara Pajak, Ronaldo Akan Mendekam di Penjara Selama Dua Tahun?

Pesepakbola asal Portugal, Cristiano Ronaldo telah mengaku bersalah atas kasus penggelapan pajak yang coba dituduhkan kepada pengadilan Spanyol. Atas kesalahannya Ronaldo harus membayar ganti rugi sebesar €18,8 juta atau setara Rp303 mlliar sekaligus menjalani masa tahanan dua tahun atas perbuatan melanggar hukum tersebut.

Mantan punggawa Real Madrid dituduh jaksa penuntut Spanyol setelah berhasil menggelapkan penghasilan sebesar €14,8 juta (Rp238 miliar) dari hak pencitraannya antara 2011 hingga 2014. Tepat pada Selasa, 22 Januari 2019 ia hadir di Madrid dan menerima segala bentuk hukum atas kesalahannya.

Ronaldo hanya memberi keterangan singkat dengan bilang, “sudah selesai” yang dikutip dari AS usai menyatakan bersalah dan vonis yang dijatuhkan. Karena sistem pengadilan si Spanyol memiliki aturan khusus soal hukum fiskal, Ronaldo tidak harus menjalani hukuman di penjara loh bung, alias penangguhan. Karena pelanggaran yang dilakukan bukan tipe pertama.

Selain Ronaldo, mantan punggawa Real Madrid yang telah pensiun yakni Xabi Alonso juga hadir atas kasus penggelapan pajak penghasilan yang membelitnya di masa lalu. Jaksa penuntut umum mengajukan tuntutan penjara lima tahun kepada mantan pemain Real Madrid tersebut atas pelanggaran penggelapan pajak pada 2010, 2011, dan 2012. Namun Xabi Alonso mengaku tidak bersalah atas tuduhan yang dituduhkan kepadanya.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

Yomamen.com adalah majalah online khusus pria Indonesia. Lahir dari keinginan untuk menyediakan tulisan khas laki-laki Indonesia. Membahas sekaligus mengkritisi urusan maskulinitas dan gaya hidup pria modern.

Facebook

Copyright © 2017 Yomamen.com

To Top