Otomotif

Pengalaman Kami Menjajal Seminggu Pergi Kerja Pakai Royal Enfield

Sewaktu mengutarakan niat untuk mencoba menggunakan motor Royal Enfield sebagai kendaraan ke kantor, sebagian rekan sejawat sempat mempertanyakan mengenai niat ini. Pasalnya rute yang akan ditempuh tak kurang dari 25 kilometer yang membentang dari Tangerang Hingga ke Warung Buncit Jakarta.

Bukan cuma urusan jarak, namun jalan itu memang masuk kategori jalur “neraka”. Sumber macet mulai dari pasar hingga tempat mangkal angkot harus dilalui. Jelas sebuah jalur yang sekilas lebih cocok dilintasi menggunakan motor matic dengan kapasitas mesin mini.

Sementara pilihan kami jatuh pada Royal Enfield (RE) Classic 500. Motor yang mungkin biasa dibawa untuk sekedar sunmori di minggu pagi yang lengang. Atau malah seringnya ditunggangi santai di jalur luar kota nan asri.

Namun kami bergeming, karena niat menjajal sudah sampai diubun-ubun. Ini yang kami dapatkan setelahnya.

Menerabas Macet Dengan Bobot Bongsor Memang Tantangan Tersendiri

Urusan bobot memang jadi hal pertama yang ingin kami ceritakan. Pasalnya bobot RE 500 ini memang tak main-main. Berat kosongnya mencapai 190 Kg. Jangankan untuk mereka yang terbiasa bawa motor kecil, buat penunggang motor gede tipe sport sekalipun tentu akan sedikit terkejut dengan angka ini.

Sebagai gambaran motor macam Ducati monster misalnya hanya punya bobot 160 Kg. Sementara CBR yang kapasitasnya mencapai 1000 cc saja beratnya hanya berkisar diangka 180 Kg.

Dengan bobot macam ini, walhasil menerabas macet jadi tantangan tersendiri. Kondisi stop and go dan sesekali ingin menyelip di tengah kemacetan urung kami lakukan karena khawatir tak kuat menahan motor yang harus dimiringkan. Ditambah lagi setang RE yang lebar membuat aksi meliuk-liuk tak bebas dilakukan.

Kami sempat pula beberapa kali berhenti di jalan menanjak. Mencoba menahan motor tanpa rem jelas jadi perbuatan sia-sia. Mencoba secara cepat mengatur gas dan melepas rem di tangan juga tak banyak membantu. Karena itu perlu untuk melatih konfigurasi perpindahan rem di tangan, tuas gigi dan kembali ke rem kaki jika sempat tertahan di jalanan macet yang menanjak.

Mesin Konfigurasi Lawas, Punya Suara Super Sexy Yang Menarik Perhatian

Secara kapasitas mesin, ruang bakar Royal Enfield yang notabene “hanya” 500 cc memang belum besar-besar amat. Namun karena modelnya yang slinder tunggal dengan sirip pendingin udara bikin mesin motor ini terlihat sangat besar.

Uniknya lagi konfigurasi mesin ini memang dirancang serupa dengan mesin lawas milik Royal Enfield jaman dulu. Overstrokenya dibuat panjang berkompresi rendah hanya 8,5:1 dengan mekanisme klepnya masih menggunakan pushrod.

Hasilnya suara mesin yang dihasilkan super seksi. Dalam kondisi stasioner, dentuman ngebass dari mesin 500 cc tersebut serupa helaan napas satu-satu dengan RPM yang sangat rendah. Bagi pengguna awam pastinya selalu ingin menaikan putaran gas jika menaiki Royal Enfield Classic 500 ini, karena suaranya dicurigai seperti akan mati.

Tapi sebetulnya tak perlu khawatir soal mesin mati karena jeroan milik Royal Enfield Classic 500 ini sudah tergolong modern. Pengapiannya bahkan menggunakan tipe twinspark alias businya ganda. Sementara pengabutan bensinnya sudah menganut sistem injeksi.

Uniknya masih ada tuas cuk di setang kiri, jadi injeksinya belum dibekali auto idle up. Saat pagi hari biar mudah menyala, pilihannya aktifkan cuk atau buka gas sedikit, kalau cuma pencet tombol starter mesin susah hidup. Kami juga menjajal menyalakan mesin besar ini dengan engkol kaki. Hasilnya? Ternyata tak sesulit yang dibayangkan.

Dengan mesin macam itu, meski Royal Enfield yang kami gunakan knalpotnya masih dalam kondisi standar, suara yang dihasilkan itu cukup membuat pengguna jalan lain melirik. Dan tak hanya dalam kondisi stasioner saja kami jadi objek menarik. Karena begitu gas dibuka, suara mesinnya tedengar berderu keras yang jelas menyita perhatian.

Motor Nyaman Memang Untuk Dibawa Santai

Bagaimana performanya? Motor ini memang bukan untuk dibawa berakselerasi. Daya maksimalnya hanya mencapai 27.2 bhp yang diperoleh pada 5.250 rpm. Kendati begitu torsinya lumayan besar 41.3 Nm pada 4000 rpm. Dikombinasi dengan napas transmisi gigi yang panjang.

Pengalaman kami membawa motor ini di tengah kemacetan memang butuh perhatian ekstra. Kita harus menemukan ritme yang tepat untuk membuka gas secara halus agar motor tak segera loncat karena torsi yang besar tadi.

Di luar itu, layaknya konfigurasi motor jadul, RE Classic 500 ini terasa sangat bergetar jika gas dipuntir agak dalam. Tentunya ini jadi tantangan sekaligus sensasi tersendiri karena di tengah padatnya lalu lintas Jakarta, kita sering kali harusmembuka gas lebih besar untuk menyalip kendaraan di depan. Walhasil tangan harus terbiasa menahan getaran.

Tapi memang RE seperti diniatkan untuk dibawa lebih santai dan tidak terburu-buru. Bukan tipikal motor bagi mereka yang gemar tarik gas. Coba saja liat posisi duduknya tergolong sangat santai. Kombinasi setangnya yang menjorok dekat ke pengendara dengan footstep yang posisinya sedang tak terlalu maju atau mundur, hasilnya paha cukup rata dan betis lurus. Santai banget!

Bicara handling, kombinasi sasis dengan suspensi depan 35 mm dan sokbreker belakang dengan 5 tingkat setelan preload ternyata sangat nyaman. Stabil banget dan nurut ketika diajak belak-belok, namun tetap empuk ketika melindas jalan rusak atau speed trap, guncangan yang terasa di setang, jok dan footstep terasa minim, racikannya pas! Kenyamanan ini makin maksimal dengan adanya per di jok pengemudi layaknyaa motor perang jaman dulu.

Bagimana konsumsi bensinnya? Dengan rasio kompresi 8,5:1, dikasih Pertalite beroktan 90 sudah lebih dari cukup. Dipakai harian di Jakarta dan sekitarnya, konsumsi bensinnya ternyata tergolong cukup irit untuk motor 500 cc, dari hasil pengukuran diperoleh angka rata-rata 24 km per liter.

Namun menggunakannya selama seminggu memang menyimpan PR tersendiri untuk urusan bensin ini. Pasalnya RE Classic 500 ini tidak memiliki jarum indikator bensin. Jadi meski ada lampu peringatan bensin akan habis, tetap saja pengendara harus kerap menggunakan feeling kapan harus isi bensin. Lumayan membuat degdegan ketika lampu tiba-tiba menyala di kemacetan sementara pom bensin masih jauh.

Jelas Tak Menolak Jika Melanjutkan Lebih Dari Seminggu

 

Kesimpulannya kami tak menolak melanjutkan menggunakan motor ini untuk harian. Setidaknya penggunaan rutin beberapa hari perminggu. Sebab Royal Enfield Classic 500 ini memang obat ajaib untuk mengusir kebosanan di tengah kemacetan jalanan Jakarta. Bentuknya yang klasik dan gagah dengan mesin besarnya membuat kami harus melayani sejumlah pertanyaan pengendara lain ketika di jalan raya atau ketika berhenti parkir. Jadi membawa motor ini untuk digunakan harian, berarti pula harus terbiasa dikomentari:

“Motornya sangar mas” ujar beberapa orang yang kami temui sambil mereka memberi jempol tanda penghormatan.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Yang Harus Kamu Siapkan Sebelum Pergi Nobar Piala Dunia




Menonton gelaran olah raga besar macam Piala Dunia yang dihelat sejak 14 Juni 2018 lalu memang akan lebih seru dinikmati dalam suasana nonton bareng. Pergi bersama kawan-kawan sambil membahas detail tentang permainan. Aksi saling mendukung dan berbagi kesenangan memang terasa lebih maksimal jika dinikmati bersama-sama.

Yup, Indonesia boleh dikata sedang menyaksikan pergesaran sosial dari sepak bola. Dari sekedar olah raga yang dinikmati secara langsung, bergeser menjadi ajang interaksi sosial. Sepak bola digunakan oleh banyak orang Indonesia untuk mengisi waktu senggangnya dan mencari kesenangan lewat interaksi sosial yang berkisar di soal olah raga bola.

Sepak bola menjadi alat tukar sosial untuk diperbincangkan bagi para pecintanya. Munculah kemudian budaya kontemporer “nonton bareng alias nobar”. Karena ajang ini menjadi media paling tepat untuk pertukaran interaksi sosial tadi. Fenomena ini sendiri mulai marak sejak pertelevisian Indonesia mulai menyajikan tayangan liga-liga sepak bola Eropa. Dan mencapai puncaknya ketika ada gelaran macam Piala Dunia saat ini.

Nah, itulah mengapa setiap ada aksi nonton bareng tak lagi terbatas hanya perkara soal siapa menang kalah di lapangan. Tapi banyak hal yang umumnya dipersiapkan agar interaksi dengan kawan dan kerabat menjadi lebih seru.

Mencari Tempat Nyaman Dan Mendukung Suasana Nonton Bareng

Hal ini penting! Karena jangan sampai kita salah memilih tempat menonton. Ketika sedang ajang Piala Dunia macam ini biasanya nyaris setiap restoran atau tempat nongkrong memasang tayangan Piala Dunia. Namun bukan karena ada tayangan lantas kita bisa merasakan atmosfer nobar.

Pilih lah tempat yang memang secara khusus mengadakan nobar. Jadi mereka sudah siap menampung orang lebih banyak, sekaligus juga menampung adrenalin para penonton. Tak ada pengunjung tempat itu yang akan tergagap-gagap ketika kita dengan lantang meneriakan kata GOL!!

Cari Informasi Terbaru Sebelum Hari Pertandingan

Karena ini soal interaksi sosial tentunya kamu tak mau jadi orang yang minim informasi bukan? Sebelum berangkat nobar akan lebih seru jika kamu mencari informasi seputar tim yang akan bertanding.

Siapa perkiraan starting elevennya, bagaimana prediksinya, bagaimana sejarah pertemuan keduanya. Nantinya bahan-bahan ini akan berguna ketika dalam suasana menuju pertandingan. Interaksimu akan terasa menyenangkan jika bisa saling bertukar informasi bukan?

Gunakan Jersey Untuk Memperkuat Identitas

Ini salah satu keseruan dari interaksi sosial tadi. Kesamaan maupun persaingan akan lebih terasa ketika kita menggunakan salah satu jersey dari tim yang sedang bermain. Karena berbeda dengan menonton langsung di stadion yang area antar pendukung dibedakan, ketika nobar umumnya para pendukung akan bercampur baur.

Dengan menyatakan tegas lewat jersey kita mendukung siapa, maka kita juga akan dilatih dewasa ketika memenangkan pertandingan sekaligus legowo ketika kalah. Sebuah energi yang tidak kita dapatkan kalau hanya menggunakan pakaian “bebas”. Kalau tidak ada jersey timnas negara yang bertanding tak ada salahnya juga menggunakan jersey dari liga negara tersebut. Atau menghias wajah dengan nuansa tim yang bertanding

Bangun Energi Sporty Sejak Berangkat

Seperti dijelaskan sebelumnya, nobar bukan hanya soal siapa kalah menang di lapangan. Ini soal budaya kontemporer tempat mengisi waktu senggang mencari kesenangan. Karena itu akan lebih seru jika kita membangun energi itu sejak berangkat dari rumah.

Misalnya boyong kendaraanmu yang punya aura sporty untuk mendukung energi ini. Salah satu yang mengusung tema ini adalah Yamaha Aerox 155VVA R-Version. Scooter MAXI Yamaha yang satu ini menyematkan dua warna baru, Matte Silver yang terinspirasi dari Yamaha YZF-R1M dan Racing Yellow yang terinspirasi dari warna livery legendaris Yamaha di MotoGP. Coba bayangkan kamu pendukung brasil yang lekat dengan warna kuning datang dengan Aerox Racing Yellow!

Dan layaknyaa pemain bola profesional, motor satu ini tak hanya tampilannya yang sporty, karena Yamaha Aerox 155VVA didukung mesin 155cc generasi terbaru dilengkapi Variable Valve Actuation (VVA) yang diklaim membuat tarikan mesin lebih bertenaga. Semua tipe Aerox 155VVA sudah dilengkapi teknologi Blue Core sehingga performa mesin kian maksimal namun tetap irit bahan bakar.

Aerox pun didukung Smart Motor Generator (SMG) yang membuat suara motor lebih halus saat dinyalakan. Nah, berbeda dengan versi standar, Yamaha Areox R Version ini sudah menganut sistem subtank berwarna emas untuk shock breaker belakangnya.

Ditambah lagi R Version ini dilengkapi cakram depan berbentuk gelombang dengan ukuran 230mm. Kombinasi ini tentunya akan memberikan pengalaman berkendara yang lebih stabil dan maksimal. Masih penasaran sama motor yang satu ini, Yuk tengok detailnya di halaman ini!

Jadi yuk kita nobar, kamu mau ajak siapa?

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Agar Hati Nyaman Tak Terusik Meninggalkan Motor Di Kala Mudik




Ingat Bung, mudik naik motor sangat tidak dianjurkan oleh pemerintah! Masih mau nekat? Sebagian Bung mungkin merasa mampu melakukannya. Apalagi sudah biasa touring jarak jauh.

Tapi mudik itu bukan cuma perkara perjalanan jarak jauh. Ketika itu kondisi jalanan sedang padat-padatnya. Situasi tidak senyaman perjalanan luar kota seperti ketika kita touring bersama kawan-kawan. Risiko tinggi bahkan nyawa taruhannya.

Karena itu baiknya kendaraan roda dua ditinggal dulu selama kita melaksanakan mudik. Namun tentu masalah lain kemudian muncul. Meninggakan motor kesayangan dalam jangka waktu lama bikin hati tak tenang. Perlu siasat agar hati tetap nyaman meninggalkan motor di rumah selama mudik.

Titip Tetangga Kalau Rumahnya Cukup Lega

Langkah ini bisa Bung lakukan apabila punya hubungan yang cukup dekat dengan tetangga. Terutama jika rumah yang hendak dititip cukup luas dan si tetangga tidak melaksanakan mudik lebaran.

Jangan lupa juga untuk menitipkan kuncinya, sekaligus perbolehkan untuk si tetangga menggunakan motor kita. Dengan begini motor akan tetap terpakai selama kita mudik, dan tak khawatir motor tidak dipanaskan. Nantinya sebagai rasa terima kasih jangan lupa bawakan buah tangan dari kampung halaman untuk mereka ya.

Tak Bisa Dititip? Usahakan Masuk Ke dalam Rumah

Skenario ini harus ditempuh seandainya tetangga terdekat juga ikut mudik pulang kampung. Jangan perlakukan motor seperti biasanya ketika kita beraktivitas sehari-hari. Karena selama ini kita hanya memarkirkannya di teras rumah agar mudah keluar masuk.

Mengingat akan ditinggal lama, kali ini motor harus dimasukan ke dalam rumah. Letakan pada posisi yang lebih dalam agar lebih aman. Sedikit merepotkan tak mengapa asal hati tak was-was di kampung halaman.

Pakai Kunci Tambahan Agar Lebih Aman

Metode ini terkesan sederhana namun terbukti masih cukup ampuh. Pasanglah kunci pengaman tambahan di motor. Selain itu berikan juga gembok tambahan untuk pintu dan pagar rumah.

Meski harus mengeluarkan budget lebih besar, namun belilah perangkat gembok dan pengaman yang mumpuni. Beberapa sudah dilengkapi bahan anti potong dan anti cairan perusak gembok.

Tentunya Lebih Nyaman Untuk fitur Motor Yang Canggih

Nah beruntunglah mereka yang punya motor dengan sistem keamanan canggih. Contohnya Yamaha Lexi-S yang sudah dibekali fitur Smart Key System. Ini merupakan sistem kunci tanpa anak kunci alias keyless.

Tentunya fitur macam ini akan membantu kita bebas dari tangan-tangan jahil yang sering menggunakan modus kunci T untuk mengambil motor. Dan kalau pun starter dipaksa diputar, motor tidak akan hidup karena sudah dilengkapi teknologi immobilizer.

Mudik Lebih Nyaman Ketika Tahu Motor Siap Menanti Ketika Kembali

Hati akan lebih nyaman jika tahu bahwa motor akan baik-baik saja ketika kembali. Menyenangkan jika mesin tak rewel ketika akan dinyalakan setelah sekian lama bukan?

Nah tentunya teknologi macam yang disematkan pada Yamaha Lexi akan sangat membantu mesin tetap lancar digunakan setelah sekian lama. Motor ini sudah dilengkapi Smart Motor Generator (SMG) yang memudahkan motor hidup dan membuat suara motor lebih halus saat dinyalakan.

Apalagi Yamaha Lexi menggunakan mesin generasi baru Blue Core 125 cc yang disempurnakan Variable Valve Actuation (VVA) sehingga pengendara akan merasakan sensasi berkendara efisien, bertenaga dan handal dengan tenaga dan torsi maksimum di setiap putaran mesin.

Motor sudah hidup, saatnya menikmati jalanan di waktu liburan tersisa. Berkeliling ke tempat liburan atau mengunjungi kerabat jadi alternatif yang menyenangkan menghabiskan masa berlibur.

Nah, untuk melakukannya tentunya kita butuh motor yang cocok digunakan untuk kegiatan tersebut bukan? Jawabannya ada di Yamaha Lexi yang luas dan nyaman dikendarai jarak jauh. Sebab Yamaha Lexi memiliki big luggage capacity yang mampu menampung barang bawaan lebih banyak. Apalagi, Yamaha Lexi menjamin pengendara tetap terhubung melalui Smartphone karena dilengkapi Electric Power Socket untuk mengisi daya gadget.

Berbeda dengan MAXI YAMAHA lainnya, Yamaha Lexi merupakan satu-satunya motor MAXI yang memiliki ruang pijakan kaki luas sehingga memberikan kemudahan bagi pengendara untuk menaiki sepeda motor. Spacious Flat Foot Board ini juga memberi kenyamanan posisi berkendara dengan dua posisi kaki khas MAXI YAMAHA.

Berbekal joknya yang bertipe long seat, menjanjikan kenyamanan berkendara baik individu maupun saat berboncengan. Pengendara bisa dengan nyaman membawa kekasih, pasangan, atau sahabat untuk bepergian bersama Yamaha Lexi. Kalau masih penasaran soal motor satu ini kamu bisa lihat detailnya di halaman ini!

Selamat mudik Bung!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Modifikasi

Katros Garage Mengemban Kepercayaan Modifikasi Tunggangan Putra Sulung Jokowi

Putra sulung Jokowi, Gibran Rakabuming, memang memiliki ketertarikan dalam dunia otomotif seperti roda dua. Memiliki kuda besi Royal Enfield Tipe Classic 500 yang sangat gagah, ternyata belum memuaskan hasratnya sebagai pengendara. Ia pun mengantarkan motornya ke bengkel kawakan di daerah Ciputat Timur, yakni Katros Garage, untuk dipoles sesuai keinginannya yakni bertipe bobber.

Dana yang dihabiskan untuk mempercantik motor berwarna hijau tersebut diperkirakan mencapai Rp 20 -25 juta. Perubahan yang dialami motor ini pun tak terlalu signifikan dari aslinya, hanya perubahan minor dibagian ukuran ban, perpanjangan swing arm, stang, jok motor, knalpot, sampai lampu depan belakang.

Meskipun mengurus motor anak nomor satu di Indonesia, Katros Garage, tetap memperlakukan Gibran layaknya customer lainnya tanpa ada perlakuan khusus. Seperti tetap menunggu jadwal antri modifikasi sesuai dengan daftar tunggu yang masuk ke Katros.

“Yang khusus enggak ada sih, cuma kita lebih hati-hati saja customnya,” kata Julianto, Kepala Bengkel Katros Garage.

Ia pun menjelaskan tentang tingkat kesulitan pembangunan motor bertipe bobber, yang terletak pada pengukuran dan penyesuaiannya dengan kapasitas motor.

“Tingkat kesulitan pasti ada, yang kita harus pikirin dan ukur. Harus sesuai dengan kapasitas motornya sendiri,” terangnya dilansir dari Tribunnews.

 

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Menjadi Generasi Langgas

Update dengan gaya masa kini, bagi bung apakah suatu keharusan atau kewajiban? dilihat dari berbagai aspek, sepertinya bergaya masa kini adalah suatu yang tidak diharuskan tetapi perlu diketahui agar tidak ketinggalan zaman, kan? bagi sebagian orang, menjadi generasi sekarang berarti harus akrab dengan sosial media atau dunia digital yang mana kerap dibilang sebagai digital native.

Oleh karena itu hal yang beken di zaman sekarang direpresentasikan dengan hal yang gemar dilakukan oleh generasi millenials alias generasi langgas (yang lahir diantara tahun 1980-an sampai 2000-an). Millenials di era sekarang dijadikan kiblat atau patokan dibanding generasi X. Yang mungkin generasi X sudah tak lagi mendominasi. Lantas apa saja yang dilakukan generasi millenials di zaman sekarang?

Teknologi yang berkembang pesat, menuntut generasi millenials untuk “berlari” dalam mempelajari hal ini. Pun dalam soal sosial, generasi ini dapat dibilang aktif sekaligus kreatif. Mempunyai pola pikir yang unik maupun gaya hidup yang nyentrik. Secara jelas, gaya hidup di era sekarang sangat tidak jauh dengan teknologi. Kira-kira seperti gaya hidup yang millenials atau beken saat ini?

Dimulai Dengan Aktif Menggunakan Sosial Media

Siapa yang mengawali sosial media dari era Friendster? berarti kalian termasuk dalam kategori orang yang sangat mengikuti perkembangan sosial media dari masa ke masa. Disambung dengan Facebook, Twitter, Instagram, Path sampai dengan Youtube.

Generasi millenials setidaknya memiliki akun dari semua platform meskipun tak aktif dalam menggunakan dan mengoptimalkan. Meskipun secara nyata, generasi millenials sangat aktif menggunakan sosial media bahkan di waktu senggang sampai di meja makan, yang namanya pantengin sosial media tidak dapat dilepas sebagai habit atau kebiasaan.

Sulit Meninggalkan Gawai Dari Gapaian Tangan

Nah ini, salah satu penyakit yang sulit ditangani bagi generasi millenials. Sekaligus menjadi salah satu ciri gaya hidup dari generasi tersebut. Bergeser jauh ke Korea Selatan, di mana terlahirnya Oppa Gangnam Style, sebanyak 1.000 pelajar Korea Selatan 25% diantaranya kencanduan ponsel. Nomofobia menjadi phboia yang muncul, yakni ketakutan tidak memiliki akses telepon seluler pun sangat merebak di kawasan Asia.

Phobia ini hadir setelah banyak bermunculan korban kecanduan gawai. Tak menutup mata, ketergantungan seseorang dengan gawai juga berdampak positif. Seperti penyebaran informasi dapat diakses dengan cepat atau situs-situs pengumpulan dana untuk musibah lebih cepat diketahui dan dengan lekas ditangani.

Lebih Suka Membayar Tanpa Uang di Tangan

Tentu kamu paham kan? generasi millenials sangat memanfaatkan teknologi. Bagi mereka, lebih baik ketinggalan dompet dari pada ketinggalan ponsel. Karena dengan ponsel mereka masih dapat bertransaksi dengan munculnya teknologi fintech yang dimunculkan beberapa pengembang. Beralih ke transaksi non-tunai atau cashless sudah menjadi bagian gaya hidup millenials. Karena tidak repot, tidak ribet.

Percaya Review Seorangan Dari Pada Iklan

Sebelum membeli barang, terutama elektronik, ketika sebuah iklan gencar memasarkan sehingga terpatri di otak mereka. Belum tentu barang tersebut akan dibelinya. Satu hal yang dilakukan adalah menunggu orang yang memiliki kredibelitas di bidangnya masing-masing untuk melakukan review sebelum ia membeli.

Kecenderungan ini dinamakan User Generated Contect (UGC) yakni informasi yang didapat perorangan. Apalagi mewabahnya ecommerce membuat budaya belanja semakin menemukan surganya. Generasi millenials merupakan generasi yang doyan dengan belanja tanpa sadar.

Memiliki Kendaraan yang Sangat Mencerminkan Anak Zaman Sekarang

Kendaran tak dapat dilupakan dari benak millenials. Kecenderungan mereka berpergian ke tempat yang instagramable sekaligus hits harus ditempuh dengan kendaraan. Roda dua tetap menjadi pilihan, guna dapat selap-selip dengan lincah sekaligus cepat. Kalau itu merupakan hal yang kamu cari, All New Satria F150 sangat cocok denganmu berarti!

Kiprahnya sebagai kendaraan roda dua sangat cocok untuk generasi muda. Pemilihan warna pun sudah disesuaikan dengan tren masa kini. Sangat jelas kalau dahaga generasi muda yang mementingkan sisi lifestyle dalam kendaraan sudah terpenuhi lewat All New Satria F150.

Dibekali mesin berteknologi fuel injection dan DOHC (Double Over Head Camshaft) yang memberikan akselerasi spontan dan padat saat kapanpun diinginkan pengendaranya. Penggunaan radiator berukuran besar sebagai sistem pendingin suhu mesin, memastikan kondisi terbaik untuk konsistensi performa dan keawetan komponen mesin.

Varian warna yang dihadirkan pun juga banyak guna memberikan pilihan bagi generasi millenials dalam mementingkan pilihan tunggangan. Yaitu standard, yaitu Brilliant White, Stronger Red dan Titan Black. Selain itu, masih ada 2 pilihan warna spesial untuk varian High Grade, yaitu Titan Black/Red Casting Wheel dan Metallic Triton Blue yang identik dengan tampilan Suzuki GSX-RR milik Team Suzuki Ecstar MotoGP 2017.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Menghemat Bahan Bakar Dapat Dimulai Dengan Berbagai Cara Agar Finansial Aman Terjaga

Menghemat bahan bakar untuk penggunaan roda dua dapat dimulai dengan berbagai cara. Apalagi bung, memiliki mobilitas tinggi dalam bekerja. Otomatis roda dua sangat dimaksimalkan penggunaan dalam menempuh perjalanan dan memangkas jarak. Harga BBM makin lama terus mengalami kenaikan. Di era 2000-an, kita pernah merasakan harga satu liter premium berada di sekitaran angka Rp 4.500, yang tidak begitu memberatkan seperti sekarang.

Keuntungan dari menghemat bahan bakar tentu banyak keuntungan. Terutama dari sisi finansial. Menyicil rumah atau buat tabungan masa tua bukan suatu mustahil untuk dilakukan apabila ada penghematan. Dibalik penggunaan kendaraan sudah menjadi faktor keharusan dan pembelian BBM sudah setingkat barang pokok. Ternyata terdapat berbagai cara untuk menghemat bahan bakar agar neraca keuangan aman dan tenteram.

Lakukan Pemasangan Power Booster

Hal pertama yang dapat bung lakukan untuk menghemat bensin dengan memperbesar pengapian motor. Cara ini berlaku bagi mesin bung yang bermesin 2 tak atau 4 tak. Letupan besi akan semakin sempurna dengan cara melakukan pembesaran pengapian atau tegangan. Secara logika kalau pengapian besar yang sempurna, bung tidak perlu membuka gas motor terlalu besar. Karena sudah mendapatkan tenaga yang besar dalam menjalankan motor. Power Booster sendiri mudah didapatkan di bengkel onderdil.

Penyetelan Ulang Pelampung Pada Karburator

Penghematan bahan bakar dapat dilakukan dengan menyetel pelampung karburator agar lebih irit. Penyetelan terhadap karburator tidak mempengaruhi pada si roda dua bung. Caranya dengan turunkan ketinggian pelampung karburator dengan jarak kurang lebih sekitar 1-2 mm. Sebelum bensin masuk ke ruang pembakaran pada motor biasanya lebih dulu ditampung oleh karburator.

Membuat Manifold Berkisi-kisi

Salah satu dari sekian cara lain adalah dengan membuat manifold berkisi-kisi. Manifold atau akrab disebut leher angsa memiliki fungsi sebagai saluran masuk udara dari karbu ke ruang bakar. Bentuk manifold pun dapat membuat pusaran udara sehingga campuran bensin dan udara yang dihasilkan semakin homogen dan membuat pembakaran menjadi lebih sempurna.

Tingkatkan Kompresi Ruang Bakar atau Mesin

Secara dasar roda dua, semakin tinggi kompres membuat bahan bakar yang masuk ke dalam silinder motor akan terkompresi atau pembakaran menjadi lebih sempurna. Selain itu, jika dalam pembakaran kompresi tidak terlalu tinggi dapat mengalami bocor maka bahan bakar akan terbuang sia-sia dan hanya menjadi kerak di dalam saluran pembuangan. Tentu sangat merugi, kan? hal ini menyebabkan motor menjadi tidak ada tarikan dasyhat dan juga boros. Peningkatan kompresi menjadi salah satu cara yang dapat menghemat BBM.

Cara Terakhir, Memilih Roda Dua yang Si Gesit Irit

Dari sekian tips yang dibeberkan dapat bung aplikasikan ke setiap kendaraan. Namun, bung pun bisa langsung memiliki kendaraan yang langsung teruji kualitas iritnya sejak lama. Motor ini dahulu terkenal dengan nama si gesit irit, apakah bung tahu motor apa itu? Yap, Suzuki Smash, setelah sekian lama vakum di dunia roda dua. Suzuki kembali melahirkan dengan nama Suzuki New Smash FI.

Suzuki New Smash FI hadir dengan keunggulan performa, ketangguhan serta konsumsi bahan bakar yang sangat irit! namanya juga motor dengan Tarikan Dahsyat! bung pasti penasaran akan sensasi dari roda dua bebek yang sangat legendaris ini.

Mesin berteknologi Fuel Injection ini mampu mengeluarkan torsi puncak mencapai 9.1 Nm pada putaran mesin 6.000 rpm. Berbekal tenaga dan torsi sebesar itu, Suzuki Smash FI mampu menghasilkan tarikan dahsyat yang otomatis membuat kemampuan akselerasinya semakin optimal.

Tampilan motor secara keseluruhan tetap dibuat ramping. Dimensi motor ini memiliki ukuran panjang 1.910 mm, lebar 690 mm, dan tinggi 1.085 mm. Ukurannya tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil, sehingga tergolong ideal untuk sebuah motor bebek.

Lalu untuk bobotnya cuma 93 kg dan memiliki jarak pijak ke tanah mencapai 145 mm. Bobot yang ringan membuat kemampuan handling motor bebek Suzuki ini semakin nyaman. Alhasil kita bisa mengandalkannya untuk bermanuver melewati kepadatan ibu kota. Jarak antara sumbu roda depan sampai belakang mencapai 1.220 mm.

Bagaimana dari sisi desain? Tampilannya sudah mengadopsi tren terkini. Tampilan fairing depannya lancip demi menunjang aerodinamika. Beralih ke tengah, meski masuk kelas bebek, Smash FI ini punya bagasi yang cukup luas. Pilihan warnanya sendiri terdapat Cdy Summer Red, Titan Black, Mett Medium Blue-Brilliant White.

Hal paling utama yang tak dilupakan adalah faktor ekonomis. Harga Suzuki New Smash FI dibenderol sangat terjangkau, yakni hanya Rp13,25 juta dan Rp 14,05 untuk tipe Smash FI SR.

Lantas Smash cocok untuk siapa? Nah, dengan kombinasi ini Smash cocok digunakan untuk pengendara dengan mobilitas tinggi yang membutuhkan kendaraan lebih tangguh dari kelas skutik.

Kalau bahan bakar sudah irit, dan tarikan dapat dicekek secara dahsyat, kenikmatan berkendara mana lagi yang bung dustakan lewat Suzuki New Smash FI?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

Yomamen.com adalah majalah online khusus pria Indonesia. Lahir dari keinginan untuk menyediakan tulisan khas laki-laki Indonesia. Membahas sekaligus mengkritisi urusan maskulinitas dan gaya hidup pria modern.

Facebook

Copyright © 2017 Yomamen.com

To Top