Narasi

Penembakan Gedung DPR Murni Salah Sasaran, Dilakukan Dua Pegawai Kementrian Perhubungan

Spekulasi kalau penembak Gedung DPR adalah anggota Perbakin pun patah. Fakta di lapangan menunjukan kalau IAW dan RMY yang menjadi dua tersangka merupakan Pegawai Negri Sipil (PNS) dari Kementrian Perhubungan (Kemenhub). Kedua orang ini berlatih menembak di Lapangan Tembak Senayan dan bukan kali perdana berlatih.

Tetapi ini adalah kali pertama ketika tembakan sampai menyasar di lantai 13 dan 16 gedung DPR RI, biasanya saat merekat berlatih tidak pernah terjadi masalah. Menurut penuturan Dikrimum Polda Metro Jaya Komisarirs Besar Polisi Nico Afinta, mengatakan kalau mereka menggunakan senjata Glock 17 yang sudah dimodifikasi. Saat menembak pun, kedua tersangka tersebut terkejut sehingga arah peluru menuju gedung DPR.

“Dua-duanya mencoba namun saat kejadian itu  I yang melakukan penembakan, karena kaget adanya alat ini yang dimodif,” ujar Nico.

Untungnya aksi salah sasaran tidak memakan korban jiwa, peluru hanya bersarang pada dinding di gedung DPR RI di lantai 13 dan 16.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Tahu

Jadi, Nikah Kapan?

 

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Tahu

Pemilu Kita Kian di Depan Mata, Masihkah Apatis Atau Sudah Siap Menyumbang Suara?

Pesta demokrasi terbesar di negeri ini tinggal menghitung mundur. Kira-kira tiga bulan lagi, atau tepatnya pada 19 April 2019, Indonesia kembali melaksanakan Pemilihan Umum (Pemilu). Dilihat dari suasana dan situasi, pemilu kali ini tampak tak jauh berbeda dengan Pemilu lima tahun silam. Kian memanas, terutama Pilpres. Bahkan terbentuk kubu musiman yang membela mati-matian tokoh yang mereka anggap jagoan.

Beda Pilpres yang cukup terasa tentu soal cara kampanye. Dulu suara dan euforia warganet dulunya jelas tak semasif sekarang. Kini publik digiring untuk ikut berpartisipasi lewat jalur daring. Bahkan suara masing-masing kubu kian kuat saat berkumpul di lini masa. Panas dan sengitnya perbincangan pemilu terasa di ranah itu.

Bagaimanapun, kita boleh banyak bersyukur sebab teknologi ikut campur tangan dalam perluasan informasi. Bagi pemilih muda—terutama pemula, tentu butuh informasi yang jelas dan subyektif mungkin mengenai calon pemimpin yang akan mereka pilih. Tapi, benarkah kita-kita ini sudah paham detail lebih lanjut mengenai pemilu kali ini? Sebuah pertanyaan sederhana, sudahkah bung tahu lembaga apa saja yang harus dipilih saat pemilu nanti?

Tahun politik kali ini membawa kita pada momen perdana dilaksanakannya Pilpres dan Pileg secara serentak. Alhasil, ada lima kotak suara yang akan tersedia. Ya, tahun ini kita akan memilih calon anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten sekaligus calon presiden dan wakil presiden. Jadi, jangan terkejut jika nanti Bung harus menyoblos lima surat suara yang berbeda.

Jelas terasa lebih kompleks. Tapi tak usah dibawa pusing ya Bung. Kalau dirasa Bung belum menemukan calon pemimpin yang dirasa punya visi misi yang kuat, coba pertimbangkan juga para Srikandi yang siap terjun di kontestasi pemilu tahun ini. Nama-nama seperti Tsamara Amany hingga Olla Ramlan tak bisa dipandang sebelah mata. Coba cek dulu profil mereka. 

Tak seperti para calon legislatif yang butuh usaha ekstra menarik atensi dan simpati calon pemilih, dua calon presiden punya panggungnya tersendiri, bahkan kehadirannya dalam menyampaikan program kerja dan visi misi bila terpilih, jelas dinantikan oleh sebagian besar rakyat Indonesia. Terbukti, debat perdana dua calon presiden yang dihelat beberapa waktu lalu selalu santer dibicarakan oleh segala lapisan masyarakat. Yang paling ramai dibahas apalagi kalau bukan soal chemistry antara masing-masing capres dan cawapres. Ini dia rangkumannya

Nah Bung, soal membangun chemistry ternyata krusial ya. Debat capres dan cawapres kedua masih menunggu waktu, semoga saja chemistry yang terbangun bisa kian kompak. Kalau Bung sendiri, bagaimana? Dengan si nona, yakin sudah sehati? Atau jangan-jangan Bung dihadapkan dengan situasi dimana Bung dan Nona menjagokan sosok capres yang berbeda? Seperti kata tulisan ini .

Tapi kalau pun iya, lantas kenapa? Berbeda karena beda pilihan bukankah hal biasa dan harus ditoleransi? Jangan justru dijadikan bara api yang kian dipancing agar jadi api yang lebih besar lagi. Cukup sekali saja kita mendengar ada keluarga yang bertengkar hebat, bahkan harus memindahkan makam seseorang hanya karena disinyalir beda pilihan. Ironis sekali, kan Bung?

Sekelumit realita yang tak mengenakan ini yang pada akhirnya membuat banyak orang jadi apatis. Sebagian dari kita berpikir sudah tak ada orang yang benar-benar baik untuk jadi pemimpin atau layak mendapatkan suara dari kita. Apakah Bung salah satu yang berpikir begitu juga? Sebaiknya jangan ya. Sebab bagaimanapun, memilih jadi golput di era sekarang, jelas sudah tak sekeren dulu. Bung boleh cek faktanya di artikel ini. 

Keputusan tetap di tangan Bung, tapi kalau boleh mengutip ungkapan dari capres fiktif kesayangan warganet, Nurhadi, ia mengatakan demikian kepada media beritagar.id,
“Saya selalu bilang pilih pemimpin itu wajib, walau pemimpin itu pendosa. Harus ada pemimpin. Jangan sampai enggak. Sekalipun karakternya tidak baik. Tetap harus memilih. Ada pemimpin saja masih tidak baik, apalagi tidak ada, bakal amburadul negara ini.”

Jadi, bagaimana Bung? Sudah siap memberi suara di pemilu nanti, kan?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Tahu

Gara-Gara Pajak, Ronaldo Akan Mendekam di Penjara Selama Dua Tahun?

Pesepakbola asal Portugal, Cristiano Ronaldo telah mengaku bersalah atas kasus penggelapan pajak yang coba dituduhkan kepada pengadilan Spanyol. Atas kesalahannya Ronaldo harus membayar ganti rugi sebesar €18,8 juta atau setara Rp303 mlliar sekaligus menjalani masa tahanan dua tahun atas perbuatan melanggar hukum tersebut.

Mantan punggawa Real Madrid dituduh jaksa penuntut Spanyol setelah berhasil menggelapkan penghasilan sebesar €14,8 juta (Rp238 miliar) dari hak pencitraannya antara 2011 hingga 2014. Tepat pada Selasa, 22 Januari 2019 ia hadir di Madrid dan menerima segala bentuk hukum atas kesalahannya.

Ronaldo hanya memberi keterangan singkat dengan bilang, “sudah selesai” yang dikutip dari AS usai menyatakan bersalah dan vonis yang dijatuhkan. Karena sistem pengadilan si Spanyol memiliki aturan khusus soal hukum fiskal, Ronaldo tidak harus menjalani hukuman di penjara loh bung, alias penangguhan. Karena pelanggaran yang dilakukan bukan tipe pertama.

Selain Ronaldo, mantan punggawa Real Madrid yang telah pensiun yakni Xabi Alonso juga hadir atas kasus penggelapan pajak penghasilan yang membelitnya di masa lalu. Jaksa penuntut umum mengajukan tuntutan penjara lima tahun kepada mantan pemain Real Madrid tersebut atas pelanggaran penggelapan pajak pada 2010, 2011, dan 2012. Namun Xabi Alonso mengaku tidak bersalah atas tuduhan yang dituduhkan kepadanya.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

Yomamen.com adalah majalah online khusus pria Indonesia. Lahir dari keinginan untuk menyediakan tulisan khas laki-laki Indonesia. Membahas sekaligus mengkritisi urusan maskulinitas dan gaya hidup pria modern.

Facebook

Copyright © 2017 Yomamen.com

To Top