Lebih Keren

Penata Rambut Sergio Kun Aguero Sambangi Jakarta, Berbagi Ilmu, Tren dan Gaya

Kalau bung suka dengan Kun Aguero saat beraksi di lapangan, tentu bung akan memperhatikan gaya-nya, termasuk soal rambut. Tahun lalu, Aguero pernah mengganti warna dan gaya rambut ketika melakoni derby manchester. Perubahan ini secara khusus dilakukan untuk meladeni partai bergengsi tersebut, mungkin untuk menambah rasa percaya diri. Tapi apakah bung tidak penasaran siapa sosok dibalik rambut penyerang berdarah Argentina tersebut? Nah sosok tersebut adalah Alan Beak dari Ruger Barbershop, Inggris.

View this post on Instagram

50 shades of Grey @10aguerosergiokun Colour by @georgie.mathers

A post shared by alan_beak/Hair ✪ (@alan_beak) on

Pada Kamis 11 April 2019, Alan berkesempatan menyambangi Jakarta, guna memberikan ilmu, tren dan gaya seputar rambut di Usmar Ismail Hall Jakarta, dalam ajang Barberlyfe Indonesia vol.3 “Electrifying Experiments.

Dalam ajang tersebut Alan memberikan sebagian pengalamannya dalam dunia barber. Dalam dunia penataan rambut, nama Alan cukup harum. Sosok yang suka bercanda ini, telah mengunjungi 19 negara guna memberikan seminar tentang mahkota laki-laki.

Alan mulai bekerja di barbershop ketika usianya masih 12 tahun, setara anak kelas 6 SD. Ketika terjun ia tahu bahwa ini merupakan jalan hidup yang akan digeluti. Teknik memotong rambut semua telah dipelajari, sampai ke pada titik ia mempunyai formula sendiri dalam memotong rambut. Wajar makin lama, nama Alan makin besar, dari klien sehari-hari sampai sepak bola dunia ternama, pernah mencicipi potongan Alan. Sisi terbaik dari Alan adalah ia memiliki gairah dalam pekerjaanya sehingga ia memperlakukan semua kliennya sama.

Sebagai barber profesional, ia memiliki dasar tradisi potong rambut Italian Barber. Alan mengaku banyak melakukan eksperimen yang membawanya menjadi seperti sekarang. Bahkan disela-sela talkshow yang dilakukan dalam acara tersebut, Alan mengatakan kalau barber di Indonesia sudah dalam level terbaik.

“Saya pernah melakukan seminar di Rusia, di mana negara yang tidak begitu terkenal akan soal Barber. Namun negara tersebut sangat niat dalam mempelopori acara penataaan rambut. Lama kelamaan, mereka pun menelurkan para barber profesional yang cukup dikenal di dunia. Nah, saya yakin Indonesia dalam beberapa tahun ke depan, akan memiliki barber yang dapat keliling dunia. Karena para barber sudah memiliki skill tinggi,” ujar Alan.

Selain itu Alan menekankan untuk para barber jangan pernah bosen berkesperimen, terutama dengan metode potong rambut. Agar mampu menemukan cara yang fleksibel dan efisien bagi mereka sendiri.

Acara ini tidak hanya dihadiri oleh Alan Baek, namun ada juga Yanto Sani dari Singapura. Dengan latar belakang produser, penulis dan penata musik. Dari sana ia coba menciptakan keunikan dengan menggabungkan musik dan potong rambut dalam sebuah pertunjukkan.

“Kami ingin mendorong batasan pribadi dan bisnis, kemudian menjadikannya sebagai barber identity, yang mampu menggebrak kreasi antara seni, rambut, musik eksperimental dan street fashion,” ungkap Yanto.

Barberlyfe Indonesia vol.3 “Electrifying Experiments merupakan sebuah program internasional tentang edukasi barber pertama di Indonesia. Mulai dari yang sudah berkecimpung sampai yang ingin masuk, persoalan tren dan tata gaya pun jadi pembahasan di sini, karena dinilai itu adalah hal yang harus diupdate. Tak ketinggalan juga Oky Andries dan Fatsi Anzani dari Chief Company, yang mengharapkan acara ini dapat jadi inspirasi.

Kami berharap acara ini mampu menginspirasi pelaku industri barber lain untuk melakukan eksperimen unik lain dalam bisnis mereka, bahkan mungkin lebih dari yang Chief Company, Yanto Sani, dan Alan Beak lakukan,” pungkas Oky,

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Tahu

Lewat Aroma Kopi, Bung Bisa Mengecek Bau Badan Sendiri

Saat berada di tempat umum, hal yang paling menjengkelkan adalah ketika kita berada dekat dengan orang yang memiliki bau badan mengganggu. Di saat itu juga, kita ingin menghindar atau berharap ia pergi. Namun ada baiknya kita berkaca sebelum menjustifikasi, dengan mengecek diri sendiri. Apakah kita memiliki bau badan yang mengganggu seperti orang tersebut atau tidak.

Masalahnya bukan hal mudah untuk mengetahui aroma tubuh sendiri, kan bung? sebab sistem penciuman kita tidak sensitif pada aroma spesifik seperti tubuh sendiri. Pamela Dalton Ph.D., M.P.H., dari Monell Chemical Senses Center juga mengatakan hal demikian, walau begitu ia membeberkan beberapa cara untuk mengetahui apakah bau badan kita mengganggu atau tidak.

Salah satunya dengan mencium aroma kopi selama beberapa menit, setelah itu bung cium aroma ketiak atau area tubuh lainnya yang sangat berpotensi bau. Hal ini bekerja karena saat mencium aroma kopi indra penciuman sedang dinetralkan, supaya mudah untuk mendeteksi bau badan. Kalau bung ingin lebih pasti lagi, coba membaui area tubuh yang dipenuhi kelenjar apokrin seperti ketiak dan selangkangan, karena area tersebut memproduksi keringat berbau yang bercampur dengan bakteri pada kulit.

Di sisi lain laki-laki juga tak handal dalam mengidentifikasi bau dibanding perempuan. Karena perempuan akrab dengan aktivitas yang beraroma seperti memasak dan berbelanja. Hal ini membuat kaum hawa sangat peka dalam mencium aroma sekitar dibanding laki-laki.

Ketika mencium aroma, mereka (laki-laki) tidak secara aktif mencari tahu siapa yang memancarkan aroma di lingkungan tersebut,” kata Dalton.

Nah, apakah bung sendiri siap mendeteksi aroma tubuh sendiri?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Bukan Sekedar Gaya, Hobi Berkendara Memberikan Banyak Kenyamanan untuk Kita

Berkendara itu bukan sebatas pergi dari rumah ke kantor kemudian pulang lagi ke rumah. Lebih dari itu, berkendara adalah sebuah hobi yang sebenarnya juga harus berasal dari hati. Untuk itu, meski kata orang kita hanya hendak gaya-gayaan. Biarlah mereka dengan pendapatnya bung, tapi setidaknya kita meski paham. Hal baik apa saja yang bisa kita dapatkan dari hobi ini.

Yap, Sebagaimana dilansir dari Elite Daily, mungkin ini yang bisa jadi alasan mengapa berkendara itu memberi dampak positif dan membuat hidup kita lebih produktif.

Kita Bisa Menghabiskan Waktu untuk Menyenangkan Diri Sendiri Seperti Saat Bersama Kawan

Berdasarkan sebuah studi yang dilakukan oleh Profesor Rebecca Ratner dari Universitas Maryland dan Rebecca Hamilton dari Universitas Georgetown, berkendara adalah salah satu cara menyenangkan diri sendiri Bung. Rasanya saat bertemu suasana baru, lelah yang didapat selama perjalanan, bisa hilang serupa saat kita menghabiskan waktu bersama kawan.

Karenanya, kalau Bung memang ada tekad untuk berkendara sendiri, setidaknya dari sekarang tanamkanlah kalau anda hanya perlu santai nantinya saat membawa kendaraan. Jangan lupa hibur diri dengan bernyanyi lepas demi melepaskan energi negatif dan menambah semangat dalam menjalani hari.

Bahkan Bung Juga Bisa Menemukan Ide-ide Terbaik Saat Sedang Berkendara

Sebuah perjalanan panjang seorang diri nyatanya memang jadi waktu terbaik dan paling tepat untuk mengolah kreativitas. Bahkan sebuah penelitian oleh Keith Sawyer, Psikolog dari Universitas Washington di St. Louis menyatakan bahwa memikirkan ide dengan cara kita sendiri justru akan lebih baik. Sawyer menambahkan, berkendara sendiri itu bisa jadi momentum terbaik mengolah ide kreatif sekaligus sarana hiburan untuk diri sendiri Bung.

Berkendara Bisa Jadi Sarana untuk Membersihkan Pikiran

Saat memutuskan untuk berkendara dan berkelana sendirian atau bersama dengan kawan. Bung perlu tahu kalau sebenarnya momen semacam ini bisa dijadikan momen tepat untuk membersihkan pikiran dan batin dari segala hal negatif. Cobalah berkendara ke tempat yang dekat-dekat dulu. Nikmati golden hour sembari ditemani musik dan menghirup udara segar.

Di Lain Sisi, Kita Bahkan Bisa Memperbaiki Hubungan dengan Sesama

Bung perlu tahu, berkendara ternyata bisa memberikan waktu untuk mencari jalan keluar atas setiap masalah yang mungkin sedang kita alami dengan orang terdekat. Bahkan selepas berkendara, kontemplasi yang akan kita rasakan akan melahirkan keinginan untuk memperbaiki hubungan dengan sekitar.

Seperti diungkapkan dalam Psychology Today, kita bisa menghabiskan waktu dengan diri sendiri dan mendapatkan pemahaman akan siapa dan apa yang Bung inginkan dalam hidup. Untuk itu, kalau ada masalah, sebaiknya jangan lari dari masalah, tapi cobalah perbaiki masalah tersebut.

Selain itu, aktivitas tersebut membentuk Anda untuk bisa menentukan apa yang terbaik bagi diri sendiri. Melakukan perjalanan seorang diri juga akan mengajarkan kita untuk menghargai waktu dan hubungan dengan sesama.

Bahkan Berkendara dan Berkelana Seorang Diri Pun Bisa Jadi Obat Pereda Bosan

Sadar tak sadar, kebosanan merupakan penyebab utama menurunnya kreativitas dan kebahagiaan sehingga lambat laun ide-ide segar dalam kepala seakan sukar muncul. Di lain sisi, sebagai pribadi yang punya produktivitas, Bung harus tetap menjaga fokus. Maka jika selama ini ogah berkendara, sekali cobalah.

Nah, demi melatih kreativitas dan fokus pikiran dengan berkendara. Kami punya saran untuk kendaraan yang bisa Bung jadikan pilihan. Coba lirik Suzuki Nex II. Selain memberi kenyamanan, fitur-fiturnya pun patut dibanggakan.  Misalnya, fitur elektrik starter yang dimiliki Suzuki Nex II menjadi fitur terbarukan guna membantu motor gampang dihidupkan. Untuk itu, Bung tak perlu lagi mengalami kesulitan dalam menghidupkan roda dua, apalagi starter yang terdapat di Suzuki Nex II sangat mengandalkan baterai yang tidak perlu dikhawatirkan apabila habis.

Sehingga kamu tidak perlu lagi menyela motor atau mengalami macetnya starter hingga membuat pengguna keringetan demi mengusahakan hidupnya roda dua, yang tentu saja bakal mengurangi daya kekerenan.

Dari segi panjang saja Nex II berukuran 1.890 mm, lebar 675 mm dan tinggi 1.045 mm. Sedangkan generasi pertama, Nex memiliki panjang  1.850 mm, lebar 665 mm, dan tinggi 1.035 mm. Desain yang dirancang dengan cita rasa kekinian diyakini dapat membuat pengguna nyaman guna berpergian ke mana saja.

Apalagi varian yang ditawarkan banyak dan beragam seperti kesan sporty dan energik yang terdapat di Sporty Runner, kemudian ada Fancy Dynamic yang menonjolkan kedinamisan dan kreativitas generasi muda zaman sekarang yang makin stylish. Untuk pengguna yang memiliki karakter berkelas terdapat Elegant Premium. Selain itu ada pula varian Elegant dan Standard yang masing-masing menonjolkan sisi ekonomis tapi berkelas.

Dengan begini, hobi berkendara yang memang Bung gemari  bisa jadi kegiatan positif yang bisa memberikan banyak kenyamanan. Dan Suzuki Nex II punya semua hal yang bisa membuat Bung nyaman.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Tahu

Honda CBR 250RR Melawan Suzuki GSX 1000RR Adu Cepat di Lintasan, Setelah Menantang Lewat Instagram

Yang jadi pertanyaan adalah, siapa kira-kira yang akan menang? Yap, ini bukan khayalan, melainkan sebuah tantangan yang diunggah oleh akun Instagram @dimas_Nabrawi lewat Insta stories. Ia menantang tidak hanya sekedar beradu kecepatan dan kelihaian, tapi juga mempertaruhkan motor (Honda CBR 250RR) plus dengan mobilnya. Secara khusus, ia menantang moge dengan kubikasi 600cc ke atas! khususnya anak moge se-Jawa Timur.

“Saya tak pernah takut sama anak-anak moge se-Jawa Timur yang hanya bisa lari di jalan lurus dan kebut-kebutan di jalan. Saya berani balapan sama anak-anak moge di Sirkuit GBT (Gelora Bung Tomo) dengan taruhan motor saya, tapi kalau saya menang mogenya buat saya ya (yang joki yang punya motor jangan orang lain),” tertulis di akun pribadinya.

Menanggapi akan keriuhan tantangan di sosial media. Surabaya Drag Com selaku event organizer balapan coba menengahi hal ini, agar balapan dilakukan secara sportif. Penantang pun bermunculan salah satunya adalah penunggang Suzuki GSX 1000 RR. Akan tetapi belum ada konfirmasi jelas kapan balapan akan dilaksanakan, info yang bereda Balapan akan dihelat minggu depan saat berita ini diturunkan.

Unggul Dengan Rival, Membuat Dimas Sesumbar Dengan Menyebar Tantangan di Instagram

Terkait alasan Dimas mengunggah sebuah tantangan terbuka di Instagram, setelah ia unggul dengan rivalnya saat cornering di lingkaran. Dari sinilah ia sesumbar dengan melayangkan tantangan kepada setiap penunggang moge se-Jawa Timur. Kemudian direspon oleh Gita, penunggang Suzuki GSX 1000RR, yang digadang-gadang akan menjadi lawannya.

Lagi di atas angin di dalam lingkaran cornering, atau track day, jadi semua kalah sama dia, dia lagi bagus mainnya. Nah dia bikin status kalau ada yang mau lawan dia taruhan mobil dan motornya dia asal bukan pebalap,” ujar ketua Surabaya Drag Community, Boy Adrian, dilansir detikcom.

Sempat Kawasaki ZX10 RR Jadi Lawan, Namun Mengklarifikasi Lantaran Mengaku Hanya Memberi Saran

Sebelum muncul nama Gita, selaku penunggang Suzuki GSX 1000RR sebagai lawan, ada kabar lawan sebelumnya adalah Kawasaki ZX10RR. Dalam percakapan, Dimas pun telah menjelaskan kepada sang pemilik tentang aturan balapan.

Namun setelah dikonfirmasi oleh Boy, pemilik ZX10 RR mengatakan tidak menantang melainkan hanya tersinggung dengan perkataan Dimas di media sosial. Tetapi saran tersebut disalahartikan olehnya sebagai menerima tantangan. Pemilik ZX10 RR ini juga mnegatakan ia tidak pernah balapan, karena moge yang dipakai hanya buat touring.

“Saya ngga nantang mas, saya ngga terima aja orang Jawa Timur dikatain. Kan saya juga ngga pernah race kan, cuma nyaranin kenapa ngga di Sentul sekalian, ya buat apa nerima tantangan gitu. Saya punya moge cuma buat touring doang ngga pernah balapan,” ujar pemilik ZX10RR saat ditanya SDC.

Aturan Balapan Berlangsung 25 Putaran, Jatuh dan Menyerah Dianggap Kalah!

Sumber : Gelora Bung Tumo, Surabaya

Untuk aturan balapan nampaknya sudah tersirat saat percakapan dilakukan dengan pemilik Kawasaki ZX10 RR, yang setelah itu mengaku tidak menantang hanya memberikan tanggapan dan saran. Namun apabila tidak berubah,  nampaknya aturan tersebut akan berlaku dalam balapan yang mempertemukan CBR 250RR dengan GSX 1000RR. Yakni berlangsung 25 putaran dan pebalap yang jatuh dan menyerah dianggap kalah.

“Saya menerima tantangan anda balapan di Sirkuit GBT. Pada waktu balapan nanti anda pakai ZX 10RR anda dan saya pakai CBR250 RR saya. Untuk balapan berlangsung sebanyak 25 lap, yang jatuh tidak bisa melanjutkan balapan atau menyerah di tengah pertandingan akan dinyatakan kalah dan akan dinyatakan menang kalau bisa finish duluan selama 25 lap. Jika saya kalah CBR250RR dan mobil saya akan saya berikan ke anda dan jika anda kalah ZX10RR anda jadi milik saya,” ujar Dimas.

Antara CBR 250RR dengan GSX 1000RR, Mana yang Lebih Unggul Secara Speksifikasi?

Lantaran hal yang akan tersaji nanti adalah adu kecepatan, otomatis mengorek mesin kedua motor ini harus dilakukan. Memang, kalau secara kasat mata GSX 1000RR akan lebih unggul. Tapi apakah demikian? dari Honda CBR 250RR sendiri mengusung mesin Parallel Twin Cylinder 8 katup dengan kapasitas mesin mencapai 249,7 cc. Mesin ini mampu memberikan daya dorong 44 sampai 49 Tk pada putaran masimal 14.000 rpm. Balutan bodi yang berlapis material sera karbon pun membuat bobot lebih ringan, hingga lajunya lebih gesit.

Sedangkan GSX 1000RR mengusung mesin berkapasitas 998 cc tipe DOHC Liquid Cooled yang memberikan semburan tenaga pacu maksimal. Dengan mesin tersebut, terhadap 4 langkah dengan 4 silinder bertipe DOHC.  Otomatis dapur pacu tersebut melepaskan tenaga super yang gahar. Namun belum diketahui pasti berapa torsi maksimalnya, secara jelas teknologi pendinginan Liquid Cooled dapat menstabilkan suhu mesin.

Lantas Siapa yang Menang di Lintasan Nanti?

Kalau memprediksi yang menang nampaknya cukup sulit bung, karena satu sisi penunggang Suzuki GSX 1000RR unggul dari segi kecepatan dan mesin. Tapi di satu sisi, Dimas dengan Honda CBR 250RR-nya nampak cukup lihai di lintasan. Karena ia unggul cornering di lingkaran, belum lagi dalam sebuah lintasan macam sirkuit GBT diperlukan banyak pengalaman dan kepiawaian dalam balapan. Tidak hanya mengadalkan kecepatan.

Kalau prediksi bung sendiri siapa yang akan menang? Dimas dengan Honda CBR 250RR atau Gita dengan Suzuki GSX 1000RR?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

Yomamen.com adalah majalah online khusus pria Indonesia. Lahir dari keinginan untuk menyediakan tulisan khas laki-laki Indonesia. Membahas sekaligus mengkritisi urusan maskulinitas dan gaya hidup pria modern.

Facebook

Copyright © 2017 Yomamen.com

To Top