Politik

Pasca Pembantaian Pekerja Proyek, Pembagunan Infrastruktur di Papua Tetap Berjalan Seperti Biasa

Setelah beberapa orang dibantai oleh KKB yang diduga karena mengambil gambar saat OPM merayakan ulang tahunnya pada tanggal 1 Desember lalu. Presiden Jokowi memastikan kalau hal tersebut tidak berpengaruh terhadap pembangunan infrastruktur yang secar gencar di lakukan di sana.

Adapun dugaan kenapa hal ini berpengaruh terhadap infrastruktur karena 31 orang yang dibantai adalah pekerja proyek jembatan di distrik Yigi, Nduga, Papua.  Pemerintah pun menyatakan kalau tidak takut pada kelompok bersenjata yang melakukan pembantaian tersebut.

“Kita tidak akan pernah takut. Dan ini malah membuat tekad kita makin membara untuk melanjutkan tugas besar kita membangun tanah Papua,” kata Presiden Jokowi dikutip dari kompas.

Jokowi juga sudah menginstruksikan kepada Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimulyono untuk tetap melanjutkan pembangunan trans Papua yang sepanjang 4.600 km.

“Saya tegaskan bahwa tidak ada tempat untuk kelompok-kelompok kriminal senjata seperti ini di tanah Papua maupun seluruh pelosok tanah air,” ujarnya.

Kapolri Jenderal (pol) Tito Karnavian menyatakan kalau sebanyak 19 pekerja yang tewas dan satu anggota TNI gugur dalam pembantaian tersebut. Tito meluruskan jumlah korban tewas yang beredar sebelumnya 31 orang. Setelah para kelompok bersenjata melakukan pembantaian terhadap pekerja PT Istaka Karya.

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Karena Penelitian Menyebut Kecerdasan Itu Sexy

Sebagian orang masih mengasosiasikan “pintar dan cerdas” itu dengan tampilan kaku macam kutu buku. Padahal sesungguhnya saat ini banyak tokoh-tokoh yang lekat dengan kecerdasan macam Elon Musk atau Mark Zuckerberg yang justru dianggap menarik dan sexy.

Beberapa penelitian juga bahkan menunjukan hal ini. Salah satunya adalah penelitian yang digagas psikolog Gilles Gignac, Joey Darbyshire, dan Michelle Ooi dari University of Western Australia. Mereka menemukan bahwa orang-orang dengan IQ tinggi memiliki skor tinggi dalam hal keseksian ketika dinilai oleh orang lain.


“Kecerdasan” Menjadi Faktor Kedua Daya Tarik Setelah “Kebaikan”

Penelitian tentang kecerdasan dan daya tarik di atas melibatkan sedikitnya 10 ribu peserta dari 33 negara di dunia. Salah satu temuan menariknya adalah para peserta penelitian menempatkan “smart” di nomor dua sebagai daya tarik.

Posisi ini hanya dikalahkan oleh faktor “kebaikan dan pengertian” yang menempati urutan nomor satu. Jadi sesungguhnya dengan menjadi baik dan terus melatih kecerdasan sudah bisa membuat orang lain tertarik kepada kita.

Salah Satu Indikator Kecerdasan Adalah Selera Humor

Dalam penelitian itu juga ditanyakan mengenai indikator apa yang digunakan untuk menilai seseorang cerdas atau tidak. Sebagian menyebut bahwa salah satu indikator yang digunakan untuk menilai kecerdasan seseorang adalah selera humornya.

Karena mereka yang cerdas selalu berpikiran terbuka dan orang yang berpikiran terbuka ini cenderung punya selera humor yang baik. Mereka yang smart juga dikatakan tidak akan mudah tersinggung dan aspiratif terhadap ide-ide baru.

Tak Cuma Pada Individu, “Smart Dan Sexy” Juga Kini Diterapkan Pada Hal Lain

Perpaduan menarik ini tak cuma ditemui dalam urusan penggambaran individu seseorang. Karena kini banyak sektor juga menerapkan konsep ini. Coba tengok misalnya gadget yang selalu menemani kita.

Dahulu mungkin handphone hanya digunakan sebagai alat komunikasi suara dan teks. Kini perkembangannya sudah jauh lebih dari itu. Mulai dari mengakses internet, sosial media, pesan makanan, penunjuk arah hingga fungsi lainnya yang dulu hanya impian.

Tapi toh kamu juga tak mau hanya menggunakan gadget yang cerdas saja bukan? Begitu banyak pilihan ponsel cerdas, tentunya kamu juga memilih yang di desain menarik lagi sexy. Karena hal tersebut juga menunjukan jati diri.

Bahkan Meluas Hingga Urusan Tata Kota Juga Tersentuh Unsur Kecerdasan

Familiar dengan istilah Smart City? Yup inilah konsep yang diinisiasi oleh Suhono S. Supangkat dari ITB. Kota tak lagi hanya menjual soal “keindahan dan kecantikan” namun juga harus bersifat smart.

Menurutnya, Smart City adalah kota yang bisa mengelola Sumber Daya Alam (SDA), Sumber Daya Manusia (SDM) dan sumber daya lainnya sehingga warganya bisa hidup nyaman aman dan berkelanjutan.

Seperti adanya transparansi dan partisipasi publik, transportasi publik, transaksi non tunai, manajemen limbah, energi, keamanan, data dan informasi. Hal ini dapat didukung melalui teknologi informasi dan komunikasi. Terbayang menyenangkannya hidup di kota yang di tata macam ini bukan?

Tak Mau Ketinggalan, Urusan Kendaraan Juga Harus Mengadaptasi Ini

Soal “smart dan sexy” ini juga merambat ke urusan kendaraan. Mengingat hal ini melekat dengan kita dan digunakan juga untuk berativitas sehari-hari. Wajar rasanya jika konsep ini juga diterapkan pada kendaaraan kita.

Ambil contoh Yamaha Lexi yang mengusung konsep “Smart is The New Sexy” yang bermakna bahwa sexy tidak hanya tentang penampilan melainkan tentang karakter, sikap dan pola pikir yang Smart. Yamaha Lexi mempunyai 3 pilar konsep Utama

Untuk Smart & Sexy Design, Motor ini mengkombinasikan unsur Luxury dan Elegan dengan bobot yang paling ringan di kelas MAXI YAMAHA. Tampilannya yang berkelas ditunjang desain lampu Grand LED Headlight ditambah eye line biru yang menawan memperkuat kesan mewah dan elegan. Apalagi untuk tipe Lexi-S, desain joknya  memadukan dua tekstur kombinasi yang disatukan dengan motif jahitan elegan membuat tampilan motor menjadi lebih berkelas.

Tak cuma tampilan karena yamaha Lexi ini punya Smart Features. Untuk Varian Yamaha Lexi-S dibekali fitur Smart Key System yang merupakan sistem kunci tanpa anak kunci alias keyless. Kunci ini juga sudah disematkan fitur Immobilizer dan Answer Back System untuk memudahkan pengendara mencari posisi parkir motor.

Berkendara dalam jarak jauh juga kini tidak perlu khawatir karena Yamaha Lexi memiliki bagasi yang luas dan lega untuk menampung barang bawaan lebih banyak. Apalagi, Yamaha Lexi menjamin pengendara tetap terhubung melalui Smartphone karena dilengkapi Electric Power Socket untuk mengisi daya gadget.

Urusan dapur pacu diserahkan pada Smart Engine. Dari segi performa mesin, Yamaha Lexi menggunakan mesin generasi baru Blue Core 125 cc yang disempurnakan Variable Valve Actuation (VVA). Mesin ini secara cerdas akan membuat aksi berkendara lebih efisien, bertenaga dan handal dengan tenaga dan torsi maksimum di setiap putaran mesin. Apalagi Yamaha Lexi dilengkapi Liquid Cooled 4 Valves (LC4V) yang membuat suhu mesin lebih stabil dan performa lebih maksimal.

Tak berhenti disitu Yamaha Lexi dibekali fitur canggih Stop & Start System (SSS) berfungsi untuk mengurangi konsumsi bahan bakar yang tidak perlu pada saat motor sedang berhenti. Apalagi ditambah Smart Motor Generator (SMG) membuat suara motor lebih halus saat dinyalakan. Kalau masih penasaran soal motor satu ini kamu bisa lihat detailnya di halaman ini!

Jadi bagaimana? Kamu sudah siap mengikuti trend smart is the new sexy ini?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Personality

Wahai Kamu Para Pekerja, Rapat yang Tidak Penting Adalah Contoh Rapat yang Tidak Efektif

Apabila bung melakukan rapat, kemudian membahas hal selama berjam-jam tapi tidak ada keputusan yang diambil berarti itu adalah contoh rapat yang tidak efektif. Hal ini jangan dianggap sepele.

Rapat yang tidak efektif terjadi bukan karena saat iu ide atau gagasan belum muncul loh, bisa jadi karena bung tidak pernah mengevaluasi. Apalagi kalau terjadi berulang kali. Itu artinya, harus ada evaluasi demi kebaikan perusahaan agar dapat berjalan efektif.

Dilansir dari Entrepreneur camp, ada beberapa hal yang membuat rapat itu tidak berjalan efektif, sebaiknya bung yang menjabat sebagai atasan atau orang yang dipercaya menggelarnya rapat memperhatikan hal ini.

Waktu yang Tidak Diperhitungkan Akan Membuat Rapat Tak Berjalan Seperti yang Ditargetkan

Untuk merapatkan sesuatu hal yang penting, terkadang ada saja kendala yang terjadi. Seperti ada salah satu anggota rapat yang telat, sampai ada yang membicarakan hal-hal diluar konteks kerjaan. Membiarakan hal konteks diluar kerjaan dapat memakan waktu sehingga memecah konsentrasi.

Belum lagi ada salah satu anggota yang sibuk sendiri. Memperhitungkan waktu rapat dimulai dengan menghitung berapa banyak orang yang hadir, apabila yang hadir 10 orang akan ada akumulasi 10 jam yang terapkai. Seyogyanya rapat selama satu jam bisa berjalan berjam-berjam. Maka fokus kepada topik yang dibahas.

Tidak Ada Rapat yang Mengalir, Semua Harus Diagendakan Dengan Terpirinci

Rapat itu harus memiliki agenda yang terperinci yang harus disiapkan. Sebelum rapat dimulai, beritahu kepada para anggota rapat untuk poin-poin apa saja yang akan dibahas. Ini akan membantu rapat dapat berjalan efektif tanpa harus ada membahas topik diluar jalur yang tidak begitu penting untuk dirapatkan.

Dengan adanya agenda yang rinci membuat topik rapat dapat berjalan dan menguatkan pembahasan di setiap anggotanya. Bisa saja waktu rapat akan jauh lebih panjang , tetapi hal ini bisa dikondisikan dengan melanjutkan di pertemuan selanjutnya.

Bung Wajib Menegur Para Peserta yang Pasif

Memang harus ada ketegasan dari pemimpin rapat, setiap yang rapat harus wajib berkontribusi atau setidaknya tidak mengganggu jalanya rapat. Tentu saja bung pasti menemukan anggota yang sedang melamun, memikirkan hal lain, ngobrol sampai bermain smartphone.

Bahkan ada saja yang diam, pasif selama rapat itu berlangsung. Tidak ada kadar keefektifan dari rapat dapat berpengaruh ke kinerja suatu perusahaan.

Terbuka Terhadap Ide Baru, Jangan Kaku

Ada perbedaan atau rentan usia antara pemimpin rapat dan anggotanya. Tentu saja gap umur yang terjadi, membuat akan ada ide-ide yang bersebrangan. Berdebat pasti menjadi bumbu dalam rapat dan setiap masalah pasti ada jalan keluarnya.

Untuk itu sebagai pemimpin atau anggota rapat jangan kaku untuk terbuka terhadap ide baru. Bung pun harus membiasakan diri menerima pandangan berbeda dan jangan membatasi kreativitas berpikir seseorang. Karena rapat merupakan jalan membuka pikiran dan mencari ide baru yang berguna bagi jalannya perusahaan.

Kritis Terhadap Hal yang Diperlukan, Tak Perlu Merapatkan yang Tidak Penting Demi Berlangsungnya Perusahaan

Bersikaplah kritis akan sesuatu hal, jangan semua hal harus dirapatkan. Karena rapat itu membhas sesuatu hal yang penting dan memang harus dicari solusinya bersama-sama. Kalau hanya membahas perihal laporan tak perlu rapat, cukup email saja tentu hal tersebut suah usai tanpa perlu dipersentasikan. Untuk itu berpikir kritis akan semua hal perlu, sehingga bung tahu hal apa saja yang mesti dibahas secara rapat atau yang tidak.

 

 

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Dating

Kiat Pendekatan, untuk Bung yang Memang Hanya Ingin Cari (Teman Tidur) di Aplikasi Kencan

Ada banyak hal menggelitik memang di aplikasi kencan masa ini. Beberapa kawan menukan istrinya disana, sedang yang lain mengaku hanya ingin mencari kesenangan saja, mengisi waktu luang, hingga teman tidur semalam.

Tak ada yang salah, kalaupun bung ingin mencari seks di berbagai aplikasi kencan. Tapi sebelum menerawang lebih jauh, bung harus tahu jika ini tak bisa dilakukan dengan buru-buru. Segelas kopi dan mengajaknya menonton film, tak selalu jadi tiket gratis untuk bisa menutup malam diatas ranjang.

Bung haruslah bermain cantik, gunakan nalar untuk membangun chemistry. Bukan gegabah dan tiba-tiba menarik si nona untuk tidur bersama.

Tampang Tak Selalu Jadi yang Pertama, Si Nona Pasti Suka Jika Obrolan dengan Bung Berjalan Dua Arah

Kesalahan beberapa laki-laki yang kerap membuat perempuan ilfeel adalah terburu-buru dalam menyampaikan niat yang sebenarnya. Cobalah belajar untuk memainkan trik, memilih beberapa cara menarik yang bisa buat nona simpatik.

Bung bisa memulainya dengan beberapa percakapan ringan seputar hobi dan makanan kesukaan. Kalau memang si nona terlihat merespon, bisa bergerak ke ranah yang lebih lebar. Bung, hanya perlu menyentuh di posisi yang tepat. Tak terlalu pasif tapi juga tak telalu agresif. Biarkan obrolan menyalir, sampai ke arah yang memang menghantarkan kita pada niat yang sebenarnya.

Jika Sudah Dirasa Tepat, Coba Sampaikan Niat dengan Pelan Namun Cepat

Sudah terlihat nyaman atas beberapa obrolan, cobalah untuk memulai membuka topik yang lebih spesifik. Kalau memang nona juga hasrat yang serupa, tentu ia tak merasa ajakan itu adalah sebuah masalah. Sampaikan dengan pelan, bukan dengan kasar. Karena foreplay yang baik adalah kunci dari seks yang asyik.

Baca Reaksinya, Walau Tak Bersuara Bung Harus Bisa Membaca Gestur Tubuhnya  

Tak semua perempuan yang bung suka, mungkin punya rasa yang sama. Dan kenyataan seperti ini, jelas harus kita hargai. Setelah mendengar bung yang menyampaikan ajakan, biasanya nona akan bereaksi sebagai jawaban. Entah dia akan melempar senyum tipis sembari bermain mata ke arah bung atau justru buru-buru membuang mukanya, dan tak lagi memandang bung.

Situasi ini akan jadi kunci, apakah ajakan dari bung di terima atau tidak. Banyaklah untuk belajar membaca gestur tubuh. Karena kadang kala, si nona yang tertawa belum tentu mau. Dan jika memang bung tak bisa membaca reaksinya, tak apa jika ditanyakan langsung saja.

Si Nona Punya Hak Atas Dirinya, Jangan Dipaksa Kalau Memang Ia Tak Suka

Sebagaimana bung yang juga memilah-milah perempupan yang akan bung ajak senang-senang. Si nona, juga punya hak serupa. Untuk itu, jangan pernah bersikap semena-mena. Tak peduli siapa dia dan bagaimana latar belakangannya. Setiap perempuan berhak untuk menerima atau menolak ajakan dari kita.

Berita baik untuk bung yang disambut dengan gelak tawa dan anggukan tanda persetujuan. Tapi di lain situasi, selalu ada kemungkinan juga jika nona akan menolak dan menggelengkan kepala. Kalau sudah begini, bung harus bisa bersikap gentlement. Menerima keputusan si nona dan tak akan memaksanya.

Karena Memang Ini Hanya Akan Jadi Cerita Semalam, Hindari untuk Berekspektasi Terlalu Besar

Selanjutnya, selepas ena-ena. Ada berbagai macam rasa yang mungkin datang dan muncul begitu saja. Mendadak menaruh hati padanya atau merasa biasa-biasa saja. Seperti sedari awal, ajakan untuk bercumbu dalam semalam mungkin hanya akan terjadi sekali saja. Tapi bung dan nona selalu punya celah untuk mendiskusikan akan dibawa kemana, pertemuan ini selanjutnya. Berhenti atau diteruskan pada jenjang yang tak sekedar kencan semalam.

Aplikasi kencan online memang memberi dampak yang menyenangkan, dengan catatan bung harus tetap memahami aturan dan tak boleh mengajak tidur perempuan dengan sembarangan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lifestyle & Fashion

Ketika Golongan Putih Memiliki Esensi Tak Memilih, Bukan Apolitis yang Tak Berpartisipasi

Dalam pesta demokrasi geliat partai atau calon presiden mengobral janji demi mendapatkan simpati. Namun, kadar skeptis yang tinggi membuat para calon pemilih malas untuk menaruh harapan. Politik memang berbicara harapan. Seperti halnya harapan yang selalu berujung tidak kepastian. Alhasil muncullah golongan putih atau golput yang dianggap sebagai jalan atau aksi yang menjadi bentuk protes akan pesta demokrasi. Istilah golput muncul menjelang pemilu pada tahun 1971.

Pemilih merupakan elemen penting dalam sebuah pesta demokrasi. Namun adanya golput, membuat para pemilih seperti memiliki nafas baru. Lantaran di era-era orde baru banyak tekanan yang mengharuskan semua orang harus memilih kepada satu partai atau koersif. Tetapi mengacu kepada era sekarang, banyak pergeseran makna yang terjadi perihal golput.

Pada saat muncul pertama kali, Dilansir dari majalah Ekspres edisi 14 Juni 1971 Golput adalah semacam movement untuk datang ke kotak suara dan menusuk kertas putih di sekitar tanda gambar, bukan gambarnya. Apabila itu dilakukan suara menjadi tidak sah. Dan para pemilih tetap berangkat ke bilik suara.

Lantas bagaimana golput dapat bertumbuh kembang di Indonesia?

Golput Lahir Sebagai Partai Generasi Muda

Membahas kapan golongan putih itu muncul, harus berbicara pemilu pertama di orde baru tahun 1971. Di mana terdapat 10 partai yang dinilai tidak memiliki harapan oleh pemuda saat itu.  Ketua Ikatan Mahasiswa Kebayoran, Imam Walujo Sumali muncul memberikan gagasan dalam artikel di harian KAMI yang bertajuk “Partai Kesebelas untuk Generasi Muda”.

Partai tersebut dinamakan partai putih dengan gembar putih polos. Apakah Partai Putih ada di kertas suara? tentu tidak, tetapi di tulisan tersebut Imam memberikan ajuran untuk yang memilih Partai Putih agar menusuk bagian putih yang ada di sela-sela atau antara kesepuluh tanda gambar Parpol dan Golkar. Di sini lah menjadi tercetus namanya Golput, yang kita kenal sampai sekarang.

Rezim Orde Baru Mengecap Golput Lahir Dari Aksi-Aksi Gagal Para Pemuda

Gerakan para pemuda  sejak sebelum jaman kemerdakaan memang sudah menghiasi negeri ini. Banyak aksi yang kerap berbicara akan perubahan dan revolusi. Saat golput muncul ke permukaan, rezim mulai melihat geliat-geliat pergerakan yang coba menyebar dari jalan ke jalan, rezim orde baru tak membiarkan.

Menteri Penerangan di era orde baru tahun 1971 saat itu, Budiarjo mengatakan kalau golput muncul setelah beberapa aksi yang coba dimunculkan gagal. Seperti Mahasiswa Menggugat (MM), Komite Anti Korupsi (KAK), Wartawan Generasi Muda, dan Komite Penegak Kedaulatan Rakyat (KPKR)

Lha itu, kan, orang-orangnya sama. Yang itu-itu juga. Itu, lho, seniman Balai Budaya, tempat yang selama ini digunakan untuk menentang pemerintah. Mereka adalah eks KAK atau MM,” kata Menteri Penerangan Budiardjo.

Bahkan Golput di Zaman Itu Memiliki Simbol yang Mencoba Melambangkan Apa Makna yang Diperjuangkan

Sumber : Foto Musiron/Republika

Tidak seperti sekarang, di mana golput cenderung tak memiliki lambang atau simbol. Golput di era sekarang lebih mengacu kepada “sikap” yang diambil para pemilih tanpa perlu berkoar-koar di depan banyak orang. Mungkin karena bersifat rahasia, jadi setiap orang berhak merahasiakan apa sikapnya.

Tetapi apabila napak tilas pada tahun 1971, di mana mahasiswa protes dengan penyelenggaraan pemilu, Golput dideklarasikan menjadi sebuah gerakan yang memiliki simbol. Kelompok pemuda tersebut membuat simbol bikin seniman Balai Budaya, yang dikatakan Budiarjo sebagai tempat menantang pemerintah.

Simbolnya pun mirip dengan simbol AURI, IPKI dan Golkar dengan di tengahnya mirip sebuah lukisan abstrak tanpa coretan, yakni cuma warna putih polos.

Diyakini Bakal Mati, Justru Golput Tumbuh Subur Tanpa Disirami

Semula pemerintah tidak menganggap golput sebagai ancaman, tapi tak berarti mereka tak melakukan tindakan. Rezim orba pernah mencokok rombongan golput yang sedang berjalan kaki dari degung Balai Budaya mennuju Bapilu Golkar.

Guna memberikan peringatan. Bahkan, Badan Koordinasi Intelijen (Bakin) saat itu menyatakan gerakan golput sebagai masalah kecil. Anggapan yang menganggap golput tak perlu diurus juga muncul dari Budiarjo sang Menteri Penerangan, ia pun dengan jumawa berujar kalau tanpa dilarang pun Golput akan habis dengan sendirinya.

Nyatanya? gerakan ini kiian meningkat dari Pemilu ke Pemilu.  Dilansir dari Tirto, Jumlah golput pada tahun 1977 sebagai 8,40 persen, kemudian di paska orde baru di tahun 1999 dan 2009 golput naik menjadi 10,4 persen. Di tahun 2009 sendiri untuk golput legislatif 29,01 persen dan pilpres 27,77 persen. Tentu fakta ini mematahkan asumsi Budiarjo saat itu, ternyata gerakan ini menjamur dan tumbuh subur.

Golput Kini, Menjadikan Tindakan Apolitis yang Tak Berpartisipasi

Golput yang dulu seperti diperjuangkan para pemuda, memang berbeda kalau berbicara apa yang terjadi hari ini. Setiap hari pemilu digelar, hari itu pula aktivitas kantor, sekolah sampai kuliah diliburkan. Barang tentu dengan alasan memberikan kesempatan setiap warga negara untuk memilih dan berpartisipasi di pesta demkorasi.

Tetapi, hal yang terjadi kini malah dimanfaatkan untuk melakukan kegiatan lain. Seperti pergi ke bandara atau ke statiun kereta untuk berlibur jauh lebih penting dibanding pergi ke tempat pencoblosan, sikap apolitis diyakini sangat merugikan.

Tak lagi fakta yang ditutup-tutupi kalau surat suara yang tak terisi bisa jadi dimanfaatkan. Menurut Tirto, golput sekarang cenderus plastis dan lentur. Sehingga ini jelas berbeda dengan golput yang hadir di era 70-an lalu. Tetapi apakah salah bersikap macam itu? ya relatif dari sudut pandang bung sendiri.

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

Yomamen.com adalah majalah online khusus pria Indonesia. Lahir dari keinginan untuk menyediakan tulisan khas laki-laki Indonesia. Membahas sekaligus mengkritisi urusan maskulinitas dan gaya hidup pria modern.

Facebook

Copyright © 2017 Yomamen.com

To Top