Health

Olah Raga Mudah Agar Tetap Awet Muda (Cukup 1 Tahun Sekali)

Dulu mungkin bisa bersepeda 20-30 kilometer tanpa kesulitan berarti. Ketika muda mudah sekali mengangkat beban tanpa perlu merasa pinggang encok berlebihan. Namun toh kita tak bisa melawan kekuatan alam. Memasuki usia 30-an mulai terasa kalau stamina tak lagi sekuat dulu.

Kendati demikian bukan berarti kita menyerah pada keadaan ini. Karena justru ketika usia kita sudah memasuki kepala 3, sebagai pria, kita malah dituntut agar tetap sehat karena aktivitas yang harus dilakukan lebih banyak daripada wanita. Belum lagi jika sudah berumah tangga, selain mengurus pekerjaan juga harus mengurus anak dan istri tercinta.

Karena itu menjaga stamina agar tetap oke justru menjadi kewajiban. Caranya? Tentu dengan berolah raga. Disamping olah raga rutin, ada juga “hadiah” yang bisa kita berikan kepada diri kita setiap berulang tahun. Yaitu dengan berolah raga keras satu tahun sekali.

Cara ini ditemukan oleh Craig Ballantyne , seorang pelatih fisik olah raga kenamaan. Rumusannya sederhana. Kita harus mengkalikan setiap gerakan dengan jumlah usia kita. Jadi seandainya, usia anda 33 tahun maka setiap gerakan misalnya push up harus dikalikan 33. Jadi bayangkan, setiap usia bertambah “hadiah” yang diterima akan semakin besar.

Dengan begitu sepanjang tahun kita akan berusaha menjaga stamina tubuh supaya mampu melaksanakan tempaan fisik yang kita lakukan setahun sekali bukan? Nah, berikut rincian dari gerakan-gerakan tersebut.

Bodyweight Squat

Gerakan olahraga ini bisa dilakukan di rumah. Cara memulainya adalah, pertama-tama kamu harus berdiri dengan tegak. Kemudian, buka kedua kaki hingga telapak kaki sejajar dengan bahu kamu. Kemudian lakukan gerakan tubuh seperti orang yang mau duduk, bedanya kali ini tanpa kursi. Sehingga kamu harus menopang berat badanmu sendiri. Anggap saja kamu sedang duduk di sebuah kursi transparan

Lalu, luruskan tangan kedepan. Pastikan kedua tangan lurus dan sejajar, jangan sampai bengkok. Tahan beberapa detik posisi tersebut. Lalu, berdiri lagi dengan tegak.

Lakukan gerakan duduk-berdiri tersebut sebanyak 35 kali sebelum berlanjut ke latihan berikutnya. Latihan ini sangat baik untuk otot perut, kaki, dan tangan.

Decline Push Up

Gerakan push up ini seperti push up biasa, hanya saja kamu memerlukan bantuan meja atau kursi untuk menopang kaki. Caranya, siapkan sebuah meja yang lebar atau kursi panjang yang setidaknya bisa menopang kedua kaki. Kemudian pasang posisi badan untuk push up hanya saja, kedua kaki berada di atas meja atau kursi yang sudah kamu siapkan.

Kemudian lakukan gerakan badan ke atas ke bawah seperti push up biasa. Lakukan decline push up sebanyak usiamu. Olahraga ini berguna untuk mengencangkan otot lengan dan kaki

Chinup

Latihan ini membutuhkan tiang yang berfungsi agar kamu bisa menggelantung, bisa juga menggunakan bagian atas etalase pintu untuk melakukan gerakan ini. Gerakan yang kamu perlu lakukan adalah pegang tiang atau bagian atas frame pintu di rumah menggunakan kedua tangan, kemudian angkat kedua kaki hingga bergelantung dan tidak berpijak ke tanah. Sambil pegangan, angkat sekuat tenaga tubuh ke atassehingga bagian kepala melebihi pegangan tiang.

Saat kepala melebihi tiang pegangan, tahan 1-3 detik kemedian turunkan badan. Lakukan gerakan naik dan turun tubuh hingga sebanyak umurmu.

Burpee

Latihan ini cocok sekali untuk melatih semua otot tubuh dan membuat tubuh kita tidak kaku. Caranya pun sangat mudah kok. Pertama yang perlu kamu lakukan adalah berdiri tegak kemudian jongkok dengan dua tangan menyentuh lantai. Lalu, luruskan kaki ke belakang hingga tubuh berpose seperti gerakan push up. Luruskan punggung dan kaki. Selanjutnya, tarik lagi kaki ke depan hingga menjadi posisi jongkok. Ingat, tangan tetap menyentuh lantai. Setelah itu baru berdiri lagi dengan tubuh yang tegap.

Bulgarian split squat

Letakan salah satu kaki di depan sementara kaki yang satu di belakang dengan posisi menggantung di kursi. Turunkan paha dengan bobot diletakan pada telapak kaki. Lakukan gerakan naik turun. Berulang-ulang dengan setiap repetisinya mengganti kaki. Gerakan ini berguna untuk memperkuat tubuh bagian bawah.

Spiderman push up

Gerakannya mirip dengan ketika melakukan push up, tetapi dengan tubuh terbalik menggantung. Gerakan ini berfungsi untuk memperkuat bagian belakang tubuh. Tentunya sangat bermanfaat untuk mereka yang memasuki usia 30 dengan tlang belakang yang tak lagi seperkasa dulu.

Selain gerakan-gerakan di atas, jika fisik masih mumpuni, kita bisa menambahkan dengan gerakan lain. Seperti pull up, sit up dan gerakan-gerakan lain. Intinya adalah melakukannya sesuai dengan hitungan usia kita. Jadi siap menerima tantangan ini?

1 Comment

1 Comment

  1. Nusantara Adhiyaksa

    February 13, 2017 at 10:43 am

    Olah Raga Kunci Masa Depan, apalagi bagi kita yang sudah berkarier harus jaga kesehatan dengan pola hidup sehat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Review

Karena Urusan kunci motor pun soal selera Bung

Tersematnya teknologi Keyless Ignition System sebelumnya pada Suzuki GSX-R150 memang memberikan suatu dobrakan dan fenomena di industri motor sport 150cc. Mengingat teknologi itu pertama di kelasnya ketika itu. Namun Terlepas dari hal tersebut, SIS selaku produsen Suzuki juga mendengar dan memenuhi permintaan dari konsumen lain yang memiliki karakter berbeda, dengan menyediakan Suzuki GSX-R150 menggunakan Shuttered Key System.

 

SIS melihat adanya celah permintaan pasar yang dapat dipenuhi oleh Suzuki GSX-R150 Shuttered Key System, dimana hal tersebut diamati dari kebiasaan dan suara konsumen yang masih lebih memilih menggunakan metode pengaman dengan sistem anak kunci yang lebih sederhana dan bekerja secara mekanis. Meski demikian, tuntutan terhadap jaminan kemanan tetap diprioritaskan demi ketenangan dan kenyamanan memiliki motor sport DOHC 150cc yang sedang digandrungi tersebut.

Sambil menemani keberadaan penjualan Suzuki GSX-R150 varian Keyless Ignition System saat ini, SIS memproduksi varian Shuttered Key System dengan komposisi secara khusus sebanyak 15% dari total produksi GSX-R150 setiap bulan. Dengan demikian, calon konsumen bisa memiliki pilihan lebih banyak sebelum memutuskan pilihannya.

Secara spesifikasi sendiri tidak ada perbedaan antara GSX-R150 varian Keyless Ignition System dan varian Shuttered Key System, kecuali hanya pada sistem kunci pengaman dan ketersediaan pilihan warna saja. Alhasil, SIS memberikan pilihan produk yang lebih terjangkau bagi calon konsumen yang sudah tidak sabar ingin memiliki Suzuki GSX-R150, yaitu dengan harga Rp 28.900.000,- (On The Road DKI Jakarta). Terdapat 3 warna menarik yang dapat dipilih sesuai selera konsumen, antara lain Brilliant White, Stronger Red/Titan Black dan Solid Black/Gloss. Sebagai bonus pembelian, SIS juga melengkapi anak kunci GSX-R150 dengan keyholder Suzuki.

“GSX-R150 dengan Shuttered Key System yang kami luncurkan ini menjadi penanda keseriusan Suzuki untuk terus memperbanyak pilihan varian maupun model sepeda motor Suzuki lainnya di tahun 2018 ini. Kami mencoba untuk menjawab satu-per-satu permintaan konsumen Suzuki yang berada di wilayah-wilayah lain, dimana menjadi pangsa pasar utama untuk GSX-R150 Shuttered Key System ini. Dengan harga lebih ekonomis, konsumen tetap bisa memiliki Suzuki GSX-R150 yang berkualitas dan menjadi pilihan bikers masa kini.” tutup Yohan Yahya – Sales & Marketing 2W Department Head PT. SIS

1 Comment

1 Comment

  1. Nusantara Adhiyaksa

    February 13, 2017 at 10:43 am

    Olah Raga Kunci Masa Depan, apalagi bagi kita yang sudah berkarier harus jaga kesehatan dengan pola hidup sehat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sport

Peta Kekuatan MotoGP 2018 Semakin Dipanaskan Dengan Kehadiran Alumni Moto2

Peta kekuatan adu cepat kuda besi alias MotoGP di tahun 2018, digadang-gadang akan semakin seru lantaran banyak nama-nama baru jebolan Moto2 yang akan memanaskan persaingan untuk hinggap di podium. Sebanyak 19 seri balap akan dilakoni 24 pembalap selama satu musim. Meskipun nama baru banyak bermunculan, dari hasil jejak pendapat yang dilakukan #PorraMotoGP2018 di media sosial, nama Marc Marquez tetap masih dijagokan menjadi jawara di MotoGP 2018.

Bahkan nama Marc Marquez mengungguli nama-nama lain, seperti Valentino Rossi, Jorge Lorenzo dan Dani Pedrosa dalam sesi polling di media sosial. Namun, para rookie yang berasal dari Moto2 seperti Franco Morbidelli dan Thomas Luthi pun diprediksi bakal tampil maksimal pada seri balap musim ini. Sedangkan sang jawara 9 kali, Valentino Rossi, tidak melakukan persiapan yang begitu serius, hanya saja ia sedang bekerja sama dengan ahli gizi dengan menghindari makanan cepat saji. Karena Rossi merupakan salah pebalap terjangkung dan sekaligus terberat.

MotoGP 2018 akan digelar perdana pada bulan Maret di Sirkuit Losail, Qatar dan ditutup di Sirkuit Ricardo Tomo, Di Valencia, Spanyol pada bulan November.

Sang Jawara Moto2 2017 Sekaligus Anak Didik Valentino Rossi Bakal Mendobrak Persaingan

Sumber : Ciliandra.net

Nama rookie yang paling digadang-gadang dapat berbicara banyak di pentas ini adalah Franco Morbidelli. Bukan karena ia juara Moto2 tahun lalu saja, pembalap yang berusia 22 tahun ini akan bersaing dengan kawan sekaligus guru, Valentino Rossi. Karena Franco merupakan jebolan akademi balap milik Rossi, yakni VR46 Riders. Banyak juga yang mengatakan bahwa Franco adalah pewaris tahta dari Rossi, meskipun ia sendiri merasa aneh ketika disebut seperti itu.

Yang saya tahu, saya belajar soal balapan dari dia dan juga rekan-rekan dia,” ungkapnya. Meski begitu, ia juga merasa tersanjung disebut sebagai pewaris Rossi. “Namun itu tidak benar, bagi saya Rossi tidak tergantikan. Dia adalah sosok spesial dalam balap motor. Seandainya Rossi pensiun nanti, tak ada yang bisa menggantikannya.” kata Franco seperti dikutip dari Motoplus.co

Runner-Up Moto2 Juga Tidak Ingin Kalah Dengan Rekan Satu Timnya

Sumber :Beritaberitamotogp.com

Selain nama Franco Morbidelli, masih ada runner-up Moto2 tahun 2017, Thomas Luthi. Seorang pembalap asal Swiss yang usianya tidak lagi muda seperti Franco, 31 tahun. Meski begitu dirinya berhasil mendapat predikat Rookie Of The Year 2017. Pada MotoGP 2017, ia dapat tampil di seri Valencia bulan November. Namun sayang Bung, kecelakaan yang dialaminya di Sirkuit Sepang, Malaysia membuatnya harus bersabar untuk melakukan pemulihan. Nama Luthi tentu akan menyemarakkan kelas MotoGP yang memang diramaikan oleh pebalap Moto2. Ia pun tergabung dalam Marc VDS bersama Franco Morbidelli. Pasangan juara dan runner-up ini jelas tak bisa dianggap remeh.

Saya menerima tantangan ini. Berkat kesuksesan dan banyak pekerjaan yang saya lakukan, saya datang sejauh ini untuk bisa naik kelas ini. Saya tidak datang untuk kemudian kembali menghilang,” ujar Luthi, seperti dilansir Speedweek.

Bos LCR Honda Optimis Dengan Pembalap Moto2 Asal Jepang

Sumber : Bikersrepublic.com

Sedangkan tim LCR Honda menggaet Takaaki Nakagami untuk menemani satu pembalap lainnya, Cal Cruthclow, dalam musim Moto GP tahun ini. Hal yang mendasari Nakagemi direkrut dari Moto2 adalah gemilang penampilannya sepanjang musim Moto2 2017. Nakagami berada di posisi tujuh klasemen dengan mengoleksi 79 angka. Bos LCR, Lucio Cecchinello, yang optimis pada kelihaiannya kemudian mengajak Nakagami untuk memanaskan aspal MotoGP 2018 .

Kami sangat senang setelah mengonfirmasi Taka sebagai anggota baru tim kami. Dengan adanya Taka, tim ini telah menunjukkan bahwa kami memiliki amunisi penuh untuk olahraga ini. Saya sangat senang, saya rasa semua orang di tim juga merasakannya,” ujar Cecchinello, mengutip dari Motorcycle.

Dominasi Pembalap Moto2 Menggeser Pembalap Tim Aprilia Gresini Asal Inggris

Sumber : Motorcyclenews.com

Pertukaran justru terjadi antara Scott Redding dan Sam Lowes, lantaran Sam Lowes yang tampil buruk sepanjang musim MotoGP 2017 harus berada di dasar klasemen. Sementara untuk menggantikan posisi pembalap asal Inggris ini, tim Aprilia Gresini yang merupakan tim Sam Lowes, mengajak Scott Redding untuk memacu mesin Aprilia untuk menempatkannya di posisi terbaik. Di Moto2, Redding memperkuat Pramac Racing Ducati dan menempati posisi ke-15 klasemen. Sang manajer Aprilia Racing, Romano Albesiano, menyambut hangat pembalap 24 tahun tersebut.

“Saya rasa, talenta yang dimilikinya akan melanjutkan perkembangan dari RS-GP yang memungkinkan tim dan dia mencapai hasil yang penting. Motor kami telah berkembang secara konsisten dan bersaing demi balapan. Tujuan untuk bersaing dan stabil di posisi 10 besar telah sering dicapai,” sanjung Albesiano pada Redding.

Hanya Ada Seorang Pembalap Promosi yang Dihantui Rasa Pesimis

Sumber : Motorcyclenews.com

Berbeda dari beberapa rekannya yang promosi dari Moto2 dengan rasa optimis. Pembalap Xavier Simeon malah khawatir tidak dapat tampil memukau di MotoGP 2018, karena pada perolehannya di akhir musim Moto2 2017, ia hanya dapat menduduki posisi ke-23. Dirinya dapat promosi ke MotoGP 2018 karena mendapat sponsor dari tim Reale Avintia Racing. Rasa pesimisnya makin menjadi kala menjalani pascamusim di Jerez ketika catatan waktunya tertinggal 2 detik dari Andrea Dovizioso.

Posisi saya saat tes Jerez tidak bagus. Namun, saya tahu itu tidak akan mudah diperbaiki. Saya mengalami musim yang sangat sulit sebelumnya. Secara mental saya sangat menderita,” kata pembalap yang akan memperkuat Avianti Ducati ini.

Simeon sendiri menambahkan akan melakukan banyak hal untuk memperbaiki penampilannya agar dapat menjadi tandem terbaik dengan Tito Rabat. Berikut ini adalah daftar para pebalap MotoGP 2018 beserta tim yang dibela.

Repsol Honda
Marc Marquez
Dani Pedrosa

Ducati
Andrea Dovizioso
Jorge Lorenzo

Movistar Yamaha
Maverick Vinales
Valentino Rossi

Suzuki
Andrea Iannone
Alex Rins

KTM
Bradley Smith
Pol Espargaro

Monster Yamaha Tech 3
Jonas Folger
Johann Zarco

Pramac Ducati
Jack Miller
Danilo Petrucci

Aspar Ducati
Karel Abraham
Alvaro Bautista

Avintia Ducati
Tito Rabat
Xavier Simeon

Aprillia Gresini
Aleix Espargaro
Scott Redding

Marc VDS Honda
Franco Morbidelli
Thomas Luthi

LCR Honda
Cal Crutchlow
Takaaki Nakagami.

1 Comment

1 Comment

  1. Nusantara Adhiyaksa

    February 13, 2017 at 10:43 am

    Olah Raga Kunci Masa Depan, apalagi bagi kita yang sudah berkarier harus jaga kesehatan dengan pola hidup sehat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sport

Duduk Tanpa Etika di GBK

Bukan karena prestasi, tapi megahnya Stadion Utama Gelora Bung Karno memang patut membuat bangga. Bersolek dalam rangka menyambut Asian Game 2018, yang akan di gelar di Jakarta dan Palembang, GBK hadir dengan wajah baru bertaraf Internasional.

Diresmikan bertepatan dengan uji coba laga persahabatan antaran timnas Indonesia dengan timnas Islandia, kemarin Minggu, 14 Januari 2017. Gelora Bung Karno kini mampu menampung 80 ribu penonton dengan fasilitas kursi yang sudah jauh lebih baik.

Namun seusai pertandingan berlangsung, ada hal lain yang justru membuat kita masih bingung. Ya, bingung perihal sikap dari kawan suporter lain yang masih saja kampungan. Bagaimana tidak, selama pertandingan berlangsung beberapa orang yang tertangkap kamera mengangkat kaki dengan santainya.

Ulah Tanpa Etika, Janganlah Bung Bawa Kemana-mana, Apa Lagi Untuk Menonton Bola

Sumber : https://www.instagram.com/dailyfootballindonesia/

Duduk serampangan bukanlah sesuatu yang baru, tapi kalau Bung sedang duduk di warung kopi. Tapi masalahnya, GBK adalah stadion bola, bukan warung kopi langganan yang bisa duduk sembarangan.

Beberapa kawan berujar ini mungkin masih wajar, tak perlu dibesar-besarkan. Tapi Bung perlu menjaga aturan. Wajah baru dari GBK ini haruslah diimbangi dengan manusia yang mengisinya, apa tak malu stadionnya sudah mewah tapi kelakuan penontonya masih saja tak berubah?

Kami rasa Bung paham, dari banyaknya foto-foto yang beredar di sosial media dua hari terakhir. Posisi duduk mereka memang cukup memprihatikan. Mulai dari berdiri menginjak badan kursi, hingga duduk di ujung sandaran. Tak heran jika selepas laga minggu kemarin, ada beberapa kursi yang akhirnya rusak.

Tak Bisa Dibendung, Kalau Bung Masih Saja Ngeyel Siap-siap Dibuat Malu

Benar memang, semakin besar stadion tentu semakin besar pula tanggung jawab pengelolanya. Hal itu pulalah yang mungkin sedang jadi tantangan bagi pihak penanggung jawab GBK. Sebab meski sudah ada larangan di sana-sini yang jadi peringatan, para penonton masih saja tak mengindahkannya.

Dan jika masih saja tak jera, saat ini tim pengelola memiliki trik jitu yang akan sedikit membantu untuk mengatasinya. Bung perlu tahu, sekarang GBK sudah dilengkapi fasilitas yang mumpuni, ada sekitar 250 CCTV yang telah terpasang di setiap sisi penjuru stadion. Dengan kamera yang memiliki resolusi hingga 7K, muka Bung akan dipajang di layar utama sebelum dan saat jeda pertandingan berlangsung jika masih saja bersikap tanpa aturan.

Sebab Sikap Bung Jadi Jati Diri Negara, Tak Bosan Dicap Sebagai Suporter Sampah?

Sumber : https://www.instagram.com/dailyfootballindonesia/

Beberapa tahun lalu, pendukung timnas gencar menyuarakan peningkatan fasilitas stadion. Anehnya ketika fasilitasnya sudah berubah menjadi seperti yang diinginkan, ada suporter yang masih saja bersikap tak semestinya.

Kami tak perlu beberkan satu per satu, kiprah buruk yang menjadi sebab akibat dari rusuhnya penonton sepak bola di negara ini. Lalu mau sampai kapan kita tak berubah? Dan tak hanya berlaku pada wajah dari foto-foto yang kini telah tersebar, pertanyaan ini juga ditujukan untuk setiap Bung yang sedang membaca.

Kami rasa duduk tenang menonton laga tidak susah, kalaupun memang ingin berekspresi cukup berdiri. Tak perlu sampai menginjak kursi.

Karena Pemerintah Sudah Berupaya, Saatnya Kita Menjaga

Sumber : https://www.instagram.com/dailyfootballindonesia/

Pemerintah sudah menunjukkan upaya dan perhatiannya, dengan merubah tampilan GBK jauh lebih baik dari sebelumnya. Jika Bung masih belum tahu, biaya dari total keseluruhan pembangunan ini menghabiskan dana 700 miliar rupiah. Nilai yang cukup seimbang dengan fasilitas yang kini bisa Bung rasakan.

Dan tak hanya boleh turut berbangga, harusnya sebagai warna negara yang juga jadi suporter, kita juga wajib untuk menjaga. Dan sejumlah kerusakan yang kini marak beredar dimedia sosial, jadi bukti bahwa tak semua penonton di liga kemarin sudah memahami arti kata menjaga yang sesungguhnya.

Laga Pertama Kemarin Timnas Memang Tak Menang, Tapi Cobalah Jadi Penonton yang Tenang

Sumber : https://www.instagram.com/dailyfootballindonesia/

Mewahnya Stadion Utama Gelora Bung Karno memang bukanlah sebuah jaminan untuk timnas menang. Sebab pada laga pembuka dengan Islandia minggu kemarin, timnas kita kalah telak dengan skor 1-4. Tiga gol yang dicetak Albert Gudmundsson dan satu gol dari Arnor Smarason, berhasil membawa Islandia memenangkan pertandingan.

Tak boleh patah arang, sebagai suporter yang baik teruslah mendukung dan menonton dengan tenang.

1 Comment

1 Comment

  1. Nusantara Adhiyaksa

    February 13, 2017 at 10:43 am

    Olah Raga Kunci Masa Depan, apalagi bagi kita yang sudah berkarier harus jaga kesehatan dengan pola hidup sehat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sport

Terperosok Sang Raja Eropa, Menjadikan Zidane Sedang Diambang Neraka

Entah apa yang terjadi dengan Real Madrid di musim ini, setelah pada pertandingan kemarin meraih imbang dua kali dengan skor yang sama, yakni 2-2 kala menjamu Celta Vigo di partai lanjutan La Liga, kemudian saat menjamu Numancia di leg kedua Copa Del Rey, yang merupakan penghuni kasta kedua Liga Spanyol. Meskipun lolos ke babak selanjutnya, tetap saja torehan dua pertandingan tersebut bukan menjadi catatan baik bagi skuad Zinedine Zidane.

Skuad Madrid musim ini memang menuai banyak kritikan dari berbagai kalangan. Madridista pun juga turut mengecam dengan raihan musim ini. Terlebih lagi ketika dibantai habis 0-3 oleh Barcelona, pada El Clasico jilid pertama. Tak pelak seruan untuk menggantikan Zidane pun menggaung. Tapi tidak bagi Thiery Henry, mantan striker Barcelona. Baginya, Zidane telah melakukan tugasnya dengan baik lewat keberhasilannya memberi banyak gelar.

Memang itu kenyataan Bung, dari dua tahun kepemimpinanya, delapan gelar sudah diberikan untuk publik Santiago Bernabeu. Namun, merosotnya penampilan Madrid musim ini membuat publik was-was, terlebih lagi di klasemen La Liga hanya mampu bertengger di peringkat 4. Nama-nama calon pengganti Zidane pun sudah dibeberkan seperti Carlo Ancelotti, Roberto Mancini, Laurent Blanc dan Fabio Capello. Masih diisi skuad yang tak jauh berbeda dari musim lalu, apa yang membuat Madrid terjatuh?

Nampaknya Ingin Memaksimalkan Darah Muda Selagi Potensi Masih Ada

Sumber : ESPN.com

Mungkin ini salah satu alasannya kenapa Madrid belum cukup stabil. Karena pelatih yang permainannya dulu pernah mengantarkan Madrid memboyong Liga Champions di tahun 2001 ini, giat mengembangkan pemain muda yang dimiliki Real Madrid. Nama-nama seperti Dani Ceballos, Borja Mayoral, Lucas Vazquez kerap menjadi starter dan juga pelapis.

Hal ini membuat Madrid masih fluktuatif dari segi penampilan. Dibanding dua tahun lalu segi kedalaman skuad Madrid bisa dibilang cukup mumpuni. Seperti Alvaro Morata, Pepe, James Rodriguez menjadi pelapis dari Karim Benzema, Cristiano Ronaldo dan Juga Isco Alcaron. Hal tersebut menandakan bahwa pemain utama dan pelapis memiliki kualitas yang sama dibanding sekarang.

Real Madrid Memang Sedang Irit, Apa Malah Pelit?

Sumber : ESPN.com

Real Madrid pada era Los Galaticos jilid II belanja pemain besar-besaran seperti mendatangkan Angel Di Maria, Ricardo Kaka, Cristiano Ronaldo, James Rodriguez, Xabi Alonso dan Karim Benzema. Dengan belanja pemain top-top tersebut membuat Madrid menjadi tim yang ditakutkan.  Adapun di era sekarang, Madrid lebih irit dalam belanja pemain.

Sedangkan pembelanjaan musim ini hanya mendatangkan pemain muda yang lebih banyak mengisi waktu di bangku cadangan dibanding di lapangan. Dani Ceballos adalah contoh pemain yang jarang sekali diturunkan, bahkan sempat tersiar kabar pernah adu mulut dengan Zidane di ruang ganti karena minimnya durasi bertanding.

Taktik Tidak Begitu Berjalan Seperti Musim Lalu

Sumber : ESPN.com

Untuk segi taktik di musim ini nampaknya tidak begitu produktif bagi Real Madrid, dibanding Barcelona yang sudah menjebloskan bola ke gawang lawan sebanyak 48, bandingkan dengan Real Madrid yang hanya 32. Jelas kalah kan Bung? Hal ini mungkin bisa dimaklumi, apa lagi Gareth Bale baru sembuh dari masa cideranya.

Adapun pola serangan yang dibangun Madrid secara strategi sangat monoton. Entah dari serangan sayap atau dari lini tengah. Karena sering kali tidak membuahkan hasil. Seperti pada laga melawan Barcelona contohnya, serangan Real Madrid hanya sampai di tengah lapangan saja. Karena berhasil dipatahkan oleh Sergio Busquets dan Ivan Rakitic. Bahkan hanya 10 serangan yang berhasil sampai berada di kotak penalti Ter Stegen.

Lihatlah Barcelona, Sebagai Rival Yang Punya La Masia Tetap Masih Belanja

Sumber : ESPN.com

Barcelona baru saja merampungkan proses transfer Coutinho dari Liverpool. Bayangkan saja, lini tengah Blaugrana telah diisi Andres Iniesta, Arda Turan, Andre Gomes, Denis Suarez, Paulinho, Sergio Roberto, Andre Gomes, dan Rafinha. Bisa dibayangkan bukan kedalaman skuadnya? Terutama di lini tengah, merupakan lini yang krusial untuk membangun pola serangan.

Sedangkan Real Madrid belum juga bergetar ketika melihat pembelanjaan ini. Karena sampai di jendela transfer musim dingin ini, belum ada satu pemain yang dikaitkan merapat ke Madrid. Padahal banyak pemain top yang bisa diboyong, seperti Eden Hazard, Harry Kane atau Paulo Dybala dapat menjadi opsi untuk pembelian separuh musim.

Apakah Ini Semua Salah Zidane Bung?

Sumber : ESPN.com

Lantas apakah kemorosotan penampilan ini menjadi salah Zidane? Kalau Bung beranggapan iya ataupun tidak, ya sah-sah saja. Karena banyak faktor yang membuat Madrid kurang bergairah di musim ini. Mungkin ini bisa dikaitkan dengan jadwal full yang dilakoni Madrid seperti bertarung di La Liga, Copa Del Ray, Liga Champions, Supecopa Espana, UEFA Super Cup dan FIFA Club World Cup selama dua tahun. Bisa jadi, hal ini yang menjadi alasan para pemain kelelahan.

Selain itu, taktik yang dijalankan Madrid selama dua tahun mungkin sudah dapat dibaca oleh tim lawan. Dan Madrid harus bisa merevolusi taktik dan juga strategi dengan memanfaatkan pemain yang dimiliki. Kalau boleh berkaca lagi-lagi dari El Clasico, peran Kovacic selama diturunkan sangat tidak membantu serangan, alhasil ia hanya sibuk membantu pertahanan, bukan serangan. Karena tidak ada kreasi nan kreatif yang bisa disuguhkan olehnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

1 Comment

1 Comment

  1. Nusantara Adhiyaksa

    February 13, 2017 at 10:43 am

    Olah Raga Kunci Masa Depan, apalagi bagi kita yang sudah berkarier harus jaga kesehatan dengan pola hidup sehat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

Yomamen.com adalah majalah online khusus pria Indonesia. Lahir dari keinginan untuk menyediakan tulisan khas laki-laki Indonesia. Membahas sekaligus mengkritisi urusan maskulinitas dan gaya hidup pria modern.

Facebook

Copyright © 2017 Yomamen.com

To Top