Personality

Nona Melihat Bung Menawan dari Barang yang Dikenakan, Terutama Jam Tangan

Barang yang melekat di badan Bung niscaya bakal membuat laki-laki terlihat jauh lebih menawan, apalagi barang yang dikenakan sangat cocok dari segi bentuk badan. Dengan adanya barang yang menempel di badan bukan berarti Bung ganteng dengan syarat kudu ada barang tersebut. Namun barang tersebut semakim memantapkan diri Bung untuk selalu ada dan tak boleh ketinggalan.

Salah satu barang yang membuat Bung dapat dipandang menawan oleh nona adalah jam tangan. Secara sederhana nona suka melihat laki-laki yang rapi dan tentu saja menarik. Adanya jam tangan membuat ketampanan seorang laki-laki naik level. Selain jam tangan ternyata ada beberapa barang yang membuat nona tak bisa melepaskan matanya dari sang laki-laki.

Tidak hanya yang melekat di badan saja lho, barang-barang yang ada di rumahmu atau yang Bung bisa gunakan dengan baik juga bisa membuat nona berpikiran kalau Bung memang jantan. Dilansir dari manteligence.com berikut barang-barang yang dapat menarik perhatian perempuan.

Palu hingga Gergaji Harus Bisa Bung Kaji

Jangan berpikiran kalau Bung menenteng alat-alat seperti ini menandakan kalau Bung adalah kuli bangunan. Karena suatu saat nanti pasti Bung akan dimintai tolong oleh nona untuk memperbaiki sesuatu. Seperti menggantung beberapa foto atau melakukan beberapa pekerjaan ringan lainnya. Namun tak semua laki-laki pandai dalam mengoperasikan alat-alat tersebut, dan hal itu bisa membuat laki-laki terlihat lemah.

Cita Rasa Seni Harus Terjaga dengan Memiliki Lukisan

Mungkin ada satu kesempatan nona ingin berkunjung ke rumahmu karena penasaran dengan apa yang Bung perbuat kalau di rumah. Tak pernah terlintas mungkin di dalam pikiran bung kalau ternyata barang-barang yang ada di rumah ternyata memiliki imbas untuk penilaian nona. Bung belilah lukisan untuk dipajang di tempat di mana kebanyakan orang bakal melihat, seperti ruang tamu atau ruang televisi. Nona pasti akan menghargai apabila Bung memiliki lukisan, karena seni itu mahal di matanya.

Tak Ada Lagi Label Kutu Buku untuk Bung yang Gemar Membaca, bagi Nona Justru Bung Istimewa

Wawasan luas seseorang dan bagaimana caranya ia mengkaji logikanya tentu karena buku apa yang ia baca. Buku adalah segudang ilmu pengetahuan yang sayang kalau dilewatkan. Baik novel, biografi atau tentang pengetahuan sekalipun tentu bakal memiliki nilai tersendiri di mata lawan jenis. Nona tak akan memandang Bung sebelah mata dengan memberikan label si kutu buku. Justru nona malah bersyukur kalau ia bertemu dengan pria yang menarik dari segi pemikirannya.

Mempunyai Mobil Semata Tak Dapat Menghipnotis Nona kalau Kondisinya Tak seperti Semestinya

Ini bukan jaman di mana nona bakal tertarik dengan Bung memperlihatkan harta, seperti memiliki mobil dan memamerkannya. Itu kuno, Bung! sekarang mobil Bung pun harus bersih dan rapi. Jangan membuat kondisi sangat tidak nyaman ditumpangi, seperti ada abu rokok berserakan sekaligus bungkus makanan.Dengan kondisi bersih tentu nona bisa menebak kepribadian Bung.

Memiliki Kartu Member Kesehatan seperti Nge-gym

Saat nona tak sengaja melihat isi dompet bung dan memiliki adanya kartu member gym adalah suatu hal yang menarik di matanya. Nona tentu mengidam-idamkan dapat bertemu laki-laki dengan bentuk badan yang menarik seperti dalam film romansa Hollywood. Meskipun badan Bung belum terbentuk sekarang namun potensi itu ada dan nona meyakininya.

Setiap barang yang dimiliki laki-laki maupun menempel di badan atau tidak, memang memiliki pandangan lain di mata perempuan. Nona yang selalu ingin cari tahu tentang Bung, tentu akan memperhatikan apa saja yang ada di dalam dirimu dan juga sekelilingmu. Kalau saja ada beberapa hal yang membuatnya menarik, pasti ia tak ragu untuk menyatakan, “aku tertarik kepadamu”.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Tahu

Kisah Seorang Playboy Meninggal Karena HIV Serta 40 Pacarnya Stres Takut Terwarisi

Meninggalnya seorang playboy bernama Daniel Decu asal Segarcea, Romania meninggalkan duka bagi yang ditinggalkan. Suasana haru menyelimuti hari gelap yang terjadi pada 2014 silam. Terlebih bagi 40 perempuan yang notabene pacar dari Daniel. Raut wajah sedih dan tetesan air mata yang mengalir tiba-tiba berubah menjadi wajah kaget dan panik muncul dari ke-40 perempuan setelah dokter mengatakan almarhum mengidap virus HIV/AIDS dalam sesi pemakaman.

Sebuah penyakit mematikan yang tidak dapat disembuhkan dan tidak ada obat sampai sekarang, yang bisa menular salah satunya lewat aktivitas seks bebas. Dokter Cornel, bukanlah orang yang ingin memberikan kejutan di hari pemakaman tersebut dengan mengatakan penyakit yang diidap Daniel. Karena satu dan lain hal, ia beralasan tak bisa mengatakan jauh-jauh hari sebelum ia meninggal. Salah satunya karena ibu Daniel melarang membocorkan dan bakal menuntut jika nekat membeberkan hal ini.

Saya tahu dia punya banyak teman wanita tetapi tidak ada yang bisa saya lakukan untuk itu. Saya mulai memperingatkan mereka (Keluarga Daniel). Tapi sejak saat itu mereka mengatakan kepada saya untuk tetap diam dan tidak mengatakan apa-apa. Saya tidak terkejut bahwa kita sekarang dalam posisi ini, lantaran ia punya banyak teman perempuan,” ujar sang dokter dilansir dari Dailymail.

Laksana dihantam halilintar di siang bolong, 40 orang pacar dari almarhum mulai ketakutan. Bung pun tahu apa yang ada dipikiran mereka. Mereka berhubungan dan ada potensi bakal mewarisi penyakit HIV/AIDS seperti daniel. Meskipun kita tidak bisa menjustifikasi ke-40 perempuan tersebut pernah melakukan hubungan intim. Sontak kabar mengejutkan tersebut mengerakkan ke-40 orang perempuan mengajukan tes HIV/AIDS.

Doa pun dipanjatkan agar tidak diganjar ‘getah’ berupa virus mematikan tersebut. Karena kasus ini cukup mengejutkan seantero Segarcea, kabar itu pun sampai ke telinga Walikota, Nicolae Popa dan secara tegas mengatakan keluarga Danial akan dipersalahkan.

Ibu anak laki-laki itu yang harus disalahkan atas situasi mengerikan yang kini kita alami! Baru sekarang menjadi jelas bahwa dokter keluarga tahu bahwa dia positif HIV dan mencoba membuat situasi menjadi lebih buruk. Ketika dia mulai melakukannya, dia (dokter) diancam akan dituntut oleh ibu Daniel,” cetus Walikota Segarcea.

Hingga akhirnya ke-40 perempuan tersebut mendapatkan hasil dan dua diantarnya sudah positif mewarisi HIV/AIDS.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Tahu

Mungkin Bung Belum Tahu, Di Lamongan Ada Tradisi Perempuan Yang Melamar Laki-laki

Seyogyanya dalam hal melamar dilakukan oleh pihak laki-laki kepada perempuan dengan membawa sejumlah mahar yang diikuti keluarga inti. Indonesia sebagai negara yang kaya akan budaya terdapat tradisi unik di mana pihak perempuan lah yang melamar pihak laki-laki. Tradisi ini berada di Lamongan, Jawa Timur.

Sebagai seseorang yang hidup di mana tradisi melamar dilakukan oleh laki-laki tentu menjadi sebuah pertanyaan besar, “bagaimana bisa kok perempuan yang melamar?”.  Rekam jejak tradisi ini berlangsung diawali dengan sebuah sejarah. Dari pada bung penasaran lebih baik ketahui tentang tradisi di mana perempuan melamar laki-laki berlangsung di Lamongan sejak abad ke-16 ini.

Diawali Dengan Legenda Anak Raja yang Memiliki Ketampanan Luar Biasa

Budaya lahir karena sebuah legenda, seperti halnya tradisi perempuan melamar laki-laki ternyata diawali dari sebuah legenda saat keturunan ke-14 Prabu Hayam Wuruk, Raden Panji Pupokusumo yang memimpin Lamongan pada tahun 1640 sampai 1644 memiliki dua anak kembar. Raden Panji Laras dan Raden Panji Liris yang konon kabarnya memiliki ketampanan luar biasa.

Suatu hari kedua putra kembar tersebut bermain sabung ayam di daerah Wirosobo (sekarang Kertosono), ketampanan mereka ternyata membius dua putri kembar raja Wirosobo yakni Dewi Andansari dan Dewi Andanwangi. Karena gejolak asmara tak terbendung di kedua putri kembar membuat mereka berniat melamar kedua putra kembar lamongan. Meskipun perlakuan tersebut melanggar norma. Dan sejak saat itu tradisi ini bertahan dan dilestarikan budaya leluhur, sejak saat itu tradisi wanita yang melamar laki-laki.

Justru Tak Lazim Kalau Sekarang Laki-laki Melamar Perempuan

Lantaran tradisi ini sudah berlangsung sangat lama sejak zaman kerajaan dulu, membuat tradisi ini terus berlanjut hingga sekarang. Bahkan kalau bung iseng google tentang perempuan melamar laki-laki di lamongan, bakal banyak berita yang mengangkat soal ini. Di sisi lain para sesepuh setempat bercerita prosesi lamaran di sana tidak jauh berbeda dari biasanya. Sampai kejadian tersebut membalik kebiasaan ini. Karena sebuah tradisi sudah berjalan seperti ini, justru jadi hal tak lazim kalau laki-laki yang melamar duluan. Meskipun ada beberapa kejadian di mana laki-laki yang melamar duluan.

Tentu saja setelah pihak laki-laki dilamar perempuan harus ada balasan. Biasanya dalam jangka waktu tertentu. Terkait balasan bisa berupa jawaban atau bingkisan. Soal mewah atau tidaknya isi bingkisan balik kepada kemampuan ekonomi dari pihak laki-laki. Apabila balasan lamaran terlalu lama maka pihak perempuan bakal mengutus tokoh berpengaruh setempat untuk memberitahukan soal balasan lamaran bung. Biasanya, dalam balasan lamaran yang dialkukan laki-laki juga ditentukan kapan tanggal pernikahan.

Bingkisan Lamaran Bisa Berupa Roda Dua Sampai Mobil!

Prosesi lamaran yang memiliki bingkisan atau biasa disebut seserahan kurang lebih masih seperti biasa kok. Tapi hebatnya, dalam lamaran yang diajukan oleh perempuan kepada pihak laki-laki terdapat hadiah khusus dan beragam. Rata-rata benda tersebut agak mahal seperti motor sampai mobil. Intinya tergantung se-kaya apa sih pihak wanita. Kalau ia tajir melintir otomatis hadiah khusunya bisa lebih besar.

Tradisi ini Fleksibel, Terutama di Era Modern

Era sekarang sangat modern dan tradisi ini sudah bersifat fleksibel. Dalam arti ada perjanjian kedua belah bahwa laki-laki tetap melamar perempuan meskipun mereka berasal dari lamongan. Dalam beberapa sumber juga disebutkan kalau tradisi ini masih terjadi di wilayah tuban sampai daerah pesisir pantai utara. Dan tak sedikit juga masyarakat Lamongan yang masih berpegang teguh pada tradisi hingga saat ini.

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Tahu

Undangan Bukber Makin Sedikit? Tanda Kalau Usia Senja Pertemanan Tak Lagi Erat Seperti Tongkrongan SMA

Masa muda seperti SMA dan kuliah saat bulan puasa, pasti akan ada banyak undangan buka bersama. Kalau boleh dirunut dimulai dari teman SD, SMP, SMA , Geng SMA, Geng Bimbel bahkan sampai kelas masing-masing pun kalau boleh mengajak, pasti akan mengajak buat buka bersama.

Heboh banget kan? Bisa dibilang saat dulu banyaknya ajakan yang masuk lewat notifikasi handphone pasti terheran-heran, karena bukber bertajuk reuni tak kunjung habis. Mengeluh pun bukan karena merasa tak ada waktu, tapi tak ada uang karena setiap minggu bisa ada dua kali ajakan! Haha  Namun setelah 7 atau 10 tahun berselang apa yang bung rasakan sekarang?

Seketika undangan bukber mulai menghilang, yang tadinya bisa seminggu sekali sekarang malah tak ada sama sekali bahkan sampai menjelang lebaran sekalipun.  Ini normal apalagi bagi bung yang sudah menginjak usia 25 ke atas atau 30-an.

Fenomena makin tua, teman makin sedikit itu nyata. Maka dari itu orang tua pernah berkata, “jaga hubungan erat dengan saudaramu, karena kalau kamu kesusahan temanmu tak ada yang membantu”. Hmm, kalau dipikir-pikir nggak sepenuhnya benar juga sih, namun mungkin maksud orang tua dulu adalah karena tali pertemanan tak seerat persaudaraan maka harus dijaga sedemikian eratnya.

Fenomena Makin Tua Makin Sedikit Teman Adalah Nyata

Mau tidak mau, keseruan kalian sudah dibilang usai dan tidak dapat diulang kecuali untuk dikenang. Setidaknya hal itu lah yang membuat masa-masa muda bung penuh warna. Kini teman-teman bung pasti sudah memiliki kesibukan bukan hanya berkutat di kerjaan, tapi juga keluarga. Mengurus anak, istri sampai tak terfikirkan untuk sejenak kembali karena waktu juga kian sempit, kan? boro-boro ketemu teman, ketemu istri dan anak masih bangun saat pulang kerja saja sudah syukur.

Jadi jangan heran kenapa pertemanan kalian mulai berkurang, paling yang sekarang masih intens bertemu ada sekitar tiga sampai lima orang. Bisa dibilang ini seleksi alam, tapi tak pantas juga menjustifikasi kalau mereka lupa dengan kalian, karena kenyataan mereka masih ingat dan ingin bertemu, namun prioritas keluarga dan kerja jadi hal nomor satu yang tak dapat diganggu.

Usia Di Bawah 25 Adalah Hal Paling Tepat Menjalin Pertemanan Seluas-luasnya

Berbeda dengan usia 26 sampai seterusnya, usia 25 dianggap periode semarak. Lingkaran sosial bisa dibilang berada di titik terbaik. Bung bisa jalan-jalan, nongkrong bahkan sekedar mengobrol banyak orang bisa dilakukan.

Alasannya waktu sangatlah fleksibel di saat itu. Kesibukan bung paling hanyalah kuliah dan sedang menyusun skripsi, kan? atau yang kuliahnya cepat, bisa jadi usia tersebut sudah bekerja namun belum memiliki tanggungan apa-apa.

Perihal nikah dan semacamnya, masih hanya sebuah topik dari satu tongkrongan ke tongkrongan lain. Jadi jangan kaget saat usia selepas 25 kok nuansa pertemanan agak berbeda. Satu hal yang bisa bung lakukan hanya menyesuaikan.

Selepas Usia 25 Teman yang Bung Kenal Mulai Tak Lagi Intens Keberadaanya

Dilansir dari Tirto, usia selepas 25 adalah usia di mana lingkaran pertemanan mulai menyusut. Waktu jadi sebuah hal yang berharga, dan tak lagi fleksibel dan spesial seperti dulu. Kendalanya bukan hanya memiliki keluarga, mereka yang belum menikah pun bisa aja mempermasalahkan waktu karena masalah kerja.

Waktu seolah jadi bagian yang berharga, mulai memikirkan kondisi dibanding relasi, “Daripada nongkrong, mending tidur deh, badan lagi capek banget”. Alhasil pertemanan pun makin lama bakal terkikis, mereka mulai mengeluh akan pertemuan karena merasa sabtu minggu tidak cukup untuk beristirahat.

Belum lagi mereka yang bekerja di start-up atau media yang masih berkutat pekerjaan di akhir pekan dan jangan tanya soal lemburan. Di sisi lain pertemanan sudah tak lagi fleksibel seperti dulu, mau bertemu pun ada rasa ragu karena takut canggung atau tak “enak” seperti dulu. Kalau bung masih menyanggah, coba saja hitung berapa jumlah teman bung sekarang dibanding dulu?

Namun Bung Bisa Berbahagia, Karena Perempuan Lebih Cepat Kehilangan Teman Dibanding Laki-laki

Di satu sisi kita sebagai laki-laki bisa berbahagia sedikit karena usia pertemanan kita dibilang masih leih panjang dibanding si Nona. Lewat seuah makalah yang bertajuk “Sex Differences inSocial Focus Across the Life Cycle in Humans”, peneliti dari Univesitas Aalto Finlandia di Universitas Oxford Inggris mengumpulkan datar dari 3 juta pemilik gawai dan mengidentifikasi dalam pola komunikasi yang terekam.

Dan salah satu hasilnya adalah perempuan kehilangan teman leih cepat dibanding laki-laki. Selain itu rata-rata perempuan berusia 25 tahun menghubungi sekitar 17,5 orang per bulan sedangkan laki-laki 19 orang per bulan. Tapi hal ini kemudian berbalik saat memasuki fase usia 30-an lho.

Karena di usia tersebut laki-laki jadi kelompok yang kehilangan teman secara drastis. Pada usia 39, rata-rata mereka hanya menghubungi 12 orang, sementara perempuan masih berkomunikasi dengan 15 orang setiap bulan.

Pertemanan Di Usia Dewasa Juga Berbeda Saat Bung Masih Muda

Usia dewasa memang membawa seseorang untuk berbeda dalam berbagai hal, termasuk pertemanan. Semakin bertambah umur, maka seseorang cenderung memilih teman berdasarkan tingkat ‘Manfaat’. Orang-orang yang dianggap tidak menguntungkan akal tereliminasi dari lingkar pertemanan.

Bisa jadi bung berada di posisi yang mengeliminasi atau tereliminasi tanpa disadari. Yang jelas saat menemukan sosok teman yang tepat maka yang lain pun bakal dihairaukan.

Begitu Anda menemukan orang yang tepat, Anda tidak akan tertarik pada yang lain,” kata Robin Dunbar, profesor psikologi evolusi dari Universitas Oxford seperti ditulis oleh CNN.

Setelah menghitung jumlah kawan saat masih muda dan sekarang, berapa banyak yang bertahan?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

Yomamen.com adalah majalah online khusus pria Indonesia. Lahir dari keinginan untuk menyediakan tulisan khas laki-laki Indonesia. Membahas sekaligus mengkritisi urusan maskulinitas dan gaya hidup pria modern.

Facebook

Copyright © 2017 Yomamen.com

To Top