Lebih Keren

Mitsubishi Eclipse Cross Bakal Menggantikan Outlander Karena Penjualan Loyo, Benarkah?

Penjualan loyo Mitsubishi Outlander membuat PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) akan menggantikan dengan armada anyar. Kabar ini beredar karena Mitsubishi akan turun di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) pada 18-20 Juli 2019 mendatang.

Dilansir dari Detik, Irwan Kuncoro selaku Director of Sales & Marketing Division PT MMKSI enggan memberitahukan secara detail tentang arma baru tersebut. Pihak PT MMKSI nampaknya tidak ingin membocorkan atau memberi kejutan kepada publik, meski belum lama mereka merilis mobil double kabin New Triton.

Ya kita lihat aja nanti kalau diluncurkan atau memang tidak diluncurkan kita tunggu. Kalau memang jadi di-launch kita baru bicarakan,” ujar Irwan dilansir laman yang sama.

Muncul dugaan kalau Eclipse Cross jadi mobil yang diperkenalkan di ajang GIIAS, di lain pihak Head of Sales and Marketing Group Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) yakni Imam  Choeru Yahya agak membantah. Karena Outlander dan Eclipse Cross beda segmen. Jadi tidak pas apabila disebut jadi pengganti.

Segmennya beda lho, makanya nanti tanggal 9 Juli datang memenuhi undangan MMKSI, kita akan konferensi pers di sana,” ujar Imam.

Namun apabila benar Eclipse Cross diperkenalkan di Indonesia. Otmatis jadi negara ketiga setelah Singapura dan Brunei Darrusalam di Asia tenggara.  Karena perusahaan berlogo tiga berlian baru saja meluncurkan sebelum perhelatan GIIAS 2019.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Tahu

Berpelat ‘Married’, Mobil Mercy Lawas Diberhentikan Polisi

Kendaraan roda empat berkeliaran di jalan memang wajib memakai nomor plat. Tapi apa jadinya kalau nomor plat malah bertuliskan kata ‘Married’? hal tersebut terjadi di kota Bandung. Wakatsatlantas Polrestabes Bandung Kompol Bayu Catur Prabowo memergoki mobil tersebut saat parkir liar di Jalan Djunjunan (Pasteur) kota Bandung. Ketika ditanya sang pemilik mobil mengaku sengaja memakai pelat tulisan ‘Married’.

Sedangkan pelat aslinya disimpan oleh sang pemilik di bagian belakang bagasi mobil. Surat-surat dari mobil tersebut pun lengkap sesuai dengan pelat nomor asli. Sedangkan alasannya menggati pelat asli karena mobil antik ini secara khusus dipakai mobil pengantin. Namun, alasan tersebut tidak bisa dijadikan alasan untuk tetap menggunakan pelat tersebut. Karena itu termasuk pelanggaran lalu lintas.

Alasannya dia baru selesai antar ke nikahan. Kita pikir berarti selama perjalanan dari rumah atau dari manapun pakai pelat ini. Dia mengiyakan berarti sudah melanggar aturan. Setiap kendaraan tidak boleh merubah pelat nomor bahkan huruf atau angka dimodifikasi saja nggak boleh,” tuturnya dilansir dari detik.

Bayu menghimbau untuk segera mengganti pelat dengan nomor yang sesuai. Dan meminta kejadian seperti ini, jangan sampai diulang.

Kita imbau saja, mungkin biasa disewa karena mobil antik. Kita imbau jangan sampai diulang. Dia juga langsung mengganti dengan pelat nomor asli saat itu juga,” pungkasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Tahu

Memutarkan Lagu di Lampu Lalu Lintas Oleh Pemkot Depok Bisa Halau Stres Saat Macet

Kemacetan dan kota Depok sudah menyatu di tengah pembangunan berjalan. Jalan Margonda jadi pusat akses kendaraan lalu lalang, yang menghubungkan daerah Jawa Barat dengan Jakarta. Kemacetan di jalan tersebut membuat pikiran dan emosi berkecamuk. Bahkan isitlah ‘Tua di Margonda’ bukan hiperbola. Jalan besar tersebut jadi biang kemacetan.

Mengetahui keluhan macet yang sangat santer. Pemerintah Kota Depok berencana memutarkan lagu di lampu lalu lintas untuk menghibur pengendara yang terjebak macet. Dilansir dari detik, Instruktur RDL, Andry Berlianto menjelaskan dari sisi keselamatan kalau tidak masalah diputarkan musik di lampu lalu lintas. Menurutnya, sebatas setelah musik dengan audio jernih ditambah lagu menenangkan rasanya bisa mentolelir rasa stres. Sedangkan wali kota Depok berpendapat macet bisa dihalau lewat pemutaran lagu.

Iya itu termasuk bagian dari mengatasi kemacetan, biar menghibur,” kata Wali Kota Depok M Idris Abdul Somad dikutip dari laman yang sama.

Untuk masa percobaan, lampu lalu lintas dengan musik  baru diterapkan Simpang Ramada. Pemilihan Simpang tersebut karena peralatannya sudah lengkap. Seperti CCTV dan speaker. Sekaligus sudah terkoneksi ke command center. Mudah bagi petugas melakukan pengawasan.

Kita coba dulu di Ramada. Kalau di situ efektif, nanti kita coba di titik lain,” tambah Idris.

Berbicara soal lagu, yang diputar bukanlah lagu Top 40! tetapi Idris menjelaskan kalau lagu yang lebih dipilih adalah lagu sosialisasi keselamatan berkendara.

Lagunya bukan lagu yang gimana, tetapi lagu sosialisasi masalah tertib lalu lintas. Aransemennya sudah ada,” kata Idris.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Lebih Tahu

Hanya di Jepang, Mobil Disewa Bukan Untuk Berkendara

Tempat jasa rental di mobil di Jepang merasa keanehan saat menemuka beberapa mobil disewa bukan untuk kebutuhan tranportasi. Hal ini diketahui setelah melihat jarak tempuh pada mobil bergerak sangat rendah, bahkan ada yang tidak bergerak sama sekali. NTT Domo, Inc, sebuah operator layanan sewa kendaraan terkemuka di Jepang melakukan survei. Mereka menyebutkan satu dari setiap delapan penggunanya menyewa mobil untuk layanan selain transportasi.

Lebih lanjut, Hasil penelitian mengemukakan responden terbesar dalam penyewaan mobil untuk tidur atau beristirahat. Bahkan beberapa responden memiliki alasan lain seperti tempat tenang dan nyaman untuk berbicara di telepon dengan teman, keluarga atau mitra bisnis.

“Biasanya salah satu tempat saya bisa tidur siang saat mengunjungi klien saya adalah cybercafe di depan stasiun. Tetapi menyewa mobil untuk tidur hanya beberapa ratus yen, hampir sama dengan mendatangi cybercafe,” ujar salah satu pria di Tokyo yang menyewa mobil untuk tidur.

Tren yang sedang berkembang di negeri sakura tersebut diperhatikan juga oleh Times24co. Perusahaan sejenis NTT Docomo ini, menyatakan dalam hasil survei, bahwa kendaraan disewa digunakan sebagai ruang kerja. Sedangkan laporan lain menyebut untuk menyimpan tas dan barang-barang karena loker dioperasikan menggunkana koin sudah dipakai semua.

Kira-kira apakah ini juga dirasakan oleh orang Indonesia ya bung?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

To Top