Entertainment

Metallica: Ketika Si Anak Metal Sudah Berkeluarga

Jakarta pasti tidak bisa lupa ketika Metallica tampil di lebak bulus Jakarta tahun 1993 yang lalu. Di akhir konser terdapat catatan hitam sedikitnya terbakarnya 55 mobil hingga 38 orang terluka akibat kerusuhan yang terjadi. Kerasnya musik Metallica seolah jadi cermin sangarnya pemberontakan anak-anak muda berpenampilan hitam-hitam yang malam itu mengisi ruang-ruang jalanan di Jakarta.

Tepat 20 tahun kemudian Band yang digawangi James Hetfield ini kembali lagi ke Jakarta. Pemandangan sedikit berbeda mulai terlihat sejak dari bandara Halim Perdana Kusuma tempat mereka mendarat. Di tengah barisan personil yang turun dari pesawat terselip istri-istri mereka. Bahkan terlihat bocah kecil perempuan yang sibuk menarik-narik koper berwarna pink mengejar sang ayah yang bertato.

Nuansa ala keluarga ini terus menjalar hingga mendekati waktu konser di Gelora Bung Karno. Penonton yang dulu masih berstatus remaja kini mulai mendewasa. Riuh rendah kerumunan nampak mirip dengan nuansa nostalgia ala reuni. Kami bahkan sempat bertemu dengan sekelompok pria yang menggunakan kaos “I Survive Metallica 93”. Cool!

“Kalian bersama kami lagi, keluarga besar Metallica. Follow me!” ujar James Hetfield membuka konser pukul 8 malam itu.

Tawaran sebagai keluarga besar Metallica itu langsung disambut gemuruh penonton di Gelora Bung Karno. Tanpa komando lebih lanjut 55 ribu penonton langsung mengacungkan tinju ke udara ala persaudaran musik cadas.

metallica konser jakarta

Rangkulan hangat ini makin terasa ketika James Hetfield, Lars Ulrich, Kirk Hammet dan Robert Trujillo memulai musik mereka. Meski usia kepala 5 tak lagi bisa dikatakan muda, namun energi tinggi para personil ini seolah tak berubah sejak kedatangan mereka 20 tahun lampau.

Semangat makin menggelora ketika lagu-lagu andalan mereka dibawakan. Tak satu pun terlihat diam ketika “Enter Sandman” digaungkan. Baru terdengar bagian intro, semua sudah berteriak histeris. Hentakan-hentakan kaki mulai dari kelas festival hingga tribun terasa ingin meruntuhkan dinding GBK.

Kekhasan musik Metallica yang sarat gitar penuh distorsi bernada rendah, bersinergi kuat dengan dentuman drum keras dari Lars Ulrich. Lirik lagu macam “Sad But True” dan “Master of Puppets” dilantunkan membentuk koor yang membahana hingga sudut-sudut stadion. Bisa dibilang inilah nostalgia yang dilalui dengan semangat tinggi.

Sejarah kelam memang tak bisa dihapus. Bahkan Kirk Hammet dalam konfrensi pers di VIP Timur Gelora Bung Karno mengaku masih ingat jelas dan merasa sedih dengan peristiwa tersebut.

“Kami ingat ada kerusuhan di luar stadion sampai akhirnya diungsikan dengan ambulans,” ujarnya

Meski begitu, malam tadi seolah menggambarkan betapa personil Metallica sudah tumbuh dewasa. Dan yang lebih mengharukannya adalah melihat gambaran betapa penggemarnya pun sudah jauh lebih dewasa. Semua bisa menikmati musik keras, head bangging, meloncat tinggi dengan tangan di udara dalam suansa kekeluargaan yang sangat damai dan kondusif.

Keguyuban malam itu juga diakui Raja konser Indonesia Adrie Soebono. Meski bukan berstatus sebagai penyelengara namun ia memberikan pujian untuk konser malam itu.

“Belum ada dalam sejarahnya di Indonesia konser sedahsyat konser Metallica malam ini! Pertama kali!” ucapnya melalui twitter @adriesubono.

Dengan kondisi ini, tak heran jika diakhir konser para personilnya mengatakan mereka akan secepatnya kembali ke Indonesia. Mereka akan segera rindu kembali kepada keluarga besarnya! Metalhead indonesia!

1 Comment

1 Comment

  1. Cingmeu

    August 26, 2013 at 4:31 pm

    pasca konser kabarnya memang positif; semuanya berjalan aman dan tertib, sampe semua mendapatkan untung; promotor hingga calo tiket, win-win solution deh KK !

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Karena Penelitian Menyebut Kecerdasan Itu Sexy

Sebagian orang masih mengasosiasikan “pintar dan cerdas” itu dengan tampilan kaku macam kutu buku. Padahal sesungguhnya saat ini banyak tokoh-tokoh yang lekat dengan kecerdasan macam Elon Musk atau Mark Zuckerberg yang justru dianggap menarik dan sexy.

Beberapa penelitian juga bahkan menunjukan hal ini. Salah satunya adalah penelitian yang digagas psikolog Gilles Gignac, Joey Darbyshire, dan Michelle Ooi dari University of Western Australia. Mereka menemukan bahwa orang-orang dengan IQ tinggi memiliki skor tinggi dalam hal keseksian ketika dinilai oleh orang lain.


“Kecerdasan” Menjadi Faktor Kedua Daya Tarik Setelah “Kebaikan”

Penelitian tentang kecerdasan dan daya tarik di atas melibatkan sedikitnya 10 ribu peserta dari 33 negara di dunia. Salah satu temuan menariknya adalah para peserta penelitian menempatkan “smart” di nomor dua sebagai daya tarik.

Posisi ini hanya dikalahkan oleh faktor “kebaikan dan pengertian” yang menempati urutan nomor satu. Jadi sesungguhnya dengan menjadi baik dan terus melatih kecerdasan sudah bisa membuat orang lain tertarik kepada kita.

Salah Satu Indikator Kecerdasan Adalah Selera Humor

Dalam penelitian itu juga ditanyakan mengenai indikator apa yang digunakan untuk menilai seseorang cerdas atau tidak. Sebagian menyebut bahwa salah satu indikator yang digunakan untuk menilai kecerdasan seseorang adalah selera humornya.

Karena mereka yang cerdas selalu berpikiran terbuka dan orang yang berpikiran terbuka ini cenderung punya selera humor yang baik. Mereka yang smart juga dikatakan tidak akan mudah tersinggung dan aspiratif terhadap ide-ide baru.

Tak Cuma Pada Individu, “Smart Dan Sexy” Juga Kini Diterapkan Pada Hal Lain

Perpaduan menarik ini tak cuma ditemui dalam urusan penggambaran individu seseorang. Karena kini banyak sektor juga menerapkan konsep ini. Coba tengok misalnya gadget yang selalu menemani kita.

Dahulu mungkin handphone hanya digunakan sebagai alat komunikasi suara dan teks. Kini perkembangannya sudah jauh lebih dari itu. Mulai dari mengakses internet, sosial media, pesan makanan, penunjuk arah hingga fungsi lainnya yang dulu hanya impian.

Tapi toh kamu juga tak mau hanya menggunakan gadget yang cerdas saja bukan? Begitu banyak pilihan ponsel cerdas, tentunya kamu juga memilih yang di desain menarik lagi sexy. Karena hal tersebut juga menunjukan jati diri.

Bahkan Meluas Hingga Urusan Tata Kota Juga Tersentuh Unsur Kecerdasan

Familiar dengan istilah Smart City? Yup inilah konsep yang diinisiasi oleh Suhono S. Supangkat dari ITB. Kota tak lagi hanya menjual soal “keindahan dan kecantikan” namun juga harus bersifat smart.

Menurutnya, Smart City adalah kota yang bisa mengelola Sumber Daya Alam (SDA), Sumber Daya Manusia (SDM) dan sumber daya lainnya sehingga warganya bisa hidup nyaman aman dan berkelanjutan.

Seperti adanya transparansi dan partisipasi publik, transportasi publik, transaksi non tunai, manajemen limbah, energi, keamanan, data dan informasi. Hal ini dapat didukung melalui teknologi informasi dan komunikasi. Terbayang menyenangkannya hidup di kota yang di tata macam ini bukan?

Tak Mau Ketinggalan, Urusan Kendaraan Juga Harus Mengadaptasi Ini

Soal “smart dan sexy” ini juga merambat ke urusan kendaraan. Mengingat hal ini melekat dengan kita dan digunakan juga untuk berativitas sehari-hari. Wajar rasanya jika konsep ini juga diterapkan pada kendaaraan kita.

Ambil contoh Yamaha Lexi yang mengusung konsep “Smart is The New Sexy” yang bermakna bahwa sexy tidak hanya tentang penampilan melainkan tentang karakter, sikap dan pola pikir yang Smart. Yamaha Lexi mempunyai 3 pilar konsep Utama

Untuk Smart & Sexy Design, Motor ini mengkombinasikan unsur Luxury dan Elegan dengan bobot yang paling ringan di kelas MAXI YAMAHA. Tampilannya yang berkelas ditunjang desain lampu Grand LED Headlight ditambah eye line biru yang menawan memperkuat kesan mewah dan elegan. Apalagi untuk tipe Lexi-S, desain joknya  memadukan dua tekstur kombinasi yang disatukan dengan motif jahitan elegan membuat tampilan motor menjadi lebih berkelas.

Tak cuma tampilan karena yamaha Lexi ini punya Smart Features. Untuk Varian Yamaha Lexi-S dibekali fitur Smart Key System yang merupakan sistem kunci tanpa anak kunci alias keyless. Kunci ini juga sudah disematkan fitur Immobilizer dan Answer Back System untuk memudahkan pengendara mencari posisi parkir motor.

Berkendara dalam jarak jauh juga kini tidak perlu khawatir karena Yamaha Lexi memiliki bagasi yang luas dan lega untuk menampung barang bawaan lebih banyak. Apalagi, Yamaha Lexi menjamin pengendara tetap terhubung melalui Smartphone karena dilengkapi Electric Power Socket untuk mengisi daya gadget.

Urusan dapur pacu diserahkan pada Smart Engine. Dari segi performa mesin, Yamaha Lexi menggunakan mesin generasi baru Blue Core 125 cc yang disempurnakan Variable Valve Actuation (VVA). Mesin ini secara cerdas akan membuat aksi berkendara lebih efisien, bertenaga dan handal dengan tenaga dan torsi maksimum di setiap putaran mesin. Apalagi Yamaha Lexi dilengkapi Liquid Cooled 4 Valves (LC4V) yang membuat suhu mesin lebih stabil dan performa lebih maksimal.

Tak berhenti disitu Yamaha Lexi dibekali fitur canggih Stop & Start System (SSS) berfungsi untuk mengurangi konsumsi bahan bakar yang tidak perlu pada saat motor sedang berhenti. Apalagi ditambah Smart Motor Generator (SMG) membuat suara motor lebih halus saat dinyalakan. Kalau masih penasaran soal motor satu ini kamu bisa lihat detailnya di halaman ini!

Jadi bagaimana? Kamu sudah siap mengikuti trend smart is the new sexy ini?

1 Comment

1 Comment

  1. Cingmeu

    August 26, 2013 at 4:31 pm

    pasca konser kabarnya memang positif; semuanya berjalan aman dan tertib, sampe semua mendapatkan untung; promotor hingga calo tiket, win-win solution deh KK !

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Musik

Tak Sekedar Didengar, Ternyata Musik Banyak Memiliki Manfaat yang Bisa Bung Dapatkan

Musik nampaknya telah menjadi bagian hidup dari sebagian orang,  beberapa kegiatan kerap diselingi musik untuk memberikan suntikan semangat dalam mengerjakan. Bahkan banyak orang yang mengawali aktivitas hidupnya dengan mendengarkan musik, jadi tak salah ‘kan, kalau kita bilang bahwa musik sudah menjadi bagian dari seseorang. Dibalik alunan nada yang tertuang, dibalut dengan lirik yang memadatkan instrumen sehingga menjadi sebuah lagu.

Musik telah memberikan peramajaan telinga dalam mengatasi kehidupan yang ada. Dikala Bung sedih dan senang pun, semuanya dicurahkan lewat musik. Pasti ada dong salah satu lagu yang membuat Bung berkata, “Ini musik gua banget!”, lantaran kesamaan lirik dengan kondisi kini.

Dan ternyata, ada banyak hal yang tanpa Bung sadari semuanya bersumber dari musik. Ada manfaat dari musik yang tanpa Bung sadari sudah memberikan dampak positif dalam hidup. Apakah Bung penasaran? Berikut beberapa manfaat yang dapat Bung terima dengan mendengarkan musik.

Membawa Ketenangan sehingga Bung Merasa Hidup Ini Aman

Ketanangan yang bung dapatkan tidak hanya bersumer dari cara Bung mengondisikan perasaan saja. Tetapi ada beberapa faktor penentu yang membuat ketenangan dalam diri Bung itu semakin kuat, yang jelas bukan ucapan verbal dari orang lain. Melainkan dengan mendengarkan musik. Tak heran kalau musik dijadikan salah satu metode terapi di rumah sakit guna memberikan ketenangan bagi pasiennya.

Merangsang Timbulnya Sistem Imun di Dalam Tubuh

Selain dapat memberikan ketenangan, ternyata menurut beberapa peneliti, musik bisa meningkatkan beberapa emosi positif yang berada di dalam tubuh seseorang. Emosi tersebut merangsang produksi hormon-hormon peningkat imunitas ditubuh, yang berfungsi sebagai pelindung dari berbagai macam penyakit.

Menjadi Mood Booster Sehingga Membuat Bung Kembali Semangat

Hal ini nampaknya diakui oleh beberapa orang, kalau mendengarkan musim dapat meningkatkan mood. Tak heran, apabila seseorang kerap membuat daftar playlist, yang sebenarnya adalah urutan beberapa lagu andalan yang dapat menjadi moodbooster. Rasa stres yang melanda di dalam diri dapat berkurang, hingga dapat mengubah emosi negatif menjadi rasa bahagia dengan bantuan genre yang berbeda. Jadi dengarkanlah musik Bung, agar hidup lebih indah.

Mengontrol Tekanan Darah dengan Mendengarkan Musik Setiap Pagi dan Malam

Kalau Bung ada masalah dengan tekanan darah, menuruh penelitian yang disebutkan dalam pertemuan American Society of Hypertension di New Orleans, mendengarkan musik klasik selama 30 menit, seperti halnya musik Celtic setiap hari bisa mengurangi tekanan darah tinggi secara signifikan. Rekaman musik yang lembut pun sebaiknya didengarkan setiap pagi dan malam secara rutin sehingga hasilnya pun bisa begitu signifikan.

Meningkatkan Sisi Kewaspadaan

Kewaspadaan yang terjadi dalam diri Bung, ternyata dapat ditingkatkan dengan kehadiran musik yang setiap saat Bung dengarkan. Lantaran sebuah penelitian medis menjelaskan kalau musik menghasilkan getaran suara yang bisa merangsang gelombang otak, Hal ini tergantung dengan getaran pada musik. Kecepatan suatu getaran musik bakal mempengaruhi kewaspadaaan, Bung. Nah, apakah Bung cukup sering mendengarkan musik atau malah jarang?

 

 

1 Comment

1 Comment

  1. Cingmeu

    August 26, 2013 at 4:31 pm

    pasca konser kabarnya memang positif; semuanya berjalan aman dan tertib, sampe semua mendapatkan untung; promotor hingga calo tiket, win-win solution deh KK !

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sport

Sepak Bola Indonesia Ingin Berjaya Di Tahun Ke-100nya, Lantas Sejauh Mana Persiapannya?

Tak hanya dari segi Ekonomi, negara juga ingin berbenah diri dari segi Sepak Bola. PSSI selaku organisasi yang mengurus sepakbola memiliki beberapa target yang akan ditempuh sampai tahun 2045. Hal ini sudah dilakukan oleh beberapa federasi sepakbola yang telah maju seperti Jerman, Jepang dan Belgia. Sepak bola kita memang sedang puasa gelar, tapi wwalaupun telat, toh tak ada salahnya jika mencoba untuk mengupayakan.

Keseriusan PSSI untuk membenahi sepakbola semoga bukan hanya lip service saja. PSSI harusnya bisa berkaca dari kasus pembekuan aktivitas sepakbola oleh federasi tertinggi yakni FIFA. Memang sudah seharusnya pula ketika FIFA berbaik hati untuk mencabut sansksinya, PSSI  berbenah secara gesit.

Usia Muda Sudah Dipatok Menjadi Tonggak Sejarah

Sumber : Mediaindonesia.com

Kita tak boleh menutup mata bahwa, sepakbola kita memang kurang begitu dapat diharapkan. Terlalu muluk-muluk untuk berbicara kapan Indonesia dapat berlaga di Piala Dunia, meskipun sejarah pernah berkata bahwa Indonesia pernah tampil pada tahun 1938 dengan nama Hindia Belanda. Untuk kancah Piala antar negara ASEAN saja, kita tak pernah sekalipun membawa trophy-nya. Hanya selalu puas di posisi kedua selama 6 kali dari 11 kali pagelaran.

Berbagai aspek dan penunjangnya sedang dibenahi mulai tahun ini. Seperti perkembangan pemain muda mulai dari  usia 6 tahun, atau yang sebut sebagai akar rumput. Karena pengembangan pemain muda memang harus diterapkan untuk menjaring talenta baru. Selain itu, kepelatihan dan kursus, riset dan perkembangan, futsal, sampai perwasitan juga akan dibenahi. Demi membangun ekosistem yang baik bagi pengembangan sepakbola. Semoga tak ada lagi, sistem yang putus ditengah jalan.

Sepakbola Bukan Sekedar Olaharaga Tapi Bisnis yang Jadi Sumber Rupiah

Sumber : Goal.com

Terlalu lamanya tim sepakbola di Indonesia dimanjakan lewat APBD, membuat banyak klub tidak bisa berdikari (berdiri di kaki sendiri). Mandiri, menjadi hal sulit yang diterapkan beberapa tim. Sekarang tim-tim tersebut telah beranjak dan mencoba mandiri untuk dapat hidup. Segi bisnis ini memang juga salah satu agenda PSSI, fokusnya kepada pemasaran, sponsor, hubungan dengan fans, promos digital, infrastruktur dan juga keamanan.

Aspek-aspek tersebut diungkapkan langsung oleh sekjen PSSI, Ratu Tisha. Klub menjadi point penting yang harus dibenahi. Karena tingkat kompetitif suatu liga juga dipacu oleh klub-klub yang sehat. Kalau banyak klub yang tidak sehat membuat liga kurang bersaing antar tim. Tisha juga mengatakan beberapa fokusnya tersebut semoga dapat berjalan dari tingkat povinsi mau tingkat klub.

Mencontoh Eropa Agar Kompetisi Tak Lagi Mengulangi Kesalahan yang Sama

Sumber : Goal.com

Kompetisi yang berkualitas dan kompetitif juga menjadi misi PSSI. Liga Indonesia belum dapat dikatakan membaik. karena dalam musim ini saja terdapat beberapi kali perkelahian antar supporter, sekaligus antar tim yang berlaga lantaran berbagai alibi menguak. Seperti wasit yang berat sebelah. Kompetisi Liga Indonesia daam persoalan perkelahian sudah menjadi paket tahunan yang kerap terjadi.

Sekarang PSSI mencoba mencontoh bentuk dari Liga Inggris dengan membentuk Piala FA, yang bernama Piala Indonesia. Bentuknya pun sama dengan mengikut sertakan semua tim dari seluruh divisi. Sebelumnya Indonesia juga memiliki Piala Liga yang bernama Copa Dji Sam Soe namun hanya berjalan 4 musim saja. Ada pun melibatkan Piala Indonesia membuat iklim sepakbola Indonesia jadi makin kompetitif.

Olimpiade Menjadi Target Selanjutnya

Sumber : Jawapos.com

Berlaga di Olimpiade pernah dilakoni Indonesia tahun 1956 kala digelar di Australia, Indonesia yang pada saat diperkuat Ramang berhasil melaju ke babak delapan besar sebelum takluk dari Uni Soviet. Setelah beberapa tahun lamanya, Indonesia tak pernah lagi berlaga di Olimpiade. Sekarang PSSI menargetkan untuk menembus Olimpiade tahun 2024.

Walaupun Olimpiade bukan ajang yang bergengsi-bergensi amat di bidang sepakbola. Namun, untuk berlaga bisa menambahkan pengalaman serta memberikan atmosfir berbeda bagi para pemain. Demi melancarkan target tersebut jenjang pemain muda Indonesia harus dibina sebaik-sebaiknya yang dimulai dari usia 9 tahun, 12 tahun sampai 15 tahun. Pembinaan yang dilakukan dengan cara membuat bank data tentang para pemain tersebut dan dipantau perkembangannya.

Jalan Pintas Berlaga Di Piala Dunia

Sumber : Goal.com

Salah satu agenda tersebsar yang akan dicapai adalah menjadi tumah rumah Piala Dunia 2034. Menjadi tuan rumah Piala Dunia, otomatis akan membuat timnas Indonesia berlaga. Sebut saja ini jalan pintas agar dapat berlaga di mata dunia. Karena untuk melewati fase kualifikasi, Indonesia masih kewalahan. Indonesia dan Thailand diberikan kepercayaan sebagai pemimpin konsorsium AFF. Tetapi masih ada proses tawar menawar dengan FIFA agar terealisasikan menjadi tuan rumah. Tidak seperti pada tahun-tahun sebelumnya di mana Nurdin Halid yang menargetkan Indonesia menjadi tuan rumah 2022. Ketidakjelasan darinya membuat Indonesia pada saat itu hanya puas diangan saja.

 

1 Comment

1 Comment

  1. Cingmeu

    August 26, 2013 at 4:31 pm

    pasca konser kabarnya memang positif; semuanya berjalan aman dan tertib, sampe semua mendapatkan untung; promotor hingga calo tiket, win-win solution deh KK !

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Health & Personality

Bagaimana Cara Mengatasi Kebosanan Di Jalan, Apabila Merokok Dan Mendengarkan Musik Termasuk Pelanggaran

Ketika hukum mulai beredar dan menyeruak lewat media, tentu masyarakat berhak berkomentar tentang apa yang akan terjadi selanjutnya. Sama halnya dengan statement Minggu lalu, kalau mendengarkan musik dan merokok bakal ditilang Ditlantas. Meskipun hingga artikel ini dibuat, Polri kembali menegaskan bahwa tidak akan ditilang. Namun, ditengarai kedua hal tersebut memang bisa membuyarkan konsentrasi hingga menimbulkan kecelakaan. Lantas bagaimana menurut Bung? Setuju atau tidak?

Dibalik pro dan kontra terhadap hukum tersebut, ada hal yang menarik untuk dicermati. Dimana cuitan dan komentar yang beragam dilontarkan secara gamblang atau sarkas. Tapi apabila nantinya ini kembali menyeruak dan disahkan menjadi pelanggaran, hal apa ya Bung kira-kira bisa dilakukan untuk mengatasi kebosanan?

Mengajak Teman Atau Kawan Yang Searah Pergi Dan Pulang Berbarengan

Beberapa tahun lalu ada suatu konsep bernama nebengers yang mengajak seseorang untuk menumpang apabila searah dengan memberikan suatu imbalan. Seperti menyokong uang bensin atau menyumbang cerita untuk menghilangkan rasa bosan. Hal ini apabila dilakukan kembali, rasanya akan menjadi unik Bung.

Selain mengurangi jumlah kendaraan roda empat dan dua yang berkeliaran, tentu mengajak kerabat dapat membuat perjalanan terasa menyenangkan dengan menyumbang obrolan. Ya, Bung pun tahu, macetnya Jakarta sulit diatasi tetapi harus dinikmati, meskipun raga ini sudah lelah menanti tempat tidur apabila pulang nanti.

Bernyanyi Tanpa Musik, Menyuarakan Kepenatan Yang Terusik

Ketika Bung berada di mobil dan radio tidak menyiarkan musik, justru itu terasa hambar. Sama halnya seperti ada yang salah dari semua ini secara hiperbolanya. Bahkan, aplikasi musik macam spotify mesti terdiam, padahal itu salah satu opsi ketika penat dengan kemacetan dan ingin melawan rasa bosan dengan mendengarkan musik di jalan.

Namun, ketika bibir Bung ingin bergumam semisal soal pelanggaran yang disahkan sepertinya tidak berguna. Lebih baik, Bung hafalkan nada 1 sampai 3 lagu dan karaoke sendirian. Daripada yang Bung lakukan hanya berkutat dengan gawai dan mengecek media sosial macam Instagram yang terkadang tak ada faedahnya. Terkadang, tapi benar kan?

Meresapi Hiburan Dari Pengamen Jalanan Bisa Jadi Ide Yang Menghiasi Kemacetan

Berapa banyak pengamen jalanan yang Bung tolak suaranya sebelum ia memulai lagunya. Lantaran Bung mengira pengamen tersebut bakal bernyanyi asal-asalan demi sepundi uang.  Mungkin sekarang sudah menjadi waktunya Bung harus memberikan kesempatan. Siapa tahu dia adalah orang yang memiliki talenta, hanya saja tidak memiliki kesempatan selayaknya musisi ternama yang kerap tampil di televisi. Dan Bung pun bisa sekalian donasi kepada mereka. Meskipun tidak banyak, tapi bisa meringankan hidupnya.

Menikmati Hangat Secawan Kopi Bisa Membunuh Kemacetan Secara Hakiki

Kemacetan nampaknya panjang, daripada Bung rela bertahan dengan alasan ingin cepat pulang, nampaknya itu hal yang sia-sia Bung. Lebih baik Bung melipir ke kedai kopi dengan menikmati secawan kopi hangat. Apa lagi kalau Bung perokok, toh itu bukannya perkawinan dua lembayung yang menarik? Habiskan saja waktu 1 sampai 2 jam, bisa juga Bung jadikan ajang tongkrongan dadakan bersama teman. Selain menambah silaturahmi, toh bisa menghilangkan rasa stres yang mengakar karena kemacetan yang mengekor panjang.

Atau Menanggalkan Kendaraan Dan Segera Pesan Transportasi Online

Kalau beberapa hal di atas Bung rasa tidak bisa membunuh kebosanan. Dan Bung tidak kuat bertahan lama ketika kemacetan melanda apabila mendengarkan musik dan merokok menjadi bentuk pelanggaran. Alangkah baiknya memanfaatkan opsi yang ada. Seperti menggunakan transportasi online bisa jadi pilihan bagi Bung.

Bung tak perlu capek-capek melawan kemacetan karena Bung bisa tiduran dengan nyaman. Atau kalau pun Bung bosan, bisa membuka obrolan dengan sang driver, apa lagi banyak unggahan ke media sosial tentang arti kehidupan yang dapat dipetik olah seorang driver. Masih banyak hal yang Bung bisa lakukan saat merokok dan mendengarkan musik adalah pelanggaran. Tapi untungnya, hal itu sudah diklarifikasi kepolisian bahwa tak benar. Ya mungkin pada saat statement  itu dibuat Ditlantas sedang tidak fokus  dan merasakan kelelahan karena mengurusi kemacetan lalu lintas di jalan.

1 Comment

1 Comment

  1. Cingmeu

    August 26, 2013 at 4:31 pm

    pasca konser kabarnya memang positif; semuanya berjalan aman dan tertib, sampe semua mendapatkan untung; promotor hingga calo tiket, win-win solution deh KK !

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

Yomamen.com adalah majalah online khusus pria Indonesia. Lahir dari keinginan untuk menyediakan tulisan khas laki-laki Indonesia. Membahas sekaligus mengkritisi urusan maskulinitas dan gaya hidup pria modern.

Facebook

Copyright © 2017 Yomamen.com

To Top