Inspiring Men

Menipisnya Batas Hoax Dan Seni Di Tangan Agan Harahap

No Pict Hoax! Bung masih memegang teguh istilah ini? Yakin kalau sudah dilengkapi dengan foto dan gambar bisa dipastikan sebuah informasi tersebut valid dan pasti bukan berita bohong? Coba bung simak foto di bawah ini!

Foto itu memang sempat bikin heboh jagat maya. Malah beberapa media massa besar sempat kecele berat dan berpikir peristiwa tersebut asli terjadi. Yup, foto itu tak benar-benar ada. Foto itu hasil kreativitas digital imaging seorang Agan Harahap.

Yup, Agan Harahap adalah seniman visual kontemporer yang bergerak di bidang manipulasi foto. Ia bukan hanya sekedar tukang edit foto yang kini mulai marak bertebaran di internet. Karyanya sudah dipamerkan di beberapa lokasi bahkan hingga ke manca negara macam Singapura, Cina, Portugal hingga Jerman.

Apa yang membedakan karya Agan dengan yang lainnya? Layaknya seniman adiluhung jaman dahulu, ia merespon kejadian di sekitarnya dan menuangkannya dalam karya. Jadi karya-karya Agan tak sebatas mengedit foto dan memanipulasinya, tapi Agan berbicara mengenai kondisi situasi sosial sekitarnya. Ia berusaha menangkap realita sekaligus memadukannya dengan harapan orang-orang sekitarnya.

“Posisi seniman kontemporer itu jelas. Intinya memang merespon tentang apa yang terjadi di era itu. Contohnya ketika agama mendominasi semuanya, maka gambar pada era Caravaggio atau Michelangelo tiba-tiba isinya ketuhanan semua. Lalu kenapa tiba-tiba gambarnya Van Gogh adalah impresi? Ya karena eranya memang sedang begitu. Saya juga seperti itu. Saya mendapatkan semua isu dari timeline, dan saya kembalikan lagi ke timeline” Tutur Agan ketika kami menemuinya di sebuah kamar hotel di bilangan Jakarta.

Maka jangan heran kalau image yang diolah Agan selalu mengundang decak kagum sekaligus cercaan sebagian orang lainnya. Karena meski image yang diolah hasil manipulasi, namun ide dan ceritanya terasa dekat dengan situasi yang sedang terjadi. Apalagi hasil editan Agan memang sangat halus dan membuat mata sulit membedakannya dengan yang asli.

Uniknya Agan mempelajari keahliannya secara otodidak. Bahkan bisa dibilang awal perkenalannya dengan olah foto dan digital imaging termasuk “kurang ajar”. Semua diawali ketika ia kuliah di jurusan Desain Komunikasi Visual. Ketika itu salah satu mata kuliahnya memberikan tugas fotografi.

Masalahnya, pria batak satu ini membenci fotografi dan lebih doyan menggambar. Ia bahkan tidak bisa memotret dan tak punya kamera. Nah, agar bisa lulus mata kuliah tersebut, hasil karya temannya yang tak terpakai dipinjamnya dan dia klaim sebagai karyanya. Dari situlah ia belajar mengedit brightness, contrast, hingga akhirnya belajar cara menyeleksi, memotong, lalu memindahkan ini-itu.

Aksi ‘nakalnya’ ini berlanjut ketika ia memasuki dunia kerja. Salah seorang kawannya menawarinya untuk menggantikan posisinya itu sebagai fotografer di Majalah Trax. Padahal hingga saat itu pun, Agan belum juga menguasai fotografi. Bukannya menolak, ia malah mengiyakan tawaran ini. Kembali main akal-akalan, ia meminjam portofolio temannya yang fotografer sungguhan. Dan gawatnya ia malah lolos seleksi dan dipanggil ke majalah tersebut untuk di interview.

“Temen-temen gua tahu kalau gua nggak bisa motret. Cuma gua waktu itu diminta buat gantiin temen gua di Trax, namanya Bayu Adhitya. Akhirnya gua pinjem portofolio temen-temen gua dan gua persentasiin di depan user MRA (perusahaan yang membawahi Trax) sekaligus fotografernya, Harry Subastian. Tiba-tiba gua malah dipanggil, ya mati lah gua haha jadi fotografer tapi gua nggak bisa motret haha,” Celoteh Agan.

Namun pada akhirnya Agan mulai kesulitan main kucing-kucingan soal skill fotografinya ini. Meski dari diterima kerja hingga setahun berlalu foto hasil manipulasi editannya berhasil lolos dan ditayangkan di majalah tersebut, tapi Agan mulai bermasalah menjawab pertanyaan orang-orang sekitarnya.

“Ketika gua selesai motret, mas Harry atau yang gua potret langsung minta lihat hasilnya di kamera. Gua selalu ngeles dengan alasan ‘rahasia perusahaan’. Padahal gua melakukan itu karena nggak PD (Percaya Diri) sama hasilnya. Soalnya gua ngaco banget motretnya. Hari pertama gua bertugas saja, gua tidak tahu cara menyalakan lampunya. Pokoknya gua motret pakai mode auto saja. Makanya gua selalu membawa komputer ke mana-mana untuk edit foto sampai naik cetak, selalu begitu,” ungkap Agan sambil tertawa.

Dari sinilah akhirnya Agan mulai belajar soal fotografi. Seperti setting lampu studio, mensinkronisasikan dengan kamera dan teknik lainnya. Karyanya pun makin ciamik dengan keahlian memotretnya tersebut.

Dengan makin sulitnya membedakan karyanya dengan foto asli, Agan juga sadar penuh bahwa karyanya harus bisa dibedakan dengan akun-akun penyebar Hoax yang gemar mengedit gambar. Untuk itu ia selalu melengkapi foto hasil editnya dengan narasi yang menggelitik sekaligus memberikan petunjuk bahwa foto tersebut hasil digital imaging. Narasi ini juga memperkuat realita dan harapan yang ada di masyarakat.

“Kalau gua nggak bedain apa bedanya gua dengan akun hoax. Seperti ketika gua mengedit foto Habib Riziq dengan Raja Salman. Karena gua ngelihat beberapa media yang mengatakan kalau Raja Salman ke indonesia mau ketemu Habib karena dia adalah keturunan Nabi Muhammad, tapi kan nggak mungkin dong. Karena tujuan kunjungannya sebenarnya ingin ketemu Jokowi. Akhirnya dengan ada berita seperti itu, berarti kan ada harapan. Ya harapan mereka gua wujudkan, (tapi) dengan klue Lion Air (Raja Salman naik Lion Air). Ya harusnya orang berpikir, nggak mungkin sekelas Raja naik Lion Air. Tapi sudah diberi clue seperti itu pun banyak yang ‘kemakan’ sama foto gua,” imbuhnya.

Pada intinya Agan hanya berusaha menggambarkan situasi yang terjadi di sekitarnya. Menangkap harapan sekaligus realita yang ada di tengah-tengah masyarakat. Dan bicara soal harapan bisa jadi itu postif maupun negatif. Ada saja misalnya harapan untuk lawannya ‘terpeleset’.

“Ketika ada foto Habib dan Ahok bersalaman, banyak yang bilang, “Hoax nih! Fitnah nih!” Padahal gua bukan mendobrak norma, cuma menggali norma yang telah terlupakan. Seperti persahabatan islam sama kristen yang sudah terjalin sejak dulu. Ketika ada foto Ahok dipeluk Megan Fox dan dicium Miley Cyrus, wah Ahokers marah-marah, ‘Bohong nih!’ sementara kubu satunya bilang, ‘Nih buktinya’. Nah di wilayah macam itu lah saya selalu. Kadang-kadang saya memberi harapan supaya benar-benar terjadi, tapi kadang memancing supaya jadi perang. Gua selalu mencampurkan air dan api di karya-karya gua ” tuturnya santai.

Mengingat ‘panasnya’ area seni yang dijalaninya, Agan selalu memikirkan masak-masak karya yang akan ditelurkannya. Ia berusaha memahami batasan-batasan dan bahasa-bahasanya, apakah terlalu vulgar atau tidak. Dengan berusaha memikirkan batasan ini, karya Agan malah seringkali di apresiasi oleh ‘korbannya’.

Salah satu karya yang membawa imajinasi adalah ketika Agan mengunggah foto editannya bersama James Hatefield, vokalis Metallica yang sedang party di apartemen lewat blog pribadinya. Berselang sekian tahun, Agan justru berkesempatan bertemu dengan Metallica secara langsung. Dengan berani Agan menujukan hasil edit fotonya kepada personil Metallica.

“Gua kasih liat foto editan gua pas Robert Trujillo foto bareng Jusuf Kalla dan dia jawab I dont remember, where you taken this?” katanya sambil tertawa.

Demikianlah bung seharusnya meresapi karya seni yang ditelurkan Agan Harahap. Melihatnya sebagai gambaran situasi dan harapan yang terjadi di tengah masyarakat, tanpa melihatnya sebagai senjata untuk menyerang lawan. Ketika kita memperlakukannya demikian, bisa jadi kita malah akan tersenyum ketika menyadari bahwa kita telah dimanipulasi oleh Agan Harahap.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Otomotif

6 Kiat Berkendara dengan Motorsport

Yang namanya berkendara dengan motorsport memang agak tricky. Selain harus menyiapkan fisik dan stamina yang prima—lantaran bobot body motor semacam ini pastinya di atas motor skuter matic, menunggangi kuda besi yang satu ini tak seperti naik motor lainnya. Pasalnya, ada tips khusus yang perlu diketahui agar tubuh tetap nyaman selama berkendara dan motor pun tetap dalam kondisi baik setibanya di tujuan seusai berkendara.

1.Biasakan Melakukan Cek Secara Menyeluruh Sebelum Berkendara

Sebelum memulai perjalanan, biasakan mengecek motor apakah motor dalam kondisi prima, mulai dari ban, rem, kopling, hingga sektor lampu. Jika semua aman, baru cari riding position alias posisi duduk yang menurutmu paling nyaman sehingga saat berkendara pun bisa santai namun tetap hati-hati.

2.Pastikan Sudah Tahu Posisi Badan yang Benar Saat Hendak Berkendara

Jangan karena mengejar gagah-gagahan lantas Bung memposisikan badan jauh dari stang sampai tangan lurus dan kaku. Karena ini bukan motor skuter matic, maka badanmu justru harus sedikit menunduk dengan posisi lenganmu sedikit menekuk.

Kenapa harus begitu? Karena lengan yang menekuk ini akan membantumu meredam rebound alias tendangan balik peredam kejut pada stang saat motor menghantam lubang. Kalau posisi sudah mantap, barulah mulai berkendara.

3.Jangan Asal Naik, Posisi Kaki pun Harus Stabil

Untuk posisi kaki, penempatannya harus pas karena ruangnya tak sebanyak di motor skutik yang menggunakan deck lebar. Motorsport hanya punya sedikit footstep tempat meletakan kaki. Lalu paha harus menempel ke tangki motor dengan posisi menjepit. Kendati begitu bukan berarti diam dengan tegang dan kaku. Kakimu harus tetap dalam kondisi relaks.

Posisi ini akan mempermudah untuk melakukan antisipasi bila Bung akan melakukan manuver ekstrem seperti hendak menghindari tabrakan. Dengan paha yang menempel ke tangki, Bung bisa mempertahankan posisi duduk agar tidak tergeser ke kanan kiri dan dapat mengeliminir risiko terpental dari motor.

4.Carilah Posisi yang Senyaman Mungkin untuk Tangan saat Menggenggam Stang

Untuk posisi tangan, perhatikan posisi tangan ketika menekan tuas kopling dan rem depan. Usahakan ketika mengoperasikan tuas rem depan atau kopling yaitu dengan cara menekan ujung tuas supaya ringan. Menekan tuas kopling bisa menggunakan dua jari yang sekiranya dianggap paling nyaman bagi pengendara.

5.Kenali Bentuk Motor Yang Bung Kendarai

Banyak orang meremehkan hal ini dan langsung saja betot gas ketika menunggangi kuda besinya. Padahal bentuk motor yang berbeda akan membuat pengendalian yang berbeda pula. Ambil contoh misalnya GSX-R150 dan GSX-S150. Dua motor Suzuki ini punya DNA yang sama, namun bentuknya berbeda sehingga handlingnya pun akan berbeda.

GSX-R150 dengan fairing tentunya punya body depan yang lebih lebar jika dibanding saudaranya tipe S yang bertipe naked bike. Tentunya butuh ruang lebih lebar jika merambah kemacetan.

Hal lainnya misalnya spion GSX-R150 yang ditanam di body depan sementara GSX-S150 berada di tangki. Ini akan membuat perbedaan karena GSX-S150 spionnya akan bisa ikut menyelip jika stang dimainkan ketika beraksi diantara kendaraan lain, sementara tipe R butuh perhitungan sebelumnya karena spionnya tang tak bergerak.

6.Kenali Juga Karakter Motormu Agar Tepat Mengambil Kesimpulan Di Jalan

Bung harus mengenali karakter motormu dengan tepat. Mulai dari karakter mesin hingga karakter berkendaranya. Coba kita ambil contoh GSX-S150. Untuk urusan dapur pacu GSX-S150 ini disematkan mesin berkapasitas 150 cc DOHC yang sama dengan saudaranya tipe R. Berbekal mesin overbore, DOHC (Double Over Head Camshaft) dengan kapasitas 150cc dan berkompresi 11,5 : 1 yang sudah dilengkapi teknologi fuel injection yang canggih untuk pembakaran maksimal, GSX-S150 menghasilkan tenaga sebesar 14,1 kw/10.500 rpm dan torsi sebesar 14 nm/9.000 rpm yang tersalurkan dengan kuat melalui transmisi 6 percepatan.

Karakternya jinak diputaran bawah sehingga membuatmu tak repot kalau mengendalikannya di RPM rendah.Tapi jangan lantas anggap remeh tenaganya. Kenali dulu, karena ketika diputaran menengah dan atas kalau tak siap, Bung akan dibuat terkejut dengan ledakan tenaganya.

Untuk dimensi, tampilan dari motor garapan Suzuki ini mempertontonkan rangka Single Cradle yang bisa terlihat jelas. Ukurannya sendiri memiliki panjang 1.975 mm, lebar 674 mm, dan tinggi keseluruhan mencapai 1.070 mm. Sedangkan untuk ukuran wheelbase sendiri mencapai 1.300 mm.

Dengan ukuran macam ini, GSX-S150 ini bisa dibilang cukup besar untuk kelas 150cc. Tapi tak perlu khawatir, tinggi jok yang 785mm sangat pas untuk ukuran rata-rata orang Indonesia tanpa harus berjinjit.

Ukuran kekar ini berlanjut hingga kaki-kaki. Di depan menggunakan suspensi teleskopik besar dengan di belakang mengusung tipe monoshock guna menambah kestabilan berkendara. Velg alloy berukuran 2,15 inchi di depan dan 3,5 inchi di belakang dibalut ban depan 90. Tentunya cukup lebar untuk membuatmu tetap stabil di jalan lurus, namun cukup lincah untuk melakukan manuver.

Nah dengan kiat-kiat macam itu tentunya Bung akan lebih aman dan nyaman mengendari motorsport milikmu.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Health & Personality

Daripada Masa Pacaran, Momen Pendekatan Sebenarnya Jauh Lebih Berat Untuk Dijalankan

Masa pendekatan seperti sebuah ujian sebelum jadian, ada rintangan yang menghalangi hingga membuat hubungan tidak dapat berjalan yang diinginkan. Karena itu, masa pendekatan masa sulit yang harus dilewati. Seperti ajang pecarian bakat tapi masih dalam kategori kualifikasi. Bung harus usaha keras agar jalan berat bisa ringan diselesaikan.

Pendekatan biasanya dijalani penuh semangat meskipun rasa cinta belum tentu terbalas. Bagaimana bung mau tahu kalau hal itu dapat terbalas kalau belum mencoba untuk menyelesaikan. Lantaran berat di jalani, banyak yang tidak usaha extra ketika di titik ini. Banyak yang cuek dan coba cari sana cari sini yang pas di hati. Tapi malah tetap sendiri karena terlalu selektif memilih calon istri.

Memulai Chatting Awal Bisa Berbuah Basi Karena Respon Nona Datar Tanpa Ekspresi

Mencari bahan obrolan bersama gebetan tentu sulit bung. Apalagi respon gebetan tidak terlalu menyenangkan saat menyapa di waktu sengang. Ingin pendekatan berjalan mulus, bung berlaku bak wartawan dengan menanyakan berbagai pertanyaan untuk menggali kehidupan nona lebih dalam. Garing memang, tapi bung tetap melakukan.

Belum lagi, nona bisa membalas pesan bung dengan jeda 2 sampai 3 jam. Hingga timbul pertanyaan apakah bung bukan prioritas di ranah perasaan nona? sehingga hadir dan tidak, tidak berpengaruh buatnya. Bung yang terlahir sebagai laki-laki kuat, harus bisa mensiasiti dan menaklukan nona. Karena tantangan seperti itu saja tidak bisa, bagaimana ke langkah selanjutnya?

Uang Menjadi Pertaruhan Untuk Kemenangan Masa Pendekatan

Kalau chatting sudah berjalan aman, bisa jadi pertemuan akan segera dilakukan. Karena pesan yang berjalan antara bung dan nona, sudah menggali rasa penasaran. Meet up, istilah gaulnya. Merujuk ke tempat makan yang tak mewah namun menawan. Agar nona bisa menilai, kalau bung cukup memiliki selera dan nilai untuk memilih tempat pada sebuah pertemuan.

Usaha laki-laki kepada perempuan memang ada saja. Entah kodrat atau memang dicontohkan adam dan hawa, sistem traktir atau bayarin seperti menjadi tanggung jawab laki-laki. Demi merebut hati, apa boleh buat kan bung? dengan mempersiapkan suntikan dana untuk dapat traktir nona. Meskipun bulan depan hidup berkecukupan.

Tak Selalu Mulus, Kadang Dada yang Harus Banyak Dielus 

Setiap rencana pasti tidak pernah mulus. Tahayul apabila ada orang yang selalu mulus dengan rencana yang dibuat tanpa pernah gagal atau ada batu sandungan. Pendekatan sesungguhnya adalah rencana dari setiap orang yang ingin berpasangan, dengan menunjuk satu individu untuk mencoba menjalin hubungan.

Ketika rintangan datang, seperti Nona tiba-tiba menghindar dari peredaran atau ditolak setelah mengajak lebih dari teman. Ya sabar saja bung, itu semua biasa terjadi. Jangan ditangisi karena tidak perlu menangisi yang pergi secara terminologi, terkecuali ia tak lagi hidup di bumi.

Rasa Tidak Yakin Dapat Membuat Rasa Sang Nona Menjadi Terombang-Ambing

Ada lagi rasa kurang yakin hingga membuat gebetan pergi. Lantaran bung terlalu lama mengambil sikap untuk mengakhiri pendekatan dan melangkah maju ke arah jadian. Lagi-lagi, rasa yakin kerap mengantui hingga bung kerap menunda untuk mengikat nona. Padahal nona sudah terbawa suasana, namun dibuat sakit dengan perasaan yang diombang-ambing di segala situasi.

Dilema yang dialami nona, memutuskan untuk pergi, dari pada dibuat pilu karena langkah yang serius seperti hantu. Mampu memperlihatkan dan mengancam tapi tak kunjung bisa digapai. Kalau bung mengalami keraguan coba lah mencari jawaban. Jangan membawa perasaan seseorang ke arah ketidakpastian.

Pribadi Oportunis Selalu Ada, Rajin Melihat Celah Demi Memetik Kesempatan yang Ada

Oportunis mungkin sebutan bagi kawan yang memanfaatkan rasa lengang hubungan, kemudian masuk dan mendapatkan sesuai tujuan. Kalau bung sedang bersama gebetan dan dalam masa pendekatan, jagalah dia. Meskipun belum ada ikatan diantara kalian, namun bisa saja kerenggangan kalian dimanfaatkan oleh seseorang yakni kawan.

Istilah ini sering disebut nikung, tidak hanya merebut gebetan, merebut pacar pun juga demikian. Tapi kalau bung gentle ya biarkan nona yang memilih. Jangan terbesit rasa dendam dan amarah kepada seseorang oportunis tersebut. Kalau bung memang prioritas dan berkesan, pasti nona tak segan buat memilih bukan?

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Health & Personality

Bung, Jadi Laki-laki Harus Percaya Diri…

Kalau ditantang bicara di depan khalayak, apakah Bung akan menerima tantangan tersebut dengan penuh percaya diri, atau justru tak bergeming? Sebagai lelaki, sejatinya Bung tak perlu gugup atau minder saat diminta tampil di muka umum. Untuk apa menutup diri dan merasa tak percaya diri? Bung, yang namanya lelaki itu bukankah harus percaya diri? Tapi kalau sampai hari ini Bung merasa hal tersebut masih jadi tantangan tersendiri, mungkin memang ada yang perlu diperbaiki dalam diri Bung. Lagi pula, Bung perlu menyadari, namanya percaya diri pasti menguntungkan para lelaki.

Mulailah dengan Memperbaiki Penampilan dari Ujung Kepala Hingga Ujung Kaki

Perubahan yang pertama kali bisa Bung lakukan adalah dengan memperbaharui penampilan. Apa lagi kalau selama ini kamu merasa minder lantaran merasa penampilanmu tak cukup menarik untuk membuat seorang wanita mau melirik. Coba ingat lagi, kapan terakhir kali Bung bercermin? Begini, bukannya meminta Bung untuk menjadi sosok yang baru, tapi yang namanya mendongkrak percaya diri, mau tak mau memang Bung perlu menjajal penampilan dengan gaya baru. Siapa tahu, ke depannya justru Bung berhasil menemukan ciri khas Bung dalam berpenampilan.

Fokuslah Dahulu Pada Diri Sendiri, Tak Perlu Membandingkan Diri dengan Orang Lain

Faktanya, yang sering jadi pemicu seseorang jadi tak percaya diri adalah kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain. Apa lagi kebiasaan semacam ini pasti akan muncul saat Bung ingin mendekati wanita. Bukannya merasa percaya dengan potensi yang ada dalam diri Bung, yang ada malah mengira kalau gebetan Bung maunya berkenalan dengan yang lebih pintar, kaya, dan lebih lebih lainnya. Bung perlu tahu, semakin sering Bung merendahkan kualitas diri, itu tandanya Bung belum bisa menerima keadaan diri yang apa adanya.

Membangun Rasa Percaya Diri Perlu Diawali dengan Mengisi Pikiran dengan Hal-hal yang Baik

Untuk mulai membangun rasa percaya diri, bisa dilakukan dengan mulai memikirkan segala hal yang baik. Kalau selam ini Bung sering minder, siapa tahu penyebabnya lantaran Bung memang terlalu overthinking terhadap segala hal. Belum apa-apa, Bung selalu merasa gagal. Padahal seharusnya tidak demikian. Cobalah untuk mulai mengubah pola pikir Bung dengan memikirkan segala hal yang baik adanya. Hal itu akan mempermudah Bung dalam memperbaiki dan meningkatkan rasa percaya diri.

Jangan Sungkan untuk Menggali dan Mengasah Lagi Setiap Bakat Bung

Setiap orang itu pasti punya keunikan yang membedakannya dengan orang lain. Kalau pun Bung merasa hanya memiliki satu bakat saja, yakini saja kalau bakat tersebut jelas membuat Bung unik dan berbeda dari yang lain. Ya, tugas Bung adalah meningkatkan kepercayaan diri melalui potensi yang ada pada Bung. Percayalah, kalau Bung berhasil menemukan kelebihan tersebut, tak akan ada lagi rasa minder yang akan mengacaukan munculnya niat untuk tampil percaya diri.

Bung, Banyaklah Membaca Buku dan Mencari Tahu Sesuatu yang Baru demi Memperdalam Wawasanmu

Bisa jadi Bung tak percaya diri lantaran kurangnya wawasan sehingga Bung merasa tak mampu berinteraksi dengan banyak orang lantaran keterbatasan pengetahuan. Ya, memperluas wawasan memang jadi salah satu kunci dalam mengasah rasa percaya diri. Intinya, Bung jangan malas membaca, perbanyak sosialisasi, dan tak perlu ragu memulai obrolan. Lakukan banyak hal baru setiap harinya ya Bung!

 

 

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Review

Teruntuk Bung Photographer Enthusiast, Sony Memiliki Kado Istimewa Buat Anda

Sony A7 Mark III tidak menargetkan fotografer pemula, melainkan fotografer profesional atau photography enthusiast,” kata Kazuteru Makiyama selaku Presiden Direktur Sony Indonesia yang dikutip dari Liputan 6. Dapat dibilang soal menangkap gambar sudah menjadi hobi bagi sebagian orang, apalagi kemunculan media sosial macam Instagram yang menjadikan foto sebagai objek tampilan dari setiap profile user. Otomatis membuat beberapa orang menjadi keranjingan untuk berfoto ria, meskipun tidak semua lho.

Foto tidak hanya menjadi bahan pewartaan mendukung keakuratan sebuah berita. Foto sudah menjadi salah satu memori atau secara gaul-nya disebut capturing moment. Mungkin bung menjadi salah satu orang yang bekerja sebagai fotografer atau sangat antusias di bidang ini, kebetulan sekali Sony baru mengeluarkan A7 Mark III. Sebuah kamera jajaran mirrorless yang memiliki kualitas terbaik.

Sony A7 Mark III Ibarat Sebuah Warisan yang Diturunkan Para Pendahulu Untuk Semakin Di Depan

Kamera Sony A7 Mark III bisa dikatakan sebagai sebuah warisan, yang diturunkan dari A9 dan A7R Mark III dari segi fitur-fiturnya. Sistem autofokus Alpha A7 Mark III diadopsi dari A9 dengan 693 titik phase-detect AF, yang meliputi 93 persen area gambar, 425 titik contrast-detect AF sekaligus Eye AF yang secepat kilat dan handal. Tidak sampai di situ bung, kamera ini pun ditopang dengan sensor full-frame 24,2 MP yang memiliki teknologi Back-Illuminated Exmor R CMOS terbaru. Dengan ditambah jangkauan ISO dari 100 hingga 51.200. Bahkan dapat mencapat 204.800 untuk gambar yang tak bergerak.

Tersedianya Fitur yang Dapat Mempercantik Pengambilan Gambar

Dari segi pengambilan gambar, fitur yang tersemat tentu saja dapat memudahkan fotografer untuk mengambilnya. Alpha 7 Mark III dapat membidik gambar secara terus-menerus sampai 10 fps (frame per second) bung! dengan fitur semacam mechanical shutter atau silent shooting dan full auto focus/auto exposure tracking.

Apabila pengambilan gambar terusik dengan adanya cahaya, bung dapat mengaktifkan fungsi anti-flicker yang sangat memungkinkan kamera mendeteksi frekuensi cahaya secara otomatis dan dapat menentukan waktu untuk meminimalisir efek cahaya pada gambar yang bakal diambil. Namun, fitur ini meminimaisir eksposur atau anomaly warna yang terjadi di bagian atas atau bawah gambar yang ditangkap dalam kecepatan shutter tinggi.

Bahkan, Merekam Gambar Sampai Kualitas Tinggi Pun Dijabani Oleh Kamera Ini

Tidak hanya handal dalam menangkap gambar, untuk soal merekam pun juga tak terelakkan. Kemampuan dari kamera Sony Alpha 7 Mark III dapat menyanggupi rekam video 4K (3.840 x 2.160 piksel) dengan frame rate 24 fps atau 30 fps (crop 1,2x).

Sementara pada resolusi full HD (1080 pikesl) mendukung perekaman slow motion 120 fps. Bagi bung juga yang gemar membikin konten video, mungkin bisa beralih untuk memakai kamera ini. Semisal video travelling, pernikahan, reunian bahkan sampai vlog sekali pun. Karena kualitas video yang tinggi, membuat orang semakin betah untuk menyaksikkan lho.

Urusan Memori dan Profil Gambar, Menjadi Jawaban yang Tak Ditawar Oleh Sony

Profil gambar yang tersemat bertipe HLG (Hybrid Log-Gamma) tersedia di keluaran terbaru Sony. Sony Alpha 7 Mark III juga mendukung workflow HDR Instan yang membuat gambar semakin beragam. Guna meningkatkan fleksibilitas colo grading, Zebra Functionality, gamma display assist hingga proxy recording, tersedia pula S-log2 dan S-log3.

Fitur pun tidak hanya dimaksimalkan dari kualitas menangkap dan merekam gambar. Adapun layanan dua slot SD Card, layar sentuh 3 inci lengkap dengan teknologi titling screen, electronic viewfinder (EVF) 0,5 inci dengan 2,3 juta titik XGA color OLED, joystick untuk memilih titik AF, dan weather sealing. Semakin menambah kesan futuristik dari Sony Alpha 7 Mark III.

Kamera Ini Mahal Bagi Pemula Namun Tidak Bagi yang Profesional

Untuk ukuran harga memang relatif, setiap orang dapat menanggapi berbeda-beda. Kamera ini mungkin terbilang mahal bagi fotografer pemula karena dibanderol dengan harga US$ 2.000 atau Rp 27 jutaan (body only). Untuk di Indonesia, harganya sendiri bisa mencapai di angka Rp 28.999.000 (body only). Namun, seperti dilansir dari Liputan 6 bahwa Sony Alpha 7 Mark III merupakan jajaran mirrorless seri entry-level atau paling murah. Kalau menurut bung?

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

Yomamen.com adalah majalah online khusus pria Indonesia. Lahir dari keinginan untuk menyediakan tulisan khas laki-laki Indonesia. Membahas sekaligus mengkritisi urusan maskulinitas dan gaya hidup pria modern.

Facebook

Copyright © 2017 Yomamen.com

To Top