Otomotif

Menilik Kuda Besi Milik Pengawal Presiden yang Didesain Gagah dan Keren

Publik mungkin sudah mengetahui betapa gagahnya kuda besi milik Paspampres. Namun, dalam video Opening Ceremony Asian Games, Bung mungkin makin mempertanyakan motor apa sih yang dipakai pemeran pengganti tersebut? Jawabannya adalah Yamaha FZ1. Motor bewarna hitam ini juga dipakai oleh pasukan pengawal presiden yang bakal setia berada di sekitaran Presiden  ketika beriring-iringan guna mengantisipasi hal-hal yang dapat mengancam keselamatan dari orang nomor satu di Indonesia ini.

Yamaha FZ1 termasuk dalam kelas naked bike yang merupakan keluaran Yamaha. Motor yang memiliki 998 cc ini memang memiliki kecepatan yang mumpuni. Selain itu apabila disejajarkan, ia berada pada kelas streetfighter yang bermesin besar. Sejajar dengan Suzuki Bandit 1250S, Honda CBR1000RR, dan Kawasaki Z1000. Perlu diketahui sebelum menunjuk Yamaha FZ1 menjadi motor Paspampres, motor-motor pengawal presiden sebelumnya memakai Honda Goldwing, Yamaha FJR 1300, dan Yamaha XJ900. Lantas apa saja ya Bung keunggulan dari Yamaha FZ1?

Mesin yang Dimiliki Yamaha FZ1 Sangat Cocok untuk Lari di Jalan

Secara kecepatan memang tak perlu dibahas panjang lebar ya, Bung? Yamaha FZ1 telah dilengkapi dengan empat silinder segaris dengan enam percepatan. Motor yang dipakai oleh pengawal presiden ini memiliki kapasitas 998 cc yang secara garis besar dapat melaju kencang. Motor gede yang hampir menyentuh 1000 cc ini mampu menyemburkan daya 150 tenaga kuda dengan torsi maksimum 106 Nm.

Kecepatan Boleh Kencang, namun Bahan Bakar Tetap Irit dan Aman, Bung

Mendengar kecepatan motor yang begitu maksimal di kelasnya, yakni 246 km/jam, tentu yang Bung pikirkan adalah bagaimana persoalan bahan bakarnya, bukan? Tenang saja Bung. Motor keluaran Yamaha ini ternyata masih dalam kategori irit bahan bakar, loh. Apabila Yamaha FZ1 terisi penuh, bahan bakarnya bakal mencapai 6,72 liter, dan total jarak yang dapat ditempuh adalah 100 km.

Motor Pengawal Generasi Kedua dari Seri Yamaha FZ1

Yamaha FZ1 yang sekarang ditunggangi oleh Paspampres adalah generasi kedua dari FZ1 yang dikeluarkan di tahun 2006. Sebelumnya Yamaha FZ1 sudah muncul dari tahun 2001. Di generasi kedua banyak perubahan yang terjadi mulai dari sasis, rangka bodi, dan mesin yang sepenuhnya baru, Bung. Tetapi banyak bagian dari mesin yang masih sama persis dengan pendahulunya, YZF-R1. Secara rangka memiliki model seperti berlian dan bentuknya lebih kompak dengan menggunakan bahan materi aluminium.

Harga Jual Mencapai Ratusan Juta Saat Pertama Kali Dilepas di Pasaran

Motor bermesin besar yang segmennya hampir sama seperti Honda CBR 1000RR ini memang tak diketahui berapa harga resminya apabila dijual di Tanah Air saat ini. Karena motor yang berada di kelas naked bike ini memang belum beredar di pasar Indonesia. Namun saat Yamaha FZ1 dilepas ke pasaran pertama kali, harga jualnya sebesar US$ 10.290 atau berkisar Rp 125 juta. Apakah Bung berminat?

Sayangnya, Pecinta Motor Gede Harus Merelakan Impiannya Memiliki Yamaha FZ1 Sekarang Juga

Seperti diketahui, Yamaha FZ1 memang dimasukkan oleh PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing atau YIMM untuk Paspampres, yang memastikan bahwa tak ‘kan memasarkan motor pengiring yang berada di ring 1 kepresidenan ini. Lantaran Yamaha FZ1 digunakan oleh Paspampres dipesan secara khusus Bung, selain modelnya pun dibedakan dengan motor yang dijual secara luas di Jepang. Kalau Bung ada impian untuk memiliki Yamaha FZ1 lebih baik urungkan niat ya, karena mustahil sepertinya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Karena Penelitian Menyebut Kecerdasan Itu Sexy

Sebagian orang masih mengasosiasikan “pintar dan cerdas” itu dengan tampilan kaku macam kutu buku. Padahal sesungguhnya saat ini banyak tokoh-tokoh yang lekat dengan kecerdasan macam Elon Musk atau Mark Zuckerberg yang justru dianggap menarik dan sexy.

Beberapa penelitian juga bahkan menunjukan hal ini. Salah satunya adalah penelitian yang digagas psikolog Gilles Gignac, Joey Darbyshire, dan Michelle Ooi dari University of Western Australia. Mereka menemukan bahwa orang-orang dengan IQ tinggi memiliki skor tinggi dalam hal keseksian ketika dinilai oleh orang lain.


“Kecerdasan” Menjadi Faktor Kedua Daya Tarik Setelah “Kebaikan”

Penelitian tentang kecerdasan dan daya tarik di atas melibatkan sedikitnya 10 ribu peserta dari 33 negara di dunia. Salah satu temuan menariknya adalah para peserta penelitian menempatkan “smart” di nomor dua sebagai daya tarik.

Posisi ini hanya dikalahkan oleh faktor “kebaikan dan pengertian” yang menempati urutan nomor satu. Jadi sesungguhnya dengan menjadi baik dan terus melatih kecerdasan sudah bisa membuat orang lain tertarik kepada kita.

Salah Satu Indikator Kecerdasan Adalah Selera Humor

Dalam penelitian itu juga ditanyakan mengenai indikator apa yang digunakan untuk menilai seseorang cerdas atau tidak. Sebagian menyebut bahwa salah satu indikator yang digunakan untuk menilai kecerdasan seseorang adalah selera humornya.

Karena mereka yang cerdas selalu berpikiran terbuka dan orang yang berpikiran terbuka ini cenderung punya selera humor yang baik. Mereka yang smart juga dikatakan tidak akan mudah tersinggung dan aspiratif terhadap ide-ide baru.

Tak Cuma Pada Individu, “Smart Dan Sexy” Juga Kini Diterapkan Pada Hal Lain

Perpaduan menarik ini tak cuma ditemui dalam urusan penggambaran individu seseorang. Karena kini banyak sektor juga menerapkan konsep ini. Coba tengok misalnya gadget yang selalu menemani kita.

Dahulu mungkin handphone hanya digunakan sebagai alat komunikasi suara dan teks. Kini perkembangannya sudah jauh lebih dari itu. Mulai dari mengakses internet, sosial media, pesan makanan, penunjuk arah hingga fungsi lainnya yang dulu hanya impian.

Tapi toh kamu juga tak mau hanya menggunakan gadget yang cerdas saja bukan? Begitu banyak pilihan ponsel cerdas, tentunya kamu juga memilih yang di desain menarik lagi sexy. Karena hal tersebut juga menunjukan jati diri.

Bahkan Meluas Hingga Urusan Tata Kota Juga Tersentuh Unsur Kecerdasan

Familiar dengan istilah Smart City? Yup inilah konsep yang diinisiasi oleh Suhono S. Supangkat dari ITB. Kota tak lagi hanya menjual soal “keindahan dan kecantikan” namun juga harus bersifat smart.

Menurutnya, Smart City adalah kota yang bisa mengelola Sumber Daya Alam (SDA), Sumber Daya Manusia (SDM) dan sumber daya lainnya sehingga warganya bisa hidup nyaman aman dan berkelanjutan.

Seperti adanya transparansi dan partisipasi publik, transportasi publik, transaksi non tunai, manajemen limbah, energi, keamanan, data dan informasi. Hal ini dapat didukung melalui teknologi informasi dan komunikasi. Terbayang menyenangkannya hidup di kota yang di tata macam ini bukan?

Tak Mau Ketinggalan, Urusan Kendaraan Juga Harus Mengadaptasi Ini

Soal “smart dan sexy” ini juga merambat ke urusan kendaraan. Mengingat hal ini melekat dengan kita dan digunakan juga untuk berativitas sehari-hari. Wajar rasanya jika konsep ini juga diterapkan pada kendaaraan kita.

Ambil contoh Yamaha Lexi yang mengusung konsep “Smart is The New Sexy” yang bermakna bahwa sexy tidak hanya tentang penampilan melainkan tentang karakter, sikap dan pola pikir yang Smart. Yamaha Lexi mempunyai 3 pilar konsep Utama

Untuk Smart & Sexy Design, Motor ini mengkombinasikan unsur Luxury dan Elegan dengan bobot yang paling ringan di kelas MAXI YAMAHA. Tampilannya yang berkelas ditunjang desain lampu Grand LED Headlight ditambah eye line biru yang menawan memperkuat kesan mewah dan elegan. Apalagi untuk tipe Lexi-S, desain joknya  memadukan dua tekstur kombinasi yang disatukan dengan motif jahitan elegan membuat tampilan motor menjadi lebih berkelas.

Tak cuma tampilan karena yamaha Lexi ini punya Smart Features. Untuk Varian Yamaha Lexi-S dibekali fitur Smart Key System yang merupakan sistem kunci tanpa anak kunci alias keyless. Kunci ini juga sudah disematkan fitur Immobilizer dan Answer Back System untuk memudahkan pengendara mencari posisi parkir motor.

Berkendara dalam jarak jauh juga kini tidak perlu khawatir karena Yamaha Lexi memiliki bagasi yang luas dan lega untuk menampung barang bawaan lebih banyak. Apalagi, Yamaha Lexi menjamin pengendara tetap terhubung melalui Smartphone karena dilengkapi Electric Power Socket untuk mengisi daya gadget.

Urusan dapur pacu diserahkan pada Smart Engine. Dari segi performa mesin, Yamaha Lexi menggunakan mesin generasi baru Blue Core 125 cc yang disempurnakan Variable Valve Actuation (VVA). Mesin ini secara cerdas akan membuat aksi berkendara lebih efisien, bertenaga dan handal dengan tenaga dan torsi maksimum di setiap putaran mesin. Apalagi Yamaha Lexi dilengkapi Liquid Cooled 4 Valves (LC4V) yang membuat suhu mesin lebih stabil dan performa lebih maksimal.

Tak berhenti disitu Yamaha Lexi dibekali fitur canggih Stop & Start System (SSS) berfungsi untuk mengurangi konsumsi bahan bakar yang tidak perlu pada saat motor sedang berhenti. Apalagi ditambah Smart Motor Generator (SMG) membuat suara motor lebih halus saat dinyalakan. Kalau masih penasaran soal motor satu ini kamu bisa lihat detailnya di halaman ini!

Jadi bagaimana? Kamu sudah siap mengikuti trend smart is the new sexy ini?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sport

Dibangun dengan Dana Milyaran, Berikut Deretan Stadion Termahal di Asia Tenggara

Stadion dengan dana milyaran diyakini dibangun demi memuaskan hasrat penonton. Di Asia Tenggara saja, banyak stadion berkualitas bagus yang memang memiliki standar setara Eropa. Sebut saja stadion Bukit Jalil di Kuala Lumpur sampai stadion kebanggaan masyarakat Indonesia yakni Stadion Gelora Bung Karno. Beberapa stadion tersebut merupakan memiliki nama besar yang sampai diakui dunia karena kualitas dan megahnya.

Memang kalau dibanding beberapa stadion yang berada di Eropa, dua nama tadi tidak cukup stand out. Meskipun begitu, beberapa stadion tersebut memang dibangun dengan dana yang tidak banyak, kira-kira berapa ya bung total biaya pembangunannya? Sampai berapa biaya pekerja dan ongkos material di negara yang berbeda dan pada waktu yang berbeda membuatnya sulit untuk dinilai, tetapi inilah daftar stadion termahal sepakbola di Asia Tenggara.

Stadion Aji Imbut

Hampir menghabiskan dana Rp 1 Triliun, Stadion yang jadi markas Mitra Kukar di Liga 1 Indonesia ini salah satu stadion yang patut dipandang. Terletak di Tenggarong, Kalimantan Timur, didirikan pada tahun 2008. Total 35.000 penonton menjadi kapasitas resmi di stadion ini.

Bahkan dikatakan, stadion ini menjadi salah satu stadion atap yang unik di Asia Tenggara. Tidak hanya sebagai stadion sepakbola saja, Stadion Imbut juga memiliki pusat komplek olahraga yang lebih besar, di mana terdapat velodrome dalam ruangan dan sarana olahraga lainnya.

Stadion Batakan

Salah satu stadion di Indonesia yang besar lagi adalah Stadion Batakan, yang dibuka pada tahun 2017 lalu. Secara desain dan inspirasi Stadion Batakan mencontoh stadion paling terkenal di dunia Emirates Stadium milik Arsenal, hingga menghabiskan dana sebesar Rp 1,38 Triliun.

Stadion yang berkapasitas 46.000 kursi yang menjadi kandang bagi Persiba Balikpapan yang bermain di Liga 2. Desain dan konfigurasinya membuat stadion ini terhitung unik dibandingkan stadion-stadion lainnya di Asia Tenggara, dan dibangun khusus untuk sepakbola, trek lari yang biasa hadir di stadion-stadion di Asia.

Stadion Shah Alam

Dibangun dengan dana Rp 1,53 triliun ini merupakan salah satu stadion paling bersejarah dan ikonik dibangun pada awal 1990-an. Stadion megah yang kerap banyak menggelar final Piala Malaysia ini dapat menampung 80.000 penonton. Mantan raksasa sepakbola Malaysia, seperti Selangor yang diyakini memiliki banyak kenangan indah di sini. Di tahun 2011 saja stadion ini pernah direnovasi dengan biaya Rp 13,5 miliar.

Stadion Bukit Jalil

Dilansir dari FourFourTwo, nilai Stadion kebanggaan masyarakat Malaysia ini sangat fluktuatif. Sehingga estimasnya biaya stadion dikeluarkan untuk pembangunan dan renovasi stadion,Rp 5,25 Tiliun. Stadion ini memang layak dihargaim karena fasilitasnya yang sungguh mewah dan pantas untuk dijadikan markas bagi tim nasional Malaysia hampir 20 tahun hidupnya.

Meski sudah menghabiskan biaya yang begitu besarnya, stadion yang dibangun untuk Commonwealth Games pada tahun 1998 akan direncakan mengalami renovasi lagi guna menjadi tuan rumah apabila ada perandingan besar sepakbola di masa depan.

Singapore National Stadium

Jawara sebagai stadion termahal di Asia Tenggara adalah Singapore National Stadium, dengan bangunan berbentuk kubah, tadionya stadion ini dibuka diatas tanah yang diratakan pada tahun 2007. Pada tahun 2014 baru dibuka kembali, menghabiskan biaya hampir Rp 17,6 triliun stadion ini memiliki kapasitas 55.000 penonton yang bisa menggelar pertandingan sepakbola sampai rugby loh bung.

Konon kompetisi atletik bisa digelar di stadion ini karena tribun yang mampu digerakkan, sehingga fans bisa berada lebih dekat dengan lapangan permainan ketika digunakan untuk pertandingan sepakbola. Namun stadion ini tetap punya masalah, dalam hal lapangannya, dan terus dikritik karena kualitas rumputnya. Meski begitu, stadion ini tetap merupakan salah satu yang terbaik di Asia Tenggara.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kisah

Mursyid Effendi Tentang Piala Tiger 1998 : “Semua Cuci Tangan, Saya Menanggung Cacian”

Kalah menang itu biasa dalam sepak bola, air mata dan teriakan gembira bisa tergambar dari raut wajah yang mendukung di sudut tribun atau layar kaca. Tetapi kita tidak pernah tahu, bagaimana raut wajah pendukung saat menyaksikan pertandingan yang tidak murni atau settingan. Mari bung kita napak tilas balik ke Piala AFF masih bernama Piala Tiger tepat di tahun 1998. Di mana Indonesia dan Thailand memainkan sepak bola gajah.

Di Indonesia istilah sepakbola gajah merujuk kepada pertandingan settingan. Asal mula muncul istilah sepak bola lahir pada 1988 saat pertandingan Divisi Utama era Perserikatan 1987/1988 antara Persebaya melawan Persipura. Saat itu Persebaya ‘mengalah’ dengan skor 0-12 demi melancarkan balas dendam kepada PSIS Semarang.  Lantaran pada Divisi Utama Perserikatan 1985/1986 tim berjuluk bajul ijo tersebut merasa dikecawakan karena PSIS menyerah kepada PSM Makassar yang menjadi pesaing utama Persebaya sehingga tidak bisa lolos ke babak 6 besar.

Di laga Persebaya berpura-pura kalah dari Persipura dipimpin wasit yang berasal dari Lampung, yang terkenal dengan daerah di mana banyak menampilkan pertandingan gajah yang dikendalikan seorang pawang yang bisa mengatur skor. Balik lagi ke Piala Tiger 1998 yang sudah harus kita kenang. Lantaran itu merupakan corak sepak bola yang memalukan bagi Asia Tenggara dan juga Indonesia.

Ketika Kemenangan Tidak Dicari Dalam Suatu Pertandingan

Sumber : Goal.id

Ada beberapa alasan kenapa Piala Tiger 1998 dikenang, karena ini menjadi sejarah yang amat memalukan bagi sepak bola Indonesia, sekaligus mencoreng nama sepakbola Asia Tenggara. Untuk itu, hal ini mengajarkan kita bahwasanya ada kalanya sepak bola memang mahal mengenal kata kemenangan. Seolah kemenangan bukan lagi harga mati.

Pada pertandingan ketiga di penyusuhan grup saat Indonesia dan Thailand saling berpapasan, mereka seperti memiliki skenario yang sama untuk menghindari juara grup Vietnam karena dianggap lawan berat, apalagi kala dihadapi di laga semi-final.

Padahal persepsi sang juara seharusnya menghadapi siapa saja lawan di di depannya bukan menghindarinya bukan?Alhasil lewat persepsi inilah timbul untuk tidak mencari siapa yang menang, sehingga kedua tim memainkan sepakbola yang sangat amat membosankan.

Permainan Negatif Ditampilkan, Sampai Pemandangan Seorang Kiper Maju ke Depan

Sumber : Istimewa

Ketika sepakbola berjalan ke arah settingan, barang tentu yang disajikan pasti membosankan. Indonesia dan Thailang pun merotasi beberapa pemain inti, saat pertandingan pertama berjalan konon katanya itu sangatlah tidak jelas. Kedua tim tidak berhasrat menyerang, Indonesia yang dua pertandingan sudah mengoleksi sembilan gol justru seperti lupa bagaimana cara menbobol gawang lawan.

Belum lagi di babak kedua, kiper Indonesia saat itu Hendro Kartiko kerap maju ke depan bahkan sempat menciptakan satu peluang dengan tendangan ke jalan lawan. Hendro saat itu, memainkan peran seperti Manuel Neuer di Piala Dunia 2018 lalu saat menghadapi Korea Selatan. Melihat itu semua, tentu membuat semua orang keheranan dengan pertandingan yang berlangsung.

Hingga Akhirnya Ada Satu Sosok yang Memutuskan Memikul Tanggung Jawab

Sumber : Juara.net

Setelah dua babak berjalan skor pun imbang 2-2 namun pluit panjang belum dibunyikan. Usaha Thailand untuk menahan imbang nampaknya sia-sia.  Mursyid Effendi membuat skor menjadi 3-2 di menit ke-90. Eitss, tapi gol tersebut bukan keunggulan bagi Indonesia, melainkan ia mencetak gol bunuh diri! Hendro Kartiko pun terpaku saat Mursyid Effendi menyepak ke gawang sendiri, seolah-olah ia tidak melihat bola saat mengalir ke jala gawangnya.

Anomalinya lagi, saat itu Stadion Thong Nhat Vietnam hampir kosong melompong alias tidak ada yang menyaksikan. Sebuah gol harusnya dirayakan oleh salah satu tim yang diunggulkan, namun di pertandingan tersebut Yusuf Ekodono sang gelandang Timnas justru yang bertepuk tangan. Sementara itu, salah seorang pemain Thailand langsung mengambil bola dari gawang Indonesia. Alih-alih ingin menyamakan kedudukan, tapi sayang Thailand tidak punya memiliki waktu lagi.

Hasil yang Memalukan Mengundang Banyak Kecaman

Sumber : Indosports.id

Pertandingan yang sangat memalukan dengan penuh skenario pengecut itu, akhirnya mengundang amarah banyak orang. Penduduk Vietnam melakukan demonstrasi di depan Hotel Kimdo tempat timnas Indonesia menginap. Seruan yang santer terdengar saat itu meminta Menteri Olahraga Vietnam untuk menghimbau AFC maupun AFF agar pertandingan dibatalkan dan kedua negara diberikan sanksi yang tegas.

Mendapatkan kecaman di negara tetangga atas pertandingan yang tidak fair, juga sampai ke Indonesia. Dilansir dari FourFourTwo, redaksi koran olahraga terbesar di Indonesia saat itu, Koran BOLA yang baru saja tutup usia beberapa bulan lalu, mendapat sejumlah telpon, email, faksimile guna megecam sandiwara yang dilakukan pemain Indonesia. Federasi macam PSSI pun diserang para pecinta sepakbola, sehingga Ketua PSSI saat itu Azwar Anas mengundurkan diri.

Kecaman itu ternyata tidak mempengaruhi kedua tim, Thailand dan Indonesia bisa melangkah ke semi-final. Namun mendapatkan karma karena Indonesia menyerah 1-2 dari Singapura dan Vietnam melibas Thailand tiga gol! Singapura yang menjadi incaran untuk bertemu di Semi-Final lantaran tak dianggap tim unggulan menjadi juara di edisi 1998, dan ini menjadi hantaman keras bagi kedua negara yang meremehkan.

Pengakuan Mursyid Effendi Menjadi Korban yang Dibela di Awal Lalu Dicampakan Di Akhir

Sumber : Bolasport.com

Naas bagi Mursyid Effemdi yang menanggung cacian seumur hidup atas gol bunuh diri yang dibuatnya. Ia buka suara bahwa ia jengkel dengan permainan negatif yang dipraktekkan Thailand. Masih dilansir dari FourFourTwo, ia juga menambahkan tetapi itu bukan alasan utama, tetapi adanya bentuk support dan kepedulian membuatnya rela melakukan hal yang mencoreng nilai fair play tersebut. Tetapi tidak sampai sebulan semua orang yang katanya bakal ada di “belakang” Mursyif Effendie malah menghindar.

“Menilik pengalaman saya sendiri di Vietnam waktu itu, semua komponen – ya, manajer, pelatih, dan pemain – satu suara, setuju. Tak lama setelah pertandingan mereka masih memberikan dukungan, siap bertangggung jawab. Maka saya masih baik-baik saja setelah pertandingan itu. Bahkan sempat ada permintaan maaf kepada keluarga setelah kembali ke tanah air. Tapi jarak sebulan, semua cuci tangan. Pelaku yang akan menanggung cacian dan hujatan seumur hidup,” ujarnya dilansir di laman yang sama.

Bendera kuning bertuliskan Fair Play di tengah lapangan, bukan sekedar seremoni atau tampilan belaka. Tetapi itu harus dihormati dan dijalankan agar pertandingan tidak berjalan ke arah yang kurang sportif. Piala Tiger 1998 tentu harus kita kenang dan dijadikan pelajaran karena ini merupakan aib yang tak boleh terulang. Bahkan bung-bung sekalian mungkin berfikiran, kejadian inilah yang membuat Indonesia terkena kutukan sulit menjadi juara di ajang sepakbola Asia Tenggara.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kisah

Tak Hanya Jaga Gawang, Kiper Juga Bisa Cetak Gol ke Gawang

Dalam deretan posisi pemain bola, semuanya memiliki nasib yang sama untuk mengkonversikan sebuah peluang menjadi sebuah gol. Karena menciptakan gol tidak menjadi tugas para striker. Tetapi hanya ada satu posisi yang sekiranya sulit untuk menciptakan sebuah gol lantaran ia memiliki peran krusial dalam menjaga gawang dari kebobolan, yap dia adalah seorang kiper.

Meskipun pemain belakang ditumpuk sampai empat atau lima orang, tidak berarti peran kiper bakal ditutup oleh pemain belakang secara keseluruhan. Karena gawang kerap merindukan bagaimana jalanya bergoyang dan itu mengapa seorang kiper memiliki tanggung jawab yang krusial dalam setiap pertandingan.

Meskipun sulit bukan berarti seorang kiper tak bisa mencetak gol, karena sulit bukan berarti tidak bisa. Sehingga bagi kiper tidak ada yang tidak bisa dilakukannya seperti halnya menceploskan bola gawang. Kalau menepis bola hanyalah sebuah aksi, sedangkan membobol gawang menjadi salah satu atraksi.

Nah, berikut ini beberapa gol penting  yang dicetak oleh kiper atau penjaga gawang.

Gol Dramatis Diberi, Namun Anti Selebrasi

Sumber : Goal.com

20 September 2003 menjadi hari bersejarah bagi penjaga gawang berkebangsaan Estonia bernama Mart Poom. Poom saat itu menjadi penjaga gawang dari Sunderland yang sedang melokoni laga melawan Derby Country. Sebagai tim tamu Sunderland mendapat gempuran sengit di lini pertahanan hingga akhirnya tertinggal 0-1 dari Derby Country.

Tertinggal selisih satu gol, Poom berusaha maju saat Sunderland mendapatkan sepak pojok pada menit ke-91, guna membantu serangan. Tak disangka-sangka keputusanya untuk maju saat sepak pojok dilakukan membuahkan gol penyeimbang. Sebagai kiper yang mencetak gol di menit-menit akhir seharusnya selebrasi heboh dilakukan, tetapi ia anti selebrasi demi menghormati diri sebagaimana pernah berseragam Derby Country.

Tak Hanya Gawang yang Diselamatkan, Namun Juga Muka Tim Saat Derby

Sumber : Goal.com

Kilas balik ke tahun 1997 di mana laga derby di Jerman yang selalu ditunggu setiap tahunnya, yang mempertemukan Schalke 04 dan Borrusia Dortmund, Rivierederby adalah sebutan bagi laga sengit ini. Berbicara di tahun 1997 di mana laga derby yang tersaji meninggalkan kesan mendalam bagi kiper kawakan Jens Lehmann.

Lehmann yang saat itu berseragam Schalke 04, menjadi penyelamat Schalke di menit-menit akhir dengan mencetak gol dan membuat pertandingan berakhir imbang 2-2. Di mana gol tersebut dicetak di menit-menit akhir.

Situasi Tendangan Penjuru Selalu Menjadi Moment Bagi Penjaga Gawang Untuk Membobol Gawang

Sumber : Goal.com

Masih di tahun yang sama, kali ini peran penjaga gawang yang mampu membobol gawang diambil oleh kiper dari FC Augsburg, Marwin Hitz. Setelah tertinggal dari Bayer Leverkusen sampai menit akhir. Kedudukan 2-1 tentu masih ada peluang untuk mematahkan kekalahan bagi FC Augsburg, alhasil moment itu datang di menit ke-93.

Skemanya pun hampir sama seperti Lehmann dan Poom, di mana sepak pojok terjadi yang memaksa Hitz untuk maju kedepan untuk memanfaatkan bola mati. Boom! gol pun terjadi dengan mengubah kedudukan 2-2 di akhir laga, sehingga Augsburg tak jadi kalah di depan pendukungnya.

Nama Toldo! Menggema di Derby d’Italia Pada Tahun 2002

Sumber : Goal.com

Fans Inter Milan tak mungkin lupa pada laga Derby d’Italia tahun 2002. Di mana ia berhasil menyelamatkan muka Inter Milan yang hampir kalah dari Si Nyonya Tua. Bermain di kandang Giusseppe Meazza, Inter tentu tak boleh malu dengan menelan kekalahan dari tim sekelas Juventus.

Alhasil perjuangan Nerazzuri memuncak untuk menyamakan kedudukan. Menit ke-89 pun kiper Inter, Francesco Toldo pun maju membantu serangan, dan tidak disangka kalau ia jadi penyelamat Inter dan menghukum Buffon lewat goalnya. Kedudukan pun sama kuat 1-1.

Pahlawan Layak Diberikan Sevilla Kepada Andreas Palop

Sumber : Goal.com

Final Europa League, menjadi liga Eropa kasta kedua yang tentu sangat berhaga bagi tim sekelas Sevilla. Setelah di leg pertama Sevilla bermain imbang 2-2 kala mejamu Shakhtar Donetsk, tentu Sevilla membutuhkan kemenangan untuk membawa Sevilla melaju ke partai Final Europa League 2006/07.

Sayang seribu sayang, mimpi itu buram karena hingga detik-detik terakhir laga Los Rojiblancos tertinggal 2-1. Namun, Andreas Palop datang sebagai penyelamat dengan menyamut tendangan penjuru Dani Alves hingga memaksa pertandingan berlanjut ke perpanjangan waktu.

Di babak perpanjangan waktu kedudukan pun tak berubah, sehingga harus ditentkan lewat babak adu penalti. Tampil lebih tenang dalam eksekusi, Sevilla pun lolos ke partai Final Europa League musim 2006/07.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

Yomamen.com adalah majalah online khusus pria Indonesia. Lahir dari keinginan untuk menyediakan tulisan khas laki-laki Indonesia. Membahas sekaligus mengkritisi urusan maskulinitas dan gaya hidup pria modern.

Facebook

Copyright © 2017 Yomamen.com

To Top