Kisah

Mengenal Bonek Supporter yang Berangkat Modal Nekat Ke Berbagai Tempat

Siapa yang tidak kenal dengan supporter asal Surabaya yakni, Bonek. Bahkan orang yang tidak menggeluti sepakbola sekali pun tahu siapa dan apa itu Bonek. Supporter setia Persebaya Surabaya ini kerap memadati stadion di mana pun Persebaya bertanding dengan warna kebesaran hijau. Bahkan salah satu artis cilik yang merangkap stand-up comedian, Joshua Suherman adalah Bonek bung.

Catatan hitam supporter ini juga ramai diberitakan karena sesuai unsur nama nekat yang tersemat. Memang menjadi identitas pribadi ketika seseorang menamakan dirinya bonek harus berlaku nekat, mungkin. Tapi supporter ini sempat terbelah lantaran dualisme yang menyerang klubnya. Sehingga ia memustuskan untuk menggelar demo di kantor PSSI beberapa tahun lalu di Jakarta demi tim kecintaanya.

Campur Tangan Media Memperkenalkan Istilah Asal Muasal Bonek Kepada Surabaya

Sumber : Bolaindo.com

Seperti dilansir oleh Oryza A. Wirawan yang ditulis di JawaPos mengatakan bahwa dulu supporter Persebaya menamakan dirinya sesuai asal daerahnya dengan kata “arek”, yang kemudian digabungkan dengan nama daerah. Seperti Arek Rungkut, Arek Manukan dan Arek Sawahan yang merupakan beberapa nama kampung di Surabaya.

Kemudia istilah Bonek pun muncul lewat sebuah media asal Jawa Timur yakni Jawa Pos. Lewat seorang wartawan bernama Abdul Muis pada tahun 1988. Pemicu muncul istilah tersebut berawal laga tandang yang dijalani Persebaya menghadapi PSIS Semarang di Stadion Citarum. Menurut data seharusnya ada 1.000 orang yang menghadiri laga tandang namun kemudian membengkak menjadi 1.500, para penumpang dadakan itulah yang dinamakan Bonek dulu oleh Jawa Pos

Logo “Ndas Mangap” Menjadi Lambang Kebesaran Supporter Surabaya

Sumber : Beritagar.id

Logo yang digunakan Persebaya oleh supporter Bonek ditengarai merupakan campur tangan Jawa Pos lewat sebuah karya mantan ilustratornya bernama Pak Boediono. Hal ini diawali dengan laga tandang pada tahun 1987 menghadapi Persija di Jakarta, Bonek saat itu diwajibkan memakai ikat kepala berwarna hijau bertuliskan Persebaya termasuk Dahlan Iskan (pemilik Jawa Pos).

Awal mulanya Logo yang bernama ‘Ndas Mangap’ ini adalah tampilan wajah Dahlan Iskan saat berteriak yang dibuat lewat guratan tangan. Namun seiring waktu berjalan logo ‘Ndas Mangap’ berubah dengan wajah seseorang yang sangar dengan rambut gondrong. Tak lupa ada iket kepala-nya. Sekilas logo tersebut memang mirip Rambo, namun menurut Boediono itu bukan rambo tapi melambangkan sosok pahlawan arek-arek Suroboyo zaman kemerdekaan seperti dilansir FourFourTwo.

Mengenal Istilah ‘Tret Tet Tet’ Yang Dipelopori Dahlan Iskan Hingga Menjadi Istilah Sampai Sekarang

Sumber : Sumber.com

Apa yang ada di bayangan bung ketika membaca tulisan ‘Tret Tet Tet’ ? ini merupakan suara terompet yang kemudian menjadi istilah bertandang ke kandang lawan. Istilah ini diciptakan Dahlan Iskan ketika Persebaya melaju ke babak enam besar Kompetisi Perserikatan tahun 1987, mengambil dari suara terompet . Sebanyak dua kolom halaman Jawa Pos berisikan seruan tersebut  pada tahun 1987.

Bagi kalangan pendukung Persebaya istilah ini masih dipakai sampai dengan sekarang. Di mana laga tandang di mana pun kerap disambangi oleh Bonek. Meskipun uang di kantong tidak cukup untuk menghidupi selama perjalanan, itu bukan menjadi alasan untuk tidak datang.

Memiliki Rivalitas Tinggi Dengan Aremania, Supporter Malang

Sumber : Beritagar.id

Memang banyak faktor dan versi kenapa Bonek berselisih dengan Aremania, yakni supporter Malang. Seperti pemberitaan media yang kerap tidak adil antara Persebaya dengan Arema, Persebaya seperti klub yang disayang oleh media tersebut (Jawa Pos). Selain itu ada pula cap supporter Arema sebagai perusuh di era 80-an dan 90-an yang kerap disebut sebagai gang yang gemar tawuran antar kampung, sehingga ada cap sebagai tukang rusuh oleh klub lain.

Ada pula kejadian tahun 1990 di Stadion Tambaksari kala kedua supporter menyaksikan konser Kantata Takwa. Arema yang dianggap pendatang berlaku demikian heboh lebih dari Bonek, sehingga membuat tuan rumah terasa terganggu. Tawuran pun pecah antara keduanya hingga sekarang meskipun upaya damai kedua pihak telah dilakukan.

Kerap Nekat Berdatangan Loyalitas Bonek Tak Patut Untuk Dipertanyakan

Sumber : Pikiranrakyat.com

Kenekatan Bonek dalam melakoni Tret Tet Tet patut diacungi jempol bung, lantaran hanya bermodalkan badan ia rela datang demi tim tersayang. Bahkan duit di kantong yang tidak cukup tak dapat mengkebiri rasa nafsu mereka untuk tetap mendukung Persebaya di mana pun berlaga. Lantaran hal ini bisa disebutkan sebagai alasan kenapa bisa berkembang besar sampai sekarang, karena solidaritas yang terus tumbuh pesat. Sekaligus loyalitas yang ditunjukan Bonek memang tidak sembarangan!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sponsored Content

Karena Penelitian Menyebut Kecerdasan Itu Sexy

Sebagian orang masih mengasosiasikan “pintar dan cerdas” itu dengan tampilan kaku macam kutu buku. Padahal sesungguhnya saat ini banyak tokoh-tokoh yang lekat dengan kecerdasan macam Elon Musk atau Mark Zuckerberg yang justru dianggap menarik dan sexy.

Beberapa penelitian juga bahkan menunjukan hal ini. Salah satunya adalah penelitian yang digagas psikolog Gilles Gignac, Joey Darbyshire, dan Michelle Ooi dari University of Western Australia. Mereka menemukan bahwa orang-orang dengan IQ tinggi memiliki skor tinggi dalam hal keseksian ketika dinilai oleh orang lain.


“Kecerdasan” Menjadi Faktor Kedua Daya Tarik Setelah “Kebaikan”

Penelitian tentang kecerdasan dan daya tarik di atas melibatkan sedikitnya 10 ribu peserta dari 33 negara di dunia. Salah satu temuan menariknya adalah para peserta penelitian menempatkan “smart” di nomor dua sebagai daya tarik.

Posisi ini hanya dikalahkan oleh faktor “kebaikan dan pengertian” yang menempati urutan nomor satu. Jadi sesungguhnya dengan menjadi baik dan terus melatih kecerdasan sudah bisa membuat orang lain tertarik kepada kita.

Salah Satu Indikator Kecerdasan Adalah Selera Humor

Dalam penelitian itu juga ditanyakan mengenai indikator apa yang digunakan untuk menilai seseorang cerdas atau tidak. Sebagian menyebut bahwa salah satu indikator yang digunakan untuk menilai kecerdasan seseorang adalah selera humornya.

Karena mereka yang cerdas selalu berpikiran terbuka dan orang yang berpikiran terbuka ini cenderung punya selera humor yang baik. Mereka yang smart juga dikatakan tidak akan mudah tersinggung dan aspiratif terhadap ide-ide baru.

Tak Cuma Pada Individu, “Smart Dan Sexy” Juga Kini Diterapkan Pada Hal Lain

Perpaduan menarik ini tak cuma ditemui dalam urusan penggambaran individu seseorang. Karena kini banyak sektor juga menerapkan konsep ini. Coba tengok misalnya gadget yang selalu menemani kita.

Dahulu mungkin handphone hanya digunakan sebagai alat komunikasi suara dan teks. Kini perkembangannya sudah jauh lebih dari itu. Mulai dari mengakses internet, sosial media, pesan makanan, penunjuk arah hingga fungsi lainnya yang dulu hanya impian.

Tapi toh kamu juga tak mau hanya menggunakan gadget yang cerdas saja bukan? Begitu banyak pilihan ponsel cerdas, tentunya kamu juga memilih yang di desain menarik lagi sexy. Karena hal tersebut juga menunjukan jati diri.

Bahkan Meluas Hingga Urusan Tata Kota Juga Tersentuh Unsur Kecerdasan

Familiar dengan istilah Smart City? Yup inilah konsep yang diinisiasi oleh Suhono S. Supangkat dari ITB. Kota tak lagi hanya menjual soal “keindahan dan kecantikan” namun juga harus bersifat smart.

Menurutnya, Smart City adalah kota yang bisa mengelola Sumber Daya Alam (SDA), Sumber Daya Manusia (SDM) dan sumber daya lainnya sehingga warganya bisa hidup nyaman aman dan berkelanjutan.

Seperti adanya transparansi dan partisipasi publik, transportasi publik, transaksi non tunai, manajemen limbah, energi, keamanan, data dan informasi. Hal ini dapat didukung melalui teknologi informasi dan komunikasi. Terbayang menyenangkannya hidup di kota yang di tata macam ini bukan?

Tak Mau Ketinggalan, Urusan Kendaraan Juga Harus Mengadaptasi Ini

Soal “smart dan sexy” ini juga merambat ke urusan kendaraan. Mengingat hal ini melekat dengan kita dan digunakan juga untuk berativitas sehari-hari. Wajar rasanya jika konsep ini juga diterapkan pada kendaaraan kita.

Ambil contoh Yamaha Lexi yang mengusung konsep “Smart is The New Sexy” yang bermakna bahwa sexy tidak hanya tentang penampilan melainkan tentang karakter, sikap dan pola pikir yang Smart. Yamaha Lexi mempunyai 3 pilar konsep Utama

Untuk Smart & Sexy Design, Motor ini mengkombinasikan unsur Luxury dan Elegan dengan bobot yang paling ringan di kelas MAXI YAMAHA. Tampilannya yang berkelas ditunjang desain lampu Grand LED Headlight ditambah eye line biru yang menawan memperkuat kesan mewah dan elegan. Apalagi untuk tipe Lexi-S, desain joknya  memadukan dua tekstur kombinasi yang disatukan dengan motif jahitan elegan membuat tampilan motor menjadi lebih berkelas.

Tak cuma tampilan karena yamaha Lexi ini punya Smart Features. Untuk Varian Yamaha Lexi-S dibekali fitur Smart Key System yang merupakan sistem kunci tanpa anak kunci alias keyless. Kunci ini juga sudah disematkan fitur Immobilizer dan Answer Back System untuk memudahkan pengendara mencari posisi parkir motor.

Berkendara dalam jarak jauh juga kini tidak perlu khawatir karena Yamaha Lexi memiliki bagasi yang luas dan lega untuk menampung barang bawaan lebih banyak. Apalagi, Yamaha Lexi menjamin pengendara tetap terhubung melalui Smartphone karena dilengkapi Electric Power Socket untuk mengisi daya gadget.

Urusan dapur pacu diserahkan pada Smart Engine. Dari segi performa mesin, Yamaha Lexi menggunakan mesin generasi baru Blue Core 125 cc yang disempurnakan Variable Valve Actuation (VVA). Mesin ini secara cerdas akan membuat aksi berkendara lebih efisien, bertenaga dan handal dengan tenaga dan torsi maksimum di setiap putaran mesin. Apalagi Yamaha Lexi dilengkapi Liquid Cooled 4 Valves (LC4V) yang membuat suhu mesin lebih stabil dan performa lebih maksimal.

Tak berhenti disitu Yamaha Lexi dibekali fitur canggih Stop & Start System (SSS) berfungsi untuk mengurangi konsumsi bahan bakar yang tidak perlu pada saat motor sedang berhenti. Apalagi ditambah Smart Motor Generator (SMG) membuat suara motor lebih halus saat dinyalakan. Kalau masih penasaran soal motor satu ini kamu bisa lihat detailnya di halaman ini!

Jadi bagaimana? Kamu sudah siap mengikuti trend smart is the new sexy ini?

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Sport

Rivaldo Ferre Mendapatkan Puja Puji Media Asing

Laga terseru berbalut drama tersaji dalam lanjutan Piala Asia U19 2018 yang mempertemukan tim kesayangan kita Timnas Indonesia U19 yang berhadapan dengan Qatar U19. Meskipun kalah dengan skor tipis nan mencolok 6-5. Indonesia mendapatkan pujian terutama aksi dari super sub Todd Rivaldo Ferre yang kebanjiran pujian dari berbagai kalangan. Media asing yang menyanjungnya adalah Fox Sports Asia.

“Seorang pemuda berusia 19 tahun dari Jayapura tampil begitu mengesankan serta hampir saja membuat Indonesia terinspirasi untuk membuat comeback yang epik.” tulis Fox Sport Asia.

Aksi Rivaldo Ferre di laga tersebut memang menakjubkan, satu gol dicipatakan dari bola mati, dan dua gol dilesatkan setelah memporak-porandakan pertahanan Qatar dengan gocekan yang ciamik. Namun sayang Hat-trick yang diciptakannya tak mampu mengejar ketertinggalan Indonesia. Lewat kerja keras dan aksi menawan, Fox Sports Asia menyebutkan kalau Rivaldo Ferre menjadi penampil Individu terbaik sepanjang sejarah. Pasalnya  Indonesia dari tertinggal 6-1 bisa mengejar menjadi 6-5.

“Meskipun pada akhirnya (Indonesia) gagal comeback, kameo brillian Todd Rivaldo akan diingat sebagai salah satu penampilan individu terbaik dalam sejarah Piala Asia U-19,” tulisnya.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kisah

Memangnya Supporter Harus Jadi Pemilik Keseblasan?

Pada 23 Januari 2008 ada satu kisah menarik tentang Ebbsfleet United yang dimiliki oleh kelompok suporter online. Ini merupakan hal pertama yang terjadi di mana kelompok supporter online memiliki suatu klub. Di kancah Inggris kasta yang dihuni Ebbsfleet United merupakan di divisi 5 yang lebih dikenal National League atau Conference. Hal ini bermula ketika Will Brooks seorang supporter Fulham menggagaskan situs myfootballclub.uk di mana melakukan crowdfunding atau urun dana.

Situs ini memiliki konsep untuk seseorang dapat memiliki sebuah klub dengan syarat membayar 35 paun. Sampai akhirnya ada sekitar 50.000 orang tergabung dalam website ini. Kemudian Will Brooks menanyakan 12 klub yang terlilit hutang untuk diselamatkan klubnya dengan membayar hutang sekaligus mengambi alih klub. Sampai akhirnya terpilih lah Ebbsfleet United yang pada dua tahun pertamanya berhasi juara Piala FA versi divisi 5 liga Inggris.

Ketika memiliki sebuah klub, Will Brooks menjanjikan bahwa para pemiliki dapat menurukan strategi dan pemain yang ingin diturunkan. Akan tetapi selama ini para supporter sekaligus pemilik ini mengalah kepada pelatih karena tidak tahu kondisi liga. Jelas itu adalah langkah bijak.

Setelah empat tahun berjalan Ebbsfleet United mengalami penurunan keuangan karena situs myfootballclub.uk menurun anggotanya dari 50.000 sampai ke angka 1.500. Keuangan yang tidak stabil membuat pelatih, pemain dan seragam baru dari Ebbsfleet United tertudan. Sehingga pada bulan April 2013. Seorang pengusaha asal Kuwait, KEH Sports LTD, mengambil alih keseblasan hingga hari ini. Lantas apakah supporter tidak pantas menjadi pemilik keseblasan?

Menjadi Pemilik Keseblasan Tak Seindah yang Dibayangkan

Sumber : BBC.com

Menjadi pemilik keseblasan ternyata tidak dapat seindah yang dibayangkan. Karena manajemen sepakbola ternyata pelik untuk diurus. Selama bung mengurusi sesuatu yang berhubungan dengan uang pasti akan menguras otak. Apalagi kita sebagai supporter pada saat di tribun sering kali mengagung-agungkan sebagai pemilik sebagai bentuk protes atas perolehan tim, terkadang. Ketika sudah menjadi bagian dari tim baru merasakan kalau ternyata tidak semudah yang dibayangkan.

Ketika menjadi bagian dari sebuah tim dan dapat mengurus karena memiliki hak dan kewenangan seperti pengalaman orang-orang myfootballclub.uk, tentu menjadi bagian menarik dalam hidup meskipun hanya mengurus tim profesional di kasta kelima. Hanya mengetahui lewat sebuah game virtual macam Football Manager, merasa sudah dibekali secara matang. Tidak memeliki modal dan pembelajaran soal manajemen klub menjadi alasan bahwa tidak semua orang dapat melakukan.

Dalam kasus Ebbsflet United dapat dijadikan pelajaran kalau perlu kematangan dalam manajemen agar membangun klub dengan matang. Meskipun yang dilakukan oleh para penghuni situs tersebut bisa dibilang gebrakan. Sebelumnya Will Brooks mengatakan kalau sebelumnya para kelompok supporter online malah menyasar ke arah Nottinhgam Forrest dan Leeds United. Tapi sayang, keuangan tidak sanggup.

Tapi Langkah Will Brooks Patut Di Apresiasi Bung!

Langkah Will Brooks untuk membangun wadah bagi orang-orang yang ingin memiliki klub sepakbola patut di apresiasi. Lewat myfootball.uk setidaknya ada banyak orang yang telah tersalurkan hasratnya untuk mempunyai klub sepakbola. Situs ini berkembang mulai dari mulut ke mulut sesusai apa yang dilakukan Will Brooks.

“Saat itu adalah hari-hari di mana kamu mengirim surel (email) kepada teman-temanmu mengenai tautan dan hal lainnya. Aku mengirim ke sekitar 10 teman, yang secara teori kemudian mengirimkannya lagi ke 10 teman mereka lainnya. “,  ujar Will Brooks seperti dilansir panditfootball.

Situs itu semakin dikenal ketika BBC Football memuat cerita di artikel. Secara konsep situs ini terpampang jelas adalah Own the club, pick the team. Yang kemudian dapat berkembang ke angka 53.000 dengan pendapatan sampai 11 Milliar rupiah lebih bung. Sayangnya kegagalan dalam langkah membeli Ebbsfleet United adalah pemiliknya bukan seorang fans. Sehingga tidak ada rasa cinta dalam mengurusnya. Jadi wajar saja kalau kandas begitu saja meskipun torehan sudah nyata.

Sejatinya Supporter Bukan Pemilik. Tetapi Pemain Ke-12 Di Lapangan

Sumber : Eyesoccer.id

Supporter merupakan pemain ke-12 di lapangan secara. Bahkan tanpa supporter mungkin klub tidak dapat hidup dan sejahtera. Supporter kerap mengeluarkan chant untuk memberikan motivasi kepada sebuah tim agar terus semangat 90 menit. Tak lain dan tak bukan, mereka lah yang juga turut berjuang untuk menghadapi masalah tim meskipun mereka tidak ada memiliki ikatan secara manajemen. Tapi memiliki ikatan secara batin.

Persoalan pemilik tidak harus menjadi ranah supporter. Lantaran pemilik bisa jadi dari bukan kalangan yang mencintai sepakbola tapi mereka yang melihat peluang (dibaca bisnis).  Ada pun kalau supporter ingin menjadi sebuah pemilik harus memiliki beberapa kategori dalam menentukannya. Seperti mengerti tentang manajemen dan pasar. Supporter tetaplah berada di tribun terus memberikan motivasi dengan gerakan dan suara. Bentuk nyata 90 menit di tribun sampai menuntut klub apabila berada di posisi terbawah merupakan sebuah bentuk pemilik yang sejati. Karena rela mati demi klub lebih berharga.

 

 

 

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Kisah

Bayangkan apabila Tim Luar Biasa Ini Tidak Berpencar Punggawanya, Pasti Kini Sudah Besar

Sebuah dongeng perihal upaya merangkai tim berlabel debutan, atau kuda hitam namun menjelma menjadi kekuatan baru mungkin dapat Bung temui lewat sebuah film Damned United, yang menceritakan tentang kisah nyata dari Brian Clough kala membuat Nottingham Forest menjadi jawara di Eropa era 80-an. Setelah dua tahun back to back champions di Liga Champuons, kisah tentang Nottigham Forest tenggelam. Tak ada lagi tim yang dulu berlabel raja Eropa di era sekarang. Keperkasaan pun hanya tinggal kenangan.

Nottingham Forest hanyalah satu dari sekian contoh, kalau setiap tim punya potensi untuk jadi luar biasa, tak hanya yang dinobatkan sebagai tim besar macam Real Madrid, Juventus, Manchester United, sampai Barcelona. AS Monaco pun sempat  menunjukan taji di musim 2016/17 saat mampu tembus semi-final dan mampu bersaing dengan PSG, sebuah tim yang kaya raya.

Namun setahun berselang para pemain andalan pindah. Bernardo Silva, Benjamin Mendy, Tiemoue Bakayoko, dan Kylian Mbappe hijrah ke Manchester City, Chelsea, dan PSG. Tiga klub terboros di Eropa. Andai pemain andalan ini tetap mempertahankan loyalitasnya di Monaco, mungkin Monaco bisa menjadi tim hebat yang menjadi kekuatan baru di Eropa. Sampai-sampai muncul akun @ASMonaco_Indo di Twitter seking kepincutnya. Namun tak hanya Monaco saja, banyak tim lain yang nasibnya tak jauh berbeda.

AS Monaco Musim 2003/04

Kepergian beberapa bintang Monaco, ternyata  pernah dilakukan era 2000-an. Kala itu AS Monaco diisi pemain berkualitas seperti Patrice Evra, Fernando Morientes, Jerome Rothen, dan Ludovic Giuly. Secara mengejutkan di musim Liga Champions musim 2003/04 mereka berhasil menembus babak final Liga Champions, namun sayang harus ditundukkan oleh FC Porto dengan skor meyakinkan 3-0 (kala itu FC Porto diasuh oleh Jose Mourinho).

Keempat pemain pun pergi setelah kekalahan tersebut, hanya Evra saja yang bertahan. Jerome Rothen berlabuh ke PSG, Morientes pindah ke Liverpool, Ludovic Giuly dijual ke Barcelona. Sejak saat itu AS Monaco benar-benar kehilangan taji sebagai tim besar. Meskipun tidak bubar.

Ajax Musim 2003/04

Jika menyebut tim Belanda yang sukses di Eropa, otomatis tertuju kepada Ajax Amsterdam. Di era 90-an Ajax merupakan klub yang layak diperhitungkan karena filosofi permainanya mampu meluluhlantahkan lawan. Jelas saja, kejayaan dapat diraih dengan sempurna. Tetapi masalah besar sekaligus anomali terjadi di generasi berikutnya.

Dihuni oleh Zlatan Ibrahimovic, Wesley Sneijder, Rafael van der Vaart, Jari Litmanen, Nigel de Jong, Thomas Vermaelen, Maxwell, dan Hatem Trabelsi tapi tak mampu berbicara banyak khususnya di Eropa. Semuanya dimulai dengn kepergian Ibrahimovic ke Juventus di tahun 2004, membuat ambisi mereka untuk meraih kesuksesan satu dekade lalu telah sirna. Di tahun-tahun berikutnya, Sneijder bergabung di Real Madrid di tahun 2007 dan hanya menyisahkan Vermaelen.

Parma Musim 1998/99

Mungkin bagi Bung yang tumbuh seiring Serie A Italia sebagai tontonan sepakbolanya, pasti mengenal Parma sebagai tim yang memiliki segudang talenta. Wajar saja keberhasilannya membuatnya berhasil meraih gelar Piala UEFA di tahun 1999. Bayangkan saja Parma melahirkan pemain terbaik seperti Gianluigi Buffon, Fabio Cannavaro, Lilian Thuram. Juan Sebastian Veron, dan Hernan Crespo, komunal para pesepakbola hebat di Eropa saat itu.

Keberhasilannya terlihat dari pencapiannya di luar klub. Thuram berhasil  memenangi Piala Dunia bersama Perancis. Selang beberapa tahun kemudian Cannavaro dan Buffon melakukannya bersama Italia. Crespo menjadi striker termahal dan Veron menjadi gelandang tengah yang dikagumi. Setelah itu Parma tak pernah lagi mendulang kesuksesan sepeninggalan mereka.

Borrusia Dortmund 2012/13

Asuhan Jurgen Klopp kepada Dortmund di musim itu sangat populer meskipun harus mengakhiri Liga Champions tahun 2013 di posisi runner up. Jadi tak ada cara fans untuk mengenang tahun itu seperti saat Dortmund juara kompetisi di tahun 1997.

Jahatnya setelah Bayern Munich berhasil unggul di laga All Germany Final tersebut, Die Rotern justru mencomot beberapa pemain andalan Dormun seperti Robert Lewandowski dan Mario Gotze. Setelah itu, Dortmund tak lagi berjaya meskipun Nuri Sahin, Marco Reus, dan Ilkay Gundogan telah memenuhi tim ini secara potensial.

West Ham Musim 2000/01

West Ham tak bisa dilewatkan dari daftar ini, karena tim inilah yang melahirkan algojo-algojo Inggris di masa depan. Sebuta saja Rio Ferdinand, Frank Lampard, Michael Carrik, Joe Cole, dan Jermain Defoe sudah menampilkan puncak permainanya kala di West Ham. Tetapi torehan kesuksesannya diraih di tim liga Inggris lainya.

Ferdinand dan Carrick memenangi Liga Champions 2008 bersama Manchester United; Lampard di tahun 2012 bersama Chelsea, dan di klub yang sama Joe Cole sukses menjadi finalis. Sementara Defoe membuktikan dirinya sebagai striker tajam di Premier League dan juga tim nasional Inggris.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

MOST SHARE

Yomamen.com adalah majalah online khusus pria Indonesia. Lahir dari keinginan untuk menyediakan tulisan khas laki-laki Indonesia. Membahas sekaligus mengkritisi urusan maskulinitas dan gaya hidup pria modern.

Facebook

Copyright © 2017 Yomamen.com

To Top